10 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu
Pada Tabel 2.1. mengenai Penelitian Terdahulu terdapat beberapa penelitian yang berkaitan dengan variabel prestasi kerja, loyalitas karyawan, senioritas dan promosi jabatan.
Tabel 2.1.
Penelitian Terdahulu
No Nama Peneliti
dan Tahun Penelitian
Judul Penelitian Variabel yang Diteliti
Alat Analisis
Hasil Penelitian
1 .
Siska &
Suryalena (2017)
Pengaruh Prestasi Kerja dan Loyalitas Terhadap Promosi Jabatan (Studi Pada Karyawan Bagian Sales Executive And Counter Pada
PT Agung
Automall Cabang Pekanbaru
Prestasi Kerja, Loyalitas dan Promosi Jabatan.
Analisis Regresi Linear Berganda
Prestasi kerja dan loyalitas karyawan memiliki pengaruh terhadap promosi jabatan pada PT Agung Automall Cabang Pekanbaru
2 .
Andhara (2015)
Pengaruh
Senioritas dan Loyalitas Terhadap Promosi Jabatan (Studi Pada Karyawan
Departemen Kebijakan
Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Jakarta)
Senioritas, Loyalitas, dan Promosi Jabatan.
Analisis Regresi Linear Berganda
Secara simultan dan parsial variabel senioritas dan loyalitas berpengaruh terhadap promosi jabatan pada karyawan Departemen Kebijakan Ekonomi Dan Moneter Bank Indonesia Jakarta
3 .
Haryanti &
Giantari (2019)
Pengaruh Loyalitas, Prestasi Kerja dan Senioritas Terhadap Promosi Jabatan Pada PT Pacto Eltd di Bali
Loyalitas, Prestasi kerja, Senioritas dan Promosi Jabatan
Analisis Regresi Linear Berganda
Variabel Loyalitas, Prestasi Kerja, dan Senioritas memiliki pengaruh yang positif terhadap promosi jabatan pada PT Pacto Eltd di Bali
4 .
Mandianga n,
Rahyuda,
& Ganesha (2015)
Pengaruh Prestasi Kerja, Senioritas dan Loyalitas Terhadap Promosi Jabatan Pada Discovery Kartika Plaza Hotel Bali
Prestasi Kerja, Senioritas, Loyalitas, dan Promosi Jabatan
Analisis Regresi Linear Berganda
Variabel prestasi kerja, senioritas dan loyalitas secara simultan dan parsial berpengaruh terhadap promosi jabatan.
Sumber: Data diolah, 2020
Berdasarkan tabel di atas, penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian terdahulu pada tema yang akan diteliti yaitu mengenai prestasi kerja, loyalitas karyawan, senioritas dan dampaknya terhadap promosi jabatan, serta menggunakan alat analisis yang sama yaitu regresi linear berganda. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu terletak pada objek penelitian dan indikator yang digunakan pada setiap variabel yang disesuaikan dengan keadaan yang ada di lapangan.
B. Promosi Jabatan
Promosi jabatan merupakan bentuk kepercayaan dan pengakuan instansi atau organisasi atas kemampuan serta kecakapan karyawan. Promosi jabatan dapat dilakukan dengan tujuan untuk memperkuat kerjasama antar karyawan.
1. Pengertian Promosi Jabatan
Menurut Bambang Wahyudi (2010) menyatakan “promosi jabatan adalah perubahan posisi atau jabatan pekerjaan dari tingkat yang lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi. Perubahan ini biasanya akan diikuti dengan meningkatnya tanggung jawab, hak serta status sosial seseorang”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa promosi jabatan dapat memberikan status sosial, wewenang, dan tanggung jawab serta penghasilan yang semakin besar bagi pegawai tersebut.
