• Tidak ada hasil yang ditemukan

7. BAB V RPJMD KUBAR 2011-2016 (NEW)-REVISI-3-NOV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "7. BAB V RPJMD KUBAR 2011-2016 (NEW)-REVISI-3-NOV"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN

5.1. VISI PEMBANGUNAN DAERAH

Visi pembangunan daerah dalam RPJMD adalah visi Kepala Daerah dan Wakil

Kepala Daerah terpilih yang disampaikan pada waktu pemilihan kepala daerah

(pilkada). Dengan demikian, visi pembangunan jangka menengah Kab. Kutai Barat

2011-2016 sesuai dengan visi kepala daerah terpilih adalah sebagai berikut:

“Terwujudnya Kutai Barat yang Masyarakatnya Semakin: Cerdas, Sehat, Produktif

Dan Sejahtera Berbasiskan Ekonomi Kerakyatan”

Berdasarkan visi Bupati Kutai Barat 2011-2016 tersebut di atas, terdapat

setidaknya 5 (lima) pokok-pokok visi yang akan diwujudkan melalui serangkaian misi

pembangunan daerah. Pokok-pokok visi dimaksud adalah sebagai berikut:

5.1.1. Terwujudnya Kutai Barat yang Masyarakatnya Semakin Cerdas

Upaya untuk meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) Kutai Barat

yang sudah terbangun selama ini akan semakin ditingkatkan, khususnya dalam upaya untuk menciptakan masyarakat Kutai Barat yang semakin “cerdas”. Kata sifat ini berarti memiliki atau menunjukkan ketajaman mental Intelligent, biasanya

menyiratkan kemampuan untuk mengatasi masalah baru dan menggunakan kekuatan

penalaran dan inferensi secara efektif. Kecerdasan adalah kemampuan untuk belajar

tentang, belajar dari, memahami, dan berinteraksi dengan lingkungan seseorang.

Kemampuan umum ini terdiri dari sejumlah kemampuan khusus, yang meliputi

kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan baru atau perubahan dalam lingkungan

saat ini dan kemampuan untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Cerdas dalam konteks pembangunan masyarakat Kutai Barat ini adalah cerdas

yang dibentuk secara sengaja yang disebabkan oleh adanya sejumlah faktor

lingkungan yang membentuknya, seperti tersedianya sarana dan prasarana pendidikan

(2)

memberdayakan masyarakatnya. Masyarakat Kutai Barat yang cerdas dalam visi ini

setidaknya dicirikan dengan semakin banyak, terjangkau dan berkualitasnya sarana

dan prasarana pendidikan, semakin tingginya partisipasi masyarakat dalam bersekolah

dan semakin banyaknya masyarakat Kutai Barat yang mampu memanfaatkan potensi

diri dan lingkungannya untuk kesejahteraannya sendiri.

Masyarakat Kutai Barat yang cerdas diperlukan dalam upaya untuk

mengefektifkan pendekatan pembangunan dari, oleh dan untuk masyarakat Kutai

Barat itu sendiri, upaya membangun Kutai Barat dan bukan membangun di Kutai

Barat.

Terwujudnya masyarakat Kutai Barat yang semakin cerdas hanya dapat

dilakukan melalui upaya yang sungguh-sungguh untuk membangun kualitas SDMnya.

Upaya ini dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan

prasarana pendidikan formal dan non formal, peningkatan capaian indeks

pembangunan manusia di bidang pendidikan, peningkatan partisipasi masyarakat

terhadap dunia pendidikan, peningkatan akses masyarakat terhadap dunia pendidikan

yang berkeadilan.

5.1.2. Terwujudnya Kutai Barat yang Masyarakatnya Semakin Sehat

Pengertian semakin sehat berarti di setiap komponen kehidupan bermasyarakat

baik sumber daya manusia, penyelenggaraan pemerintahan, maupun alam dan

lingkungannya haruslah terawat, bersih, nyaman dan senantiasa berada dalam

keadaan yang baik.

Semakin sehat untuk Kutai Barat diartikan sebagai masyarakat Kutai Barat yang

tangguh dan tidak mudah terserang sakit. Masyarakat yang sehat menjadi cita-cita

sehingga mampu mendukung proses pembangunan di Kutai Barat. Jangkauan

pelayanan kesehatan dasar di Kutai Barat merupakan kebutuhan dasar manusia yang

selain kebutuhan pangan, pakaian dan perumahan. Oleh karena itu jangkauan

pelayanan kesehatan diarahkan pada terpenuhinya kebutuhan dasar kesehatan

masyarakat yang lebih merata, adil, dan terjangkau. Akses masyarakat terhadap

(3)

semua lapisan masyarakat. Selain itu, visi di bidang kesehatan ini juga diarahkan pada

peningkatan kesadaran masyarakat atas kesehatan rumah dan lingkungan.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain: peningkatan kualitas dan

kuantitas sarana dan prasarana kesehatan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,

peningkatan capaian indeks pembangunan manusia di bidang kesehatan, dan

peningkatan akses masyarakat terhadap kesehatan yang berkeadilan

5.1.3. Terwujudnya Kutai Barat yang Masyarakatnya Semakin Produktif

Produktif dapat dimaknai sebagai kemampuan masyarakat untuk menghasilkan

atau memberi manfaat. Produktif untuk konteks pembangunan di Kutai Barat berarti

ekonomi yang selalu tumbuh dengan memanfaatkan segala sumber daya lokal.

Pemanfaatan sumber daya lokal akan berdampak ganda (multiplier effect) bagi

pembangunan ekonomi Kutai Barat, satu sisi terjadinya peningkatan kapasitas

ekonomi daerah melalui peningkatan PDRB dan satu sisi yang lain adalah distribusi

pendapatan yang lebih merata. Kue pembangunan dapat dinikmati oleh seluruh

lapisan masyarakat Kutai Barat.

