RANCANGAN AKTUALISASI
OPTIMALISASI PENYEDIAAN BIBIT JAMBU KRISTAL (Psidium guajava L.) YANG BERKUALITAS DI UNIT PELAKSANA TEKNIS PERBENIHAN, PEMBIBITAN DAN
KESEHATAN HEWAN (UPTPPKH) DINAS PERTANIAN DAN PANGAN KABUPATEN KAPUAS HULU
DISUSUN OLEH : ARIS NURFIANTO, A.Md NIP. 198812282020121008
No Absen : 09
BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KAPUAS HULU
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI KALIMANTAN BARAT
TAHUN 2021
LEMBAR PERSETUJUAN RANCANGAN AKTUALISASI
JUDUL : Optimalisasi Penyediaan Bibit Jambu Kristal (Psidium guajava L.) yang Berkualitas di Unit Pelaksana Teknis Perbenihan, Pembibitan dan Kesehatan Hewan (UPTPPKH) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu
NAMA : ARIS NURFIANTO, A.Md.
PANGKAT / GOL. RUANG : II c / Pengatur
NIP : 198812282020121008
NOMOR DAFTAR HADIR : 09
JABATAN : PENGELOLA SARANA PEMBIBITAN DAN
PENGHIJAUAN
UNIT KERJA/INSTANSI : UPTPPKH DINAS PERTANIAN DAN PANGAN KAPUAS HULU
Telah disetujui untuk diseminarkan pada hari Jum’at tanggal 2 Juli 2021
Telah diperiksa/disetujui : COACH,
Ir. Christian Tobing NIP. 19660331 199203 1 001
Putussibau, 1 Juli 2021
MENTOR,
Jasmin, S.P,M.Si NIP. 19800507 200502 1 006
BERITA ACARA
EVALUASI RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II ANGKATAN XXXII DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU TAHUN 2021
Pada hari ini Jum’at tanggal Dua bulan Juli tahun 2021 bertempat di Aula Penginapan Uncak Lestari Kedamin Kabupaten Kapuas Hulu (Jl. Lintas Selatan), telah dilaksanakan Evaluasi Rancangan Aktualisasi bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XXXII di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021, sebagai berikut :
N a m a : ARIS NURFIANTO, A.Md
Pangkat / Gol. Ruang : II c / Pengatur
NIP : 198812282020121008
Jabatan : Pengelola Sarana Pembibitan Dan Penghijauan Unit kerja/Instansi : UPTPPKH Dinas Pertanian Dan Pangan Kapuas Hulu
Mentor : Jasmin, S.P, M.Si
Coach : Ir. Christian Tobing Penguji : Abdurrohman Bisri, A.Md
Judul : Optimalisasi Penyediaan Bibit Jambu Kristal (Psidium guajava L.) yang berkualitas di Unit Pelaksana Teknis Perbenihan, Pembibitan dan Kesehatan Hewan (UPTPPKH) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu
Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh : MENTOR,
Jasmin, S.P, M.Si NIP. 19800507 200502 1 006
PENYAJI,
Aris Nurfianto, A.Md NIP. 19881228 202012 1 008
COACH,
Ir. Christian Tobing NIP. 19660331 199203 1 001
PENGUJI,
Abdurrohman Bisri, A.Md NIP.19810821 200604 1 007
Mengetahui :
Plt. KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KABUPATEN KAPUAS HULU
JANTAU, S.Sos., M.M.
Pembina Utama Muda
PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU
BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Jalan Danau Luar No.05 Putussibau 78711(0567) 21027 Fax. (0567) 21764
PUTUSSIBAU – KALIMANTAN BARAT 78711
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI
JUDUL : Optimalisasi Penyediaan Bibit Jambu Kristal (Psidium guajava L.) yang berkualitas di Unit Pelaksana Teknis Perbenihan, Pembibitan dan Kesehatan Hewan (UPTPPKH) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu
NAMA : Aris Nurfianto, A.Md
PANGKAT / GOL. RUANG : II c / Pengatur
NIP : 198812282020121008
NOMOR DAFTAR HADIR : 09
JABATAN : Pengelola Sarana Pembibitan Dan Penghijauan UNIT KERJA / INSTANSI : UPTPPKH Dinas Pertanian Dan Pangan Kapuas
Hulu
Telah diperbaiki berdasarkan koreksi dan/atau saran Penguji pada
Evaluasi Rancangan Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan XXXII di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021
pada hari Jum’at tanggal 2 Juli 2021
di Aula Penginapan Uncak Lestari Kedamin Kabupaten Kapuas Hulu
Telah diperiksa/disetujui : COACH,
Ir. Christian Tobing NIP. 19660331 199203 1 001
Putussibau, 2 Juli 2021
MENTOR,
Jasmin, S.P, M.Si NIP. 19800507 200502 1 006
Disetujui : PENGUJI,
Abdurrohman Bisri, A.Md NIP. 19810821 200604 1 007
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat yang telah diberikan dan atas karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Rancangan Aktualisasi dengan judul “Optimalisasi Penyediaan Bibit Jambu Kristal yang Berkualitas di Unit Pelaksana Teknis Perbenihan, Pembibitan dan Kesehatan Hewan (UPTPPKH) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu”.
Penulisan Rancangan Aktualisasi ini disusun sebagai dasar untuk memecahkan isu utama dan mengaktualisasikan semua nilai-nilai dasar meliputi: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti-Korupsi (ANEKA). Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Fransiskus Diaan, S.H selaku Bupati Kapuas Hulu
2. Bapak Suprianus Herman, S.H selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat
3. Bapak Jantau, S.Sos.M.M selaku Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu
4. Bapak Jasmin, S.P, M.Si., selaku mentor yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan saran dalam perbaikan rancangan aktualisasi
5. Bapak Ir. Christian Tobing selaku coach yang telah memberikan bimbingan, kritik, dan saran dalam perbaikan rancangan aktualisasi.
6. Bapak Abdurrohman Bisri, A.Md selaku penguji yang telah memberikan bimbingan, kritik, dan saran dalam perbaikan rancangan aktualisasi.
