• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

8

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Web

Menurut Kustiyahningsih (2011:113), “Web adalah layanan yang didapat oleh pemakai komputer yang terhubung ke internet”. Dapat disimpulkan web merupakan sebuah tempat di internet, yang menyajikan informasi dengan berbagai macam format data seperti text, image, bahkan video dan dapat di akses menggunakan berbagai aplikasi clien sehingga memungkinkan penyajian informasi yang lebih menarik dan dinamis dengan pengelolaan yang terorganisasi.

Semakin canggih teknologi dan ilmu pengetahuan, maka komputer dan internet sudah menjadi infrastruktur untuk membantu menjalani aktivitas kehidupan manusia di jaman sekarang ini. Perkembangan aplikasi web yang semakin pesat sejak munculnya teknologi internet sangat membantu dalam kemudahan serta kecepatan pengiriman, penyampaian dan penerimaan informasi. Mulai dari perusahaan-perusahaan, sekolah-sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga atau organisasi lainnya telah banyak memanfaatkan aplikasi web dalam kegiatan pendaftaran, promosi, belajar, dan kegiatan lainnya. Internet memiliki banyak keunggulan bagi para konsumen maupun organisasi, misalnya dalm hal kenyamanan akses 24 jam sehari, jangkauan global, sumber informasi potensial dan masih banyak lainnya.

(2)

2.1.1. Internet A. Sejarah Internet

Interconnected Network atau yang lebih dikenal sebagai internet lahir

sebagai hasil dari keperluan penelitian dan pengembangan oleh pemerintah, universitas dan perusahaan besar. Menurut Daryanto (2010:9) memberikan pengertian bahwa “Internet adalah kumpulan luas dari jaringan komputer besar dan kecil yang saling berhubungan menggunakan jaringan komunikasi yang ada diseluruh dunia”.

Secara resmi telah dikemukakan oleh beberapa ahli IT secara umum Internet merupakan jaringan komputer yang saling berinteraksi dengan menggunakan suatu standar protokol Transmission Control Protocol/Internet

Protocol Suite (TCP/IP). Internet sebagai media interaksi merupakan singkatan

dari interconnection-networking dan akhirnya di panggil internet saja. Sejarah internet yang panjang memang mengubah nasib banyak masyarakat dunia. Internet mengubah berbagai pola kehidupan dan pekerjaan di berbagai belahan dunia. Banyak sekali manfaatnya untuk kehidupan dan membantu kehidupan manusia yang sangat canggih dan modern. Begitu banyak penemuan seperti perangkat lunak komputer yang terus dikembangkan dan berbasis online tidak hanya standalone.

(3)

B. Website

Menurut Hidayat (2010:2) memberikan pengertian bahwa: Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau bergerak, animasi, suara, dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis, yang masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman.

Hubungan antara Hyperlink, sedangkan teks yang dijadikan media penghubung disebut Hypertext. Pada dasarnya web merupakan suatu kumpulan

hyperlink yang menuju dari alamat satu ke alamat lainnya dengan bahasa HTML

(Hyper Text Markup Language). C. Web Browser

Menurut Sibero (2013:12) ”Web Browser atau Internet Browser adalah sebuah aplikasi perangkat lunak yang digunakan untuk mengambil dan menyajikan sumber informasi di World Wide Web”. Pengertian lain mengenai

Web Browser atau Internet Browser adalah jaringan computer dunia yang

menghubungkan jaringan-jaringan komputer regional diseluruh dunia.

Web Browser atau Internet Browser juga merupakan sebuah aplikasi

terhubung dengan internet dimana user akan mendapatkan informasi juga akan dapat mengakses informasi secara cepat dan mudah diperoleh tanpa mengenal jarak dan waktu, kapan saja dan dimana saja kita mampu memperoleh inform asi yang kita butuhkan melalui bantuan teknologi yang berhubungan dengan jaringan

Internet. Internet juga merupakan sebuah perpustakaan besar yang didalamnya

terdapat jutaan bahkan miliaran informasi atau data yang dapat berupa teks, grafik, audio, atau animasi dan lain-lain dalam media elektronik. Beberapa contoh

(4)

Web Browser diantaranya adalah Google Chorm, Mozila Firefox, Microsoft Internet Explorer (IE), Opera, Netscape Navigator.

