PERBEDAAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA YANG DIBELAJARKAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LATIHAN INKUIRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG.

23 

Teks penuh

(1)

PERBEDAAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA YANG DIBELAJARKAN

MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LATIHAN INKUIRI

DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG

Oleh :

Dewi Pertiwi NIM 408321013

Program Studi Pendidikan Fisika

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

iii

PERBEDAAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA YANG DIBELAJARKAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LATIHAN INKUIRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG

Dewi Pertiwi (408321013)

ABSTRAK

Model pembelajaran Latihan Inkuiri adalah pola belajar mengajar yang dirancang untuk melatih siswa melakukan proses meneliti. Penelitian ini dapat terjadi bila siswa dihadapkan pada masalah yang mengandung tantangan intelektual secara bebas, terarah ke dalam kegiatan meneliti untuk memperoleh pengetahuan. Penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar fisika siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Latihan Inkuiri dengan model pembelajaran Langsung pada materi Hukum-hukum Newton Kelas X MAN I Medan T.A 2012/2013.

Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian two group pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Kelas X MAN I Medan yang terdiri dari 12 kelas. Sampel penelitian diambil 2 kelas yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling, yaitu Kelas X-8 sebagai kelas eksperimen yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Latihan Inkuiri dan kelas X-12 sebagai kelas kontrol, diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Langsung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan 5 pilihan jawaban sebanyak 15 soal yang telah dinyatakan valid oleh tiga validator. Hipotesis yang digunakan adalah uji t.

(4)

iv

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis ucapkan pada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah

memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan

skripsi ini semaksimal mungkin dan sesuai waktu yang telah direncanakan.

Skripsi ini berjudul “Perbedaan Hasil Belajar Fisika Siswa Yang Dibelajarkan Menggunakan Model Pembelajaran Latihan Inkuiri Dengan Model Pembelajaran Langsung”, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Negeri Medan.

Dalam penyusunan dan penulisan karya tulis ini banyak dukungan serta

arahan yang penulis terima. Oleh karena itu, penulis mengucapkan rasa terima

kasih kepada Bapak Drs. Jonny H Panggabean, M.Si sebagai dosen pembimbing

skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran kepada penulis sejak

awal sampai dengan terselesainya penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga

penulis sampaikan kepada Ibu Dr. Derlina, M.Si, Bapak Prof. Dr. Sahyar, M.S.,

M.M, Bapak Alkhafi Maas Siregar, M.Si selaku dosen penguji I, II, dan III yang

telah memberikan masukan dan saran-saran kepada penulis dalam penyusunan

skripsi ini. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada Bapak Prof.Drs. Motlan

M.Sc, Ph.D selaku Dekan FMIPA UNIMED, Bapak Alkhafi Maas Siregar, M.Si

selaku Dosen Pembimbing Akademik, Ibu Dr. Derlina, M.Si selaku Ketua Jurusan

Fisika, Bapak Drs. Sehat Simatupang M.Si selaku Ketua Program Studi

Pendidikan Fisika, seluruh Bapak dan Ibu Dosen serta pegawai Jurusan Fisika

FMIPA UNIMED.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Drs. Burhanuddin,

S.Ag.,M.Pd selaku kepala sekolah MAN I Medan yang memberikan izin

penelitian dan Bapak Drs. Hamdah selaku guru fisika serta seluruh staf dewan

guru dan pegawai MAN I Medan yang telah banyak membantu dalam

pelaksanaan penelitian.

Teristimewa penulis sampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada

(5)

v

membesarkan penulis, memberi doa yang tulus dan dorongan serta sumbang kasih

yang besar dari segi material, spritual dan nasehat yang menjadi motivasi luar

biasa sehingga penulis dapat menyelesaikan studi di Universitas Negeri Medan,

juga teristimewa penulis ucapkan terima kasih kepada Abang Jaka Suranto, ST

dan kakak Deni Ayu Puspita serta keponakan tersayang Parisya Wiguna Suranto.

