• Tidak ada hasil yang ditemukan

METABAHASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "METABAHASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

METABAHASA

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

METABAHASA: JurnalPendidikanBahasadanSastra Indonesia

Journal homepage: http://journal.stkipyasika.ac.id/index.php/metabahasa/index Journal Email: [email protected]

PISSN: 2656-5315 EISSN: 2656-5579

JENIS IMPLIKATUR PADA GAYA BAHASA ROCKY GERUNG

DALAM ACARA ALIANSI PENGUSAHA NASIONAL DI

YOUTUBE TAHUN 2019

DIAN MONICA SARI

Universitas Ahmad Dahlan

[email protected]

DEDI WIJAYANTI

Universitas Ahmad Dahlan

[email protected]

ABSTRACT

Implications are a tool to imply an intention by the speaker to the speech partner with a specific purpose. Implications are often used by politicians to obscure the intentions spoken. This study aims to describe: 1) The conventional implications on the Rocky Gerung style of language in the National Entrepreneurs Alliance event on youtube in 2019; 2) Multiplication is a tool to imply an intention by the speaker to the speech partner with a specific purpose. Implications are often used by politicians to obscure the intentions spoken. This study aims to describe: 1) The conventional implications on the Rocky Gerung style of language in the National Entrepreneurs Alliance event on youtube in 2019; 2) Implications of conversations on the Rocky Gerung language style at the National Entrepreneurs Alliance event on youtube in 2019. The method for obtaining the data of this study uses the listening method. Based on the results of the analysis conducted in this study, it can be concluded that the type of implicature in the Rocky Gerung language style, namely conventional implantature, consists of 22 conversational implicature data, totaling 27 data.

Keywords: conventional implicature and conversational implicature

Article Received: 01 Januari 2020, Review process: 01 Januari 2020, Accepted: 26 Januari 2020, Article published: 30 Januari 2020

(2)

ABSTRAK

Implikatur merupakan alat untuk mengimplikasikan suatu maksud oleh penutur kepada mitra tutur dengan tujuan tertentu. Implikatur sering dipakai juga oleh para politikus untuk mengaburkan maksud yang dituturkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Implikatur konvensional pada gaya bahasa Rocky Gerung dalam acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019; 2) Implikatur percakapan pada gaya bahasa Rocky Gerung dalam acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019. Metode untuk memperoleh data penelitian ini menggunakan metode simak. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jenis implikatur pada gaya bahasa Rocky Gerung yaitu implikatur konvensional berjumlah 22 data implikatur percakapan berjumlah 27 data.

Kata Kunci: implikatur konvensional dan implikatur percakapan PENDAHULUAN

Pada zaman milenial sekarang, ilmu bahasa dan teknologi sangat berkembang pesat. Perkembangan tersebut bisa di amati dari kecenderungan remaja yang menyukai tontonan atau penggunaan bahasa melalui media elektronik, seperti bahasa yang digunakan oleh Rocky Gerung secara implinsit (implikatur) dalam melakukan pertunjukan. Implikatur sering dipakai juga oleh para politikus untuk mengaburkan maksud yang dituturkan. Implikatur merupakan alat untuk mengimplikasikan suatu maksud oleh penutur kepada mitra tutur dengan tujuan tertentu. Implikatur banyak digunakan di kalangan politikus salah satunya yaitu Rocky Gerung. Rocky Gerung merupakan pengamat politik yang beroposisi menentang kebijakan politik seseorang. Untuk itu, dalam acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019 terdapat banyak data mengenai jenis implikatur.

Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu metode simak (pengamatan atau obeservasi). Metode pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menyimak ujaran atau tuturan yang digunakan oleh penutur (Rocky Gerung) dalam acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019, khususnya mengenai hal bagaimana penutur mengimplikasikan tuturannya secara implinsit tujuan agar orang lain tidak tersinggung dengan sindirnnya. Kemudian, cara kedua yaitu mentranskrip data yang telah disimak tersebut ke dalam bentuk teks dan di masukan lagi ke dalam kartu data untuk di dokumentasikan. Teknik pengumpulan data ini dengan teknik sadap sebagai teknik dasar dalam metode simak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode padan. Metode padan adalah suatu metode yang menjadi alat penentunya tidak menjadi bagian dari bahasa (language) yang bersangkutan

(3)

(Sudaryanto, 2015:15). Penelitian ini hanya menggunakan metode padan dengan alat penentu secara pragmatis.

