• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIKAP PENGUSAHA USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) TERHADAP PEMANFAATAN INTERNET DALAM KEGIATAN BISNIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SIKAP PENGUSAHA USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) TERHADAP PEMANFAATAN INTERNET DALAM KEGIATAN BISNIS"

Copied!
101
0
0

Teks penuh

(1)

IRENA ANGGITA NURUL ADHA

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010

(2)

As developed time, needs of information and communication media become significant. Internet utilization functions for business were transformed from information exchange into an instrument for business strategy application such as marketing, selling and customer service. In general, internet has three functions in business such as communication, promotion and research. Small and middle scale entrepreneur which exposed with the growth of information technology have the options whether utilize internet for business or not. The objective of this study is to identify which individual characteristic is related to attitude of small and middle scale entrepreneur to internet utilization for business, to describe attitude, intention and subjective norm of small and middle business entrepreneur, and to analyze the relation between attitude, subjective norm and intention with internet utilization for business on small and middle scale entrepreneur.

This research used quantitative approach. The results of this study are, education characteristic is related to attitude of small and middle scale entrepreneur to internet utilization. Another individual characteristic such as age, sex, tribe or ethnic group and business field are not related to attitude, intention and internet utilization for business. Mostly small and middle scale entrepreneur have positive attitude, intention and subjective norm to internet utilization for business. Attitude and subjective norm related significantly with intention to internet utilization for business. Attitude, subjective norm and intention are not related significantly with internet utilization for business.

Keywords: Small and middle scale entrepreneur, internet utilization, attitude, intention and subjective norm.

(3)

DAN MENENGAH (UKM) TERHADAP PEMANFAATAN INTERNET DALAM KEGIATAN BISNIS (di bawah bimbingan Ratri Virianita, S.Sos,

M.Si).

Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan zaman, kebutuhan manusia terhadap informasi dan media komunikasi yang mampu memenuhi hasrat keingintahuan manusia menjadi semakin besar. Internet sebagai sebuah jaringan komunikasi global memiliki beberapa fasilitas (piranti) yang dapat dimanfaatkan untuk beberapa keperluan baik dalam bisnis maupun non bisnis (Purwanto, 2003). Dewasa ini, penggunaan teknologi informasi dalam penerapannya di tingkat UKM masih menemui beberapa kendala, diantaranya adalah keterbatasan sumberdaya, baik keuangan maupun manusia. Selain itu, UKM juga belum merasakan adanya dukungan dari pemerintah baik finansial maupun non finansial. Namun, dengan adanya tuntutan persaingan dan permintaan konsumen, pemahaman pemilik/manajer mengenai teknologi informasi perlu menjadi perhatian dan faktor penggerak bagi UKM untuk mengadopsi teknologi informasi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja karakteristik individu yang berhubungan dengan sikap terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis, mendeskripsikan sikap, intensi dan pemanfaatan internet pada pengusaha UKM dalam kegiatan bisnis, serta menganalisis hubungan antara sikap, norma subjektif dan intensi dengan pemanfaatan internet pada pengusaha UKM dalam kegiatan bisnis.

Responden dalam penelitian ini adalah pengusaha UKM yang usahanya terdaftar sebagai binaan UPP-UKM LPPM IPB. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 40 orang responden dari total keseluruhan 166 pengusaha UKM yang usahanya terdaftar sebagai UKM binaan UPP-UKM LPPM IPB.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis uji korelasi Pearson Product Moment untuk menganalisis hubungan antara sikap dan norma subjektif dengan intensi terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis. Data nominal diuji dengan

(4)

menggunakan Crosstab-Chi Square untuk melihat hubungan antara karakteristik individu dengan sikap, intensi dan pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis.

Hasil penelitian ini, menunjukkan karakteristik individu berupa usia, jenis kelamin, suku bangsa dan bidang usaha tidak berhubungan dengan sikap. Karakteristik tingkat pendidikan memiliki hubungan dengan sikap terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis. Intensi dan pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis tidak memiliki hubungan dengan karakteristik individu berupa usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, suku bangsa dan bidang usaha. Sikap sebagai salah satu determinan dasar dari intensi terbukti berhubungan signifikan dengan intensi untuk memanfaatkan internet dalam kegiatan bisnis. Begitu pula norma subjektif juga terbukti berhubungan signifikan dengan intensi untuk memanfaatkan internet dalam kegiatan bisnis. Namun, sikap dan intensi yang dimiliki tidak selalu terwujud dalam perilaku individu. Hasil uji korelasi antara sikap, norma subjektif dan intensi dengan pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan.

(5)

Oleh:

IRENA ANGGITA NURUL ADHA I34062136

SKRIPSI

Sebagai Bagian Persyaratan untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat

pada

Fakultas Ekologi Manusia

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010

(6)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang disusun oleh: Nama Mahasiswa : Irena Anggita Nurul Adha

NRP : I34062136

Program Studi : Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat

Judul : Sikap Pengusaha Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis (Suatu Studi pada Usaha Kecil Menengah Binaan Unit Pelayanan dan Pendampingan Usaha Kecil Menengah (UPP-UKM) LPPM IPB)

Dapat diterima sebagai salah satu syarat kelulusan mendapatkan gelar Sarjana Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat pada Fakultas Ekologi Manusia, Intitut Pertanian Bogor.

Menyetujui, Dosen Pembimbing

Ratri Virianita S.Sos, M.Si NIP. 19700617 200501 2 001

Mengetahui, Ketua Departemen

Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat

Dr. Ir. Soeryo Adiwibowo, MS NIP. 19550630 198103 1 003

(7)

LEMBAR PERNYATAAN

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI YANG BERJUDUL “SIKAP PENGUSAHA USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) TERHADAP PEMANFAATAN INTERNET DALAM KEGIATAN BISNIS (SUATU STUDI PADA USAHA KECIL MENENGAH BINAAN UNIT PELAYANAN DAN PENDAMPINGAN USAHA KECIL MENENGAH (UPP-UKM) LPPM IPB)” BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN. DEMIKIAN PERNYATAAN INI SAYA BUAT DENGAN SESUNGGUHNYA.

Bogor, Oktober 2010

IRENA ANGGITA NURUL ADHA I34062136

(8)

RIWAYAT HIDUP

Penulis bernama lengkap Irena Anggita Nurul Adha dilahirkan di Jakarta pada tanggal 10 Juli 1989. Penulis adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Jajat Jatnika, S.Hut dan Yani Riyani Komlawati, S.H.

Pendidikan dasar diselesaikan pada tahun 2000 di SDN Lawanggintung I Bogor. Pendidikan lanjutan menengah pertama diselesaikan pada tahun 2003 di SMP Negeri 2 Bogor dan pendidikan lanjutan menengah atas diselesaikan pada tahun 2006 di SMA Negeri 3 Bogor. Penulis diterima sebagai mahasiswa pada tahun yang sama melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) di Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

Selama mengikuti pendidikan di Fakultas Ekologi Manusia, penulis menjadi pengurus di Divisi Event Organizer sebagai Koordinator Multimedia pada UKM Music Agriculture X-Pression!! (MAX!!) periode 2008-2009, Bendahara I Indonesian Ecology Expo (INDEX) 2008, Bendahara II Himpunan Mahasiswa Peminat Ilmu-Ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (Himasiera) periode 2009-2010 serta aktif sebagai asisten Mata Kuliah Komunikasi Bisnis periode 2009-2010.

(9)

KATA PENGANTAR

Segala Puji dan Syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan Skripsi dengan judul “Sikap Pengusaha Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis (Suatu Studi Pada Usaha Kecil Menengah Binaan Unit Pelayanan dan Pendampingan Usaha Kecil Menengah (UPP-UKM) LPPM IPB)”.

Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat kelulusan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Tujuan penulisan laporan akhir ini adalah untuk mengetahui apa saja karakteristik individu yang berhubungan dengan sikap terhadap pemanfaatan internet pada pengusaha UKM dalam kegiatan bisnis, mendeskripsikan sikap, intensi dan pemanfaatan internet pada pengusaha UKM dalam kegiatan bisnis serta menganalisis hubungan antara sikap, norma subjektif dan intensi dengan pemanfaatan internet pada pengusaha UKM dalam kegiatan bisnis.

Semoga laporan akhir ini dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang psikologi sosial mengenai sikap. Kritik dan saran selalu terbuka untuk kemajuan ilmu pengetahuan.

Bogor, Oktober 2010

(10)

UCAPAN TERIMAKASIH

Penulisan skripsi ini banyak dibantu oleh berbagai pihak, baik secara moril maupun materiil. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, atas segala nikmat, karunia, dan hidayah yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Selain itu, penulis juga ingin mengucapkan terimakasih kepada:

1. Ratri Virianita, S.Sos, M.Si sebagai dosen pembimbing atas bimbingan, waktu, koreksi, pemikiran serta sarannya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

2. Ir. Yatri Indah Kusumastuti, M.Si sebagai dosen penguji utama untuk saran dan kritik yang membangun guna kesempurnaan skripsi.

3. Dr. Anna Fatchiya, M.S. sebagai dosen penguji perwakilan departemen untuk saran dan kritik yang membangun guna kesempurnaan skripsi.

4. Orang tua tercinta, Yani Riyani Komalawati, S.H dan Jajat Jatnika, S.Hut atas bantuan, dorongan semangat, motivasi serta kasih-sayangnya yang begitu besar.