Produktivitas masyarakat akan merangsang efisiensi dan efektivitas pada setiap

upaya yang dilakukan masyarakat. Peningkatan kesejahteraan akan lebih terjamin

melalui budaya produktivitas. Oleh karena itu pembangunan diarahkan agar mampu

merangsang produktivitas masyarakat. Mewujudkan peningkatan produktifitas di Kutai

Barat dapat dilakukan dengan idenfitifikasi kelemahan SDM yang ada. Kemampuan

SDM di Kutai Barat masih perlu ditingkatkan.

5.1.4. Terwujudnya Kutai Barat yang Masyarakatnya Semakin Sejahtera

Secara definisi sejahtera menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan

sebagai keadaan aman sentosa, selamat (terlepas dari gangguan, kesukaran, dan

sebagainya). Sejahtera untuk konteks pembangunan daerah Kabupaten Kutai Barat

dapat dipersepsikan teratasinya masalah-masalah yang berkaitan dengan ketimpangan

pembangunan ekonomi, penyediaan infrastruktur yang belum optimal, dan

pemanfaatan sumber daya alam. Ciri-ciri masyarakat Kutai Barat yang sejahtera

(society welfare) dapat dilihat bebasnya masyarakat dari keadaan distribusi

pendapatan yang timpang, masyarakat dapat mengakses pendidikan, kesehatan,

(4)

untuk sebesar-besar kemakmuran masyarakat Kutai Barat. Semakin terbukanya

peluang kerja diharapkan berdampak positif terhadap pengurangan pengangguran dan

tingkat kemiskinan.

Untuk mewujudkan masyarakat Kutai Barat yang sejahtera diperlukan

langkah-langkah antara lain: meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi tingkat

kemiskinan, bebas dari wilayah terisolir, memacu wilayah tertinggal, meningkatkan

kemandirian daerah dalam mewujudkan visi pembangunan yang berdasar pada

desentralisasi dan identitas lokal, terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat misalnya

air, listrik, dan sarana transportasi.

5.1.5. Sistem Pembangunan Ekonomi yang Berbasiskan Ekonomi Kerakyatan

Menurut Benu (2002), dalam konteks ilmu sosial, kata rakyat terdiri dari satuan

individu pada umumnya atau jenis manusia kebanyakan. Kalau diterjemahkan dalam

konteks ilmu ekonomi, maka rakyat adalah kumpulan kebanyakan individu dengan

ragaan ekonomi yang relatif sama. Dainy Tara (2001) membuat perbedaan yang tegas antara „ekonomi rakyat‟ dengan „ekonomi kerakyatan‟. Menurutnya, ekonomi rakyat adalah satuan (usaha) yang mendominasi ragaan perekonomian rakyat. Sedangkan

ekonomi kerakyatan lebih merupakan kata sifat, yakni upaya memberdayakan

(kelompok atau satuan) ekonomi yang mendominasi struktur dunia usaha.

Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu strategi yang merangkum nilai

nilai sosial. Konsep ini merupakan paradigma baru yang bersifat people centered,

participatory, empowering, dan sustainable. Pemberdayaan masyarakat dalam

pembangunan ekonomi dimaksudkan untuk (1) menciptakan suasana atau iklim yang

memungkinkan potensi masyarakat berkembang, (2) memperkuat potensi atau daya

yang dimiliki oleh masyarakat, (3) melindungi yang lemah dalam menghadapi yang

kuat.

Ekonomi yang berlandaskan kepada kekuatan ekonomi rakyat mengandung arti

pemegang kekuatan utama sendi sendi ekonomi di Kutai Barat adalah rakyat.

Perumusan visi ekonomi rakyat dapat diwujudkan salah satunya dengan dukungan

pemerintah terhadap keputusan untuk mewujudkan pasar yang bebas atau pasar yang

(5)

keberpihakan yang sangat kuat terhadap usaha kecil-menengah serta koperasi.

Keputusan politik ini sebenarnya menandai suatu pembangunan ekonomi daerah Kutai

Barat, di mana bangun ekonomi yang mendominasi regaan struktur ekonomi daerah

mendapat tempat tersendiri. Komitmen pemerintah daerah untuk mengurangi

kesenjangan penguasaan aset ekonomi antara sebagian besar pelaku ekonomi di

tingkat rakyat dan sebagian kecil pengusaha besar (konglomerat), perlu mendapat

dukungan dari berbagai pihak. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya struktur

ekonomi yang berimbang antar pelaku ekonomi dalam negeri, demi mengamankan

pencapaian target pertumbuhan (growth) (Gillis, et al., 1987).

Langkah-langkah untuk mewujudkan ekonomi yang berbasis kepada ekonomi

kerakyatan selain komitmen politik adalah identifikasi permasalahan yang kerap

menghampiri pelaku-pelaku ekonomi penyangga ekonomi kerakyatan. Permasalahan

yang sering dihadapi adalah keterbatasan akses terhadap sumber-sumber pembiayaan

dan permodalan, keterbatasan penguasaan teknologi dan informasi, keterbatasan akses pasar, keterbatasan organisasi dan pengelolaannya (Asy‟arie, 2001).

5.2. MISI PEMBANGUNAN DAERAH

Sejalan dengan rumusan visi pembangunan jangka menengah Kab. Kutai Barat

2011-2016 di atas, maka dalam upaya untuk mencapai visi dimaksud diperlukan

sejumlah misi berikut:

1. Meningkatkan pembangunan infrastruktur di seluruh kecamatan dan

kampong

Sebagai wilayah pemekaran yang relatif baru maka permasalahan

infrastruktur adalah permasalahan utama di Kutai Barat. Ketersediaan

infrastruktur yang memadai akan menjamin ketersediaan kebutuhan hidup

masyarakat dengan harga murah, masyarakat juga dapat menyalurkan

hasil-hasil bumi ke pasar. Dengan kata lain, misi pembangunan

infrastruktur juga memiliki multiplier effect bagi kegiatan ekonomi.

