• Tidak ada hasil yang ditemukan

METABAHASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "METABAHASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

METABAHASA

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

METABAHASA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Journal homepage: http://journal.stkipyasika.ac.id/index.php/metabahasa

Journal Email: [email protected] PISSN: 2656-5315 EISSN: 2656-5579

KOSAKATA YANG TERDESAK OLEH KATA SERAPAN DARI BAHASA INGGRIS DAN PEMANFAATAN HASILNYA UNTUK

MENYUSUN BAHAN PEMBELAJARAN

TRIWAHYU PUSPA HUDA STKIP Yasika Majalengka

[email protected]

ABSTRACT

The problem in this study concerns the intensity of the use of absorbed words from English in the newspapers, the existence of vocabulary pushed by the use of absorbed words from English, and the effort to maintain the existence of urged vocabulary. Based on these problems, the findings obtained from this study included as many as 20 absorbed words from English in the newspaper. This shows that there are still many uses of absorbed kata from English; a total of 20 absorbed words from English in the newspaper have an equivalent word in Indonesian. However, the equivalent of these words is not used in the newspaper so that the existence of the equivalent word will experience a shift in position or in other words, become pressed and then disappear if not used; design of learning materials using integrative methods.

Keywords: absorption words, urged vocabulary, teaching materials

ABSTRAK

Permasalahan dalam penelitian ini berkenaan dengan intensitas penggunaan kata serapan dari bahasa Ingris di dalam surat kabar, eksistensi kosakata terdesak oleh penggunaan kata serapan dari bahasa Inggris, dan upaya pemertahanan eksistensi kosakata terdesak. Berdasarkan persoalan tersebut, temuan yang didapat dari penelitian ini meliputi sebanyak 20 kata serapan dari bahasa Inggris ada dalam surat kabar. Hal ini menunjukkan masih banyaknya penggunaan kata serapan dari bahasa Inggris; sejumlah 20 kata serapan dari bahasa Inggris dalam surat kabar tersebut memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia. Namun, padanan kata-kata itu tidak

Article Received: 01 April 2017, Review process: 06 April 2018, Accepted: 05 Mei 2018, Article published: 30 Juni 2018

(2)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

digunakan dalam surat kabar tersebut sehingga eksistensi padanan kata tersebut akan mengalami pergeseran kedudukan atau dengan kata lain, menjadi terdesak dan kemudian hilang jika tidak digunakan; rancangan bahan pembelajaran menggunakan metode integratif.

Kata kunci : kata serapan, kosakata terdesak, bahan ajar

PENDAHULUAN

Bahasa memiliki sifat dinamis. Bahasa akan selalu tumbuh dan kembang mengikuti perkembangan penutur bahasanya. Pertumbuhan dan perkembangan bahasa itu akan dialami pula oleh bahasa Indonesia. Dengan adanya pertumbuhan dan perkembangan bahasa, pengaruh kosakata dari bahasa lain sangat memungkinkan untuk terjadi. Bahkan, masuknya kosakata itu seperti tidak dapat dihindari.

Banyak sedikitnya kosakata dari bahasa asing itu masuk ke suatu bangsa akan menentukan maju tidaknya bangsa tersebut. Bangsa yang maju akan sedikit menyerap istilah dari bahasa bangsa lain yang lebih maju. Sementara itu, kosakata asing yang masuk ke Indonesia dan digunakan oleh masyarakat bahasa dinamakan kata serapan. Kata serapan ini dapat berasal dari bahasa Sansekerta, Arab, Portugis, Belanda, dan Inggris.

Indonesia yang sebagai salah satu negara transit sekaligus negara bekas jajahan, akan sangat memungkinkan untuk terjadinya kosakata asing masuk ke Indonesia. Dengan kata lain, kosakata asing itu dipinjam atau diserap oleh bahasa Indonesia. Untuk mengetahui seberapa banyaknya kosakata serapan itu masuk ke Indonesia, maka peneliti tertarik untuk mengkajinya. Hal ini disebabkan adanya kekhawatiran peneliti mengenai kosakata Indonesia yang akan terdesak dan kosakata yang terdesak tersebut akan menjadi semakin terdesak ketika masyarakat bahasa benar-benar jarang menggunakannya. Bahkan, kosakata tersebut akan hilang di peredaran penutur bahasa. Setelah peneliti menemukan kosakata serapan di dalam surat kabar, peneliti mencoba mempertahankan eksistensi kosakata terdesak itu dengan cara memanfaatkan hasilnya untuk menyusun bahan pembelajaran kosakata.