Rumusan masalah penelitian yaitu apa sajakah jenis-jenis implikatur pada gaya bahasa Rocky Gerung dalam acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019?.

Menurut Yendra (2016:185) pragmatik adalah ilmu yang membahas makna bahasa tetapi secara kontekstual di luar ujaran bahasa (ekstrinsik). Penilaian makna tidak hanya tercermin dari makna intrinsik, akan tetapi bisa dalam konteks di luar ujaran. Konteks di luar ujaran meliputi siapa yang berbicara, bagaimana situasi dalam pembicaraan itu, kapan dan dimana peristiwa tutur terjadi. Dalam bidang pragmatik Yendra juga membahas kajian pragmatik yaitu implikatur.

Menurut Grice (dalam Cummings, 2010:29) implikatur adalah harapan rasional yang dipakai penutur atau pendengar ketika saling bercakap-cakap, harapan yang memungkinkan suatu hal dalam tuturan. Misalnya sebagai berikut.

Anton : Maukah kau pergi ke pantai? Sinta : Ibu saya sedang sakit.

Jadi, percakapan Sinta menyiratkan bahwa dia ingin menolak tawaran Anton dan menunda pergi ke pantai.

Menurut Grice dalam Lubis (2011:78) implikatur dibagi menjadi dua jenis yaitu

conventional implicature (implikatur konvensional) dan conversational implicature

(implikatur percakapan).

1) Implikatur Konvensional adalah implikatur yang ditarik dari arti leksikal dan gramatikal (Grice dalam Lubis, 2011:78). Mulyana (2005:12) menyatakan bahwa Implikatur konvensional adalah pengertian yang bersifat umum dan konvensional. Artinya maksud suatu tuturan sudah berlaku secara menyeluruh dan masyarakat menyepakati maksud sebuah tuturan itu. Sifat implikatur konvensional yaitu nontemporer, artinya pengertian mengenai sesuatu bersifat tidak sementara atau jangka waktunya lama. Contoh implikatur konvensional yaitu sebagai berikut.

Alfian bujang Palembang, jadi nada bicaranya tinggi.

Percakapan di atas, menyatakan bahwa implikasi umum pada contoh yaitu antara bujang Palembang dengan nada berbicaranya tinggi. Selama ini, kota Palembang identik dengan masyarakat yang suaranya lantang dan bernada tinggi. Mereka tidak suka dengan suara-suara yang lembut karena kurang dapat dipahami.

(4)

Implikasi yang muncul yaitu bujang atau seorang anak laki-laki yang berasal dari Palembang umumnya cara berbicaranya dengan nada keras dan tinggi.

Grice (dalam Rani, 2006:171) mengemukakan bahwa implikatur konvensional adalah pemakaian bahasa secara implikatur yang ditentukan oleh arti konvensional kata-kata yang dipakai. Contohnya, Ella masih keturunan orang

Minang, sehingga memakai songket. Contoh tersebut menjelaskan bahwa

penutur secara tidak langsung memberi suatu ciri (songket) dengan ciri lain (orang Minang). Bentuk konvensionalnya berimplikasi bahwa relasi antara kedua ciri tersebut ada. Jika orang (Ella) yang dimaksud orang Minang dan tidak memakai songket, implikaturnya yang keliru, tetapi ujarannya tidak salah.

Menurut Grice (dalam Rohmadi, 2010:60) implikatur konvensional adalah makna suatu ujaran yang secara konvensional atau secara umum diterima oleh masyarakat. Contohnya, Sebagai orang Solo tentunya ia berprilaku atau

bertindak dengan sopan, dan saling menghargai satu sama lain. Dari contoh di

atas dapat disimpulkan bahwa karakteristik orang Solo sangat baik dan bagus. Selain pernyataan di atas, implikatur sering disebut dengan prinsip kerja sama (maksim).

Berdasarkan pemaparan beberapa definisi dari para ahli, dapat disimpulkan bahwa implikatur konvensional adalah suatu maksud yang disampaikan kepada mitra tutur secara implinsit, tetapi maksud tuturan itu semua orang secara umum sudah mengetahuinya. Selain itu, implikatur konvensional yaitu suatu pemakaian bahasa yang pemaknaanya berlaku secara umum. Sifat implikatur konvensional yaitu nontemporer dan maknanya lebih tahan lama.

