• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

7

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Web A. Website

Menurut Sutarman (2007:7) menjelaskan bahwa “Website merupakan salah satu sumber daya internet yang berkembang pesat. Informasi web didistribusikan melalui hypertext, yang yang memungkinkan suatu teks pendek menjadi acuan untuk membuka dokumen lain”.

Web menyajikan informasi menggunakan Hypertext Markup Lenguage

sehingga dapat menampilkan informasi dengan berbagai format data seperti text ,

image bahkan video dan dapat diakses menggunakan berbagai aplikasi klien.

Selain dikenal sederhana dan mudah, adanya kategori server side programming pada web memungkinkan penyajian informasi yang lebih menarik dan dinamis dengan pengolahan data yang terorganisasi.

Website pada awalnya merupakan suatu layanan sajian informasi yang

mengunakan konsep hyperlink yang memudahkan surfer atau pengguna internet melakukan penelusuran informasi di internet. Informasi yang disajikan dengan web menggunakan konsep multimedia, Informasi dapat disajikan dengan menggunakan banyak media, seperti teks, suara, gambar, film, atau animasi.

(2)

1. Internet

Menurut sutedjo dkk (2007:117) “internet merupakan sekumpulan jaringan yang terhubung satu dengan yang lainnya menggunakan Protocol Transmission

Control Protocol atau Internet Protocol (TCP/IP)”. Jaringan menyediakan

sambungan menuju global informasi yang membangun sebuah jaringan internet membutuhkan peralatan jaringan seperti repeater (penguat sinyal), bridge (penghubung antar jaringan), dan gateway.

2. E-commerce

Menurut Munawar (2009:1) “e-commerce adalah proses berbisnis dengan menggunakan teknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam bentuk transaksi elektronik dan pertukaran atau penjualan barang, servis dan informasi secara elektronik”. E-commerce tidak hanya digunakan dalam hal jual beli saja, tetapi semua jenis transaksi komersial. Memang pada awalnya sistem perdagangan elektronik ini dilakukan dalam bidang retail seperti jual beli buku, compack disk (CD), peralatan elektronik melalui situs-situs toko online dalam Word Wide Web (WWW). Tetapi pada perkembangannya,

e-commerce sudah jauh lebih menjangkau bidang-bidang lain seperti perbangkan dan

jasa asuransi.

B. Bahasa Pemprograman

1. Personal Home Page (PHP)

Menurut Anhar (2010a:3) “Personal Home Pages (PHP) adalah bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open source “. PHP merupakan script

(3)

yang terintegrasi dengan HTML dan berada pada server (server side HTML

embedded scripting) yang digunakan untuk membuat halaman website yang

dinamis. Kelahiran PHP bermula saat Rasmus Lerdorf membuat sejumlah skrip

Perl yang dapat mengamati siapa saja yang melihat -lihat daftar riwayat hidupnya,

yakni pada tahun 1994. Skrip-skrip ini selanjutnya dikemas menjadi tool yang disebut "Personal Home Page".Paket inilah yang menjadi cikal-bakal PHP.Pada tahun 1995, Rasmus menciptakan PHP/FI Versi 2.

PHP merupakan singkatan dari PHP Hypertext Preprocessor. Ia merupakan bahasa berbentuk skrip yang ditempatkan dalam server dan diproses di server. Hasilnya yang dikirimkan ke klien, tempat pemakai menggunakan browser. Secara khusus, PHP dirancang untuk membentuk aplikasi web dinamis. Artinya, ia dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan terkini. Misalnya, Anda bisa menampilkan isi database ke halaman web. Pada prinsipnya PHP mempunyai fungsi yang sama dengan skrip-skrip seperti ASP(Active Server

Page),Cold Fusion, ataupun Perl. Namun, perlu diketahui bahwa PHP sebenarnya

bisa dipakai secara commandline. Artinya, skrip PHP dapat dijalankan tanpa melibatkan web server maupun browser.

