• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu 1. Tempat Penelitian 2. Waktu Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu 1. Tempat Penelitian 2. Waktu Penelitian"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

21

BAB III METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada kelas V SDN Gumpang 03 Sukoharjo. Dalam pemilihan tempat penelitian dalam penelitian ini terdapat beberapa pertimbangan, antara lain:

a. Sebagian besar siswa kelas V SDN Gumpang 03 Sukoharjo yang aktif dalam kelas hanya beberapa anak dan lainnya masih kurang aktif berbicaranya.

b. Berkaitan dengan kurangnya keterampilan siswa untuk berbicara di kelas dilihat dari observasi, wawancara dan nilai tes pratindakan keterampilan siswa dalam berbicara di kelas V SDN Gumpang 03 Sukoharjo

c. Belum pernah dilakukannya penelitian yang berkenaan dengan masalah kurangnya keterampilan berbicara siswa di kelas V SDN Gumpang 03 Sukoharjo, sehingga peneliti tertarik dan berminat untuk mengadakan penelitian di tempat tersebut.

Berdasarkan dari berbagai pertimbangan tersebut, penelitian ini diharapkan memperoleh data yang sesuai dengan tujuan penelitian.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan selama 1,5 tahun, dimulai dari bulan Januari 2018 sampai dengan bulan Desember 2019. Uraian kegiatan penelitian dimulai bulan Januari melakukan koordinasi dengan sekolah yang menjadi tempat penelitian.

Dilakukannya wawancara terhadap guru kelas pada Februari berkenaan dengan masalah yang ada dalam kegiatan pembelajaran, juga melakukan observasi serta penyusunan proposal untuk seminar hingga bulan Mei. Peneliti kemudian mempersiapkan instrumen pengamatan, perangkat pembelajaran, media pembelajaran berupa flash cards dan melakukan tindakan, refleksi lalu analisis data pada bulan Mei. Selanjutnya peneliti menyusun laporan hasil penelitian pada bulan Juni. Karena keterbatasan kemampuan peneliti seharusnya pada bulan Juni commit to user

(2)

merupakan waktu untuk revisi laporan maupun ujian namun dapat terselenggara bulan November 2019.

B. Pendekatan dan Desain Penelitian

Desain penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Menurut Arikunto (2016:2) Penelitian Tindakan Kelas bentuk kegiatannya penelitian dengan melakukan tindakan kelas yang penjelasannya sebagai berikut:

1. Penelitian merujuk pada kegiatan dalam mencermati suatu objek secara mendetail dan memiliki aturan metodologi khusus dalam perolehan data atau informasi yang manfaatnya dapat meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.

2. Tindakan merujuk pada aktivitas kegiatan yang secara sengaja dikerjakan dengan tujuan khusus yang telah ditetapkan. Aktifitas di dalamnya berupa gerak kegiatan yang terdapat siklus yang terlaksana dengan berulang kepada peserta didik yang dikenai suatu tindakan.

3. Kelas yang dimaksud tidak terpaku pada ruang kelas, namun memiliki makna berbeda, diperkenalkan oleh pendidik Johann Amos Comenius pada abad ke-18, yang dimaksudkan mengenai “kelas” di lingkup pendidikan dan pengajaran yaitu sekelompok peserta didik yang dalam waktu yang sama, belajar hal yang sama dari pendidik yang sama pula.

Berdasarkan penjabaran yang disampaikan didapatkan kesimpulan bahwa penelitian tindakan kelas adalah meningkatkan mutu objek berupa peserta didik yang berada di dalam kelas yang sedang belajar suatu hal dengan memberikan tindakan yang memiliki siklus oleh seorang guru.

Penelitian dilakukan dengan penerapan media Flash card untuk meningkatkan keterampilan berbicara dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru kelas.

Penelitian tindakan kelas kolaboratif adalah penelitian yang dilaksanakan oleh pihak luar dalam hal ini peneliti yang melakukan kerja sama dengan guru dan guru bertugas untuk melaksanakan tindakan yang telah dirancang oleh peneliti.

