24 BAB III
METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini masuk dalam kategori penelitian kualitatif. Pada penelitian ini tempat penelitian tidak selalu berada di satu tempat saja akan tetapi tergantung kepada sumber data yang berhubungan dengan objek penelitian hal ini juga disebabkan karena pencarian sumber data dilakukan secara terpisah. Objek pada penelitian kualitatif ini datanya diperoleh dari dokumen penelitian yang berupa buku Serat Wedhatama karya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV yang ditulis oleh Ki Sabdacarakatama, dan hasil wawancara terhadap ahli stilistika, ahli tembang macapat dan, guru serta siswa di SMK N 1 Sambi. Rincian waktu penelitian terdapat pada tabel 3.1 sebagai berikut.
Tabel 3.1 Rincian Waktu Penelitian
Jenis Kegiatan
Bulan
Juli Agt Sep Okt Nov Des
1. Pengajuan judul
2. Penyusunan proposal 3. Pengajuan
proposal
4. Menyusun izin penelitian 5. Menyusun Bab 4
dan 5
6. Pengajuan Bab 4 dan 5
7. Penyusunan laporan 8. Sidang skripsi
B. Metode dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian yang berbentuk penelitian kualitatif memusatkan pada kegiatan ontologis. Data yang dikumpulkan terutama berupa kata-kata, kalimat atau gambar yang memiliki makna dan mampu memacu timbulnya pemahaman yang lebih nyata daripada sekedar angka atau frekuensi.
Peneliti menekankan catatan dengan deskripsi kalimat yang rinci, lengkap, mendalam yang menggambarkan situasi yang sebenarnya guna mendukung penyajian data. Oleh sebab itu penelitian kualitatif secara umum sering disebut sebagai pendekatan kualitatif deskriptif (Nugrahani, 2014: 96), sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan oleh peneliti yang terdapat pada bab pertama. Segala data dan informasi yang ada dalam penelitian ini diteliti secara analitis, artinya segala data dalam penelitian ini akan dianalisis berdasarkan teori- teori yang telah ada dan dicantumkan oleh peneliti.
Metode analisis isi dengan pendekatan stilistika dipilih oleh peneliti dalam penelitian ini. Metode tersebut digunakan untuk menganalisis isi dokumen yang merupakan Serat Wedhatama pupuh Kinanthi karya KGPAA Mangkunegara IV. Penggunaan metode ini memiliki tujuan yaitu mengetahui karakteristik isi sehingga dapat menarik kesimpulan dari Serat Wedhatama pupuh Kinanthi. oleh karena itu sajian data-data dalam penelitian ini berupa analisis karakteristik bahasa dalam setiap kata yang digunakan oleh pengarang dalam karya sastranya dengan kutipan-kutipan serta deskripsi penjelasannya.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan stilistika khususnya gaya bahasa yang terdiri dari gaya bunyi, gaya kata, gaya kalimat, permajasan dan nilai pendidikan karakter yang terkandung Serat Wedhatama pupuh Kinanthi yang kemudian direlevansikan dengan materi ajar mata pelajaran bahasa Jawa kelas XII SMK. Pendekatan stilistika merupakan pendekatan yang analisisnya terfokuskan pada unsur keestetisan bahasa dalam sebuah karya sastra. Sehingga dapat membantu peneliti untuk menemukan gaya bahasa atau ciri khas yang digunakan pengarang dalam karyanya.
Informasi atau data yang dibutuhkan dalam penelitian ini diperoleh dari penggunaan pendekatan stilistika. Datan tersebut berupa deskripsi mengenai hasil wawancara dengan beberapa sumber serta analisis dokumen penelitian. Hasil wawancara dengan ahli stilistika dan tembang digunakan untuk memvalidasikan relevansi hasil analisis data atau dokumen dalam penelitian ini dengan materi ajar mata pelajaran bahasa Jawa. Sedangkan hasil wawancara yang dilakukan dengan guru mata pelajaran dan siswa kelas XII SMK digunakan untuk memvalidasi relevansi data dengan materi ajar mata pelajaran bahasa Jawa kelas XII SMK
C. Data dan Sumber Data
Data merupakan dokumen atau hasil dari pengumpulan fakta-fakta yang didapat dari lapangan yang dapat memberikan jawaban terhadap masalah yang sedang diteliti. Data dapat diperoleh dari berbagai sumber. Di bawah ini uraian data dalam penelitian ini.