5. Adik-adikku tersayang, Adinda Apriani Nurul Fitri dan Juliani Putri Nurul Fikanti atas dorongan semangat dan motivasinya.

6. Ir. Hirra Nurlaeni dan staff Unit Pelayanan dan Pendampingan Usaha Kecil dan Menengah (UPP-UKM) LPPM IPB.

7. Pengusaha UKM binaan Unit Pelayanan dan Pendampingan Usaha Kecil dan Menengah (UPP-UKM) LPPM IPB.

8. Teman-teman PUKIS, Nadia, Dea, Tia, Uchan, Rio atas kebersamaannya. Terimakasih atas persahabatannya, serta kesediaannya menjadi tempat curhat, menggila, teman main, diskusi baik dikala senang maupun sedih. 9. Teman-teman seperjuangan KPM 43, para sahabat, serta partner kerja,

Selly, Asri, Tika, Bedil, Irfan, Come, Bayu, Ajin, Yuli, Rey, Anin, Adha, Aziz, Cecep, Andris, Fajar, Ogi, Uphe atas tiga setengah tahun yang indah, pengalaman berharga yang kita bagi bersama dan kesediannya untuk senantiasa menjadi teman diskusi dan bercerita. Terimakasih atas dorongan motivasi, kerjasama, serta doanya.

(11)

10. Teman satu bimbingan, Devis dan Kak Amel

11. Teman-teman KPM 42 dan KPM 44 yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

12. Semua pihak yang telah memberikan dorongan, doa, semangat, bantuan dan kerja samanya selama ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi masih ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan masukannya. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pihak-pihak terkait.

(12)

DAFTAR ISI  

Halaman

DAFTAR TABEL... xv

DAFTAR GAMBAR ... xviii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Perumusan Masalah ... 3

1.3. Tujuan Penelitian ... 4

1.4. Kegunaan Penelitian ... 5

BAB II PENDEKATAN TEORITIS ... 6

2.1. Tinjauan Pustaka... 6

2.1.1. Pengusaha UKM ... 6

2.1.2. Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis ... 7

2.1.3. Teori Sikap Tentang Hubungan Sikap dengan Perilaku ... 10

2.1.4. Sikap Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis ... 12

2.2. Kerangka Pemikiran ... 16

2.3. Hipotesis Penelitian ... 18

2.4. Definisi Operasional ... 18

BAB III PENDEKATAN LAPANG ... 24

3.1. Metode Penelitian ... 24

3.2. Teknik Penentuan Responden ... 24

3.3. Teknik Pengumpulan Data ... 25

3.4. Pengolahan dan Analisis Data ... 25

3.5. Waktu dan Tempat Penelitian ... 27

BAB IV GAMBARAN UMUM UKM BINAAN UNIT PELAYANAN DAN PENDAMPINGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UPP-UKM) LPPM IPB ... 28

4.1. Usaha Kecil dan Menengah Binaan UPP-UKM LPPM IPB ... 28

4.2. Profil Usaha Kecil dan Menengah Binaan UPP-UKM LPPM IPB ... 29

4.2.1. Kansas Fried Chicken ... 29

4.2.2. Rindu Jaya/Tirtawangi ... 29

4.2.3. Kantin Fahutan ASIK ... 30

4.2.4. Mutiara Tugu Ibu ... 30

4.2.5. Widyasari ... 30

4.2.6. Green Co IPB Souvenirs Centre ... 31

BAB V KARAKTERISTIK PENGUSAHA UKM BINAAN UNIT PELAYANAN DAN PENDAMPINGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UPP-UKM) LPPM IPB ... 32

5.1. Usia ... 32

5.2. Jenis Kelamin ... 33

5.3. Tingkat Pendidikan ... 33

5.4. Suku Bangsa ... 34

(13)

BAB VI SIKAP PENGUSAHA UKM TERHADAP PEMANFAATAN INTERNET DALAM KEGIATAN BISNIS ... 36 6.1. Komponen Sikap Kognitif Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan

Internet dalam Kegiatan Bisnis ... 37 6.2. Komponen Sikap Afektif Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan

Internet dalam Kegiatan Bisnis ... 37 6.3. Komponen Sikap Konatif Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan

Internet dalam Kegiatan Bisnis ... 38 6.4. Sikap Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan Internet dalam

Kegiatan Bisnis Berdasarkan Karakteristik Individu ... 39 6.4.1. Sikap Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan Internet dalam

Kegiatan Bisnis Berdasarkan Usia ... 39 6.4.2. Sikap Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan Internet dalam

Kegiatan Bisnis Berdasarkan Jenis Kelamin ... 41 6.4.3. Sikap Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan Internet dalam

Kegiatan Bisnis Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 42 6.4.4. Sikap Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan Internet dalam

Kegiatan Bisnis Berdasarkan Suku Bangsa ... 44 6.4.5. Sikap Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan Internet dalam

Kegiatan Bisnis Berdasarkan Bidang Usaha ... 45 BAB VII INTENSI PEMANFAATAN INTERNET DALAM KEGIATAN

BISNIS PADA PENGUSAHA UKM ... 48 7.1. Intensi Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan

Karakteristik Individu ... 48 7.1.1. Intensi Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan

Usia ... 48 7.1.2. Intensi Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan

Jenis Kelamin ... 49 7.1.3. Intensi Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan

Tingkat Pendidikan ... 50 7.1.4. Intensi Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan

Suku Bangsa ... 51 7.1.5. Intensi Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan

Bidang Usaha ... 52 7.2. Intensi Berdasarkan Sikap Terhadap Pemanfaatan Internet dalam

Kegiatan Bisnis ... 52 7.3. Intensi Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan

Norma Subjektif ... 54 BAB VIII PEMANFAATAN INTERNET DALAM KEGIATAN BISNIS ... 56

8.1. Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Binis Sebagai Fungsi Komunikasi ... 56 8.2. Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Sebagai Fungsi

Promosi ... 57 8.3. Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Sebagai Fungsi Riset ... 58 8.4. Pemanfaatan Internet dalam Kegitatan Bisnis Berdasarkan

Karakteristik Individu ... 58 8.4.1. Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan Usia ... 58

(14)

8.4.2. Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan Jenis

Kelamin ... 60

8.4.3. Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 61

8.4.4. Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan Suku Bangsa ... 62

8.4.5. Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan Bidang Usaha ... 63

BAB IX HUBUNGAN ANTARA SIKAP, NORMA SUBJEKTIF DAN INTENSI PENGUSAHA UKM DENGAN PEMANFAATAN INTERNET DALAM KEGIATAN BISNIS ... 66

9.1 Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan Sikap ... 66

9.1.1. Hubungan Sikap Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis dengan Fungsi Komunikasi ... 67

9.1.2. Hubungan Sikap Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis dengan Fungsi Promosi ... 67

9.1.3. Hubungan Sikap Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis dengan Fungsi Riset ... 68

9.2. Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan Norma Subjektif ... 69

9.2.1. Hubungan Norma Subjektif Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis dengan Fungsi Komunikasi ... 70

9.2.2. Hubungan Norma Subjektif Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis dengan Fungsi Promosi ... 71

9.2.3. Hubungan Norma Subjektif Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis dengan Fungsi Riset ... 71

9.3. Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan Intensi ... 72

9.3.1. Hubungan Intensi Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis dengan Fungsi Komunikasi ... 73

9.3.2. Hubungan Intensi Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis dengan Fungsi Promosi ... 74

9.3.3. Hubungan Intensi Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis dengan Fungsi Riset ... 75

BAB X KESIMPULAN DAN SARAN ... 77

10.1. Kesimpulan ... 77

10.2. Saran ... 78

DAFTAR PUSTAKA ... 79

(15)

DAFTAR TABEL

Teks

Nomor Halaman

1. Kriteria Pengukuran Koefisien Korelasi ... 26

2. Komposisi UKM Binaan UPP-UKM Berdasarkan Bidang Usaha ... 28

3. Persentase Responden Berdasarkan Kategori Usia ... 32

4. Persentase Responden Berdasarkan Kategori Jenis Kelamin ... 33

5. Persentase Responden Berdasarkan Kategori Tingkat Pendidikan ... 33

6. Persentase Responden Berdasarkan Kategori Suku Bangsa ... 34

7. Persentase Responden Berdasarkan Bidang Usaha ... 35

8. Persentase Sikap Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis ... 36

9. Persentase Komponen Sikap Kognitif Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis ... 37

10. Persentase Komponen Sikap Afektif Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis ... 38

11. Persentase Komponen Sikap Konatif Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis ... 38

12. Persentase Sikap Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan Usia ... 39

13. Hasil Analisis Chi Square antara Usia dengan Komponen Kognitif, Afektif dan Konatif ... 40

14. Persentase Sikap Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan Jenis Kelamin ... 41

15. Hasil Analisis Chi Square antara Jenis Kelamin dengan Komponen Kognitif, Afektif dan Konatif ... 41

16. Persentase Sikap Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 42

17. Hasil Analisis Chi Square antara Tingkat Pendidikan dengan Komponen Kognitif, Afektif dan Konatif ... 43

18. Persentase Sikap Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan Suku Bangsa ... 44

19. Hasil Analisis Chi Square antara Suku Bangsa dengan Komponen Kognitif, Afektif dan Konatif ... 44

20. Persentase Sikap Pengusaha UKM Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan Bidang Usaha ... 46

21. Hasil Analisis Chi Square antara Bidang Usaha dengan Komponen Kognitif, Afektif dan Konatif ... 46

22. Persentase Intensi Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis pada Pengusaha UKM ... 48

23. Persentase Intensi Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis pada Pengusaha UKM Berdasarkan Usia ... 49

24. Persentase Intensi Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis pada Pengusaha UKM Berdasarkan Jenis Kelamin ... 49

