7
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Web
Dalam penulisan Tugas Akhir ini penulis menggunakan beberapa macam teori pendukung yang diambil dari beberapa buku sebagai refrensi dalam pembuatan web desain dan pemograman website yang ada kaitannya serta mendukung dalam pelaksanaan pembuatan website ini.
A. Webiste
1. Internet
Menurut Irawan (2011:42) “Internet merupakan kependekan dari kata “internetwork”, yang berarti rangkaian komputer yang terhubung menjadi beberapa rangkaian jaringan”. Internet juga dapat diartikan sebagai pertukaran informasi dan komunikasi.
Menurut Vyandra (2010:1) menyimpulkan bahwa “Internet (Interconneted
Network) adalah suatu jaringan komputer global yang menghubungkan satu
komputer dengan komputer lain yang ada diseluruh dunia. Informasi World Wide
Web ini dapat disimpan pada web server untuk dapat diakses dari jaringan internet.
Agar data pada web dapat dibaca maka perlu menggunakan web browser terlebih dahulu, seperti Internet Explorer, Mozila Firefox, Google Chrome dan lain sebagiannya.
Jaringan yang membentuk internet bekerja berdasarkan suatu protocol standart yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mematikan jaringan tersebut. Protocol ini mengatur format data yang diijinkan, penanganan kesalahan (error handling) dan standart komunikasi lainnya. Internet menggunakan protocol komunikasi yang sama dengan jaringan komputer lokal yaitu TCP/IP (Transmission
Control Protocol/Internet Protocol) untuk dapat bertukar data walaupun memiliki
arsitektur jaringan berbeda.
Internet pertama kali dikembangan pada tahun 1969 dengan nama ARPANET
(Advace Research Agency Network) oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Tujuan awal proyek ARPANET adalah mencari solusi untuk membangun komunikasi data dari node (komputer) yang satu dengan yang lainnya dengan jarak yang berjauhan. Pada waktu itu, mesin yang digunakan untuk berkomunikasi disebut IMPs (Interface Message Processor). Komunikasi data pertama dilakukan antara mesin IMPs yang berada di UCLA dibawah kendali Leonard Kleinrock’s dengan mesin IMPs yang berada di Standford Research Institude pada Oktober 1969.
Ada tiga komponen dasar yang membuat internet berfungsi, yaitu:
1. Jaringan komputer, berfungsi sebagai media atau saluran yang digunakan untuk lalu lintas data.
2. Protocol, berfungsi sebagai alat komunikasi dari satu system ke system lain 3. Program aplikasi, berfungsi sebagai fasilitas yang digunakan oleh pemakai agar dapat berinteraksi diinternet.
2. Website
Menurut Yuhefizar (2009:2) mengemukakan bahwa “website adalah keseluruhan halaman-halaman web yang terdapat dalam sebuah domain yang mengandung informasi”. Di halaman web terdapat hyperlink yang memudahkan pengakesan halaman web berpindah lokasi halaman web lainnya.
Website memiliki istilah-istilah yang wajib diketahui dalam pembuatan sebuah website, istilah-istilah tersebut antara lain:
1. Web domain yaitu alamat yang digunakan untuk mengakses website melalui
internet, domain merupakan sebuah IP yang diubah ke dalam teks agar mudah
dalam menghafal alamat website yang akan diakses.
2. Web hosting yaitu proses penyimpanan website beserta basis datanya ke dalam
web server.
3. Web hacking yaitu proses masuknya pengguna ke dalam sebuah website tanpa proses login yang sah sebagaimana mestinya. Hacking bisa saja merusak website atau hanya sekedar ingin mengetahui sistem keamanan website.
Web terdiri dari dua komponen yaitu: 1. Web Server
Menurut Sadeli (2014a:2) “Web Server adalah sebuah perangkat lunak yang berfungsi menerima permintaan HTTP dan HTTS dari klien yang dikenal dengan web bwoser dan menggunakan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk HTML”.
Web server berfungsi untuk melakukan service, web server yang ada saat ini adalah Microsoft IIS (Internet Information Service), Apache, Microsoft PWS (Personal Web
Server), dan lain-lain. Sebuah server dapat mengelola beberapa website dan setiap website data diakses oleh beberapa klien. Dampak dari sentralisasi informasi ini
adalah kebutuhan akan system server yang dituntut untuk mampu melayani sebanyak apapun klien yang mengakses.