Terima kasih juga buat teman-teman seperjuangan di Fisika 2008 khususnya

Ekstensi ‘08 atas semangat yang tak pernah padam dan keyakinan untuk menjadi

yang terbaik. Spesial kepada sahabat-sahabat penulis : Wulan, Dayu, Syofiyah,

dan Bikril (Genk Pelangi), Ridho, Andre, Rani, Daya dan teman-teman PPL 2011

YP. Dharma Karya, serta sahabat-sahabat lainnya tak bisa disebutkan satu persatu.

Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian

skripsi ini, namun penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari pada

kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritikan dan saran yang

membangun dari pembaca untuk perbaikan skripsi ini. Akhir kata penulis

berharap semoga skripsi ini bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan

memberikan inspirasi bagi pembaca baik hanya sebagai bahan bacaan ataupun

yang ingin melakukan penelitian lanjutan.

Medan, Februari 2013

Penulis,

Dewi Pertiwi

(6)

vi

2.1.4. Model Pembelajaran Inkuiri 11

2.1.5. Model Pembelajaran Latihan Inkuiri 13

2.1.6. Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran Latihan Inkuiri 16

2.1.7. Model Pembelajaran Langsung 17

2.2. Materi Pelajaran 19

2.3. Kerangka Konseptual 25

2.4. Hipotesis Penelitian 27

BAB III. METODE PENELITIAN 28

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian 28

3.2. Populasi dan Sampel 28

3.3. Variabel Penelitian 28

3.4. Jenis dan Desain Penelitian 29

3.5. Prosedur Penelitian 29

3.6. Instrumen Penelitian 31

3.6.1. Tes hasil belajar 31

3.6.2. Validitas Tes 33

3.6.3. Observasi 33

3.7. Teknik Analisis Data 34

3.7.1. Menghitung Skor Mentah 35

(7)

vii

3.7.3. Uji Normalitas 35

3.7.4. Uji Homogenitas 36

3.7.5. Uji Hipotesis 36

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 39

4.1. Hasil Penelitian 39

4.1.1. Data Pre-test Kelas Eksperimen Dan Kontrol 39 4.1.2. Data Post-test Kelas Eksperimen Dan Kontrol 40 4.1.3. Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa 41

4.1.4. Pengujian Analisis Data 45

4.1.4.1. Uji Normalitas Data 45

4.1.4.2. Uji Homogenitas 45

4.1.4.3. Pengujian Hipotesis 46

4.2. Pembahasan 46

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 57

5.1. Kesimpulan 57

5.2. Saran-saran 58

(8)

ix

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 2.1. Perbedaan Model Pembelajaran Latihan Inkuiri Dengan Model