25. Persentase Intensi Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis pada Pengusaha UKM Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 50

(16)

26. Persentase Intensi Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis pada Pengusaha UKM Berdasarkan Suku Bangsa ... 51 27. Persentase Intensi Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis pada

Pengusaha UKM Berdasarkan Bidang Usaha ... 52 28. Persentase Sikap dan Intensi Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis 53 29. Hasil Analisis Pearson Product Moment Antara Intensi dengan Sikap

Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis ... 53 30. Persentase Norma Subjektif dan Intensi Pemanfaatan Internet dalam

Kegiatan Bisnis ... 54 31. Persentase Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Sebagai Fungsi

Komunikasi ... 56 32. Persentase Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Sebagai Fungsi

Promosi ... 57 33. Persentase Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Sebagai Fungsi

Riset ... 58 34. Persentase Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan

Usia ... 59 35. Hasil Analisis Chi Square Antara Usia dengan Pemanfaatan Internet

dalam Kegiatan Bisnis ... 59 36. Persentase Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan

Jenis Kelamin ... 60 37. Hasil Analisis Chi Square Antara Jenis Kelamin dengan Pemanfaatan

Internet dalam Kegiatan Bisnis ... 60 38. Persentase Pemanfaatan Internet dlam Kegiatan Bisnis Berdasarkan

Tingkat Pendidikan ... 61 39. Hasil Analisis Chi Square Antara Tingkat Pendidikan dengan

Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis ... 62 40. Persentase Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan

Suku Bangsa ... 62 41. Hasil Analisis Chi Square Antara Suku Bangsa dengan Pemanfaatan

Internet dalam Kegiatan Bisnis ... 63 42. Persentase Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan

Bidang Usaha ... 64 43. Hasil Analisis Chi Square Antara Bidang Usaha dengan Pemanfaatan

Internet dalam Kegiatan Bisnis ... 64 44. Persentase Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan

Sikap ... 66 45. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Sikap dan Fungsi

Komunikasi ... 67 46. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Sikap dan Fungsi

Promosi ... 68 47. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Sikap dan Fungsi Riset .. 68 48. Persentase Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis berdasarkan

Norma Subjektif ... 69 49. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Norma Subjektif dan

Fungsi Komunikasi ... 70 50. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Norma Subjektif dan

(17)

51. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Norma Subjektif dan Fungsi Riset ... 72 52. Persentase Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan

Intensi ... 72 53. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Intensi dan Fungsi

Komunikasi ... 73 54. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Intensi dan Fungsi

Promosi ... 74 55. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Intensi dan Fungsi Riset . 75

Lampiran

Nomor Halaman 1. Uji Korelasi Chi Square ... 82

(18)

DAFTAR GAMBAR

Teks

Nomor Halaman 1. Teori Tindakan Beralasan ... 10 2. Sikap Pengusaha Usaha Kecil dan Menegah (UKM) Terhadap

(19)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan zaman, kebutuhan manusia terhadap informasi dan media komunikasi yang mampu memenuhi hasrat keingintahuan manusia menjadi semakin besar. Internet telah menimbulkan perubahan drastis bagi dunia komputer dan komunikasi dewasa ini. Penemuan telegraf, telepon, radio dan komputer merupakan serangkaian tahapan pengembangan bidang komunikasi yang dalam perkembangannya dapat terintegrasi dalam sebuah jaringan internet (Purwanto, 2003).

Internet sebagai sebuah jaringan komunikasi global memiliki beberapa fasilitas (piranti) yang dapat dimanfaatkan untuk beberapa keperluan baik dalam bisnis maupun non bisnis (Purwanto, 2003). Beberapa fasilitas yang tersedia dalam internet antara lain: electronic mail (e-mail), mailing list, newsgroup, world

wide web (web), telnet, file protocol transfer (FTP), dan chatting telah menjadi

suatu media yang cukup mempengaruhi dalam berhubungan dengan dunia, jaringan, dan komunitas yang lebih luas.

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dikatakan efektif apabila memberi nilai tambah pada penggunanya. Nilai tambah tersebut tidak hanya sekedar memberikan hiburan, tetapi berupa peningkatan pengetahuan atau bahkan untuk peningkatan kemampuan ekonomi (Hasandinata, 2008). UKM merupakan salah satu sektor ekonomi yang sangat diperhitungkan karena kontribusinya terhadap pendapatan negara. Hal tersebut dapat dilihat dari perannya dalam pertumbuhan ekonomi nasional, produk domestik bruto (PDB) yang diciptakan, nilai tambah nasional, serta penyerapan tenaga kerja. Memasuki era ekonomi global saat ini, UKM dituntut untuk dapat melakukan perubahan guna meningkatkan daya saingnya. Salah satu yang akan menentukan daya saing UKM adalah dengan penguasaan teknologi informasi (TI). Berdasarkan sumber dari UNDP dalam Anonim (2010) penggunaan TI dapat meningkatkan transformasi bisnis melalui kecepatan, ketepatan dan efisiensi pertukaran informasi dalam jumlah yang besar. Studi kasus di Eropa juga menunjukkan bahwa lebih dari 50

(20)

persen produktifitas dicapai melalui investasi di bidang TI (Van Ark et al, dalam Anonim, 2010).

Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memiliki tugas dan fungsi untuk melaksanakan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi melakukan pembinaan Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB. Seiring dengan berkembangnya kegiatan pembinaan UKM yang dilakukan, maka dibentuklah UPP-UKM (Unit Pelayanan dan Pendampingan Usaha Kecil dan Menengah) yang sebelumnya bernama LAPI-UKM (Lembaga Pendamping Usaha Kecil dan Menengah). UPP-UKM sebagai fasilitator dalam kegiatan pengembangan usaha kecil dan menengah telah melakukan berbagai kegiatan dengan mengkoordinir pertemuan rutin, pelatihan, ceramah pengusaha sukses dan kegiatan promosi produk. Melalui kegiatan tersebut diharapkan adanya pengetahuan dan keterampilan tambahan yang diperoleh para pengusaha UKM untuk menciptakan usaha yang mandiri dan berdaya saing, termasuk pengetahuan untuk memanfaatkan internet dalam kegiatan bisnis. Berdasarkan hal tersebut, usaha kecil dan menengah (UKM) yang tergabung sebagai mitra binaan UPP-UKM inilah yang menjadi responden dalam penelitian ini. Gabungan UKM binaan UPP-UKM tersebut juga membentuk sebuah perkumpulan yang bernama Paguyuban UKM Binaan IPB (PUKMB-IPB).

Penggunaan teknologi informasi dalam penerapannya di tingkat UKM masih menemui beberapa kendala, diantaranya adalah keterbatasan sumberdaya, baik keuangan maupun manusia. Selain itu, UKM juga belum merasakan adanya dukungan dari pemerintah, baik finansial maupun non finansial. Namun, dengan adanya tuntutan persaingan dan permintaan konsumen, pemahaman pemilik/manajer mengenai TI perlu menjadi perhatian dan faktor penggerak bagi UKM untuk mengadopsi TI. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Riyanti (2003) bahwa berhasil atau tidaknya usaha kecil sangat bergantung pada wirausaha sebagai pemilik dan pengelola usaha kecil sehingga pemilik atau manajer saat ini dituntut untuk dapat menguasai dan memahami pemanfaatan teknologi informasi.

Sebagaimana diungkapkan oleh Yuliana (2000) bahwa penggunaan internet dalam bisnis saat ini berubah dari fungsi sebagai alat untuk pertukaran

(21)

informasi secara elektronik menjadi alat untuk aplikasi strategi bisnis, seperti pemasaran, penjualan dan pelayanan pelanggan. Internet saat ini bukan hanya sebagai sumber informasi semata, internet juga menjadi sarana dalam menjalin hubungan dengan berbagai stakeholder yang ada dalam suatu kegiatan bisnis. Keberadaan internet dapat digunakan sebagai media promosi dengan biaya yang relatif murah, penyediaan sarana informasi, dan kemampuan untuk berhubungan dengan kolega dan rekan serta berbagai stakeholder dalam dunia wirausaha. Dunia usaha juga seringkali memanfaatkan media internet untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan produk yang diusahakannya dan mencari serta mengembangkan jaringan dalam upaya mengembangkan usahanya. Misalnya, dengan mendaftarkan diri dengan account-account tertentu atau ikut bergabung dalam mailing list.

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, para pengusaha UKM yang juga mengalami paparan kemajuan teknologi informasi memiliki pilihan untuk memanfaatkan internet dalam kegiatan bisnisnya. Sikap menurut Sarwono (1999) dapat menggambarkan kecenderungan untuk berperilaku, namun sikap seseorang tidak selalu berujung dengan perilaku yang sesuai dengan sikap tersebut. Sikap diduga mampu meramalkan perilaku yang akan dilakukan oleh seseorang. Dengan demikian, sikap merupakan kecenderungan terhadap kemungkinan yang dapat terjadi, belum merupakan tidakan atau aktivitas, melainkan berupa predisposisi tingkah laku. Berdasarkan Reasoned Actions Theory yang dikemukakan oleh Fishbein dan Ajzen dalam Azwar (1998) sikap bersama-sama dengan norma subjektif akan mempengaruhi intensi atau niat untuk berperilaku. Definisi sikap menurut Baron dan Byrne (2003) adalah evaluasi terhadap aspek-aspek dunia sosial.