Menurut Pateda (2007) kosakata hanya butir-butir leksikal berupa morfem dasar (bebas dan terikat) dan morfem gabungan dalam bentuk kata berimbuhan, berulang, atau majemuk. Sementara itu, Kridalaksana (Pateda, 2007, hlm. 7) menyatakan bahwa kosakata merupakan sejumlah kata dari suatu bahasa yang disusun secara

(3)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

alfabetis dengan sejumlah penjelasan maknanya layaknya sebuah kamus. Maka, kosakata adalah sejumlah kata dari suatu bahasa yang berupa morfem dasar dan morfem gabungan, yang disusun secara alfabetis beserta dengan penjelasan maknanya layaknya sebagai kamus.

Sebagai bahasa yang terus tumbuh dan berkembang, bahasa Indonesia juga menerima serapan atau menyerap unsur dari pelbagai bahasa. Pengambilan itu dilakukan sejak awal perkembangannya hingga saat ini, bukan hanya dari bahasa asing, tetapi juga dari bahasa daerah. Bahasa yang menjadi sumber pengambilan kata-kata bahasa Indonesia di antaranya bahasa Sansekerta, bahasa Arab, bahasa Belanda, bahasa Inggris, bahasa Persia, bahasa Cina, dll. (Sudarto, 1992). Akan tetapi, fokus penelitian ini pada kosakata bahasa Indonesia yang terdesak oleh kosakata bahasa Inggris. Fungsi kata serapan di dalam bahasa Indonesia adalah untuk memperkaya ragam bahasa Indonesia dan memberikan pengetahuan tentang bahasa asing kepada pengguna bahasa Indonesia.

Ada beberapa proses masuknya bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia, yaitu (a) adopsi, proses terserapnya bahasa asing karena pemakai bahasa tersebut mengambil kata bahasa asing yang memiliki makna sama secara keseluruhan tanpa mengubah lafal atau ejaannya. Contoh proses ini adalah hotdog, shuttle cock, reshuffle, plaza, supermarket, dll. (b) adaptasi, proses diserapnya bahasa asing akibat pemakai bahasa mengambil kata bahasa asing, tetapi ejaan atau cara penulisannya berbeda dan disesuaikan dengan aturan bahasa Indonesia. Contoh proses adaptasi ini, yaitu kata benda berakhiran –ie dan –y; kata benda berakhiran – sie dan –sion. (c) pungutan, proses masuknya bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia yang terjadi akibat pemakai bahasa mengambil konsep dasar yang ada dalam bahasa sumbernya, kemudian dicarikan padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Cara ini disebut juga dengan konsep terjemahan di mana kata serapan dihasilkan dengan cara menerjemahkan kata/istilah tersebut tanpa mengubah makna kata tersebut. Contoh proses ini, yaitu spare part = suku cadang; Try Out = uji coba

Berdasarkan hal tersebut, kajian ini memfokuskan pada beberapa rumusan masalah, meliputi (1) Berapa banyak penggunaan kata serapan dari bahasa Inggris di dalam surat kabar? (2) Bagaimana kosakata yang terdesak oleh penggunaan kata serapan dari bahasa Inggris tersebut? (3) Bagaimana penggunaan kosakata yang terdesak tersebut dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran kosakata?

(4)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini berupaya merancang atau merumuskan bahan pembelajaran kosakata untuk peserta didik SMP guna memenuhi keberadaan bahan ajar yang memfokuskan pada kosakata Indonesia dan mempertahankan eksistensi kosakata terdesak. Penelitian ini pun menggunakan metode deskriptif. Hal ini disebabkan penelitian berkaitan dengan pengumpulan data yang bertujuan memberikan gambaran suatu gejala atau fenomena yang ada sebagaimana Darmadi (2011) mengungkapkan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang berkaitan dengan pengumpulan data untuk memberikan gambaran suatu gejala dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan subjek penelitiannya.

Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik dokumenter. Teknik observasi dapat diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian (Margono, 2004). Sementara itu, teknik dokumenter adalah cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis seperti arsip, termasuk juga buku tentang teori, pendapat, dalil, hukum (Margono, 2004).

Adapun, sumber data yang digunakan sebagai berikut.

Nama Koran : Radar Cirebon

Waktu Terbit : Minggu, 7 Februari 2016 Judul Artikel :

Teks 1 : “Kalau Nakal, Hukumannya Harus di Episode yang Sama”

Teks 2 : “Ahmad Musadeq Instruksikan Perang”

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : desain

Kalimat : Proses praproduksi kelahiran kembali Si Unyil meliputi desain

penciptaan karakter, desain modeling, dan desain lingkungan. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : (1) kerangka bentuk; rancangan (2) motif; corak Makna kata dalam Kalimat : rancangan

Makna KBBI dan Kalimat : sama

3. Padanan kata : rancangan

4. Kata turunan : rancangan, merangcang, dirancang, perancangan, berancang, perancang

5. Kata yang mungkin terdesak : rancangan

(5)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : mendeteksi

Kalimat : Polri mendeteksi ada instruksi Ahmad Musadeq terkait perang.

(Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : usaha menemukan dan menentukan keberadaan, anggapan, atau kenyataan

Makna kata dalam Kalimat : menemukan Makna KBBI dan Kalimat : sama

3. Padanan kata :menemukan; mengindra

4. Kata turunan : penemuan, ditemukan, bertemu, pertemuan

5. Kata yang mungkin terdesak : menemukan

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : direktur

Kalimat : Direktur sosial dan budaya sempat membuat Ahmad Musadeq mengakui kesalahannya (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : (1) pemimpin tertinggi dalam suatu perusahaan;

(2) kepala direktorat (dalam departemen); (3) orang yang bertugas memberikan bimbingan melalui pengarahan

Makna kata dalam Kalimat : Kepala direktorat Makna KBBI dan Kalimat : sama

3. Padanan kata : Pimpinan

4. Kata turunan : memimpin, dipimpin, terpimpin

5. Kata yang mungkin terdesak : pimpinan

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : diskusi

Kalimat : Ketika diskusi antara Shelvy dan Suyadi itu berlangsung rencana tersebut baru masuk tahap awal riset. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : perundingan untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah

Makna kata dalam Kalimat : pembicaraan Makna KBBI dan Kalimat : berbeda

3. Padanan kata : Perbincangan

4. Kata turunan : bincang-bincang

5. Kata yang mungkin terdesak : perbincangan

(6)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : durasi

Kalimat : Durasi per episode sekitar 22 menit. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : perundingan untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah

Makna kata dalam Kalimat : pembicaraan Makna KBBI dan Kalimat : berbeda

3. Padanan kata : Perbincangan

4. Kata turunan : bincang-bincang

5. Kata yang mungkin terdesak : perbincangan

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : episode

Kalimat : Selain itu, jika dalam satu episode Si Unyil atau teman-temannya berbuat nakal, hukumannya harus ada di episode yang sama. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : (1) bagian riwayat/peristiwa (yang seakan-akan berdiri sendiri); (2) seri cerita

Makna kata dalam Kalimat : bagian Makna KBBI dan Kalimat : sama

3. Padanan kata : adegan

4. Kata turunan : beradegan; pengadegan

5. Kata yang mungkin terdesak : adegan

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : Fatwa

Kalimat : Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan masuk dalam pendapat saksi ahli. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : (1) jawab (keputusan, pendapat) yang diberikan oleh

mufti tentang suatu masalah; (2) nasihat orang alim; pelajara baik;

petuah

Makna kata dalam Kalimat : Keputusan Makna KBBI dan Kalimat : sama

3. Padanan kata : keputusan

4. Kata turunan : diputuskan, memutuskan, terputus

5. Kata yang mungkin terdesak: keputusan

(7)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : indikasi

Kalimat : Bila ternyata benar, artinya hal tersebut menguatkan indikasi untuk membuat negara (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016) 2. Makna kata dalam KBBI : petunjuk; tanda-tanda

Makna kata dalam Kalimat : tanda-tanda

Makna KBBI dan Kalimat : sama

3. Padanan kata : petunjuk

4. Kata turunan : menunjukkan, ditunjuk, menunjuk, pertunjukan

5. Kata yang mungkin terdesak : petunjuk

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : instruksi

Kalimat : Polri mendeteksi ada instruksi Ahmad Musadeq terkait perang.

(Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : (1) perintah atau arahan (untuk melakukan suatu

pekerjaan atau melaksanakan suatu tugas); (2) pelajaran;

petunjuk Makna kata dalam Kalimat : perintah

Makna KBBI dan Kalimat : sama

3. Padanan kata : perintah

4. Kata turunan : memerintahkan, diperintahkan

5. Kata yang mungkin terdesak : perintah

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : kasus

Kalimat : Badrodin menjelaskan, tentunya semua itu akan menjadi pertimbangan

penyidik dalam mengusut kasus tersebut. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : keadaan yang sebenarnya dari suatu urusan atau

perkara; keadaan atau kondisi khusus yang berhubungan dengan seseorang atau suatu hal

Makna kata dalam Kalimat : masalah, perkara Makna KBBI dan Kalimat : sama

3. Padanan kata : masalah, persoalan, perkara

4. Kata turunan : permasalahan, dimasalahkan, bermasalah

5. Kata yang mungkin terdesak : permasalahan atau masalah

(8)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : privasi

Kalimat : Untuk alasan privasi dan ketenangan dalam bekerja, Shelvy tidak bersedia membeberkan nama-nama lima studio itu. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : kebebasan; keleluasaan pribadi Makna kata dalam Kalimat : kebebasan

Makna KBBI dan Kalimat : sama

3. Padanan kata : kebebasan

4. Kata turunan : pembebasan, dibebaskan, terbebas, terbebaskan, membebaskan

5. Kata yang mungkin terdesak : kebebasan

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : kepopuleran

Kalimat : Susah mencari artis yang bisa mengalahkan kepopuleran Si Unyil.

(Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : perihal (yang bersifat, berciri) populer Makna kata dalam Kalimat : ketenaran

Makna KBBI dan Kalimat : berbeda

3. Padanan kata : terkenal

4. Kata turunan : berkenalan, mengenal, berkenal-kenalan, kenal-

mengenal, mengenali, memperkenalkan, kenalan, pengenal

5. Kata yang mungkin terdesak : terkenal

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : memproduksi

Kalimat : Nanti yang dimaksud Suyadi itu merujuk ke rencana Perum

Produksi Film Negara (PFN) yang dipimpin Shelvy untuk memproduksi versi animasi tiga dimensi (3D) Si Unyil. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : (1) proses mengeluarkan hasil; penghasilan (2) hasil; (3) pembuatan

Makna kata dalam Kalimat : menghasilkan Makna KBBI dan Kalimat : sama

3. Padanan kata : menghasilkan

4. Kata turunan : dihasilkan, penghasilan, berhasil

5. Kata yang mungkin terdesak : menghasilkan

(9)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : riset

Kalimat : Ketika diskusi antara Shelvy dan Suyadi itu berlangsung rencana tersebut baru masuk tahap awal riset. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : (1) penyelidikan (penelitian) suatu masalah secara bersistem kritis dan ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan & penyelidikan.

Makna kata dalam Kalimat : penyelidikan Makna KBBI dan Kalimat : sama

3. Padanan kata : penelitian

4. Kata turunan : diteliti, meneliti, peneliti

5. Kata yang mungkin terdesak : penelitian

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : sanksinya

Kalimat : Tujuannya, terang Shelvy, anak-anak tidak mencontoh kenakalan Si Unyil

dengan mengetahui sanksinya karena tidak ketinggalan di episode berikutnya.(Sumber:

Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : (1) tanggungan (tindakan, hukuman, dsb) untuk memaksa

orang menepati perjanjian atau menaati ketentuan undang-undang (anggaran dasar, perkumpulan, dsb) (2) tidakan (mengenai perekonomian dsb) sebagai hukuman kepada suatu negara.

Makna kata dalam Kalimat : hukuman Makna KBBI dan Kalimat : berbeda

3. Padanan kata : hukuman

4. Kata turunan : menghukum, dihukum, terhukum, berhukum, menghukumkan

5. Kata yang mungkin terdesak: hukuman

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : serial

Kalimat : Tampilan serial Si Unyil dan kawan-kawan versi baru ini bakal mirip

serial Adit & Sopo Jarwo atau Keluarga Somat yang tengah tayang di televisi. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : berturut-turut; berurutan; bersambungan Makna kata dalam Kalimat : berurutan

Makna KBBI dan Kalimat : sama

3. Padanan kata : bersambungan, berantai

4. Kata turunan : disambungkan, bersambung, tersambung,

penyambung dirantaikan, merantaikan, merantai, terantai

5. Kata yang mungkin terdesak : berantai

(10)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : solusi

Kalimat : Namun, begitu tetap harus dicarikan solusi agar tidak kembali terulang. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : (1) penyelesaian; pemecahan (masalah dsb);

jalan keluar Makna kata dalam Kalimat : jalan keluar

Makna KBBI dan Kalimat : sama

3. Padanan kata : penyelesaian

4. Kata turunan : diselesaikan, menyelesaikan

5. Kata yang mungkin terdesak : penyelesaian

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : studio

Kalimat : Untuk alasan privasi dan ketenangan dalam bekerja, Shelvy tidak

bersedia membeberkan nama-nama lima studio itu. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : (1) ruang tempat bekerja (bagi pelukis, tukang

foto, dsb); (2) ruang yang dipakai untuk menyiarkan acara radio atau televisi; (3) tempat yang dipakai untuk pengambilan film (untuk bioskop dsb)

Makna kata dalam Kalimat : tempat pengambilan film Makna KBBI dan Kalimat : sama

3. Padanan kata : atelir

4. Kata turunan : -

5. Kata yang mungkin terdesak : atelir

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : diverfikasi

Kalimat : Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menuturkan keterangan Musadeq

terkait perang itu memang ditemukan dan akan diverifikasi kebenarannya. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : pemeriksaan tentang benar tidaknya laporan, perhitungan uang, dsb.

