• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan Chapter III V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan Chapter III V"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode

survey eksplanasi, dimana penelitian ini dapat dikaji menurut tingkatnya yang

didasarkan kepada tujuan objeknya. Pada tingkat eksplanasi penelitian termasuk

kedalam pendekatan assosiatif, yakni penelitian yang menghubungkan dua variabel

atau lebih untuk mengetahui tingkat hubungan kinerja karyawan yang ada di

perusahaan dipengaruhi oleh beberapa variabel bebas.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Bank Rakyat Indonesia cabang Putri Hijau Medan

yang berlokasi di Jalan Putri hijau No. 2 Medan. Waktu penelitian dimulai dari Mei

hingga Juli 2013.

3.3 Batasan Operasional

Penelitian ini membahas tentang keterkaitan antara kepuasan kerja dan

disiplin kerja yang merupakan variabel bebas terhadap kinerja karyawan sebagai

(2)

3.4 Defenisi Operasional

Defenisi operasional variabel akan menuntun peneliti untuk memenuhi unsur

penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variabel.

Operasional variabel dalam penelitian ini adalah :

1. Kepuasan Kerja (X1)

Kepuasan kerja adalah sikap umum karyawan Bank Rakyat Indonesia Cabang

Putri Hijau Medan terhadap pekerjaanya, yang menunjukkan perbedaan antara

jumlah penghargaan yang diterima karyawan dan jumlah yang mereka yakini

seharusnya mereka terima.

2. Disiplin Kerja (X2)

Disiplin kerja adalah kesadaran sikap seseorang karyawan Bank Rakyat

Indonesia Cabang Putri Hijau Medan yang secara sukarela menaati semua

peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya.

3. Kinerja Keryawan (Y)

Kinerja adalah sesuatu hasil kerja yang dicapai oleh seseorang karyawan Bank

Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan dalam menyelesaikan pekerjaan

yang dibebankan kepadanya.

Berdasarkan defenisi operasional yang dikemukakan diatas, maka peneliti

(3)

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

Variabel Defenisi

Variabel Dimensi Indikator

Skala

1. Psikologis 1. Ketentraman

dalam bekerja

2. Minat dalam

bekerja

Likert

2. Sosial 1. Interaksi antara

karyawan

3. Fisik 1. Jenis pekerjaan

2. Perlengkapan kerja

4. Finansial 1. Besarnya gaji

2. Promosi jabatan

Disiplin

3. Ketangguhan 1. Kehadiran

2. Ketaatan

4. Sikap 1. Inisiatif

2. Kerja sama

(4)

3.5 Skala Pengukuran Variabel

Pengukuran yang digunakan oleh penulis untuk mengetahui masing-masing

variabel yaitu variabel X1 (kepuasan kerja), X2 (disiplin kerja) dan variabel Y (kinerja karyawan) adalah Skala Likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap,

pendapat dan persepsi seseorang / kelompok tentang fenomena sosial. (Sugiyono,

2006:86).

Untuk keperluan analisis kuantitatif penelitian ini, maka setiap pertanyaan

akan diberi skala sangat setuju sampai sangat tidak setuju. Skala likert menggunakan

5 (lima) tingkatan jawaban yang dapat dilihat dari Tabel 3.2

Tabel 3.2

Instrumen Skala Likert

NO PERTANYAAN SKOR

1 Sangat Setuju (SS) 5

2 Setuju (S) 4

3 Kurang Setuju (ST) 3

4 Tidak Setuju (TS) 2

5 Sangat Tidak Setuju (STS) 1

(5)

3.6 Populasi dan Sampel Penelitian 3.6.1 Populasi

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian pemasaran

(Account Officer dan Funding Officer) pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri

Hijau Medan, yang berjumlah 31 orang.

3.6.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh suatu

populasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampel jenuh atau

sensus. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi

digunakan sebagai sampel. Jadi sampel dalam penelitian ini adalah semua karyawan

bagian pemasaran (Account Officer dan Funding Officer) pada Bank Rakyat

Indonesia Cabang Putri Hijau Medan.

3.7 Jenis Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini menurut cara memperolehnya

berupa :

1. Data primer, yaitu data yang diperoleh dari responden dengan memberikan

kuesioner atau daftar pertanyaan dan wawancara langsung kepada karyawan

Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan.

2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen dan

laporan-laporan tertulis perusahaan, literatur-literatur yang ada di perusahaan dan

(6)

3.8 Metode Pengumpulan Data

Pengambilan data penelitian dilakukan dengan cara berikut :

1. Angket atau kuesioner

Teknik ini dilakukan dengan cara memberikan daftar pertanyaan kepada

responden untuk dijawab, kemudian dari jawaban itu ditentukan skornya dengan

menggunakan Skala Likert.

2. Wawancara

Wawancara dengan karyawan dilakukan untuk memperoleh informasi tentang

berbagai hal yang berkaitan dengan variabel kinerja organisasi serta kepuasan

kerja dan disiplin kerja karyawan.

3. Dokumen

Dokumentasi adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan foto dan penyimpanan

foto, pengumpulan, pengolahan dan penyimpanan informasi dalam bidang

pengetahuan. Kumpulan bahan atau dokumen yang dapat digunakan sebagai asas

bagi sesuatu kejadian, penghasilan sesuatu terbitan.

3.9 Uji Valilitas dan Reliabilitas

Instrumen penelitian yang valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan

untuk mengukur apa yang hendak diukur. Sedangkan instrumen yang reliabel adalah

jika instrumen digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan

(7)

Instrumen penelitian yang valid dan reliabel merupakan syarat mutlak untuk

mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel. Uji validitas dan reliabilitas

dilakukan untuk menguji apakah kuesioner layak digunakan sebagai instrumen

penelitian atau tidak. Valid artinya data yang diperoleh melalui kuesioner dapat

menjawab tujuan penelitian. Reliabel artinya data yang diperoleh melalui kuesioner

hasilnya konsisten bila digunakan untuk penelitian lain.

3.9.1 Uji Validitas

Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa

yang ingin diukur (Situmorang et al,2011:76). Sampel uji validitas dalam penelitian

ini diambil sebanyak 15 orang, yaitu karyawan bagian pemasaran (Account Officer

dan Funding Officer) pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Iskandar Muda Medan.

Pengujian validitas dilakukan dengan program SPSS 15.0 for windows.

Dengan kriteria sebagai berikut :

Jika rhitung > rtabel maka pertanyaan tersebut valid

Jika rhitung < rtabel pertanyaan tersebut tidak valid

Penyebaran kuesioner khusus dalam uji validitas dan reliabilitas diberikan

kepada 15 orang responden diluar dari responden penelitian, tetapi memiliki

karakteristik yang sama dengan responden penelitian. Nilai rtabel dengan ketentuan df= jumlah kasus =15 dan tingkat signifikansi sebesar 5% maka angka yang

(8)

Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas

No Butir

Pertanyaan Nilai r Tabel

Corrected Total

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS, 2013

Tabel 3.3 menunjukkan bahwa semua butir pertanyaan memiliki nilai

Corrected Item Total Correlation lebih besar dari nilai rtabel (0,514). Dengan

demikian semua butir pertanyaan dinyatakan valid dan kuesioner dapat dilanjutkan

(9)

3.9.2 Uji Reliabilitas

Reliabilitas merupakan tingkat keandalan suatu instrumen penelitian.

Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang apabila digunakan berulang kali untuk

mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono,

2006:110). Uji reliabilitas akan dapat menunjukkan konsistensi dari jawaban-

jawaban responden yang terdapat pada kuesioner. Uji ini dilakukan setelah uji

validitas dan yang diuji merupakan pertanyaan yang sudah valid. Tabel pengujian

reliabilitas dapat dilihat pada Tabel 3.4 di bawah ini :

Tabel 3.4 Hasil Uji Reliabilitas

Cronbach's Alpha N of Items

.978 25

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS, 2013

Pada Tabel 3.4 menunjukkan bahwa nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,978.