Selain itu, masyarakat yang berada di wilayah terisolir dapat berkembang

dan memperoleh fasilitas serta pelayanan yang sama dengan wilayah lainnya

(6)

perhubungan darat maupun sungai yang menghubungkan antara ibukota

provinsi, antar ibukota kabupaten, dan antar ibukota kecamatan. Dalam

periode 2011-2015 diharapkan penuntasan masalah pembangunan jalan,

jembatan, bandara, pelabuhan dan dermaga sebagai upaya membuka dan

memperlancar arus mobilitas masyarakat terisolasi dapat diselesaikan.

Peningkatkan kapasitas infrastruktur lain seperti listrik, air bersih/minum juga

tetap ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Kutai Barat.

2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM): pendidikan,

kesehatan, kebudayaan, peran perempuan, kesejahteraan sosial,

agama, pemuda dan olahraga serta masyarakat adat

Kualitas SDM tidak dipandang sebagai suatu hal yang kurang penting

dalam pembangunan di Kutai Barat. SDM yang berkualitas akan menentukan

keberhasilan pembangunan saat ini maupun pada masa yang akan datang.

Gambaran yang dapat digunakan untuk menjelaskan pentingnya SDM dari

tingkat pendidikan adalah semakin mampu generasi penerus di Kutai Barat

bersaing dengan generasi penerus unggulan di lain wilayah. Hubungan

tingkat kesehatan dan kualitas SDM juga positif artinya semakin bagus

indikator kesehatan semakin tinggi kualitas SDM-nya. Tinjauan terhadap

pengembangan kebudayaan, peningkatan tingkat kesejahteraan sosial,

memperluas akses terhadap peran perempuan, jaminan kehidupan

beragama yang harmonis, persemaian bakat-bakat pemuda dan olahraga

serta perlindungan hak-hak, pengembangan identitas masyarakat adat

searah dengan upaya pengembangan SDM.

3. Menanggulangi kemiskinan untuk kesejahteraan lokal

Kemiskinan sangat berpeluang untuk ditekan di Kutai Barat mengingat

masih banyaknya potensi sumber daya alam dan peluang-peluang berkarya

di luar pemanfaatan sumber daya alam. Contoh pengembangan peluang

berkarya selain pemanfaatan sumber daya alam adalah pengembangan

ekonomi kreatif yang berdasarkan kepada kreasi-kreasi masyarakat Kutai

Barat. Peluang-peluang bagi Kutai Barat untuk memenuhi

kebutuhan-kebutuhan hidup masyarakat yang selama ini masih menggantungkan pada

(7)

Upaya penanggulangan kemiskinan adalah upaya multisektoral dan

bukan hanya monosektoral artinya permasalahan ini tidak hanya tanggung

jawab satu institusi. Kesadaran bahwa penanggulangan kemiskinan adalah

masalah bersama dilanjutkan dengan tindakan riil untuk menghadapi

masalah tersebut. Langkah-langkah riil yang dapat dilakukan dan sesuai

dengan visi pembangunan ekonomi Kutai Barat adalah pengembangan

ekonomi kerakyatan. Keberpihakan pemerintah untuk melindungi

usaha-usaha ekonomi kecil dan menengah adalah langkah strategis untuk

meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi tingkat

kemiskinan dan menjamin tingkat kemerataan pembangunan.

4. Menyelenggarakan sistem pemerintahan yang baik dan pemerintah yang bersih serta memelihara hubungan yang harmonis

Sistem pemerintahan yang baik tentu cerminan dari pemerintahan yang

efektif dan efisien yaitu pemerintah yang mampu mengelola anggaran baik

dari segi belanja maupun pendapatan secara bijaksana dalam

menyelenggarakan pembangunan yang tepat sasaran, jumlah dan waktu.

Pemerintahan yang responsif maksudnya adalah pemberian pelayanan yang

tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. Pemerintahan yang bertanggung

jawab, artinya pemerintahan yang dalam pelaksanaan pembangunan dan

pemberian pelayanan diselenggarakan setiap tahun secara rutin dan konsisten.

Misi ini mengutamakan pelayanan kepada masyarakat dengan meningkatkan

profesionalisme aparatur, serta melakukan penyelenggaraan pemerintahan

yang akuntabel, transparan, dan partisipatif, sehingga terwujudnya

kepemerintahan yang baik, demokratis, menjamin kebebasan berpendapat,

memperkuat peran masyarakat sipil, dan mengarahkan setiap program

pembangunan untuk kepentingan seluruh rakyat.

5. Memelihara hubungan antar umat beragama, suku dan golongan yang “tenteram, harmonis, damai”

Salah satu syarat untuk mencapai visi ekonomi sejahtera, adalah dengan

menciptakan hubungan yang harmonis di antara komponen-komponen

(8)

agama, dan golongan tentu berpotensi untuk terjadi disharmoni di kalangan

masyarakat. Risiko terjadi disharmoni tentu sangat merugikan belajar dari

pengalaman wilayah-wilayah lain di Indonesia. Mengurangi risiko tersebut

diupayakan dengan menekankan pentingnya untuk terjadi kesamaan

pandangan tentang nilai-nilai universal di masyarakat dan meminimalkan

eksploitasi perbedaan-perbedaan.

