57
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 01 Ngablak Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Pada Tahun Pelajaran 2017/2018 di Sekolah Dasar Negeri 01 Ngablak memiliki jumlah siswa sebanyak 143. Subjek penelitian dilakukan pada siswa kelas II dengan jumlah siswa laki-laki 9 siswa dan perempuan 11 siswa, total frekuensi subjek adalah 20 siswa. Sebelum melakukan tindakan, terlebih dahulu peneliti melakukan observasi terhadap siswa dan guru SD Negeri 01 Ngablak. Berdasarkan hasil observasi yang menunjukkan bahwa kurangnya jawaban yang bervariasi yang diberikan oleh siswa, siswa cenderung diam dan jarang memberikan pertanyaan terkait dengan pembelajaran yang berlangsung, kegiatan pembelajaran yang berlangsung masih fokus menggunakan buku paket, masih kurangnya model pembelajaran yang berperan penting dalam merangsang pola pikir pada siswa, guru cenderung masih menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu dengan ceramah dan penugasan sehingga rendahnya tingkat kreativitas siswa berdampak pada sikap siswa dalam pembelajaran,
Dalam pelaksanaan tindakan akan diuraikan deskripsi sebelum tindaka dilakukan, deskripsi tindakan siklus I terdiri atas tahapan, perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, kemudian dilakukan refleksi siklus I dan deskripsi siklus II ini juga terdiri dari tahapan, perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, kemudian dilakukan refleksi siklus II.
4.1.1.1 Deskripsi Pra Siklus
Berdasarkan hasil Observasi yang dilakukan oleh peneliti dengan Wali Kelas II SDN Ngablak 1 Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali, Data yang di dapat penulis hasil belajar siswa kelas II yaitu PPKn 72, Bahasa Indonesia 70, Matematika 60, dan SBdP 80.Berdasarkan data hasil belajar di atas Rata-rata nilai matematika paling rendah, dari 20 jumlah siswa rata-rata nilai matematika 60, dalam mengikuti ulangan harian tema 1 subtema 2,
muatan PPKn, Matematika, Bahasa Indonesia dan SBdP. Standar ketuntasan minimum untuk setiap mata pelajaran kelas II SDN Ngablak 1 Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali adalah 65.
Hasil belajar Matematika di SD Negeri 01 Ngablak sebelum melakukan tindakan, hasil belajar siswa masih rendah, dapat dilihat dari hasil ulangan harian tema 1 subtema 2 sebagian besar siswa memperoleh nilai dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM ≥ 65).
Siswa yang mendapat nilai dibawah KKM berjumlah 6 siswa dengan presentase 70% sedangkan siswa yang memperoleh nilai diatas KKM berjumlah 14 siswa dengan presentase 30 %. Dengan data tersebut dapat disimpulkan bahwa 48 lebih banyak siswa yang memperoleh nilai dibawah KKM, dari pada siswa yang memperoleh nilai diatas KKM, ketuntasan belajar Matematika dapat dilihat pada tabel 4.1 sebagai berikut :
Tabel 4.1
Tabel Nilai Tema 1 Subema 2 kondisi Pra Siklus
No Ketuntasan belajar Nilai pra siklus
Banyak siswa Presentase
1 Siswa tidak tuntas 14 70%
2. Siswa Tuntas 6 30%
Jumlah 20 100%
4.1.1.2 Perencanaan Siklus 1
Setelah memperoleh data mengenai hasil belajar siswa kelas II SDN 01 Ngablak Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali pada kondisi awal, maka peneliti melakukan diskusi dengan guru kelas untuk melanjutkan dengan pelaksanaan siklus 1. Dalam siklus 1 peneliti melakukan 2 kali pertemuan kegiatan belajar mengajar, atas kesepakatan guru kelas 2 dengan peneliti pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tersebut akan dilaksanakan pada hari senin dan selasa. Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai peneliti menyiapkan semua perlengkapan yang diperlukan pada saat mengajar yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), alat peraga, menyiapkan soal tes, dan juga lembar observasi. Lembar observasi bertujuan untuk mengamati kegiatan yang
dilakukan oleh peneliti. Hasil observasi tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pertemua berikutnya.
a. Pelaksanaan Tindakan Siklus 1
Pelaksanaan tindakan siklus I berdasarkan keputusan peneliti bersama observer untuk melakukan kegiatan pembelajaran siklus I yang akan dilaksanakan dua kali pertemuan, sesuai dengan rencana kegiatan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran tiap pertemuan sama hanya saja beda pada indikatornya, pada setiap pertemuan akan diberi tugas kelompok, soal evaluasi siklus I diberi pada kegiatan akhir pertemuan kedua.