1. Data
Data pada penelitian ini berupa data kualitatif. Wujud data dalam penelitian ini berupa pendeskripsian hasil analisis gaya bahasa meliputi gaya bunyi, gaya kata, gaya kalimat, dan permajasan dalam Serat Wedhatama pupuh Kinanthi. Data berikutnya adalah nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada Serat Wedhatama pupuh Kinanthi karya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV. Data berikutnya yaitu relevansi analisis gaya bahasa dan nilai pendidikan karakter dalam Serat Wedhatama pupuh Kinanthi dengan materi ajar mata pelajaran bahasa Jawa kelas XII SMA.
Serat Wedhatama pupuh Kinanthi yag dijadikan sebagai objek kajian didapat melalui buku Serat Wedhatama pupuh Kinanthi karya KGPAA Mangkunegaran IV. Kemudian data gaya bahasa dan nilai pendidikan karakter didapatkan dari hasil analisis dokumen yang menggunakan teori-teori yang sudah ada sebelumnya. Peneliti menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan stilistika untuk mendapatkan data-data tersebut. Peneliti memberikan tanda deakritik pada Serat Wedhatama yang digunakan dalam
penelitian ini tujuannya untuk memudahkan penmbaca dalam membaca teks Serat Wedhatama pupuh Kinanthi. Tanda deakritik yang digunakan antara lain /é/ contoh pada kata émpér “halaman”, /ȇ/ contoh pada kata tȇnan “serius” dan /ѐ/ contoh pada kata mѐga “besar”. Selain diberikan tanda deakritik di dalam data penelitian juga terdapat terjemahan tembang pupuh kinanthi dalam bahasa Indonesia.
Data selanjutnya adalah hasil wawancara dengan narasumber yang telah dipilih peneliti. Wawancara dilakukan dengan ahli stilistika, ahli tembang macapat, guru mata pelajaran bahasa Jawa, dan dua siswa SMK kelas XII.
Dalam hal ini hasil wawancara dengan berbagai narasumber dideskripsikan dengan teliti dan analitis dalam bentuk tulisan.
2. Sumber Data
Analisis data atau dokumen bersumber dari buku yang berjudul Serat Wedhatama yang diterbitkan pada tahun 2010 dan hasil wawancara dengan narasumber atau informan. Narasumber atau informan dibutuhkan oleh peneliti untuk memberikan informasi secara lengkap dan jujur mengenai data yang sedang diteliti.
Narasumber atau informan dalam penelitian ini adalah ahli stilistika, ahli tembang macapat, guru mata pelajaran bahasa Jawa dan dua siswa SMK.
Narasumber dari ahli stilistika bernama Favorita Kurwidaria S.S., M.Hum,, beliau merupakan dosen mata kuliah stilistika prodi Pendidikan Bahasa Jawa FKIP UNS yang diharapkan nantinya dapat membantu data dalam pendekatan stilistika yaitu berkaitan dengan gaya bahasa dan relevansinya sebagai materi ajar. Narasumber dari ahli tembang yaitu Drs. Sutarjo, M.Hum Yang merupakan dosen mata kuliah tembang FKIP dan FIB UNS. Ahli tembang dalam penelitian ini diharapkan mendukung data dalam kesesuaian tembang macapat pupuh kinanthi yang terdapat dalam Serat Wedhatama sebagai materi ajar mata pelajaran bahasa Jawa serta mendukung hasil analisis data yang berupa nilai-nilai pendidikan karakter di dalam tembang tersebut yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh siswa. Narasumber dari guru yaitu Ibu Yusinnta Dean P, S.Pd selaku guru yang mengampu mata pelajaran bahasa
Jawa kelas XII SMK N 1 Sambi. Hasil wawancara dari guru mata pelajaran bahasa Jawa digunakan untuk mendukung relevansi data dengan materi ajar mata pelajaran bahasa Jawa kelas XII SMK serta sebagai pendukung latar belakang masalah penelitian. Informan selanjutnya adalah 2 siswa SMK N 1 Sambi 1 siswa kelas XII TKJ, dan 1 siswa XII Farmasi. Wawancara dengan siswa dilakukan peneliti sebagai pendukung latar belakang masalah dan sebagai bahan pendukung nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam Serat Wedhatama pupuh Kinanthi.