2. Web Browser
Menurut Sibero (2013:12) “Web browser adalah aplikasi perangkat lunak yang digunakan untuk mengambil dan menyajikan sumber informasi web”. Sumber informasi we diidentifiksi dengan Uniform Resource Identifier (URI) yang dapat terdiri dari web, video, gambar ataupun konten lainnya. Web browser dimulai pada tahun 1991 saat tim Berners-Lee membuat aplikasi web browser pertama pada komputer NeXT dengan World Wide Web Browser.
3. E-Commerce
Menurut David dalam Sunarto (2009:28) menyebutkan bahwa “E-Commerce
is a dynamic set of technologies and business process that link enterprise consumer and communities through electronic transactions and the electronic exchanges of goods, service, and informations” E-commerce adalah satu set teknologi dinamis,
aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi.
Jenis transaksi E-commerce di antaranya sebagai berikut: 1. Collaborative Commerce (C-Commerce)
Collaborative Commerce yaitu kerjasama secara elektronik antara rekan bisnis.
Kerjasama ini biasanya terjadi antara rekan bisnis yang berada pada jalur penyediaan barang (supplu chain).
2. Business to Business (B2B)
E-commerce tipe ini meliputi transaksi antar organisasi yang dilakukan di electronic market.
3. Business to Consumers (B2C)
Business to Comsumers yaitu penjual adalah suatu organisasi dan pembeli adalah
individu.
4. Consumers to Consumers (C2B)
Dalam C2B konsumen memberitahukan kebutuhan atas suatu produk atau jasa tertentu, dan pemasok bersaing untuk menyediakan produk atau jasa tersebut ke konsumen.
5. Consumers to Business (C2C)
C2C yaitu konsumen menjual secara langsung ke konsumen lain atau mengiklankan
B. Bahasa Pemograman
Bahasa pemograman merupakan suatu teknik instruksi standar untuk memerintah komputer. Berikut adalah penjelasan tentang bahasa pemograman yang biasa digunakan untuk membuat suatu website.
1. PHP (Personal Home Page)
Menurut Anhar (2010:3) “PHP (Personal Home Page) yaitu bahasa pemograman web server-side yang bersifat open source. PHP merupakan script yang terintegrasi dengan HTML dan berbeda pada server (server side HTML embedded
scripting)”. PHP adalah script yang digunakan untuk membuat halaman website
dinamis.
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada Tahun 1995, yang diberi nama FI (Form Interpreted) dan digunakan untuk mengelola form dari web. Pada perkembangannya, kode tersebut dirilis keumum sehingga mulai banyak dikembangkan oleh programmer di seluruh dunia.
Menurut Sukarno (2006:10) PHP memiliki kelebihan yaitu:
1. PHP merupakan bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompolasi dalam penggunaanya.
2. PHP dapat berjalan pada web browser yang dirilis oleh microsoft, seperti IIS PWS juga pada apache yang bersifat open source.
3. Karena sifatnya open source, maka perubahan dan perkembangan PHP lebih cepat dan mudah karena banyak milis-milis dan developer yang siap membantu pengembangannya.
4. Jika dilihat dari segi pemahaman, PHP memiliki refrensi yang begitu banyak sehingga sangat mudah untuk dipahami.
5. PHP dapat berjalan pada 3 operating system, yaitu: Linux, Unix dan Windows. 2. HTML (Hypertext Markup Language)
Menurut Priyanto dan Jauhari (2015:13) “HTML (Hypertext Markup
Language) adalah bahasa standar yang digunakan untuk menampilkan halaman web”.
Yang biasa dilakukan dengan HTML yaitu:
1. Mengatur tampilan dari halaman web dan isinya. 2. Membuat tabel dalam halaman web.
3. Mempublikasikan halaman web secara online.
4. Membuat form yang bisa digunakan untuk menangani registrasi dan transaksi via
web.
5. Menambahkan objek-objek seperti citra, audio, video, animasi, java applet dalam halaman web.
6. Menampilkan area gambar (canvas) di browser.
HTML mempunyai dua macam ekstansi, ekstansi tersebut adalah .htm dan .html. Format ekstensi .htm awalnya hanya untuk mengakomodasikan pengguna .html dalam operasi DOS.