Pertemuan 1
Pertemuan pertama ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 31 Oktober 2018. Dengan tema 3 subtema 2 pembelajaran 3. Pada pertemuan ini ada tiga mata pelajaran pelajaran yang akan di ajarkan yaitu, PPKn, Matematika dan Bahasa Indonesia.
Pada kegiatan awal pembelajaran guru mempersiapkan ruang kelas dan media yang akan digunakan, guru memberi salam kepada siswa, melaukan komunikasi dengan memperkenalkan diri, mengajak siswa untuk berdoa dipimpin salah satu siswa sebelum pembelajaran dimulai, siswa diabsen oleh guru, setelah melakukan absensi guru menyampaikan materi pembelajaran dan tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti dimulai dengan memberikan permasalah awal untuk dipecahkan siswa melalui sebuah pertanyaan. Kemudian guru memberikan motivasi kepada siswa agar siswa dapat terlibat aktif dan kreativ dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang beranggotakan 4 orang berdasarkan tingkat kemampuan akademik dan jenis kelamin setelah siswa dibentuk dalam kelompok dan berkumpul dengan anggota kelompok masing-masing siswa berdiskusi bersama kelompok untuk memecahkan soal yang diberikan oleh guru. Setiap kelompok mencari informasi dari buku, ataupun pengalaman pribadi dalam menjawab soal yang telah diberikan guru.
Pada kegiatan penutup guru memberikan siswa kesempatan untuk bertanya mengenai hal yang b elum dipahami, kemudian menyimpulkan pembelajaran yang
telah dipelajari, guru meminta siswa untuk belajar dirumah untuk materi berikutnya kemudian menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam dan doa. Pertemuan II
Pertemuan pertama ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 1 November 2018. Dengan tema 3 subtema 2 pembelajaran 4. Pada pertemuan ini ada tiga mata pelajaran pelajaran yang akan di ajarkan yaitu, PPKn, Matematika dan Bahasa Indonesia.
Pada kegiatan awal pembelajaran guru mempersiapkan ruang kelas dan media yang akan digunakan, guru memberi salam kepada siswa, melaukan komunikasi dengan memperkenalkan diri, mengajak siswa untuk berdoa dipimpin salah satu siswa sebelum pembelajaran dimulai, siswa diabsen oleh guru, setelah melakukan absensi guru menyampaikan materi pembelajaran dan tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti dimulai dengan memberikan permasalah awal untuk dipecahkan siswa melalui sebuah pertanyaan. Kemudian guru memberikan motivasi kepada siswa agar siswa dapat terlibat aktif dan kreativ dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang beranggotakan 4 orang berdasarkan tingkat kemampuan akademik dan jenis kelamin setelah siswa dibentuk dalam kelompok dan berkumpul dengan anggota kelompok masing-masing siswa berdiskusi bersama kelompok untuk memecahkan soal yang diberikan oleh guru. Setiap kelompok mencari informasi dari buku, ataupun pengalaman pribadi dalam menjawab soal yang telah diberikan guru. Setelah berdiskusi siswa memyampaikan hasil diskusinya.
Pada kegiatan penutup guru memberikan siswa kesempatan untuk bertanya mengenai hal yang belum dipahami, kemudian menyimpulkan pembelajaran yang telah dipelajari, guru meminta siswa untuk belajar dirumah untuk materi berikutnya kemudian menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam dan doa.
b. Observasi
Observasi dilakukan pada pelaksanaan pembelajaran berlangsung, dilakukan oleh observer yaitu dua kali pertemauan, observasi dilakukan untuk
mengetahui kegiatan peneliti selama proses pembelajaran berlangsung, hasil observsi yang diperoleh sudah melakukan sintak Model treffinger.
Tabel 4.2
Hasil Observasi Kegiatan Guru dan Siswa Siklus 1
Pertemuan Hasil Observasi Guru Siswa Keterlaksanaan Keterlaksanaan Ya Tidak Ya Tidak 1 8 0 8 0 2 8 0 8 0 c. Refleksi
Berdasarkan pembelajaran yang dilakukan 2 pertemuan, kemampuan kreativitas dan hasil belajar siswa kelas 2 mengalami peningkatan dan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.
Pada siklus I ini terdapat kelemahan pada guru, peneliti dan siswa. Dalam pembelajaran terdapat kekurangan dari guru yaitu kurangnya mengendalikan siswa yang gaduh, kurang membuat siswa untuk mengemukakan pendapat, guru kurang menegur siswa yang tidak aktif dalam kelolpok.