2) Implikatur Percakapan

Implikatur percakapan adalah sesuatu yang harus diambil si pendengar dalam menginterpretasikan pembicaraan si pembicara (Grice dalam Lubis, 2011:78). Djatmika (2016:71) menyatakan bahwa implikatur yang muncul dikarenakan konteks percakapan lebih dikenal dengan conversational implicature. Selain itu, Contohnya sebagai berikut:

Restu : Silahkan, cicipi bolu kukusnya!

Nanda : Saya tadi ikut acara ulang tahun teman.

Pernyataan Nanda di atas merupakan pernyataan menolak karena sudah kenyang. Hal tersebut, dinyatakan dengan Nanda memberi keterangan penolakan

(5)

yaitu datang ke acara ulang tahun temannya yang di mana dalam acara tersebut banyak makanan (roti).

Levinson (dalam Mulyana, 2005:13) mengemukakan bahwa implikatur percakapan memiliki beragam makna dan variasi, karena untuk memahami apa yang dimaksudkan penutur harus melihat konteks terjadinya suatu tuturan. Implikatur percakapan hanya muncul dalam suatu tindak percakapan atau dialog. Sifat implikatur percakapan yaitu temporer (sementara yaitu pada saat terjadi pertuturan), dan nonkonvensional (tidak secara umum, tetapi perlu diinterpretasikan). Contoh implikatur percakapan sebagai berikut.

Ayah : Wati, kaki ayah pegal-pegal. Wati : Ya, Yah. Mau Wati pijat?

Percakapan antara Ayah dan Wati mengandung implikatur yang bermakna “perintah memijat kaki”. Jika dilihat dari percakapan di atas, tidak ada bentuk kalimat perintah. Ucapakan Ayah hanya memberi informasi bahwa kakinya pegal-pegal. Namun, Wati sebagai anak yang berbakti, ia langsung sadar dan peka bahwa kaki ayah mengimplikaturkan sesuatu dan segeralah Wati menawarkan diri untuk memijat kaki sang Ayah.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat yaitu: 1) manfaat secara teoritis yaitu memberi makna bagi pengembangan studi pragmatik di Indonesia, khususnya di Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan studi pragmatik perlu digalakkan dalam pengkajian penelitian yang berhubungan dengan implikatur; 2) manfaat Praktis yaitu memberikan wawasan bagi pembaca supaya mengetahui implikatur pada gaya bahasa Rocky Gerung dalam acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019, serta penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya, yang berhubungan dengan implikatur.

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Menurut Taylor (dalam Muhammad, 2011:30) penelitian deskriptif kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Jenis penelitian deskriptif dalam penelitian ini, dilakukan dengan mendeskripsikan tentang implikatur pada gaya bahasa Rocky Gerung dalam acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019 melalui

(6)

proses perumusan masalah, pengumpulan data, menganalisis data, dan membuat kesimpulan hasil penelitian.

Subjek penelitian ini berupa acara Aliansi Pengusaha Nasional di Youtube tahun 2019. Acara Aliansi Pengusaha Nasional di Youtube tahun 2019 merupakan acara dalam bentuk deklarasi pendukung Prabowo-Sandi untuk menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia. Sedangkan objek penelitian ini yaitu implikatur

Implikatur merupakan suatu informasi yang disampaikan oleh penutur dengan maksud tertentu akan tetapi, tidak dituturkan secara langsung.

Metode pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu metode simak (pengamatan atau obeservasi). Menurut Muhammad (2011:194) metode simak adalah metode yang digunakan untuk memperoleh data dengan melakukan penyimakan terhadap penggunaan bahasa. Peneliti melakukan penyimakan penggunaan bahasa pada acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019 untuk menentukan implikatur pada gaya bahasa Rocky Gerung. Sedangkan teknik pengumpulan data ini dengan teknik sadap sebagai teknik dasar dalam metode simak.

Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri (Human Interest), yaitu peneliti sebagai alat untuk mengumpulkan data harus memiliki kemampuan dalam memahami teori berdasarkan kriteria teori implikatur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode padan. Metode padan adalah suatu metode yang menjadi alat penentunya tidak menjadi bagian dari bahasa (language) yang bersangkutan (Sudaryanto, 2015:15). Penelitian ini hanya menggunakan metode padan dengan alat penentu secara pragmatis. Teknik analisis data menggnakan teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar digunakan terlebih dahulu sebelum teknik lanjutan. Teknik dasarnya berupa teknik pilah unsur penentu atau PUP, adapun alatnya yaitu daya pilah yang bersifat mental yang dimiliki oleh peneliti. Daya pilah dibagi menjadi beberapa unsur, dalam penelitian ini hanya menggunkan daya pilah pragmatis.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam acara Aliansi Pengusaha Nasional pokok pembahasan akan didasarkan pada rumusan masalah serta kajian teori. Kajian teori dalam peneilitian ini menggunakan teori Grice. Teori Grice membagi implikatur menjadi dua jenis, yaitu: 1) implikatur konvensional; dan 2) implikatur percakapan. Jenis implikatur pada gaya