Apabila nilai reliabilitas instrumen Cronbach's Alpha di atas 0,8 atau sama dengan

0,8 maka instrumen dinyatakan reliabel (Kuncoro, 2009: 175). Nilai Cronbach's

(10)

3.10 Teknik Analisis Data 3.10.1 Analisis Deskriptif

Teknik analisis deskriptif merupakan teknik analisis data dimana peneliti

mengelompokkan atau memisahkan komponen atau bagian yang relevan dari

keseluruhan data serta merupakan salah satu bentuk analisis untuk menjadikan data

mudah dikelola (Kuncoro, 2009:192).

Metode analisis deskriptif merupakan cara merumuskan dan menafsirkan data

yang ada sehingga memberikan gambaran yang jelas melalui pengumpulan,

penyusunan, dan penganalisisan data sehingga dapat diketahui gambaran data

penelitian yang sedang diteliti.

3.10.2 Uji Asumsi Klasik 3.10.2.1 Uji Normalitas data

Tujuan uji normalisasi adalah untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data

mengikuti atau mendekati distribusi normal. Uji normalitas dilakukan dengan

pendekatan grafik dengan menggunakan tingkat signifikansi 5%. Jika nilai

Asyimp.Sig (2-tailed) lebih besar dari 5% artinya data variabel berdistribusi normal

(Situmorang et al,2011:100).

3.10.2.2 Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas berarti varians variabel independen adalah konstan atau

sama untuk setiap nilai tertentu variabel independen (homokedastisitas). Model

regresi yang baik adalah tidak terjadi heterokedastisitas diuji dengan menggunakan

uji Glejser dengan pengambilan keputusan jika variabel independen signifikan secara

(11)

heterokedastisitas. Jika probabilitas signifikannya diatas tingkat kepercayaan 5%

dapat disimpulkan model regresi tidak mengarah adanya heterokedastisitas

(Situmorang et al, 2011:107).

3.10.2.3 Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas variabel independen yang satu dengan yang lain dalam

model regresi berganda tidak saling berhubungan secara sempurna atau mendekati

sempurna. Untuk mengetahui ada tidaknya gejala multikolinearitas dapat dilihat dari

besarnya nilai Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor) melalui program SPSS.

Tolerance mengukur variabelitas variabel terpilih yang tidak dijelaskan oleh

variabel independen lainnya. Nilai umumnya yang biasa dipakai adalah nilai

Tolerance > 0,1 atau nilai VIF < 5, maka tidak terjadi multikolinearitas (Situmorang

et al, 2011:133).

3.10.3 Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel

terikat. Metode regresi berganda dirumuskan sebagai berikut :

Y = a + b1X1 + b2X2 + e

Dimana :

Y = kinerja karyawan

a = konstanta

b1,b2 = koefisien regresi berganda

X1 = kepuasan kerja X2 = disiplin kerja

(12)

3.10.4 Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis berdasarkan model regresi yang sudah memenuhi syarat

asumsi klasik, kemudian dianalisis dengan cara sebagai berikut :

3.10.4.1 Uji Signifikasi Simultan (uji-F)

Uji-F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang

dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap

variabel terikat. H0 : b1=b2=0, artinya secara bersama-sama tidak terdapat pengaruh

yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, dan X2) yaitu berupa kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan sebagai variabel terikat (Y).

H1 : b1≠b2≠0, artinya secara bersama-sama terdapat pengaruh yang positif dan

signifikan dari variabel bebas (X1, dan X2) yaitu berupa kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan sebagai variabel terikat (Y). Kriteria pengambilan

keputusan :

H0 diterima jika Fhitung < Ftabelα = 5% H1 diterima jika Fhitung > Ftabelα = 5% 3.10.4.2 Signifikasi Parsial (uji-t)

Uji-t menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel secara individual

terhadap variabel terikat. H0 : b1= b2= 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, dan X2) yaitu berupa kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan sebagai variabel terikat (Y).

(13)

kerja terhadap kinerja karyawan sebagai variabel terikat (Y). Kriteria pengambilan

keputusan :

H0 diterima jika thitung< ttabel α = 5% H1 diterima jika thitung> ttabelα = 5% 3.10.4.3 Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Jika R2 semakin besar (mendekati satu),

maka dapat dikatakan bahwa hubungan variabel bebas (X1 dan X2) adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat

untuk menerangkan hubungan variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat.

Sebaliknya, jika R2semakin kecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan bahwa hubungan variabel bebas (X1 dan X2) terhadap variabel terikat (Y) semakin kecil. Hal

ini berarti model yang digunakan tidak kuat. Secara umum dapat dikatakan besarnya

(14)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1 Sejarah Perusahaan

Pada awalnya BRI didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Arya

Wiraatmadja dengan nama Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren

atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi yang berkebangsaan Indonesia

(pribumi). Pada tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari

kelahiran BRI. Pendirian BRI setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan

Pemerintah No.1 tahun 1946 pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank

Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan

kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat berhenti untuk sementara waktu

dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan

berubah nama menjadi BRI Serikat. Pada waktu melalui Perpu No.41 tahun 1960

dibentuklah Bank Koperasi Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM).

Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No.9 tahun 1965, BKTN

diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan

Koperasi Tani dan Nelayan.

Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No.17 tahun 1965 tentang

pembentukan Bank Tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan

(15)

diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan

NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor-Impor (Exim).

Berdasarkan UU No.14 tahun 1967 tentang UU pokok Perbankan dan UU

No.13 tahun 1968 tentang UU Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi

Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural

dan Ekspor-Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua bank yaitu BRI dan bank

Ekspor-Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan UU No.21 tahun 1968 menetapkan

kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum. Sejak 1 Agustus 1992

berdasarkan UU Perbankan No.7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah No.21 tahun

1992 status BRI berubah menjadi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk yang

kepemilikannyamasih 100% ditangan pemerintah.

PT. BRI (Persero), Tbk yang pada pendiriannya didasarkan pada pelayanan

masyarakat kecil sampai sekarang tetap konsisten, yaitu dengan fokus pemberian

fasilitas kredit kepada golongan usaha kecil. Seiring dengan perkembangan dunia

perbankan yang semakin pesat maka sampai saat ini Bank Rakyat Indonesia

mempunyai unit kerja yang berjumlah 4.447 buah, yang terdiri dari 1 kantor pusat

BRI, 12 kantor wilayah, 12 kantor inspeksi/SPI, 170 kantor cabang (dalam negeri),

145 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang khusus, 1 New York agency, 1

caymand island agency, 1 kantor perwakilan Hongkong, 40 kantor kas bayar, 6 kantor

mobil bank, 193 P.Point, 3.705 BRI unit dan 357 Pos Pelayanan Desa. Pada tahun

2003, pemerintah Indonesia memutuskan menjual 30% sahamnya di bank tersebut.

Bank ini kemudian menjadi perusahaan publik dengan nama yang dipakainya

(16)

4.1.2 Visi dan Misi 4.1.2.1 Visi BRI

1. Menjadi Bank Komersial Terkemuka yang selalu Mengutamakan Kepuasan

Nasabah

2. Menjadi Bank Terbaik di Indonesia.

4.1.2.2 Misi BRI

1. Melakukan kegiatan perbankan terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada

usaha mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi

masyarakat.

2. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang

tersebar luas dan didukung oleh SDM yang profesional dengan melaksanakan

praktek Good Corporate Governance.

3. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang

berkepentingan (stakeholder).

4. Untuk mengetahui posisi persaingan dan strategi usaha BRI dengan menganalisis

4 komponen : Tingkat daya saing bank, kekuatan keuangan bank, Daya tarik

industri dan Stabilitas lingkungan.