Pada siklus II diharapkan perbaikan guru dan peneliti untuk menjalankan model treffinger. Diharapkan siswa tidak gaduh, siswa mampu mempresentasikan hasil kerjanya dan dapat sering bertanya jawab dan mengemukakan pendapat. 4.1.1.3 Perencanaan Siklus II
Pada tahap siklus II diuraikan ada empat tahap yang akan dilakukan yaitu tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, yang sesuai dengan tahap peneltian Kemmis dan Mc Tanggart (Arikunto 2007:16) menggemukakan ada empat tahap pelaksanaan penelitian yang meliputi, perencanaan, pelaksanaan tindakkan, observasi, dan refleksi. Bagian pelaksanaan tindakkan siklus II diuraikan pada perencanaan tindakan yang akan direncanakan yang mengenai apa yang akan dilakukan serta yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, setelah melakukan tindakan perencanaan maka dilaksanakan pelaksanaan tindakan dan observasi, kemudian setelah melakukan pelaksanaan tindakan dan observasi dilanjutkan dengan refleksi yang berdasarkan
dengan hasil observasi. kegiatan pada siklus II ini dibagi menjadi 2 kali pertemuan.
a. Pelaksanaan Tindakan Siklus II
Pelaksanaan siklus II gunanya untuk memperbaiki kekurangan pertemuan pada siklus I, dengan melakukan refleksi berdiskusi dengan guru kelaas 2 tentang hal-hal yang harus diperbaiki dan dipersiapkan pada pertemuan siklus II. Dari hasil belajar siklus I yang disesuaikan dengan KKM yang telah ditetukan hasil belajar dan kreativitas siswa masih belum mencapai KKM, maka diperlukan perbaikan pada siklus II. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus II yang telah di susun terdiri dari 2 kali pertemuan, dengan tema 3 Tugasku Sehari-hari subtema 3 Tugasku Sebagai Umat Beragama. Pada pertemuan pertama dan kedua dalam menyampikan materi dilakukan dengan penerapan model pembelajaran
treffinger, pada setiap pembelajaran kegiatan inti dilakukan kerja kelompok, pada
pertemuan kedua di akhir pembelajaran dilakukan evaluasi siklus II.
Pelaksanaan siklus II dilakukan sebanyak dua kali pertemuan yang dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), langkahlangkah kegiatan pembelajaran tiap pertemuan sama hanya saja beda pada Subtema nya, pada setiap pertemuan akan diberi tugas kelompok, soal evaluasi siklus II diberi pada kegiatan akhir pertemuan kedua. pertemuan pertama dilaksanakan pada Jumat 2 November 2018, pada tema 3 Tugasku Sehari-hari, Subtema 3 Tugasku Sebagai Umat Beragama.
Pertemuan 1
Pertemuan pertama ini dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 2 November 2018. Dengan tema 3 subtema 3 pembelajaran 3. Pada pertemuan ini ada tiga mata pelajaran pelajaran yang akan di ajarkan yaitu, PPKn, Matematika dan Bahasa Indonesia.
Pada kegiatan awal pembelajaran guru mempersiapkan ruang kelas dan media yang akan digunakan, guru memberi salam kepada siswa, melaukan komunikasi dengan memperkenalkan diri, mengajak siswa untuk berdoa dipimpin salah satu siswa sebelum pembelajaran dimulai, siswa diabsen oleh guru, setelah
melakukan absensi guru menyampaikan materi pembelajaran dan tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti dimulai dengan memberikan permasalah awal untuk dipecahkan siswa melalui sebuah pertanyaan. Kemudian guru memberikan motivasi kepada siswa agar siswa dapat terlibat aktif dan kreativ dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang beranggotakan 4 orang berdasarkan tingkat kemampuan akademik dan jenis kelamin setelah siswa dibentuk dalam kelompok dan berkumpul dengan anggota kelompok masing-masing siswa berdiskusi bersama kelompok untuk memecahkan soal yang diberikan oleh guru. Setiap kelompok mencari informasi dari buku, ataupun pengalaman pribadi dalam menjawab soal yang telah diberikan guru.
Pada kegiatan penutup guru memberikan siswa kesempatan untuk bertanya mengenai hal yang belum dipahami, kemudian menyimpulkan pembelajaran yang telah dipelajari, guru meminta siswa untuk belajar dirumah untuk materi berikutnya kemudian menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam dan doa. Pertemuan II
Pertemuan pertama ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 3 November 2018. Dengan tema 3 subtema 3 pembelajaran 4. Pada pertemuan ini ada tiga mata pelajaran pelajaran yang akan di ajarkan yaitu, PPKn, Matematika dan Bahasa Indonesia.