(7)

bahasa Rocky Gerung yang terdapat dalam acara Aliansi Pengusaha Nasional di

youtube tahun 2019 dengan jumlah data 22 implikatur konvensional, dan 27

implikatur percakapan.

Jenis implikatur pada gaya bahasa Rocky Gerung yang terdapat dalam acara

Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019 sebagai berikut.

a. Implikatur Konvensional

Dari arah bandara ke sini, ada berita bahwa ada juga deklarasi sejenis ini di Senayan tadi benar ya?

Jenis implikatur: Implikatur konvensional Makna implikatur: Sindiran

Konteks: Rocky bertanya dengan audiens bahwa apakah di Senayan ada deklarasi seperti ini yaitu deklarasi atau pernyataan yang sama atau deklarasi sejenis ini (mengenai tema acara). Berdasarkan konteks tersebut, deklarasi di Senayan yaitu deklarasi yang dilakukan oleh Jokowi Maruf di GBK tanggal 13 April 2019 dengan tema rapat umum rakyat adalah dalam rangka berjuang, berjuang memajukan Indonesia. APN/4/SEG.1

Dari acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019. Implikatur pada gaya bahasa Rocky Gerung tersebut dikategorikan ke dalam implikatur konvensional. Pada data tersebut implikatur terletak pada kalimat deklarasi sejenis ini di Senayan tadi benar ya? Jika dilihat dari konteks percakapan sebelumnya di video youtube, yaitu mengenai berita yang beredar luas bahwa ada deklarasi sejenis atau sama dengan deklarasi yang sedang dilakukan oleh pendukung Prabowo Sandi. Deklarasi sejenis ini atau di Senayan yaitu deklarasi yang dilakukan oleh Jokowi Maruf di Gelora Bung Karno tanggal 13 April 2019 dengan tema rapat umum rakyat adalah dalam rangka berjuang, berjuang memajukan Indonesia.

Dari data implikatur konvensional „deklarasi sejenis ini di Senayan tadi benar?‟ Dari pernyataan Rocky mengimplikasikan secara umum artinya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sudah tidak asing lagi dengan kata deklarasi. Secara leksikal kata deklarasi adalah suatu pernyataan atau keterangan dari penutur kepada mitra tutur dengan tujuan menyampaikan informasi. Implikasi yang muncul yaitu deklarasi sejenis ini yang artinya ada deklarasi yang sama antara deklarasi Aliansi Pengusaha Nasional dengan deklarasi di Senayan (pendukung Jokowi).

(8)

Jadi sangat masuk akal bahwa politik Indonesia di tentukan akhirnya oleh dua kekuatan yang kalau bersinergi maka Pemilu dilakukan besok itu pun sudah kalah ketahanannya itu emak-emak, kekuatan emak-emak dan temen-temen pengusaha tu.

Jenis implikatur: Implikatur konvensional Makna implikatur: Kritikan

Konteks: Pernyataan „dua kekuatan yang kalau bersinergi maka Pemilu dilakukan besok itu pun sudah kalah ketahanannya‟ yaitu sebuah harapan bahwa kekuatan emak-emak digabung dengan kekuatan pengusaha maka dapat dipastikan politik (permasalahan) di Indonesia akan selesai.

APN/15/SEG.1

Dari acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019. Implikatur pada gaya bahasa Rocky Gerung tersebut dikategorikan ke dalam implikatur konvensional. Pada data tersebut implikatur terletak pada kalimat pemilu dilakukan besok itu pun sudah kalah ketahanannya itu emak-emak, kekuatan emak-emak dan temen-temen pengusaha tu. Jika dilihat dari konteks percakapan sebelumnya di video youtube, Rocky menilai bahwa jika dua kekuatan yang kalau bersinergi maka pemilu dilakukan besok itu pun sudah kalah ketahanannya.