Sikap individu muncul akibat adanya proses tertentu yang bisa muncul dari dalam dan luar lingkungannya. Sikap terbentuk dari adanya interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Banyak faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sikap pengusaha UKM terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis. Penelitian ini memfokuskan pada karakteristik usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, suku

(22)

bangsa dan bidang usaha pengusaha UKM binaan UPP-UKM LPPM IPB. Sikap memiliki beberapa komponen, yaitu komponen kognitif mengenai pengetahuan, pikiran dan informasi yang diperoleh, komponen afektif berupa emosi dan perasaan serta komponen konatif berupa kecenderungan untuk berperilaku. Azwar (1998) mengemukakan bahwa dengan melihat salah satu di antara ketiga bentuk respons tersebut sikap seseorang sudah dapat diketahui, namun deskripsi lengkap mengenai sikap individu tentu harus diperoleh dengan melihat ketiga respons secara lengkap. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dianalisis mengenai hubungan antara sikap, norma subjektif dan intensi (niat berperilaku) dengan pemanfaatan internet pada pengusaha UKM dalam kegiatan bisnis.

Berdasarkan perumusan masalah tersebut, disusunlah beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut:

1. Apa saja karakteristik individu yang berhubungan dengan sikap terhadap pemanfaatan internet pada pengusaha UKM dalam kegiatan bisnis?

2. Bagaimana sikap, intensi dan pemanfaatan internet pada pengusaha UKM dalam kegiatan bisnis?

3. Bagaimana hubungan antara sikap, norma subjektif dan intensi dengan pemanfaatan internet pada pengusaha UKM dalam kegiatan bisnis?

1.3. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk:

1. Mengetahui karakteristik individu yang berhubungan dengan sikap terhadap pemanfaatan internet pada pengusaha UKM dalam kegiatan bisnis.

2. Mendeskripsikan sikap, intensi dan pemanfaatan internet pada pengusaha UKM dalam kegiatan bisnis.

3. Menganalisis hubungan antara sikap, norma subjektif dan intensi dengan pemanfaatan internet pada pengusaha UKM dalam kegiatan bisnis.

(23)

1.4. Kegunaan Penelitian

1. Bagi Dunia Bisnis/Wirausahawan

Bagi masyarakat yang bergerak dalam bidang bisnis dapat lebih mengetahui peran teknologi informasi internet dan pemanfaatannya dalam kegiatan bisnis terutama bagi para pengusaha kecil dan menengah.

2. Bagi Perguruan Tinggi

Penelitian ini merupakan salah satu perwujudan dari Tridharma Perguruan Tinggi yang diharapkan dapat meningkatkan khasanah ilmu pengetahuan, khususnya bidang psikologi sosial mengenai sikap yang berkaitan dengan penerapan teknologi informasi di masyarakat.

3. Bagi Pemerintah

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan usaha kecil dan menengah yang berbasis teknologi informasi.

(24)

BAB II

PENDEKATAN TEORITIS

2.1. Tinjauan Pustaka 2.1.1. Pengusaha UKM

Secara umum, pengusaha dapat diartikan sebagai seseorang yang bergerak dalam bidang bisnis tertentu. Istilah pengusaha erat kaitannya dengan istilah wirausaha atau wiraswasta. Riyanti (2003) dalam penelitiannya menyimpulkan definisi wirausaha sebagai berikut:

“Wirausaha adalah orang yang menciptakan kerja bagi orang lain dengan cara mendirikan, mengembangkan, dan melembagakan perusahaan miliknya sendiri dan bersedia mengambil resiko pribadi dalam menemukan peluang berusaha dan secara kreatif menggunakan potensi-potensi dirinya untuk mengenali produk, mengelola dan menentukan cara produksi, menyusun operasi untuk pengadaan produk, memasarkan serta permodalan operasinya”.

Wiraswasta menurut Saputro (2009) adalah suatu sikap mental yang berani menanggung resiko, berpikiran maju, berani berdiri di atas kaki sendiri. Definisi lain mengenai wirausahawan dikemukakan oleh Zimmer dalam Saputro (2009) yang menyatakan bahwa wirausaha adalah orang yang menciptakan bisnis baru dengan mengambil resiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang dan menggabungkan sumberdaya yang diperlukan untuk mendirikannya.

Usaha kecil menurut Pasal 1 Undang-Undang No.9 Tahun 1995 dalam Riyanti (2003) didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi rakyat yang berdiri sendiri, bukan merupakan anak atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau berafiliasi dengan usaha menengah atau usaha besar, serta berbentuk usaha perseorangan, atau badan usaha yang tidak berbadan hukum, termasuk koperasi. Undang-Undang No.20 Tahun 2008 juga mendefinisikan usaha kecil sebagai entitas yang memiliki kriteria omzet per tahun sebagai berikut: (1). Kekayaan bersih lebih dari Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; dan (2). Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 2.500.000.000,- (dua milyar lima ratus juta rupiah).

(25)

Usaha menengah adalah entitas usaha yang memiliki kriteria: (1). Kekayaan bersih lebih dari Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; dan (2). Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp. 2.500.000.000,- (dua milyar lima ratus ribu rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 50.000.000.000,- (lima puluh milyar rupiah).

Berdasarkan berbagai definisi dan konsep di atas, pada dasarnya wirausahawan atau pengusaha UKM dalam konteks penelitian ini, merupakan seseorang yang mengusahakan sumberdaya yang ada di sekitarnya menjadi suatu peluang bisnis tertentu dan mengelola sumberdaya tersebut sehingga menjadi sesuatu dengan nilai tambah yang lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Definisi ini hanya berlaku bagi mereka yang mengelola dan memiliki usaha sendiri serta mempekerjakan orang lain dalam menjalankan usahanya. Wirausaha atau pengusaha yang dimaksud adalah seseorang yang mempunyai tanggung jawab penuh dan langsung atas unit usaha yang dijalankannya. Selain itu, dengan mengacu pada pengertian usaha kecil menurut Undang-Undang No.20 Tahun 2008, maka penelitian ini difokuskan kepada pengusaha dengan skala kecil dan menengah dengan omzet Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp. 50.000.000.000,- (lima puluh miliar rupiah).

2.1.2. Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis

Keberadaan internet sebagai salah satu media dalam komunikasi massa saat ini menjadi hal yang tidak dapat terhindarkan. Berdasarkan data dari Internet

World Stats, hingga tahun 1998, telah terpasang sekitar 160 ribu jaringan internet

di seluruh dunia. Komunikasi melalui media internet di mana diperlukan adanya suatu perangkat berupa komputer atau sejenisnya, di kalangan para ahli komunikasi terutama komunikasi massa dikenal dengan istilah CMC (Computer

Mediated Communication). Internet telah mampu diakses oleh jutaan orang

melalui fasilitas yang ada di dalamnya, bahkan lebih dari setengah rumah tangga di Amerika telah mampu mengakses internet dan menggunakan fasilitas yang ada di dalamnya termasuk e-mail, mailing list, Usenet, dan FTP (Baran, 2003). Purwanto (2003) mengemukakan fasilitas internet yang dapat digunakan baik

(26)

dalam kegiatan bisnis maupun non bisnis diantaranya adalah; e-mail, mailing list,

newsgroup, web, telnet, file protocol transfer (FTP), dan internet relay chat

sebagaimana dijabarkan sebagai berikut:

1. E-mail (Electronic Mail) menurut Baran (2003) dapat diartikan secara harfiah sebagai surat elektronik di mana dengan memiliki akun e-mail, user dapat berkomunikasi dengan siapapun yang juga memiliki akun e-mail di tempat manapun di dunia tanpa dikenakan biaya tambahan karena jarak yang jauh dan hanya dikenakan biaya koneksi telepon lokal di wilayahnya. Sebagian besar layanan e-mail memungkinkan penggunanya untuk: menerima dan mengirim pesan, membaca ataupun menghapus pesan dari daftar dokumen yang diterimanya, mencetak atau menyimpan pesan, menyimpan alamat-alamat e-mail tertentu serta mengirim balasan ataupun meneruskan pesan tersebut pada sejumlah orang pada saat yang bersamaan.

2. Mailing List menurut Baran (2003) merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh pengguna e-mail untuk bergabung pada suatu grup dengan subjek tertentu. User hanya perlu mendaftar pada sebuah grup tertentu dan kemudian semua pesan yang dikirimkan pada grup tersebut secara otomatis akan diteruskan kepada seluruh anggota dari mailing list tersebut.

3. World Wide Web (Web) merupakan salah satu cara mengakses informasi dari internet. Web dalam penggunaannya memerlukan suatu software yang disebut dengan internet browser untuk dapat menjelajah internet. Dengan adanya web dapat memberikan kemudahan akses dan menyimpan berbagai informasi baik yang berupa teks, grafik, gambar, dan suara bagi penggunanya.