Penelitian ini digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. commit to user

(3)

C. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri di Sukoharjo yang berjumlah 34 siswa, terdiri dari 22 perempuan dan 12 laki-laki pada tahun ajaran 2017/2018. Objek penelitiannya adalah pembelajaran Bahasa Indonesia keterampilan berbicara.

D. Data dan Sumber Data 1. Data

Data yang merupakan kumpulan informasi yang diperoleh dari proses pengukuran tertentu yang kemudian dipergunakan menjadi dasar landasan dalam konstruksi argumentasi logis menuju sebuah fakta Fathoni (2006:14) “Data dikumpulkan sebelum, saat dan sesudah melaksanakan penelitian. Dikumpulkannya data yang selanjutnya dikaji pada penelitian yang dilakukan ini diperoleh dari data kuantitatif dan data kualitatif”. Menurut Sanjaya (2014: 85) “Data kuantitatif berkaitan dengan data yang diolah dengan perhitungan-perhitungan statistik. Data yang demikian biasanya disimbolkan dengan jumlah secara kuantitas yang berupa angka-angka.

Data kualitatif adalah data yang berhubungan dengan kualitas tertentu seperti, baik, sedang, dan kurang”. Data kuantitatif berupa nilai hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang keterampilan berbicara. Data kualitatif berupa informasi mengenai pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan media Flash Card . Informasi tersebut dapat diambil dari wawancara guru serta foto dan video langkah pembelajaran.

2. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian merupakan subjek dari mana data dapat diperoleh. Berlandaskan Arikunto (2016:172). “Data terbaik merupakan data yang pengambilannya bersumber dari suatu yang terjamin ketepatannya dan keakuratannya” (Arikunto, Suhardjono, dan Supardi, 2008:129). “Sumber data diambil pada penelitian dari: 1) Informan yaitu siswa dan guru, 2) Tempat dan peristiwa berlangsungnya aktivitas pembelajaran, 3) Dokumen atau arsip yaitu RPP, dan hasil penilaian siswa”. Sumber data penelitian tindakan kelas ini meliputi guru kelas V, siswa kelas V, teman sejawat, serta dokumen. Berikut uraian tentang sumber data penelitian tersebut. commit to user

(4)

a. Guru Kelas V

Sumber data diambil pada penelitian ini yang pertama merupakan guru kelas V selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V SD Negeri Gumpang 03 Sukoharjo. Perolehan data dari guru kelas dalam mengetahui bagaimana kondisi peserta didik dan aktivitas pembelajaran yang berlangsung sebelum diberlakukannnya tindakan penelitian. Guru menjalankan perencanaan pembelajaran yang telah disusun oleh peneliti. Guru menjalankan proses pembelajaran Bahasa Indonesia melalui penerapan media Flash Card.

Dilanjutkan guru melakukan evaluasi peserta didik di saat tahap akhir pembelajaran.

b. Siswa Kelas V

Data yang dapat diperoleh dari siswa antara lain data perolehan nilai peserta didik setelah melaksanakan tes unjuk kerja keterampilan berbicara pada tiap pembelajaran, lembar pengamatan yang diisi terkait respon siswa terhadap jalannya pembelajaran dan observasi terhadap jalannya proses belajar mengajar peserta didik dengan penerapan media Flash Card.

E. Teknik Pengumpulan Data

Berdasarkan pernyataan Sugiyono (2012: 308) “Teknik dalam proses terkumpulnya data adalah tahapan penting dalam kegiatan penelitian, meninjau tujuan utama pada penelitian merupakan memperoleh data.” Adapun teknik untuk pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini antara lain:

1. Teknik Tes

Berasaskan pendapat Sudjana (2005: 35) bahwa tes merupakan kumpulan pertanyaan yang ditujukan untuk peserta didik untuk mengetahui jawaban dari peserta didik dalam bentuk lisan (tes lisan), dalam bentuk tulisan (tes tulisan), maupun dalam bentuk perbuatan (tes tindakan).