D. Web Server

Menurut Kurniawan (2008:2) “Web Server adalah sebuah perangkat lunak

server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari client yang

dikenal dengan web browser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML”. Web server yang dimaksud disini adalah simulasi dari sebuah web server secara fisik. Web server biasanya juga disebut HTTP server karena menggunakan protocol HTTP sebagai basisnya. Beberapa web server yang sering digunakan diantaranya adalah PWS, IIS, Apache dan sebagainya.

Menurut wikipedia Server web atau peladen web dapat merujuk baik pada perangkat keras ataupun perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web dalam layanan ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti peramban web.

Penggunaan paling umum server web adalah untuk menempatkan situs

web, namun pada prakteknya penggunaannya diperluas sebagai tempat

(5)

2.2. Bahasa Pemrograman

2.2.1. Hypertext Transfer Protocol (HTTP)

Menurut Simarmata (2010:52) mengemukakan bahwa “Hypertext

Transfer Protocol (HTTP) merupakan protokol komunikasi stateless yang

berbasis pada TCP yang awalnya digunakan untuk mengambil kembali file-file HTML dari server”.

Web browser biasa juga disebut web client, yaitu komputer yang

tergabung dalam jaringan atau internet yang meminta informasi. Web client dapat menampilkan beragam informasi dari internet karena adanya peranan web server, yaitu komputer yang tergabung dalam jaringan atau internet yang memberikan informasi. Dalam hal ini, web browser meminta dan menerima data dari web

server melalui suatu protokol yang disebut HTTP (Hyper Text Transfer Protocol).

Selain itu web browser pada umumnya juga mendukung berbagai jenis protokol, misalnya FTP untuk File Transfer Protocol, RTSP untuk Real-Time Streaming

Protocol, dan HTTPS untuk versi HTTP yang terenkripsi (SSL).

2.2.2. Hypertext Preprosesor (PHP)

Menurut Sibero (2012:49), “PHP (Propesor Hypertext Protocol) adalah pemograman (interpreter) adalah proses penerjemahan baris sumber menjadi kode mesin yang dimengerti komputer secara langsung pada saat baris kode dijalankan”.

Menurut Kustiyahningsih (2011:114), “PHP (atau resminya PHP: Hypertext Preprosesor) adalah skrip bersifat Bersifat server-side yang di tambahkan ke dalam HTML. PHP sendiri merupakan singkatan dari Personal Home Page Tools. Skrip ini akan membuat suatu aplikasi dapat di integrasikan ke

(6)

dalam HTML sehingga suatu halaman Web tidak lagi bersifat statis, namun menjadi bersifat dinamis. Sifat server side berarti pengerjaan script dilakukan di server, baru kemudian hasilnya dikirimkan ke browser”.

Berdasarkan pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa PHP adalah bahasa pemrograman yang digunakan secara luas untuk penanganan pembuatan dan pengembangan sebuah situs web dan bisa digunakan bersamaan dengan HTML.

Bentuk umum penulisan PHP adalah: <? Php

Pernyataan <?

Contoh Script php: <? Php

echo “Bina Sarana Informatika <br>”;

echo “Akademik Manajemen dan Ilmu Komputer <br>”; ?>

(7)

2.2.3. Cascadng Style Sheet (CSS)

Menurut Nugroho (2014:27) mengemukakan bahwa “file css (Cascadng Style Sheet) dipakai untuk mengatur tampilan website, terutama pengaturan pada desain tabel, teks dan menu dalam halaman website dan program admin”

Ada dua jenis CSS yang dapat digunakan yaitu CSS yang bersifat internal dan eksternal. CSS eksternal lebih mudah digunakan, karena script CSS akan tersimpan berupa file CSS tersendiri, jika akan lebih mudah melakukan perubahan format, cukup melakukan perubahan pada file CSS, maka halaman yang terhubung dengan file CSS tersebut akan ikut berubah. Jika menggunakan CSS bersfat internal pada halaman, maka bila ada perubahan format harus melakukan bannyak pengeditan pada semua file.