7. Kepada orang tuaku (Ayah: Rebiyanto dan Ibu: Partini) yang telah memberikan doa, dukungan, dan motivasi.
8. Kepada istriku : Dayang Marlena yang telah memberikan doa dan kasih sayang.
9. Teman-teman Pelatihan Dasar Golongan II Angkatan XXXII Tahun 2021 yang memberikan dukungan dan motivasi.
Penulis menyadari bahwa laporan ini belum sempurna, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat dibutuhkan. Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Kapuas Hulu, 1 Juli 2021
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
BERITA ACARA ... iii
LEMBAR PENGESAHAN ... iv
KATA PENGANTAR ...v
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
BAB I ...1
PENDAHULUAN ...1
1.1 LATAR BELAKANG ...1
1.2 TUJUAN DAN SASARAN ...2
1.3 TEMPAT DAN WAKTU KEGIATAN ...2
BAB II ...3
GAMBARAN UMUM ORGANISASI ...3
2.1 PROFIL ORGANISASI...3
2.2 KEADAAN ORGANISASI ...4
2.3 MISI, DAN TUJUAN ORGANISASI ...4
2.4 NILAI-NILAI ORGANISASI...5
2.5 STRUKTUR ORGANISASI ...6
2.6 TUPOKSI ORGANISASI...7
2.7 RUANG LINGKUP TUGAS PESERTA ...8
BAB III ...9
NILAI-NILAI DASAR SERTA KEDUDUKAN DAN PERAN ASN DALAM NKRI ...9
3.1 NILAI-NILAI DASAR ASN ...9
3.2 KEDUDUKAN DAN PERAN ASN DALAM NKRI... 12
BAB IV ... 14
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN... 14
4.1 IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN TUGAS ... 14
4.2 ANALISIS ISU ... 16
4.3 KETERKAITAN SUBSTANSI MATA PELATIHAN ... 18
4.4 JADWAL IMPLEMENTASI AKTUALISASI ... 26
4.5 LEMBAR PENGENDALIAN MENTOR DAN COACH ... 27
DAFTAR PUSTAKA ... 29
BIODATA ... 30
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Laporan Perkembangan Bibit UPTPPKH ... 3
Tabel 2.2 Jumlah Sumber daya aparatur UPTPPKH ... 4
Tabel 4.1 Perkembangan bibit Jambu Kristal di UPTPPKH ... 15
Tabel 4.2 Analisis Isu menggunakan APKL ... 16
Tabel 4.3 Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan ... 18
Tabel 4.4.1 Jadwal implementasi aktualisasi ... 26
Tabel 4.5.1 Jadwal Konsultasi dengan Mentor ... 27
Tabel 4.5.2 Jadwal Konsultasi dengan Coach ... 28
DAFTAR GAMBAR
Halaman Gambar 2.1 Lokasi UPTPPKH ... 3
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 yang dimaksud dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. ASN terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bekerja untuk instansi pemerintah. ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara, perlu dibangun ASN yang memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik. ASN harus bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Pelatihan Dasar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan dalam masa prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Pemerintah melalui Lembaga Aparatur Negara (LAN) berusaha memperbaiki kualitas ASN khususnya PNS melalui kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) yang ditegaskan dalam LAN Nomor 1 tahun 2021.
Tenaga Teknis sebagai pelaksana umum memiliki tugas pokok melakukan pelaksanaan pengelolaan sarana pembibitan seperti yang tercantum dalam Analisa Jabatan Pengelola Sarana Pembibitan dan Penghijauan, disebutkan bahwa kegiatan pokok tenaga teknis adalah membantu pelaksanaan pengelolaan sarana pembibitan dan Penghijauan, Membantu pelaksanaan pengembangan kegiatan sarana pembibitan dan penghijauan serta Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberi atasan sesuai tugas dan fungsinya.
Setiap tenaga teknis diharapkan melaksanakan kegiatan yang optimal sehingga dapat menggali potensi peserta sumber daya yang ada di lingkungan kerja.
Terlebih sebagai ASN yang memiliki fungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa, harus menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) dalam setiap kinerjanya. Dengan demikian, akan tercipta kinerja yang
maksimal baik untuk diri sendiri maupun lingkungan kerja. Oleh karena itu penulis membuat rancangan Aktualisasi nilai dasar profesi ASN yang nantinya akan diterapkan di Dinas pertanian Pangan yang disusun berdasarkan tugas pokok fungsi (tupoksi), Sasaran Kinerja Pegawai (SKP),dan visi misi dinas pada umumnya.
1.2 TUJUAN DAN SASARAN
Tujuan dari Rancangan Aktualisasi adalah untuk menjalankan kedudukan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai Pelaksana Kebijakan Publik; Pelayan Publik;
serta Perekat dan Pemersatu Bangsa. Selain itu, Peserta Pelatihan Dasar CPNS diharapkan menjadi ASN yang profesional yang karakternya terbentuk oleh nilai–nilai dasar akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi (ANEKA) sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional dalam kehidupan di lingkungan masyarakat. Sedangkan sasaran penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS adalah terwujudnya PNS professional yang berkarakter sebagai pelayan masyarakat..
1.3 TEMPAT DAN WAKTU KEGIATAN
Kegiatan Evaluasi Rancangan Aktualisasi akan diselenggarakan pada hari Jumat, 2 Juli 2021 pukul 08.00 sd 14.00 di Hotel Uncak Lestari. Sedangkan kegiatan aktualisasi akan diadakan pada tanggal 5 Juli 2021 – 7 Agustus 2021 bertempat di UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan.
BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI 2.1 PROFIL ORGANISASI
UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan merupakan unit pelaksana teknis yang berlokasi di Jalan Lintas Selatan KM 38, Dusun Batu Bedulang, Kelurahan Tekalong, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat 78116.
Titik koordinat N 0°35’30.0696” E 112°50’15.9828” . UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Kapuas Hulu No. 79 Tahun 2017 tentang pembentukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi, serta tata kerja Unit Pelaksana Teknis perbenihan, pembenihan dan kesehatan hewan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu.