Sedangkan bertumpu pada Arikunto (2016:150) tes berupa rentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang dipergunakan untuk pengukuran taraf keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.

commit to user

(5)

Pada penelitian ini tes dipergunakan oleh peneliti adalah tes lisan dengan perkiraan durasi 3 menit tiap siswa dengan 5 observer untuk mengukur keterampilan berbicara siswa kelas V SDN Gumpang 03 Sukoharjo dalam pembelajaran Bahasa Indonesia setelah adanya tindakan oleh guru kelas maupun peneliti yaitu melalui penerapan media Flash Card.

2. Observasi

Berasaskan Arikunto, Suhardjono, & Supardi (2008:127) observasi merupakan aktivitas pengamatan dengan pengambilan data untuk memantau seberapa jauh pengaruh suatu tindakan dalam mencapai sasaran.

Arifin (2011: 153) menyatakan bahwa “Observasi merupakan suatu proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif, dan rasional mengenai berbagai fenomena, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan untuk mencapai tujuan tertentu”.

Dari pendapat yang ada, ditarik kesimpulkan bahwa observasi yaitu suatu proses pengamatan dan pencatatan data yang dilakukan dengan cara yang sistematis, logis, objektif, dan rasional dalam kondisi dan situasi sebenar-benarnya maupun buatan untuk mencapai tujuan tertentu.

Teknik observasi ini diberlakukan oleh kolega dari peneliti yang berperan sebagai observer. Kegiatan observasi dilakukan disaat berlangsungnya pembelajaran, mulai dari tahap awal kegiatan pembelajaran hingga akhir kegiatan pembelajaran. Hal tersebut untuk mengamati penerapan media Flash Card dalam pembelajaran Bahsa Indonesia yang dilakukan oleh guru maupun peneliti, serta mengamati respon siswa saat pembelajaran.

3. Wawancara

Menurut (Arifin, 2011:157) “Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti melalui percakapan dan tanya jawab peneliti dengan narasumber, secara langsung maupun tidak langsung peneliti dengan subjek yang diteliti”. Sedangkan menurut Esterberg dalam (Sugiyono, 2012: 317) “Wawancara merupakan pertemuan antara dua orang

commit to user

(6)

dengan tujuan bertukar informasi dan ide dengan cara tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu”.

Dari pendapat diatas tentang wawancara ditarik kesimpulan dengan wawancara sebagai suatu teknik dalam mengumpulkan data melalui percakapan atau tanya jawab secara langsung dengan tatap muka maupun tidak langsung dengan subjek yang diteliti dalam pertukaran informasi dan ide sehingga mampu mengkonstruksi makna di dalam topik bahasan tertentu. Jenis wawancara yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara terstruktur. Pada wawancara terstruktur ini, peneliti menetapkan atau menyusun seperangkat daftar pertanyaan sebelum pelaksanaan pembelajaran atau tindakan. Wawancara dilakukan bertujuan untuk mengetahui pembelajaran Bahasa Indonesia untuk keterampilan berbicara.

4. Dokumen

Berdasarkan Sugiyono (2012:329) “Dokumen sebagai pencatatan peristiwa yang lampau atau sudah berlalu.” Dokumen ini dipergunakan dalam pelengkapan serta memperkuat data lain yang memberikan informasi berkaitan dengan proses pembelajaran, kehadiran siswa, dan hasil belajar siswa.

Melalui teknik dokumentasi akan diperoleh berbagai arsip atau data berbentuk silabus Bahasa Indonesia kelas V, RPP Bahsa Indonesia kelas V, gambar foto dan video rekaman aktifitas pembelajaran, serta daftar nilai keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN 03 Gumpang Sukoharjo sebelum dan sesudah penerapan media Flash Card.