Pada versi inilah pemrograman dapat menempelkan kode terstruktur di dalam tag HTML. Yang menarik, kode PHP juga bisa berkomunikasi dengan database dan melakukan perhitungan-perhitungan yang kompleks sambil jalan. Pada saat ini PHP cukup populer sebagai peranti pemrograman Web, terutama di lingkungan Linux. Walaupun demikian, PHP sebenamya juga dapat berfungsi pada server-server yang berbasis UNIX, Windows, dan Macintosh. Pada awalnya. PHP dirancang untuk diintegrasikan dengan web server Apache. Namun, belakangan

(4)

PHP juga dapat bekerja dengan web server seperti PWS (Personal Web Server), IIS (Internet Information Server), dan Xitami. Untuk mencoba PHP, Anda tidak perlu menggunakan komputer berkelas server.

a. Dasar – Dasar PHP :

1) Menggunakan Sintaks <?php … ?> 2) Menggunakan Sintaks <? … ?>

b. Variabel digunakan untuk menyimpan data sementara dan nilainya bisa

berubah-ubah setiap kali program dijalankan. Adapun aturan dalam penulisan

variabel adalah sebagai berikut:

1) Mengenal perbedaan huruf besar dan huruf kecil (Case sensitif). 2) Variabel di mulai dengan tanda $

3) Harus dimulai dengan huruf atau underscore (tidak boleh dimulai dengan angka).

2. Java Script

Menurut Sunyoto (2007:17)”JavaScript adalah bahasa scripting yang popular di internet dan dapat bekerja di sebagian besar browser popular seperti Interent

Explore (IE), Mozilla Firefox, Netscape dan Opera. Kode Javascript dapat

disisipkan dalam web menggunakan tag SCRIPT”.

Beberapa hal tentang JavaScript :

a. Javascipt didesain untuk menambah interaktif suatu web.

b. Javascript merupakan sebuah bahasa scripting

(5)

d. Javascript berisi baris kode yang dijalankan di computer (web browser).

e. Javascript biasanya disisipkan (embedded) dalam halaman HML.

f. Javascript adalah bahasa interpreter (yang berarti skrip dieksekusi tanpa

proses kompilasi).

g. Setiap orang dapat menggunakan Javascript tanpa membayar lisensi.

3. Casading Style Sheet (CSS)

Menurut Saputra (2012:5) “CSS adalah suatu bahasa pemrograman web yang digunakan untuk mengendalikan dan membangun berbagai komponen dalam web sehingga tampilan web akan lebih rapi, terstruktur, dan seragam”. CSS merupakan pemrograman wajib yang harus dikuasai oleh setiap pembuatan program (Web

Programer), terlebih lagi itu adalah pendesain web (web designer). CSS saat ini

dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C) dan menjadi bahasa standar dalam pembuatan web. CSS difungsikan sebagi penopang atau pendukung, pelengkap, dan file html yang berperan dalam penataan kerangka dan layout. CSS lintas platform, maksudnya dapat dijalankan pada berbagai macam sistem operasi dan web browser. Secara umum, yang dilakukan oleh CSS adalah pengaturan

layout, kerangka, teks, gambar, warna, dan lain sebagainya.

4. Hypertext Markup Language(HTML)

Menurut Anhar (2010b:40) “HTML ( Hyper Text Markup Leanguage ) adalah sekumpulan simbol-simbol atau tag-tag yang dituliskan dalam sebuah file yang digunakan untuk menampilkan halaman pada web browser”.

(6)

HTML atau Hyper Text Markup Leanguage merupakan suatu format data yang digunakan untuk membuat dokumen hypertext yang dapat dibaca dari suatu

platform computer ke platform komputer lainnya tanpa perlu melakukan suatu

perubahan apapun. Dokumen HTML disebut sebagai markup language karena mengandung tanda-tanda tertentu yang digunakan untuk menentukan tampilan teks dan tingkat kepentingan dari text tersebut dalam suatu dokumen. Dengan system

Hypertext pada dokumen HTML.

1. Elemen Dasar HTML.

Pada sebuah dokumen HTML diperlukan sebuah kode khusus yang disebut tag yang dinyatakan dengan tanda lebih besar (>) dan lebih kecil (<). Contoh penulisan tag pada dokumen HTML, yaitu:

a. <HTML> </HTML>.

Ini adalah tag struktur dokumen yang selalu berada paling atas dan palingbawah yang menandakan bahwa dokumen tersebut adalah dokumen HTML.

b. <HEAD>…</HEAD>.

Tag ini berisi informasi yang berhubungan dengan dokumen tersebut tapi tidak tercetak pada dokumen.

c. <TITLE>…</TITLE>

Tag ini berada diantara tag <HEAD> dan digunakan untuk menampilkan judul dari dokumen NTML pada browser.

d. <BODY>…</BODY>.

Tag ini berisi semua yang akan ditampilkan pada browser. Tag <BODY> ini merupakan tag terakhir dari struktur dokumen.