2.2.4. Hyper Text Markup Language (HTML)

Menurut Kustiyahningsih (2011:13), “HTML kependekan Hyper Text

Markup Language. Dokumen HTML adalah text file murni yang dapat dibuat

dengan editor teks sembarang. Dokumen ini dikenal sebagai web page. File-file HTML ini berisi instruksi-instruksi yang kemudian diterjemahkan oleh browser yang ada di komputer client (user) sehingga isi informasinya dapat di tampilkan secara visual di komputer pengguna”.

Sedangkan menurut Sutarman (2012:163), “HTML (Hypertext Markup

Language) adalah bahasa standar yang digunakan untuk pembuatan halaman web

atau word wide web, dengan hypertext dan informasi lain yang akan ditampilkan pada halaman web. Dokumen hypertext bisa berisi teks, gambar, dan tipe informasi lain seperti data file, audio, video, dan program executeable”.

(8)

Bentuk umum script HTML:

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN">

<html> <head> <title>title</title> </head> <body> </body> </html> Contoh umum HTML:

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN">

<html>

<head>

<title>contoh</title>

</head>

<body>

(9)

Mudah-mudahan semua sehat

</body>

</html>

2.2.5. Javascript

Menurut Sunyoto (2007:17) adalah bahasa scripting yang popular di internet dan dapat bekerja di sebagian besar browser popoler seperti Internet Explorer (IE), Mozilla Firefox, Netscape dan Opera. Kode Javascript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag SCRIPT

Beberapa hal tentang Javascript :

1. Javascript didesain untuk menambah interaktif suatu web 2. Javascript merupakan sebuah bahasa scripting.

3. Bahasa scripting merupakan bahasa pemograman yang ringan.

4. Javascript berisi baris kode yang dijalankan di komputer (web browser). 5. Javascript biasanya disisipkan (embedded) dalam halaman HTML.

6. Javascript adalah bahasa interpreter (yang berarti skrip dieksekusi tanpa proses kompilasi).

7. Setiap orang dapat menggunakan Javascript tanpa membayar lisensi. 2.2.6. jQuery

Menurut Sigit (2011:1) mengemukakan bahwa “jQuery adalah library atau kumpulan kode JavaScript siap Pakai”. Keunggulan menggunakan jQuery dibandingkan dengan JavaScript standar, yaitu menyederhanakan kode JavaScript dengan cara memanggil fungsi-fungsi yang disediakan oleh jQuery. JavaScript

(10)

sendiri merupakan bahasa Scripting yang bekerja disisi Client/Browser sehingga

website bisa lebih interaktif.

Jquery pertama kali liris tahun 2006 oleh john resig. Jquery menjadi sangat popular hingga telah banyak digunakan pada website termasuk website kelas dunia seperti google, amazone, twitter, dan lain-lain.

Kelebihan jquery antara lain:

1. Jquery kompatibel dengan banyak browser.

2. Jquery mendukung semua versi CSS.

3. Ukuran Jquery sangat kecil, sekitar 20kb. 4. Dokumen Jquery yang lengkap.

5. Dukungan komunitas terhadap Jquery. 6. Tersedia plugin Jquery yang sangat beragam. 2.3. Software

2.3.1. Xampp

Menurut Nugroho (2008:2) XAMPP adalah suatu bundel web server yang populer digunakan untuk coba-coba di Windows karena kemudahan instalasinya. Bundel program open source tersebut berisi antara lain server web

Apache, interpreter PHP, dan basis data MySQL. Setelah menginstal XAMPP, 17

kita bisa memulai pemrograman PHP di komputer sendiri maupun mencoba menginstall aplikasi-aplikasi web.