Pembelajaran Inkuiri 16

Tabel 3.1. Pre-test dan post-test control group design 29

Tabel 3.2. Tabel Spesifikasi Tes Hasil Belajar 32

Tabel 3.3. Kategori kemampuan siswa 32

Tabel 3.4. Pedoman observasi Aktivitas Siswa 33

Tabel 3.5. Kriteria dan Persentase Nilai 34

Tabel 4.1. Data Nilai Pre-Test Kelas Eksperimen Dan Kelas Kontrol 39

Tabel 4.2. Data Nilai Post-Test Kelas Eksperimen Dan Kelas Kontrol 40

Tabel 4.3. Rekapitulasi Hasil Observasi Aktifitas Belajar Siswa

Perindividu 42

Tabel 4.4. Rekapitulasi Hasil Observasi Aktifitas Belajar Siswa

Perkelompok 43

Tabel 4.5. Hasil Uji Normalitas Data 45

Tabel 4.6. Hasil Uji Homogenitas data 45

Tabel 4.7. Ringkasan Perhitungan Uji t Pada Pre-Test 46

Tabel 4.8. Ringkasan Perhitungan Uji t Pada Post-Test 46

Tabel 4.9. Nilai Pre-Test, Nilai Post-Test dan Nilai Aktivitas Kelompok I 46

Tabel 4.10. Nilai Pre-Test, Nilai Post-Test dan Nilai Aktivitas Kelompok II 47

Tabel 4.11. Nilai Pre-Test, Nilai Post-Test dan Nilai Aktivitas Kelompok III 48

Tabel 4.12. Nilai Pre-Test, Nilai Post-Test dan Nilai Aktivitas Kelompok IV 48

Tabel 4.13. Nilai Pre-Test, Nilai Post-Test dan Nilai Aktivitas Kelompok V 49

Tabel 4.14. Nilai Pre-Test, Nilai Post-Test dan Nilai Aktivitas Kelompok VI 49

Tabel 4.15. Nilai Pre-Test, Nilai Post-Test dan Nilai Aktivitas Kelompok VII 50

Tabel 4.16. Nilai Pre-Test, Nilai Post-Test dan Nilai Aktivitas Kelompok VIII 50

Tabel 4.17. Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa 52

Tabel 4.18. Perbedaan Tingkat Kemampuan Siswa Dikelas Eksperimen

(9)

viii

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1 Ketika berhenti mendadak tubuh akan terdorong ke depan

untuk mempertahankan geraknya 19

Gambar 2.2 Gerobak ditarik oleh seekor sapi, seseorang mendorong

kereta sampah, mobil bergerak 20

Gambar 2.3 Menyelidiki pengaruh resultan gaya terhadap percepatan, dengan menjaga massa benda tetap dan gaya diubah-ubah

besarnya 21

Gambar 2.4 Menyelidiki pengaruh resultan gaya terhadap percepatan,

dengan menjaga gaya benda tetap dan massa diubah-ubah 22

Gambar 2.5 Ketika tangan mendorong ujung meja, meja mendorong

tangan kembali 24

Gambar 2.6 Gaya aksi-reaksi w gaya yang dikerjakan pada buku oleh

bumi 25

Gambar 3.1 Skema Rancangan Penelitian 31

Gambar 4.1. Diagram Batang Nilai Pre-Test Kelas Eksperimen

dan Kontrol 40

Gambar 4.2. Diagram Batang Nilai Post-Test Kelas Eksperimen

dan Kontrol 41

Gambar 4.3. Perbedaan Tingkat Kemampuan Siswa Dikelas Eksperimen dan

(10)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran I 61

Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran II 71

Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran III 80

Lampiran 4. Lembar Kerja Siswa I 89

Lampiran 5. Lembar Kerja Siswa II 90

Lampiran 6. Lembar Kerja Siswa III 91

Lampiran 7. Tabel Spesifikasi Tes Hasil Belajar Siswa 92

Lampiran 8. Tes Hasil Belajar Siswa 100

Lampiran 9. Kunci Jawaban Tes Hasil Belajar Siswa 105

Lampiran 10. Validitas Perangkat Instrumen Oleh Validator 106

Lampiran 11. Tabulasi Hasil Pre-test Kelas Eksperimen 109 Lampiran 12. Tabulasi Hasil Post-test Kelas Eksperimen 110 Lampiran 13. Tabulasi Hasil Pre-test Kelas Kontrol 111 Lampiran 14. Tabulasi Hasil Post-test Kelas Kontrol 112