2. Indikator Promosi Jabatan
Setiap perusahaan akan menetapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang karyawan yang akan di promosikan, agar pelaksanaan promosi jabatan berjalan dengan tepat. Menurut Hasibuan (2013), mengemukakan bahwa indikator promosi jabatan tidak selalu sama, tergantung pada masing-masing perusahaan. Indikator promosi jabatan pada umumnya meliputi hal-hal berikut:
a. Kejujuran
Karyawan yang akan dipromosikan harus jujur terutama pada dirinya sendiri, bawahannya, perjanjian dalam mengelola dan menjalankan jabatan serta kesesuaian antara kata dan perbuatan.
b. Disiplin
Karyawan harus disiplin pada dirinya, tugas-tugasnya, serta menaati peraturan-peraturan yang berlaku baik tertulis maupun kebiasaan.
c. Kecakapan
Karyawan harus cakap, kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan tugas- tugas pada jabatannya dengan baik
d. Kepemimpinan
Karyawan yang akan dipromosikan harus bisa membina dan memotivasi bahawannya untuk dapat bekerjasama dan bekerja secara efektif dalam mencapai sasaran perusahaan
e. Komunikatif
Karyawan harus dapat berkomunikasi secara efektif dan mampu menerima atau mempersepsikan informasi dari atasan maupun bawahannya dengan baik, sehingga tidak terjadi kesalahan penyampaian informasi.
3. Faktor-faktor Promosi Jabatan di PT Semen Padang
Pelaksanaan kegiatan promosi jabatan di PT Semen Padang dikoordinir oleh Departemen Sumber Daya Manusia yang mengacu pada Bahan Evaluasi Pelaksanaan Promosi Jabatan Surat No. Dok:PR/SDM/042 rev: 08. Berdasarkan
dokumen tersebut, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi promosi jabatan meliputi:
a. Manning Table Unit Kerja
Manning Table merupakan pemetaan posisi seluruh karyawan dalam
struktur organisasi secara detail hingga ke unit pelaksana termasuk tenaga outsourching di setiap unit kerja
b. Kompetensi karyawan
Kompetensi karyawan merupakan keterampilan, pengetahuan dan perilaku yang menjadikan seseorang memenuhi standar kinerja yang dibutuhkan oleh suatu jabatan
c. Prestasi kerja
Prestasi kerja merupakan hasil kerja yang telah dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan aktivitas kerja
d. Assesmen
Assesmen merupakan suatu proses sistematis dengan menggunakan instrument yang sesuai untuk mengetahui perilaku belajar, penempatan dan pembelajaran.
e. Loyalitas
Loyalitas kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi promosi jabatan, karena karyawan yang memiliki loyalitas kerja tinggi dianggap mampu memberikan hasil yang maksimal dalam pencapaian tujuan perusahaan (Hamzah dkk, 2013).
f. Kualifikasi
Kualifikasi merupakan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang mendukung karyawan dalam memenuhi standar kinerja yang dibutuhkan oleh suatu jabatan
g. Fit & Proper Test
Fit & Proper Test merupakan tes penilaian untuk melihat kelayakan
seseorang karyawan untuk di promosikan ke jabatan yang lebih tinggi h. Senioritas
Merupakan lamanya masa kerja seseorang yang di akui prestasinya baik pada jabatan yang bersangkutan ataupun dalam instansi kesulurahan
i. Data karyawan
Meliputi data-data lengkap karyawan yang tercatat di Departemen SDM yaitu berupa data kinerja, kondisi kesehatan, riwayat kerja & jabatan, personal grade, job grade, riwayat training, usia, masa kerja, pendidikan,
kompetensi dan prestasi yang pernah diraih.
C. Prestasi Kerja
Menurut Bernardin dan Russel (1993) dalam (Sutrisno, 2009) memberikan defenisi tentang prestasi adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu. Byars dan Rue (1984) dalam (Sutrisno, 2009) mengartikan prestasi sebagai tingkat kecakapan seseorang pada tugas-tugas yang mencakup pada pekerjaannya. Pengertian tersebut menunjukkan pada bobot kemampuan individu didalam memenuhi ketentuan-ketentuan yang ada di dalam pekerjaannya.
1. Indikator Prestasi Kerja
Menurut Flippo dalam Danang (2013), indikator prestasi kerja meliputi:
a. Ketepatan Waktu
Ketepatan waktu penyelesaian tugas dan hasil yang baik dalam melakukan pekerjaan
b. Kualitas Kerja
Kualitas kerja berkaitan dengan pemberian tugas-tugas tambahan yang diberikan oleh atasan kepada bawahannya.
c. Ketangguhan
Berkaitan dengan tingkat kehadiran karyawan yang tepat waktu d. Sikap
Sikap merupakan kepribadian atau sikap yang menunjukkan seberapa jauh tanggung jawab dalam penyelesaian pekerjaan dan seberapa jauh tingkat kerjasama dalam menyelesaikan pekerjaan.