F. Teknik Uji Validitas Data

Sugiyono (2012:363) berpendapat, ”Validitas adalah derajat ketepatan dari data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti”. Validitas data di dalam penelitian sangat diperlukan agar diperoleh data yang valid. Uji validitas data yang dipakai di penelitian ini merupakan teknik triangulasi. Berdasarkan Sugiyono (2012: 330) ”Triangulasi dimaksudkan sebagai teknik pengumpulan data yang sifatnya menggabungkan beberapa teknik pengumpulan data dan juga sumber data yang telah ada”. commit to user

(7)

Triangulasi yang digunakan di penelitian ini yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik.

1. Triangulasi Sumber Data

Menurut (Suwarto dkk 2007:54) “Triangulasi sumber data merupakan cara menggali kebenaran suatu data bersumber dari beberapa data yang berbeda”. Dengan ini berarti peneliti harus melakukan perbandingan perolehan data melalui berbagai macam sumber data yang dipergunakan. Jika hasil antar sumber data yang dibandingkan sama, berarti tingkat validitasnya tinggi, sehingga kebenaran hasilnya dapat dikatakan valid.

Penelitian ini menggumpulkan data tentang kualitas pengajaran dan kegiatan pelajaran yang konsentrasinya berbicara dan mengarah pada keterampilan berbicara pada siswa kelas V SDN Gumpang 3 Sukoharjo tahun ajaran 2017/2018. Oleh karena hal tersebut, agar data penelitian valid, maka perolehan data bersumber dari siswa dibandingkan dengan perolehan data didapat dari guru dan proses pelaksanaan pembelajaran berbicara. Hasil dari perbandingan berbagai sumber data yang berbeda tersebut selanjutnya dibuat kesimpulan.

2. Triangulasi Teknik

Saebani (2008: 189) menyatakan, “Triangulasi teknik menjadika peneliti menerapkan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk memperoleh data yang sama sumber datanya”. Peneliti harus membandingkan data yang sama menggunakan teknik pengumpulan data berbeda. Pengumpulkan data penelitian ini terkait dengan kualitas proses pembelajaran berbicara dan keterampilan berbicara, sehingga triangulasi teknik dilakukan dengan membandingkan data dari Teknik penilaian unjuk kerja melalui observasi dan hasil pengkajian dokumentasi. Dari data yang terkumpul dapat ditarik kesimpulan.

3. Teknik Uji Validitas Isi

Teknik tersebut digunakan untuk mengecek kesesuaian instrumen dengan deskriptor dari indikator yang dipakai untuk pengamatan commit to user

(8)

keterampilan berbicara pada siswa kelas IV SD Negeri Gumpang 3.

Validitas isi dinilai oleh expert judgement yang merupakan ahli di bidang terkait penelitian yang dilakukan peneliti. Peneliti dapat meminta pertimbangan ahli untuk menentukan ketepatan isi instrument penilaiannya pada tabel 3.1 berikut:

Tabel 3. 1 Instrumen Penilaian Keterampilan Berbicara No Aspek yang

Dinilai

Deskriptor

1 2 3 4

1

Pelafalan Banyak ucapan maupun pelafalan yang tidak tepat

Ucapan maupun pelafalan ada yang tepat, ada 4 kali yang tidak tepat

Ucapan maupun pelafalan ada yang tepat, ada 1-3 yang tidak tepat

Ucapan maupun pelafalan tepat dan benar

2

Intonasi Sangat datar tidak ada perubahan nada sehingga makna kabur

Tidak datar hingga 1-2 kali ada perubahan nada makna masih kabur

Perubahan nada sesuai 3 kali atau lebih makna sedikit dapat pahami

Perubahan nada sesuai hingga akhir kalimat sehingga tersampaikan maknanya 3

Tekanan Tidak terdapat penekanan kata dalam berbicara

Penekanan kata dalam berbicara hanya

beberapa kata dan

melakukan 4 kali

kesalahan penekanan yang dianggap penting

Penekanan kata dalam berbicara hanya

beberapa kata dan

melakukan 1-

3 kali

kesalahan penekanan yang dianggap penting

Penekanan kata dalam berbicara tepat dan benar

4 Kelancaran Terjadi 7 kali atau lebih

penundaan maupun pengulangan

Terjadi 4-6 kali

penundaan maupun pengulangan kata dalam

Terjadi 1-3 kali

penundaan maupun pengulangan kata dalam

Tidak terjadi penundaan maupun pengulangan kata dalam berbicara commit to user

(9)

