Indo
Prem
ie
r Seku
ritas | D
ail
y Rese
ar
ch
| In
do
ne
si
a
Refer to Important disclosures on the last of this report
Global Market Wrap
Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street kompak ditutup melemah tipis dipicu oleh terkoreksinya saham zoom hingga -16% setelah adanya indikasi perlambatan pertumbuhan pendapatan di 2Q21 dan turun signifikannya saham Wells Fargo sebesar -5% seiring adanya berita bahwa bank tersebut kemungkinan akan mendapat sanksi tambahan karena pihak regulator kecewa terhadap kemajuan pemberian kompensasi bagi korban skandal yang terjadi sebelumnya.
Meskipun mengalami pelemahan namun selama di bulan Agustus ketiga indeks utama di bursa Wall Street membukukan kinerja yang cukup baik, Dow Jones membukukan kenaikan +1.2%, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing mencatatkan penguatan +2.9% dan +4%. Sepuluh sektor komponen indeks S&P500 dari total sebelas sektor berhasil menguat selama di bulan Agustus dengan penguatan terbesar dibukukan oleh sektor keuangan (+5%).
Sementara itu pada Jumat akhir pekan ini investor masih menunggu data nonfarm payroll untuk bulan Agustus dan diharapkan akan mencatatkan penambahan jumlah pekerja sebanyak 750,000 (bulan Juli sebanyak 943,000) dengan tingkat pengangguran membaik menjadi 5.2% dari sebelumnya di bulan Juli 5.4%
Dow Jones melemah -39 poin (-0,11%) pada level 35,361
S&P 500 berkurang -6 poin (-0.13%) pada level 4,523
Nasdaq turun -7 poin (-0.04%) pada level 15,259
EIDO menguat +0.11 poin (+0.52%) pada level 21.26
Technical Ideas
Melemahnya indeks di bursa Wall Street diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu naiknya harga beberapa komoditas seperti nikel, timah, emas, batu bara dan naiknya indeks manufaktur di bulan Agustus menjadi 43.7 dari sebelumnya 40.1 berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. Investor juga akan mencermati data inflasi di bulan Agustus yang diproyeksikan akan berada di level 1.6%. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan support di level 6,110 dan
resistance di level 6,190.
Stocks
AALI (Buy). Support: Rp8,300, Resist: Rp8,600 EXCL (Buy). Support: Rp2,620, Resist: Rp2,720 TBIG (Buy). Support: Rp3,050, Resist: Rp3,210
BBTN (Buy on Weakness). Support: Rp1,390, Resist: Rp1,440 ETF
XIJI (Buy on Weakness). Support Rp548, Resist: Rp562 XPDV (Buy on Weakness). Support: Rp409, Resist: Rp414 XPLQ (Buy on Weakness). Support: Rp432, Resist: Rp438
Items Avg 2020 Terakhir H-1
Nilai transaksi (Rp miliar) 8,849.9 18,674.5 15,684.8
Volume transaksi (jt shm) 7,609.8 11,573.0 9,534.4
Net asing (Rp miliar) -197.6 545.3 567.7
Net asing (jt shm) -313.0 608.0 139.3
Kapitalisasi pasar (Rp tn) 6,071.3 7,348.9 7,342.5
Sektoral
Index Penutupan return1 year return1 day YTD return
Technology 10,991 N/A 1.7% N/A
Financials 1,398 N/A -0.1% N/A
Healthcare 1,340 N/A -0.5% N/A
Basic Material 1,176 N/A 1.0% N/A
Transportation & Log 1,062 N/A -1.1% N/A
Industrials 995 N/A -0.3% N/A
Infrastructur 937 N/A 0.4% N/A
Property 806 N/A -0.4% N/A
Energy 753 N/A 0.0% N/A
Consumer Cycl 807 N/A 0.5% N/A
Consumer Non-Cyclica 662 N/A -0.6% N/A
Index Negara Penutupan return1 year return1 day YTD return