Gambar 2.1 Lokasi UPTPPKH
Tabel 2.1. Laporan Perkembangan Jumlah Bibit di UPTPPKH Per Bulan Juni 2021 No. Jenis
Bibit
Jenis Perbanyakan
Total Cangkok Stek Okulasi Sambung
Pucuk
Sambung Susu
Biji
1 Jambu
Kristal 51 178
229
2 Lengkeng 45 45
3 Rambutan 45 45
4 Durian 40 40
5 Petai 2000 2000
6 Pepaya 500 500
7 Jengkol 50 50
8 Jambu air 10 10
9 Jeruk 3 3
Jumlah 64 - 178 40 90 2550 2622
Sumber : Laporan bulan Juni UPTPPKH 2021
Tabel 2.2.Jumlah Sumber daya aparatur UPTPPKH 2021 No Tingkat
Pendidikan
Jumlah (Orang)
Golongan Keterangan
1 S2 1 IV PNS
2 D3 1 II CPNS
3 SLTA/SMK 1 II PNS
4 SLTA/SMK 6 Tenaga kontrak daerah
5 SLTP 1 Tenaga kontrak daerah
Jumlah 10
Sumber : Laporan bulan Juni UPTPPKH 2021
2.2 KEADAAN ORGANISASI
Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan didukung oleh sumber daya aparatur sebanyak 3 orang PNS dan 7 orang tenaga kontrak daerah. Dari tujuh orang tenaga kontrak memiliki tugas dan fungsi yang telah dibagi sesuai dengan sub bagian masing-masing. Mereka bertanggung jawab sesuai uraian tugas yang telah ditetapkan.
2.3 MISI, DAN TUJUAN ORGANISASI 1. Misi
Misi Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu:
1. Pemenuhan kebutuhan dasar baik structural maupun fungsional melalui pemberdayaan aparatur pertanian yang tangguh, prima , disiplindan bertaqwa 2. Mempertahankan dan meningkatkan stabilitas ketahanan pangan melalui
pemanfaatan sumber daya nabati dan hewani secara optimal
3. Pengembangan system dan usaha agribisnis melalui pemberdayaan potensi agribisnis dengan menggali dan memanfaatan berbagai sumber daya local.
4. Pemberdayaan masyarakat petani peternak, kelembagaan tani, usaha pelayanan jasa alat dan mesin pertanian (UPJA) dan kelembagaan ekonomi lainnya.
5. Peningkatan, peran, dan fungsi balai penelitian dan pengembangan (BPP) Kelansin dan pengusaha pelaku bisnis.
6. Penerapan system perencanan pembangunan pertanian yang komprehensif yang didasari pada konsep pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
2.4 NILAI-NILAI ORGANISASI
Nilai-nilai organisasi di Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu:
1. Prestasi : Dalam melaksanakan tugasnya selalu ditunjukkan untuk pencapaian hasil yang memiliki kualitas tinggi
2. Dedikasi : komitmen dan konsisten terhadap tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
3. Partisipatif : Dalam pencapaian tujuan (visi dan misi) dilaksanakan secara bersama sama secara kolaborasi kohesifitas antar unsur-unsur internal dan kemitraan yang harmonis dan dinamis
4. Akuntabilitas : Berorientasi pada pertanggungjawaban yang transparan baik dalam proses, output maupun outcomes
5. Keterbukaan : Menerima saran dan kritik yang dapat meningkatkan kinerja organisasi.
Produksi Bibit Hortikultura
Produksi benih Tanaman Pangan
Perawatan Kebun Induk
Perawatan Kesehatan Hewan
Pakan ternak Sanitasi dan Gudang
Kebun Hijauan Pakan Sub Bagian Tata Usaha
Stefanus Libat
Pengelola Sarana Pembibitan Dan Penghijauan Aris Nurfianto, A.Md 2.5 STRUKTUR ORGANISASI
Struktur Organisasi UPTPPKH
Kepala UPT Jasmin,S.P.M.Si.
2.6 TUPOKSI ORGANISASI
1. Tugas Pokok Jabatan Pengelola Sarana Pembibitan dan Penghijauan 1. Membantu pelaksanaan pengelolaan sarana pembibitan dan Penghijauan.
a. Mempelajari tugas dan petunjuk kerja yang diberi atasan.
b. Menyusun daftar pengelolaan sarana pembibitan dan penghijauan.
c. Membantu pelaksanaan pengelolaan sarana pembibitan dan penghijauan.
d. Berkoordinasi dan melaporkan hasil pengelolaan sarana kepada pimpinan 1. Melakukan perawatan dan pemeliharaan peralatan serta berkoordinasi dengan
jabatan lain untuk kelancaran tugas sarana pembibitan dan penghijauan.
a. Mempelajari tugas dan petunjuk kerja yang diberi atasan.
b. Melaksanakan pengecekan kondisi peralatan.
c. Melaksanakan perawatan dan pemeliharaan peralatan operasi.
d. Melaksanakan perbaikan peralatan operasi serta berkoordinasi dengan jabatan lain dalam melakukan proses perbaikan.
e. Melaporkan kendala dan kesiapan sarana kepada pimpinan.
2. Membantu pelaksanaan pengembangan kegiatan sarana pembibitan dan penghijauan.
a. Mempelajari daftar pelaksanaan kegiatan tahun berjalan dan tahun yang lalu untuk menyusun daftar pengembangan sarana pembibitan dan penghijauan.
b. Menerima arahan pimpanan untuk membantu menjalankan kegiatan rutin pengembangan kawasan instalasi UPT.
c. Membantu melakukan pencatatan terhadap objek pekerjaan yang telah dikembangkan/dijalankan.
d. Melaporkan hasil kegiatan pengembangan kegiatan sarana pembibitan dan penghijauan kepada pimpinan.
3. Melakukan pendataan aset (peralatan, mesin dan bangunan) sarana pembibitan dan penghijauan.
a. Mempelajari tugas dan petunjuk kerja yang diberi atasan.
b. Menyusun daftar aset dan mengelompokannya sesuai peruntukannya untuk sarana pembibitan dan sarana penghijauan.
c. Melakukan koordinasi dengan jabatan yang lain mengenai data aset
d. Melaporkan kepada atasan setelah data aset dikumpulkan / selesai dilaksanakan.
4. Membantu merencanakan program/kegiatan pada Seksi Pembibitan Hijauan Pakan Ternak dan Pengujian Pakan Ternak.
a. Membantu melaksanakan pemantauan dan evaluasi program/kegiatan tahun sebelumnya.
b. Mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk penyusunan program/kegiatan yang akan disusun.
c. Menerima arahan dan koordinasi dengan pimpinan dalam membantu penyusunan program/kegiatan.
d. Melaporkan kepada atasan hasil perencanaan program/kegiatan.
5. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberi atasan sesuai tugas dan fungsinya.
a. Mempelajari penugasan yang diberikan atasan;
b. Menyiapkan bahan-bahan pelaksanaan tugas;
c. Menjalankan tugas sesuai dengan arahan dan aturan yang ada;
d. Mengevaluasi hasil pelaksanaan tugas
e. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan.
UPT mempunyai tugas melaksanakan kegiatan teknis operasional di bidang perbenihan, pembibitan dan layanan kesehatan hewan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas, UPT menyelenggarakan fungsi:
1. Pelaksanaan perbenihan dan pembibitan tanaman pangan, hortikultra, perkebunan dan peternakan
2. Fasilitasi layanan kesehatan hewan 3. Pemberian pelayanan administratif
4. Penyediaan data perbenihan dan pembibitan di bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan kesehatan hewan.
2.7 RUANG LINGKUP TUGAS PESERTA
Adapun ruang lingkup atau penerapan mengacu pada penempatan pendaftaran formasi CPNS Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2019 berada di UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan pada kegiatannya akan menerapkan nilai-nilai dasar PNS
BAB III
NILAI-NILAI DASAR SERTA KEDUDUKAN DAN PERAN ASN DALAM NKRI
3.1 NILAI-NILAI DASAR ASN
Menurut UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN, yaitu ASN mampu mengaktualisasikan Nilai nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti korupsi dalam menjalankan tugas jabatan ASN secara profesional. ASN sebagai pelayan masyarakat yang meliputi kemampuan berakuntabilitas, mengedepankan kepentingan nasional, menjunjung tinggi standar etika publik, berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas jabatannya, dan tidak korupsi dan mendorong percepatan pemberantasan korupsi di lingkungan instansinya. Adapun nilai-nilainya adalah sebagai berikut:
1. Akuntabilitas
Tujuan utama dari akuntabilitas adalah untuk memperbaiki kinerja PNS dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Arti akuntabilitas sendiri adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab dan amanahnya. Amanah seorang PNS adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik. Akuntabilitas adalah prinsip dasar bagi organisasi yang berlaku pada setiap level/unit organisasi sebagai suatu kewajiban jabatan dalam memberikan pertanggungjawaban laporan kegaitan kepada atasannya (Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2015). Adapun indikator akuntabilitias antara lain:
tanggung jawab, jujur, netral, kejelasan target, adil, transparan, konsisten, partisipatif, dan mendahulukan kepentingan publik. PNS yang akuntabel adalah PNS yang mampu mengambil pilihan yang tepat ketika kerjadi konflik kepentingan, tidak terlibat dalam politik praktis, melayani warga secara adil dan konsisten dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
2. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Setiap pegawai ASN wajib memiliki orientasi berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan negara (Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia, 2015). Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa:
a. Menempatkan persatuan dan kesatuan;
b. Kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan;
c. Menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara;
d. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri;
e. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa;
f. Menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia;
g. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
Adapun indikator nasionalisme antara lain: religius, hormat menghormati, kerjasama, tidak memaksakan kehendak, jujur, amanah, adil, persamaan derajat, tidak diskriminatif, mencintai sesama manusia, tenggang rasa, membela kebenaran, persatuan, rela berkorban, cinta tanah air, memelihara ketertiban, disiplin, musyawarah, kekeluargaan, menghormati keputusan, tanggung jawab, kepentingan bersama, gotong royong, sosial, tidak menggunakan hak yang bukan miliknya, hidup sederhana, kerja keras, dan menghargai karya orang lain.
Dari penjelasan di atas, maka PNS yang baik adalah yang senantiasa menjunjung tinggi martabatnya serta mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan diri sendiri, seseorang dan golongan. Seorang PNS wajib menjaga persatuan dan kesatuan agar keutuhan bangsa dapat terjaga.
3. Etika Publik
Etika merupakan refleksi atas standar norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, perilaku untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik (Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2015). Ada tiga fokus utama dalam pelayanan publik, yakni:
a. Pelayanan publik yang berkualitas dan relevan.
b. Sisi dimensi reflektif, etika publik berfungsi sebagai bantuan dalam menimbang pilihan sarana kebijakan publik dan alat evaluasi.
c. Modalitas etika, menjembatani antara norma moral dan tindakan faktual.
Adapun indikator etika publik antara lain: jujur, bertanggung jawab, integritas tinggi, cermat, disiplin, hormat, sopan, taat pada peraturan perundang- undangan, taat perintah, dan menjaga rahasia. Aturan etika PNS diatur dalam kode etik PNS. Kode etik adalah rumusan eksplisit tentang kaidah-kaidah atau norma yang harus ditaati secara sukarela oleh para pegawai di dalam organisasi publik. Para pegawai dan jabatan perlu terus diingatkan akan rujukan kode etik PNS yang tersedia. Adapun kode etik profesi dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku/etika suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan dapat dipegang teguh oleh sekelompok professional tertentu.
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan (customer) sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Apabila setiap lembaga pemerintah dapat memberikan layanan prima kepada masyarakat maka akan menimbulkan kepuasan bagi pihak yang dilayani. Maka dari itu, seorang ASN harus memiliki pemikiran kritis tentang konsep efektivitas, efisiensi, inovasi dan mutu demi tercapainya pelayanan yang prima (Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2015). Untuk menciptakan mutu pelayanan prima juga diperlukan perubahan orientasi, sikap, dan cara kerja sebagai berikut:
a. Dari orientasi kepada peraturan menjadi orientasi kepada masyarakat.
b. Dari cara kerja “asal bapak senang” dan asal-asalan menjadi berorientasi kepada mutu.
c. Dari sikap pasif menjadi proaktif dan inovatif.
d. Dari cara kerja individualis dan egosentris (bekerja sendiri dan berorientasi melayani pimpinan) menjadi cara kerja tim (kolektif).
Indikator komitmen mutu antara lain: efektif, efisien, berorientasi mutu, dan inovasi. Aktualisasi nilai-nilai dasar komitmen mutu dalam pelaksanaan tugas aparatur akan mendorong terciptanya iklim atau budaya kerja unggul yang dapat menumbuhkan keberanian untuk menampilkan kreativitas dan inovasi.