4. Chatting merupakan kegiatan chat (diskusi) yang memungkinkan pengguna internet secara bersama-sama berpartisipasi dalam suatu diskusi tanpa dibatasi jumlahnya. Chat hanya menampilkan semua komentar dari peserta diskusi pada sebuah daftar besar yang bergulung. Peserta chat juga dapat memilih teman diskusinya dan menggunakan nama panggilan (nickname).

Penelitian ini lebih difokuskan pada penggunaan dan pemanfaatan fasilitas internet berupa e-mail, mailing list, web, chatting. Hal tersebut dikarenakan fasilitas-fasilitas inilah yang banyak digunakan oleh orang awam kebanyakan. Penggunaan telnet (telecommunications networking) pada saat ini menurut

(27)

Purwanto (2003) telah banyak menghilang dari peredaran, seiring dengan perubahan atau peningkatan lokasi-lokasi telnet menjadi web. Begitu juga dengan penggunaan newsgroup yang memiliki fungsi hampir sama dengan mailing list sehingga peneliti hanya mengkaji salah satunya saja.

Rahmana (2009) mengungkapkan fungsi penggunaan internet sebagai media teknologi informasi dalam menunjang bisnis UKM meliputi fungsi komunikasi, promosi dan riset. Fungsi komunikasi meliputi penggunaan internet sebagai media komunikasi untuk berhubungan dengan berbagai stakeholeder yang terkait dengan kepentingan bisnis perusahaan. Fungsi promosi digunakan untuk menawarkan produk perusahaan baik barang maupun jasa kepada konsumen maupun investor perusahaan. Fungsi Riset yaitu kegiatan yang dilakukan UKM dalam memanfaatkan internet untuk mencari informasi dan menambah pengetahuan terbaru tentang produk kondisi pasar dan persaingan. Informasi dan pengetahuan yang diperoleh melalui riset tersebut dapat digunakan perusahaan untuk menentukan strategi bisnis yang mendukung pengembangan kegiatan usaha.

Fungsi komunikasi terkait dengan pertukaran informasi yang dilakukan antara pemilik usaha baik dengan pelanggan maupun dengan rekan bisnisnya. Yuliana (2000) menyebutkan bahwa internet mendukung komunikasi dan kerjasama global antara pegawai, konsumen, penjual dan rekan bisnis yang lain. Selain itu, internet memungkinkan aplikasi Electronic Commerce (EC) yang dapat digunakan pada jaringan global, dan biasanya dilengkapi dengan aplikasi pemrosesan pesanan secara on-line, Electronic Data Interchange (EDI) untuk mengirim dokumen bisnis, dan keamanan sistem pembayaran Electronic Funds

Transfer (EFT).

Fungsi promosi berkaitan dengan kegiatan menawarkan produk berupa barang maupun jasa pada konsumen maupun investor perusahaan. Promosi menurut Burnett dalam Mukodim (2007) adalah aktivitas pemasaran untuk mengkomunikasikan informasi tentang perusahaan dan produknya kepada konsumen sehingga menciptakan permintaan. Berdasarkan pengertian tersebut, maka kegiatan promosi mengandung unsur pemasaran, komunikasi dan informasi. Promosi dalam konteks penelitian ini difokuskan pada fungsinya dalam

(28)

memasarkan produk dan menyampaikan informasi pada konsumen maupun rekan bisnis perusahaan.

Fungsi riset sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya meliputi pencarian informasi dan riset mengenai produk maupun kondisi pasar. Informasi dapat diperoleh juga dengan bergabung dengan grup atau forum tertentu seperti yang dapat dilakukan melalui keanggotaan di mailing list. Hal tersebut senada dengan pendapat Yuliana (2000) bahwa internet memungkinkan orang dari organisasi atau lokasi yang berbeda bekerjasama sebagai suatu tim virtual untuk mengembangkan, memproduksi, memasarkan dan memelihara produk atau pelayanan.

Berdasarkan uraian di atas, dalam konteks penelitian ini, yang dimaksud dengan pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis adalah penggunaan fasilitas internet yang mampu menunjang kegiatan bisnis dalam hal kegiatan komunikasi, promosi dan riset. Penggunaan e-mail, web, chatting, dan mailing list difokuskan pada kegiatan komunikasi, promosi dan riset yang dilakukan oleh pengusaha UKM dalam menunjang kegiatan bisnisnya.

2.1.3. Teori Sikap Tentang Hubungan Sikap dengan Perilaku

Sikap telah menjadi konsep utama dalam psikologi sosial dalam perkembangannya (Allport dalam Baron & Byrne, 2003). Sikap seringkali dipandang sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku. Para ahli telah mengemukakan begitu banyak teori dan konsep mengenai sikap dan pembentukannya serta hubungan antara sikap dengan perilaku. Penelitian ini memfokuskan pada Theory of Reasoned Action yang dikemukakan oleh Fishbein dan Ajzen sebagai dasar dalam menguji hubungan antara sikap dan intensi dengan pemanfaatan internet pada pengusaha UKM dalam kegiatan bisnis.

Gambar 1. Teori Tindakan Beralasan

Sumber: Fishbein dan Ajzen (1980) dalam Azwar (1998)

Sikap Terhadap Perilaku

Norma-Norma Subjektif

(29)

Berdasarkan Gambar 1, Theory of Reasoned Action yang dikemukakan oleh Fishbein dan Ajzen dalam Sarwono (1999) memandang bahwa sikap dapat mempengaruhi perilaku lewat suatu proses pengambilan keputusan yang teliti dan beralasan, dan dampaknya terbatas hanya pada tiga hal, yaitu: (1) perilaku tidak banyak ditentukan oleh sikap umum tertapi oleh sikap yang spesifik terhadap sesuatu; (2) perilaku tidak hanya dipengaruhi oleh sikap tetapi juga oleh norma-norma subjektif (subjective norms) yaitu keyakinan kita mengenai apa yang orang lain inginkan agar kita perbuat; (3) sikap terhadap suatu perilaku bersama-sama dengan norma subjektif membentuk suatu intensi atau niat untuk berperilaku tertentu.

Intensi merupakan fungsi dari dua determinan dasar, yaitu sikap individu terhadap perilaku (aspek personal) dan persepsi individu terhadap tekanan sosial untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku yang bersangkutan yang disebut dengan norma subjektif (Azwar, 1998). Intensi atau niat untuk berperilaku akan muncul sebagai akibat dari adanya sikap terhadap perilaku tertentu yang cenderung positif serta norma subjektif. Intensi menurut Sujanto, Lubis dan Hadi (2004) digunakan dalam arti yang meliputi pengertian: harapan-harapan, keinginan-keinginan, ambisi, cita-cita, dan rencana-rencana seseorang. Secara sederhana intensi dapat diartikan sebagai niat untuk berperilaku (Azwar, 1998).

Norma subjektif menurut Baron dan Byrne (2003) adalah keyakinan individu mengenai persepsi apakah orang lain akan menyetujui atau menolak tingkah laku tersebut. Selanjutnya, intensi yang telah dimiliki oleh individu tersebut akan menjadi dasar pada perilaku yang dimunculkannya. Sikap dinilai dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi perilaku. Namun, sikap yang dinyatakan oleh seseorang tidak selalu sesuai dengan perilaku yang terlihat. Sikap seringkali tidak dapat secara langsung mempengaruhi perilaku. Tindakan atau perilaku yang muncul pada seseorang didahului oleh niat untuk berperilaku (intensi). Berdasarkan teori reasoned actions intensi pada gilirannya dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu sikap terhadap tingkah laku dan norma subjektif.

(30)

2.1.4. Sikap Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis

Sikap secara umum diartikan sebagai suatu kecenderungan yang dimilliki oleh individu ataupun kelompok untuk berperilaku. Sikap dapat berupa kecenderungan yang positif maupun negatif. Myers dalam Sarwono (1999) mendefinisikan sikap sebagai “attitude is a favorable or unfavorable evaluative

reaction to ward something or someone, exhibited in one’s belief, feelings or intended behavior”. Definisi tersebut senada dengan definisi sikap yang

dikemukakan oleh Ajzen dalam Sarwono (1999), yaitu: “an attitude is a

disposition to respond favorably or unfavorably to an object, person, institution or event”. Baron dan Byrne (2003) juga mendefinisikan sikap sebagai evaluasi

terhadap berbagai aspek dalam dunia sosial serta bagaimana evaluasi tersebut memunculkan rasa suka atau tidak suka terhadap isu, ide, orang, kelompok sosial, objek, bahkan makanan penutup. Azwar (1998) memaparkan bahwa para ahli psikologi sosial mutakhir menggunakan dua pendekatan dalam mengklasifiksikan pemikiran tentang sikap, yaitu: (1) sikap dipandang sebagai kombinasi reaksi afektif, perilaku dan kognitif terhadap suatu objek (Brehm & Kassin et.al. dalam Azwar, 1998). Ketiga komponen tersebut secara bersama mengorganisasikan sikap individu. Pendekatan ini disebut juga sebagai pendekatan tricomponent; (2) perlu adanya pembatasan konsep sikap hanya pada aspek afektif saja

(single-component). Sikap dipandang sebagai ‘afek atau penilaian – positif dan negatif –

terhadap suatu objek’. Mar’at (1981) dalam Ridhanova (2009) mendefinisikan sikap sebagai produk dari proses sosialisasi yang mengakibatkan seseorang bereaksi sesuai dengan rangsang yang diterimanya

Dari sekian banyak definisi mengenai sikap tersebut secara keseluruhan semuanya mengemukakan adanya kesamaan pendapat mengenai konsep sikap, yaitu adanya ciri khas: (1) mempunyai objek tertentu (orang, perilaku, konsep, situasi, benda dan sebagainya) dan (2) mengandung penilaian (setuju-tidak setuju, suka-tidak suka) sebagaimana diungkapkan oleh Bem et.al dalam Sarwono (1999).