2. Faktor-Faktor Prestasi Kerja
Menurut Supardi (Mangkunegara, 2006) terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kerja, antara lain adalah sebagai berikut:
a. Kualitas kerja
Faktor ini meliputi akurasi ketelitian, kerapian dalam melaksanakan tugas, mempergunakan memelihara alat kerja dan kecakapan dalam melakukan pekerjaan.
b. Kuantitas kerja
Faktor yang meliputi output/keluaran dan target kerja dalam kuantitas kerja.
c. Pengetahuan
Suatu ilmu atau pengalaman yang dimiliki oleh seorang karyawan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan.
D. Loyalitas Karyawan
Dalam melaksanakan tugas, setiap karyawan diperusahaan tidak akan terlepas dari loyalitas sehingga karyawan itu akan melaksanakan tugasnya dengan baik. Karyawan yang loyal terhadap perusahaan tempat dia bekerja akan merasakan kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaannya. Loyalitas para karyawan didalam suatu perusahaan sangat diperlukan dalam mensukseskan tujuan perusahaan. Menurut Reichheld dalam Soegandhi, dkk (2013), semakin tinggi loyalitas disuatu perusahaan, maka semakin mudah bagi perusahaan itu untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh pihak manajemen.
1. Pengertian Loyalitas Karyawan
Menurut Syaputra (2017), Loyalitas dapat diartikan sebagai kesetiaan, pengabdian, kepercayaan yang diberikan atau ditunjukkan kepada seseorang atau lembaga yang didalamnya terdapat rasa cinta dan tanggung jawab untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik. Hal ini sejalan dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Barrold (Rowen, 2017), mengemukakan bahwa loyalitas adalah kemampuan seorang karyawan dalam bekerja sama yang berarti bersedia mengorbankan diri, melakukan pengawasan diri dan kemampuan untuk menonjolkan kepentingan diri sendiri. Kesediaaan dalam mengorbankan diri ini melibatkan adanya kesadaran untuk mengabdikan diri kepada perusahaan.
Berdasarkan uraian mengenai pengertian loyalitas di atas, dapat dikatakan bahwa loyalitas karyawan adalah suatu kegiatan yang menyangkut sikap seorang
karyawan dalam menaati peraturan yang ditentukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab dalam membantu perusahaan mencapai tujuan.
2. Indikator Loyalitas Karyawan
Setiap loyalitas yang muncul dari diri seorang karyawan terhadap perusahaan tempat dia bekerja tidak akan terbentuk begitu saja, tetapi terdapat indikator yang dapat mewujudkan loyalitas tersebut. Indikator loyalitas karyawan menurut Siswanto (Syaputra, 2017), terdiri dari :
a. Taat pada peraturan.
Setiap kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan guna memerlancar dan mengatur jalannya pelaksanaan tugas, ditaati dan dilaksanakan dengan baik oleh karyawan. Hal ini akan menciptakan kedisiplinan yang tinggi terhadap karyawan yang dapat menguntungkan pihak perusahaan baik secara internal maupun eksternal.
b. Tanggung jawab
Kesanggupan seorang karyawan dalam melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan karyawan tersebut memiliki kesadaran dari setiap pelaksanaan tugasnya akan memberikan suatu kesadaran bertanggung jawab.
c. Kemampuan untuk bekerja sama
Karyawan yang dapat bekerja sama dalam suatu kelompok akan membantu pihak perusahaan dalam mencapai tujuan.
d. Rasa memiliki
Karyawan yang mempunyai rasa yang memiliki tinggi terhadap perusahaan akan mempunyai sikap untuk menjaga dan bertanggung jawab terhadap perusahaan sehingga akan menimbulkan loyalitas.
e. Hubungan antar pribadi
Karyawan yang loyal terhadap perusahaan akan mempunyai sikap yang baik terhadap sesama karyawan. Hubungan antar pribadi ini meliputi hubungan sosial sesama karyawan, hubungan yang harmonis antara atasan dan karyawan serta situasi kerja yang menyenangkan.
f. Suka terhadap pekerjaan
Karyawan dengan senang hati melaksanakan pekerjaan yang menjadi rutinitasnya yang sanggup dalam bekerja dan tidak pernah menuntut apa yang diterimanya.
