• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penentuan Kadar Parasetamol dan Kafein dalam Campuran Tablet Parasetamol Kafein Menggunakan Metode Spektrofotometeri UV-Vis Derivatif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penentuan Kadar Parasetamol dan Kafein dalam Campuran Tablet Parasetamol Kafein Menggunakan Metode Spektrofotometeri UV-Vis Derivatif"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Absorbansi parasetamol baku  Konsentrasi  (parasetamol + kafein)  Absorbansi (f’) 246 nm  275 nm  8 ppm+ 5 ppm  0.0030  - 0.0040  10 ppm + 5 ppm  0.0072  - 0.0049  12 ppm + 5 ppm  0.0014  - 0.0034  14 ppm + 5 ppm  0.0097  - 0.0076  16 ppm + 5 ppm
Tabel 2. Absorbansi kafein baku  Konsentrasi  (kafein + parasetamol)  Absorbansi (f’) 226 nm 230 nm  290 nm  10 ppm + 5 ppm  - 0.0149  - 0.0182  - 0.0260  12 ppm + 5 ppm  - 0.0195  - 0.0224  - 0.0340  14 ppm + 5 ppm  - 0.0250  - 0.0232  - 0.0365  16 ppm +
Tabel 3. Absorbansi larutan sampel campuran parasetamol kafein  Konsentrasi  Sampel  275 nm  290 nm  10 ppm  -0.0063  - 0.0058  14 ppm  - 0.0069  - 0.0065  18 ppm  - 0.0105  - 0.0096  Kadar Parasetamol (275nm)  Persamaan yang digunakan:

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui hasil uji validasi terhadap metode spektrofotometri derivatif dalam menganalisa kadar campuran parasetamol dan kafein dalam sediaan tablet

Pengertian panjang gelombang zero crossing adalah panjang gelombang dimana jika pada analisis multikomponen spektrum derivatifnya digabungkan, maka satu analit memberikan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode spektrofotometri UV dengan aplikasi panjang gelombang berganda dapat digunakan untuk menetapkan kadar parasetamol dan

Bila campuran analit memiliki panjang gelombang zero-crossing lebih dari satu, maka yang dipilih untuk dijadikan panjang gelombang analisis adalah panjang gelombang zero crossing

Bila campuran analit memiliki panjang gelombang zero-crossing lebih dari satu, maka yang dipilih untuk dijadikan panjang gelombang analisis adalah panjang gelombang zero crossing

Apakah kadar parasetamol dan kafein dalam sediaan tablet yang ditentukan dengan metode panjang gelombang berganda secara spektrofotometri memenuhi persyaratan yang tercantum pada

Analisis campuran Parasetamol, Propifenazon dan Kafein dari sediaan tablet secara simultan dapat dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis Densitometri.. Pendeteksian

Bila campuran biner memiliki panjang gelombang zero crossing lebih dari satu, maka yang dipilih untuk dijadikan panjang gelombang analisis adalah dimana panjang gelombang yang