Semangat multikulturalisme dikembangkan sebagai upaya

menumbuhkembangkan kesadaran bahwa masyarakat hidup dalam

keanekaragaman budaya yang ada di nusantara, terdapat banyak lapisan,

golongan, suku, etnis, dan umat beragama. Masyarakat multikultur seperti

di Kutai Barat dituntut kesediaannya untuk menerima kelompok lain secara

sama sebagai satu kesatuan, tanpa mempedulikan perbedaan budaya,

etnik, gender, bahasa, suku, maupun agama. Cita-cita untuk menciptakan

dan mendorong terwujudnya situasi dan kondisi yang damai, tertib, dan

harmonis, menjadi agenda penting bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa

memandang aspek perbedaan.

6. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja dan Pendapatan

Asli Daerah (PAD)

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi diperlukan untuk mengejar

kemajuan-kemajuan ekonomi wilayah yang lebih dahulu eksis. Akselerasi

pertumbuhan ekonomi dapat ditempuh dengan mengundang

investor-investor lokal maupun asing untuk menanamkan modalnya di Kutai Barat.

Prasyarat yang diperlukan antara lain: peningkatan infrastruktur,

pemerintahan yang bersih, serta tentu saja masyarakat yang sehat jasmani

dan rohani. Investasi masuk ke Kutai Barat tentu saja akan membuka

lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Kegiatan ekonomi akan tumbuh

sebagai konsekuensi masuknya investasi. Masyarakat lokal mampu

meningkatkan taraf hidupnya dan pemerintah berkesempatan untuk

(9)

7. Mengelola dan memberdayakan sistem ekonomi sumber daya alam (SDA)

berbasiskan pelestarian lingkungan hidup dan agroforestry yang

berkelanjutan.

Misi meningkatkan pertumbuhan ekonomi tidak berarti bahwa

eksploitasi berlebihan terhadap alam dan lingkungan. Pembangunan

ekonomi di Kutai Barat sangat peduli terhadap pembangunan ekonomi yang

berkelanjutan yaitu pembangunan yang tidak hanya berpikir untuk

kepentingan sesaat. Prioritas peningkatan pertumbuhan ekonomi sedapat

mungkin melalui kajian valuasi-valuasi ekonomi terhadap lingkungan untuk

menjamin keberlanjutan.

Wilayah Kutai Barat memiliki potensi agroforestry yang cukup

menjanjikan, bahkan adanya skema REDD memungkinkan daerah

mendapatkan insentif. Skema REDD adalah skema dari negara-negara maju

untuk memberikan insentif kepada wilayah yang mampu menjaga

lingkungan dan kelestarian hutan.

8. Mengembangkan Lembaga Riset Lokal dalam rangka penelitian,

pengembangan dan pemberdayaan kebudayaan serta pembangunan

daerah yang berkelanjutan

Lembaga riset lokal diperlukan untuk menampung ide-ide kreatif

berkaitan dengan permasalahan Kutai Barat. Dukungan lembaga riset lokal

akan menjadikan strategi-strategi pembangunan yang dilaksanakan

pemerintah lebih berdaya guna dan berhasil guna bagi masyarakat Kutai

Barat. Lembaga riset lokal ini akan menjadi lembaga partner bagi

pemerintah demi kemajuan dan kemakmuran masyarakat Kutai Barat.

Perkembangan kebudayaan lokal di samping menjaga nilai-nilai luhur

nenek moyang juga menjadikan identitas lokal Kutai Barat. Masyarakat

yang mampu mengembangkan kebudayaan lokalnya akan menjadi

masyarakat yang mampu menghargai karya-karya nenek moyang mereka

sendiri. Kearifan lokal terus diupayakan dengan maksud akan menjamin

pembangunan ekonomi daerah yang berdasarkan kepada struktur sosial dan

(10)

5.3. PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN KUTAI BARAT TAHUN 2011-2016

Bedasarkan visi dan misi pembangunan Kutai Barat di atas, maka berikut ini

perlu diformulasikan beberapa Program Prioritas Pembangunan tahun 2011-2016 guna mewujudkan sasaran: “Masyarakat Kutai Barat yang Sejahtera, Cerdas, Sehat dan Produktif Berbasiskan Ekonomi Kerakyatan”. Program prioritas pembangunan Kab. Kutai Barat 2011-2016 dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Pembangunan infrastruktur yang mendukung peningkatan kesejahteraan

masyarakat lokal;

2. Peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan pendidikan bagi seluruh

lapisan masyarakat;

3. Peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan kesehatan, khususnya bagi

masyarakat tidak mampu;

4. Pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis kampung;

5. Penanggulangan kemiskinan;

6. Reformasi birokrasi dan pelayanan publik; dan

7. Pelestarian lingkungan hidup.

5.4. TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH

Tujuan dan sasaran merupakan tahap perumusan sasaran strategis yang

menunjukkan tingkat prioritas tertinggi dalam perencanaan pembangunan jangka

menengah daerah yang selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan arsitektur kinerja

pembangunan daerah secara keseluruhan. Tujuan adalah pernyataan-pernyataan

tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi dengan

menjawab isu strategis daerah dan permasalahan pembangunan daerah. Rumusan

tujuan dan sasaran merupakan dasar dalam menyusun pilihan-pilihan strategi

pembangunan dan sarana untuk mengevaluasi pilihan tersebut. Sasaran adalah hasil

yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan secara SMART (Specific = Jelas,

Measurable = Terukur, Attractive but Attainable = Menantang, tapi masih mampu

dicapai, Result oriented = beorientasi pada hasil dan Time bound = memiliki batas

(11)

5.4.1. Tujuan Pembangunan Jangka Menengah Daerah

Sejalan dengan visi dan misi pembangunan jangka menengah Kabupaten Kutai

Barat 2011-2016, maka tujuan pembangunan jangka menengah daerah yang

ditetapkan dalam RPJMD Kab. Kutai Barat 2011-2016 ini adalah sebagai berikut:

1. Memperlancar dan meningkatkan arus orang, barang dan informasi dari dan

ke kabupaten Kutai Barat dan seluruh wilayah Kutai Barat, terutama ke

daerah-daerah yang secara geografis masih terisolir;

2. Meningkatkan ketersediaan infrastruktur dasar untuk mendukung

peningkatan kesejahteraan masyarakat;

3. Mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah;

4. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan secara merata dan

mempertimbangkan kesetaraan gender;

5. Meningkatkan akses masyarakat untuk memperoleh pendidikan;

6. Meningkatkan cakupan dan kualitas/mutu kegiatan belajar mengajar;

7. Memfasilitasi terbentuknya perguruan tinggi lokal yang sesuai dengan

kebutuhan masyarakat dan pembangunan Kutai Barat;

8. Meningkatkan cakupan dan kualitas/mutu pelayanan kesehatan bagi

masyarakat miskin dan daerah terisolir;

9. Meningkatkan cakupan dan kualitas/mutu pelayanan kesehatan dasar yang

memenuhi standar di seluruh wilayah Kutai Barat;

10. Meningkatkan kualitas/mutu dan cakupan pelayanan kesehatan ibu, bayi

dan balita;

11. Meningkatkan cakupan sanitasi dasar berbasis masyarakat;

12. Meningkatkan pemberdayaan dan perlindungan terhadap perempuan dan

anak korban kekerasan;

13. Pengendalian jumlah penduduk;

14. Meningkatkan kualitas/mutu dan cakupan pelayanan administrasi

kependudukan dan catatan sipil;

15. Meningkatkan peran generasi muda dalam proses pembangunan

kepemudaan dan olahraga;

16. Meningkatkan peran masyarakat adat dan budaya lokal dalam

(12)

17. Meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi

masyarakat miskin dan kelompok masyarakat yang termarginalkan dalam

proses pembangunan;

18. Meningkatkan kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan dan

pembangunan daerah;

19. Mengembangkan lingkungan sosial dan kehidupan sosial yang tenteram,

harmonis dan damai antar suku dan golongan;

20. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama;

21. Meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi (PDRB), dan pendapatan per

kapita;

22. Mempertahankan stabilitas ekonomi daerah yang mantap;

23. Menumbuhkembangkan aktivitas ekonomi kerakyatan;

24. Meningkatkan upaya penciptaan lapangan kerja, kesempatan berusaha dan

pemerataan pendapatan bagi masyarakat lokal;

25. Meningkatkan penerimaan daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli

Daerah (PAD);

26. Mendukung pembangunan perekonomian daerah dan nasional terutama

dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mewujudkan daya saing

ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat;

27. Meningkatkan pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan

hidup untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan;

28. Mengembangkan dan memberdayakan lembaga penelitian lokal.

5.4.2. Sasaran Pembangunan Jangka Menengah Daerah

Sejalan dengan tujuan pembangunan jangka menengah daerah di atas, maka

sasaran pembangunan jangka menengah daerah yang ditetapkan dalam RPJMD Kab.

Kutai Barat 2011-2016 ini adalah sebagai berikut:

1. a. Meningkatnya arus orang dan barang ke dan dari wilayah Kutai Barat;

b. Meningkatnya cakupan pelayanan telekomunikasi dan informasi.

2. a. Meningkat dan lestarinya sumber-sumber air;

b. Meningkatnya cakupan dan kualitas layanan air baku secara optimal,

berkelanjutan, adil, dan merata;

c. Meningkatnya aksesibilitas masyarakat berpenghasilan rendah terhadap

(13)

3. a. Terkendalinya pemanfaatan ruang wilayah;

b. Berkembangnya daerah strategis (ekonomi, perbatasan, daerah

tertinggal dan daerah rawan bencana).

4. a. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pendidikan

Anak Usia Dini (PAUD);

b. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan

dasar 9 tahun;

c. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan

menengah.

5. a. Meningkatnya angka melek huruf;

b. Meningkatnya minat dan budaya baca masyarakat lokal.

6. a. Meningkatnya kecukupan dan mutu pendidikan dan tenaga

kependidikan;

b. Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan.

7. Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi;

8. Meningkatnya mutu dan cakupan pelayanan kesehatan bagi penduduk

miskin;

9. a. Meningkatnya mutu dan cakupan pelayanan kesehatan primer, sekunder

dan tersier;

b. Meningkatnya upaya pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan

bencana dan krisis kesehatan;

c. Meningkatnya ketersediaan dan pendistribusian obat-obatan dan

peralatan kesehatan;

d. Meningkatnya status gizi masyarakat antar wilayah, gender, dan antar

tingkat sosial ekonomi;

e. Terpenuhinya kecukupan sarana dan prasarana penunjang pelayanan

kesehatan yang memenuhi standar yang ditetapkan;

f. Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan strategis, termasuk di

daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan terisolir;

g. Menurunnya tingkat kesakitan akibat penyakit menular;

h. Meningkatnya kualitas/mutu layanan rumah sakit.

10. a. Menurunnya tingkat kematian ibu melahirkan;

b. Menurunnya tingkat kematian bayi;

(14)

d. Menurunnya tingkat penyebaran penyakit pada anak dan balita;

e. Menurunnya balita dan anak gizi buruk.

11. Terciptanya lingkungan hidup yang sehat;

12. a. Berkurangnya tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak;

b. Meningkatnya peran perempuan dalam pemerintahan, politik, sosial dan

ekonomi.

13. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam ber-KB;

14. Tertibnya administrasi kependudukan dan catatan sipil;

15. a. Meningkatnya partisipasi dan peran aktif pemuda dalam berbagai bidang

pembangunan daerah;

b. Meningkatnya prestasi olah raga di tingkat nasional.