(7)

e. Paragraf <P>…</P>.

Elemen ini menandai sekumpulan teks sebagai suatu paragraph. Tag <P>digunakan untuk memulai paragraph baru dan diakhiri dengan </P>.

f. Divider <DIV>…</DIV>

Tag <DIV> digunakan untuk membagi-bagi dokumen dalam suatu hirarki yang terstruktur. Dalam dokumen HTML pun dapat digunakan sebuah atribut ALIGN, yaitu untuk mengatur perataan dari teks dalam suatu paragraph. Atribut ALIGN mempunyai tiga buah nilai, yaitu left (rata kiri),

center ( rata tengah ), dan right ( rata kanan ).

g. Image <img>

Tag ini berfungsi untuk menampilkan gambar. Ada beberapa atribut

pendukungnya seperti : src, title, border, width, dan height .

h. <FONT> ... </FONT>

Tag ini berfungsi ntuk memberikan style pada teks yang akan di format.

Atributnya terdiri dari size (untuk ukuran huruf), color (untuk pemberian warna pada huruf), dan face (untuk memilih jenis huruf).

i. Tag <BR>

Tag yang digunakan untuk berpindah pada baris baru dalam suatu bagian teks.

j. Tag <B>…</B>

(8)

k. Tag <FORM action=” ” method=GET/POST> ... </FORM>

Digunakan untuk mendefinisikan suatu form yang akan dibentuk. Atribut

action akan mengarah pada URL yang telah disebutkan dan atribut method

mendefinisikan cara pengiriman data yang akan dilakukan. l. Tag <INPUT type=” ” name=” ” value=” ”>... </INPUT>

Tag ini merupakan bagian dari form yang ditampilkan pada browser berupa suatu tampilan input yang digunakan untuk pengisian data. Atribut

type yang berisi format data yang masuk apakah password text, radio,checkbox, submit, hidden, atau reset. Atribut name mendefinisikan

nama atau variabel pada jenis input yang dipilih. Atribut value merupakan isi atau nilai dari jenis input. Atribut size merupakan atribut yang mendefinisikan besar ukuran (dalam karakter) untuk jenis input text dan

password. Atribut maxlength merupakan panjang maksimum karakter

yang bisa di input.

m. Tag <HR>

Tag Horizontal Rules ini berguna untuk membuat garis horizontal yang

akan memisahkan halaman menjadi kelompok-kelompok. n. Tag <TABEL border=”“ width=” “> ...</TABEL>

Tag ini berfungsi untuk membuat tabel. Atribut border berisi angka yang digunakan apabila ingin border memiliki ketebalan garis sesuai dengan angka tersebut. Atribut cellspacing dan cellpadding digunakan apabila antara baris dan kolom pada tabel memiliki batas atau tidak sesuai dengan angka pada atribut tersebut. Atribut width dapat digunakan bila lebar tabel ingin diubah-ubah sesuai dengan kondisi.

(9)

o. Tag <SELECT name=” ”> ... </SELECT>

Tag ini merupakan bagian dari form, tampilannya berupa suatu combo

box atau list box. Atribut name mendefinisikan nama combo/list box ini

yang daftar pilihannya terdapat pada tag option. p. Tag <OPTION value=” “> ... </OPTION>

Atribut value merupakan nilai dari option-option yang ada.

C. Basis Data

Menurut Fathansyah (2007a:2) mengemukakan bahwa Basis Data terdiri atas dua kata, yaitu Basis dan Data. Basis kurang lebih dapat diartikan sebagai marka satau gudang, tempat bersarang/berkumpul. Sedangkan Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya.

Basis Data sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti: a. Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang

diorganisasikan sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.

b. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa perulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

c. Kumpulan file/table/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.

(10)

1. MySQL

Menurut Anhar (2010c:45) “MySQL (My Structure Query Leanguage) adalah salah satu Database Managemfatent System (DBMS) dari sekian banyak DBMS seperti Oracle, MS SQL, Postagre SQL dan lainnya MySQL berfungsi untuk mengolah database menggunakan bahasa SQL”. Untuk menghubungkan dan menjalankan perintah-perintah MySQL dalam script PHP dibutuhkan fungsi-fungsi koneksi tersendiri, beberapa diantaranya:

a. Mysql_select_db( )

Fungsi ini digunakan untuk memilih sebuah database sebagai database aktif. b. Mysql_create_db( )