Data tersebut masuk dalam kategori implikatur konvensional karena kata pemilu itu dalam masyarakat artinya pemilihan umum. Jika dilihat dari tema acara Aliansi Pengusaha Nasional yang berkaitan dengan kampanye Capres dan Cawapres Indonesia periode 2019-2024. Pernyataan di atas dapat di pahami masyarakat bahwa Pemilu Capres dan Cawapres dilaksanakan besok maka akan kalah kalau kekuatan emak-emak dan pengusaha bersatu.

Lain dengan suasana hari ini ada kegembiraan politik adalah kegembiraan, demokrasi adalah kegembiraan karena dimungkinkan tanya jawab itu. Dalam apel gak mungkin ada tanya jawab apel artinya berdiri sempurna dan dengerin si tukang bual pidato satu arah.

Jenis implikatur: Implikatur konvensional Makna implikatur: Sindiran

Konteks: Konteks tersebut merupakan sindiran terhadap cara pemerintah dalam berpolitik dan berdemokrasi dengan memperbandingkan cara demokrasi tanya jawab dan apel yang hanya berpusat satu orang tanpa ada proses tanya jawab.

APN/21/SEG.1

Dari acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019. Implikatur pada gaya bahasa Rocky Gerung tersebut dikategorikan ke dalam implikatur

(9)

konvensional. Pada data tersebut implikatur terletak pada kalimat demokrasi adalah kegembiraan karena dimungkinkan tanya jawab. Jika dilihat dari konteks percakapan sebelumnya di video youtube, pembicaraan mengenai kegembiraan politik yaitu politik berhasil dan memunculkan suatu kegembiraan dengan melaksanakan demokrasi.

Pernyataan „demokrasi adalah kegembiraan karena di mungkinkan tanya jawab‟ merupakan implikatur konvensional. Hal tersebut karena secara leksikal kata demokrasi adalah suatu pandangan hidup yang mengedepankan persamaan hak dan kewajiban bagi seluruh warga negara Indonesia. Dengan adanya persamaan hak dan kewajiban, maka demokrasi akan dirasakan masyarakat sebagai kegembiraan dan merasa dihargai sebagai warga negara.

Ada mata kuliah yang diedarkan melalui TVRI dulu namanya Universitas Terbuka ada ya UT dulu dan kuliah ekonomi perdana diucapkan oleh Profesor Sumitro Djayohadikusumo itu dan beliau kalau kasih kuliah di UI itu gerak tanggannya dan gerak kepalanya itu gak bisa diam kepalanya itu. Karena berusaha mengeluarkan pikiran. Apa diisi pikirannya, tapi ada yang bergerak kepala tapi tidak ada pikiran.

Jenis implikatur: Implikatur konvensional Makna implikatur: Sindiran

Konteks: Konteks di atas memberi suatu penjelasan mengenai orang yang tangan dan kepalanya banyak bergerak itu tandanya orang itu ingin mengeluarkan pikiran mereka. Yang dicontohkan adalah Profesor Sumitro Djayohadikusumo.

APN/35/SEG.1

Dari acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019. Implikatur pada gaya bahasa Rocky Gerung tersebut dikategorikan ke dalam implikatur konvensional. Pada data tersebut implikatur terletak pada kalimat gerak tanggannya dan gerak kepalanya itu gak bisa diam kepalanya itu. Karena berusaha mengeluarkan pikiran. Jika dilihat dari konteks percakapan sebelumnya di video youtube, Rocky memberikan contoh kebiasaan yang sering dilakukan oleh Profesor Sumitro Djayohadikusumo. Profesor Sumitro Djayohadikusumo dalam mengajar di UI gerak tanggannya dan gerak kepalanya itu gak bisa diam kepalanya, karena berusaha mengeluarkan pikiran.

Data di atas merupakan implikatur konvensional karena masyarakat akan memahami bahwa orang yang sering menggerakan kepala dan tangannya itu adalah orang yang pintar dan selalu aktif memikirkan suatu hal. Jadi ketika

(10)

Rocky mengucapkan kata-kata tersebut, maka masyarakat mudah memahami karena kata-kata gerak tanggan dan gerak kepala itu orang yang berusaha mengeluarkan pikiran yang sedang dipikirkan oleh orang itu.

Jadi saya ingin pastikan bahwa kita akan bertemu selalu bertemu di dalam

upacara semacam ini karena kegembiraan politik ituh pointnya.