Berdasarkan semua pengertian dan definisi di atas, dan merujuk pada kesimpulan Sarwono (1999) mengenai definisi sikap maka sikap merupakan suatu kecenderungan berperilaku terhadap suatu objek tertentu yang menunjukkan rasa

(31)

suka dan rasa tidak suka, setuju dan tidak setuju serta mengandung tiga komponen yang mengorganisasikan sikap individu tersebut, yaitu:

1. Kognitif

Komponen kognitif terdiri dari pemikiran seseorang mengenai objek tertentu, seperti fakta, pengetahuan dan keyakinan. Sarwono (1999) mengungkapkan bahwa komponen kognitif merupakan komponen pengetahuan atau kesadaran akan suatu objek sikap tertentu.

2. Afektif

Komponen afektif terdiri dari perasaan positif atau negatif yang diasosiasikan dengan objek sikap. Baron dan Byrne (2003) mendefinisikan afeksi sebagai perasaan dan suasana hati yang dirasakan oleh seseorang. Rakhmat (2008) juga mengemukakan bahwa afeksi berhubungan dengan emosi, perasaan dan sikap. Komponen afektif meliputi bagaimana faktor emosi dan perasaan individu mempengaruhi sikap.

3. Konatif

Komponen konatif merupakan tendensi untuk melakukan tindakan tertentu berkaitan dengan objek sikap. Azwar (1998) mendefinisikan konasi sebagai komponen sikap yang menunjukkan bagaimana kecenderungan perilaku yang terdapat dalam diri seseorang.

Ketiga komponen tersebut mengorganisasikan sikap secara bersamaan. Azwar (1998) mengemukakan bahwa inferensi atau penyimpulan tentang sikap harus didasarkan pada suatu fenomena yang diamati atau diukur. Fokus dalam penelitian ini, fenomena yang akan diamati adalah mengenai pemanfaatan internet pada pengusaha UKM dalam kegiatan bisnis. Azwar (1998) mengemukakan bahwa apabila salah satu saja di antara ketiga komponen sikap terebut tidak konsisten satu sama lain, maka akan terjadi ketidak-selarasan yang menyebabkan timbulnya mekanisme perubahan sikap hingga konsistensi tersebut kembali tercapai. Sikap individu muncul akibat adanya proses tertentu yang bisa muncul dari dalam dan luar lingkungannya. Sikap terbentuk dari adanya interaksi dengan lingkungan sosialnya. Begitu banyak faktor-faktor internal dan eksternal dari dimensi masa lalu, saat ini, dan masa datang yang ikut mempengaruhi perilaku manusia (Azwar, 1998). Secara umum dalam penelitian Riyanti (2003), faktor

(32)

demografi merupakan faktor yang melekat pada individu wirausaha. Faktor demografi dapat dikatakan sebagai karakteristik individu yang melekat pada diri seseorang. Melalui penelitian ini akan dilihat karakteristik individu yang ditekankan pada komponen usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, suku bangsa serta bidang usaha.

Menurut Zimmerer dan Scarbough dalam Riyanti (2003), sebagian besar wirausaha di Amerika Serikat memulai usahanya pada usia 30 dan 40 tahun. Namun, banyak peneliti menemukan bahwa tidak ada batas usia dalam memulai karir sebagai wirausahawan (Riyanti, 2003). Bervariasinya usia seseorang ketika menjadi dunia wirausaha menjadi salah satu pertimbangan dalam penelitian ini sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sikap. Hurlock (2005) menyebutkan bahwa perkembangan karir berjalan seiring dengan proses perkembangan manusia. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, dikelompokkanlah usia pengusaha UKM menjadi tiga kelompok berdasarkan kategori yang dikemukakan oleh Hurlock sebagai berikut:

1. Usia dewasa awal (18-40 tahun)

Masa dewasa awal sangat terkait dengan tugas perkembangan dalam hal membentuk keluarga dan pekerjaan. Ada sebagian orang dewasa yang telah mempersiapkan diri untuk mencapai karirnya di masa depan. Namun, sebagian orang dewasa awal juga mengalami kebingungan untuk memilih karir yang sesuai dengan minatnya. Situasi ini juga dapat terjadi pada pengusaha UKM yang berada pada rentang usia dewasa awal ini.

2. Usia dewasa madya (40-60 tahun)

Masa usia dewasa madya bercirikan keberhasilan dalam pekerjaan. Pada usia ini, kebanyakan orang mencapai prestasi puncak. Hal tersebut dapat tercapai karena kebanyakan orang pada usia dewasa madya telah merasa mantap dengan pilihan kariernya serta memiliki pengalaman yang cukup.

3. Usia dewasa akhir (di atas 60 tahun)

Pada masa ini, seseorang mulai mengurangi kegiatan karirnya atau berhenti sama sekali. Usia ini juga disebut sebagai usia pensiun. Namun, bagi pengusaha atau wirausahawan tidak menutup kemungkinan bahwa pada usia ini masih aktif untuk mengelola dan mengembangkan karir dan usahanya.

(33)

Faktor pendidikan juga diduga berpengaruh pada sikap pengusaha UKM terhadap pemanfaatan internet. Riyanti (2003) mengemukakan bahwa pendidikan memainkan peranan penting pada saat wirausaha mencoba mengatasi masalah-masalah dan mengoreksi penyimpangan dalam praktik bisnis. Begitu pula hal tersebut berdampak pada pembentukan sikap yang akan diambil oleh pengusaha UKM terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis. Pendidikan formal dianggap menjadi dasar yang baik sebagai sumber pengetahuan awal yang dapat berpengaruh terhadap sikap individu. Seringkali dalam berbagai studi mengenai sikap, perbedaan jenis kelamin akan memunculkan sikap yang berbeda pula. Oleh karena itu, dalam penelitian ini juga akan dikaji apakah faktor jenis kelamin juga mempengaruhi sikap terhadap pemanfaatan interenet pada wirausahawan.

Kebudayaan memiliki pengaruh besar dalam kehidupan manusia. Begitu pula kebudayaan berpengaruh besar pada pembentukan sikap seseorang (Azwar, 1998). Skinner dalam Azwar (1998) sangat menekankan pengaruh lingkungan (termasuk kebudayaan) dalam membentuk pribadi seseorang. Kebudayaan telah menjadi bagian dalam diri seseorang dan menanamkan garis pengarah sikap seseorang terhadap berbagai masalah.

Bagi sebagian suku di Indonesia, berdagang merupakan satu kebudayaan dan kebiasaan tersendiri. Beberapa suku di Indonesia terkenal dengan kelihaiannya untuk berdagang. Suku Bugis dan Banjar rata-rata memiliki pekerjaan berdagang, begitu pula dengan Etnis Tionghoa. Geertz (1981) mengemukakan bahwa sektor dagang di Indonesia sejak zaman dahulu banyak dikuasai oleh orang Cina, Arab dan India. Di Sumatera, orang Minangkabau (biasanya merupakan pedagang keliling) dan orang Batak merupakan suku bangsa yang berorientasi dagang. Oleh karena itu, dalam konteks penelitian ini akan dilihat kemungkinan perberdaan sikap terhadap internet yang dipengaruhi oleh kebiasaan dan kebudayaan yang dimiliki masing-masing etnis dan suku bangsa.

Pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis diduga akan bergantung pada bidang usaha yang dimiliki oleh pengusaha UKM. Hal tersebut berkaitan dengan tingkat kepentingan dan kebutuhan penggunaan internet pada usaha yang dimiliki oleh pengusaha UKM. Bidang usaha UKM binaan UPP-UKM LPPM IPB secara keseluruhan dibagi ke dalam lima bidang usaha, yaitu: (1). Bidang jasa boga dan

(34)

penjualan aneka makanan dan minuman meliputi catering, rumah makan, kantin, warung makan, penjualan aneka makanan ringan dan kue, aneka masakan dan minuman, coklat; (2). Bidang perdagangan dan home industry meliputi aneka kerajinan handycraft, bunga kering, bunga plastik, souvenir, sendal dan tas; (3). Bidang perdagangan meliputi usaha sembako, tanaman hias, sayuran, aneka olahan ikan/daging sapi/ayam, alat elektronik dan logam, bahan bangunan, suku cadang, pakaian, kosmetik dan obat-obatan serta mainan; (4). Bidang jasa meliputi salon dan rias pengantin, bengkel dan tambal ban, digital print dan fotografi, pembuatan kusen, sewa kost dan rental; (5). Bidang perikanan, pertanian dan peternakan.

Berdasarkan uraian di atas, maka dalam penelitian ini akan dikaji mengenai sikap pengusaha UKM dengan melihat komponen-komponen sikapnya serta dihubungkan dengan karakteristik individu pengusaha UKM tersebut. Karakteristik individu yang akan dikaji dalam penelitian ini meliputi komponen usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, suku bangsa dan bidang usaha. Penelitian ini akan mengkaji karakteristik individu yang diduga memiliki hubungan dengan sikap pengusaha UKM terhadap internet dalam kegiatan bisnis.

