Indo Prem ie r Seku ritas | D ail y Rese ar ch | In do ne si a
Refer to Important disclosures on the last of this report
Global Market Wrap
Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup bervariasi Dow Jones mengakhiri perdagangan dengan pelemahan tipis sedangkan S&P500 dan Nasdaq ditutup menguat. Data pertumbuhan ekonomi China di 3Q21 yang lebih rendah dari ekspektasi dan turunnya data produksi industri September menjadi sentimen negatif di pasar. Di sisi lain optimime investor akan solidnya laporan keuangan emiten beberapa emiten besar yang akan melaporkan kinerjanya di minggu ini berhasil menjadi sentimen positif untuk indeks.
Pada kuartal tiga tahun ini ekonomi China dilaporkan hanya tumbuh 4.9%
yoy turun signifikan dari kuartal sebelumnya yang tumbuh +7.9% yoy dan lebih rendah dari konsensus ekonom yang dihimpun oleh Reuters pada level 5.2%. Melesetnya data pertumbuhan ekonomi tersebut disebabkan oleh beberapa hal antara lain kenaikan kasus covid19 seiring penyebaran varian delta, terganggunya rantai pasokan, krisis energi, dan goncangan di sektor properti.
Sementara itu investor masih menungggu laporan keuangan beberapa emiten besar antara lain Tesla, Netflix, Johnson & Johnson, United Airlines, Verizon dan IBM. Investor cukup optimis kinerja mereka di kuartal tiga tahun ini akan akan solid seperti kinerja emiten yang telah merilis laporan keuangannya terlebih dulu khususnya dari sektor perbankan.
Dow Jones terkoreksi -36 poin (-0,10%) pada level 35,259
S&P 500 naik +15 poin (+0.34%) pada level 4,486
Nasdaq bertambah +124 poin (+0.84%) pada level 15,022
EIDO melemah -0.09 poin (-0.36%) pada level 24.60
Technical Ideas
Menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street seiring optimisme akan solidnya laporan keuangan emiten di 3Q21 diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. Sementara itu naiknya beberapa harga komoditas dan dimulainya rilis laporan keuangan di dalam negeri akan menjadi tambahan sentimen positf di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan support di level 6,620 dan resistance di level 6,700.
Stocks
HMSP (Buy). Support: Rp1,130, Resist: Rp1,170
UNTR (Buy). Support: Rp25,725, Resist: Rp26,875
BBCA (Buy on Weakness). Support: Rp7,425, Resist: Rp7,650
BTPS (Buy on Weakness). Support: Rp3,740, Resist: Rp3,900 ETF
XIIF (Buy). Support Rp568, Resist: Rp578
XISC (Buy). Support: Rp742, Resist: Rp764
XPES (Buy). Support: Rp395, Resist: Rp401
Items Avg 2020 Terakhir H-1
Nilai transaksi (Rp miliar) 8,849.9 18,756.9 15,850.9
Volume transaksi (jt shm) 7,609.8 14,467.2 13,808.4
Net asing (Rp miliar) -197.6 1,017.2 1,501.8
Net asing (jt shm) -313.0 657.0 1,679.8
Kapitalisasi pasar (Rp tn) 6,071.3 6,392.9 6,368.4
Sektoral
Index Penutupan 1 year
return 1 day
return YTD return
Technology 9,032 N/A 0.0% N/A
Financials 1,526 N/A 1.0% N/A
Healthcare 1,356 N/A 0.1% N/A
Basic Material 1,209 N/A 1.2% N/A
Transportation & Log 1,224 N/A 1.8% N/A
Industrials 1,133 N/A 1.4% N/A
Infrastructur 988 N/A -0.1% N/A
Property 873 N/A 0.3% N/A
Energy 1,051 N/A -0.1% N/A
Consumer Cycl 840 N/A 0.3% N/A
Consumer Non-Cyclica 732 N/A -0.1% N/A
Index Negara Penutupan 1 year
return 1 day
return YTD return
JCI Indonesia 6,659 29.9% 0.4% 11.4%
FSSTI Singapura 3,174 24.8% 0.0% 11.6%
KLCI Malaysia 1,606 5.8% 0.5% -1.3%
SET Thailand 1,644 36.0% 0.3% 13.4%
KOSPI Korsel 3,007 28.1% -0.3% 5.0%
SENSEX India 61,766 52.8% 0.7% 29.3%
HSI Hongkong 25,410 3.5% 0.3% -6.7%
NKY Jepang 29,025 22.6% -0.1% 6.1%
AS30 Australia 7,690 19.5% 0.2% 12.6%
IBOV Brasil 114,428 16.0% -0.2% -3.9%