Pada kegiatan awal pembelajaran guru mempersiapkan ruang kelas dan media yang akan digunakan, guru memberi salam kepada siswa, melaukan komunikasi dengan memperkenalkan diri, mengajak siswa untuk berdoa dipimpin salah satu siswa sebelum pembelajaran dimulai, siswa diabsen oleh guru, setelah melakukan absensi guru menyampaikan materi pembelajaran dan tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti dimulai dengan memberikan permasalah awal untuk dipecahkan siswa melalui sebuah pertanyaan. Kemudian guru memberikan motivasi kepada siswa agar siswa dapat terlibat aktif dan kreativ dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang beranggotakan 4 orang berdasarkan tingkat kemampuan akademik dan jenis
kelamin setelah siswa dibentuk dalam kelompok dan berkumpul dengan anggota kelompok masing-masing siswa berdiskusi bersama kelompok untuk memecahkan soal yang diberikan oleh guru. Setiap kelompok mencari informasi dari buku, ataupun pengalaman pribadi dalam menjawab soal yang telah diberikan guru. Setelah berdiskusi siswa memyampaikan hasil diskusinya.
Pada kegiatan penutup guru memberikan siswa kesempatan untuk bertanya mengenai hal yang belum dipahami, kemudian menyimpulkan pembelajaran yang telah dipelajari, guru meminta siswa untuk belajar dirumah untuk materi berikutnya kemudian menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam dan doa.
a. Observasi
Observasi dilakukan pada pelaksanaan pembelajaran berlangsung, dilakukan oleh observer yaitu dua kali pertemauan, observasi dilakukan untuk mengetahui kegiatan peneliti selama proses pembelajaran berlangsung, hasil observsi yang diperoleh sudah melakukan sintak Model treffinger.
Tabel 4.3
Hasil Observasi Kegiatan Guru Dan Siswa Siklus 2
Pertemuan Hasil Observasi Guru Siswa Keterlaksanaan Keterlaksanaan Ya Tidak Ya Tidak 1 8 0 8 0 2 8 0 8 0
Dari tabel 4.2 dapat disimpilkan keterlaksanaan sintaks model treffinger dari 8 langkah pada pertemuan pertama semua langkah terlaksana dengan baik, begitu juga pertemuan kedua semua langkah terlaksana dengan baik.
4.1.2 Deskripsi Data Hasil Penelitian
Dalam bagian Deskripsi data hasil penelitian akan dibahas tentang deskripsi dan analisis data, akan dijelaskan dari masing-masing data siklus I dan siklus II yang terdiri dari data hasil belajar dan kreativitas siswa. Pada lembar observasi data siklus I dan siklus II yang akan dianalisis adalah 1) hasil analisis data aktivitas guru siklus I dan II. 2) hasil analisis data aktivitas siswa siklus I dan II. 3) hasil analisis data angket siswa pra siklus, siklus 1 dan siklus II dan 4) hasil analisis data ketuntasan hasil belajar siklus I dan siklus II.
4.1.2.1 Deskripsi Analisis Data Aktivitas Guru Siklus I Dan Siklus II Analisis data aktiviatas guru dalam proses pembelajaran Tema 3 Peduli Terhadap Mahluk Hidup Kelas 4 pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel 4.4.
Tabel 4.4
Hasil aktivitas guru dalam pembelajaran Tema 3 Tugasku Sehari-hari Pada siklus I dan siklus 2
Skor penilaian
Siklus I Siklus II
Frekuensi persentase Frekuensi Persentase
100 9 100% 9 100%
0 0 0 0 0
Berdasarkan hasil analisis data aktivitas guru tabel 4.4, maka dijelaskan bahwa: Pada siklus I dan siklus II aktivitas guru dalam pembelajaran dengan menggunakan model treffinger keseluruhan sudah dilakukan adalah 9 atau 100% sudah dilakukan. Keseluruhan kegiatan sudah dilakukan oleh guru dan peneliti dengan sebaik mungkin. Peningkatan dapat dilihat pada grafik di bawah ini:
Grafik 4.1
Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Tema 3 Tugasku Sehari Hari 4.1.2.2 Deskripsi Analisis Data Aktivitas Siswa Siklus I dan Siklus II
Analisis data aktivitas guru dalam proses pembelajaran tema 3 Tugasku Sehari-hari kelas 4 pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel 4.5
Tabel 4.5
Hasil Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Tema 3 Tugasku Sehari-hari Pada siklus I dan siklus 2
Skor penilaian
Siklus I Siklus II
Frekuensi persentase Frekuensi Persentase
100 9 100% 9 100%
0 0 0 0
Berdasarkan hasil analisis data aktivitas siswa pada tabel 4.5, maka dapat dijelaskan bahwa:
Pada siklus I dan siklus II aktivitas guru dalam pembelajaran dengan menggunakan model treffinger keseluruhan sudah dilakukan adalah 9 atau 100% sudah dilakukan. Keseluruhan kegiatan sudah dilakukan oleh guru dan peneliti dengan sebaik mungkin. Peningkatan dapat dilihat pada grafik di bawah ini:
Grafik 4.2
Grafik Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Tema 3 Tugasku Sehari-hari
4.1.2.3 Uji Deskriptif Kreativitas Siswa
Analisis deskriptif ini digunakan untuk mengetahui gambaran dari sebuah data. Analisis deskriptif yaitu skor terendah (minimum), skor terendah (maximum), rata-rata (mean)dan standar deviasi.