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Loyalitas Karyawan.
Yuliandri dalam Rowen (2017), menegaskan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas karyawan adalah adanya fasilitas kerja, tinjauan kesejahteraan, suasana kerja, serta upah yang diterima dari perusahaan.
Selanjutnya Steers dan Porter (Rowen, 2017), menyatakan bahwa loyalitas karyawan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
a. Karakteristik Pribadi
Karakteristik pribadi merupakan faktor yang menyangkut diri karyawan itu sendiri yang dapat meliputi usia, masa kerja, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan sifat kebpribadian.
b. Karakteristik Pekerjaan
Hal ini menyangkut tantangan kerja kesempatan untuk berinteraksi sosial, umpan balik dan kecocokan tugas.
c. Karakteristik Desain Perusahaan
Hal ini menyangkut pada internal perusahaan yang dapat dilihat dari tingkat formalitas, tingkat keikutsertaan dalam pengambilan keputusan.
d. Pengalaman yang diperoleh dari perusahaan
Pengalaman ini akan diperoleh oleh karyawan setelah melaksanakan pekerjaan diperusahaan sehingga akan menimbulkan rasa aman.
4. Cara Meningatkan Loyalitas Karyawan
Menurut Anoraga dan Widiyanti (Rowen, 2017), ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pihak perusahaan untuk meningkatkan loyalitas karyawan, yaitu:
a. Menciptakan hubungan yang erat antar perusahaan b. Saling menciptakan keterbukaan dalam hubungan kerja c. Adanya saling pengertian antara pimpinan dan karyawan d. Pihak manajemen memperlakukan karyawan dengan baik
e. Meluangkan waktu untuk rekreasi guna menciptakan hubungan kekeluargaan.
E. Senioritas
Secara harfiah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Tampani (2016), diartikan sebagai keadaan yang lebih tinggi dalam hal pangkat,usia serta pengalaman. Senioritas diartikan sebagai lamanya masa kerja seseorang yang diakui oleh suatu perusahaan, baik pada jabatan maupun dalam perusahaan secara keseluruhan. Menurut Nitisemito dalam Andhara, dkk (2015), mengemukakan bahwa senioritas merupakan lamanya masa kerja seseorang yang diakui prestasinya baik pada jabatan yang bersangkutan ataupun dalam instansi keseluruhan.
1. Indikator Senioritas
Klasifikasi senioritas menurut Wahyudi dalam Tampani (2016), yaitu : a. Usia
Ketika seseorang dari segi usia menjadi senior dalam dunia kerja maka dia akan dihormati karena usianya, banyak orang yang akan menerima saran atau pendapat. Biasanya saran yang diminta akan berhubungan dengan kehidupan diluar dunia kerja. Didunia nyata banyak dijumpai rekan kerja yang umurnya diatasnya dan diposisinya dibawah yang lebih muda.
b. Pengalaman
Seseorang dipandang sebagai senior karena dia mempunyai posisi yang tinggi dan pengalaman yang luas. Hal ini terjadi dengan perkiraan dia berusia muda atau tua namun dengan jabatan yang tinggi maka karyawan lain akan memandangnya sebagai senior.
c. Masa kerja
Seseorang dianggap senior ketika masa kerjanya sudah lama diperusahaan. Seseorang yang baru masuk walaupun jabatannya tinggi akan sungkan terhadap karyawan yang jabatannya lebih rendah, tetapi masa kerjanya lama.
