• Tidak ada hasil yang ditemukan

Filsafat. Metode Ilmiah 0

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Filsafat. Metode Ilmiah 0"

Copied!
0
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Proses kegiatan ilmiah, menurut

Ritchie Calder:

dimulai ketika manusia mengamati sesuatu

kemudian memunculkan pertanyaan mengapa manusia mulai mengamati?

Atau ada kesukaran yang dirasakan dalam pengalaman manusia yang menimbulkan pertanyaan.

Sejak manusia mempunyai perhatian tertentu terhadap objek

Perhatian

(4)

Jika menghadapi masalah, maka manusia akan berusaha memecahkannya

Dalam usaha untuk memecahkan masalah tersebut maka ilmu tidak berpaling pada perasaan melainkan pada pikiran yang berdasarkan penalaran

Ilmu dimulai dari fakta dan diakhiri dengan fakta.

(5)

Secara sederhana maka semua teori ilmiah

harus memenuhi 2 syarat utama yaitu:

Harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya yang memungkinkan tidak terjadinya kontradiksi dalam teori keilmuan secara keseluruhan

(6)

Alur berpikir yang tercakup dalam

metode ilmiah (Jhon Dewey)

merupakan pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor

1. Perumusan Masalah

batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait didalamnya.

Kajian tentang teori atau pengetahuan yang relevan dengan permasalahan

(7)

3. Penyusunan kerangka berpikir

(8)

4. Perumusan hipotesis

merupakan jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang

dikembangkan.

4. Pengujian hipotesis

(9)

Penarikan kesimpulan

merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima.

(10)

METODE ILMIAH

SIKLUS DEDUKTO HIPOTHETICO VERIVIKATIF

SIKLUS DEDUKTO HIPOTHETICO VERIVIKATIF

(11)

Penelitian merupakan pencerminan secara konkret kegiatan ilmu dalam memproses pengetahuannya. Metodologi penelitian ilmiah dan hakikatnya merupakan operasionalisasi dari metode keilmuan, sehingga penguasaan metode ilmiah merupakan persyaratan untuk dapat memahami jalan pikiran yang terdapat dalam langkah-langkah penelitian.

(12)

Metode ilmiah ini tidak dapat diterapkan pada pengetahuan yang tidak termasuk dalam kelompok ilmu.

Matematika dan bahasa tidak mempergunakan metode ilmiah dalam menyusun pengetahuannya sebab matematika dan bahasa bukanlah ilmu melainkan pengetahuan yang merupakan sarana berpikir ilmiah.

Meskipun demikian, beberapa aspek dari pengetahuan tersebut dapat menerapkan metode ilmiah dalam pengkajiannya, misalnya pada aspek pembelajaran bahasa, sastra dan matematika.

Referensi

Dokumen terkait

Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang konsep dasar dan masalah-masalah pokok kepariwisataan sebagai disiplin ilmu dalam perspektif filsafat serta perkembangan dan

Model pembelajaran penelitian ilmiah dimaksudkan agar siswa belajar bagaimana ilmu pengetahuan/ sains diciptakan dalam bentuk penemuan-penemuan (Bruce Joyce, Marsha Weil dan Calhoun,

3) Metode ilmiah merupakan prosedur atau langkah-langkah teratur yang sistematis dalam menghimpun pengetahuan untuk dijadikan ilmu dengan bagian penyusun berupa: masalah,

Termasuk dalam tipe ilmu-ilmu kealaman adalah ilmu-ilmu seperti ilmu-ilmu fisika, kimia dan biologi, serta ilmu-ilmu khusus lain yang merupakan pengkhususan lebih lanjut ataupun

Kerangka karya ilmiah yang termasuk ke dalam aspek ontologis terdiri dari Latar Belakang, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Keaslian Penelitian, Rumusan Masalah,

Kala perpustakaan dapat disebut sebagai lembaga pendidikan yang menampung berbagai disiplin ilmu. Maka Observatorium secara khusus berkaitan dengan pengembangan dan

6 KESIMPULAN Filsafat pendidikan merupakan disiplin ilmu yang membahas dasar, metode, dan tujuan pendidikan melalui tiga aspek utama: ontologi, epistemologi, dan aksiologi.. Ontologi

Pendidikan Konsep Pendekatan ini digunakan untuk mengkaji hasil karya ulama dan ahli pendidikan Islam di masa-masa silam.33 Selanjutnya yang ingin dikembangkan dan dikaji dalam