4.1.3 Ruang Lingkup Kegiatan Bank Rakyat Indonesia

Bank merupakan salah satu badan usaha yang bergerak di bidang jasa. Bank

berfungsi untuk menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan dana kepada

masyarakat melalui pemberian kredit kepada masyarakat yang membutuhkan. BRI

(17)

yang didirikan di indonesia adalah kantor cabang yang terletak di Jl. Putri Hijau No.2

Medan, Sumatera Utara.

Dalam memberikan pelayanan kepada nasabah, PT. Bank Rakyat Indonesia

(Persero), Tbk Cabang Putri Hijau Medan mendirikan satu kantor cabang pembantu

(KCP) dan delapan kantor kas (KK). Dengan adanya kantor cabang pembantu dan

kantor kas tersebut dapat membantu dalam kelancaran kegiatan operasioanal PT.

Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Cabang Putri Hijau Medan dalam melayani

nasabah dan memudahkan transaksi nasabah BRI.

4.1.4 Produk-Produk yang Ditawarkan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia

(Persero) Tbk.

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk mempunyai 3 jenis produk, yaitu :

1. Produk Simpanan, terdiri dari :

a. Deposito BRI

Deposito BRI adalah simpanan berjangka yang dikeluarkan oleh BRI yang

penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu yang telah

diperjanjikan antara nasabah penyimpan dengan bank yang bersangkutan.

Deposito BRI dapat dibagi atas : Deposito On Call, Deposito Automatic

Roal-Over (ARO), Deposito Berjangka, dan Sertifikat Deposito.

b. Tabungan Britama

Tabungan Britama adalah salah satu jenis tabungan masyarakat di BRI yang

penyetorannya dapat dilakukan setiap saat serta frekwensi pengambilannya

tidak dibatasi sepanjang saldonya mencukupi dan memenuhi syarat yang

(18)

PrimeCard dan transfer otomatis yang tersedia dalam tiga pilihan : Automatic

Fund Transfer (AFT), Account Sweep dan Automatic Grab Fund (AGF).

c. Tabungan haji

Tabungan haji adalah salah satu simpanan di BRI yang penyetorannya dapat

dilakukan setiap saat yang bertujuan sebagai dana untuk menunaikan ibadah

haji. Tabungan haji dapat ditarik oleh nasabah setelah dana yang dikumpulkan

mencapai dana yang dibutuhkan dalam menunaikan ibadah haji.

d. Giro

Giro adalah simpanan yang ada di BRI yang penarikannya dapat dilakukan

setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, dan sarana lainnya.

2. Produk Kredit, terdiri dari :

a. Kredit Pegawai Tetap (KRETAP)

Kredit Pegawai Tetap atau kredit kepada golongan berpenghasilan tetap

(KRETAP) merupakan salah satu pelayanan perbankan yang ditawarkan BRI,

untuk para pegawai berpenghasilan tetap. Nasabah dapat memanfaatkan

KRETAP untuk memenuhi berbagai keperluan apapun sesuai dengan

kebutuhan produktif maupun konsumtif nasabah.

b. Kredit Pegawai Pensiunan (KRESUN)

Kredit Pegawai Pensiunan (KRESUN) merupakan kredit yang diberikan khusus

(19)

c. Kredit Komersial

Kredit komersial merupakan kredit yang diberikan bank kepada suatu

perusahaan atau perorangan untuk tujuan komersil, yaitu untuk membiayai

kebutuhan dan modal kerja dan dana modal investasi perusahaan tersebut.

3. Produk Jasa dan layanan, terdiri dari :

a. Western Union adalah pengiriman uang secara cepat (Real-Time Online) yang

dilakukan melalui lintas negara atau dalam satu negara.

b. Kartu ATM Britama dapat digunakan untuk berbagai keperluan khususnya

penarikan tunai.

c. Kiriman Uang (Transfer on-line) merupakan jasa pengiriman uang dalam valuta

di seluruh Indonesia dan media elektronik untuk pengiriman uang keluar negeri

yang didukung oleh korespondensi di seluruh dunia.

d. Kliring adalah proses penyampaian suatu surat berharga yang belum merupakan

suatu kewajiban bagi bank, dimana surat berharga tersebut disampaikan oleh

bank penarik, hingga adanya pengesahan oleh bank tertarik, melalui lembaga

kliring yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah.

e. Safe Deposit Box adalah sistem pelayanan BRI kepada masyarakat dalam

bentuk menyewakan box atau kotak dengan ukuran tertentu untuk menyimpan

barang-barang berharga dalam jangka waktu tertentu dan nasabah menyimpan

sendiri kunci kotak penyimpanan tersebut.

f. Money Changer adalah layanan yang diberikan oleh BRI dalam jual beli mata

(20)

g. Bank Garansi (Guarantee Bank) merupakan jaminan pembayaran pada pemilik

proyek dimana dengan jaminan tersebut, bank akan menyatakan akan

memenuhi kewajiban debitur kepada pemilik proyek, apabila debitur tidak

dapat memenuhi kewajiban atau wanprestasi.

4.1.5 Logo Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk Jalan Putri Hijau No.2 Medan

Telepon : (061) 4526555 – (061) 4576555 Facsimile : (061) 4532170

MEDAN

4.1.6 Struktur Organisasi BRI Cabang Putri Hijau Medan

Struktur organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Cabang Putri

Hijau Medan berbentuk organisasi garis yang diharapkan dapat memberikan

gambaran mengenai pembagian tugas dan tanggung jawab serta hubungan

pelaporan yang terdapat dalam perusahaan. BRI Cabang Putri Hijau Medan

dipimpin oleh Pimpinan Cabang yang bertanggung jawab untuk memimpin dan

mengatur semua kegiatan yang ada, menjamin pelayanan yang cepat, baik dan

efisien serta ramah kepada nasabah dan menjamin bahwa semua transaksi dibidang

operasional cabang telah dicatat dengan benar. Tugas-tugas Pimpinan Cabang dapat

berupa : memeriksa dan menyetujui transaksi-transaksi berdasarkan prosedur

operasional cabang dan dalam batas kewenangan yang berlaku, menetapkan

(21)

menunjuk pegawai untuk tugas-tugas khusus bila diperlukan, memantau pelayanan

nasabah, dan sebagainya. Dalam pelaksanaan tugasnya, Pimpinan Cabang dibantu

oleh tiga orang manajer, yaitu :

1. Manajer Pemasaran (MP), dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh :

a. Account Office Komersial (AO Komersial)

b. Account Office Program (AO Program)

c. Funding Officer (FO)

2. Manajer Operasional (MO), dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh :

a. Asisten Manajer Operasional Layanan (AMOL)

1) Customer Service (CS)

2) Teller

3) Operator Telepon (OT)

4) Petugas Administrasi Dana Jasa (Pet. Adm DJS)

5) Petugas Haji (Pet. Haji)

b. Asisten Manajer Operasional (AMO)

1) Supervisor Administrasi Kredit (Sup. ADK)

2) Supervisor Pelayanan Operasional (Sup. Pen Operational)

3) Supervisor Pelayanan Kas (Sup. Pel. Kas)

4) Administrasi Kredit Adhoc Konsumer (ADK Adhoc Konsumer)

5) Sekretariat dan SDM

6) Petugas Administrasi Kredit Komersial (Pet.ADK Komersial)

7) Petugas Administrasi Kredit Briguna (Pet. ADK Briguna)

(22)

9) Petugas Tambahan Kas Kantor (Pet. TKK)

10)Petugas Kliring (Pet. Kliring)

11)Petugas Devisa (Pet. Devisa)

12)Petugas Quality Asurance (Pet. QA)

13)Petugas Logistik (Pet. Logistik)

14)Pramubakti/Supir/Satpam

3. Priority Banking Manager (PBM), dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh :

a. Priority Banking Officer (PBO)

b. Priority Banking Assistant (PBA)

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Analisis Deskriptif Penelitian 4.2.1.1 Deskriptif Responden Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa kuesioner, yang

terdiri dari 9 butir pertanyaan untuk variabel kepuasan kerja (X1), 8 butir pertanyaan

untuk disiplin kerja (X2), dan 8 butir pertanyaan untuk variabel kinerja karyawan (Y), dengan jumlah seluruh responden penelitian sebanyak 31 orang karyawan bagian

pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan.