Perintah-perintah HTML diletakkan dalam file berekstensi html dan ditandai dengan mempergunakan tanda (tag) berupa karakter “<” dan “>”. Tidak seperti
Bahasa pemrograman berstruktur procedural seperti pascal atau C, HTML tidak mengenal jumping atau looping. Kode-kode HTML dibaca oleh browser dari atas kebawah tanpa adanya lompatan-lompatan.
Menurut Kadir (2009:2) untuk mengakes sebuah halaman web dari browser, pemakai perlu menyebutkan Uniform Resource Locator (URL)
URL tersusun dari tiga bagian, yaitu: 1. Format Transfer.
2. Nama Host.
3. Path berkas dokumen.
3. CSS (Cascading Style Sheet)
Menurut Saputra (2012:127) “CSS yang merupakan singkatan dari Cascading
Style Sheet merupakan bahasa pemograman web yang didesain khusus untuk
mengendalikan dan membangun berbagai komponen dalam web sehingga tampilan
web lebih rapih, terstruktur dan seragam”. CSS digunakan para web designer untuk
mengatur style elemen yang ada dalam halaman web, mulai dari memformat teks, sampai pada memformat layout.
Saat ini CSS dikembangkan oleh World Wide Web Consortiura (W3C) dan menjadi bahasa standar dalam pembuatan web. CSS difungsikan sebagai penopang atau pendukung dan pelengkap file html yang berperan dalam penataan kerangka
4. Javascript
Menurut Sidik (2011:1) “Javascript adalah bahasa yang digunakan untuk membuat program yang digunakan agar dokumen HTML yang ditampilkan dalam
browser menjadi lebih interaktif, tidak sekedar indah saja”.
Javascript dikembangkan oleh Netscape, sebagai bahasa pemograman
“sederhana” karena tidak dapat digunakan untuk membuat aplikasi ataupun applet. Namun javascript, dapat membuat sebuah halaman web yang interaktif dan mudah, Penulisan kode javascript diletakkan diantara tag HTML dengan mengizinkan pengeksekusian perintah-perintah pada sisi klien, dan bukan sisi server dokumen web. 5. Jquery
Menurut Wahana Komputer (2012:2) “Jquery merupakan javascript yang dibangun untuk mempercepat dan memperingkas serta menyerderhankan manipulasi dokumen HTML”
Jquery pertama kali dirlis tahun 2006 oleh John Resig. Jquery menjadi sangat popular hingga telah digunakan pada banyak website termasuk kelas dunia seperti
Google, Amazon, Twitter, ESP dan lain-lain. 6. Adobe Dreamweaver CS6
Menurut Wahana Komputer (2013:18) “Dreamweaver merupakan aplikasi visual terbaik dalam membangun website”. Adobe Dreamweaver memiliki banyak
tool-tool yang memudahkan seorang web design untuk mengedit dan membuat
kode-kode dalam halaman web. Fasilitas yang terdapat didalamnya antara lain refrensi HTML, CSS, dan Javascript, Javascript debugger dan editor code yang mengizinkan
kita mengedit kode Javascript, XML, HTML, CSS, Templating dan dokumen teks lain secara langsung.
Sumber: Wahana Komputer (2013:18)
Gambar II.1
Tampilan awal Adobe Dreamweaver CS6
Berikut ini adalah bagian bagian yang terdapat pada jendela Adobe Dreamweave CS6
Sumber: Wahana Komputer (2013:18)
Gambar II.2
Keterangan dari menu-menu Adobe Dreamweaver CS6 1. Menu Bar
Menampilkan perintah untuk merancang dan mengolah dokumen website.
2. Insert Bar
Menampilkan tombol-tombol untuk memasukan berbagai jenis objek seperti gambar, form¸ tabel¸ layer dan lainnya ke dalam dokumen website yang sedang dibuat. Insert bar dibuat untuk memudahkan user agar dapat melengkapi halaman
web yang sedang dibuat dengan cepat.
3. Document Tool Bar
Menampilkan tombol-tombol dan menu pop-up yang menyediakan tampilan berbeda dari komponen window (seperti Design view dan Code view), pilihan menampilkan ruler, grid dan beberapa operasi umum, seperti preview di browser. 4. Code Window
Menampilkan script program yang digunakan didalam web. 5. Design Window
Menampilkan design web yang sedang dibuat. 6. Property Inspector
Digunakan untuk mengatur ataupun mengubah properties dari objek yang dimasukkan ke dalam dokumen seperti mengubah jenis, warna dan ukuran huruf. 7. Panel Groups
Memberikan fasilitas untuk mengatur file dan folder yang membentuk situs
mengaktifkan situs lama yang pernah kita buat, melihat isi situs, menghapus dokumen web, mengganti nama dokumen web atau membuat file baru.