D. Teknik Pengambilan Subjek Penelitian
Pengambilan subjek penelitian dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Peneliti ingin memilih informan yang relevan dengan data dan masalah yang ada, serta informan yang dianggap benar-benar mengetahui tentang data-data yang akan dianalisis.
“The purposive sampling technique, also called judgment sampling, is the deliberate choice of an informant due to the qualities the informant possesses.”
(Tongco, 2007: 147).
Purposive sampling disebut juga dengan judgement sampling yang merupakan pilihan yang di sengaja dari seorang informan karena kualitas informan. Dengan menggunakan teknik sampling tersebut peneliti telah menentukan beberapa subjek yang akan digunakan dalam penelitian ini. Subjek yang pertama adalah Yusinnta Dean P, S.Pd alasan peneliti menentukan subjek tersebut yaitu karena beliau merupakan guru bahasa Jawa yang mengampu kelas XII. Mengingat penelitian merujuk pada kompetensi dasar 3.1 Serat Wedhatama pupuh Kinanthi yang terdapat pada kelas XII semester ganjil. Subjek kedua, yaitu siswa kelas XII SMK N 1 Sambi yang bernama Agus dan Anisa, siswa tersebut dipilih karena merupakan siswa kelas XII yang telah mempelajari materi pelajaran mengenai Serat Wedhatama pupuh Kinanthi. Subjek ketiga yaitu Favorita Kurwidaria , S.S., M.Hum. subjek tersebut dipilih sebagai ahli stilistika karena beliau merupakan dosen mata kuliah stilistika prodi pendidikan bahasa Jawa FKIP UNS. Subjek terakhir yaitu Dr. Sutarjo, M.Hum beliau merupakan guru tembang
Jawa prodi pendidikan bahasa Jawa FKIP UNS. Ahli stilistika dan ahli tembang dipilih karena berkaitan dengan data analisis gaya bahasa dalam Serat Wedhatama pupuh Kinanthi yang berupa tembang macapat.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik tersebut digunakan dilakukan untuk memusatkan penelitian berdasarkan tujuan yang dicapai. Apalagi jika dilogika akan sangat tidak mungkin apabila semua populasi dianalisis. Atas dasar itu, sampel yang dipilih hanya berdasarkan kebutuhan saja. Dalam hal ini sampel yang dipilih adalah guru mata pelajaran bahasa Jawa yang mengampu kelas XII dan siswa kelas XII yang dapat mewakili sampel secara umum, serta narasumber yang ahli di bidang stilistika dan tembang macapat.
E. Teknik Pengumpulan Data
Proses mendapatkan data agar sesuai dengan yang dibutuhkan memerlukan teknik pengumpulan data yang tepat. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data dibagi dalam dua teknik yaitu teknik interaktif dan teknik non interaktif. Hal yang dilakukan dalam teknik interaktif seperti melakukan wawancara dengan informan yang sudah ditentukan. Sedangkan dalam teknik non interaktif hal yang dilakukan adalah menganalisis dan mencatat dokumen menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan stilistika. Teknik pengumpulan data yang digunakan merupakan teknik yang dianggap sesuai, meliputi analisis dokumen, wawancara, dan expert judgement. Berikut penjelasan mengenai teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti.
1. Analisis Dokumen
Peneliti melakukan analisis pada dokumen yang berupa Serat Wedhatama pupuh Kinanthi karya KGPAA Mangkunegara IV. Peneliti menganalisis kumpulan pupuh kinanthi yang berjumlah 18 pupuh yang terdapat dalam Serat Wedhatama. Langkah awal yang dilakukan peneliti adalah memahami makna setiap bait yag terdapat pada serat tersebut. Setalah itu peneliti menganalisis unsur-unsur gaya bahasa yang membuat karya itu
menjadi indah, meliputi gaya kata, gaya kalimat, gaya bunyi dan permajasan.