Instrumen yang digunakan pada pra siklus yaitu indikator kreativitas. Analisis deskriptif menggunakan Microsoft Excel 2010. Hasil analisis data pra siklus dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.6
Descriptive statistics kreativitas Pra siklus
N Minimum maximum Mean Std.deviation
Pra siklus 20 45 69 60,2 6,11
Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dengan jumlah (N) sebanyak 20 siswa pada pra siklus memperoleh skor rata-rata 60,2, nilai tertinggi 69, nilai terendah 45 dan standar deviasi 6,11
4.1.2.4 Hasil Analisis Data Pra Siklus
Hasil analisis data kreativitas siswa kelas 4 pada pra siklus dapat dilihat pada tabel 4.7
Tabel 4.7
Hasil Angket Kreativitas Siswa
Kriteria Rentang nilai Frekuensi Presentase
Sangat baik 70-80 - -
Baik 60-69 10 50%
Cukup 56-60 6 30%
Kurang baik 45-55 4 20%
Total 20 100%
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan pada kriteria kurang baik masih terdapat 4 siswa atau 20%, kriteria cukup 6 siswa atau 30%, kriteria baik 10 siswa atau 50%.
4.1.2.5 Analisis Deskriptif Pengukuran Siklus I Kreativitas Siswa
Instrumen yang digunakan pada siklus I yaitu indikator kreativitas. Analisis deskriptif menggunakan microsoft excel 2010. Hasil analisis data siklus I dapat dilihat pada tabel 4.8 dibawah ini:
Tabel 4.8 Descriptive statistics
Siklus I
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Siklus I 20 55 90 81,95 8,32
Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dengan jumlah(N) sebanyak 20 siswa pada siklus I memperoleh skor rata-rata 81,95 nilai tertinggi 90,nilai terendah 55 dan standar deviasi 8,32
4.1.2.6 Hasil Analisis Data Angket Siklus 1
Hasil analisis data kreativitas siswa kelas 4 pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.9
Tabel 4.9
Hasil angket kreativitas siswa
Kriteria Rentang nilai Frekuensi Presentase
Sangat baik 86-90 10 50%
Baik 76-85 5 25%
Cukup 66-75 4 20%
Kurang baik 55-65 1 5%
Total 20 100%
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan kriteria angket krativitas cendderung pada kritetia Baik dengan prosentase 50%dan Sangat Baik dengan prosentase 50%
4.1.2.7 Analisis Deskriptif Pengukuran Siklus II Kreativitas
Instrumen yang digunakan pada siklus II yaitu indikator kreativitas. Analisis deskriptif menggunakan microsoft excel 2010. Hasil analisis data siklus II dapat dilihat pada tabel 4.10 dibawah ini:
Tabel 4.10 Descriptive statistics
Siklus II
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Siklus II 20 76 99 87.6 6.26
Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dengan jumlah(N) sebanyak 29 siswa pada siklus II memperoleh skor rata-rata 87.6 nilai tertinggi 99,nilai terendah 76 dan standar deviasi 6,26.
4.1.2.8 Hasil Analisis Data Angket Siklus II
Hasil analisis data kreativitas siswa kelas 4 pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4.11
Tabel 4.11
Hasil angket kreativitas siklus 11
Kriteria Rentang nilai Frekuensi Presentase
Sangat baik 86-100 15 75%
Baik 76-85 5 25%
Cukup 66-75 - -
Kurang baik 55-65 - -
Total 20 100%
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan pada kriteria baik 5 siswa atau 25% dan sangat baik 15 siswa atau 75%%.
4.1.2.9 Hasil Uji Deskriptif Kreativitas Pra Siklus, Siklus I, Siklus II
Instrumen yang digunakan pada pra siklus, siklus I, siklus II yaitu indikator kreativitas. Analisis deskriptif menggunakan microsoft excel 2010. Hasil analisis data pra siklus, siklus I, siklus II dapat dilihat pada tabel 4.12 dibawah ini:
Tabel 4.12 Descriptive statistics Pra siklus, siklus I, siklus II
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Pra siklus 20 45 69 60,2 6,11
Siklus I 20 55 90 81,95 8,32
Siklus II 20 76 99 87,6 6,26
Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dengan jumlah(N) sebanyak 20 siswa pada pra siklus memperoleh skor rata-rata 60,2 siklus I memperoleh rata-rata 81,95, siklus II memperoleh rata-rata 87,6. Pra siklus memperoleh nilai minimum 45, siklus I memproleh nilai minum 55, siklus II memperoleh nilai minimum 76. Pra siklus memperoleh nilai maximum 69, siklus I memperoleh nilai maximum 90, siklus II memperoleh nilai maximum 99. Pra siklus memeroleh stanadar deviasi 6,11, siklus I memperoleh standar deviasi 8,32, siklus II memperoleh standar deviasi 6,26.