Kuesioner penelitian berisikan deskripsi responden dan jawaban atas pertanyaan yang

diberikan. Karakteristik responden dalam penelitian ini adalah berdasarkan jenis

(23)

a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Responden

(orang) Persentase (%)

Pria 22 70.97%

Wanita 9 29.03%

Total 31 100 %

Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (diolah)

Berdasarkan Tabel 4.1 dapat dilihat bahwa karakteristik responden

berdasarkan jenis kelamin adalah 22 orang (70,97%) berjenis kelamin pria dan 9

orang (29,03%) berjenis kelamin wanita. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Rakyat

Indonesia Cabang Putri Hijau Medan bagian pemasaran (Account Officer dan

Funding Officer) lebih banyak mempekerjakan karyawan pria dibandingkan

karyawan wanita.

b. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Tabel 4.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Umur Responden Jumlah Responden

(orang) Persentase (%)

20 s/d 29 13 41,93%

30 s/d 39 16 51,61%

40 s/d 49 1 3,23%

> 50 1 3,23%

Total 31 100%

Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (diolah)

Pada Tabel 4.2 dapat dilihat bahwa karakteristik responden berdasarkan

umurnya adalah 13 orang responden (41,93%) berusia 20 sampai dengan 29 tahun, 16

orang responden (51,61%) berusia 30 sampai dengan 39 tahun, 1orang responden

(24)

50 tahun keatas. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri

Hijau Medan mempekerjakan karyawan yang masih tergolong usia produktif yaitu

berusia 30 tahun s.d 39 tahun. Karyawan pada usia 30 tahun sampai dengan usia 39

tahun termasuk dalam tahap kemapanan dan kemajuan. Karakteristik karyawan pada

tahap kemapanan dan kemajuan ini cenderung menyukai pekerjaan yang menantang,

mengembangkan kompetensi dalam tugas-tugas tertentu (spesialisasi) dan

mengembangkan inovasi dan kreativitas.

c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Jumlah Responden

(orang) Persentase (%)

D3 1 3,23%

S-1 29 93,54%

S-2 1 3,23%

Total 31 100%

Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (diolah)

Pada Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa responden yang berpendidikan D3

sebanyak 1 orang ( 3,23 %), responden yang berpendidikan S-1 sebanyak 29 orang

(93,54%), dan responden yang berpendidikan S-2 sebanyak 1 orang (3,23%). Hal ini

menunjukkan bahwa Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan lebih banyak

mempekerjakan karyawan yang berlatar belakang S-1 daripada karyawan yang

berlatar belakang pendidikan D3 dan S-2. Karyawan yang memiliki tingkat

pendidikan S-1 umumnya lebih dibekali ilmu tentang pemasaran dibanding dengan

karyawan yang berlatar belakang D3, memiliki kemampuan dan keterampilan yang

(25)

d. Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja Tabel 4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja Lama bekerja Jumlah Responden

(orang) Persentase (%)

1 s/d 3 tahun 20 64,52%

4 s/d 6 tahun 4 12,90%

>6 tahun 7 22,58%

Total 31 100%

Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (diolah)

Pada Tabel 4.4 dapat dilihat bahwa berdasarkan lama bekerja karyawan, 20

orang responden (64,52%) bekerja selama 1-3 tahun, 4 orang responden (12,90%)

bekerja selama 4-6 tahun, dan 7 orang responden (22,58%) bekerja lebih dari 6 tahun.

Hal ini menunjukkan bahwa karyawan Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau

Medan bagian (Account Officer dan Funding Officer) yang bekerja diperusahaan

sebagian besar tergolong masih baru. Umumnya karyawan yang bekerja belum

memiliki pengalaman kerja yang cukup, sehingga sangat dimungkinkan terganggu

konsentrasinya saat bekerja.

4.2.1.2 Deskriptif Variabel Penelitian

Setelah mengenal karakteristik dari responden penelitian, berikut ini akan

ditampilkan hasil olahan data primer yang merupakan deskriptif penelitian

berdasarkan pendapat responden. Secara deskriptif persentase hasil penelitian setiap

dimensi faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat

(26)

a. Deskriptif Penilaian Terhadap Variabel Kepuasan Kerja (X1)

Distribusi jawaban responden terhadap 9 butir pertanyaan mengenai variabel

kepuasan kerja (X1) dapat dilihat pada Tabel 4.5 dibawah ini : Tabel 4.5

Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kepuasan Kerja (X1)

No. Item

Sangat

Setuju Setuju

Kurang

Setuju Tidak Setuju

Sangat

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS, 2013

Berdasarkan Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa :

1) Pada pernyataan butir 1 (Saya merasa tentram bekerja di perusahaan ini), tidak

ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju dan tidak setuju. Terdapat 7

orang (22,6%) menyatakan kurang setuju, 19 orang (61,3%) menyatakan setuju,

dan 5 orang (16,1%) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa

sebagian besar karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri

Hijau Medan merasa tentram bekerja di perusahaan tersebut.

2) Pada pernyataan butir 2 (Saya memiliki minat yang kuat dalam menyelesaikan

pekerjaan), tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju. Terdapat 1

orang (3,2%) menyatakan tidak setuju, terdapat 6 orang (19,4%) menyatakan

(27)

orang (9,7%) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian

besar karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau

Medan memiliki minat yang kuat dalam menyelesaikan pekerjaan.

3) Pada pernyataan butir 3 (Interaksi saya dengan atasan dalam menyelesaikan

pekerjaan cukup baik), tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju.

Terdapat 1 orang (3,2%) menyatakan tidak setuju, terdapat 6 orang (19,4%)

menyatakan kurang setuju, terdapat 22 orang (71,0%) menyatakan setuju, dan

terdapat 2 orang (6,5%) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa

sebagian besar karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri

Hijau Medan memiliki interaksi dengan atasan dalam menyelesaikan pekerjaan

cukup baik.

4) Pada pernyataan butir 4 (Saya memiliki interaksi yang baik dengan karyawan

lain untuk menyelesaikan pekerjaan), tidak ada responden yang menyatakan

sangat tidak setuju dan tidak setuju. Terdapat 5 orang (16,1%) menyatakan

kurang setuju, 21 orang (67,7%) menyatakan setuju, dan 2 orang (16,1%)

menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan

bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan memiliki

interaksi yang baik dengan karyawan lain untuk menyelesaikan pekerjaan.

5) Pada pernyataan butir 5 (Saya memperoleh jaminan keamanan lingkungan kerja

yang diberikan perusahaan), tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak

setuju. Terdapat 1 orang (3,2%) menyatakan tidak setuju, terdapat 3 orang (9,7%)

menyatakan kurang setuju, terdapat 24 orang (77,4%) menyatakan setuju, dan

(28)

sebagian besar karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri

Hijau Medan memperoleh jaminan keamanan lingkungan kerja yang diberikan

perusahaan.

6) Pada pernyataan butir 6 (Saya ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan

keahlian saya), tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju.

Terdapat 1 orang (3,2%) menyatakan tidak setuju, terdapat 7 orang (22,6%)

menyatakan kurang setuju, terdapat 19 orang (61,3%) menyatakan setuju, dan

terdapat 4 orang (12,9%) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa

sebagian besar karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri

Hijau Medan ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan keahliannya.

7) Pada pernyataan butir 7 (Saya memperoleh perlengkapan kerja yang memadai

dalam bekerja), tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju.

Terdapat 2 orang (6,5%) menyatakan tidak setuju, terdapat 4 orang (12,9%)

menyatakan kurang setuju, terdapat 21 orang (67,7%) menyatakan setuju, dan

terdapat 4 orang (12,9%) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa

sebagian besar karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri

Hijau Medan memperoleh perlengkapan kerja yang memadai dalam bekerja.