F. Kerangka Pikir Penelitian
Menurut Wahyudi (2010) menyatakan “promosi jabatan adalah perubahan posisi atau jabatan pekerjaan dari tingkat yang lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi. Perubahan ini biasanya akan diikuti dengan meningkatnya tanggung jawab, hak serta status sosial seseorang”. Menurut Hasibuan (2013), mengemukakan bahwa indikator promosi jabatan tidak selalu sama, tergantung
pada masing-masing perusahaan. Indikator promosi jabatan pada umumnya meliputi hal-hal berikut:
a. Kejujuran
Karyawan yang akan dipromosikan harus jujur terutama pada dirinya sendiri, bawahannya, perjanjian dalam mengelola dan menjalankan jabatan serta kesesuaian antara kata dan perbuatan.
b. Disiplin
Karyawan harus disiplin pada dirinya, tugas-tugasnya, serta menaati peraturan-peraturan yang berlaku baik tertulis maupun kebiasaan.
c. Kecakapan
Karyawan harus cakap, kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan tugas- tugas pada jabatannya dengan baik
d. Kepemimpinan
Karyawan yang akan dipromosikan harus bisa membina dan memotivasi bahawannya untuk dapat bekerjasama dan bekerja secara efektif dalam mencapai sasaran perusahaan
e. Komunikatif
Karyawan harus dapat berkomunikasi secara efektif dan mampu menerima atau mempersepsikan informasi dari atasan maupun bawahannya dengan baik, sehingga tidak terjadi kesalahan penyampaian informasi.
Menurut Bernardin dan Russel (1993) dalam (Sutrisno, 2009) memberikan defenisi tentang prestasi adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari
fungsi-fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu. Menurut Flippo dalam Danang (2013), indikator prestasi kerja meliputi:
a. Ketepatan Waktu
Ketepatan waktu penyelesaian tugas dan hasil yang baik dalam melakukan pekerjaan
b. Kualitas Kerja
Kualitas kerja berkaitan dengan pemberian tugas-tugas tambahan yang diberikan oleh atasan kepada bawahannya.
c. Ketangguhan
Berkaitan dengan tingkat karyawan yang menyelesaikan tugas tepat waktu d. Sikap
Sikap merupakan kepribadian atau sikap yang menunjukkan seberapa jauh tanggung jawab dalam penyelesaian pekerjaan dan seberapa jauh tingkat kerjasama dalam menyelesaikan pekerjaan.
Loyalitas karyawan merupakan suatu kegiatan yang menyangkut sikap seorang karyawan dalam menaati peraturan yang ditentukan dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab dalam membantu perusahaan mencapai tujuan.
Aspek-aspek loyalitas karyawan menurut Siswanto (Syaputra, 2017), terdiri dari : a. Taat pada peraturan.
Setiap kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan guna memerlancar dan mengatur jalannya pelaksanaan tugas, ditaati dan dilaksanakan dengan baik oleh karyawan. Hal ini akan menciptakan kedisiplinan yang tinggi terhadap karyawan yang dapat menguntungkan pihak perusahaan baik secara internal maupun eksternal.
b. Rasa memiliki
Karyawan yang mempunyai rasa yang memiliki tinggi terhadap perusahaan akan mempunyai sikap untuk menjaga dan bertanggung jawab terhadap perusahaan sehingga akan menimbulkan loyalitas.
c. Suka terhadap pekerjaan
Karyawan dengan senang hati melaksanakan pekerjaan yang menjadi rutinitasnya yang sanggup dalam bekerja dan tidak pernah menuntut apa yang diterimanya.
Senioritas sebagai keadaan yang lebih tinggi dalam hal pangkat, usia serta pengalaman. Klasifikasi senioritas menurut Wahyudi dalam Tampani (2016), yaitu:
a. Usia
Ketika seseorang dari segi usia menjadi senior dalam dunia kerja maka dia akan dihormati karena usianya, banyak orang yang akan menerima saranatau pendapat. Biasanya saran yang diminta akan berhubungan dengan kehidupan diluar dunia kerja. Didunia nyata banyak dijumpai rekan kerja yang umurnya diatasnya dan diposisinya dibawah yang lebih muda.
b. Pengalaman
Seseorang dipandang sebagai senior karena dia mempunyai posisi yang tinggi dan pengalaman yang luas. Hal ini terjadi dengan perkiraan dia berusia muda atau tua namun dengan jabatan yang tinggi maka karyawan lain akan memandangnya sebagai senior.
c. Masa kerja
Seseorang dianggap senior ketika masa kerjanya sudah lama diperusahaan. Seseorang yang baru masuk walaupun jabatannya tinggi akan sungkan terhadap karyawan yang jabatannya lebih rendah, tetapi masa kerjanya lama.