16. a. Berkembangnya nilai budaya yang berorientasi pada pelestarian dan

aktualisasi adat budaya lokal, penatagunaan naskah kuno nusantara

serta penyusunan, pemantauan dan evaluasi program pengembangan

budaya lokal dan pemberian dukungan, penghargaan dan kerjasama di

bidang budaya;

b. Berkembangnya nilai dan geografi sejarah melalui perumusan kebijakan

sejarah dan purbakala serta pengembangan database sistem informasi

sejarah purbakala;

c. Terfasilitasinya partisifasi masyarakat dalam pengelolaan kekayaan

budaya melalui pelestarian fisik dan kandungan bahan pustaka termasuk

naskah kuno serta tersusunnya kebijakan pengelolaan kekayaan budaya

lokal daerah, pengelolaan dan pengembangan pelestarian peninggalan

sejarah purbakala, museum dan lain-lain.

17. a. Menurunnya tingkat kemiskinan, keterasingan, dan meningkatnya peran

TKSM, TKSK, PEKSOS, LK3 dan FKPSM;

b. Meningkatnya status keluarga sejahtera;

c. Meningkatnya kapabilitas lembaga/organisasi kemasyarakatan lainnya;

d. Meningkatnya kualitas dan cakupan pelayanan dan rehabilitasi sosial

bagi penyandang masalah sosial, anak terlantar, anak yatim, cacat dan

trauma, manula dan eks penyandang penyakit sosial.

18. a. Meningkatnya akuntabilitas pemerintah daerah kepada stakeholders;

b. Meningkatnya kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan

(15)

c. Meningkatnya profesionalisme aparatur penyelenggara pemerintahan

dan pelayanan publik;

d. Terciptanya tertib penyelenggaraan administrasi pemerintahan dan

pelayanan publik.

19. a. Meningkatnya rasa aman dan tenteram dalam kehidupan bermasyarakat;

b. Meningkatnya toleransi, saling pengertian dan kebersamaan antar etnik

dan golongan dalam membangun Kutai Barat yang lebih baik.

20. a. Meningkatnya kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama pada

masyarakat;

b. terwujudnya kehidupan sosial yang harmonis, rukun dan damai di

kalangan umat beragama;

c. Tersedianya sarana dan prasarana keagamaan.

21. a. Meningkatnya investasi daerah;

b. Berkembangnya sektor-sektor unggulan daerah sebagai mesin

pertumbuhan (engine of growth);

c. Berkembangnya daerah tumbuh cepat dan sentra-sentra produksi;

d. Meningkatnya ekspor daerah;

e. Meningkatnya alokasi belanja pemerintah daerah untuk memacu

pertumbuhan ekonomi.

22. Terkendalinya harga dan distribusi barang;

23. a. Meningkatnya jumlah koperasi aktif;

b. Berkembangnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM);

c. Berkembangnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat kampung.

24. a. Meningkatnya kesempatan kerja;

b. Meningkatnya kualitas dan produktivitas tenaga kerja;

c. Terciptanya hubungan industrial yang baik dan harmonis.

25. Meningkatnya peran PAD terhadap pendapatan daerah;

26. a. Meningkatnya peran sektor pertanian tanaman pangan, peternakan,

perikanan, perkebunan, dan kehutanan;

b. Meningkatnya ketahanan pangan dan stabilitas harga;

c. Terpenuhinya kebutuhan konsumsi pangan lokal;

d. Meningkatnya produktivitas sektor pertanian tanaman pangan,

(16)

e. Meningkatnya kualitas SDM masyarakat pertanian tanaman pangan,

peternakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan.

27. a. Meningkatnya hasil produksi sumber daya mineral dan pertambangan;

b. Meningkatnya kualitas lingkungan hidup;

c. Terkendalinya pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup;

d. Meningkatnya upaya konservasi dan rehabilitasi sumber daya hutan.

28. a. Tersedianya literatur ilmiah hasil penelitian, pengembangan dan

pemberdayaan kebudayaan;

b. Tersedianya literatur ilmiah hasil penelitian pembangunan daerah;

c. Berkembangnya kebudayaan lokal;

d. Tersedianya data-data hasil pembangunan daerah;

e. Tersedianya perpustakaan daerah yang memuat hasil penelitian,

pengembangan dan pemberdayaan kebudayaan dan hasil-hasil

(17)

5.4.3. Keterkaitan antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pembangunan Jangka Menengah Daerah

Tabel 5.1

Matriks Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pembangunan Jangka Menengah Kab. Kutai Barat 2011-2016

Visi Pembangunan Jangka Menengah Kab. Kutai Barat 2011-2016:

KUTAI BARAT YANG MA“YARAKATNYA “EMAKIN CERDA“, “EHAT, PRODUKTIF DAN “EJAHTERA BERBA“I“KAN EKONOMI KERAKYATAN

NO MISI TUJUAN SASARAN

I Meningkatkan pembangunan

infrastruktur di seluruh kecamatan dan kampung.