8) Pada pernyataan butir 8 (Gaji yang saya terima sesuai dengan beban kerja saya di

perusahaan), tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju. Terdapat

2 orang (6,5%) menyatakan tidak setuju, terdapat 8 orang (25,8%) menyatakan

kurang setuju, terdapat 19 orang (61,3%) menyatakan setuju, dan terdapat 2

(29)

besar karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau

Medan menerima gaji sesuai dengan beban kerjanya di perusahaan.

9) Pada pernyataan butir 9 (Saya mempunyai kesempatan untuk mendapat promosi

jabatan atas prestasi kerja saya), terdapat 1 orang (3,2%) yang menyatakan sangat

tidak setuju, 1 orang (3,2%) menyatakan tidak setuju, terdapat 4 orang (12,9%)

menyatakan kurang setuju, terdapat 21 orang (67,7%) menyatakan setuju, dan

terdapat 4 orang (12,9%) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa

sebagian besar karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri

Hijau Medan mempunyai kesempatan untuk mendapat promosi jabatan atas

prestasi kerjanya.

b. Deskriptif Penilaian Terhadap Variabel Disiplin Kerja (X2)

Distribusi jawaban responden terhadap 8 butir pertanyaan mengenai variabel

kepuasan kerja (X1) dapat dilihat pada Tabel 4.6 dibawah ini : Tabel 4.6

Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Disiplin Kerja (X2)

No. Item

Sangat

Setuju Setuju

Kurang

Setuju Tidak Setuju

Sangat

(30)

Berdasarkan Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa :

1) Pada pernyataan butir 10 (Saya memiliki tujuan yang baik dalam bekerja), tidak

ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju dan kurang

setuju. Terdapat 12 orang (38,7%) menyatakan setuju, dan 19 orang (61,3%)

menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan

bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan memiliki

tujuan yang baik dalam bekerja.

2) Pada pernyataan butir 11 (Pimpinan saya memberikan teladan yang baik dalam

melaksanakan pekerjaan), tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak

setuju, tidak setuju dan kurang setuju. Terdapat 11 orang (35,5%) menyatakan

setuju, dan 20 orang (64,5%) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan

bahwa sebagian besar karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia

Cabang Putri Hijau Medan merasa bahwa pimpinan mereka dapat menjadi

teladan yang baik dalam melaksanakan pekerjaan.

3) Pada pernyataan butir 12 (Saya selalu memberikan yang terbaik bagi

perusahaan), tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak

setuju dan kurang setuju. Terdapat 15 orang (48,4%) menyatakan setuju, dan 16

orang (51,6%) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian

besar karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau

Medan selalu memberikan yang terbaik bagi perusahaan.

4) Pada pernyataan butir 13 (Perusahaan memperlakukan seluruh karyawan secara

adil), tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju dan tidak setuju.

(31)

menyatakan setuju, dan 13 orang (41,9%) menyatakan sangat setuju. Hal ini

menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat

Indonesia Cabang Putri Hijau Medan merasa bahwa perusahaan memperlakukan

seluruh karyawan secara adil.

5) Pada pernyataan butir 14 (Pimpinan saya sering melakukan pengecekan), tidak

ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju dan tidak setuju. Terdapat 1

orang (3,2%) menyatakan kurang setuju, terdapat 20 orang (64,5%) menyatakan

setuju, dan 10 orang (32,3%) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan

bahwa sebagian besar karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia

Cabang Putri Hijau Medan merasa bahwa pimpinan sering melakukan

pengecekan.

6) Pada pernyataan butir 15 (Perusahaan memberikan sanksi untuk setiap

pelanggaran peraturan), tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak

setuju, tidak setuju dan kurang setuju. Terdapat 20 orang (64,5%) menyatakan

setuju, dan 11 orang (35,5%) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan

bahwa sebagian besar karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia

Cabang Putri Hijau Medan merasa bahwa perusahaan selalu memberikan sanksi

untuk setiap pelanggaran peraturan.

7) Pada pernyataan butir 16 (Pimpinan saya sering memberikan peringatan/teguran),

tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju dan

kurang setuju. Terdapat 23 orang (74,2%) menyatakan setuju, dan 8 orang

(25,8%) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar

(32)

merasa bahwa pimpinan mereka sering memberikan peringatan / teguran kepada

karyawan yang tidak disiplin.

8) Pada pernyataan butir 17 (Saya dapat bekerja dengan kelompok kerja saya

dengan baik), tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak

setuju dan kurang setuju. Terdapat 25 orang (80,6%) menyatakan setuju, dan 6

orang (19,4%) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian

besar karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau

Medan dapat bekerja dengan kelompok kerja saya dengan baik.

c. Deskriptif Penilaian Terhadap Variabel Kinerja Karyawan (Y)

Distribusi jawaban responden terhadap 8 butir pertanyaan mengenai variabel

kepuasan kerja (X1) dapat dilihat pada Tabel 4.7 dibawah ini : Tabel 4.7

Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kinerja Karyawan (Y)

No. Item

Sangat

Setuju Setuju

Kurang

Setuju Tidak Setuju

Sangat

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS, 2013

Berdasarkan Tabel 4.7 dapat diketahui bahwa :

1) Pada pernyataan butir 18 (Saya selalu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu),

tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju dan

(33)

(22,6%) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar

karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan

selalu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

2) Pada pernyataan butir 19 (Saya cakap / terampil dalam bekerja), tidak ada

responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju dan kurang setuju.

Terdapat 21 orang (67,7%) menyatakan setuju, dan 10 orang (32,3%)

menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan

bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan cakap /

terampil dalam bekerja.

3) Pada pernyataan butir 20 (Target kerja yang saya tetapkan sesuai dengan standar

kerja perusahaan), tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju dan

tidak setuju. Terdapat 1 orang (3,2%) menyatakan kurang setuju, terdapat 23

orang (74,2%) menyatakan setuju, dan 7 orang (22,6%) menyatakan sangat

setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan bagian pemasaran

Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan dapat menetapkan target

kerjanya sesuai dengan standar kerja perusahaan.

4) Pada pernyataan butir 21 (Saya mampu mencapai target per periode yang

ditetapkan perusahaan), tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak

setuju dan tidak setuju. Terdapat 2 orang (6,5%) menyatakan kurang setuju,

terdapat 21 orang (67,7%) menyatakan setuju, dan 8 orang (25,8%) menyatakan

sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan bagian

pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan mampu mencapai

(34)

5) Pada pernyataan butir 22 (Saya selalu datang tepat waktu ke kantor), tidak ada

responden yang menyatakan sangat tidak setuju dan tidak setuju. Terdapat 1

orang (3,2%) menyatakan kurang setuju, terdapat 18 orang (58,1%) menyatakan

setuju, dan 12 orang (38,7%) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan

bahwa sebagian besar karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia

Cabang Putri Hijau Medan selalu datang tepat waktu ke kantor.

6) Pada pernyataan butir 23 (Saya selalu bekerja sesuai prosedur yang ditetapkan

perusahaan), tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak

setuju dan kurang setuju. Terdapat 25 orang (80,6%) menyatakan setuju, dan 6

orang (19,4%) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian

besar karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau

Medan selalu bekerja sesuai prosedur yang ditetapkan perusahaan.

7) Pada pernyataan butir 24 (Saya selalu memanfaatkan waktu yang ada dengan

baik dalam bekerja), tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju

dan tidak setuju. Terdapat 2 orang (6,5%) menyatakan kurang setuju, terdapat 26

orang (83,9%) menyatakan setuju, dan 3 orang (9,7%) menyatakan sangat setuju.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan bagian pemasaran Bank

Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan selalu memanfaatkan waktu yang

ada dengan baik dalam bekerja.