5. Anti Korupsi
Menurut Undang-Undang No. 31 Tahun 1999, tindak pidana korupsi terdiri dari kerugian keuangan negara, suap menyuap, pemerasan, perbuatan curang, penggelapan, benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi. Jadi, anti korupsi berarti tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas segala tingkah atau tindakan yang berhubungan dengan korupsi (Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2015). Oleh karena itu ASN perlu dibekali nilai dasar Anti korupsi agar bisa menghindari dan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi sehingga tidak merusak kehidupan ASN. Adapun indikator anti korupsi antara lain: jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, mandiri, adil, berani, dan peduli.
3.2 KEDUDUKAN DAN PERAN ASN DALAM NKRI
Peran dan kedudukan ASN menjadi hal penting bagi para PNS agar PNS dapat menjalankan fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa sehingga mampu mengelola tantangan dan masalah keragaman sosial-kultural dengan menggunakan perspektif Whole of Government (WoG) dalam mendukung pelaksanaan tugas jabatannya dalam melayani publik (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat, 2019).
1. Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN)
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil negara yang unggul selaras dengan perkembangan zaman. Pegawai ASN berfungsi untuk pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. ASN sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dan kode perilaku. Kode etik dan kode perilaku ASN bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN dan menjadi acuan bagi para ASN dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintah.
2. Whole of Government
Whole of Government (WoG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan
sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program, dan pelayanan publik. Oleh karenanya, WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan.
3. Pelayanan Publik
Menurut Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Terdapat 3 (tiga) unsur dalam pelayanan publik yaitu organisasi penyelenggara pelayanan publik, penerima layanan (pelanggan), kepuasan yang diberikan atau diterima oleh penerima layanan. Di dalam pelayanan public terdapat beberapa nilai indikator yaitu kesederhanaan, kejelasan, kepastian waktu, keamanan, kelengkapan sarana dan prasarana, kemudahan akses, disiplin/sapa/ramah dan kenyamanan.
BAB IV
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN
4.1 IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN TUGAS
Masalah adalah segala situasi dan kondisi dimana apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, dan akan berdampak negatif jika tidak segera diselesaikan. Permasalahan yang dialami oleh UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu secara umum adalah peningkatan perbanyakan bibit. Kegiatan perbanyakan bibit yang selama ini dilaksanakan yaitu perbanyakan vegetative seperti stek, cangkok, sambung pucuk, menempel (okulasi). Berbagai metode tersebut tentunya banyak terdapat kelebihan dan kekurangan. Perbanyakan bibit yang saat ini di UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan adalah tanaman jambu Kristal.
Teknik perbanyakan dengan cangkok tunggal adalah teknik perbanyakan dengan cara pelukaan atau pengeratan cabang pohon induk dan dibungkus media tanam untuk merangsang terbentuknya akar. Untuk mencegah kekeringan maka sebaiknya dilakukan musim penghujan. Teknik ini dirasa kurang optimal karena sangat tergantung jumlah tanaman induk dan waktu pengerjaan. Maka dari permasalahan ini dilakukan teknik perbanyakan jambu Kristal dengan metode lain yaitu cangkok bertingkat. Cangkok bertingkat merupakan gabungan metode cangkok dan stek.
Sehingga untuk memperoleh jumlah bibit yang banyak dapat dilakukan metode ini.
Saat ini jumlah tanaman induk yang siap untuk dilakukan perbanyakan (memiliki umur 2 tahun) hanya 30 batang.
Keadaan tanaman induk di UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan untuk tanaman jambu Kristal masih focus untuk belajar buah pertama sehingga jika diperbanyak sangat tidak memungkinkan karena akan menggangu pertumbuhan dan proses pembuahan. Dalam satu tanaman induk biasanya dapat dilakukan cangkok beberapa cabang dengan syarat tidak mengganggu dan merusak tanaman. Penentuan cabang tiap pohon untuk cangkok berkisar 30-40 % sehingga tidak mempengaruhi perkembangan tanaman induk secara menyeluruh. Untuk perawatan selanjutnya dilakukan pembersihan gulma, pemupukan, pengendalian hama penyakit tanaman dan penyiraman.
Teknik pelakuan media cangkok yang optimal sangat berpengaruh pada hasil cangkok. Pemberian air ke media cangkok dengan cara disuntik disesuaikan
kebutuhan dengan tujuan untuk menjaga kelembaban media. Zat perangsang akar Rooton dan Rootup diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan akar dengan didukung media yang subur. Kegiatan pemangkasan cabang dan pembuangan bakal buah (bunga) berfungsi untuk membantu mempercepat perkembangan jaringan tanaman baru yang lebih produktif. Kapasitas produksi buah jambu kristal tidak tergantung umur tetapi kesuburan tanaman yang dipacu pupuk dan perawatan yang baik, idealnya jambu Kristal dapat berproduksi tiap pohon 10 buah sepanjang tahun.
Oleh karena itu, pengembangan perbanyakan jambu Kristal di UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan sangat menjanjikan ke masa depan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan permintaan konsumsui buah jambu di masyarakat sehingga penyediaan bibit jambu Kristal yang berkualitas sangat relevan saat ini.
Tabel 4.1 Perkembangan bibit Jambu Kristal di UPTPPKH No Tahun Target (Btg) Realisasi (Btg) Ket
1 2020 500 150
2 2021 500 229 Sd Juni 2021
Sumber : Laporan tahunan UPTPPKH
Berdasarkan diskusi dengan mentor maka penyusun mengidentifikasi tiga isu yang ada di UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu:
1. Belum optimalnya penyediaan tanaman Jambu Kristal yang berkualitas 2. Masih terbatasnya tanaman induk Jambu kristal untuk perbanyakan 3. Sedikitnya stok bibit jambu kristal di UPTPPKH
Dari tiga isu di atas, dilakukan analisis menggunakan tabel analisis APKL (aktual, problematik, kekhalayakan, dan kelayakan) untuk menetapkan core issue.
Aktual artinya isu tersebut benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan dalam masyarakat. Problematik artinya isu tersebut memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga perlu dicarikan segera solusinya secara komprehensif.
Kekhalayakan artinya isu tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak, dan Kelayakan artinya isu tersebut masuk akal, realistis, relevan, dan dapat dimunculkan inisiatif pemecahan permasalahannya. Teknik tapisan APKL menggunakan skala likert dengan rentang nilai: (1) tidak penting, (2) kurang penting, (3) cukup penting, (4) penting, dan (5) sangat penting.