Fungsi ini digunakan untuk membuat sebuah database baru pada server MySQL. Pendeklarasiannya dalam bentuk: mysql_create_db ($database);

c. Mysql_connect( )

Fungsi ini digunakan untuk membuka koneksi dengan database MySQL server. Dalam fungsi ini dibutuhkan tiga buah argumen yaitu hostname, username, dan database user password. Pendeklarasiannya dalam bentuk: $connect = mysql_connect($hostname,$username,$password).

d. Mysql_query()

Fungsi ini digunakan untuk mengirim perintah SQL ke server SQL untuk dideteksi.

e. Mysql_fetch_array()

Fungsi ini akan menghasilkan data berupa array dalam bentuk angka dari isi tabel MySQL.

(11)

f. <?php

For($a=1;$a<4;$a++)

{ include(”contohphp1.php”); } ?>

Fungsi ini digunakan untuk mengambil jumlah baris sebagai sebuah hasil. g. Mysql_close()

Fungsi ini digunakan untuk menutup koneksi dengan MySQL.

2. XAMPP

Menurut Riyanto (2010:1) “paket PHP dan MySQL berbasis Open Source yang dapat digunakan sebagai tool pembantu pengembangan aplikasi berbasis PHP”.

Xampp merupakan pengembangan dari LAMP (Linux Apache, MySQL, PHP and PERL), Xampp merupakan project non-profit yang dikembangkan oleh

apache friends yang didirikan Kai’Oswalan’seidler dan Kai Vogelgesang pada

tahun 2002, project mereka ini bertujun mempromosikan penggunaan apache

webserver. Xampp adalah aplikasi webserver instan yang diibutuhkan untuk

membangun aplikasi berbasis web, fungsi Xampp adalah sebagai server yang berdiri sendiri (Localhost), yang terdiri atas program apache,http server, mysql,

database dan penerjemah bahasa yab ditulis dengan bahasa pemprograman PHP

dan PERL.

D. Model Pengembangan Perangkat Lunak

Model ini merupakan model paling pertama dipulikasikan. Model ini berasal dari proses sistem engineering yang lebih umum. Karena proses dari tahap satu ke

(12)

tahap selanjutnya mengalir kebawah, model ini dikenal sebagai waterfall model atau siklus hidup software Sommerville (2011:29) . Beberapa tahapan dalam

waterfall model menurut Ian Sommerville (20011:29)

.

Sumber : Sommerville (2011:29)

Gambar II.1

Waterfall Model

Tahap utama model ini dibagi kedalam 5 bagian berdasarkan pengembangan kegiatannya:

1. Analisis dan definisi kebutuhan

Layanan, batasan, dan tujuan dari sistem ditetapkan melalui konsultasi dengan pengguna sistem. Semua itu definisikan secara detail dan bertindak sebagai spesifikasi sistem.

2. Desain sistem dan software

Proses desain sistem membagi kebutuhan menjadi hardware atau software. Ini menetapkan hampir seluruh perancanngan sistem. Desain sotware melibatkan

(13)

pengidentifikasian dan penggambaran mengenai pemisahan dasar sistem software dan hubungannya.

3. Implementation and unit testing

Dalam tahap ini, desain software adalah menyadari sebagai kumpulan program atau satuan program. Unit testing melibatkan verifikasi bahwa setiap unit telah mencapai spesifikasinya.

4. Integration and system testing

Satuan program atau kumpulan program di integrasikan dan tes sebagai sistem yang telah selesai, untuk menjamin bahwa kebutuhan software telah terpenuhi, setelah pengetesan, sistem software dikirimkan kepada pelanggan. 5. Operation and maintenance

Biasanya, ini adalah bagian siklus hidup software yang paling lama. Sistem di-instal dan dimasukkan kedalam penggunaan. Pemeliharaan melibatkan pembenaran kesalahan yang tidak ditemui dalam tahap awal siklus, meningkatkan implementasi satuan sistem dan meningkatkan layanan sistem sehubungan ditemukannya kebutuhan baru.

Menurut Sommerville (2011:31-32) kelebihan dari warefall model adalah dokumentasi dihasilkan dalam setiap tahap, dan ini cocok dengan model proses

engineering. Masalah utama dari waterfall model ini adalah tidak fleksibelnya

partisi dari proyek ke tahap yang berbeda. Komitmen harus dibuat dalam tahap awal dari proses ini, sehinnga sulit menaggapi perubahan permintaan pelanggan. Oleh karena itu, waterfall model seharusnya hanya digunakan saat kebutuhan sangat dimengerti dan tidak mungkin berubah sama sekali dalam pengembangan sistem.