Lampiran 15. Perhitungan Statistik Dasar 113

Lampiran 16. Prosedur Perhitungan Uji Normalitas 115

Lampiran 17. Prosedur Perhitungan Uji Homogenitas 119

Lampiran 18 Prosedur Pengujian Hipotesis 121

Lampiran 19. Pedoman Penilaian Observasi Aktivitas Belajar Siswa 124

Lampiran 20. Lembar Aktivitas Belajar Siswa 125

Lampiran 21. Tabulasi Distribusi Data Observasi Aktivitas Proses

Belajar Siswa I 126

Lampiran 22. Tabulasi Distribusi Data Observasi Aktivitas Proses

Belajar Siswa II 129

Lampiran 23. Tabulasi Distribusi Data Observasi Aktivitas Proses

Belajar Siswa III 132

Lampiran 24. Angket Siswa 135

Lampiran 25. Angket Guru 138

Lampiran 26. Daftar Nilai Kritis Untuk Uji Lilliefors 141

Lampiran 27. Tabel Uji Homogenitas 142

Lampiran 28. Daftar Nilai Persentil Untuk Distribusi F 143

Lampiran 29. Daftar Nilai Persentil Untuk Distribusi t 145

(11)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. Pendidikan

merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui

proses pembelajaran yang dikenal dan diakui oleh masyarakat. Ilmu pengetahuan

dan teknologi berkembang pesat dan memunculkan tuntutan baru dalam segala

aspek kehidupan termasuk dalam sistem pendidikan. Sistem pendidikan yang

diselenggarakan oleh negara adalah salah satu instrument utama dalam

pembentukan kepribadian masyarakat. Masyarakat yang berkepribadian baik

antara lain dihasilkan dari sistem pendidikan yang baik, sebaliknya sistem

pendidikan yang buruk pasti berkontribusi pada buruknya kepribadian

masyarakat.

Salah satu masalah yang dihadapi dalam dunia pendidikan adalah

masalah lemahnya proses pembelajaran. Guru sebagai salah satu unsur dalam

proses pembelajaran memiliki multi peran, sebagai “pengajar” yang melakukan

transfer of knowledge juga sebagai pembimbing yang mendorong potensi dan

mengembangkan minat siswa dalam belajar .

Proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini masih menemukan

beberapa kelemahan. Kelemahan dapat dilihat pada saat proses hasil pembelajaran

di kelas, interaksi aktif antara siswa dengan guru atau siswa dengan siswa jarang

terjadi. Kenyataan yang sering dilihat di sekolah adalah bahwa model

pembelajaran yang dilakukan mempunyai kecenderungan guru yang aktif.

Berdasarkan pengalaman pengajaran di SMA Dharma Karya Kecamatan

Beringin Lubuk Pakam, pada saat peneliti melaksanakan Program Pengalaman

Lapangan Terpadu (PPLT) tahun 2011, diperoleh bahwa belajar fisika di kelas X

siswa cenderung pasif dengan pengajaran yang diberikan oleh guru sehingga

menyebabkan rendahnya minat siswa dalam mempelajari fisika. Kondisi ini

(12)

2

yang hanya menggunakan buku pelajaran, papan tulis dan spidol. Selain itu juga

faktor kurangnya fasilitas sekolah seperti alat-alat praktikum fisika menyebabkan

rendahnya minat siswa dalam mempelajari fisika.

Berdasarkan wawancara peneliti dengan Bapak Hamdah (salah satu guru

bidang studi fisika di MAN I Medan), mengatakan bahwa kendala selama proses

belajar mengajar adalah siswa belajar sambil bermain, minat sebagian besar siswa

selama pelajaran fisika berlangsung ada yang antusias ada yang tidak dan

penerapan model pembelajaran yang kadang-kadang dilakukan dalam mengajar.

Selain itu, guru juga mengalami kendala tentang sekolah dalam berlangsungnya

ketika kegiatan belajar mengajar fisika adalah sekolah menyediakan laboratorium

tetapi alat-alatnya tidak lengkap. Kemudian peneliti juga memberikan angket

kepada satu kelas X siswa MAN I Medan, bahwa fisika merupakan pelajaran yang

kurang digemari karena kegiatan belajar mengajar yang selama ini berlangsung di

kelas lebih banyak mencatat dan mengerjakan soal-soal sehingga sulit dipahami

dan membosankan, ketika siswa mengalami kesulitan terhadap materi yang

diajarkan, ternyata hanya sedikit sekali yang bertanya kepada guru. Hal ini karena

mereka masih takut atau bingung mengenai apa yang akan ditanyakan. Selain itu

siswa kurang terlatih dalam mengembangkan ide-idenya di dalam memecahkan

masalah. Siswa masih minder atau pasif, belum mampu berpikir kritis dan berani

mengungkapkan pendapat.

Mengingat bahwa proses pembelajaran fisika merupakan proses

pembelajaran untuk membuktikan sesuatu secara teori. Perlu diterapkan model

pembelajaran dari fakta menuju teori. Model dari fakta menuju teori adalah model

Latihan Inkuiri.