Tabel 4.2 Analisis Isu menggunakan APKL
No Isu A P K L Total
1 Belum optimalnya perbanyakan tanaman jambu Kristal
yang berkualitas 5 5 4 4 18
2 Masih terbatasnya tanaman induk Jambu kristal untuk
perbanyakan 4 3 3 4 14
3 Sedikitnya stok bibit jambu kristal di UPTPPKH 5 4 3 3 15
Berdasarkan tabel di atas, maka isu aktual yang menjadi prioritas adalah
“Belum optimalnya perbanyakan tanaman jambu Kristal yang berkualitas”.
Selanjutnya, diperoleh gagasan untuk menyelesaikan core issue tersebut, yang kemudian menjadi judul kegiatan aktualisasi, yaitu “Optimalisasi Penyediaaan Bibit Jambu Kristal yang Berkualitas di UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan”.
4.2 ANALISIS ISU
Menurut Wikipedia Analisis adalah proses pemecahan suatu masalah kompleks menjadi bagian-bagian kecil sehingga bisa lebih mudah dipahami.
Berdasarkan prioritas isu APKL Belum optimalnya perbanyakan tanaman jambu kristal. Maka penyebab dari masalah tersebut dapat dilihat dari diagram fishbone sebagai berikut.
Tanaman induk
Perawatan tanaman induk Perawatan bibit Bibit
Metode Perbanyakan
Belum optimanya Penyediaa
n bibit jambu kristal
Belum Sertifikat Kelemahan stek
Jumlah bibit Tanah batu, berpasir
Kelemahan sambung
Permintaan bibit Perlu ekstra unsur hara
Jumlah tanaman induk
Dari hasil fishbone diketahui penyebab masalah di atas adalah:
1. Jumlah bibit yang sedikit di pembibitan sementara permintaan dan target perbanyakan yang besar.
2. Perawatan bibit dan tanaman induk yang kurang maksimal karena factor unsur hara yang sedikit dan kondisi tanah yang berbatu,pasir
3. Metode perbanyakan melalui stek, okulasi dan cangkok biasa/tunggal dengan hasil yang kurang maksimal.
4. Tanaman induk belum ada sertifikat, jumlah tanaman percontohan yang siap dicangkok berjumlah 40 batang.
Maka dari beberapa faktor saya mengajukan gagasan yaitu Optimalisasi Penyediaan bibit Jambu Kristal yang berkualitas di UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan.
4.3 KETERKAITAN SUBSTANSI MATA PELATIHAN
Berdasarkan isu dan penyebab yang telah dianalisis maka dapat diketahui keterkaitan dengan substansi nilai-nilai ANEKA yang dapat diaktualisasikan di UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu
Tabel 4.3. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Unit Kerja : UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan
Identifikasi Isu : 1. Belum optimalnya perbanyakan tanaman jambu kristal
2. Masih terbatasnya tanaman induk Jambu kristal untuk perbanyakan
3. Sedikitnya stok bibit jambu kristal di UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan Isu yang Diangkat : Belum optimalnya perbanyakan tanaman jambu Kristal yang berkualitas
Gagasan Pemecahan Isu : Optimalisasi Penyediaan Bibit Jambu Kristal yang berkualitas di UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil
Kegiatan
Keterkaitan Substansi Mata Pelayanan
Kontribusi Terhadap Visi-
Misi
Penguatan Nilai Organisasi 1. Melakukan
Perbanyakan bibit
1. Menyiapakan alat kerja berupa pisau pengerat, plastic dan rafia untuk
perbanyakan 2. Memilih dan
menandai
tanaman induk yang dapat di perbanyak
Terdapatnya bibit hasil perbanyakan
Perbanyakan bibit adalah proses mengembangbiakaan bibit melalui proses vegetatif dan generatif.
Perbanyakan vegertatif meliputi stek, cangkok, okulasi sedangkan perbanyakan generative melalui biji. Langkah awal yaitu saya akan mempersiapkan alat lengkap sebagai pendukung utama dalam pelaksanaan kegiatan sehingga mempermudah tenaga teknis dalam
Peningkatan, peran, dan fungsi balai penelitian dan
pengembangan (BPP) Kelansin dan pengusaha pelaku bisnis (misi 5)
Penguatan nilai organisasi : Prestasi: Dalam melaksanakan tugasnya selalu ditunjukkan untuk pencapaian hasil yang memiliki kualitas tinggi
berkualitas unggul, tidak terlalu tua dan muda, cabang yang lurus dan kuat.
3. melaksanakan metode stek, cangkok, okulasi 4. Melakukan
pemantauan secara berkala hasil perbanyakan 5. Melakukan
penanaman hasil cangkok
yang akan berlangsung dengan mudah. (Akuntabilitas, konsisten) Selanjutnya saya akan berkonsultasi dengan pimpinan tentang pemilihan tanaman induk yang siap dipakai sebagai bahan entres. (Nasionalisme, musyawarah). Kemudian saya akan melakukan perbanyakan cangkok, stek, okulasi dengan keterampilan yang ada. Stek adalah perbanyakan menggunakan batang, okulasi adalah penempelan mata tunas , cangkok adalah meguliti cabang kemudian ditutup dengan media cangkok yang dibungsus.
Stek dan cangkok bertujuan merangsang pertumbuhan akar.
saya akan meningkatkan jumlah perolehan cangkok per hari dan selalu menggunakan metode yang baik. (Etika Publik, Cermat). Di UPTPPKH akan saya kembangkan metode cangkok bertingkat. Saya mulai dari pengupasan ukuran 2 cm kemudian tiap jarak 20 cm dilakukan pengupasan kulit juga.
Selanjutnya pada pangkal atas kupasan diberi olesan adonan ZPT Rooton dan air yang berbentuk pasta, lalu ditutup dengan media
cangkok kemudian dibungkus dengan plastic dan diikat dengan rafia (Komitmen mutu, Inovasi).
Saya akan melakukan pemantauan yang tepat dengan memperhatikan intensitas hujan, saat musim kemarau kondisi dijaga agar tetap lembab dan juga saat musim penghujan jangan banyak air (Anti Korupsi, tanggung jawab). Saya akan melakukan penanaman hasil cangkok yang telah ada yaitu cangkok berumur 2 bulan dengan ditandai terlihatnya akar berwarna putih kecoklatan dan siap untuk dipindah tanam ke media polybag.