8. Tag Selector
Menampilkan tag HTML dari objek yang terseleksi. 7. Adobe Photoshop
Menurut Wahana Komputer (2013:2) “Adobe Photoshop merupakan software yang dapat mengolah data gambar dan grafis untuk kebutuhan printing, desaign
grafis”. Adobe photoshop digunakan penulis untuk untuk mengedit gambar agar
lebih menarik dan berbeda untuk ditempelkam diweb penulis.
Sumber: Wahana Komputer (2013:2) Gambar II.3
C. Basis Data
Menurut Rosa dan Shalahuddin (2013:43) “sistem basis data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan”. Pada intinya basis data adalah media untuk menyimpan data agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.
1. Database
Menurut Talib (2010:245) memberikan batasan bahawa “Database adalah sekumpulan data yang disimpan secara teratur sehingga memudahkan dalam pencarian kembali, pengelompokan, dan pengolahannya menjadi informasi”.
2. PHP MYADMIN
Menurut Sadeli (2014:10) PHP Myadmin adalah sebuah software yang terbentuk seperti halaman situs terdapat pada web server, fungsi dari halaman ini adalah sebagai pengendali database MySQL sehingga pengguna MySQL tidak perlu repot untuk menggunakan perintah-perintah SQL.
3. MySQL
Menurut Sibero (2011:97) “MYSQL adalah suatu RDBMS (Relational
Database Management System) yaitu aplikasi sistem yang menjalankan fungsi
pengolahan data”.
Keunggulan MYSQL dari RDBMS lainnya adalah sebagai berikut: 1. Mampu menangani jutaan user dalam waktu yang bersamaan. 2. Mampu menampung lebih dari 50 juta record.
3. Sangat cepat mengeksekusi perintah.
4. MYSQL menggunakan SQL dan bersifat free.
5. Memiliki user privilege system yang mudah dan efisien.
6. Setiap pengguna MYSQL diizinkan mengubah source untuk keperluan pengembangaan atau menyelaraskan spesifikasi database sesuai kebutuhan.
D. Model Pengembangan Perangkat Lunak
Model yang digunakan pada pengembangan perangkat lunak menggunakan model waterfall. Menurut Shalahuddin dan Rosa A.S (2013:28) “Model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut sekuensial linier (sequential linier) atau alur hidup klasik (classic life cycle)”.
Model waterfall merupakan model SDLC yang paling sederhana dan model ini cocok untuk pengembangan perangkat lunak dengan spesifikasi yang tidak berubah-ubah. Model ini menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut yaitu:
1. Analisa kebutuhan perangkat lunak
Proses pengumpulan kebutuhan perangkat lunak secara intensif untuk mespesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user.
2. Desain
Proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean.
3. Pembuatan Kode Program
Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.
4. Pengujian
Pengujian fokus pada perangkat lunak secara segi logic dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji.
2.2. Teori Pendukung
Dalam teori pendukung ini berisi tentang Struktur Navigasi, ERD (Entity
Diagram Relationship)¸ LRS (Logical Record Structure)¸dan Pengujian Black Box Testing.
A. Struktur Navigasi
Menurut Puspitosari (2010:280) Struktur Navigasi adalah “Susunan menu atau hirarki dari suatu situs yang menggambarkan isi dari setiap halaman dan link atau navigasi tiap halaman pada suatu situs web”. Struktur navigasi yang dibuat sangat dipengaruhi oleh tujuan dari situs web yang akan dibuat. Struktur navigasi dapat digolongkan menurut kebutuhan akan objek, kemudahan pemakaian,
keinteraktifitasannya, dan kebutuhan pembuatanya yang berpengaruh terhadap waktu pembuatan suatu situs web.
Bentuk dasar dari struktur navigasi diantaranya yaitu: 1. Satu Alur (Liniear)
Satu alur (linear) merupakan struktur yang hanya mempunyai satu rangkain cerita yang berurut. Struktur ini hanya dapat menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya. Salah satu yang terpenting dari sturktur ini adalah tidak diperkenakan terjadinya percabangan.