Ahli yang menyusun model pembelajaran Latihan Inkuiri yaitu Richard

Suchman berpendapat bahwa tiap individu memiliki keinginan meneliti secara

alamiah keingintahuan yang ada pada individu tidak terarah. Model pembelajaran

Latihan Inkuiri dirancang untuk memperbesar keberanian meneliti secara terarah,

bertujuan membantu siswa mengembangkan disiplin berfikir dalam meneliti

secara bebas. Model ini mengutamakan penguasaan proses meneliti dan kesadaran

(13)

3

Model pembelajaran Latihan Inkuiri adalah pola belajar mengajar yang

dirancang untuk melatih siswa melakukan proses meneliti. Penelitian ini dapat

terjadi bila siswa dihadapkan pada masalah yang mengandung tantangan

intelektual secara bebas, terarah ke dalam kegiatan meneliti untuk memperoleh

pengetahuan. Kendatipun metode ini berpusat pada kegiatan peserta didik, namun

guru tetap memegang peranan penting sebagai pembuat desain pengalaman

belajar, guru berkewajiban menggiring peserta didik untuk melakukan kegiatan,

kadangkala guru memberikan penjelasan, melontarkan pertanyaan, memberikan

komentar, dan saran kepada peserta didik. Guru berkewajiban memberikan

kemudahan belajar melalui penciptaan iklim yang kondusif dengan menggunakan

fasilitas media dan materi pembelajaran yang bervariasi. Model latihan inkuiri

adalah model pembelajaran yang mampu menggiring peserta didik untuk

menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Inkuiri menempatkan peserta

didik sebagai subjek belajar yang aktif. Jadi, tujuan umum dari model Latihan

Inkuiri adalah membantu peserta didik mengembangkan keterampilan intelektual

dan keterampilan-keterampilan lainnya, seperti mengajukan pertanyaan dan

menemukan (mencari) jawaban yang berawal dari keingintahuan mereka.

Menurut Joyce (2009:201), model pembelajaran Latihan Inkuiri

dirancang untuk membawa siswa secara langsung ke dalam proses ilmiah melalui

latihan-latihan yang dapat memadatkan proses ilmiah tersebut ke dalam periode

waktu yang singkat. Tujuannya adalah membantu siswa mengembangkan disiplin

dan mengembangkan keterampilan intelektual yang diperlukan untuk mengajukan

pertanyaan dan menemukan jawabannya berdasarkan rasa ingin tahunya.

Model pembelajaran Latihan Inkuiri dimulai dengan menyajikan

peristiwa yang mengandung teka-teki kepada siswa. Siswa-siswa yang

menghadapi situasi tersebut akan termotivasi untuk menemukan masalah-masalah

yang masih menjadi teka-teki tersebut. Guru dapat menggunakan kesempatan ini

untuk mengajar prosedur pengkajian sesuai dengan langkah-langkah model

pembelajaran Latihan Inkuiri.

Menurut Ridwan Abdullah Sani dan M. Zainul Abidin T. Syihab (2011)

(14)

4

Model pembelajaran Latihan Inkuiri ini sangat baik untuk siswa yang memiliki rasa ingin tahu tinggi karena dengan model ini siswa menjadi aktif dan terarah langsung pada intisari pembelajaran. Melalui implementasi model pembelajaran inkuiri memberi kesempatan kepada siswa untuk siswa sebagai ilmuan, diantaranya merumuskan hipotesis, menguji hipotesis melalui percobaan dan menginformasikan hasil penelitian.

(http://dwady.com/ptk-ridwan-abdullah-sani-dan-m-zainul-abidin-t-syihab/)

Adapun keterlibatan siswa dalam model Latihan Inkuiri memunculkan

karakteristik sebagai berikut :

1. memiliki pandangan terhadap dirinya sebagai pembelajar dari proses

pembelajaran.

2. Siswa menerima ajakan untuk belajar dan kemauan besar dalam proses

eksplorasi.

3. Siswa mampu mengemukakan pertanyaan, mengajukan penjelasan, dan

melakukan investigasi.