kata dalam berbicara dan sangat tersendat- sendat

berbicara dan cukup

tersendat- sendat

berbicara dan sedikit

tersendat- sendat

dan tidak tersendat- sendat

Sumber : Modifikasi Valette, 1967; Harris 1969; Akhadiyah, 1988 dalam Ahmad Rofi’uddin dan Darmiyati Zuhdi, 2001 : 171-172

Keterangan:

1. Pedoman penskoran

Skor 4 diberikan jika deskriptor 4 muncul pada siswa Skor 3 diberikan jika deskriptor 3 muncul pada siswa Skor 2 diberikan jika deskriptor 2 muncul pada siswa Skor 1 diberikan jika deskriptor 1 muncul pada siswa

Skor 0 diberikan jika tidak ada deskriptor yang muncul pada siswa Nilai = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟

16 𝑋 100 G. Teknik Analisis Data

Berdasarkan Bogdan dalam (Sugiyono, 2012: 334) “Analisis data merupakan proses pencarian dan penyusunan secara sistematis perolehan data hasil kegiatan wawancara, pencatatan lapangan, dan berbagai bahan lain sehingga mudah dipahami dan temuan tersebut dapat diinformasikan kepada orang lain”.

Teknik analisis data yang digunakan di penelitian ini yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis data statistik deskriptif. Teknik analisis deskriptif kualitatif untuk menganalisis penerapan media Flash Card dengan media grafis dalam peningkatan keterampilan berbicara, sedangkan analisis data statistik deskriptif berupa nilai hasil belajar siswa.

commit to user

(10)

Analisis data kualitatif yang dipergunakan di penelitian ini meliputi 3 tahapan kegiatan. Singkatnya, tiga komponen tersebut diperjelas oleh gambar 3.1 di bawah ini

Gambar 3. 1 Komponen Analisis Data

(Sumber: Miles & Huberman, dalam Sugiyono, 2012:338) 1. Pengumpulan Data (Data Collection)

Proses pengumpulan (kolektivitas) data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.

2. Reduksi Data (Data Reduction)

Reduksi data dilaksanakan sehabis berlangsungnya tindakan atau selesainya siklus. Pereduksian data dimaksudkan untuk merangkum, pemilihan berbagai hal pokok, lebih fokus berkaitan dengan hal yang penting, pencarian tema dan polanya, dan memilah yang tidak diperlukan. Maka dari itu, data yang melewati proses reduksi dapat memperjelas gambaran yang ada, dan memudahkan peneliti dalam pengumpulan data tahap berikutnya, dan mencarinya jika diperlukan.

Dalam penelitian ini, data yang direduksi meliputi data hasil observasi kinerja guru dan aktivitas siswa kelas V SD Negeri Gumpang 3 Sukoharjo Tahun Ajaran 2017/2018 dan data hasil pembelajaran dengan menggunakan media Flash cards yang berupa tes keterampilan berbicara.

commit to user

(11)

3. Penyajian Data (Data Display)

Setelah pereduksian data, selanjutnya langkah diambil yaitu penyajikan data. Terkumpulnya informasi menuju suatu kesimpulan didasari oleh hasil reduksi data. Informasi data yang terkumpul selanjutnya penyajiannya berbentuk tabel, grafik, phie chard, pictogram, dan sebagainya. Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan, disusun dalam pola hubungan, bertujuan agar mudah dalam pemahamannya. Berdasar dari penyajian data yang dilaksanakan, diambil kesimpulan berkenaan dengan fakta yang ada di lokasi penelitian kemudian ditindak lanjut menggunakan solusi yang akan dilaksanakan dalam usaha pencapaian tujuan penelitian.