Jenis implikatur: Implikatur konvensional Makna implikatur: Ajakan

Konteks: Konteks di atas merupakan ajakan Rocky kepada orang untuk sering atau melakukan suatu pertemuan seperti ini, untuk kegembiraan politik artinya ada kebebasan dalam berpolitik. setelah Jokowi tidak lagi menjabat menjadi Presiden. Hal tersebut karena Rocky di konteks sebelumnya menyatakan bahwa tidak ada kebebasan berpolitik warga negara Indonesia (ASN).

APN/46/SEG.1

Dari acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019. Implikatur pada gaya bahasa Rocky Gerung tersebut dikategorikan ke dalam implikatur konvensional. Pada data tersebut implikatur terletak pada kalimat bertemu di

dalam upacara semacam ini karena kegembiraan politik ituh pointnya. Jika

dilihat dari konteks percakapan sebelumnya di video youtube, yaitu mengenai kesanggupan Rocky yang memastikan akan ada pertemuan yang akan membahas akal sehat atau berpikir dengan kritis dan logis.

Data di atas merupakan implikatur konvensional karena masyarakat akan memahami kata upacara itu sebagai suatu rangkaian peristiwa yang teratur. Sedangkan, kata kegembiraan politik artinya masyarakat merasa senang, merasa puas, menikmati kondisi politik yang jernih dan transparan serta adanya kebebasan dalam berpolitik di Indonesia. Itulah sesungguhnya kegembiraan yang ada dalam masyarakat.

b. Implikatur Percakapan

Oke, selamat malam teman-teman. Nama saya Rocky, bukan Romi. Jenis implikatur: Implikatur percakapan

Makna implikatur: Sindiran

Konteks: Berdasarkan konteks tuturan sebelumnya yang membicarakan mengenai cara mengantisipasi kondisi negara, maka Rocky

bertutur bahwa: „nama saya Rocky, bukan Romi‟. Romi (pidato tentang penjahat dan pejabat) yang di maksud Rocky yaitu ketua umum Partai Persatuan Pembangunan yang di tangkap KPK karena kasus suap atau korupsi di Kementerian Agama pada

(11)

masa pemerintahan Jokowi.

APN/1/SEG.1 Dari acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019. Implikatur pada gaya bahasa Rocky Gerung tersebut dikategorikan ke dalam implikatur percakapan. Pada data tersebut implikatur percakapan terletak pada kalimat

nama saya Rocky, bukan Romi. Berdasarkan konteks tuturan sebelumnya

yang membicarakan mengenai cara mengantisipasi kondisi negara, maka Rocky bertutur bahwa „nama saya Rocky, bukan Romi‟. Kata Romi untuk mengingatkan mitra tutur mengenai kasus korupsi.

Dari konteks di atas, maka mitra tutur harus memiliki latar pengetahuan yang luas mengenai tuturan Rocky. Kata Romi digunakan Rocky untuk menegaskan bahwa ada perbedaan antara dirinya dengan diri Romi. Romi (pidato tentang penjahat dan pejabat) yang dimaksud Rocky yaitu ketua umum Partai Persatuan Pembangunan yang ditangkap KPK karena kasus suap atau korupsi. Hal tersebut dilihat dari konteks percakapan di video

youtube.

Karena diundang di sini, saya datang di sini tuh, dan pasti besok orang akan bully saya. Kenapa datang lagi ke nol dua itu. Padahal saya nunggu

undangan dari nol satu.

Jenis implikatur: Implikatur percakapan Makna implikatur: Sindiran

Konteks 1: Rocky datang ke acara nol dua (Prabowo Subianto) karena ia diundang dan mendukung (pro) pada gerakan yang diusung oleh Prabowo.

Konteks 2: Rocky tidak pernah diundang dalam acara gerakan nomor urut satu (Jokowi), karena kontra atau tidak sepemikiran dengan Jokowi.

APN/2/SEG.1 Dari acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019. Implikatur pada gaya bahasa Rocky Gerung tersebut dikategorikan ke dalam implikatur percakapan. Pada data tersebut implikatur percakapan terletak pada kalimat „kenapa datang lagi ke nol dua itu. Padahal saya nunggu undangan dari

nol satu’. Dari data di atas, mitra tutur harus mengetahui terlebih dahulu apa

(12)

dua. Nol satu yaitu nomor urut Capres dan Cawapres Jokowi Maruf, sedangkan nol dua Capres dan Cawapres Prabowo Sandi.