1. Hubungan Prestasi Kerja dan Promosi Jabatan
Prestasi kerja merupakan gabungan dari 3 faktor yang sangat penting yaitu kemampuan dan penerimaan atas penjelasan delegasi tugas, serta peran dan tingkat motivasi yang dimiliki oleh karyawan. Prestasi kerja adalah hasil kerja karyawan secara kualitas dan kuantitas yang dicapai dalam melaksanakan tanggung jawab yang diberikan (Mangkunegara, 2013). Prestasi kerja karyawan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi promosi jabatan. Sebab, seorang karyawan yang dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi akan menunjukkan perkembangan atas prestasi kerja dan dalam karirnya. Dengan adanya promosi jabatan, karyawan merasa dihargai dan diberikan kepercayaan untuk memberikan sumbangsih terhadap pencapaian tujuan perusahaan, sehingga akan muncul prestasi kerja yang lebih baik lagi yang dapat menguntungkan perusahaan.
Karyawan dengan prestasi kerja yang baik akan memiliki kesempatan pula untuk di promosikan ke jabatan yang lebih tinggi.
2. Hubungan Loyalitas Karyawan dan Promosi Jabatan
Loyalitas karyawan mencerminkan sikap yang ditunjukkan oleh karyawan terhadap perusahaan, karyawan akan tetap setia terhadap perusahaan dalam kondisi apapun. Karyawan dengan loyalitas yang tinggi akan menyenangi pekerjaannya dan mengusahakan apapun demi kemajuan perusahaan serta akan
melaksanakan pekerjaan semaksimal mungkin. Loyalitas karyawan merupakan salah satu faktor yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam menentukan karyawan mana yang layak untuk dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi. Karyawan dengan loyalitas yang tinggi dapat menjadi tolak ukur bahwa karaywan tersebut mampu melindungi dan melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawabnya dalam pekerjaan, jabatan ataupun dalam organisasi
3. Hubungan Senioritas dan Promosi Jabatan
Senioritas diartikan sebagai lamanya masa kerja seseorang yang diakui oleh suatu perusahaan, baik pada jabatan maupun dalam perusahaan secara keseluruhan. Senioritas merupakan salah satu aspek yang dijadikan salah satu penilaian dalam kegiatan promosi jabatan.
Senioritas dapat menentukan apakah karyawan tersebut layak untuk dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi. Karyawan dengan masa kerja dan pengalaman yang mumpuni, akan memiliki peluang yang besar untuk dipromosikan, karena telah mengetahui dengan cukup jelas dan membantu perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan.
Dalam teori Manajemen Sumber Daya Manusia dan penelitian terdahulu yang sudah dijabarkan, ketiga variabel yang digunakan memiliki keterkaitan.
Hubungan antara ketiga variabel dapat ditunjukkan pada gambar mengenai model hipotesis di bawah ini:
Gambar 2.1. Kerangka Pikir
Sumber: Data diolah, 2020
Keterangan:
= Berpengaruh secara simultan
= Berpengaruh secara parsial
= Berpengaruh Dominan
Penjelasan mengenai Gambar 2.1. ada beberapa variabel yang dapat mempengaruhi promosi jabatan yaitu variabel prestasi kerja, loyalitas karyawan dan senioritas. Berdasarkan teori yang telah dikemukakan di atas, serta ditunjang oleh penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa prestasi kerja, loyalitas karyawan dan senioritas berpengaruh secara signifikan terhadap promosi jabatan, serta variabel prestasi kerja merupakan variabel yang memiliki pengaruh dominan terhadap promosi jabatan.
a. Prestasi Kerja, Loyalitas dan Senioritas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Promosi Jabatan pada PT Semen Padang
Prestasi kerja, loyalitas karyawan dan senioritas pada dasarnya merupakan salah satu informasi yang dapat digunakan oleh pihak manajemen perusahaan
Prestasi Kerja (X
1)
Loyalitas Karyawan (X
2)
(X2)
Senioritas (X
3)
Promosi Jabatan
(Y)
dalam pengambilan keputusan pelaksanaan promosi jabatan di suatu perusahaan.