JCI Indonesia 6,150 15.8% 0.1% 2.9% FSSTI Singapura 3,055 20.3% -1.5% 7.4% KLCI Malaysia 1,601 5.0% 0.7% -1.6% SET Thailand 1,639 25.5% 0.3% 13.1% KOSPI Korsel 3,199 36.2% 1.8% 11.0% SENSEX India 57,552 47.9% 1.2% 20.5% HSI Hongkong 25,879 2.8% 1.3% -5.0% NKY Jepang 28,090 21.4% 1.1% 3.4% AS30 Australia 7,823 27.3% 0.4% 13.3% IBOV Brasil 118,781 16.3% -0.8% -0.2% DJI Amerika 35,361 23.4% -0.1% 15.5% SX5P Eropa 3,617 22.7% -0.3% 16.4% UKX Inggris 7,120 21.5% -0.4% 10.2% Closing US$ +/- % chg TLKM 23.79 1,709.3 0.04 0.17% TINS 0.093 1,340.3 0.00 4.64% *Rp/US$ 14,370 Items Interest Inflation Deposito IDR 3 bln 3.64%
Kredit Bank IDR 12.30%
BI 7-Days RR 3.50% 1.52%
Fed Funds Target 0.25% 5.40%
ECB Main Refinancing 0.00% 3.00%
Domestic Yen Interest Call -0.04% -0.30%
Penutupan Ret 1 year (%) +/- Ret 1 day (%)
Minyak WTI US$/ bbl 68.5 60.2% -0.7 -1.03%
CPO RM/ ton 4,500.0 58.2% -60.0 -1.32%
Nikel US$/ ton 19,590 27.7% 550.0 2.89%
Timah US$/ ton 34,402 92.5% 197.0 0.58%
Emas US$/tr. oz 1,813.6 -7.9% 3.3 0.18%
Batu Bara US$/ ton 174.3 235.4% 2.9 1.69%
Tepung Terigu US$/ ton 146.5 -7.0% 8.1 5.84%
Jagung US$/bushel 5.4 61.9% -0.1 -1.28% Kedelai US$/bushel 13.0 36.6% -0.1 -0.82% Tembaga US$/ton 9,528.3 42.3% 104.5 1.11% Sumber : Bloomberg 0.26% Indeks Saham
Suku Bunga & Inflasi
Daily IDR
Harga Komoditas Dual Listing (US$)
Real interest rate Latest
1.98% -5.15% -3.00%
Indo
Prem
ie
r Seku
ritas | D
ail
y Rese
ar
ch
| In
do
ne
Refer to Important disclosures on the last of this report
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan melakukan pelaksanaan rights
issue dalam rangka pembentukan holding ultra mikro. Perseroan telah menetapkan harga pelaksanaan rights issue tersebut sebesar Rp 3.400 per saham.
Berdasarkan prospektus rights issue yang diterbitkan BRI, Selasa (31/8), perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 28.213.191.604 saham seri B dengan nominal Rp 50 per saham. Dengan begitu, bank pelat merah ini akan meraup dana dan hasil imbreng sebesar Rp 95,92 triliun.
Penyetoran modal negara akan disetorkan dalam bentuk 99,9% dari seluruh modal ditempatkan pada Pegadaian atau sebanyak 6.249.999 saham Seri B dengan nilai Rp 48,67 triliun dan 99,9% dari seluruh modal ditempatkan pada Permodalan Nasional Madani (PNM) atau sebanyak 3.799.999 saham seri B dengan nilai Rp 6,1 triliun.
Dengan demikian, potensi dana yang akan diraup perseroan dari publik mencapai Rp 41,1 triliun.
Pemegang saham yang berhak memperoleh HMETD yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 9 September 2021 pukul 16.00 WIB.
Tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (cum-right) dijadwalkan pada 7 September 2021 di pasar reguler dan negosiasi, sedangkan di pasar tunai pada 9 September 2021.
Perdagangan saham tanpa HMETD (ex-right) dijadwalkan pada 8 September 2021 untuk pasar reguler dan negosiasi, serta pada 10 September 2021 untuk pasar tunai. Distribusi HMETD akan dilakukan pada 10 September 2021 dan pra-pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 13 September 2021.
Dana hasil rights issue akan digunakan untuk pembentukan holding ultra mikro serta modal kerja dalam rangka pengembangan ekosistem ultra mikro serta bisnis mikro dan kecil.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membukukan laba bersih sebesar
Rp 136,10 miliar pada semester I 2021. Capaian itu didukung oleh penjualan sebesar Rp 6,77 triliun. Catatan tersebut mencerminkan keberhasilan WIKA untuk tetap mencatatkan kinerja positif di tengah pandemi Covid-19. Manajemen WIKA menyampaikan bahwa kontribusi terbesar dari penjualan didapat dari sektor infrastruktur dan gedung yang kemudian diikuti secara berturut-turut oleh sektor energy & industrial plant dan sektor industri.