1. Memperlancar dan meningkatkan arus orang,

barang dan informasi dari dan ke kabupaten Kutai Barat dan seluruh wilayah Kutai Barat, terutama ke daerah-daerah yang secara geografis masih terisolir;

a) Meningkatnya arus orang dan barang ke dan dari wilayah Kutai Barat

b) Meningkatnya cakupan pelayanan telekomunikasi dan informasi

2. Meningkatkan ketersediaan infrastruktur dasar

untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat

a) Meningkat dan lestarinya sumber-sumber air

b) Meningkatnya cakupan dan kualitas layanan air baku secara optimal,

berkelanjutan, adil, dan merata,

c) Meningkatnya aksesibilitas masyarakat berpenghasilan rendah

terhadap hunian yang layak dan terjangkau

3. Mengurangi kesenjangan pembangunan antar

wilayah

a) Terkendalinya pemanfaatan ruang wilayah

b) Berkembangnya daerah strategis (ekonomi, perbatasan, daerah

tertinggal dan daerah rawan bencana)

II Meningkatkan kualitas SDM:

pendidikan, kesehatan, kebudayaan, peran permpuan, kesejahteraan sosial, agama, pemuda da olahraga serta masyarakat adat;

4. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam

pendidikan secara merata dan

mempertimbangkan kesetaraan gender

a) Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

b) Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan

pendidikan dasar 9 tahun;

c) Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan

pendidikan menengah;

5. Meningkatkan akses masyarakat untuk

memperoleh pendidikan

a) Meningkatnya angka melek huruf.

b) Meningkatnya minat dan budaya baca masyarakat lokal

(18)

Visi Pembangunan Jangka Menengah Kab. Kutai Barat 2011-2016:

KUTAI BARAT YANG MA“YARAKATNYA “EMAKIN CERDA“, “EHAT, PRODUKTIF DAN “EJAHTERA BERBA“I“KAN EKONOMI KERAKYATAN

NO MISI TUJUAN SASARAN

b) Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan

7. Memfasilitasi terbentuknya perguruan tinggi

lokal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan Kutai Barat

Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi

8. Meningkatkan cakupan dan kualitas/mutu

pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan daerah terisolir;

Meningkatnya mutu dan cakupan pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin

9. Meningkatkan cakupan dan kualitas/mutu

pelayanan kesehatan dasar yang memenuhi standar di seluruh wilayah Kutai Barat

a) Meningkatnya mutu dan cakupan pelayanan kesehatan primer,

sekunder dan tersier,

b) Meningkatnya upaya pemberdayaan masyarakat dan

penanggulangan bencana dan krisis kesehatan

c) Meningkatnya ketersediaan dan pendistribusian obat-obatan dan

peralatan kesehatan

d) Meningkatnya status gizi masyarakat antar wilayah, gender, dan

antar tingkat sosial ekonomi,

e) Terpenuhinya kecukupan sarana dan prasarana penunjang

pelayanan kesehatan yang memenuhi standar yang ditetapkan;

f) Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan strategis, termasuk di

daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan terisolir

g) Menurunnya tingkat kesakitan akibat penyakit menular

h) Meningkatnya kualitas/mutu layanan rumah sakit.

10. Meningkatkan kualitas/mutu dan cakupan

pelayanan kesehatan ibu, bayi dan balita;

a) Menurunnya tingkat kematian ibu melahirkan

b) Menurunnya tingkat kematian bayi

c) Menurunnya tingkat kematian anak

d) Menurunnya tingkat penyebaran penyakit pada anak dan balita;

e) Menurunnya balita dan anak gizi buruk;

11. Meningkatkan cakupan sanitasi dasar berbasis

masyarakat

Terciptanya lingkungan hidup yang sehat

(19)

Visi Pembangunan Jangka Menengah Kab. Kutai Barat 2011-2016:

KUTAI BARAT YANG MA“YARAKATNYA “EMAKIN CERDA“, “EHAT, PRODUKTIF DAN “EJAHTERA BERBA“I“KAN EKONOMI KERAKYATAN

NO MISI TUJUAN SASARAN

13. Pengendalian jumlah penduduk Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam ber-KB;

14. Meningkatkan kualitas/mutu dan cakupan

pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil

Tertibnya administrasi kependudukan dan catatan sipil

15. Meningkatkan peran generasi muda dalam

proses pembangunan kepemudaan dan olahraga

a) Meningkatnya partisipasi dan peran aktif pemuda dalam berbagai

bidang pembangunan daerah;

b) Meningkatnya prestasi olah raga di tingkat nasional

16. Meningkatkan peran masyarakat adat dan

budaya lokal dalam pembangunan daerah.

a) Berkembangnya nilai budaya yang berorientasi pada pelestarian dan

aktualisasi adat budaya lokal, penatagunaan naskah kuno nusantara serta penyusunan, pemantauan dan evaluasi program

pengembangan budaya lokal dan pemberian dukungan, penghargaan dan kerjasama di bidang budaya.

b) Berkembangnya nilai dan geografi sejarah melalui perumusan

kebijakan sejarah dan purbakala serta pengembangan database sistem informasi sejarah purbakala

c) Terfasilitasinya partisifasi masyarakat dalam pengelolaan kekayaan

budaya melalui pelestarian fisik dan kandungan bahan pustaka termasuk naskah kuno serta tersusunnya kebijakan pengelolaan kekayaan budaya lokal daerah, pengelolaan dan pengembangan pelestarian peninggalan sejarah purbakala, museum dan lain-lain.

III Menanggulangi kemiskinan untuk

kesejahteraan masyarakat lokal;

17. Meningkatkan derajat kesejahteraan

masyarakat, khususnya bagi masyarakat miskin dan kelompok masyarakat yang termarginalkan dalam proses pembangunan;

a) Menurunnya Tingkat Kemiskinan, Keterasingan, dan Meningkatnya

Peran TKSM, TKSK, PEKSOS, LK3 dan FKPSM

b) Meningkatnya status keluarga sejahtera

c) Meningkatnya kapabilitas lembaga/organisasi kemasyarakatan

lainnya

d) Meningkatnya kualitas dan cakupan pelayanan dan rehabilitasi sosial

bagi penyandang masalah sosial, anak terlantar, anak yatim, cacat dan trauma, manula dan eks penyandang penyakit sosial

(20)

Visi Pembangunan Jangka Menengah Kab. Kutai Barat 2011-2016:

KUTAI BARAT YANG MA“YARAKATNYA “EMAKIN CERDA“, “EHAT, PRODUKTIF DAN “EJAHTERA BERBA“I“KAN EKONOMI KERAKYATAN

NO MISI TUJUAN SASARAN

memelihara hubungan yang harmonis antara eksekutif, legislatif dan yudikatif.

pelayanan publik

c) Meningkatnya profesionalisme aparatur penyelenggara

pemerintahan dan pelayanan publik

d) Terciptanya tertib penyelenggaraan administrasi pemerintahan dan

pelayanan publik

V Memelihara hubungan antar umat

beragama, suku dan golongan yang te tera , har o is, da ai .