karyawan dengan prestasi kerja yang baik, memiliki loyalitas yang tinggi dan masa kerja yang mumpuni serta berpengalaman akan membantu pihak manajemen dalam mencapai tujuan perusahaan serta dapat meningkatkan daya saing perusahaan. karena pada dasarnya, daya saing suatu perusahaan akan dicerminkan oleh kemampuan yang dimiliki oleh karaywannya. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Haryanti & Giantari (2019) yang menjelaskan bahwa prestasi kerja, loyalitas karyawan dan senioritas berpengaruh positif dan signifikan terhadap promosi jabatan
H1 : prestasi kerja, loyalitas dan senioritas karyawan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Promosi Jabatan Pada PT Semen Padang.
b. Prestasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Promosi Jabatan pada PT Semen Padang
Prestasi kerja merupakan hasil kerja atau output seorang karyawan dalam melaksanakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya dengan kemampuan, pengalaman dan motivasi yang dimiliki untuk mencapai tujuan perusahaan.
Karyawan dengan prestasi kerja yang baik, akan sangat menguntungkan perusahaan dalam membantu pihak manajemen mencapai tujuan yang diinginkan.
Prestasi kerja karyawan merupakan salah satu indikator yang menjadi dasar informasi dalam pelaksanaan promosi jabatan karyawan. Karaywan dengan prestasi kerja yang baik akan memiliki peluang yang besar untuk dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Siska &
Suryalena (2017) dan Andhara (2015), menjelaskan bahwa prestasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap promosi jabatan.
H2 : Prestasi kerja berpengaruh signifikan terhadap promosi jabatan pada PT Semen Padang
c. Loyalitas berpengaruh signifikan terhadap Promosi Jabatan pada PT Semen Padang
Promosi jabatan yang dilakukan oleh perusahaan tidak akan terlepas dari unsur loyalitas karyawan. Loyalitas karyawan merujuk pada sikap karyawan yang akan tetap berda dan setia terhadap perusahaan. Karyawan dengan loyalitas yang tinggi akan merasa senang dalam bekerja dan akan bekerja semaksimal mungkin membantu pencapaian tujuan perusahaan. Loyalitas karyawan sangat diperlukan dalam perusahaan agar karyawan bekerja dengan baik dan memiliki kesempatan untuk dipromosikan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Mandiangan, Rahyuda, & Ganesha (2015) dan Siska & Suryalena (2017), menjelaskan bahwa loyalitas karyawan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap promosi jabatan.
H3 : Loyalitas berpengaruh signifikan terhadap promosi jabatan pada PT Semen Padang.
d. Senioritas berpengaruh signifikan terhadap Promosi Jabatan pada PT Semen Padang
Senioritas dalam suatu perusahaan menunjukkan seberapa lama masa kerja dan pengalaman yang dimiliki oleh karyawan. Perusahaan menjadikan senioritas sebagai salah satu penentu dalam melaksanakan promosi jabatan. Karena pihak manajemen menganggap bahwa senioritas menunjukkan karyawan yang telah mendedikasikan dirinya akan lebih cakap dan memiliki pengalaman kerja yang tentunya lebih mumpuni. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Andhara
(2015), Haryanti & Giantari (2019) dan Mandiangan, Rahyuda, & Ganesha (2015) menyebutkan bahwa senioritas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel promosi jabatan.
H4 : Senioritas berpengaruh signifikan terhadap promosi jabatan pada PT Semen Padang.
e. Variabel Prestasi Kerja merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap Promosi Jabatan pada PT Semen Padang
Prestasi kerja menunjukkan sejauhmana kemampuan atau keterampilan yang ditujukkan oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Seorang karyawan yang berpretasi akan menunjukkan mutu kerja yang baik, kualitas pekerjaan dan memiliki sikap serta ketangguhan dalam bekerja. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Anyim (2011), menyebutkan bahwa variabel prestasi kerja memiliki pengaruh yang dominan terhadap promosi jabatan. Hal ini dapat dilihat bahwa karyawan dengan prestasi kerja yang baik, akan dapat membantu perusahaan mencapai sasarannya. Sehingga pihak manajemen akan lebih memperhatikan karyawan dengan prestasi kerja yang baik untuk dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi.
H5 : Prestasi kerja berpengaruh dominan terhadap promosi jabatan pada PT Semen Padang.