Sumber: Puspitosari (2010:280)
Gambar II.4 Struktur Navigasi Linier 2. Hirarki (Hierarchical)
Struktur navigasi ini percabangan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu. Tampilan pada menu pertama akan disebut sebagai master page (halaman utama kesatu), halaman utama ini akan mempunyai halaman percabangan yang dikatakan slave page (halaman pendukung). Yang terpenting dari struktur penjejakan ini tidak diperkenakan adanya tampilan secara linier.
Sumber : Puspitosari (2010:208)
Gambar II.5 Struktur Navigasi Hirarki
3. Tidak Berurut (Non Linier)
Struktur navigasi tidak berurut (non linier) merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier. Pada struktur ini diperbolehkan membuat percabangan. User bebas menelusuri website tanpa diabatasi oleh rute dimana control navigasi dapat mengakes kesemua halaman manapun.
Sumbe r: Puspitosari (2010:280)
Gambar II.6
4. Campuran (Composite)
Struktur campuran (composite) disebut juga struktur navigasi bebas merupakan gabungan dari ketiga struktur sebelumnya yaitu Limier, Non Linier, dan Hierarchi. Jika suatu tampilan membutuhkan percabangan, maka dapat dibuat percabangan dan bila dalam percabangan tersebut terdapat suatu tampilan yang sama kedudukannya maka dapat dibuat struktrur linier dalam percabangan tersebut.
Sumber: Puspitosari (2010:280)
Gambar II.7
Struktur Navigasi Campuran
B. Entitity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Sutanta (2011a:91) “Entity Relationship Diagram merupakan suatu model data yang dikembangkan berdasarkan objek. Entity Relationship Diagram digunakan untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data kepada pengguna secara logic. Entity Relationship Diagaram didasarkan pada suatu presepsi bahwa
real world terdiri atas objek-objek dasar yang mempunyai hubungan atau kerelasian
1. Komponen ERD
1. Entitas (Entity)
Entitas merupakan objek-objek dasar yang terkait didalam sistem. Objek dasar dapat berupa orang, benda atau hal yang keterangannya disimpan di dalam basis data. Untuk menggambafrkan sebuah entitas digunakan aturan sebagai berikut: 1. Entitas dinyatakan dengan simbol persegi panjang.
2. Nama entitas dituliskan didalam simbol persegi panjang. 3. Nama entitas berupa benda, tunggal.
4. Nama entitas sedapat mungkin menggunakan nama yang mudah dipahami dan dapat menyatakan maknanya dengan jelas.
2. Atribut (Attribute)
Atribut sering pula disebut sebagai properti (property), merupakan keterangan-keterangan yang terkait pada sebuah entitas yang perlu disimpan dalam basis data. Atribut berfungsi sebagai penjelas pada sebuah entitas. Untuk menggambarkan atribut digunakan aturan sebagai berikut:
1. Atribut dinyatakan dengan simbol elips, 2. Nama atributdituliskan didalam simbol elips. 3. Nama atribut berupa kata benda, tunggal.
4. Nama atribut sedapat mungkin menggunakan nama yang mudah dipahami dan dapat menyatakan maknanya dengan jelas.
5. Atribut dihubungkan dengan entitas yang bersesuain dengan menggunakan sebuah garis.
Jenis-jenis atribut dalam ERD, yaitu:
1.Atribut Key adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua baris data (Row/Record) dalam tabel secara unik.
2.Atribut Simple adalah atribut yang bersifat atomic, tidak dapat dipecah atau dipilah lagi.
3.Atribut Multivalue adalah Nilai dari suatu atribut yang mempunyai lebih dari satu (multivalue) nilai dari atribut yang bersangkutan.
4.Atribut Composite adalah suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu yang masih bisa dipecah lagi atau mempunyai sub atribut.
5.Atribut Derivatif adalah atribut yang tidak harus disimpan dalam database.total atau atribut yang dihasilkan dari atribut lain atau dari suatu relationship. Atribut ini dilambangkan dengan bentuk oval yang bergaris putus-putus.