Indo
Prem
ie
r Seku
ritas | D
ail
y Rese
ar
ch
| In
do
ne
si
a
Refer to Important disclosures on the last of this report
Keuangan WIKA saat ini juga berada pada kondisi baik ditunjukkan dengan kas setara kas periode Juni 2021 ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Rasio gross gearing dan net gearing masing-masing sebesar 1,58 kali dan 1,13 kali.
Hal ini menunjukkan bahwa WIKA sangat sehat secara keuangan dan masih memiliki ruang yang cukup untuk berpartisipasi pada proyek-proyek infrastruktur strategis yang menjadi fokus pembangunan oleh pemerintah. Sejalan dengan itu, hingga Juli 2021 WIKA tercatat memperoleh kontrak baru sebesar Rp 11,96 triliun, naik 168% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini kemudian menambah order book menjadi Rp 78,57 Triliun.
PT Garuda Indonesia (persero) Tbk (GIAA) membukukan kinerja yang
masih tertekan pada semester pertama tahun 2021.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada Selasa (31/8), Garuda Indonesia mengantongi jumlah pendapatan usaha sebesar US$ 696,80 juta atau turun 24,03% dari pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$ 917,28 juta.
Rinciannya, pendapatan dari penerbangan berjadwal menyumbang sebesar US$ 556,53 juta atau menyusut 25,82% dari periode yang sama tahun 2020 yang senilai US$ 750,25 juta. Kemudian pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal berkontribusi US$ 41,63 juta, nilai ini naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 21,54 juta.
Selanjutnya pendapatan lainnya juga mengalami penyusutan 32,20% dari US$ 145,47 juta menjadi US$ 98,63 juta pada paruh pertama tahun ini. Di saat yang sama, GIAA menanggung total beban usaha US$ 1,38 miliar pada semester 1-2021 atau lebih kecil 15,85% dari periode yang sama tahun lalu US$ 1,64 miliar.
GIAA juga mencatat beban pendapatan usaha lainnya US$ 19,81 juta, padahal pada periode paruh pertama tahun lalu masih untung US$ 18,69 juta.
Alhasil, emiten penerbangan ini membukukan kenaikan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 898,65 juta atau naik 26,09% dari rugi bersih pada semester pertama tahun lalu US$ 712,73 juta.
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), emiten pengelola jaringan
Mayapada Hospital, membukukan pendapatan sebesar Rp 1,02 triliun di semester I-2021. Jumlah itu tercatat tumbuh 115% atau sekitar Rp 549 miliar dibandingkan dengan pendapatan di periode yang sama di tahun 2020 yang sekitar Rp 465 miliar.
Indo
Prem
ie
r Seku
ritas | D
ail
y Rese
ar
ch
| In
do
ne
Refer to Important disclosures on the last of this report
228,796 kunjungan pasien di semester I-2021. Adapun di semester I-2020 hanya tercatat sekitar 177,624 kunjungan pasien.
Jumlah kunjungan yang meningkat juga mendorong perseroan untuk menambah kapasitas bed dari 415 bed menjadi 613 bed.
Di samping itu, beban langsung perseroan hingga semester I-2021 sebesar Rp 607,4 miliar atau naik 80% atau setara Rp 266 miliar dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 yang sekitar Rp 341 miliar.
Namun demikian, perseroan berhasil membukukan laba bruto sebesar Rp 417,6 miliar di semester I-2021. Hal itu lantaran pendapatan perseroan tumbuh drastis hingga pertengahan tahun ini. Bahkan jumlah itu tumbuh 211% dibandingkan periode di tahun lalu yang hanya sekitar Rp 134,6 miliar.
Adapun laba bersih perseroan tercatat mencapai Rp 151,1 miliar di semester I-2021 dari sebelumnya mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 62,9 miliar di semester I-2020.
Indo
Prem
ie
r Seku
ritas | D
ail
y Rese
ar
ch
| In
do
ne
si
a
Refer to Important disclosures on the last of this report
PT INDO PREMIER SEKURITAS
Pacific Century Place 16th Floor SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 - Indonesia p +62 21 5088 7200
ANALYSTS CERTIFICATION
The views expressed in this research report accurately reflect the analyst’s personal views about any and all of the subject securities or issuers; and no part of the research analyst's compensation was, is, or will be, directly or indirectly, related to the specific recommendations or views expressed in the report.
DISCLAIMERS
This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendations contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Sekuritas or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.