Kemudian peneliti juga menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam Serat Wedhatama pupuh Kinanthi. setelah selesai melaukan analisis terhadap objek tersebut, peneliti meneliti relevansi data dengan materi ajar yang sesuai dengan kompetensi dasar yang terdapat dalam kurikulum SMA/SMK.
2. Wawancara
Wawancara dilakukan peneliti dengan tujuan mendapatkan dan mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam permasalahan yang ada, karena wawancara merupakan cara pengumpulan data yang bersifat interaktif dengan cara berinteraksi secara langsung kepada narasumber yang dianggap mampu memberikan keterangan mengenai data-data yang dibutuhkan dalam penelitian.
Peneliti melakukan wawancara yang bersifat terbuka serta pemilihan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat fleksibel untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Pada penelitian ini wawancara dilakukan agar mendapatkan tanggapan mengenai Serat Wedhatama pupuh Kinanthi serta relevansinya dengan materi ajar pelajaran bahasa Jawa di SMA/SMK. Wawancara dilakukan dengan ahli stilistika, ahli tembang, guru bahasa Jawa kelas XII dan beberapa siswa kelas XII SMK. Pertama-tama peneliti memberikan materi mengenai Serat Wedhatama pupuh Kinanthi dan beberapa contoh penggunaan gaya bahasa yang terdapat dalam Serat Wedhatama pupuh Kinanthi, kemudian peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan dan narasumber menjawab pertanyaan tersebut. Peneliti mencatat dan merekam hasil wawancara yang telah dilakukan.
3. Expert Judgement
Expert judgement adalah pandangan dari pakar atau bidangnya. Pada penelitian ini, bidang stilistika dan tembang macapat merupakan bidang yang menjadi bahan wawancara. Peranan dari pandangan para pakar menjadi hal yang sangat penting, karena dari pendapat para pakar itu nanti akan terjadi analisis isi. Selain itu peneliti juga akan mendapatkan kritikan, masukan dan saran agar analisis menjadi lebih baik. Narasumber yang peneliti wawancarai
dari ahli stilistika yaitu Favorita Kurwidaria, S.S., M.Hum. Sedangkan dari ahli tembang macapat yaitu Drs. Sutarjo, M.Hum.
F. Teknis Uji Validitas Data
Kevalidan antara laporan penelitian dengan apa yang terjadi pada objek diteliti dicek dengan menggunakan uji validitas data. Teknik triangulasi teori dan triangulasi data/ sumber dipilih oleh peneliti untuk menguji validitas data dalam penelitian ini.
1. Triangulasi Teori
Triangulasi teori merupakan salah satu uji validitas data yang menggunakan banyak teori sebagai pembanding. Dalam penelitian ini pembahasan masalah dikaji dengan berbagai teori yang dianggap relevan.
Beberapa teori tersebut tentunya memiliki keterkaitan dengan gaya bahasa dan nilai pendidikan karakter yang didapatkan dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, skripsi, dan lain-lainnya. Penggunaan dari triangulasi teori dilakukan agar peneliti mendapatkan kebenaran yang lebih maksimal. Teknik triangulasi teori ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah mengenai analisis gaya bahasa dan nilai pendidikan karakter dalam Serat Wedhatama pupuh Kinanthi.
2. Triangulasi Sumber Data
Triangulasi sumber data merupakan salah satu cara untuk menggali kebenaran suatu informasi tentunya melalui berbagai metode dan sumber perolehan data seperti wawancara dan observasi. Triangulasi sumber dalam penelitian ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang berkaitan dengan relevansi gaya bahasa dan nilai pendidikan karakter dalam Serat Wedhatama pupuh Kinanthi sebagai materi ajar di SMK. Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mencocokan atau membandingkan hasil dari wawancara dengan hasil dari analisis dokumen. Wawancara itu sendiri dilakukan dengan ahli stilistika, ahli tembang, guru mata pelajaran bahasa Jawa dan siswa kelas XII SMK. Objek dari penelitian ini yaitu Serat Wedhatama Pupuh Kinanthi yang berbentuk naskah atau dokumen, sehingga dalam praktiknya peneliti
membandingkan antara hasil wawancara dari berbagai informan dengan hasil analisis dokumen.