Jika dilihat dari konteks sebelumnya di youtube, maka konteks pertama menjelaskan bahwa Rocky datang ke acara nol dua (Prabowo Subianto) karena Rocky mendapat undang dari Capres dan Cawapres Prabowo Sandi serta mendukung (pro) pada gerakan yang diusung oleh Prabowo. Sedangkan konteks kedua menjelaskan bahwa Rocky tidak pernah di undang dalam acara gerakan nomor urut satu yaitu Jokowi, karena Rocky tidak sepemikiran dengan Jokowi.

Tapi saya balik pada soal hari ini yaitu niat pengusaha untuk

menghasilkan ulang Indonesia yang bermutu. Dan saudara Erwin mana

tadi Erwin saya oke Erwin Aksa dua hari ini bikin geger Republik karena

surat yang dia tulis itu tu.

Jenis implikatur: Implikatur percakapan Makna implikatur: Sindiran

Konteks: Dari pernyataan „niat pengusaha untuk menghasilkan ulang

Indonesia yang bermutu. Dan saudara Erwin mana tadi Erwin‟

merupakan penegasan bahwa yang dicontohkan adalah tindakan Erwin Aksa yang mendukung Prabowo Sandi dan berani mengundurkan diri dari Partai Golkar yang mendukung Jokowi. Pernyataan mengenai surat yang di tulis Erwin bikin geger Republik adalah surat pengunduran diri yang di tulis Erwin kepada ketua umum Partai Golkar.

APN/11/SEG.1 Dari acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019. Implikatur pada gaya bahasa Rocky Gerung tersebut dikategorikan ke dalam implikatur percakapan. Pada data tersebut implikatur percakapan terletak pada kalimat Erwin Aksa dua hari ini bikin geger Republik karena surat yang dia tulis itu tu. Jika dilihat dari konteks sebelumnya dalam tuturan Rocky di acara Aliansi

Pengusaha Nasional, Rocky penegasan bahwa yang dicontohkan adalah

tindakan Erwin Aksa yang berani mengambil resiko untuk mendukung Prabowo Sandi.

Data tersebut termasuk implikatur percakapan karena mitra tutur atau masyarakat harus mencari informasi atau mengetahui siapa itu Erwin Aksa. Erwin Aksa merupakan salah satu anggota partai Golkar. Karena tidak sepemikiran dengan partai Golkar yang mendukung Jokowi, maka ia berani

(13)

mengundurkan diri dari Partai Golkar. Dengan menulis surat pengunduran diri kepada ketua umum Partai Golkar.

Tapi bagaimana mungkin mengawasi jari orang kalau orang itu memang

sengaja menyembunyikan identitasnya karena takut dipecat sebagai ASN.

Jenis implikatur: Implikatur percakapan Makna implikatur: Sindiran

Konteks: Konteks di atas menyatakan bahwa pengawasan jari tersebut dalam berkampaye, seorang ASN tidak di perbolehkan mendukung secara terbuka atau berafiliasi dengan salah satu peserta Pemilu. Jika ada seorang ASN yang melanggar aturan tersebut maka sangsinya dipecat dari ASN dan denda jutaan rupiah.

APN/25/SEG.1 Dari acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019. Implikatur pada gaya bahasa Rocky Gerung tersebut dikategorikan ke dalam implikatur percakapan. Pada data tersebut implikatur percakapan terletak pada kalimat „orang itu memang sengaja menyembunyikan identitasnya karena takut di

pecat sebagai ASN’. Untuk memahami implikatur percakapan mitra tutur

harus memahami konteks tuturan yang ada dalam percakapan tersebut. Jika dilihat dari konteks sebelumnya yaitu mengawasi jari orang.

Konteks mengawasi jari orang di atas menyatakan bahwa pengawasan jari tersebut dalam berkampanye, seorang ASN tidak diperbolehkan mendukung secara terbuka atau berafiliasi dengan salah satu peserta Pemilu. Jika ada seorang ASN yang melanggar aturan tersebut maka sangsinya dipecat dari ASN dan denda jutaan rupiah.

Ya sering kali saya di bully lagi kan bahwa kayak kemarin yang di Osaka kemudian jadi viral yang kemarin saya pinjam jaketnya persis jaket begitu ada tulisan nol dua tuh. Saya pakek jaket begituan karena saya habis ceramah di Osaka. Saya kedinginan, maka hanya ada jaket nol dua saya

pinjam jaket itu karena saya kedinginan. Kalau saya kedunguan saya pinjam jaket nol satu.