19. Mengembangkan lingkungan sosial dan

kehidupan sosial yang tenteram, harmonis dan damai antar suku dan golongan;

a) Meningkatnya rasa aman dan tenteram dalam kehidupan

bermasyarakat

b) Meningkatnya toleransi, saling pengertian dan kebersamaan antar

etnik dan golongan dalam membangun Kutai Barat yang lebih baik

20. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama a) Meningkatnya kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama

pada masyarakat

b) terwujudnya kehidupan sosial yang harmonis, rukun dan damai di

kalangan umat beragama;

c) Tersedianya sarana dan prasarana keagamaan

VI lapangan kerja dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

21. Meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi

(PDRB), dan pendapatan per kapita

a) Meningkatnya investasi daerah

b) Berkembangnya sektor-sektor unggulan daerah sebagai mesin

pertumbuhan (engine of growth)

c) Berkembangnya daerah tumbuh cepat dan sentra-sentra produksi

d) Meningkatnya ekspor daerah

e) Meningkatnya alokasi belanja pemerintah daerah untuk memacu

pertumbuhan ekonomi

22. Mempertahankan stabilitas ekonomi daerah

yang mantap

Terkendalinya harga dan distribusi barang

23. Menumbuhkembangkan aktivitas ekonomi

kerakyatan

a) Meningkatnya jumlah koperasi aktif

b) Berkembangnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)

c) Berkembangnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat kampung

24. Meningkatkan upaya penciptaan lapangan kerja,

kesempatan berusaha dan pemerataan pendapatan bagi masyarakat lokal;

a) Meningkatnya kesempatan kerja

b) Meningkatnya kualitas dan produktivitas tenaga kerja

c) Terciptanya hubungan industrial yang baik dan harmonis

(21)

Visi Pembangunan Jangka Menengah Kab. Kutai Barat 2011-2016:

KUTAI BARAT YANG MA“YARAKATNYA “EMAKIN CERDA“, “EHAT, PRODUKTIF DAN “EJAHTERA BERBA“I“KAN EKONOMI KERAKYATAN

NO MISI TUJUAN SASARAN

VII Mengelola dan memberdayakan

Sumber Daya Alam (SDA) berbasiskan pelestarian lingkungan hidup dan

daerah dan nasional terutama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mewujudkan daya saing ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

a) Meningkatnya peran sektor pertanian tanaman pangan, peternakan,

perikanan, perkebunan, dan kehutanan

b) Meningkatnya ketahanan pangan dan stabilitas harga

c) Terpenuhinya kebutuhan konsumsi pangan lokal

d) Meningkatnya produktivitas sektor pertanian tanaman pangan,

peternakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan

e) Meningkatnya kualitas SDM masyarakat pertanian tanaman pangan,

peternakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan

27. Meningkatkan pengelolaan sumber daya alam

dan pelestarian lingkungan hidup untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

a) Meningkatnya hasil produksi sumber daya mineral dan

pertambangan

b) Meningkatnya Kualitas Lingkungan Hidup

c) Terkendalinya Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan Hidup

d) Meningkatnya upaya Konservasi dan Rehabilitasi Sumber Daya Hutan

VIII Memfasilitasi lembaga riset lokal dalam

rangka penelitian, pengembangan dan

28. Mengembangkan dan memberdayakan lembaga

penelitian lokal.

a) Tersedianya literatur ilmiah hasil penelitian, pengembangan dan

pemberdayaan kebudayaan

b) Tersedianya literatur ilmiah hasil penelitian pembangunan daerah

c) Berkembangnya kebudayaan lokal

d) Tersedianya data-data hasil pembangunan daerah

e) Tersedianya perpustakaan daerah yang memuat hasil penelitian,

Gambar

Tabel 5.1 Matriks Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pembangunan Jangka Menengah Kab

Referensi

Dokumen terkait

Meningkatnya tata kelola pemerintahan Meningkatnya kinerja ekonomi dan pendapatan masyarakat Peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan Meningkatnya pengelolaan sumber

Sasaran Jangka Menengah Kota Tanjungbalai Tahun 2016-2021 Meningkatnya kualitas tata kelola pemerintahan Meningkatnya kualitas pelayanan publik Meningkatnya keimanan dan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Siak tahun 2011-2016 berisikan pendahuluan, gambaran umum kondisi daerah, gambaran pengelolaan keuangan

aparatur pemerintah daerah; Meningkatkan koordinasi dan tertib administrasi pemerintahan dan tata kelola keuangan daerah; Meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas

Misi IV :  Menyelenggarakan pemerintahan yg profesional dan akuntabel serta mewujudkan sistem politik, hukum dan kemanan yg mengayomi

atau indikator capaian yang bersifat mandiri setiap tahun sehingga kondisi kinerja. yang diinginkan pada akhir periode RPJMD

Barat Tahun 2011 - 2016 ” ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan sebagai hasil kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat dengan Tim Tenaga Ahli

Dari aspek belanja daerah, komponen belanja operasi menempati proporsi yang tertinggi yaitu dari 2006-2010 rata-rata 59,42% sedangkan. komponen belanja modal memiliki