G. Teknik Analisis Data
Analisis dalam penelitian kualitatif dilakukan secara interaktif dan dilakukan secara terus menerus sampai tuntas. Analisis data dilakukan dengan beberapa tahapan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.
1. Pengumpulan Data
Analisis Serat Wedhatama pupuh Kinanthi dilakukan sebagai salah satu pengumpulan data dalam penelitian ini. Selain itu juga dilakukan pencatatan proses wawancara dengan narasumber terkait yang telah ditentukan sebelumnya, yang merupakan pakar stilistika, pakar serat, guru mata pelajaran bahasa Jawa yang mengajar di tingkat SMK dan siswa kelas XII. Hal ini dilakukan tujuan untuk mengetahui relevansi antara analisis gaya bahasa dan nilai pendidikan dalam Serat Wedhatama dengan bahan ajar pembelajaran bahasa Jawa kelas XII serta sebagai pendukung latar belakang dalam penelitian ini.
2. Reduksi Data
Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang mempertegas, memerpendek, membuat fokus, membuang hal-hal yang tidak penting dan mengatur data sedemikian cermat sehingga kesimpulan akhir dapat dirumuskan. Dengan teknik ini, data yang diperoleh berupa hasil observasi.
Peneliti juga memperoleh data dari hasil wawancara. Wawancara dengan narasumber digunakan untuk mengetahui relevansi antara analisis gaya bahasa dan nilai pendidikan dalam Serat Wedhatama dengan bahan ajar kelas XII SMK. Dengan demikian, hasil tersebut akan direduksi menjadi inti temuan dengan rumusan pendek.
3. Sajian Data
Setelah memperoleh data yang dibutuhkan, kemudian data disajikan secara terperinci. Penyajian data merupakan suatu rakitan organisasi informasi
atau data secara teratur dan terinci agar mudah dilihat dan dimengerti dalam bentuk yang terpadu sehingga mudah dianalisis.
Agar data mudah untuk dianalisis, data dikelompokkan berdasarkan jenis permasalahannya. Data kemudian dikumpulkan menjadi data primer dan data sekunder. Data primer digunakan sebagai data utama, yaitu data yang berupa kumpulan pupuh Kinanthi dalam Serat Wedhatama. Sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh sebagai data yang mendukung data primer. Data sekunder dapat diperoleh dari buku, jurnal, artikel, internet, dan lain-lain. Selanjutnya data primer dan sekunder yang telah didapat disatukan dengan hasil wawancara dengan narasumber yang sudah ditentukan sebelumnya.
4. Penarikan Kesimpulan dengan Verifikasi
Setelah data berhasil direduksi dan disajikan, kemudian peneliti melakukan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil data yang telah diperoleh dan diproses. Simpulan yang telah disusun tersebut diverifikasi selama penelitian berlangsung. Pada penelitian ini data yang diverifikasi meliputi: data tembang kinanthi, relevansi dan hasil wawancara dengan narasumber.
Penarikan simpulan itu merupakan data yang sudah diperoleh sejak awal penelitian, yaitu pupuh kinanthi dalam Serat Wedhatama serta nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya.
H. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian adalah rangkaian tahapan penelitian dari awal sampai akhir. Prosedur kegiatan penelitian dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 3.1 Prosedur Penelitian
Penyusunan Laporan
(3) Pelaksanaan
Penelitian (2) Persiapan
(1)
Keterangan dari tahap penelitian di atas:
1. Tahap Persiapan
Tahap persiapan penelitian ini adalah penyusunan proposal penelitian.
Tujuan penyusunan proposal ini adalah agar penelitian yang dilakukan oleh peneliti terencana, terarah, dan terkontrol.
2. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan meliputi pengumpulan data dan analisis data. Pengumpulan data berasal dari Serat Wedhatama pupuh Kinanthi. Kemudian melakukan kegiatan wawancara dengan beberapa narasumber, yaitu pakar stilistika, pakar sastra, guru mata pelajaran bahasa Jawa yang mengampu kelas XII, dan siswa kelas XII.
3. Tahap Penyusunan Laporan
Tahap ini meliputi penyusunan laporan penelitian, konsultasi dengan pembimbing, dan memperbanyak laporan penelitian.