8) Pada pernyataan butir 25 (Saya selalu menjaga hubungan baik dengan karyawan

lain), tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju dan

kurang setuju. Terdapat 20 orang (64,5%) menyatakan setuju, dan 11 orang

(35)

karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan

selalu menjaga hubungan baik dengan karyawan lain.

4.2.2 Analisis Statistik Penelitian 4.2.2.1 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik digunakan untuk melihat apakah suatu model layak atau

tidak layak digunakan dalam penelitian. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Uji Normalitas

Tujuan normalitas adalah untuk menguji apakah dalam model regresi sebuah

data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi data dengan bentuk

lonceng. Ada dua cara untuk mendekati apakah data berdistribusi normal atau tidak,

yaitu dengan pendekatan grafik dan pendekatan kolmogorov-Smirnov. Dengan

menggunakan tingkat signifikan 5% (0.05) maka Asymp. Sig (2-tailed) diatas nilai

signifikansi 5% (0,05) artinya variabel residual berdistribusi normal.

Salah satu cara untuk melihat normalitas adalah dengan melihat grafik

histogram dan grafik normal plot yang membandingkan antara dua observasi dengan

(36)

a. Pendekatan Histogram

Gambar 4.1 : Histogram Uji Normalitas Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (2013)

Pada Gambar 4.1 terlihat bahwa residual data berdistribusi normal, hal ini

ditunjukkan oleh distribusi data yang berbentuk lonceng dan tidak melenceng ke kiri

atau ke kanan.

b. Pendekatan Grafik

Gambar 4.2 : Normal P-P Plot Uji Normalitas Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (2013)

Pada Gambar 4.2 Normal P-P Plot terlihat titik-titik yang mengikuti data

sepanjang garis normal, hal ini berarti residual data berdistribusi normal.

Regression Standardized Residual

HistogramDependent Variable: YMean =3.13E-15฀Std. Dev. =0.966฀N =31

Observed Cum Prob

(37)

c. Pendekatan Kolmogorov-Smirnov

Uji normalitas dengan grafik bisa saja terlihat berdistribusi normal, padahal

secara statistik tidak berdistribusi normal. Pengujian normalitas yang didasarkan

dengan uji statistik Non-Parametrik Kolmogorv-smirnov dapat dilihat pada Tabel 4.8

dibawah ini :

Tabel 4.8

Hasil Uji Normalitas Pendekatan One-Sample Kolmogorv-smirnov Test

Unstandardized Residual

N 31

Normal Parameters(a,b) Mean .0000000

Std. Deviation 1.86567663

Most Extreme Differences Absolute .084

Positive .084

Negative -.077

Kolmogorov-Smirnov Z .467

Asymp. Sig. (2-tailed) .981

a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (2013)

Pada Tabel 4.8 terlihat bahwa nilai Asymp. Sig (2-tailed) adalah 0.981 dan

nilai signifikansi (0,05), hal ini berarti residual berdistribusi normal.

2. Uji Heterokedastisitas

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah didalam model regresi terjadi

ketidaksamaan varians dari suatu residual pengamatan ke pengamatan lain. Jika

varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut

homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang

(38)

Untuk mengatasi kelemahan pengujian dengan grafik dapat menggunakan

pendekatan statistik dengan uji glejser, heteroskedastisitas tidak akan terjadi apabila

tidak satupun variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel

dependen nilai absolut Ut (absUt). Jika probabilitas signifikan diatas tingkat

kepercayaan 5% dapat disimpulkan model regresi tidak mengarah pada

heterokedastisitas. Beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya

heterokedastisitas adalah sebagai berikut :

a. Metode Pendekatan Grafik

Dasar analisis adalah tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar

diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas,

sedangkan jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang

teratur, maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.

Gambar 4.3 : Scatter Plot Uji Heteroskedastisitas Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (2013)

Pada Gambar 4.3 Normal P-P Plot terlihat titik-titi Grafik Scatter Plot terlihat

(39)

serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini berarti

tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak

dipakai untuk memprediksi kinerja karyawan berdasarkan masukan variabel kepuasan

kerja dan disiplin kerja.

b. Metode Pendekatan Statistik (Uji Glejser) Tabel 4.9

Hasil Uji Glejser Heteroskedastisitas

Model

a Dependent Variable: absut

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (2013)

Pada Tabel 4.9 terlihat variabel Independent (Kepuasan Kerja dan Disiplin

Kerja) yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependent absolute Ut

(AbsUt). Hal ini terlihat dari probabilitas X1 dan X2 (0,857) dan (0,800) diatas tingkat kepercayaan 5% (0,05), jadi disimpulkan model regresi tidak mengarah adanya

heteroskedastisitas.

3. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi

ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Pada model regresi yang baik

seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Adanya

multikolinieritas dapat dilihat dari tolerance value atau variance inflation factor

(VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel independen manakah yang

(40)

variabel independen yang terpilih dan tidak dijelaskan oleh variabel independen yang

lain. Nilai Cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinieritas

adalah apabila tolerance value < 0,1 sedangkan VIF > 5 maka terjadi

multikolinieritas.

Berikut ini disajikan cara mendeteksi multikolinieritas dengan menganalisis

matrik korelasi antar variabel independen dan perhitungan nilai tolerance dan

variance inflation factor (VIF).

Tabel 4.10

Hasil Uji Nilai Tolerance dan VIF Coefficientsa

a Dependent Variable: Y

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (2013)

Berdasarkan Tabel 4.10 dapat dilihat bahwa :

1. Nilai VIF dari nilai kepuasan kerja dan disiplin kerja lebih kecil atau dibawah 5

(VIF<5). Ini berarti tidak terkena multikolinieritas antara variabel independen

dalam model regresi.

2. Nilai Tolerance dari kepuasan kerja dan disiplin kerja lebih besar dari 0,1 ini

berarti tidak terdapat multikolinieritas antara variabel independen dalam model

(41)

4.2.2.2 Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linier berganda dilakukan dengan bantuan SPSS versi 15,0 for

windows dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas

yang terdiri dari Kepuasan Kerja (X1), Disiplin Kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) sebagai variabel terikat. Persamaan regresi linier berganda yang

digunakan adalah : Y = a + b1X1 + b2X2 + e

Dimana :

Y = Kinerja Karyawan

a = Konstanta

b1, b2 = Koefisien regresi

X1 = Variabel Kepuasan Kerja X2 = Variabel Disiplin Kerja

e = Standar error

Berdasarkan pengujian menggunakan SPSS versi 15,0 for windows, maka hasil

persamaan regresi linier berganda dapat dilihat pada Tabel 4.11

Tabel 4.11

Hasil Regresi Linier Berganda Coefficientsa

a Dependent Variable: Y

(42)

Berdasarkan Tabel 4.11 diketahui kolom kedua (Unstandardized Coefficients)

bagian B diperoleh nilai b1 variabel kepuasan kerja sebesar 0,062 nilai b2 variabel

disiplin kerja sebesar 0,311 dan nilai konstanta (a) adalah 20.778, maka diperoleh

persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :

Y = 20.778 + 0,062 X1 + 0,311 X2 + e

Berdasarkan persamaan diatas maka dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Interpretasi dari persamaan regresi berganda, yakni :

a. Jika segala sesuatu pada variabel-variabel independen dianggap konstan maka

kinerja karyawan sebesar 20.778.

b. Jika terjadi penambahan atau kenaikan tingkat kepuasan kerja sebesar 1 satuan,

maka kinerja karyawan akan naik sebesar 0,062.

c. Jika terjadi penambahan atau kenaikan disiplin kerja sebesar 1 satuan, maka

kinerja karyawan akan naik sebesar 0,311.

2. Kepuasan kerja karyawan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dengan

koefisien regresi sebesar 0,062 tanda + (positif) pada variabel kepuasan kerja

karyawan menunjukkan hubungan yang searah, artinya bila kepuasan kerja

ditingkatkan maka akan berpengaruh terhadap meningkatnya kinerja karyawan.