2.3.2. Adobe Dreamwaver CS6

Menurut Madcoms (2013:1) menjelaskan bahwa “Adobe Dreamwaver adalah perangkat lunak terkemuka untuk desain web yang menyediakan kemampuan visual yang intuitif termasuk pada tingkat kode, yang dapat

(11)

digunakan untuk membuat dan mengedit website HTML, serta aplikasi mobile seperti smartphone, tablet dan perangkat lunak”

Dreamwaver merupakan software oleh web designer dan web programmer

dalam mengembangkan situs web, karena dreamwaver miliki ruang kerja, fasilitas kemampuan yang mampu meningkatkan produktifitas dan efektitas dalam desain maupun membangun suatu situs web.

2.3.3. Adobe Photoshop

Menurut Hakim (2011:2) “Adobe Phootoshop dalah perangkat lunak editor vitra buatan Adobe System yang dikhususkan untuk mengedit foto atau gambar dan pembuatan efek”. Perangkat lunak inii banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan klan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar atau foto, dan bersama adobe acrobat, dianggap sebagai produk tertarik yang pernah do produksi oleh adobe system. Vers kedelapan aplikasi nii disebut dengan nama photoshop CS (Creative Suite), versi kesembilan dsebut adbe photoshop CS2, versi kesepuluh disebut adobe photoshop CS5, dan versi yang terakhir (katigabelas) adalah Adobe Photoshop CS6.

2.4. Basis Data

Menurut Nugroho (2009:1) menjelaskan bahwa “Database secara sederhana dapat diartikan sebagai gudang data secara teori, database adalah sekumpulan data atau informasi yang kompleks, data-data tersebut disusun menjadi beberapa kelompok dengan tipe data yang sejinis (disebut table). Dimana

(12)

datanya bisa saling berhubungan satu sama lain atau dapat berdiri sendiri hingga mudah diakes”.

2.4.1. Mysql (MyStructure Query Language)

Menurut Raharjo (2011:21), “MySQL merupakan RDBMS (atau server

database) yang mengelola database dengan cepat menampung dalam jumlah

sangat besar dan dapat diakses oleh banyak user”. Sedangkan menurut Kadir (2010:2), “MySQL adalah sebuah software open source yang digunakan untuk membuat sebuah database.”

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa MySQL adalah suatu software atau program yang digunakan untuk membuat sebuah database yang bersifat open source.

2.5. Model Pengembangan Perak Lunak

2.5.1. SDLC (Software Development Life Cycle)

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2013:26) menjelaskan bahwa “Software Development Life Cycle (SDLC) adalah proses-proses mengembangkan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak dengan mengunakan model-model dan metodologi yang digunakan orang untuk mengembangkan sistem-sistem perangkat lunak sebelumnya (berdasarkan Best practice atau cara-cara yang mudah teruji baik)”.

2.5.2. Model Waterfall

Metode perancangan software berdasarkan teori waterfall menurut Sukamto dan M.Shalahuddin (2013:26) menjelaskan bahwa “Model SDLC yaitu air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linear (Sequential

(13)

pendekatan alur hidup secara sekuensial atau terurut dari analisis, desain, pengkodean, pengujian dan tahap pendukung (Support).”

Adapun tahap-tahap model waterfall menurut Sukamto yaitu:

Sumber: Sukamto (2013:29)

Gambar 11.1 Ilustrasi Model Waterfall

a. Analisis

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan dengan inisiatif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak, agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak perlu didokumentasikan.

b. Desain

Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang focu pada proses pembuatan program perangkat lunak dari tahap analisa kebutuhan ke representasi desain agar diimplemaentasikan menjadi program pada tahap ini juga perlu di dokumentasikan.

c. pengkodean

Desain harus di translasi ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program computer sesuai dengan yang telah dibuat pada tahap desain.