(14)

2.2. Teori Pendukung A. Struktur Navigasi

Menurut Hakim (2009:51) “Struktur navigasi adalah Susunan Menu atau hirarki dari suatu situs yang menggambarkan isi dari setiap halaman dan link atau navigasi tiap halaman pada suatu situs web” .

Struktur navigasi suatu situs web sangat di pengaruhi oleh tujuan dari situs

web yang akan dibuat. Struktur navigasi termasuk struktur terpenting dalam

pembuatan situs karena itu gambarannya harus sudah ada pada tahap perencanaan. Peta navigasi merupakan rencana hubungan dan rantai kerja dari beberapa area yang berbeda dan dapat membantu mengorganisasikan seluruh elemen dengan pemberian perintah dan pesan. Peta navigasi juga memberikan kemudahan dalam menganalisa ke interaktifan seluruh obyek dan bagaimana pengaruh keinteraktifannya terhadap pengguna. beberapa dasar struktur pembuatan navigasi seperti Linear (menelusuri program secara berurutan), Non linear (tanpa di batasi rute), Hirarki (percabangan), Campuran (gabungan). Pada situs ini digunakan struktur navigasi campuran yang di jadikan acuan dalam membuat peta navigasi Struktur Navigasi Hirarki.

1. Hierarchial (Hirarki)

Struktur navigasi hirarki biasa disebut struktur bercabang,merupakan suatu struktur yang mengandalkan percabangan untuk menampilkan data berdasar kan kriteria tertentu. Tampilan pada menu pertama akan disebut sebagai Master

Page (halaman utama pertama), halaman utama ini mempunyai halaman

percabangan yang disebut Slave Page (halaman pendukung). Jika salah satu halaman pendukung dipilih atau di aktifkan, maka tampilan tersebut akan

(15)

bernama Master page (halaman satu kedua), dan seterusnya. Pada struktur navigasi ini tidak diperkenankan adanya tampilan secara linier.

Gambar II.2. Struktur Navigasi Hirarki

2. Struktur Navigasi Liner (Satu Alur)

Struktur navigasi linier hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurut, yang menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya. Tampilan yang dapat pada struktur jenis ini adalah satu halaman sebelumnya atau satu halaman sesudahnya, tidak dapat dua halaman sebelumnya atau dua halaman sesudahnya.

Sumber : (Hakim : 2009)

(16)

Sumber : ( Hakim : 2009 )

Gambar II.3. Struktur Navigasi Linier 3. Struktur Navigasi Non Linier.

Struktur navigasi non linier atau struktur tidak berurut merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier. Pada struktur ini di perkenankan membuat navigasi bercabang. Percabangan yang dibuat pada struktur non linier ini berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki, karena pada percabangan non linier ini walaupun terdapat percabangan, tetapi tiap-tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama yaitu tidak ada Master Page dan

Slave Page.

Sumber : ( Hakim : 2009 )

Gambar II.4.

Struktur Navigasi Non Linier

(17)

4. Struktur Navigasi Campuran

Struktur penjejakan composite (campuran) merupakan gabungan dari ketiga struktur sebelumnya yaitu Linier, Non Linier dan Hirarki. Struktur penjejakan ini juga biasa disebut struktur penjejakan bebas. Jika suatu tampilan membutuhkan percabangan, maka dapat dibuat percabangan, dan bila dalam percabangan tersebut terdapat suatu tampilan yang sama kedudukannya maka dapat dibuat struktur Linier dalam percabangan tersebut. Struktur penjejakan ini banyak digunakan dalam pembuatan multimedia sebab struktur ini dapat memberikan keinteraksian yang lebih tinggi.

Sumber : ( Hakim : 2009 )

Gambar II.5.

Struktur Navigasi Campuran

B. ERD ( Entity Relationship Diagram).

Menurut Fathansyah (2007b:79) menyatakan bahwa:

ERD merupakan Model Entity Relationship yang berisi komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang merepresentasikan seluruh fakta dari “dunia nyata‟ yang

(18)

kita tinjau, dapat digambarkan dengan sistematis dengan mengunakan Diagram

Entity Relationship

1. Notasi ERD

Ada sejumlah konvensi mengenai Notasi ERD. Notasi klasik sering digunakan untuk model konseptual. Berbagai notasi lain juga digunakan untuk menggambarkan secara logis dan fisik dari suatu basis data. Salah satunya adalah IDEFIX.