Makna kata dalam Kalimat : dibuktikan Makna KBBI dan Kalimat : berbeda

3. Padanan kata : konfirmasi

4. Kata turunan : mengonfirmasi, dikonfirmasi, mengonfirmasikan

5. Kata yang mungkin terdesak : konfirmasi

(11)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

B. Rangkuman Hasil Analisis

Kata Serapan dan Makna Kata dalam KBBI 1. Desain : (1) kerangka bentuk; rancangan (2) motif; corak

2. Deteksi : usaha menemukan dan menentukan keberadaan, anggapan, atau kenyataan

3. Direktur : (1) pemimpin tertinggi dalam suatu perusahaan (2) kepala sekolah menengah

(3) kepala direktorat (dalam departemen)

(4) orang yang bertugas memberikan bimbingan melalui pengarahan 4. Diskusi : perundingan untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah

5. Durasi : (1) lamanya sesuatu berlangsung; rentang waktu

(2) lamanya suatu bunyi diartikulasikan (dalam urutan waktu) 6. Episode : (1) bagian riwayat/peristiwa (yang seakan-akan berdiri sendiri)

(2) seri cerita

7. Fatwa : (1) jawab (keputusan, pendapat) yang diberikan oleh mufti tentang suatu

masalah; (2) nasihat orang alim; pelajaran baik; petuah 8. Indikasi : petunjuk; tanda-tanda

9. Instruksi : (1) perintah atau arahan (untuk melakukan suatu pekerjaan atau melaksanakan suatu tugas); (2) pelajaran; petunjuk

10. Kasus : keadaan yang sebenarnya dari suatu urusan atau perkara; keadaan atau

ANALISIS DATA

Nama : Triwahyu Puspa Huda

1. Data : versi

Kalimat : Nanti yang dimaksud Suyadi itu merujuk ke rencana Perum Produksi

Film Negara (PFN) yang dipimpin Shelvy untuk memproduksi versi animasi tiga dimensi (3D) Si Unyil. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)

2. Makna kata dalam KBBI : (1) bentuk terjemahan cerita, buku, dsb dalam bahasa lain. (2) model; menurut cara Makna kata dalam Kalimat : model

Makna KBBI dan Kalimat : sama

3. Padanan kata : jenis, corak, ala, tipe

4. Kata turunan : penjenisan, menjeniskan, jenisan, sejenis

5. Kata yang mungkin terdesak : tipe; corak

(12)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

kondisi khusus yang berhubungan dengan seseorang atau suatu hal 11. Populer : dikenal dan disukai orang banyak (umum), disukai dan dikagumi

orang

banyak

12. Privasi : kebebasan; keleluasaan pribadi 13. Produksi : proses mengeluarkan hasil; hasil

14. Riset : (1) penyelidikan (penelitian) suatu masalah secara bersistem kritis dan

ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan & penyelidikan.

15. Sanksi : (1) tanggungan (tindakan, hukuman, dsb) untuk memaksa orang menepati

perjanjian atau menaati ketentuan undang-undang (anggaran dasar, perkumpulan, dsb) (2) tindakan (mengenai perekonomian dsb) sebagai

hukuman kepada suatu negara.

16. Serial : berturut-turut; berurutan; bersambungan

17. Solusi : (1) penyelesaian; pemecahan (masalah dsb); jalan keluar 18. Studio : (1) ruang tempat bekerja (bagi pelukis, tukang foto, dsb)

(2) ruang yang dipakai untuk menyiarkan acara radio atau televisi (3) tempat yang dipakai untuk pengambilan film (untuk bioskop dsb) 19. Verifikasi : pemeriksaan tentang benar tidaknya laporan, perhitungan uang, dsb.

20. Versi : (1) bentuk terjemahan cerita, buku, dsb dalam bahasa lain.

(2) model; menurut cara

(13)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

C. Pembahasan Hasil Analisis

(14)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

D. MODEL (BAHAN KEGIATAN) PEMBELAJARAN 1. Rancangan

Rancangan yang digunakan dalam pembelajaran kosakata ini adalah rancangan dengan metode integratif. Guru terlebih dahulu menyusun atau menyajikan bahan ajar dengan menggabungkan seluruh aspek keterampilan berbahasa guna menunjang keberhasilan kompetensi yang telah ditentukan. Kompetensi yang dimaksud adalah penggunaan kosakata bahasa Indonesia di dalam kehidupan sehari-hari.