4. Siswa merencanakan dan mengadakan kegiatan pembelajaran.

5. Siswa saling berkomunikasi menggunakan berbagai cara untuk

mendapatkan informasi atau data.

6. Siswa mampu mengkritik secara mandiri proses praktik pembalajaran

yang mereka lakukan sendiri.

Penelitian tentang model pembelajaran Latihan Inkuiri (Inqury Training)

sebelumnya oleh Jeliana Veronika Sirait (2011) dengan judul “ Pengaruh Model

Pembelajaran Inquiry Training Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok

Gerak Lurus Di Kelas X Semester I SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan T.P 2011/2012”, diperoleh nilai rata-rata pretes 25,75 dan setelah diberi perlakuan yaitu dengan model pembelajaran Latihan Inkuiri (Inquiry Training) diperoleh

nilai rata-rata postes 74,63. Selain ada peningkatan, ada kelemahan dalam

penelitian ini adalah kurangnya memperhatikan kemampuan siswa dan

mempersiapkan permasalahan yang menggugah rasa ingin tahu siswa sehingga

(15)

5

Penelitian ini juga pernah dilakukan oleh H. Metalita Simatupang (2011)

dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Training (Latihan Inkuiri)

Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Usaha dan Energi Di Kelas VIII Semester I SMP Swasta HKBP Sidorame Medan T.P 2010/2011”, diperoleh nilai rata-rata pretes 49,33 dan setelah diberi perlakuan yaitu dengan model

pembelajaran Inquiry Training (Latihan Inkuiri) diperoleh nilai rata-rata postes

73,14. Selain ada peningkatan, ada kelemahan dalam penelitian ini adalah peneliti

kurang efektif dalam mengelola kelas sehingga kondisi kelas menjadi tidak

kondusif. Dari hasil analisis data Tika Mawar (2012) dengan judul “Pengaruh

Model Pembelajaran Inquiry Training Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi

Pokok Zat dan Wujudnya Kelas VII Semester I SMP Negeri 6 Medan T.P 2011/2012”, diperoleh nilai rata-rata pretes 42,78 dan setelah diberi perlakuan yaitu dengan model pembelajaran Inquiry Training diperoleh nilai rata-rata postes

71,53. Kelemahan dalam penelitian ini adalah peneliti tidak menyampaikan

kepada siswa jenis pertanyaan yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran

dengan model pembelajaran Inquiry Training.

Dari pernyataan di atas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian

dengan beberapa perbedaan, diantaranya adalah materi pembelajaran, tempat

penelitian dan peneliti akan mencoba menutupi kelemahan dari peneliti

sebelumnya, yaitu dengan cara memperhatikan kemampuan siswa dan

mempersiapkan permasalahan yang menggugah rasa ingin tahu siswa sehingga

siswa termotivasi untuk menemukan jawaban permasalahan serta menyampaikan

kepada siswa bahwa jenis pertanyaan yang digunakan dalam pelaksanaan

pembelajaran adalah dengan model pembelajaran Latihan Inkuiri.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti berkeinginan

untuk mengadakan penelitian lanjutan dengan judul “Perbedaan Hasil Belajar

Fisika Siswa Yang Dibelajarkan Menggunakan Model Pembelajaran

(16)

6

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, beberapa masalah dapat diidentifikasi

sebagai berikut:

1. Minat belajar fisika siswa yang masih kurang.

2. Kurangnya menggunakan model pembelajaran yang bervariasi.

3. Kurang aktifnya siswa dalam proses pembelajaran.

4. Hasil belajar fisika siswa yang masih rendah.

1.3 Pembatasan Masalah

Melihat luasnya cakupan masalah yang teridentifikasi dibanding dengan

waktu dan kemampuan yang dimiliki penulis, agar penelitian ini terarah dan dapat

dilaksanakan maka peneliti membatasi masalah sebagai berikut:

1. Penelitian ini menerapkan model pembelajaran Latihan Inkuiri di kelas

eksperimen dan model pembelajaran Langsung di kelas kontrol.