2.2. Kerangka Pemikiran

Sikap secara umum diartikan sebagai suatu kecenderungan yang dimilliki oleh individu ataupun kelompok untuk berperilaku. Sikap terbentuk dari adanya interaksi dengan lingkungan sosialnya. Begitu banyak faktor-faktor internal dan eksternal dari dimensi masa lalu, saat ini, dan masa datang yang ikut mempengaruhi perilaku manusia (Azwar, 1998). Secara umum, dalam penelitian Riyanti (2003), faktor demografi merupakan faktor yang melekat pada individu wirausaha. Faktor demografi dapat dikatakan sebagai karakteristik individu yang melekat pada diri seseorang. Karakteristik individu yang dikaji dalam penelitian ini ialah komponen usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, suku bangsa serta bidang usaha pengusaha UKM binaan UPP-UKM LPPM IPB.

Berdasarkan Theory of Reasoned Actions yang dikemukakan oleh Fishbein

dan Ajzen dalam Azwar (1998) Intensi merupakan fungsi dari dua determinan dasar, yaitu sikap individu terhadap perilaku (aspek personal) dan persepsi

(35)

individu terhadap tekanan sosial untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku yang bersangkutan yang disebut dengan norma subjektif. Intensi atau niat untuk berperilaku akan muncul sebagai akibat dari adanya sikap terhadap perilaku tertentu yang cenderung positif serta norma subjektif. Sikap itu sendiri terdiri atas komponen-komponen yang mengorganisasikan sikap secara keseluruhan, yaitu: komponen kognitif berupa pengetahuan dan kepercayaan individu terhadap objek sikap; komponen afektif berupa perasaan dan emosi individu terhadap objek sikap, dan; komponen konatif berupa kecenderungan individu untuk berperilaku. Norma subjektif merupakan keyakinan individu mengenai apa yang orang lain inginkan agar ia perbuat (Sarwono, 1999).

Keterangan:

: Berhubungan

Gambar 2. Sikap Pengusaha Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Terhadap Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis.

Sikap terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis bersama-sama dengan norma subjektif merupakan determinan dasar dari intensi atau niat yang akhirnya berhubungan dengan pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis. Rahmana (2009) mengemukakan bahwa fungsi penggunaan internet sebagai media teknologi informasi dalam menunjang bisnis UKM meliputi fungsi komunikasi, promosi dan riset. Fungsi komunikasi meliputi penggunaan internet sebagai media komunikasi untuk berhubungan dengan berbagai stakeholder yang terkait dengan kepentingan bisnis perusahaan. Fungsi promosi digunakan untuk menawarkan produk perusahaan baik barang maupun jasa kepada konsumen maupun investor perusahaan. Fungsi riset yaitu kegiatan yang dilakukan UKM dalam memanfaatkan internet untuk mencari informasi dan menambah

Karakteristik Individu: 1. Usia 2. Jenis Kelamin 3. Tingkat Pendidikan 4. Suku Bangsa 5. Bidang Usaha Sikap terhadap pemanfaatan internet: 1. Kognitif 2. Afektif 3. Konatif Norma Subjektif Intensi pemanfaatan internet Pemanfaatan Internet dalam kegiatan bisnis: 1. Komunikasi 2. Promosi 3. Riset

(36)

pengetahuan terbaru tentang produk kondisi pasar dan persaingan. Informasi dan pengetahuan yang diperoleh melalui riset tersebut dapat digunakan perusahaan untuk menentukan strategi bisnis yang mendukung pengembangan kegiatan usaha.

2.3. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kerangka pemikiran di atas, maka hipotesis penelitian adalah sebagai berikut:

1. Karakteristik individu memiliki hubungan dengan sikap terhadap pemanfaatan internet.

2. Sikap terhadap pemanfaatan internet memiliki hubungan dengan intensi terhadap pemanfaatan internet pada pengusaha UKM dalam kegiatan bisnis. 3. Norma subjektif memiliki hubungan dengan intensi terhadap pemanfaatan

internet pada pengusaha UKM dalam kegiatan bisnis.

4. Intensi memiliki hubungan dengan pemanfaatan internet pada pengusaha UKM dalam kegiatan bisnis.

5. Sikap terhadap pemanfaatan internet, norma subjektif dan intensi memiliki hubungan dengan pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis.

2.4. Definisi Operasional

Rumusan definisi operasional dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Usia pengusaha UKM adalah lama hidup responden dari sejak lahir sampai

dengan saat dilakukannya penelitian yang dikategorikan sebagai berikut. Kategori usia dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan ciri khas perkembangan karier menurut Hurlock (2005), yaitu:

1. usia 18-40 tahun 2. usia 40-60 tahun 3. usia >60 tahun

2. Tingkat pendidikan pengusaha UKM adalah pendidikan terakhir yang dilalui oleh responden yang dikategorikan sebagai berikut:

1. SLTP dan sederajat 2. SLTA dan sederajat

(37)

3. Akademi/Perguruan Tinggi

3. Jenis kelamin pengusaha UKM adalah karakteristik biologis responden yang dikategorikan sebagai berikut:

1. Laki-laki 2. Perempuan

4. Suku bangsa pengusaha UKM merupakan suku bangsa yang dimiliki oleh pengusaha UKM yang dikategorikan sebagai berikut:

1. Jawa 2. Minang 3. Sunda

5. Bidang Usaha merupakan bidang usaha yang dimiliki dan dikelola oleh pengusaha UKM berdasarkan katergori bidang usaha menurut UPP-UKM LPPM IPB yang dikategorikan sebagai berikut:

1. Jasa boga dan penjualan aneka makanan dan minuman 2. Perdagangan dan home industry

3. Perdagangan 4. Jasa

5. Perikanan, pertanian dan peternakan

6. Norma Subjektif adalah keyakinan individu mengenai kemungkinan orang lain akan menyetujui atau menolak tingkah laku tersebut (Baron dan Byrne, 2003). Norma Subjektif dapat diukur dengan pernyataan-pernyataan yang dapat mengidentifikasi keyakinan responden mengenai kemungkinan orang lain di lingkungannya akan menyetujui atau menolak responden untuk memanfaatkan internet dalam kegiatan bisnis. Penghitungan skor norma subjektif terhadap pemanfaatan internet untuk setiap jawaban adalah sebagai berikut:

1. Sangat tidak setuju 2. Tidak setuju 3. Netral 4. Setuju 5. Sangat setuju

(38)

Penjumlahan dari skor tersebut disebut sebagai skor norma subjektif yang dikategorikan menjadi:

1. Norma subjektif pengusaha UKM terhadap pemanfaatan internet positif, dengan total skor norma subjektif berada pada interval 27<x≤45 diberi kode 1.

2. Norma subjektif pengusaha UKM terhadap pemanfaatan internet negatif, dengan total skor norma subjektif berada pada interval 9≤x≤27 diberi kode 2.

7. Sikap terhadap pemanfaatan internet adalah kecenderungan berperilaku terhadap suatu objek tertentu yang menunjukkan rasa suka dan rasa tidak suka, setuju dan tidak setuju terhadap pemanfaatan internet. Pengukuran terhadap sikap dapat dilihat melalui pernyataan-pernyataan yang mengandung tiga komponen sikap, yaitu:

a. Komponen kognitif meliputi pernyataan tentang pengalaman dan pengetahuan responden terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis.

b. Komponen afektif meliputi pernyataan tentang perasaan dan emosi responden terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis.

c. Komponen konatif meliputi pernyataan mengenai kecenderungan untuk memanfaatkan internet dalam kegiatan bisnis.

Penghitungan skor sikap pengusaha UKM terhadap pemanfaatan internet untuk setiap jawaban dilakukan sebagai berikut:

1. Sangat tidak setuju 2. Tidak setuju 3. Netral 4. Setuju 5. Sangat setuju

Penjumlahan dari skor tersebut disebut sebagai skor sikap yang dikategorikan menjadi:

1. Sikap pengusaha UKM terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis positif, dengan skor total sikap berada pada interval 108<x≤180 diberi kode 1.

(39)

2. Sikap pengusaha UKM terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis negatif, dengan skor total sikap berada pada interval 36<x≤108 diberi kode 2.

8. Intensi adalah niat untuk berperilaku yang dapat diukur dengan pernyataan-pernyataan mengenai niat untuk memanfaatkan internet dalam kegiatan bisnis. Penghitungan skor niat pengusaha UKM terhadap pemanfaatan internet untuk setiap jawaban adalah sebagai berikut:

1. Sangat tidak setuju 2. Tidak setuju 3. Netral 4. Setuju 5. Sangat setuju

Penjumlahan dari skor tersebut disebut sebagai skor intensi yang dikategorikan menjadi:

1. Intensi pengusaha UKM terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis positif, dengan total skor intensi berada pada interval 36<x≤60 diberi kode 1.

2. Intensi pengusaha UKM terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis negatif, dengan total skor intensi berada pada interval 12≤x≤36 diberi kode 2.

9. Pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis meliputi proses komunikasi, promosi dan riset yang dilakukan oleh responden dengan menggunakan fasilitas (piranti) dalam internet berupa e-mail, mailing list, web dan chatting. Pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis dapat diukur melalui frekuensi, durasi dan intensitas pemanfaatan internet dalam bidang komunikasi, promosi dan riset sebagai berikut:

1. Fungsi komunikasi meliputi penggunaan internet untuk berhubungan dengan berbagai stakeholeder yang terkait dengan kepentingan bisnis perusahaan. Kegiatan komunikasi dalam konteks penelitian ini meliputi kegiatan surat-menyurat dalam bisnis, conference, konsultasi on-line dengan konsumen maupun rekan bisnis. Pemanfaatan internet sebagai

(40)

fungsi komunikasi dalam kegiatan bisnis dapat diukur dengan frekuensi dan durasi komunikasi:

1. Frekuensi komunikasi diukur dari jumlah total kegiatan komunikasi (surat-menyurat, conference, konsultasi on-line) yang dilakukan oleh responden dalam satu minggu.

2. Durasi komunikasi diukur dari jumlah total lamanya kegiatan komunikasi (surat-menyurat, conference, konsultasi on-line) yang dilakukan oleh responden dalam satu hari dalam satuan jam.

Pengkodean pemanfaatan internet sebagai fungsi komunikasi untuk setiap jawaban dilakukan sebagai berikut:

1. Tinggi 2. Sedang 3. Rendah

2. Fungsi promosi digunakan untuk menawarkan produk perusahaan baik barang maupun jasa kepada konsumen maupun investor perusahaan. Fungsi promosi meliputi kegiatan pemasaran dan menginformasikan produk kepada konsumen maupun rekan bisnis. Pemanfaatan internet sebagai fungsi promosi dalam kegiatan bisnis dapat diukur dengan frekuensi, durasi dan intensitas promosi:

1. Frekuensi promosi diukur dari jumlah total kegiatan memasarkan produk, beriklan dan menawarkan produk yang dilakukan dalam satu minggu.

2. Durasi promosi diukur dari jumlah total lamanya kegiatan promosi yang dilakukan responden melalui media internet dalam satuan jam. 3. Intensitas menurut Azwar (1998) adalah kedalaman atau kekuatan

terhadap sesuatu. Intensitas promosi diukur dengan jumlah total respon berupa reply/jawaban, pemesanan dan pertanyaan balik (feedback) dari komunikan yang diperoleh oleh responden sebagai komunikator dalam sehari setelah dilakukan promosi.

Pengkodean pemanfaatan internet sebagai fungsi promosi untuk setiap jawaban dilakukan sebagai berikut:

(41)

2. Sedang 3. Rendah

3. Fungsi Riset yaitu kegiatan UKM dalam memanfaatkan internet untuk mencari informasi dan menambah pengetahuan terbaru tentang produk kondisi pasar dan persaingan. Informasi dan pengetahuan yang diperoleh melalui riset tersebut dapat digunakan perusahaan untuk menentukan strategi bisnis yang mendukung pengembangan kegiatan usaha. Pemanfaatan internet sebagai fungsi riset dalam kegiatan bisnis dapat diukur dengan frekuensi dan durasi riset:

1. Frekuensi riset diukur dari jumlah total kegiatan mencari informasi tentang kondisi pasar dan persaingan yang dilakukan oleh responden dalam satu minggu.

2. Durasi riset diukur dari jumlah total lamanya kegiatan mencari informasi tentang kondisi pasar dan persaingan yang dilakukan oleh responden dalam satu hari dalam satuan jam.

Pengkodean pemanfaatan internet sebagai fungsi riset untuk setiap jawaban dilakukan sebagai berikut:

1. Tinggi 2. Sedang 3. Rendah

(42)

BAB III

PENDEKATAN LAPANG

3.1. Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian survai dengan tipe eksplanatory atau

confirmatory research. Penelitian explanatory merupakan penelitian penjelasan

yang menyoroti hubungan antar variabel-variabel penelitian dan menguji hipotesa yang telah dirumuskan sebelumnya (Singarimbun, 1989). Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mencari informasi faktual secara detail tentang hal-hal yang sedang menggejala dan mengidentifikasi masalah-masalah atau untuk mendapatkan justifikasi keadaan dan kegiatan-kegiatan yang sedang berjalan (Wahyuni, 2004).

3.2. Teknik Penentuan Responden

Populasi studi ini mencakup wirausahawan yang memiliki usaha skala kecil dan menengah berdasarkan kriteria usaha kecil menurut Undang-Undang No.9 Tahun 1995 yaitu kegiatan ekonomi rakyat yang berdiri sendiri, bukan merupakan anak atau cabang yang dimiliki, dikuasai atau berafiliasi dengan usaha menengah dan usaha besar, serta berbentuk usaha perseorangan atau badan usaha yang tidak berbadan hukum, termasuk koperasi dan Undang-Undang. No. 20 tahun 2008. Responden merupakan wirausahawan dan memiliki usaha kecil maupun usaha menengah yang terdaftar sebagai UKM binaan Unit Pelayanan dan Pendampingan Usaha Kecil (UPP-UKM) LPPM IPB.

Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Penentuan jumlah responden ini disesuaikan dengan daftar jumlah pengusaha UKM binaan LPPM IPB yang kemudian dipilih secara sengaja untuk mewakili tiap-tiap kelompok bidang usaha yang dibina oleh UPP-UKM LPPM IPB. Beberapa peneliti menyatakan bahwa besarnya sampel tidak boleh kurang dari 10% dari populasi. Berkaitan dengan teknik analisis yang digunakan, maka penelitian ini termasuk dalam teknik korelasi. Oleh karena itu, sampel yang harus diambil minimal adalah 30 kasus (Mantra dan Kasto dalam Singarimbun dan Effendi,

(43)

1995). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 166 pengusaha UKM yang berada di bawah binaan UPP-UKM LPPM IPB. Berdasarkan penjelasan di atas, maka jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 responden agar hasil penelitian dapat lebih representatif.

Seluruh responden dalam penelitian ini adalah wirausahawan baik laki-laki maupun perempuan yang terdaftar menjadi UKM binaan LPPM IPB. Selain itu, usia responden masuk dalam kategori usia dewasa awal (18-40 tahun), dewasa madya (40-60 tahun) dan dewasa akhir (>60 tahun) menurut kategori ciri khas perkembangan karir yang dikemukakan oleh Hurlock (2005).

3.3. Teknik Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan menggunakan metode survai dan pengamatan terhadap usaha yang dimiliki responden untuk mengamati penggunaan dan pemanfaatan internet untuk kegiatan bisnisnya. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif adalah kuesioner. Data sekunder diperoleh dari studi literatur dan dokumen yang dimiliki oleh UPP-UKM LPPM IPB mengenai profil UKM-UKM binaan UPP-UKM LPPM IPB.

3.4. Pengolahan dan Analisis Data

Pengolahan data dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pengkodean. Kegiatan ini bertujuan untuk menyeragamkan data. Setelah pengkodean, tahap selanjutnya adalah perhitungan persentase jawaban responden yang dibuat dalam bentuk tabulasi deskriptif. Data yang dikumpulkan selanjutnya diolah secara statistik deskriptif dengan mengunakan software SPSS for Windows

versi 17.0 dan Microsoft Exel 2007. Uji korelasi Pearson Product Moment

digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi atau derajat kekuatan hubungan antara sikap dengan intensi pemanfaatan internet, norma subjektif dengan sikap terhadap pemanfaatan internet serta menguji hubungan antara sikap, norma subjektif dan intensi dengan pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis. Rumus korelasi Pearson Product Moment adalah sebagai berikut:

Gambar

Gambar 2. Sikap Pengusaha Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Terhadap  Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis
Tabel 1. Kriteria Pengukuran Koefisien Korelasi
Tabel 7. Persentase Responden Berdasarkan Bidang Usaha
Tabel 34. Persentase Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis Berdasarkan   Usia
+3

Referensi

Dokumen terkait

Telekomunikasi Indonesia (PT. Telkom, Tbk.) dalam Usaha Peningkatan Pemanfaatan Internet untuk Usaha Kecil Menengah Melalui Program Broadband Learning Centre. Penelitian ini

Telekomunikasi Indonesia dalam meningkatkan pemanfaatan internet dengan cara yang tepat mengadakan program Community Relations yang diberi nama Broadband Learning Centre

Berdasarkan analisis temuan penelitian terkait relevansi sikap dan pengalaman pelaku usaha mikro kecil menengah muda dalam memahami informasi akuntansi dan pengaruhya

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk melihat gambaran tipe sikap terhadap competitive intelligence pada pengusaha UMK garmen di

Keberadaan Pusat Inkubator Bisnis CIKAL USU yang merupakan perpanjangan tangan LPPM USU, berfungsi untuk memberikan daya dorong kepada usaha kecil menengah (UKM)

Berdasarkan fenomena tersebut, penulis bermaksud mengadakan penelitian tentang hubungan pemanfaatan media internet dengan sikap siswa terhadap kemampuan dalam antisipasi

Topik besar dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan adalah “Sosialisai Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Daya Saing Hasil

Namun mulai supervisi ke 2 sampai dengan ke 3 terlihat adanya kemajuan yang berarti dalam pengelolaan dan wawasan bisnis, hal ini dapat ditunjukkan pada peningkatan seluruh variabel