Indo Prem ie r Seku ritas | D ail y Rese ar ch | In do ne si a
Refer to Important disclosures on the last of this report
Global Market Wrap
Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street kembali ditutup menguat meneruskan rally di awal pekan di tengah antisipasi investor menjelang even tahunan bank sentral Amerika di Jackson Hole. Sementara itu kejelasan mengenai peraturan bagi perusahaan China yang sahamnya tercatat di bursa Amerika juga berhasil menjadi sentimen positif di pasar.
Event tahunan bank sentral Amerika yang kali ini akan dilaksanakan secara online akan dimulai pada hari Kamis waktu setempat dan Jerome Powell selaku gubernur bank sentral akan memberikan pidatonya pada hari Jumat.
Dari pidato tersebut diharapkan akan diketahui secara jelas mengenai rencana pengurangan program pembelian obligasi/tapering senilai US$120 miliar per bulan.
Sementara itu berdasarkan laporan dari Bloomberg, kepala komisi sekuritas dan bursa Amerika (SEC) Gary Gensler mengatakan bahwa perusahaan China yang tercatat di bursa efek Amerika diminta untuk mencantumkan risiko terkait politik dan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah China.
Penerapan aturan tersebut akan mulai berlaku tahun depan dan diimplemantasikan pada laporan tahunan emiten bersangkutan.
Dow Jones menguat +31 poin (+0.09%) pada level 35,366
S&P 500 bertambah +7 poin (+0.15%) pada level 4,486
Nasdaq naik +77 poin (+0.52%) pada level 15,020
EIDO melemah -0.23 poin (-1.08%) pada level 20.97
Technical Ideas
Berlanjutnya kenaikan indeks di bursa Wall Street dan naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, dan timah diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Dari dalam negeri investor juga akan mencermati laporan keuangan beberapa emiten di kuartal dua yang baru dirilis. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan support di level 6,045 dan resistance di level 6,135.
Stocks
INDF (Buy). Support: Rp6,175, Resist: Rp6,425
JPFA (Buy). Support: Rp1,740, Resist: Rp1,840
BBNI (Buy on Weakness). Support: Rp5,275, Resist: Rp5,425
TLKM (Buy on Weakness). Support: Rp3,370, Resist: Rp3,440 ETF
XIJI (Buy on Weakness). Support Rp551, Resist: Rp560
XPES (Buy on Weakness). Support: Rp341, Resist: Rp346
XPLC (Buy on Weakness). Support: Rp404, Resist: Rp411
Items Avg 2020 Terakhir H-1
Nilai transaksi (Rp miliar) 8,849.9 23,814.9 19,266.8
Volume transaksi (jt shm) 7,609.8 11,737.9 11,352.1
Net asing (Rp miliar) -197.6 -24.7 2.2
Net asing (jt shm) -313.0 -1,155.1 -448.2
Kapitalisasi pasar (Rp tn) 6,071.3 7,273.4 7,297.6
Sektoral
Index Penutupan 1 year
return 1 day
return YTD return
Technology 10,380 N/A 2.5% N/A
Financials 1,398 N/A -0.7% N/A
Healthcare 1,301 N/A -0.8% N/A
Basic Material 1,157 N/A 0.0% N/A
Transportation & Log 1,077 N/A 2.0% N/A
Industrials 961 N/A -0.7% N/A
Infrastructur 931 N/A -1.4% N/A
Property 811 N/A -0.2% N/A
Energy 741 N/A -1.5% N/A
Consumer Cycl 805 N/A -0.1% N/A
Consumer Non-Cyclica 656 N/A 0.5% N/A
Index Negara Penutupan 1 year
return 1 day
return YTD return
JCI Indonesia 6,089 14.1% -0.3% 1.8%
FSSTI Singapura 3,108 21.4% 0.6% 9.3%
KLCI Malaysia 1,553 -0.1% 2.0% -4.5%
SET Thailand 1,587 20.6% 0.3% 9.5%
KOSPI Korsel 3,138 32.6% 1.6% 9.5%
SENSEX India 55,959 44.1% 0.7% 17.2%
HSI Hongkong 25,728 0.9% 2.5% -5.5%
NKY Jepang 27,732 19.0% 0.9% 1.4%
AS30 Australia 7,774 22.8% 0.2% 14.1%
IBOV Brasil 120,211 17.7% 2.3% 1.0%
DJI Amerika 35,366 25.2% 0.1% 15.6%
SX5P Eropa 3,626 21.0% -0.3% 16.7%
UKX Inggris 7,126 18.0% 0.2% 10.3%
Closing
US$ +/- % chg
TLKM 23.41 1,687.0 -0.19 -0.81%
TINS 0.089 1,286.2 0.00 -1.94%
*Rp/US$ 14,413
Items
Interest Inflation
Deposito IDR 3 bln 3.66%
Kredit Bank IDR 12.28%
BI 7-Days RR 3.50% 1.52%
Fed Funds Target 0.25% 5.40%
ECB Main Refinancing 0.00% 2.20%
Domestic Yen Interest Call -0.04% -0.30%
Penutupan Ret 1 year
(%) +/- Ret 1 day
(%) Minyak WTI US$/ bbl 67.5 55.8% 1.9 2.89%
CPO RM/ ton 4,529.0 63.5% -23.0 -0.51%
Nikel US$/ ton 19,074 28.1% 175.5 0.93%
Timah US$/ ton 33,306 92.4% 731.0 2.24%
Emas US$/tr. oz 1,802.9 -6.5% -2.5 -0.14%
Batu Bara US$/ ton 170.0 242.1% 0.0 0.00%
Tepung Terigu US$/ ton 146.5 -7.0% 8.1 5.84%
Jagung US$/bushel 5.5 73.5% 0.1 1.48%
Kedelai US$/bushel 13.4 50.2% 0.3 2.21%
Tembaga US$/ton 9,378.5 43.5% 77.0 0.83%
Sumber : Bloomberg
0.26%
Indeks Saham
Suku Bunga & Inflasi
Daily IDR
Harga Komoditas Dual Listing (US$)
Real interest rate Latest
1.98%
-5.15%
-2.20%
Indo Prem ie r Seku ritas | D ail y Rese ar ch | In do ne si a
Refer to Important disclosures on the last of this report
News Highlight
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) fokus memperkuat posisi sebagai modern digital banking melalui konsistensi dalam melakukan transformasi layanan. Kali ini, Bank Mandiri mengenalkan mesin Electronic Data Capture (EDC) Android yang akan meningkatkan kemudahan dan kenyamanan transaksi nasabah.
Pasalnya, EDC Android ini dapat terintegrasi dengan berbagai layanan lain seperti system POS (point of sales), aplikasi merchant, dan juga platform promosi dan loyalty. Selain itu, EDC Android juga dapat menerima lebih banyak alternatif pembayaran menggunakan QR Payment, nirsentuh dan wearables.
Inisiatif ini merupakan wujud kolaborasi Bank Mandiri dengan Yokke (PT Mitra Transaksi Indonesia), dalam penyediaan layanan keuangan digital modern. Pada tahap awal, Bank Mandiri telah bekerjasama dengan Sogo Indonesia untuk menempatkan Mandiri EDC Android di sejumlah merchant guna mempermudah proses pembayaran pelanggan dan nasabah dalam berbelanja.
Kerjasama ini ditandai melalui seremoni peluncuran Mandiri EDC Android bersama dengan Sogo Indonesia di Jakarta, Selasa (24/8). Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri, Managing Director Sogo Indonesia dan Direktur Utama Yokke serta diikuti oleh beberapa merchant utama Bank Mandiri melalui Zoom dan channel Youtube Bank Mandiri.
Menurut manajemen BMRI, kehadiran Mandiri EDC Android tersebut akan menambah kemudahan layanan keuangan dan transaksi yang ditawarkan Bank Mandiri, mulai dari kapasitas jumlah transaksi yang jauh lebih masif hingga pemantauan penggunaan EDC mobile dengan teknologi real time EDC positioning system.
Manajemen menambahkan, kehadiran teknologi EDC Android diharapkan juga dapat memberikan pengalaman transaksi baru bagi mitra dan merchant seperti kehadiran laporan yang komprehensif untuk memudahkan analisa bisnis secara akurat.
Mandiri EDC Android ini merupakan solusi Yokke sebagai payment dan technology enabler yang selalu hadir memberikan solusi yang tepat dan inovatif bagi merchants, bank partners, fintech & customers.
Hingga Juli 2021 terdapat lebih dari 150.000 merchant kerja sama, dengan jumlah EDC di kisaran 218.000 unit. Dari jumlah tersebut, Bank Mandiri mencatatkan volume penjualan sebesar Rp 62 triliun per Juli 2021, dengan peningkatan sebesar 13 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Di samping itu Mandiri EDC mencatatkan
Indo Prem ie r Seku ritas | D ail y Rese ar ch | In do ne si a
Refer to Important disclosures on the last of this report
transaksi sebanyak 104 juta di posisi Juli 2021 atau meningkat sebesar 12%
yoy.
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), mengumumkan rencana pembelian kembali atau buyback saham maksimal sejumlah Rp 130,50 miliar atau setara US$ 9 juta (kurs Rp 14.500/US$), yang dananya berasal dari saldo kas internal.
Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen mengatakan perseroan telah menyisihkan sejumlah dana untuk pembelian kembali saham yang berasal dari dana lebih yang tidak akan mengganggu operasional Perseroan.
Dana tersebut termasuk biaya transaksi, biaya pedagang perantara dan biaya lainnya sehubungan dengan transaksi pembelian kembali saham perseroan. Perkiraan jumlah saham yang akan dibeli kembali adalah 190.000.000 saham atau 0,8 % dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan sehingga tidak akan melebihi 10 persen saham termasuk saham treasuri perseroan saat ini.
Adapun terkait periode buyback akan dilaksanakan paling lama 18 bulan sejak disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan dilaksanakan pada 26 Agustus mendatang. Pihak manajemen tidak merinci terkait batas maksimal harga saham, akan tetapi mengatakan bahwa pembelian kembali saham perseroan akan dilakukan dengan harga yang lebih rendah atau sama dengan harga transaksi yang terjadi sebelumnya sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 30.