2. Aktivitas dan hasil belajar yang diukur adalah aktivitas dan hasil belajar

untuk materi Hukum-hukum Newton.

3. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MAN I Medan T.A 2012/2013.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah di atas, rumusan masalah dalam penelitian

ini sebagai berikut :

1.

Bagaimana hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran

Latihan Inkuiri pada materi Hukum-hukum Newton di kelas X MAN I

Medan T.A 2012/2013?

2.

Bagaimanakah hasil belajar siswa dengan menggunakan model

pembelajaran Langsung pada materi Hukum-hukum Newton di kelas X

MAN I Medan T.A 2012/2013?

3.

Bagaimana aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model

pembelajaran Latihan Inkuiri pada materi Hukum-hukum Newton di

(17)

7

4. Apakah ada perbedaan yang signifikan hasil belajar fisika siswa yang

diajarkan menggunakan model pembelajaran Latihan Inkuiri dengan

model pembelajaran Langsung pada materi Hukum-hukum Newton di

kelas X MAN I Medan T.A 2012/2013?

1.5 Tujuan Penelitian

Berdasarkan dari rumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai

dalam penelitian ini adalah:

1.

Untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model

pembelajaran Latihan Inkuiri pada materi Hukum-hukum Newton kelas

X MAN I Medan T.A 2012/2013.

2.

Untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model

pembelajaran Langsung pada materi Hukum-hukum Newton kelas X

MAN I Medan T.A 2012/2013.

3.

Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model

pembelajaran Latihan Inkuiri pada materi Hukum-hukum Newton kelas

X MAN I Medan T.A 2012/2013.

4. Untuk mengetahui Apakah ada perbedaan yang signifikan hasil belajar

fisika siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Latihan

Inkuiri dengan model pembelajaran langsung pada materi Hukum-hukum

Newton di kelas X MAN I Medan T.A 2012/2013.

1.6 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai berikut:

1. Bagi peneliti, dapat lebih memperdalam pengetahuan mengenai model

pembelajaran Latihan Inkuiri untuk dapat diterapkan dimasa yang akan

datang.

2. Bagi kepala sekolah, sebagai sumbangan pemikiran di sekolah guna

kemajuan pembelajaran pada umumnya dan pembelajaran fisika pada

(18)

8

3. Bagi guru, Sebagai bahan pertimbangan untuk mempertimbangkan

penggunaan model pembelajaran Latihan Inkuiri dalam proses belajar

mengajar.

4. Bagi siswa, dapat meningkatkan hasil belajar, keaktifan dan kerja sama

(19)

57

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari hasil analisa data dan

pengujian hipotesis maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1.

Hasil belajar fisika siswa yang diberi model pembelajaran Latihan Inkuiri

pada materi Hukum-hukum Newton di kelas X MAN I Medan T.A 2012/2013

dengan rata-rata sebesar 76,4.

2.

Hasil belajar fisika siswa yang diberi model pembelajaran Langsung pada

materi Hukum-hukum Newton di kelas X MAN I Medan T.A 2012/2013

dengan rata-rata sebesar 62,1.

3.

Aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model

pembelajaran Latihan Inkuiri pada materi Hukum-hukum Newton di kelas X

MAN I Medan T.A 2012/2013 diperoleh rata-rata skor aktivitas siswa pada

ketiga pertemuan mencapai 14,9 dan persentase 71% dengan kategori nilai

aktivitas siswa cukup baik.

4.

Ada perbedaan hasil belajar fisika siswa yang diajarkan menggunakan model

pembelajaran Latihan Inkuiri dengan model pembelajaran langsung pada

materi Hukum-hukum Newton di kelas X MAN I Medan T.A 2012/2013

dengan nilai t

hitung

> t

tabel

= (6,01 > 1,67). Besar persentase peningkatan hasil

belajar karena pengaruh perlakuan model pembelajaran Latihan Inkuiri adalah

(20)

58

5.2 Saran-saran

Berdasarkan hasil dan kesimpulan dalam penelitian ini, maka peneliti

mempunyai beberapa saran, yaitu :

1.

Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk lebih bijak dalam pengelolaan

tahap-tahap dalam model pembelajaran Latihan Inkuiri, karena sebagian

tahap dapat menyita waktu yang lebih banyak dari yang ditargetkan.

2.

Bagi peneliti selanjutnya yang ingin menerapkan model pembelajaran

Latihan Inkuiri dalam kegiatan belajar mengajar hendaknya melakukan

pembagian kelompok dengan kombinasi kemampuan siswa yang bervariasi.

3.

Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian dengan

menggunakan model pembelajaran Latihan Inkuiri disarankan agar memilih

kelas yang sudah terbiasa dalam membentuk dan bekerja kelompok karena

dalam pembelajaran Latihan Inkuiri ini dituntut keaktifan dan kerjasama

siswa baik secara individu maupun dalam kelompok.

4.

Kepada peneliti yang akan melakukan penelitian sejenis, disarankan untuk

membimbing diskusi siswa secara merata.

5.

Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk memberikan penjelasan tentang

(21)

59

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,S., (2009), Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Arikunto, S., (2009), Manajemen Penelitian, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Djamarah, (2011), Psikologi Belajar, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Fakultas dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan, (2010), Buku Pedoman Penuilisan Proposal dan Skripsi Mahasiswa Program Studi

Pendidikan, FMIPA Unimed.

Metalita Simatupang,H., (2011), Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Training (Latihan Inkuiri) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Usaha dan Energi Di Kelas VIII Semester I SMP Swasta HKBP Sidorame Medan T.P 2010/2011., Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.

Joyce, W., Weil, M., dan Calhoun, E., (2009), Model-model Pembelajaran, Edisi ke-8, Pustaka Belajar, Yogyakarta.

Kanginan, M., (2006), Fisika Untuk SMA/MA Kelas X, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Karyono, dkk., (2009), Fisika Untuk SMA/MA Kelas X, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Mawar, Tika., (2012), Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Training Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Zat dan Wujudnya Kelas VII Semester I SMP Negeri 6 Medan T.P 2011/2012., Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.

Sani, R.A., dan Syihab, M.Z.A.T., (2011), Pengaruh Pembelajaran Inquiry Training (Latihan Inkuiri) Terhadap Penguasaan Konsep Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Tanjung Beringin: agfi Inovasi Pembelajaran inquiry training jurnal konsep fisika model pembelajaran Penelitian Tindakan Kelas unimed. Dapat diakses pada http://dwady.com/ptk-ridwan-abdullah-sani-dan-m-zainul-abidin-t-syihab/, diakses pada mei 2012.

Sanjaya, W., (2010), Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Penerbit Kencana, Jakarta.

Sardiman, A. M., (2011), Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar, Penerbit Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Sudjana, (2005), Metoda Statistika, Penerbit Tarsito, Bandung.

Trianto, (2009), Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, Prestasi Pustaka, Jakarta.

(22)

60

Veronika Sirait, Jeliana., (2011), Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Training Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Gerak Lurus Di Kelas X Semester I SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan T.P 2011/2012., Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.

(23)

ii

RIWAYAT HIDUP

Dewi Pertiwi dilahirkan di Medan, pada tanggal 08 Agustus 1990. Ayah

bernama Agus Suriadi dan Ibu bernama Tukinah. Penulis merupakan anak kedua

dari dua bersaudara. Pada tahun 1996, penulis masuk MIN Medan dan lulus pada

tahun 2002. Pada tahun 2002, penulis melanjutkan sekolah di MTsN 2 Medan dan

lulus pada tahun 2005. Pada tahun 2005, penulis melanjutkan sekolah di MAN 1

Medan dan lulus pada tahun 2008. Pada tahun 2008, penulis diterima di Program

Studi Pendidikan Fisika Jurusan Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu

Figur

Gambar 2.1  Ketika berhenti mendadak tubuh akan terdorong ke depan        Halaman  untuk mempertahankan geraknya
Gambar 2 1 Ketika berhenti mendadak tubuh akan terdorong ke depan Halaman untuk mempertahankan geraknya . View in document p.9

Referensi

Memperbarui...