3. Kerelasian Antar Entitas (Relationship)
Kerelasian antar entitas mendefinisikan hubungan antar dua buah entitas. Kerelasian adalah kejadian atau transaksi yang terjadi antara dua buah entitas yang keterangannya perlu disimpan dalam basis data. Kejadian atau transaksi yang tidak pelu disimpan dalam basis data termasuk kerelasian. Aturan penggambaran kerelasian antar entitas sebagai berikut:
1. Kerelasian digambarkan dengan simbol belah ketupat. 2. Nama kerelasiann ditulis di dalam simbol belah ketupat.
3. Kerelasian menghubungkan dua entitas.
4. Nama kerelasian berupa kata kerja aktif (diawali dengan me-), tunggal. Jenis kerelasian antar entitas menurut Sutanta (2011b:102):
1.Kerelasian jenis satu ke satu (one to one)
Kerelasian jenis ini terjadi jika kejadian atau transaksi antar dua entitas yang berhubungan hanya memungkinkan terjadi sebuah kejadian atau transaksi pada kedua entitas. Secara lebih teknis, jika nilai yang digunakan sebagai penghubung pada entitas pertama hanya dimungkinkan muncul satu kali saja pada entitas kedua yang saling terhubung.
2. Kerelasian jenis satu ke banyak (one to many) atau banyak kesatu (many to one) Kerelasian jenis ini terjadi jika kejadian atau transaksi antara dua entitas yang berhubungan hanya memungkinkan terjadi satu kali dalam entitas pertama dan dapat terjadi lebih dari satu kali kejadian atau transaksi pada entitas kedua. Secara lebih teknis, jika nilai yang digunakan sebagai penghubung pada entitas pertama dimungkinkan muncul lebih dari satu kali pada entitas kedua yang berhubungan. 3. Kerelasian jenis banyak ke banyak (many to many)
Kerelasian jenis ini terjadi jika kejadian atau transaksi diantara dua entitas yang berhubungan memungkinkan terjadi lebih dari satu kali dalam entitas pertama dan entitas kedua. Secara lebih teknis, jika nilai yang digunakan sebagai penghubung pada entitas pertama dimungkinkan muncul lebih dari satu kali, baik pada entitas pertama maupun pada entitas kedua yang saling berhubungan, dan sebaliknya.
2. Kardinalitas Hubungan
Kardinalitas Hubungan adalah menghubungkan atribut dengan entitas dengan relasi. Menurut Sutanta (2011c:102) kardinalitas hubungan terbagi menjadi tiga, yaitu:
1. Unary Relationship
Unary relationship adalah model relationship yang terjadi antara entitas yang
berasal dari entitas set yang sama. Model ini, juga sering disebut sebagai Recursive
Relationship atau Reflective Relationship.
Sumber: Sutanta (2011:102)
Gambar II.8 Unary Relationship 2. Binary Relationship
Binary Relationship adalah model relationship antara instance-instance dari dua
Sumber: Sutanta (2011:102)
Gambar II.9 Binary relationship 3. Ternary Relationship
Temary relationship adalah model relationship antara instance-instance dari tiga
tipe entitas secara serentak.
Sumber: Sutanta (2011:102)
Gambar II.10 Ternary Relationship
D. Logical Record Structure (LRS)
Menurut Priyadi (2014:40) LRS (Logical Record Structure) adalah representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang berbentuk dari hasil relasi antar entitas yang menentukan kardinalitas, jumlah tabel dan Foreign
Key” .Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak empat persegi panjang dan
Perbedaan antara ERD dan LRS adalah terletak pada nama tipe record berada diluar kotak field tipe record ditempatkan. LRS terdiri dari link-link diantara tipe
record, link ini menunjukkan arah dari satu tipe record lainnya. Penggambaran LRS
memiliki dua metode yang dapat digunakan, dimulai dari kedua model yang dapat dikonversikan ke LRS. Metode yang lain dimulai dari ERD dan langsung dikonversikan ke LRS. Transformasi diagram ERD ke LRS merupakan suatu kegiatan untuk membentuk data-data dari diagram hubungan entitas ke suatu LRS.
E. Pengujian Web
Menurut Rizky (2011:264) “Black Box Testing adalah tipe testing yang memperlakukan perangkat lunak yang tidak diketahui kinerja internalnya. Sehingga para tester memandang perangkat lunak sebagai “kotak hitam” yang tidak penting dilihat isinya, tapi cukup dikenai proses testing dibagian luar”.
Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Pengujian kotak hitam dilakuakan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Adapun kategori kesalahan yang diuji oleh black box testing diantaranya: 1. Fungsi-fungsi yang salah atau hilang.
2. Kesalahan interface.