4.1.2.10 Hasil Angket Data Pra siklus, siklus I, Siklus II
Hasil analisis data kreativitas siswa kelas 2 pada pra siklus, siklus I, siklus II dapat dilihat pada tabel 4.13
Tabel 4.13
Hasil angket kreativitas Pra siklus, siklus I, siklus II
No Kriteria Pra siklus Siklus I Siklus II
Jumlah Persentase Jumlah persentase Jumlah persentase
1 Sangat baik - - 10 50% 15 75%
2 Baik 10 50% 5 25% 5 25%
3 Cukup 6 30% 4 20% - -
4 Kurang 4 20% 1 5% - -
Jumlah 20 100% 20 100% 20 100%
Berdasarkan tabel diatas pada pra siklus tidak ada siswa yang mencapai sangat baik pada siklus 1 meningkat menjadi 10 atau 50%, disiklus II 15 siswa
atau 75%. Pada kriteria baik di pra siklus 10 siswa atau 50%, siklus I 5 siswa atau 20%, siklus II 5 siswa atau 25%. Pada kriteria cukup pada pra siklus 6 siswa atau 30%, siklus I 4 siswa atau 20%, siklus II tidak ada. Pada kriteria siklus II tidak ada. Pada kriteria kurang di pra siklus 4 siswa atau 20%, siklus I 1 siswa atau 5%, siklus II tidak ada kurang di pra siklus 4 siswa atau 20%, siklus I 1 siswa atau 5%, siklus II tidak ada.
Maka dapat disimpulkan kreativitas dari data yang diisi siswa mulai data pra siklus, siklus I, siklus II menunjukkan adanya peningkatan kreativitas siswa kelas 2 SD N Ngablak 01 Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali. Peningkatan dapat dilihat pada grafik di bawah ini.
0 2 4 6 8 10 12 14 16
pra siklus siklus I Siklus II
Kurang Cukup Baik
SANGAT BAIK
Grafik 4.3
Grafik Peningkatan Kreativitas Pada pra siklus, siklus I, siklus II
4.1.2.11 Analisis Data Hasil Belajar Siswa Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II Hasil analisis data hasil belajar pra siklus dapat dilihat pada tabel 4.14
Tabel 4.14
Nilai Pra Siklus Hasil Bejalar
No Rentang Nilai Pos Test
Jumlah Presentase
1. 0-25 - -
2. 26-40 - -
4. 65-80 3 15% 5. 81-100 3 15% Jumlah 20 KKM 65 Rata-Rata 66,05 Nilai Tertinggi 100 Nilai Terendah 45
Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa nilai pra siklus siswa I yang berada di rentang 0-25 tidak ada. Siswa yang berada di rentang 26-40 adalah tidak ada. Siswa yang berada di rentang 41-64 adalah 14 siswa atau 70%. Siswa yang berada di rentang 65-80 adalah 3 siswa atau 15%. Siswa yang rentang 81-100 adalah 3 siswa atau 15%. Dengan KKM 65, rata-ratanya 66,05, memiliki nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 30.
Tabel 4.15
Nilai tes siklus I Tema 3 Tugasku Sehari-hari
No Rentang Nilai Pos Test
Jumlah Presentase 1. 0-25 - - 2. 26-40 1 5% 3. 41-64 4 20% 4. 65-80 4 20% 5. 81-100 11 55% Jumlah 20 KKM 65 Rata-Rata 81,95 Nilai Tertinggi 100 Nilai Terendah 30
Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa nilai postest siswa pada siklus I yang berada di rentang 0-25 tidak ada. Siswa yang berada di rentang 26-40 adalah 1 siswa atau 5%. Siswa yang berada di rentang 41-64 adalah 4 siswa
atau 20%. Siswa yang berada di rentang 65-80 adalah 4 siswa atau 20%. Siswa yang rentang 81-100 adalah 11 siswa atau 55%. Dengan KKM 65, rata-ratanya 81,95 memiliki nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 30.
Maka dapat disimpulkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah dilakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran treffinger pada tema 3 Tugasku sehari-hari.
Tabel 4.16
Nilai tes Siklus II tema 3 Tugasku Sehari-hari
No Rentang Nilai Pos Test
Jumlah Presentase 1. 0-25 - - 2. 26-40 - - 3. 41-64 - - 4. 65-80 4 20% 5. 81-100 16 80% Jumlah 20 KKM 65 Rata-Rata 87,6 Nilai Tertinggi 100 Nilai Terendah 80
Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa nilai postest siswa pada siklus II yang berada di rentang 0-25 tidak ada. Siswa yang berada di rentang 26-40 tidak ada. Siswa yang berada di rentang 41-64 adalah 0 tidak ada. Siswa yang berada di rentang 65-80 adalah 4 siswa atau 20%. Siswa yang rentang 81-100 adalah 16 siswa atau 80%. Dengan KKM 65, rata-ratanya 87,6, memiliki nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 80.