DJI Amerika 35,259 25.1% -0.1% 15.2%
SX5P Eropa 3,607 23.9% -0.6% 16.0%
UKX Inggris 7,204 22.4% -0.4% 11.5%
Closing
US$ +/- % chg
TLKM 26.79 1,885.3 -0.14 -0.52%
TINS 0.110 1,554.9 0.00 0.53%
*Rp/US$ 14,075
Items
Interest Inflation
Deposito IDR 3 bln 3.50%
Kredit Bank IDR 12.22%
BI 7-Days RR 3.50% 1.60%
Fed Funds Target 0.25% 5.40%
ECB Main Refinancing 0.00% 3.40%
Domestic Yen Interest Call -0.04% -0.40%
Penutupan Ret 1 year
(%) +/- Ret 1 day
(%) Minyak WTI US$/ bbl 82.4 101.9% 0.2 0.19%
CPO RM/ ton 5,175.0 73.4% 76.0 1.49%
Nikel US$/ ton 20,040 28.4% -26.0 -0.13%
Timah US$/ ton 39,139 113.9% 644.0 1.67%
Emas US$/tr. oz 1,764.9 -7.3% -2.8 -0.16%
Batu Bara US$/ ton 239.4 325.1% -0.6 -0.27%
Tepung Terigu US$/ ton 146.5 -7.0% 8.1 5.84%
Jagung US$/bushel 2.6 -30.9% 0.0 1.56%
Kedelai US$/bushel 12.1 16.2% 0.0 0.31%
Tembaga US$/ton 11,299.5 68.1% 761.5 7.23%
Sumber : Bloomberg
Latest
1.90%
-5.15%
-3.40%
0.36%
Indeks Saham
Suku Bunga & Inflasi
Daily IDR
Harga Komoditas Dual Listing (US$)
Real interest rate
Indo Prem ie r Seku ritas | D ail y Rese ar ch | In do ne si a
Refer to Important disclosures on the last of this report
News Highlight
PT PP Presisi Tbk (PPRE) hingga September 2021 telah membukukkan pencapaian kontrak baru yang telah melebihi target tahun ini atau tembus 130% dari target yaitu sebesar Rp 4,7 triliun. Pencapaian kontrak baru itu tumbuh 241% year on year (yoy) dari pencapaian kontrak baru hingga September 2020 sebesar Rp 1,9 triliun.
Pada bulan September 2021, PPRE berhasil menambah perolehan kontrak baru sebesar Rp 1,2 triliun yang didapat dari proyek pembangunan Jalan Hauling Tambang Batubara milik PT Marga Bara Jaya - Jambi. Proyek tersebut dikontribusi dari PT LMA yang merupakan anak perusahaan PT PP Presisi Tbk.
Secara komposisi per lini bisnis, perolehan kontrak baru saat ini telah didominasi mining services sebesar 49,5%, civil work sebesar 43,6%, dan sisanya berasal dari production plant, structure work, dan rental HE sebesar 6,9%.
Dengan meningkatnya pencapaian kontrak baru tersebut, semakin menegaskan upaya PPRE dalam melakukan diversifikasi pada jasa pertambangan.
Pada jasa pertambangan, lingkup pekerjaan PPRE melingkupi pembangunan infrastruktur utama dan pendukung kegiatan pertambangan seperti hauling road development, upgrading dan maintenance, pembuatan stockpile, jetty, port dan infrastruktur lainnya, serta kegiatan utama jasa pertambangan yakni pengupasan lapisan tanah penutup dan hauling services.
PT Multipolar Tbk (MLPL) berencana akan melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu VII (PMHMETD VII). MLPL akan menerbitkan 3 miliar Saham Kelas C Perseroan dengan nilai nominal Rp100 per saham.
MLPL akan menyampaikan Pernyataan Pendaftaran dalam rangka PMHMETD VII kepada OJK segera setelah RUPSLB yang akan diselenggarakan pada tanggal 24 November 2021 menyetujui rencana dan PMHMETD VII akan dilaksanakan setelah Pernyataan Pendaftaran Perseroan tersebut telah dinyatakan efektif oleh OJK.
Ads by
Perseroan berencana untuk menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari PMHMETD VII (setelah dikurangi dengan seluruh komisi-komisi, biaya- biaya, ongkos-ongkos dan pengeluaran-pengeluaran lainnya) untuk pelunasan sebagian utang bank Perseroan dan untuk pengembangan usaha dan/atau investasi.
Indo Prem ie r Seku ritas | D ail y Rese ar ch | In do ne si a
Refer to Important disclosures on the last of this report
MLPL juga akan mematuhi ketentuan Peraturan OJK mengenai Transaksi Material, Transaksi Afiliasi, dan/atau Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan.
Informasi final sehubungan dengan penggunaan dana MLPL nantinya akan diungkapkan dalam prospektus yang diterbitkan dalam rangka PMHMETD VII yang akan disediakan kepada pemegang saham yang berhak pada waktunya, sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Dengan dilaksanakannya PMHMETD VII ini, MLPL akan memperoleh tambahan dana dalam bentuk tunai untuk dapat digunakan untuk melunasi sebagian utang bank Perseroan dan untuk mengembangkan usaha dan/atau investasi sebagaimana diuraikan pada bagian Perkiraan Secara Garis Besar Penggunaan Dana.
PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA), emiten produsen keramik, mencetak kinerja yang memuaskan hingga kuartal ketiga 2021. Tumbuhnya penjualan mendorong peningkatan laba bersih Arwana hingga September tahun ini.
Berdasarkan laporan keuangan per September 2021, ARNA mencatatkan penjualan neto sebesar Rp 1,88 triliun. Jumlah itu terkerek 16,91%
dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp 1,61 triliun.
Hingga September 2021, beban pokok penjualan ARNA juga tercatat naik 6,97% menjadi Rp 1,20 triliun. Sedangkan pada September 2020 beban pokok penjualan ARNA hanya mencapai Rp 1,12 triliun.
Alhasil, laba kotor ARNA melonjak 40,17%. Margin laba kotor ARNA pun naik menjadi 35,91% dari sebelumnya hanya 29,95% karena efisiensi beban pokok.
ARNA juga terpantau masih membukukan kenaikan pada sejumlah pos beban. Seperti beban penjualan, yang meningkat 17,55% menjadi Rp 163,57 miliar. Pada periode Januari-September 2020, beban penjualan Arwana mencapai Rp 139,13 miliar.
Kenaikan juga dijumpai pada beban umum dan administrasi menjadi Rp 73,95 miliar per September 2021. Angka itu bertambah 26,04% dari sebelumnya Rp 58,67 miliar per September 2020.
Perseroan membukukan laba usaha Rp 444,27 miliar hingga kuartal ketiga 2021. Laba usaha Arwana ini melesat hingga 55,73% secara tahunan. Alhasil, laba bersih Arwana terkerek 56,85% dari sebelumnya Rp 221,50 miliar menjadi Rp 347,44 miliar.
Indo Prem ie r Seku ritas | D ail y Rese ar ch | In do ne si a
Refer to Important disclosures on the last of this report
PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (15/10) telah menyetujui rencana penambahan modal perseroan lewat skema rights issue.
Perseroan akan meningkatkan modal dasar dari semula 16 miliar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1,6 triliun menjadi sebanyak 40 miliar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 4 triliun.
Untuk menambah modal dasar tersebut, BBHI akan melakukan rights issue dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 11 miliar saham biasa atas nama dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 100/saham.
RUPSLB telah memberikan kuasa dan wewenang dengan substitusi kepada Direksi perseroan untuk melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).
Selain itu, rapat juga menyetujui pengunduran diri Ronald Waas dan pemberhentian dengan hormat Harry Abbas sebagai direktur perseroan.
Pemegang saham telah mengangkat Ari Yanuanto Asah sebagai Direktur Utama Bank Allo dan Ganda Raharja Rusli sebagai Direktur.
PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 133,96 miliar pada kuartal III 2021. Angka ini melonjak 166%
dibandingkan periode sama tahun 2020 yang hanya Rp 50,238 miliar.
Dengan begitu, laba bersih per saham perusahaan ini naik menjadi Rp 34,05 per saham, melesat dari kuartal III 2020 yang hanya Rp 12,77 per saham.
Dalam laporan keuangan perusahaan kuartal III 2021 yang belum diaudit yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia, Senin (18/10), pendapatan BALI tumbuh 22,61% menjadi Rp 694,5 miliar.
Lebih detail, pendapatan dari menara dan jaringan perusahaan ini naik 7,06% menjadi Rp 409,25 miliar. Lalu, pendapatan BALI dari bisnis komunikasi data, internet dan televisi kabel juga naik sebesar 55,73%
menjadi Rp 285,24 miliar.
Meski beban pokok pendapatan BALI naik 13,35% menjadi Rp297,37 miliar, laba kotor perusahaan tercatat tetap naik 31,02% menjadi Rp397,13 miliar.
Sedangkan kas bersih BALI diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp398,12 miliar atau turun 8,29% dibanding kuartal III 2020 yang sebesar Rp 434,8 miliar.
Indo Prem ie r Seku ritas | D ail y Rese ar ch | In do ne si a
Refer to Important disclosures on the last of this report
PT INDO PREMIER SEKURITAS Pacific Century Place 16th Floor SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 - Indonesia p +62 21 5088 7200
ANALYSTS CERTIFICATION
The views expressed in this research report accurately reflect the analyst’s personal views about any and all of the subject securities or issuers; and no part of the research analyst's compensation was, is, or will be, directly or indirectly, related to the specific recommendations or views expressed in the report.
DISCLAIMERS
This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendations contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.
PT. Indo Premier Sekuritas or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.