(Komitmen mutu, efektif) 2 Melakukan
Perawatan Bibit
1. Melakukan penyiraman, pengendalian gulma 2. Penggantian
media bibit berdasarkan umur bibit
3. Pemberian pupuk tepat waktu 4. Melakukan
pengendalian HPT
Terlaksananya perawatan bibit
Perawatan bibit di pembibitan adalah kegiatan pemeliharaan dimulai dari penyiraman, pemupukan, pengendalian gulma dan pengendalian hama penyakit.
Saya akan melakukan kegiatan perawatan secara rutin agar pertumbuhan maksimal sesuai jadwal pemeliharaan bibit (Akuntabilitas, kejelasan target).
Selanjutnya saya mencampurkan tanah dan kompos (1:1) yang selanjutnya saya masukkan ke polybag untuk tranpoting media
Peningkatan, peran, dan fungsi balai penelitian dan
pengembangan (BPP) Kelansin dan pengusaha pelaku bisnis (misi 5)
Penguatan nilai organisasi : Prestasi: Dalam melaksanakan tugasnya selalu ditunjukkan untuk pencapaian hasil yang memiliki kualitas tinggi
yang sebelumnya sudah tidak subur (Nasionalisme, peduli).
Saya memberikan pupuk kandang dan pupuk mutiara dosis 5 g/bibit dengan interval tiap 2 minggu sekali (Komitmen mutu, efektif).
Dengan memperhatikan kondisi bibit, jika ditemukan ada serangan hama dan penyakit langsung dilakukan tindakan pencegahan berupa semprot menggunakan bahan insektisida dan fungisida secara berkala (Etika publik, cermat).Saya akan melakukan dengan penuh kejujuran dan sungguh sungguh agar pencengahan HPT terkendali (Anti korupsi, jujur)
3 Melakukan Perawatan tanaman induk di UPTPPKH
1. Perawatan
tanaman induk berupa
penyiraman dan pengendalian gulma 2. Konsolidasi
tanaman 3. Pemangkasan
cabang dilakukan pada dahan yang kering
4. Pemberian pupuk
Terlaksananya perawatan tanaman induk
Perawatan tanaman induk meliputi penyiraman, pengendalian gulma, pemupukan, pengendalian hama penyakit tanaman. Saya akan melakukan perawatan rutin untuk meningkatkan jumlah buah (Anti Korupsi, Disiplin). Kemudian saya melakukan konsolidasi di planterbag untuk tanah yang tergerus air perlu ditambah tanah dan digemburkan yang sudah dicampur pupuk kandang hingga merata, yang perlu diperhatikan
Peningkatan, peran, dan fungsi balai penelitian dan
pengembangan (BPP) Kelansin dan pengusaha pelaku bisnis (misi 5)
Penguatan nilai organisasi : Prestasi: Dalam melaksanakan tugasnya selalu ditunjukkan untuk pencapaian hasil yang memiliki kualitas tinggi
ekstra yaitu pupuk daun
5. Pengendalian hama penyakit tanaman
akar harus tertutup tanah (Komitmen Mutu, inovasi). Saya akan bekerja dengan keras agar hasil yang memenuhi kriteria yang berlaku (Nasionalisme, kerja keras). Selanjutnya dilakukan pemangkasan pada cabang yang sudah tua (tidak produktif) untuk menunjang pertumbuhan mata tunas baru yang lebih produktif dan cepat berbunga (Etika publik, cermat). Pemberian pupuk ekstra yang tepat adalah dengan pupuk
daun untuk memacu
perkembangan buah dan meningkatkan kesuburan.
Contohnya dengan aplikasi pupuk cair hantu dengan dosis 2cc/liter dengan interval pemberian 3 minggu sekali (Komitmen Mutu,efektifitas). Identifikasi hama yang berada di tanaman jambu adalah belalang, kutu putih, sedangkan penyakit yang ada adalah karat merah, embun jelaga.
Selanjutnya saya akan melakukan semprot fungisida dan insektisida dengan menggunakan bahan Curacron (Akuntabilitas, jujur)
4. Mengembangk an Penanaman tanaman induk di UPTPPKH
1. Persiapan lokasi tanam
2. Penyusunan/pem ancangan jarak tanam
3. Pengisian media tanam ke planter bag
4. Penanaman bibit ke planter bag
Terlaksananya penanaman bibit
Penanaman bibit adalah upaya menambah bibit baru yang berkualitas di lokasi baru. Saya akan mempersiapkan lokasi tanam dengan membersihkan dan memilih lokasi yang lapang di UPTPPKH (Komitmen mutu, efisien). Selanjutnya saya bersama rekan kerja akan melakukan pemancangan titik tanam melalui pengukuran dengan meteran ukuran jarak antar titik tanam 3 meter Nasionalisme (gotong royong). Pengisian media tanam ke planter bag kapasitas 150 liter dilakukan melibatkan rekan kerja, media tanah yang sudah disiapkan dicampur dengan pupuk kompos untuk menambah unsur hara dalam media (Akuntabilitas, partifipatif). Penanaman bibit ke planter bag dilakukan secara hati- hati dengan membuka polybag bibit (bibit siap ditanam umur minimal 6 bulan) (Etika Publik, cermat ) usahakan tanah di polybag tidak hancur karena akan berpengaruh ke penyerapan akar (Anti korupsi, jujur )
Peningkatan, peran, dan fungsi balai penelitian dan
pengembangan (BPP) Kelansin dan pengusaha pelaku bisnis (misi 5)
Penguatan nilai organisasi : Prestasi: Dalam melaksanakan tugasnya selalu ditunjukkan untuk pencapaian hasil yang memiliki kualitas tinggi
5. Pembuatan Kompos
1. Persiapan bahan organic
Tersedianya pupuk kompos
Kegiatan pembuatan kompos merupakan kegiatan untuk
Peningkatan, peran, dan fungsi
Penguatan nilai organisasi :
2. Semprot dengan EM4
3. Pengolahan dengan mesin pembuat kompos
menunjang ketersediaan pupuk organic di UPTPPKH. Saya akan mempersiapkan bahan organic berupa remahan daun purik dengan cara mengumpulkan dari warga sekitar. (Etika public : ramah) Kemudian meletakkan di gudang tertutup dan dilapisi terpal. Setiap 3 hari sekali dilakukan pembalikan agar cepat kering. (Akuntabilitas, tanggung jawab).Selanjutnya dilakukan semprot EM 4 setiap semingu sekali untuk mempercepat perkembanagan mikroorganisme pengurai. (komitmen mutu, efektif). Saya bersama rekan kerja akan mengoperasikan mesin pembuat kompos. Secara bersama- sama melakukan pengolahan kompos (Nasionalisme, gotong- royong). Setelah terdapat hasil olahan kompos yang sempurna saya akan menutupi dengan terpal dan kompos siap digunakan 2 munggu ke depan. (Anti korupsi, Mandiri).