Data yang disajikan dalam penelitian ini meliputi data nilai keterampilan berbicara kaitannya mengemukakan pendapat pada pratindakan, setelah tindakan siklus I dan siklus II, data hasil observasi aktivitas siswa kelas V SD Negeri Gumpang 3 Sukoharjo Tahun Ajaran 2017/2018 saat pembelajaran dengan menerapkan media Flash cards, serta data hasil wawancara sebelum dan sesudah tindakan penerapan media flash cards.

4. Penarikan Kesimpulan (Conclusion of Research)

Tindakan yang diambil dalam analisis data ialah menarik kesimpulan.

Kesimpulan awal yang diungkapkan sifatnya masih belum tetap atau sementara yang tentunya dapat berubah sewaktu-waktu apabila ada temuan bukti lain yang mendukung pada tahap pengumpulan data selanjutnya. Data yang terproses selanjutnya ditarik kesimpulkan secara umum dengan objektif dan valid.

Penarikan kesimpulan masih berada di lingkup rumusan masalah serta tujuan penelitian yang telah ditetapkan.

Penyimpulan hasil dari penelitian dapat berupa diagram maupun tabel serta deskripsi maupun detail dari tahapan langkah pembelajaran yang tepat untuk diterapkan kepada siswa. Dengan melalui penerapan media flash cards dengan tujuan peningkatan keterampilan berbicara pada siswa kelas V SD Negeri Gumpang 3 Sukoharjo Tahun Ajaran 2017/2018 beserta kendala atau hambatan serta solusi. Berdasar dari data-data yang diperoleh dan dukungan bukti-bukti

commit to user

(12)

yang konsistensinya sesuai dengan situasi kondisi di lapangan, peneliti dapat mengambil kesimpulan terhadap tindakan yang telah dilaksanakan.

Penarikan kesimpulan penelitian pada siswa kelas V SD Negeri Gumpang 3 Sukoharjo Tahun Ajaran 2017/2018 dilaksanakan diskusi bersama guru kelas V berkaitan dengan nilai tes keterampilan berbicara peserta didik yang mampu dicapai pada setiap siklus untuk menentukan serta melanjutkan langkah untuk penelitian berikutnya.

H. Indikator Kinerja Penelitian

Indikator kinerja maksudnya ialah rumusan kinerja yang menjadi acuan maupun tolok ukur dalam penentuan tingkat keberhasilan maupun keefektifan penelitian.

Sebagai dasar dalam mengetahui tingkat keberhasilan perlu ada penetapan untuk indikator capaian penelitian. Indikator capaian ditetapkan pada penelitian tindakan kelas yang berjudul “Penerapan Media Pembelajaran Flash Cards dapat Meningkatkan Keterampilan Berbicara Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SD Negeri Gumpang 3 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018” penulis berharap:

Tabel 3. 2 Indikator Pencapaian PTK

Aspek yang Diukur Target Cara Mengukur

Peningkatan keterampilan berbicara pada aspek pelafalan, intonasi, tekanan, dan kelancaran siswa kelas kelas V SD Negeri Gumpang 3 Sukoharjo dengan media flash cards

80% Peserta Didik memiliki nilai ≥ 65 dari perolehan nilai seluruh aspek

Melalui tes unjuk kerja

keterampilan Berbicara

Pembelajaran keterampilan berbicara pada siswa kelas kelas V SD Negeri Gumpang 3 Sukoharjo dikatakan berhasil jika setiap aspek seperti yang telah diuraikan pada tabel 3.1 di atas sudah mencapai indikator yang ditetapkan dan secara klasikal siswa sudah mencapai ketuntasan sebesar 80%, jika tiap aspeknya belum mencapai indikator masih perlu diperbaiki lagi.

I. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian dalam penelitian ini memuat empat tahapan. Tahapan kegiatan penelitian tindakan kelas ini meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Tahapan tersebut menggunakan sistem spiral yang dilaksanakan terus menerus secara berkesinambungan sehingga menghasilkan hasil yang optimal. commit to user

(13)

Tahapan alur pelaksanaan penelitian tindakan kelas dalam penelitian ini:

Gambar 3. 2 Modifikasi Prosedur Penelitian menurut Arikunto, dkk (2008: 16) Perencanaan sebagai tahapan awal perlu dipikirkan oleh guru sebelum melakukan kegiatan. Harapannya dengan penyusunan rencana, guru memiliki pandangan ke depan, lebih fleksibel untuk menerima dampak yang tak terduga serta dengan perencanaan tersebut secara dini dapat mengatasi hambatan yang ada.

Pelaksanaan tindakan dimaksudkan dengan penerapan dari perencanaan yang telah disusun yang dapat berupa tahapan menerapkan model atau media pembelajaran ditetapkan dengan tujuan memperbaiki maupun penyempurnaan model maupun media yang diterapkan. Pelaksanaan tindakan tersebut dapat terlaksana apabila terlibat secara langsung dalam penerapan model atau media pembelajaran yang hasilnya akan digunakan dalam penyempurnaan pelaksanaan tugas.

Prosedur penelitian yang diterapkan pada pelaksanaan tindakan ini diwujudkan dalam dua siklus yang meliputi tiga kali pertemuan di setiap siklusnya. Tiap-tiap siklus meliputi empat tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Adapun tahapan dari masing-masing siklus diuraikan sebagai berikut :

commit to user

(14)

1. Siklus I

Pembelajaran pada siklus I dilaksanakan berdasarkan hasil tes awal (pratindakan) dan hasil wawancara kepada guru dan siswa V SD Negeri Gumpang 3 Sukoharjo. Pembelajaran pada siklus I menerapkan media pembelajaran Flash cards, dan akan dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Tahap Perencanaan Tindakan

Perencanaan dilaksanakan dengan kerjasama yang aktif berdasar dari identifikasi pada tahapan sebelumnya. Tahapan ini sifatnya berupa dugaan dalam menyusun perencanaan tindakan yang nantinya dilaksanakan di tahapan berikutnya dalam pemecahan masalah atau pelaksanaan perbaikan. Langkah yang diambil pada pelaksanaan tahap ini antara lain:

1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran Bahasa Indonesia fokus berbicara yang menerapkan media pembelajaran berupa Flash cards.

2) Menyiapkan perangkat pengambilan data (presensi siswa lembar observasi pelaksanaan pembelajaran baik oleh siswa maupun guru, dan dokumentasi).

3) Menyiapkan perangkat pembelajaran yang meliputi media pembelajaran, materi dan sumber belajar.

4) Mempersiapkan fasilitas dan sarana yang dibutuhkan untuk pembelajaran.

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pada tahap ini dilakukan penerapan tindakan dengan menerapkan media pembelajaran Flash cards dalam pembelajaran fokus berbicara sesuai dengan RPP dan LKS yang ditentukan di tahapan perencanaan. Pelaksanaan tindakan di siklus I ini terdapat dua kali pertemuan, dengan alokasi waktu 2 x 35 menit di setiap pertemuannya. commit to user

(15)

c. Tahap Pengamatan

Pengamatan dilaksanakan dengan seksama dan cermat mencakup semua tindakan yang dilaksanakan oleh guru serta siswa SD Negeri Gumpang 3 Sukoharjo. Pada penelitian ini observasi dilakukan untuk melihat apakah pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat atau tidak. Observasi mengarah pada poin-poin pada pedoman yang telah dipersiapkan peneliti.

d. Tahap Refleksi

Pada tahap refleksi, peneliti melakukan analisis data hasil penelitian siklus I bersama guru, serta analisis proses kegiatan belajar mengajar selama siklus I, baik dari segi kelemahan maupun kelebihannya. Presentase ketercapaian yang dicapai pada siklus I adalah 70,59% belum mencapai ketercapaian indikator kinerja yang ditentukan yaitu 80% peserta didik mencapai KKM. Karena belum mencapai indikator kinerja, peneliti melakukan analisis pembelajaran pada siklus I. Peneliti juga bekerja sama dengan guru untuk menemukan masalah yang terdapat pada pembelajaran yang nantinya dipergunakan sebagai dasar langkah perbaikan pada siklus selanjutnya, yaitu siklus II.