Berkaitan dengan hal itu, peneliti menyusun bahan ajar yang dimaksud sebagai berikut.

a. Rancangan Bahan Ajar 1. Rancangan

Kata turunan: merancang, dirancang, perancangan, perancang Contoh Kalimat:

- Merancang, Raffi telah merancang busana pesta.

- Dirancang, Tempat wisata itu dirancang oleh perancang profesional.

- Perancangan, Perancangan hotel baru itu telah selesai.

- Perancang, Perancang kebaya kutu buku modern ini adalah Ivan Gunawan.

- Rancangan, Rancangan bangunan itu sangat unik.

2. Menemukan

Kata turunan: penemuan, ditemukan, bertemu, pertemuan, menemukan Contoh Kalimat:

- penemuan, Penemuan benda-benda fosil telah dilaksanakan sejak 1 Maret 2016.

- ditemukan, Barang bukti itu ditemukan tak jauh dari tempat kejadian perkara.

- bertemu, Indonesia akan bertemu dengan Malaysia dalam pertandingan sepak

bola FIFA.

- pertemuan, Pertemuan kemarin menghasilkan kesepakatan antarnegara bagian

barat.

- menemukan, Randi menemukan harta karun di dalam gua.

3. Pimpinan

(15)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

Kata turunan: memimpin, dipimpin, terpimpin, pimpinan Contoh Kalimat:

- memimpin, Presiden Joko Widodo telah memimpin kurang lebih satu tahun.

- dipimpin, Rapat ini akan dipimpin oleh Ketua Prodi Bahasa Indonesia.

- terpimpin, Ruangan ini terpimpin oleh Syarif.

- pimpinan, Piala ini berhasil diraih berkat pimpinan Bapak Lucky.

4. Perbincangan

Kata turunan: bincang-bincang, perbincangan Contoh Kalimat:

- bincang-bincang, Bincang-bincang antara kepala desa dan warga desa sangat

ramai.

- perbincangan, Perbincangan di antara mereka penuh dengan konflik.

5. Tempo

Kata turunan: bertempo, tempo Contoh Kalimat:

- bertempo, Kredit motor ini bertempo lima tahun

- tempo, Dia memberi pinjaman uang dengan tempo dua bulan.

6. Adegan

Kata turunan: beradegan, adegan Contoh Kalimat:

- beradegan, Dia beradegan sebagai orang tua yang dermawan.

- adegan, Adegan itu sangat ekstrim.

7. Keputusan

Kata turunan: diputuskan, memutuskan, terputus, keputusan Contoh Kalimat:

- diputuskan, Kabel itu sengaja diputuskan olehnya demi keselamatannya.

- memutuskan, Kami telah memutuskan untuk melanjutkan sekolah tingkat

tinggi.

- terputus, Jembatan itu terputus karena terjangan banjir.

- keputusan, Keputusan walikota terhadap masalah kemacetan sangat tidak masuk akal.

(16)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

8. Petunjuk

Kata turunan: menunjukkan, ditunjuk, menunjuk, pertunjukan, petunjuk Contoh Kalimat:

- menunjukkan, Saya akan menunjukkan kepada kamu alamat rumah Tika.

- ditunjuk, Pak Randi ditunjuk sebagai ketua kelompok.

- menunjuk, Dia telah menunjuk orang yang salah.

- pertunjukan, Pertunjukan teater koma sangat memukau - petunjuk, Bacalah petunjuk penggunaan obat itu.

9. Perintah

Kata turunan: memerintah, diperintahkan, perintah Contoh Kalimat:

- memerintah, Pimpinan itu telah memerintah bawahannya untuk menghubungi tamunya.

- diperintahkan, Maulana datang ke hotel karena telah diperintahkan oleh atasannya.

- perintah, Perintah orang tua itu haruslah dilaksanakan.

10. Masalah

Kata turunan: bermasalah, permasalahan, masalah Contoh Kalimat:

- bermasalah, Internet di ruang ini sedang bermasalah sehingga pengguna

tidak dapat mengaksesnya.

- permasalahan, Permasalahan ini akan terselesai jika kedua pihak saling memaafkan.

- masalah, Masalah kemacetan Jakarta masih belum juga dapat diatasi.

11. Terkenal

Kata turunan: dikenal, mengenal, mengenalkan, terkenal Contoh Kalimat:

- dikenal, Cirebon dikenal dengan Kota Wali.

- mengenal, Sebagai warga Indonesia, kita harus mengenal budayanya.

- mengenalkan, Kami akan mengenalkan kamu dengan pimpinan baru.

(17)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

- terkenal, Indonesia terkenal dengan kekayaan budaya dan bahasanya.

12. Kebebasan

Kata turunan: pembebasan, dibebaskan, kebebasan Contoh Kalimat:

- pembebasan, Pembebasan lahan itu mengakibatkan perselisihan.