balai penelitian dan
pengembangan (BPP) Kelansin dan pengusaha pelaku bisnis (misi 5)
Prestasi: Dalam melaksanakan tugasnya selalu ditunjukkan untuk pencapaian hasil yang memiliki kualitas tinggi
6. Memberikan label bibit jambu kristal
1. Mencetak label 2. Memberikan
label
Terlaksananya pemberian label
Kegiatan pemberian label merupakan kegiatan pengawasan mutu dengan menjamin tingkat kemurnian bibit. Saya akan mencetak label bertuliskan
Peningkatan, peran, dan fungsi balai penelitian dan
pengembangan
Penguatan nilai organisasi : Prestasi: Dalam melaksanakan tugasnya selalu
3. Konsultasi ke pimpinan
identitas bibit jambu asal varietas, (Anti korupsi, Mandiri).
Selanjutnya saya memberikan label ke bibit jambu Kristal dengan pemasangan yang benar yaitu bagian yang mudah dilihat (Akuntabilitas, tanggung jawab).
(Etika publik, integritas tinggi).
Kemudian saya akan berkonsultasi kepada pimpinan mengenai tahapan berkaitan pelabelan mutu dan pengajuan label untuk memperoleh bibit yang berkualitas (komitmen mutu, inovasi) (Nasionalisme, musyawarah.
(BPP) Kelansin dan pengusaha pelaku bisnis (misi 5)
ditunjukkan untuk pencapaian hasil yang memiliki kualitas tinggi
4.4 JADWAL IMPLEMENTASI AKTUALISASI
Berikut ini merupakan jadwal implementasi aktualisasi di UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan pada 5 Juli – 9 Agustus 2021.
Tabel 4.4.1 Jadwal Implementasi Aktualisasi
No. Kegiatan Waktu
Pelaksanaan Output Bukti Fisik 1. Melakukan
Perbanyakan bibit
5 – 9 Juli 2021 Tersedia bibit hasil
perbanyakan
Foto kegiatan cangkok,okulasi form
monitoring pemantauan cangkok 2. Melakukan
Perawatan Bibit
5 Juli -6 Agustus 2021
Bibit terawat Foto kegiatan Form
pemupukan Form identifikasi hama penyakit 3. Melakukan
Perawatan tanaman induk di UPTPPKH
5 Juli – 6 Agustus 2021
Tanaman terawat
Foto kegiatan Form
pemupukan Form identifikasi hama penyakit 4. Mengembangkan
Penanaman tanaman induk di UPTPPKH
7 - 9 Juli 2021
Bibit sudah tertanam
Foto kegiatan
5. Pembuatan kompos di UPTPPKH
12 -28 Juli
2021 Pupuk kompos tersedia
Foto kegiatan
6. Memberikan label bibit jambu Kristal
3-6 Agustus 2021
Label bibit tersedia
Foto kegiatan
4.5 LEMBAR PENGENDALIAN MENTOR DAN COACH 1. Jadwal Konsultasi dengan mentor
Tabel 4.5.1 Jadwal Konsultasi Mentor Nama Peserta : Aris Nurfianto
Instansi : Dinas Pertanian dan Pangan
Tempat Aktualisasi : UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu
No Tanggal Kegiatan Media
komunikasi output paraf
1 20 Juli 2021 Konsultasi isu dan tahapan kegiatan
Tatap muka Penetapan isu dan tahapan kegiatan
2 27 Juli 2021 Konsultasi isu dan tahapan kegiatan
Tatap muka Penetapan isu dan tahapan kegiatan
3 31 Juli 2021 Konsultasi isu dan tahapan kegiatan
Via Whatsap Penetapan isu dan tahapan kegiatan
4
Mentor
Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XXXII Tahun 2021
Jasmin, S.P, M.Si NIP. 198005072005021006
Aris Nurfianto, A.Md NIP 198812282020121008
2. Jadwal Konsultasi dengan Coach
Tabel 4.5.2 Jadwal Konsultasi Coach Nama Peserta : Aris Nurfianto
Instansi : Dinas Pertanian dan Pangan
Tempat Aktualisasi : UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu
No Tanggal Kegiatan Media
Komuni kasi
output Paraf 1 23 Juli 2021 Konsultasi isu dan
tahapan kegiatan
Tatap muka Gambaran isu dan tahapan kegiatan
2 1Juli 2021 Konsultasi isu dan tahapan kegiatan
Tatap muka Penetapan isu dan tahapan kegiatan
3
4
Coach
Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XXXII Tahun 2021
Ir. Christian Tobing NIP. 196603311992031001
Aris Nurfianto, A.Md NIP 198812282020121008
29
DAFTAR PUSTAKA
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Anti Korupsi. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Akuntabilitas. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Etika Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Komitmen Mutu. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Manajemen Aparatur Sipil Negara. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Nasionalisme. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Pelayanan Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Whole of Government. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
BIODATA
Nama : Aris Nurfianto, A.Md
Pengkat/ Gol. Ruang : Pengatur/ II c
NIP : 198812282020121008
Jabatan : Pengelola Sarana Pembibitan dan Penghijauan Unit Kerja : UPTPPKH Dinas Pertanian dan Pangan Tempat, Tanggal Lahir : Boyolali, 28 Desember 1988
Jenis Kelamin : Laki-laki
Anak ke : Pertama dari Tiga bersaudara
Agama : Islam
Status : Kawin Nama Orang Tua
Ayah : Rebiyanto
Ibu : Partini
Alamat : Dsn Keluarga. Ds Pangeran, Silat Hilir