Notasi-notasi simbolik yang digunakan dalam Entity Relationship Diagram adalah sebagai berikut:

a. Entitas (Entity)

Entity adalah obyek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata. Entity diberi

nama dengan kata benda, lokasi dan kejadian. Sedangkan entity set adalah kumpulan dari entity yang sejenis.

b. Relasi (Relation)

Relasionship adalah hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity.

Simbol dari relationship adalah belah ketupat. c. Atribut (Attribute)

Atribut adalah karakteristik dari entity atau relationship, yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut. Jenis-jenis atribut diantaranya Atribut Key, Atribut Simple. Atribut Multivalue, Atribut

Composite dan Atribut Deviratif.

d. Kardinalitas Relasi

Dapat dinyatakan dengan banyaknya garis cabang atau dengan pemakaian angka ( 1 dan 1 untuk relasi satu-ke-satu, dan N untuk relasi satu-ke-banyak atau N dan N untuk relasi banyak-ke-banyak).

(19)

Derajat Relasi atau Kardinalitas Menunjukan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain.

1) One to One (1:1)

Tingkat hubungan dinyatakan one to one jika suatu kejadian pada entity pertama hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas kedua. Demikian juga sebaliknya satu kejadian pada entity yang pertama.

2) One to Many (1:M)

Tingkat hubungan one to many adalah sama dengan many to one (M:1),tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat. Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas kedua. Sebaliknya satu kejadian pada entitas yang kedua hanya bisa mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas pertama.

3) Many to Many (M:M)

Tingkat hubungan many to many terjadi jika tiap kejadian pada sebuah entitas mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas lainnya, baik dilihat dari entitas yang pertama maupun dilihat dari sisi entitas yang kedua

.

C. LRS (Logical Record Structure).

Menurut Fathansyah (2007c:81) “LRS (Logical Record Structure) adalah

representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil

antara himpunan entitas”. Logical Record Structure dibentuk dengan nomor dari tipe record. Logical Record Structure terdiri dari link-link diantara tipe record.

(20)

Link ini menunjukan arah dari satu tipe record lainnya. Banyak link dari LRS

yang diberi tanda field-field yang kelihatan pada kedua link tipe record. Penggambaran LRS mulai dengan menggunakan model yang dimengerti. Dua metode yang dapat digunakan, mulai dengan hubungan kedua model yang dapat dikonversikan ke LRS. Model lain dimulai dengan ER-Diargam dan langsung dikonversikan ke LRS.

D. Pengujian Web (Black Box Testing)

Menurut Simarmata (2010:316) “Black Box Testing adalah pengujian dilakukan dalam bentuk tertulis untuk memeriksa apakah aplikasi berjalan seperti yang diharapkan”

Sedangkan menurut Presman (2010:495) “Black Box Testing berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak yang memungkinkan engineers untuk memperoleh set kondisi input yang sepenuhnya akan melaksanakan persyaratan

fungsional untuk sebuah program”. Black Box Testing berusaha untuk menemukan

kesalahan dalam kategori sebagai berikut: 1. Kesalahan antar muka.

2. Fungsi yang tidak benar atau fungsi yang hilang. 3. Kesalahan perilaku (behavior) atau kesalahan kerja.

4. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal. 5. Inisialisasi dan pemutusan kesalahan.

Gambar

Gambar II.1
Gambar II.2.
Gambar II.4.
Gambar II.5.

Referensi

Dokumen terkait

Tingkat hubungan satu ke satu, dinyatakan dengan satu kejadian pada entitas pertama, hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas kedua dan sebaliknya. Jadi

Tingkat hubungan satu ke banyak adalah sama dengan banyak ke satu. Tergantung dari arah mana hubungan itu dilihat. Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat

Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua.. Sebaliknya satu kejadian pada entitas yang

Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada satu (one-to-one), maka di gabungkan dengan entitas yang lebih kuat (strong entity), atau digabungkan dengan entitas

Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian yang kedua, sebaliknya banyak kejadian pada entitas yang kedua

Tingkat hubungan satu ke banyak adalah sama dengan banyak ke satu. Tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat. Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat

Tingkat hubungan satu ke banyak adalah sama dengan banyak ke satu. Tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat. Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat

Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua.. Sebaliknya satu kejadian pada entitas kedua hanya dapat mempunyai