- dibebaskan, Warga kurang mampu akan dibebaskan biaya kesehatan.

- kebebasan, Kebebasan kami ada di tangan Anda.

13. Hasil

Kata turunan: penghasilan, menghasilkan, hasil Contoh Kalimat:

- penghasilan, Penghasilan kedua orang tua itu mampu menyekolahkan

kedua anaknya hingga perguruan tinggi.

- menghasilkan, Indonesia pada tahun 2020 akan menghasilkan generasi berkarakter.

- hasil, Hasil panen tahun ini meningkat drastis.

14. Penelitian

Kata turunan: diteliti, meneliti, peneliti, penelitian Contoh Kalimat:

- diteliti, Laporan ini akan diteliti oleh guru dengan saksama.

- meneliti, Pada 9 Maret 2016 wisatawan akan meneliti gerhana matahari total (GMT).

- peneliti, Peneliti berusaha melaporkan hasil temuannya.

- penelitian, Penelitian kualitatif sangat disarankan untuk mahasiswa S1.

15. Hukuman

Kata turunan: menghukum, dihukum, terhukum, penghukuman, hukuman Contoh Kalimat:

- menghukum, Polisi menghukum siswa tawuran itu di lapangan.

- dihukum, Dia dihukum atas kesalahannya.

- terhukum, Mereka terhukum karena kesalahpahaman.

(18)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

- penghukuman, Penghukuman kepada kedua napi akan dilaksanakan.

- hukuman, Saya merasa hukuman kepada dirinya begitu tidak adil.

Tugas !

A. Buatlah kalimat dengan menggunakan kata-kata berikut.

1. Kata serapan yang dipakai desain.

merancang, dirancang, perancangan, perancang, rancangan

merancang, ...

dirancang, ...

perancangan, ...

perancang, ...

rancangan, ...

2. Kata serapan yang dipakai deteksi.

penemuan, ditemukan, bertemu, pertemuan, menemukan

penemuan, ...

ditemukan, ...

bertemu, ...

pertemuan, ...

menemukan, ...

3. Kata serapan yang dipakai direktur.

memimpin, dipimpin, terpimpin, pimpinan

memimpin, ...

dipimpin,

terpimpin, ...

pimpinan, ...

4. Kata serapan yang dipakai diskusi.

bincang-bincang, perbincangan bincang-

bincang,...

perbincangan, ...

5. Kata serapan yang dipakai durasi.

Bertempo, tempo

bertempo, ...

tempo, ...

(19)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

6. Kata serapan yang dipakai episode.

Beradegan, pengadegan, adegan

beradegan, ...

pengadegan, ...

adegan, ...

7. Kata serapan yang dipakai fatwa.

Diputuskan, memutuskan, terputus, keputusan

diputuskan, ...

memutuskan, ...

terputus, ...

keputusan, ...

8. Kata serapan yang dipakai indikasi.

Menunjukkan, ditunjuk, menunjuk, pertunjukan, petunjuk

menunjukkan, ...

ditunjuk, ...

menunjuk, ...

pertunjukan, ...

petunjuk, ...

9. Kata serapan yang dipakai instruksi.

Memerintah, diperintahkan, perintah

memerintah, ...

diperintahkan, ...

perintah, ...

10. Kata serapan yang dipakai kasus.

Bermasalah, permasalahan, masalah

bermasalah, ...

permasalahan, ...

masalah, ...

2. Pelaksanaan

Dalam melaksanakan pembelajaran kosakata dengan model integratif, guru terlebih dahulu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Hal ini guna menunjang keberhasilan kompetensi yang dimaksud. Rencana pelaksaan pembelajaran ini harus disesuaikan dengan model integratif. Model integratif ini

(20)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

memang dirancang untuk meningkatkan kedalaman dan keluasaan pengetahuan kosakata siswa sekaligus mendukung pencapaian kompetensi lain.

Model integratif ini dapat dilaksanakan dengan dua tahap, yaitu tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan. Pada tahap pertama, guru perlu mengidentifikasi jumlah dan kesulitan kosakatanya. Kemudian, guru perlu menetapkan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, kegiatan belajar, sumber dan media belajar, termasuk di dalamnya menyediakan bahan ajar (modul).

Selanjutnya pada tahap kedua, tahap pelaksanaan, tahap ini menjadi inti pembelajaran kosakata ini. Pada tahap kedua ini, siswa mulai diaktifkan dengan cara membaca modul. Kemudian, menyimak penjelasan guru tentang materi. Lalu, siswa mencoba menyelesaikan tugasnya sesuai dengan aturan dan paparan guru.