3. Disiplin kerja karyawan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dengan

koefisien regresi sebesar 0,311 tanda + (positif) pada variabel kepuasan kerja

karyawan menunjukkan hubungan yang searah, artinya bila disiplin kerja

(43)

4.3 Pengujian Hipotesis

4.3.1 Uji Signifikansi Simultan (Uji-F)

Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah semua variabel bebas yang

dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap

variabel terikat. Kriteria pengujian adalah :

1. H0: b1, b2 = 0, artinya secara serentak tidak terdapat pengaruh yang positif dan

signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

2. H0: b1, b2 ≠ 0, artinya secara serentak terdapat pengaruh yang positif dan

signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

Untuk menentukan nilai F, maka diperlukan adanya derajat bebas pembilang dan

derajat bebas penyebut, dengan rumus sebagai berikut :

df (pembilang) = k-1

df (penyebut) = n-k

Keterangan :

n = jumlah sampel penelitian

k = jumlah variabel bebas dan terikat

Pada penelitian ini diketahui jumlah sampel (n) 31 dan jumlah keseluruhan

variabel (k) adalah 3, sehingga diperoleh :

1. df1 (pembilang) = 3-1 = 2

2. df2 (penyebut) = 31-3 = 28

Nilai F hitung akan diperoleh dengan menggunakan bantuan SPSS versi 15,0 for windows kemudian akan dibandingkan dengan F tabel pada tingkat α = 5%, (2:28)

(44)

H0 diterima jika F hitung < F tabel pada α = 5% Ha diterima jika F hitung > F tabelpada α = 5%

Hasil uji F dapat dilihat pada Tabel 4.12 sebagai berikut :

Tabel 4.12

Hasil Uji F Signifikan Simultan (Uji – F) Anovab

a Predictors: (Constant), X2, X1 b Dependent Variable: Y

Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (diolah)

1. Hasil pengujian ANOVA dengan menggunakan uji F pada Tabel diatas

memperlihatkan nilai F-hitung sebesar 3.896 dengan Sig adalah 0,032. Dengan mencari pada F-tabel, dengan df1= 2 dan df2= 28 , diperoleh nilai F-tabel 3,34. Dengan kondisi dimana F-hitung lebih besar daripada F-tabel (3.896 > 3,34) dengan

nilai Sig yang lebih kecil dari alpha ( 0,032 < 0,05), maka kesimpulan dapat

diambil adalah menolak H0 yang berati koefisien korelasi signifikan secara

statistik, kepuasan kerja karyawan dan disiplin kerja karyawan secara

bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

2. Kolom pertama dari uji ANOVA yaitu kolom regresi, adalah jumlah kuadrat dari

varians yang dihasilkan oleh model persamaan regresi, yaitu sebesar 29.061

sedangkan kolom kedua yaitu residual adalah jumlah kuadrat varians yang tidak

(45)

4.3.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)

Uji-t menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel secara individual

terhadap variabel terikat. H0: b1 = 0, artinya parsial tidak terdapat pengaruh yang

positif dan signifikan dari variabel bebas (X1 dan X2) yaitu berupa kepuasan kerja dan disiplin kerja karyawan terhadap kinerja karyawan yang ditulis sebagai variabel

terikat (Y). H0: b1 ≠ 0, artinya parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan

dari variabel bebas (X1 dan X2) yaitu berupa kepuasan kerja dan disiplin kerja

karyawan terhadap kinerja karyawan yang ditulis sebagai variabel terikat (Y).

Kriteria pengambilan keputusan :

H0 diterima jika t hitung < t tabelpada α = 5%

Ha diterima jika t hitung > t tabel pada α = 5%

Hasil uji t dapat dilihat pada Tabel 4.13 dibawah ini :

Tabel 4.13

Uji Signifikan Parsial (Uji–t) Coefficientsa

a Dependent Variable: Y

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS, 2013 (diolah)

Berdasarkan Tabel 4.13 dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Kepuasan kerja (X1) berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap

kinerja karyawan, hal ini terlihat dari nilai signifikansi 0,477 lebih besar dari 0,05.

(46)

kepuasan kerja sebesar satu satuan maka kinerja karyawan (Y) tidak akan

meningkat sebesar 0,062 satuan.

2. Disiplin kerja (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, hal ini terlihat dari nilai signifikansi 0,011 lebih kecil dari 0,05. Nilai t

hitung (2,74) > t tabel (2,042) artinya jika ditingkatkan variabel disiplin kerja sebesar satu satuan maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,311 satuan.

3. Konstanta sebesar 20.778, artinya walaupun variabel bebas bernilai nol maka

kinerja karyawan tetap sebesar 20.778.

4. Berdasarkan hasil uji t maka rumus persamaan regresinya adalah :

Y = a + b1X1 + b2X2 + e

Y = 20.778 + 0,062 X1 + 0,311 X2 4.3.3 Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinan digunakan untuk mengukur seberapa besar kontribusi

variabel bebas (kepuasan kerja dan disiplin kerja) terhadap variabel terikat (kinerja).

Koefisien determinasi berkisar nol sampai satu (0 ≤ R 2 ≥ 1). Jika R2 semakin besar

(mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X1) yaitu kepuasan kerja, (X2) yaitu disiplin kerja adalah besar terhadap variabel terikat (Y)

yaitu kinerja karyawan. Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk

menerangkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan demikian

sebaliknya.

Hasil koefisien determinasi menggunakan SPSS Statistic 15.0 for windows

(47)

Tabel 4.14

Hasil Pengujian Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .467(a) .218 .162 1.93116

a Predictors: (Constant), X2, X1

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS, 2013 (diolah)

Berdasarkan Tabel 4.14 dapat diinterpretasikan sebagai berikut :

1. Nilai R sebesar 0,467, berarti hubungan antara kepuasan kerja (X1) dan disiplin kerja (X2) terhadap variabel kinerja karyawan bagian pemasaran (Y), pada Bank

Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan sebesar 46,7% artinya hubungannya

cukup erat.

2. Adjusted R Square sebesar 0,162, berarti 16,2 % variabel kinerja dapat dijelaskan

oleh variabel kepuasan kerja dan disiplin kerja sedangkan sisanya sebesar 83,8 %

dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti

sikap kerja, tingkat keahlian, iklim kerja, motivasi dan sebagainya.

3. Standard Error of Estimated (Standar Deviasi) artinya mengukur variasi dari nilai

yang diprediksi. Dalam penelitian ini standar deviasinya sebesar 1.93116. Semakin

(48)

4.4 Pembahasan

4.4.1 Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja positif dan tidak

signifikan berpengaruh terhadap kinerja karyawan Bank Rakyat Indonesia Cabang

Putri Hijau Medan. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi 0,477 lebih besar dari 0,05.

Nilai t hitung (0,721) < t tabel (2,042) yang artinya walaupun ditingkatkan variabel kepuasan kerja sebesar satu satuan maka kinerja karyawan (Y) tidak akan meningkat

sebesar 0,062 satuan.

Berdasarkan distribusi jawaban responden terhadap variabel kepuasan kerja

diketahui bahwa jawaban dominan setuju pada pernyataan 5 sebesar 77,4% (Saya

memperoleh jaminan keamanan lingkungan kerja yang diberikan perusahaan). Selain

itu pernyataan setuju juga terlihat jelas pada pernyataan 3 sebesar 71,0 (Interaksi saya

dengan atasan dalam menyelesaikan pekerjaan cukup baik). Dari keterangan tersebut

dapat dijelaskan bahwa indikator-indikator kepuasan kerja yakni keamanan

lingkungan kerja dan interaksi karyawan dengan atasannya pada Bank Rakyat

Indonesia Cabang Putri Hijau Medan sudah diterapkan dengan baik, sehingga

menimbulkan kepuasan karyawan dalam bekerja yang dapat dilihat dari turn over

yang ada pada perusahaan tersebut rendah. Hal ini terlihat pada pendahuluan

sebelumnya yang menjelaskan kepuasan kerja yang terjadi pada Bank Rakyat

Indonesia Cabang Putri Hijau Medan berdasarkan hasil pengamatan, dokumentasi

dan wawancara yang telah dilakukan. Locke dalam Wijono (2011:98) berpendapat

(49)

individu. Kepuasan kerja adalah suatu hasil perkiraan individu terhadap pekerjaan

atau pengalaman positif dan menyenangkan dirinya.