(14)

d. Pengujian

Pengujian focus kepada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan setiap bagian telah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalah (eror) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai yang diinginkan.

Pendukung (support) dan pemeliharaan (maintenance).

Tidak menutup kemungkinan suatu perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirim ke user. Perubahan dapat terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung dan pemeliharaan dapat mengulang proses pengembngan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapitidak untuk membuat perangkat lunak baru.

2.6. Teori pendukung 2.6.1. Struktur Navigasi

Menurut Suyanto dan Binanto (2010 :62) “Struktur navigasi dalam situs web melibatkan sistem navigasi situs web secara keseluruhan dan desain interface situs web tersebut, navigasi memudahkan jalan yang mudah ketika menjelajahi situs web”. Struktur navigasi juga dapat diartikan sebagai struktur alur dari suatu program yang merupakan rancangan hubungan dan rantai kerja dari beberapa area yang berbeda dan dapat membantu mengorganisasikan seluruh elemen pembuatan website. Ada empat macam bentuk dasar yaitu :

(15)

1. Struktur Navigasi Linier

Struktur navigasi linier hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurut yang menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya. Tampilan yang dapat ditampilkan pada struktur jenis ini adalah satu halaman sebelumnya atau satu halaman sesudahnya, tidak dapat dua halaman sebelumnya atau dua halaman sesudahnya, pengguna akan melakukan navigasi secara berurutan, dalam frame atau byte informasi satu ke yang lainnya.

Sumber : Binanto (2010:269)

Gambar II.2.

Struktur Navigasi Model linear 3. Struktur Navigasi Hirarki

Struktur dasar ini disebut juga struktur linier dengan percabangan karena pengguna melakukan navigasi disepanjang cabang pohon struktur yang terbentuk oleh logika isi.

Sumber : Binanto (2010:269)

Gambar II.3.

(16)

4. Struktur Navigasi Tidak Berurut (Non-Linier)

Struktur navigasi non-linier merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier. Pada struktur ini diperkenankan membuat navigasi bercabang. Percabangan yang dibuat pada struktur non-linier ini berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki, karena pada percabangan non-linear ini walaupun terdapat percabangan tetap tiap-tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama yaitu tidak ada Master Page dan Slave Page, pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas melalui isi proyek dengan tidak terikat dengan jalur yang sudah ditentukan sebelumnya.

Sumber : Binanto (2010:270)

Gambar II.4.

Struktur Navigasi Model non-linear 5. Struktur Navigasi Campuran (Composite)

Struktur navigasi pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas (secara

non-linier), tetapi terkadang dibatasi presentasi linier film atau informasi penting dan

pada data yang paling terorganisasi secara logis pada suatu hirarki.

Sumber : Binanto (2010:270)

Gambar II.5.

(17)

2.6.2. ERD (Enterprise Relationship Diagram)

Menurut Yanto (2016:50) “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu diagram untuk menggambarkan desain konseptual dari model suatu basis data relasional”.

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2013:53) menyatakan bahwa “ERD (Enterprise Relationship Diagram) adalah bentuk paling awal dalam melakukan perancangan basis data relasional”. ERD (Enterprise Relationship

Diagram) memiliki beberapa aliran notasi seperti notasi Chen (dikembangkan

oleh Peter Chen), Barker (dikembangkan oleh Richard Barker, Ian Palmer, Harry Ellis), notasi Crows Foot, dan beberapa notasi lain. Namun yang banyak digunakan adalah notasi dari Chen. Berikut adalah notasi Chen yang digunakan pada ERD (Enterprise Relationship Diagram), yaitu:

1. Entitas/entity

Entitas merupakan data inti yang akan disimpan, bakal tabel pada basis data, benda yang memiliki data dan harus disimpan datanya agar dapat diakses oleh aplikasi komputer, penamaan entitas biasanya lebih pada kata benda dan belum merupakan nama tabel.

Nama_Entitas

Sumber: Sukamto dan M.Shalahuddin (2013:50) Gambar II.6.