Buyback tersebut merupakan bagian dari kelanjutan program kepemilikan saham karyawan dan manajemen (ESOP, Employee Stock Option Plan dan MSOP, Management Employee Stock Option Plan) saat ini. Sesuai dengan ketentuan peraturan pasar modal yang berlaku, perseroan dapat mengalihkan saham yang diperoleh pembelian kembali saham untuk pelaksanaan program ESOP dan MSOP.
Pembelian kembali saham hanya akan dilakukan apabila hal tersebut memberikan keuntungan bagi perseroan dan para pemegang sahamnya.
Perseroan tidak akan melaksanakan Pembelian Kembali saham perseroan apabila terdapat dampak negatif secara material yang akan mempengaruhi likuiditas dan permodalan perseroan atau status perseroan sebagai perusahaan terbuka.
PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) berencana menambah modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 4,54 miliar saham.
Indo Prem ie r Seku ritas | D ail y Rese ar ch | In do ne si a
Refer to Important disclosures on the last of this report
Mengacu prospektus yang dipublikasikan manajemen BCIC, saham baru yang diterbitkan tersebut merupakan saham seri C yang setara 45,40% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perusahaan.
Perseroan menetapkan nilai nominal rights issue tersebut Rp 100 per saham dengan harga pelaksanaan Rp 330 per saham. Dengan demikian, dari rights issue ini, eks Bank Century ini bakal meraup dana sebesar Rp 1,50 triliun.
Pemegang Saham Utama Perseroan yakni J Trust Co., Ltd., Jepang, J Trust Asia Pte. Ltd., Singapura dan PT JTrust Investments Indonesia bersama- sama telah menyatakan akan melaksanakan HMETD dengan kompensasi komponen ekuitas lain dan konversi hak tagih dari pinjaman subordinasi seluruhnya bersama-sama senilai Rp 1,36 triliun.
Jika Saham dalam PUT-2021 ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya, ungkap manajemen Bank JTrust, Selasa (24/8/2021).
Pemegang Saham Utama Perseroan yakni J Trust Co., Ltd., Jepang, J Trust Asia Pte. Ltd., Singapura dan PT JTrust Investments Indonesia bersama- sama telah menyatakan akan melaksanakan HMETD dengan kompensasi komponen ekuitas lain dan konversi hak tagih dari pinjaman subordinasi seluruhnya bersama-sama senilai Rp 1,36 triliun.
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan PT GTS Internasional mengenai Penyiapan Rencana Kerjasama dalam Kegiatan Penyediaan dan/atau Pelayanan Kapal, di Jakarta, Selasa (24/8). Nota Kesepahaman dengan PT GTS Internasional (GTSI) ditandatangani oleh Direktur Utama IPCM, dan Direktur Utama PT GTS Internasional.
Kerjasama ini meliputi inventarisasi terhadap potensi yang dimiliki oleh masing-masing pihak dan melakukan kajian-kajian, baik dari aspek finansial, teknis, komersial, hukum dan aspek lainnya yang berkaitan dengan kerjasama. Hal ini bertujuan menjalin kolaborasi untuk memberikan pelayanan kapal yang maksimal bagi pelanggan.
GTSI selama 30 tahun telah mendistribusikan Gas Alam Cair LNG dari Sabang sampai Merauke serta untuk ekspor ke manca negara sebagai sumber energi berkelanjutan. Oleh karena itu, IPCM sebagai penyedia layanan pemanduan penundaan kapal siap untuk mendukung GTSI dalam berkontribusi untuk Indonesia.
Selain itu, saat ini GTSI juga menjadi pelopor dalam mengoperasikan kapal LNG dan Floating Storage Regasification Unit (FSRU), infrastuktur penyedia LNG bagi kebutuhan pembangkit listrik. GTSI sendiri berperan pada empat dari lima FSRU yang beroperasi di Indonesia.
Indo Prem ie r Seku ritas | D ail y Rese ar ch | In do ne si a
Refer to Important disclosures on the last of this report
PT INDO PREMIER SEKURITAS Pacific Century Place 16th Floor SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 - Indonesia p +62 21 5088 7200
ANALYSTS CERTIFICATION
The views expressed in this research report accurately reflect the analyst’s personal views about any and all of the subject securities or issuers; and no part of the research analyst's compensation was, is, or will be, directly or indirectly, related to the specific recommendations or views expressed in the report.
DISCLAIMERS
This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendations contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.
PT. Indo Premier Sekuritas or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.
GTSI berencana mencatatkan saham perdana pada 8 September 2021 mendatang. Dengan rencana tersebut, GTSI akan membangun FSRU permanen untuk melayani kebutuhan listrik di area Sulawesi Utara. Dengan sejumlah pengoperasian FSRU yang dilakukan GTSI tentunya bersinergi dengan IPCM menjadi kerjasama yang positif kedepan.
Dengan adanya penandatanganan MoU ini diharapkan dapat terjalin sinergi yang optimal dalam rangka memberikan pelayanan kapal yang optimal, khususnya bagi pelayanan proyek FSRU.