Walaupun kepuasan kerja berpengaruh tidak signifikan perusahaan selalu

mengupayakan untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan agar dapat

memperoleh hasil yang maksimal. “Seorang pekerja yang bahagia adalah seorang

pekerja yang produktif atau produktivitas menghasilkan kepuasan”. Jika diterapkan

dalam suatu organisasi maka dapat dikatakan organisasi dengan karyawan yang

terpuasakan cenderung lebih efektif, sehingga produktivitas semakin meningkat

(Robbins, 2008:114).

Hasil penelitian ini juga didukung dengan penelitian terdahulu yang dilakukan

Teruna (2012) melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Motivasi dan

Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Aplikasinusa Lintasarta

Medan” yang menyatakan variabel motivasi kerja dan kepuasan kerja berpengaruh

positif terhadap variabel kinerja karyawan.

4.4.2 Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan

Hasil penelitian secara serentak menunjukkan bahwa kepuasan kerja

berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Bank Rakyat Indonesia

Cabang Putri Hijau Medan. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi 0,011 lebih kecil

dari 0,05. Nilai t hitung (2,74) > t tabel (2,042) artinya jika ditingkatkan variabel disiplin kerja sebesar satu satuan maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,311

(50)

Berdasarkan distribusi jawaban responden terhadap variabel disiplin kerja

bahwa persentase setuju terlihat cukup besar yang terdapat pada pernyataan 17

sebesar 80,6% (Saya dapat bekerja dengan kelompok kerja saya dengan baik). Pada

pernyataan 16 sebesar 74,2% (Pimpinan saya sering memberikan peringatan/teguran).

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, ini diduga terjadi karena sejak mulai

tahun 2012 karyawan bagian pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau

dituntut untuk mencapai target kerja yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya

sehingga para karyawan harus pandai bekerja dengan kelompok kerjanya agar

mendapat hasil yang maksimal.

Pentingnya peranan disiplin kerja terhadap kinerja/produktivitas karyawan

dikemukakan oleh Musanef (2002:116) yang berpendapat bahwa : “Disiplin juga

tidak kalah pentingnya dengan prinsip-prinsip yang lainnya, artinya disiplin setiap

pegawai selalu mempengaruhi hasil prestasi kerja. Oleh sebab itu dalam setiap

organisasi perlu ditegaskan disiplin pegawai-pegawainya. Melalui disiplin yang tinggi

produktivitas kerja pegawai pada pokoknya dapat ditingkatkan. Oleh sebab itu perlu

ditanamkan kepada setiap pegawai disiplin yang sebaik-baiknya”.

Hasil penelitian ini juga didukung dan sejalan dengan penelitian terdahulu

yang dilakukan Napitupulu (2011) melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh

Disiplin Kerja dan Komitmen Karyawan terhadap Prestasi Kerja Karyawan PT.

Tonga Tiur Putra Medan”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Disiplin

Kerja (X1) dan Komitmen Kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi karyawan (Y) pegawai pada PT. Tonga Tiur Medan, artinya semakin baik

(51)

4.4.3 Pengaruh Kepuasan Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan

Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang positif antara variabel

kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan Bank Rakyat Indonesia

Cabang Putri Hijau Medan. Hal ini terlihat dari Sig yang lebih kecil dari alpha

(0,032<0.05), berarti koefisien signifikan secara statistik, kepuasan kerja dan disiplin

kerja secara bersama-sama berhubungan terhadap kinerja karyawan.

Kepuasan kerja mempengaruhi tingkat kedisiplinan dan kinerja karyawan,

artinya jika kepuasan diperoleh dari pekerjaan maka kedisiplinan dan prestasi

karyawan baik. Sebaliknya jika kepuasan kerja kurang tercapai dari pekerjaanya

(52)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan dalam

penelitian ini, maka peneliti mengambil kesimpulan dan memberikan saran yang

dapat bermanfaat untuk perusahaan dan penelitian selanjutnya.

5.1 Kesimpulan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja dan disiplin

kerja secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan Bank

Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan. Berdasarkan hasil uji signifikan secara

parsial yang paling dominan mempengaruhi kinerja karyawan bagian pemasaran

Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan adalah variabel disiplin kerja. Dari

hasil analisis koefisien determinasi diperoleh nilai R Adjusted Square (R2) sebesar

0,162 hal ini berarti 16,2 % variabel kinerja dapat dijelaskan oleh variabel kepuasan

kerja dan variabel disiplin kerja, sedangkan sisanya sebesar 83,8 % dapat dijelaskan

oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti sikap kerja, tingkat

keahlian, iklim kerja, motivasi, gaya kepemimpinan dan lain sebagainya.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka penulis dapat

memberikan saran sebagai berikut :

1. Bagi Perusahaan

a. Sebaiknya pihak manajemen pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri

(53)

menitikberatkan pada pemberian balas jasa dan sanksi hukuman, karena

variabel disiplin kerja dalam penelitian ini merupakan variabel yang paling

dominan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

b. Hendaknya indikator-indikator disiplin kerja; seperti hubungan kemanusiaan

dan ketegasan pimpinan yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap

kinerja karyawan lebih diperhatikan agar dapat memberikan pengaruh yang

optimal dalam meningkatkan mutu dan kualitas kerja karyawan,

c. Mengingat bahwa disiplin kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan

terhadap kinerja karyawan bagian pemasaran, maka pihak manajemen

pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Putri Hijau Medan perlu

meningkatkan efektifitas disiplin kerja terutama pada aspek hubungan dalam

kerja, pemberian teguran pada karyawan yang melanggar peraturan dan

pengawasan terhadap karyawan.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Hasil uji (R2) menunjukkan masih ada variabel-variabel lain yang harus

diperhatikan dalam penelitian ini. Penelitian-penelitian lebih lanjut, hendaknya

menambah variabel lain yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan seperti

sikap kerja, tingkat keahlian, iklim kerja, motivasi, gaya kepemimpinan dan lain

sebagainya, karena dengan semakin baik kinerja karyawan maka akan

Gambar

Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel
Tabel 3.2 Instrumen Skala
Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas
Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 4.2.5 menunjukkan pendapat responden terhadap variabel sikap.. tersinggung ketika beberapa teman mengkritik), 41,8% menjawab tidak setuju untuk Q7 (termasuk karyawan

Setelah melakokan pmgaoalisaao, dapat disimpuIkao bahwa PT Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk Cabang Medan Putri Hijao telab melaksanakan prosedur pemberian kredit modal kerja

dan tidak ada responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan PT Bank Central Asia Kantor Cabang Utama Medan

BAB IV PENYELESAIAN KREDIT MACET YANG OBJEK JAMINANNYA HAK ATAS TANAH BERSTATUS HAK GUNA USAHA PADA BANK RAKYAT INDONESIA CABANG MEDAN PUTRI HIJAU ... Pelaksanaan

Cabang Medan Putri Hijau; Secara keseluruhan pengaruh variabel independen (motivasi dan kedisiplinan) terhadap variabel dependen (kinerja), variabel motivasi

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “Pengaruh Kepuasan Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan divisi marketing PT Bank Mayapada Internasional Tbk Kantor Cabang Pemuda Medan tidak merasa sering murung akibat

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka penulis dapat memberikan saran sebagai berikut: Bagi Perusahaan, sebaiknya pihak manajemen pemasaran Bank Rakyat