2. Siklus II

Proses belajar mengajar di siklus II terlaksanakan berdasar dari hasil refleksi dan hasil berkaitan dengan pembelajaran siklus I. Segala temuan seperti kekurangan yang ada pada siklus I yang telah direfleksi, diupayakan untuk mendapat perbaikan pada siklus II. Adapun langkah- langkah pembelajaran pada siklus II adalah sebagai berikut:

a. Tahap PerencanaanTindakan

1) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ulang berdasar dari hasil refleksi pada siklus I tentang berbicara mengemukakan pendapat dengan menerapkan media pembelajaran Flash cards. commit to user

(16)

2) Menyiapkan perangkat pengambilan data (presensi siswa lembar observasi pelaksanaan pembelajaran baik oleh siswa maupun guru, dan dokumentasi).

3) Menyiapkan perangkat pembelajaran yang meliputi media pembelajaran, materi dan sumber belajar.

4) Persiapan fasilitas dan sarana yang diperlukan dalam pembelajaran. Tahap pelaksanaan Tindakan

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pada tahapan ini dilaksanakan penerapan tindakan dengan diterapkannya media pengajaran Flash cards dalam pembelajaran berbicara mengemukakan pendapat sesuai dengan RPP dan LKS yang sudah ditentukan di tahapan perencanaan. Pada siklus II pelaksanaan tindakan ini terdapat pertemuan sebanyak dua kali yang alokasi waktunya 2 x 35 menit pada setiap tatap muka.

c. Tahap Pengamatan

Pengamatan atau observasi pelaksanaananya memerlukan kecermatan dalam semua tindakan yang dilaksanakan oleh guru dan siswa SD Negeri Gumpang 3 Sukoharjo. Pada penelitian ini observasi dilakukan untuk meninjau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan RPP yang telah disusun sekaligus mengamati proses pembelajaran secara menyeluruh. Observasi mengarah pada poin-poin mengacu pada pedoman yang telah dipersiapkan peneliti.

d. Tahap Refleksi

Tahap refleksi dilaksanakan analisis data bersama guru untuk mengetahui ketercapaian peserta didik. Dalam siklus II ini, ketercapaian indikator kinerja adalah 85,29%. Diketahui bahwa indikator keberhasilan sebesar 80% dan rerata tiap aspeknya mencapai 3 yang berkategori baik. Maka dapat ditarik kesimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran Flash cards telah berhasil dan dihentikan penelitian ini pada siklus II.

commit to user

Referensi

Dokumen terkait

Angket digunakan untuk memperoleh data mengenai komentar atau pendapat siswa terhadap komponen pembelajaran keterampilan berbicara dikelas XI SMK Citra Bangsa yang

Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan dalam dua siklus tahap rencana tindakan, setiap siklus meliputi: perencanaan ( planning ), pelaksanaan tindakan (

Aspek perilaku asertif merujuk pada pendapat Fensterheim dan Baer (1980) meliputi, (a) bebas mengemukakan pikiran dan pendapat, baik melalui kata-kata maupun

Pada tahap ini guru melaksanakan tindakan dengan rencana pembelajaran yang telah disusun. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode drill. Pada siklus ini pembelajaran

Pada tahap perencanaan tindakan peneliti melakukan langkah awal untuk kelancaran penelitian yang akan dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan, langkah yang dilakukan

2 Menurut Umar, metode penelitian kualitatif adalah metode di mana temuan-temuan disajikan sebagai gagasan atau wawasan peneliti dalam kaitannya dengan data yang

Analisis data hasil belajar geografi pada kompetensi dasar menganalisis hubungan antara manusia dengan lingkungan sebagai akibat dari dinamika hidrosfer yaitu pada data

Beberapa tindakan yang dilakukan dalam siklus II ini meliputi: 1) Perbaikan tindakan berdasarkan refleksi pada siklus I. 2) Guru melaksanakan pembelajaran model Contextual