Setelah itu, siswa menyampaikan hasil pekerjaanya di depan kelas dan siswa lain menyimaknya. Guru menanggapi dan menilai hasil kerja siswa.

3. Evaluasi dan Penilaian

Evaluasi yang dikembangkan dalam pembelajaran ini, yaitu evaluasi proses dan produk. Sementara itu, penilaian yang digunakan adalah penilaian proses dan produk.

a. Penilaian Proses

Penilaian ini digunakan guru untuk menilai kegiatan berbahasa siswa selama proses pembelajaran. Guru mengamati kegiatan siswa selama proses pembelajaran dengan memberikan penilaian pada format yang tersedia. Aspek yang dinilai adalah analisis kata asal, makna kata, pembuatan kalimat dari kata asal.

b. Penilaian Produk

Penilaian ini digunakan guru untuk mengukur penguasaan atau kompetensi siswa setelah menerima pembelajaran. Kompetensi yang dimaksud, yaitu penguasaan kosakata. Penilaian ini dilakukan dengan memberi tes kepada siswa di akhir pembelajaran. Aspek yang akan dinilai, yakni kata asal, makna kata, dan pemakaian kata menjadi kalimat.

SIMPULAN

Simpulan yang dapat dihimpun dari penelitian ini sebagai berikut.

a. Kosakata serapan dari bahasa Inggris yang terdapat di dalam surat kabar Radar Cirebon terbit 7 Februari 2016 dengan judul artikel “Kalau Nakal, Hukumannya Harus di Episode yang Sama” dan “Ahmad Musadeq Instruksikan Perang” telah

(21)

Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka

ditemukan sebanyak 20 kosakata. Hal ini menandakan bahwa surat kabar atau media cetak banyak menggunakan kosakata serapan dari bahasa Inggris.

b. Berdasarkan hasil analisis data, 20 kosakata serapan bahasa Inggirs di dalam surat kabar tersebut memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia. Artinya, kosakata bahasa Indonesia akan mengalami pergeseran kedudukan atau dengan kata lain kosakata tersebut akan terdesak. Dengan terdesaknya kosakata tersebut, maka eksistensi kosakatanya akan dipertanyakan.

c. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti mencoba merancang bahan dan kegiatan pembelajaran kosakata guna mempertahankan eksistensi kosakata yang terdesak tersebut. Rancangan tersebut dengan menggunakan metode integratif.

DAFTAR PUSTAKA

Chaer, Abdul. 2007. Leksikologi & Leksikografi Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

---. 2009. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Darmadi, Hamid. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Keraf, Gorys. 1984. Tatabahasa Indonesia. Flores: Nusa Indah.

Margono. 2004. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Parera, Jos Daniel. 2010. Morfologi Bahasa Edisi Kedua. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Pateda, Mansoer. 2010. Semantik Leksikal Edisi Kedua. Jakarta: Rineka Cipta.

Rachmawati, W.S. 2004. Anatomi Buku Ajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Suprijono, Agus. 2013. Cooperative Learning Teori & Aplikasi Paikem. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Syamsuddin dan Vismaia S. D. 2011. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa.

Bandung: Remaja Rosdakarya.

Subana dan Sunarti. 2011. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia Berbagai Pendekatan, Metode Teknik, dan Media Pengajaran. Bandung: Pustaka Setia.

Referensi

Dokumen terkait

Sikap Tanggung jawab, peduli sesama, dan menghargai orang lain yang terdapat dalam kumpulan cerpen Guruku Superhero merupakan contoh dari nilai moral hubungan manusia

Etos kerja tenaga pendidik dan kependidikan dalam meningkatkan kecerdasan peserta didik merupakan gejala sosial (social action) yakni interaksi antara tenaga pendidik dan

Teks fabel merupakan materi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah. Di dalam Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, teks

Kedua, tuturan ilokusi tidak langsung literal, maksudnya adalah tindak tutur ilokusi yang digunakan oleh penutur atau dalam penelitian ini akun media sosial

Dengan prosedur yang sesuai dengan apa yang terdapat dalam pembelajaran kooperatif baik dari segi perencanaan hingga tahap pelaksanaan dapat diketahui bahwa model

Setelah melakukan penelitian dan melakukan pengolahan data hasil penelitian, maka dapat ditarik beberapa simpulan (1) bentuk pelanggaran prinsip kerja sama yang

Percakapan antara Ayah dan Wati mengandung implikatur yang bermakna “perintah memijat kaki”. Jika dilihat dari percakapan di atas, tidak ada bentuk kalimat

Dalam BIPA, tidak hanya interaksi persoalan bahasa yang menjadi penunjang komunikasi tetapi juga pemahaman atas budaya menjadi pendukung lancarnya proses berkomunikasi baik