(18)

2. Atribut

Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas.

Sumber: Sukamto dan M.Shalahuddin (2013:50) Gambar II.7.

Simbol Atribut

3. Atribut Kunci Primer

Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan

digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan, biasanya berupa id. Kunci primer dapat lebih dari satu kolom, asalkan kombinasi dari beberapa kolom tersebut dapat bersifat unik (berbeda tanpa ada yang sama).

Sumber: Sukamto dan M.Shalahuddin (2013:50) Gambar II.8.

(19)

4. Relasi

Relasi yang menghubungkan antar entitas, biasanya diawali dengan kata kerja.

Sumber: Sukamto dan M.Shalahuddin(2013:50) Gambar II.9.

Simbol Relasi 5. Asosiasi/Association

Penghubung antara relasi dan entitas dimana pada kedua ujungnya memiliki multiplicity. Keterhubungan antara entitas satu dengan entitas yang lain disebut dengan kardinalitas. Misalkan ada kardinalitas 1 ke N atau sering disebut dengan One to Many menghubungkan entitas A dengan entitas B.

1 N

Sumber: Sukamto dan M.Shalahuddin (2013:51) Gambar II.10.

Simbol Asosiasi/Association

ERD (Entity Relationship Diagram) biasanya memiliki hubungan binary (satu relasi menghubungkan dua buat entitas). Beberapa metode perancangan ERD (Entity Relationship Diagram) mentoleransi hubungan relasi ternary (satu relasi menghubungkan tiga buah relasi) atau N-ary (satu relasi menghubungkan

(20)

banyak relasi). Tetapi banyak metode yang tidak mengizinkan hubungan ternary atau N-ary.

Contoh Entity Relationship Diagram :

Kelas Nm_kelas Kd_kelas Jadwal tanggal kd_jadwal waktu

Mahasiswa Matakuliah Prodi

Kd_mk jk nama nim alamat Tgl_lahir telp mengambil Kd_prodi ket sks Nm_mk Kd_mk memiliki Kd_prodi Nm_prodi mengajar Dosen nidn Bid_ilmu alamat Nm_dosen menerbitkan Nilai N_quis nidn N_tugas Kd_nilai N_uts N_uas 1 M 1 M 1 1 M 1 1 M Sumber : (Yanto, 2016:48) Gambar II.11.

(21)

2.6.3. LRS (Logical Record Structure)

Menurut Sutabri (2012:20) memberikan pengertian bahwa “LRS dibentuk dengan nomor dari tipe record. Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak persegi panjang dengan nama yang unik LRS juga terdiri dari hubungan diantara tipe record. Metode yang dapat dikonfersikan ke LRS”.

Logical Record Structure dibentuk dengan nomor dari tipe record. Beberapa tipe record digambarkan dengan oleh kotak empat persegi panjang dan dengan nama yang unik. Perbedaan LRD dengan E-R diagram adalah nama tipe record berada diluar kotak field tipe record ditempatkan.

Logical record structure terdiri dari link-link diantara tipe record. link ini menunjukan dari satu tipe record. Penggambaran LRS mulai dengan menggunakan yang dimengerti. Dua metode yang dapat digunakan, mulai dengan hubungan kedua model yang dapat dikonverensikan ke LRS, metode yang lain dimulai dengan ER diagram dan langsung dikonversikan ke LRS.

(22)

Kdbarang PK Nmbarang Tarif Tabel_barang Kduse PK Nmuser Password level Notrans FK Kdbarang FK Nmbarang Jumlah Subtotal harga Kdtrans PK Tgl Total Kduser FK Kdkonsumen FK Nama_customer Harga status Kdkonsumen PK Emailkonsumen Alamat notlp Tabel_konsumen Tabel_transaksi Tabel_detail Tabel_user M 1 M 1 1 1 1 1

Sumber : paryudi dan simarmata (2008:267)

Gambar II.12.