Maka dapat disimpulkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah dilakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran treffinger pada tema 3 Tugasku sehari-hari.
Tabel 4.17
Nilai Tes Siklus I dan Siklus II
No Rentang nilai Siklus I Siklus II
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
1 0-25 - - - - 2 26-40 1 5% - - 3 41-64 4 20% 4 65-80 4 20% 4 20% 5 81-100 11 55% 16 80% Jumlah 20 100% 20 100% KKM 65 65 Rata-rata 81,95 87,6 Nilai tertinggi 100 100 Nilai terendah 30 80
Berdasarkan tabel 4.16 diatas dapat disimpulkan bahwa nilai yang diperoleh dari I yang berada di rentang 0-25 tidak ada. Siswa yang berada di rentang 26-40 adalah 1 siswa atau 5%. Siswa yang berada di rentang 41-64 adalah 4 siswa atau 20%. Siswa yang berada di rentang 65-80 adalah 4 siswa atau 20%. Siswa yang rentang 81-100 adalah 11 siswa atau 55% dengan rata-rata 81,95. Pada siklus II yang berada di rentang 0-25 tidak ada. Siswa yang berada di rentang 26-40 tidak ada. Siswa yang berada di rentang 41-64 adalah 0 tidak ada. Siswa yang berada di rentang 65-80 adalah 4 siswa atau 20%. Siswa yang rentang 81-100 adalah 16 siswa atau 80%. Dengan KKM 65, rata-ratanya 87,6 memiliki nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 80. Peningkatan hasil belajar siswa SDN 01 Ngablak Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada grafik dibawah ini.
Grafik 4.4
Grafik peningkatan hasil belajar siswa siklus I dan siklus II
Secara spesifik peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari muatan pelajaran pada tema 3 tugasku sehari-hari yaitu mata pelajaran Bahasa Indonesia, PPKn, Matematika pada siklus 1 maupun siklus II dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.18
Data ketuntasan hasil belajar Bahasa Indonesia Tema3 Tugasku Sehari-hari
Pada siklus I dan Siklus II No Kriteria
Siklus I Siklus II
Jumlah Presentase Jumlah Persentase
1 Tuntas 14 70% 18 90%
2 Tidak tuntas 6 30% 2 10%
Jumlah 20 100% 20 100%
Berdasarkan tabel diatas pada siklus 1 muatan Bahasa Indonesia dengan nilai tuntas ≥65 sebanyak 14 siswa atau sebesar 70%, dan siswa yang belum mencapai KKM 6 siswa atau 30%. Sedangkan pada Siklus II 18 siswa atau 90% sudah tuntas dan 2 siswa atau 10% belum tuntas.
Tabel 4.19
Data ketuntasan hasil belajar PPKn Tema3 Tugasku Sehari-hari
Pada siklus I dan Siklus II No Kriteria
Siklus I Siklus II
Jumlah Presentase Jumlah Persentase
1 Tuntas 14 70% 19 95%
2 Tidak tuntas 6 30% 1 5%
Jumlah 20 100% 20 100%
Berdasarkan tabel diatas pada siklus 1 muatan PPKn dengan nilai tuntas ≥65 sebanyak 14 siswa atau sebesar 70%, dan siswa yang belum mencapai KKM 6 siswa atau 30%. Sedangkan pada Siklus II 19 siswa atau 95% sudah tuntas dan 1 siswa atau 5% belum tuntas.
Tabel 4.20
Data ketuntasan hasil belajar Matematika Tema3 Tugasku Sehari-hari
Pada siklus I dan Siklus II No Kriteria
Siklus I Siklus II
Jumlah presentase Jumlah Persentase
1 Tuntas 15 75% 20 100%
2 Tidak tuntas 5 25% 0 0%
Jumlah 20 100% 20 100%
Berdasarkan tabel diatas pada siklus 1 muatan Matematika dengan nilai tuntas ≥65 sebanyak 15 siswa atau sebesar 75%, dan siswa yang belum mencapai KKM 5 siswa atau 25%. Sedangkan pada Siklus II 20 siswa atau 100% sudah tuntas.
Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa 3 muatan pelajaran diatas mengalami peningkatan terutama muatan Matematika setelah diterapkan model pembelajaran treffinger telah dibuktikan melalui nilai Siklus I dan Siklus II.