Jenis implikatur: Implikatur percakapan Makna implikatur: Sindiran

Konteks: Konteks „kalau saya kedunguan saya pinjam jaket nol satu’ artinya bahwa dunggu menurut Rocky adalah kegagalan berpikir runtut. Itu artinya bahwa sindiran kedungguan mengenai nomor Capres dan Cawapres Jokowi Maruf adalah adanya kegagalan atau kekeliruan dalam menjalankan pemerintahan Republik Indonesia saat ini.

(14)

APN/44/SEG.1 Dari acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019. Implikatur pada gaya bahasa Rocky Gerung tersebut dikategorikan ke dalam implikatur percakapan. Pada data tersebut implikatur percakapan terletak pada kalimat „maka hanya ada jaket nol dua saya pinjam jaket itu karena saya

kedinginan. Kalau saya kedunguan saya pinjam jaket nol satu’. Untuk

memahami implikatur percakapan, maka mitra tutur harus memahami terlebih dahulu apa itu kedungguan yang dalam konteks di atas disimbolkan dengan jaket nol satu.

Jika dilihat dari konteks yang sebelumnya Rocky merasa kedinginan maka dia pinjam jaket nol dua itu secara tidak langsung menyatakan bahwa Rocky cenderung memihak dan sepemikiran dengan salah satu Capres dan Cawapres yaitu Prabowo Sandi. Sedangkan “dunggu” atau “kedunguan” merupakan kegagalan berpikir runtut. Itu artinya bahwa kedungguan lebih memihak nomor Capres dan Cawapres Jokowi Maruf karena dianggap ada beberapa bidang yang mengalami kegagalan atau kekeliruan dalam menjalankan pemerintahan Indonesia saat ini.

SIMPULAN

Penelitian ini membahas tentang implikatur pada gaya bahasa Rocky Gerung dalam acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019. Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraiakan di atas dapat disimpulkan bahwa: jenis implikatur yang terdapat dalam acara Aliansi Pengusaha Nasional di youtube tahun 2019 meliputi jenis implikatur konvensional dan jenis implikatur percakapan. Adapun dari 49 data yang diteliti, 22 di antaranya merupakan jenis implikatur konvensional dan 27 data merupakan jenis implikatur percakapan.

DAFTAR PUSTAKA

Cummings Louise. 2010. Pragmatik sebuah Perspektif Multidisipliner. Yogyakarta: Pustaka Pustaka.

Djatmika. 2016. Mengenal Pragmatik Yuk!?. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kridalaksana, Harimurti. 2011. Kamus Linguistik Edisi Keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

(15)

Lubis, Hamid Hasan. 2011. Analisis Wacana Pragmatik. Bandung: Penerbit Angkasa.

Mahsun. 2019. Metode Penelitian Bahasa. Depok: Rajawali Pres.

Nadar, F.X. 2013. Pragmatik & Penelitian Pragmatik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Rohmadi. Muhammad dan Dewa Putu. 2018. Analisis Wacana Pragmatik. Surakarta: Yuma Pustaka.

Yendra. 2016. Mengenal Ilmu Bahasa. Yogyakarta: Deepublish. Yule, George. 2014. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Referensi

Dokumen terkait

Kurangnya kesadaran untuk untuk mencintai dan menggunakan bahasa Indonesia di negeri sendiri akan berdampak lunturnya atau hilangnya bahasa Indonesia dalam pemakaian di

Misi utama pendidikan adalah pewarisan ilmu pengetahuan (Transfer of Knowledge), pewarisan budaya (Transfer of Culture), dan pewarisan nilai (Transfer of Value). Karenanya,

Permasalahan dalam penelitian ini berkenaan dengan intensitas penggunaan kata serapan dari bahasa Ingris di dalam surat kabar, eksistensi kosakata terdesak oleh

Mengungkapkan bahasa usia 5-6 tahun, yaitu menjawab pertanyaan yang lebih kompleks, menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi yang sama, berkomunikasi secara

Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa sekalipun guru telah memahami pentingnya aspek budaya untuk meningkatkan pemaknaan siswa terhadap wacana ataupun teks

Dalam BIPA, tidak hanya interaksi persoalan bahasa yang menjadi penunjang komunikasi tetapi juga pemahaman atas budaya menjadi pendukung lancarnya proses berkomunikasi baik

Terdapat hubungan yang signifikan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan budaya Organisasi secara bersama-sama dengan Motivasi Kerja Guru di Sekolah Menengah Atas

Salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan kosakata anak salah satunya adalah bermain teka-teki, karena sesuai kebutuhan anak usia dini yaitu