Contoh Logical Record Structure

Terdapat tiga kardinalitas didalam logical record strukture yaitu: 1. One To One (1-1)

Tingkat hubungan satu ke satu, dinyatakan dengan satu kejadian pada entitas pertama hanya mempunyai satu hubungan dengan saat kejadian pada entitas yang kedua dan sebaliknya.

2. One To Many (1-M)

Tingkat hubungan kebanyak adalah sama dengan banyak ke satu tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat. Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua. Sebaliknya satu kejadian pada enitas yang kedua hanya dapat mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang pertama.

(23)

3. Many To Many (M-M)

Tingkat hubungan kebanyakan terjadi jika tiap kejadian pada sebuah entitas akan mempunyai banyak hubungan dengan kejadian baik pada entitas lainnya. Baik dilihat dari sisi entitas yang pertama maupun dilihat dari sisi yang kedua. 2.7. Pengujian Web

Menurut Fatta (2007:172) “Pengujian black box testing terfokus pada apakah unit program memenuhi kebutuhan (requirement) yang disebut dalam spesifikasi”. Pada black box testing, cara pengujian hanya dilakukan dengan menjalankan atau mengekseskusi unit atau modul, kemudian diamati apakah hasil dari unit itu sesuai dengan proses bisnis yang diinginkan. Cara pengujian ini lebih mudah dan cepat dalam menguji fungsional perangkat lunak. Sebagaimana dikemukakan oleh Sukamto dan M.Shalahudin (2013:272) bahwa klasifikasi Black

Box Testing adalah:

A. Black Box Testing (pengujian kotak hitam)

Menurut Sukamto dan M.Shalahudin (2013:272) “Black Box Testing yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi masukan dan keluarandari perangkat lunak sesuaidengan spesifkasi yang dibutuhkan”.

Pengujan kotak hitam dlakukan dengan membuat studi kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsii dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Kasus uji yang dibuat untuk melakukan pengujian kotak hitam harus dibuat dengan kasus benar dan kasus salah, misalkan untuk kasus proses

(24)

a. Jika user memasukan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang benar.

b. Jika user memasukan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang salah, misalnya nama pemakaian benar tetapi kata sandi salah, atau sebaliknya atau keduanya salah.

B. White Box Testing (pengujian kotak putih).

Menurut Sukamto dan M.Shalahudin (2013:272) “White Box Testing yaitu pengujian kotak putih dilakukan dengan memeriksa logic dari kode program, pembuatan kasus uji dapat mengikuti standar pengujian dari standar pemograman yang seharusya. Contoh dari pengujian kotak putih misalkan dengan mengujii alur (dengan menelusuri) pengulangan (looping) pada logka pemograman. Pengujian terhadap dekumentasi yang dibuat juga harus dilakukan agar dokumentasi yang dibuat konsisten dengan perangkat lunak yang dibuat.

Gambar

Gambar 11.1  Ilustrasi Model Waterfall
Gambar II.2.
Gambar II.4.
Gambar II.12.

Referensi

Dokumen terkait

Tingkat hubungan satu kesatu,dinyatakan dengan satu kajadian pada entitas pertama, hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang kedua dan sebaliknya

Tingkat hubungan satu ke banyak adalah sama dengan banyak ke satu. Tergantung dari arah mana hubungan itu dilihat. Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat

Tiap kejadian pada sebuah entitas akan mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas lainnya, baik dilihat dari sisi entitas yang pertama maupun

Tingkat hubungan satu pada banyak (1:M) adalah sama dengan banyak pada sati (M:1), tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat, untuk satu kejadian pada entitas yang

Tingkat hubungan satu ke banyak adalah sama dengan banyak ke satu. Tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat. Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat

Tingkat hubungan satu ke banyak adalah sama dengan banyak ke satu. Tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat. Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat

Tingkat hubungan dinyatakan one to one jika suatu kejadian pada entity pertama hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas kedua. Demikian juga

Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua.. Sebaliknya satu kejadian pada entitas kedua hanya dapat mempunyai