4.2 Pembahasan
Pada kegiatan sebelum dilakukan penelitian tindakan kelas SDN 01 Ngablak kelas 2 yang berjumlah 20 siswa, data yang diperoleh rendahnya kreativitas siswa yang menunjukkan rata-rata 60,2 dengan skor tertinggi 69 dan skor terendah 45. Siswa yang mencapai kriteria baik 10 siswa atau 50%, masih banyak siswa yang mencapai rentang nilai cukup 6 siswa atau 30% dan siswa yang kurang kreatif 4 siswa atau 20 %. Siswa masih rendah dalam kreativitas, siswa yang tidak memperhatikan, gaduh sendiri, tidak percaya diri membuat siswa tidak paham pada materi yang dijelaskan guru.
Setelah dilakukan tindakan kelas dengan penerapan model treffinger menunjukkan peningkatan kreativitas kriteria sangat baik pada siklus I meningkat menjadi 10 atau 50%, di siklus II 15 siswa atau 75%. Pada kriteria baik di siklus I 5 siswa atau 25%, siklus II 5 siswa atau 25%. Pada kriteria cukup pada siklus I 4 siswa atau 20%, siklus II tidak ada. Pada kriteria kurang di siklus I 1 siswa atau 5%, siklus II tidak ada.
Sedangkan untuk hasil belajar, nilai yang diperoleh dari pra siklus menunjukkan rata-rata 60,2 dengan nilai tertinggi 90. Siswa yang memperoleh rentang nilai 0-25 tidak ada, siswa yang memperoleh rentang nilai 26-40 tidak ada, siswa yang memperoleh rentang nilai 41-64 berjumlah 14 siswa atau 70%, siswa yang memperoleh rentang nilai 65-80 berjumlah 3 siswa atau 15% sedangkan siswa yang memperoleh rentang nilai 80-100 berjumlah 3 siswa atau 15%. Sedangkan untuk hasil belajar, nilai yang diperoleh dari siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan. Pada siklus I menunjukkan rata-rata 81,95 dengan nilai tertinggi 100. Siswa yang memperoleh rentang nilai 0-25 tidak ada, siswa yang memperoleh rentang nilai 26-40 berjumlah 1 atau 5%, siswa yang memperoleh rentang nilai 41-64 berjumlah 4 siswa atau 20%, siswa yang memperoleh rentang nilai 65-80 berjumlah 4 siswa atau 20% sedangkan siswa yang memperoleh rentang nilai 80-100 berjumlah 11siswa atau 55%. SIklus II menunjukkan rata-rata 89,8 dengan nilai tertinggi 100. Siswa yang memperoleh rentang nilai 0-25 tidak ada, siswa yang memperoleh rentang nilai 26-40 tidak ada, siswa yang memperoleh rentang nilai 41-64 tidak ada, siswa yang
memperoleh rentang nilai 65-80 berjumlah 4 siswa atau 20% sedangkan siswa yang memperoleh rentang nilai 80-100 berjumlah 16 siswa atau 80%.
Setelah dilakukan langkah-langkah penerapan model treffinger dapat mengalami peningkatan kreativitas dan hasil belajar yang ditunjukan pada siklus I dan siklus II pada pembelajaran Tema 3 Tugasku Sehari-hari dalam tema pembelajaran tematik mengacu dengan karakteristik pada peserta didik sesuai tingkat perkembangannya. Dalam pembelajaran tematik, tidak hanya memuat pengetahuan saja tetapi juga kompetensi tertentu, baik sikap maupun keterampilan seperti yang dikemukakan (Rusman (2011:254) bahwa pembelajaran Tematik adalah suatu model pembelajaran yang dapat mendorong siswa terlibat aktif, mencari, menggali, dan menemukan solusi untuk memecahkan masalahyang dihadapi, sehingga pembelajaran akan lebih bermakna).
Hasil penelitian tentang Penerapan Model pembelajaran treffinger pada peserta didik kelas 2 SD Negeri 01 Ngablak senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Dian Eprilian A. Sudirman Dan Siti Rahma Sofiani (2015), Novitaningrum Fipien.W (2016), Muhamad Wahyu Purnama Putra (2014), Nur Indah Sari (2016), Duwi Retnowati Dan Budi Murtiasa (2013), Nurul Fatimah (2010) Novitasari Purba (2017) menyimpulkan bahwa penerapan model pebelajaran
treffinger dapat meningkatkan hasil belajar pada peserta didik.
Sedangkan Leni Rosalia (2012), Nur Laila (2013), Desti Indah Puspitaningrum (2016), Arif Fianto (2018) menyimpulkan bahwa penerapan model pebelajaran treffinger dapat meningkatkan kreativitas belajar.
Hipotesis tindakan dalam penelitian ini terbukti bahwa kreativitas siswa dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran treffi nger yang berpengaruh hasil belajar siswa kelas 4 SDN 01 Ngablak Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali.