Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
METABAHASA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
METABAHASA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Journal homepage: http://journal.stkipyasika.ac.id/index.php/metabahasa
Journal Email: [email protected] PISSN: 2656-5315 EISSN: 2656-5579
KOSAKATA YANG TERDESAK OLEH KATA SERAPAN DARI BAHASA INGGRIS DAN PEMANFAATAN HASILNYA UNTUK
MENYUSUN BAHAN PEMBELAJARAN
TRIWAHYU PUSPA HUDA STKIP Yasika Majalengka
ABSTRACT
The problem in this study concerns the intensity of the use of absorbed words from English in the newspapers, the existence of vocabulary pushed by the use of absorbed words from English, and the effort to maintain the existence of urged vocabulary. Based on these problems, the findings obtained from this study included as many as 20 absorbed words from English in the newspaper. This shows that there are still many uses of absorbed kata from English; a total of 20 absorbed words from English in the newspaper have an equivalent word in Indonesian. However, the equivalent of these words is not used in the newspaper so that the existence of the equivalent word will experience a shift in position or in other words, become pressed and then disappear if not used; design of learning materials using integrative methods.
Keywords: absorption words, urged vocabulary, teaching materials
ABSTRAK
Permasalahan dalam penelitian ini berkenaan dengan intensitas penggunaan kata serapan dari bahasa Ingris di dalam surat kabar, eksistensi kosakata terdesak oleh penggunaan kata serapan dari bahasa Inggris, dan upaya pemertahanan eksistensi kosakata terdesak. Berdasarkan persoalan tersebut, temuan yang didapat dari penelitian ini meliputi sebanyak 20 kata serapan dari bahasa Inggris ada dalam surat kabar. Hal ini menunjukkan masih banyaknya penggunaan kata serapan dari bahasa Inggris; sejumlah 20 kata serapan dari bahasa Inggris dalam surat kabar tersebut memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia. Namun, padanan kata-kata itu tidak
Article Received: 01 April 2017, Review process: 06 April 2018, Accepted: 05 Mei 2018, Article published: 30 Juni 2018
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
digunakan dalam surat kabar tersebut sehingga eksistensi padanan kata tersebut akan mengalami pergeseran kedudukan atau dengan kata lain, menjadi terdesak dan kemudian hilang jika tidak digunakan; rancangan bahan pembelajaran menggunakan metode integratif.
Kata kunci : kata serapan, kosakata terdesak, bahan ajar
PENDAHULUAN
Bahasa memiliki sifat dinamis. Bahasa akan selalu tumbuh dan kembang mengikuti perkembangan penutur bahasanya. Pertumbuhan dan perkembangan bahasa itu akan dialami pula oleh bahasa Indonesia. Dengan adanya pertumbuhan dan perkembangan bahasa, pengaruh kosakata dari bahasa lain sangat memungkinkan untuk terjadi. Bahkan, masuknya kosakata itu seperti tidak dapat dihindari.
Banyak sedikitnya kosakata dari bahasa asing itu masuk ke suatu bangsa akan menentukan maju tidaknya bangsa tersebut. Bangsa yang maju akan sedikit menyerap istilah dari bahasa bangsa lain yang lebih maju. Sementara itu, kosakata asing yang masuk ke Indonesia dan digunakan oleh masyarakat bahasa dinamakan kata serapan. Kata serapan ini dapat berasal dari bahasa Sansekerta, Arab, Portugis, Belanda, dan Inggris.
Indonesia yang sebagai salah satu negara transit sekaligus negara bekas jajahan, akan sangat memungkinkan untuk terjadinya kosakata asing masuk ke Indonesia. Dengan kata lain, kosakata asing itu dipinjam atau diserap oleh bahasa Indonesia. Untuk mengetahui seberapa banyaknya kosakata serapan itu masuk ke Indonesia, maka peneliti tertarik untuk mengkajinya. Hal ini disebabkan adanya kekhawatiran peneliti mengenai kosakata Indonesia yang akan terdesak dan kosakata yang terdesak tersebut akan menjadi semakin terdesak ketika masyarakat bahasa benar-benar jarang menggunakannya. Bahkan, kosakata tersebut akan hilang di peredaran penutur bahasa. Setelah peneliti menemukan kosakata serapan di dalam surat kabar, peneliti mencoba mempertahankan eksistensi kosakata terdesak itu dengan cara memanfaatkan hasilnya untuk menyusun bahan pembelajaran kosakata.
Menurut Pateda (2007) kosakata hanya butir-butir leksikal berupa morfem dasar (bebas dan terikat) dan morfem gabungan dalam bentuk kata berimbuhan, berulang, atau majemuk. Sementara itu, Kridalaksana (Pateda, 2007, hlm. 7) menyatakan bahwa kosakata merupakan sejumlah kata dari suatu bahasa yang disusun secara
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
alfabetis dengan sejumlah penjelasan maknanya layaknya sebuah kamus. Maka, kosakata adalah sejumlah kata dari suatu bahasa yang berupa morfem dasar dan morfem gabungan, yang disusun secara alfabetis beserta dengan penjelasan maknanya layaknya sebagai kamus.
Sebagai bahasa yang terus tumbuh dan berkembang, bahasa Indonesia juga menerima serapan atau menyerap unsur dari pelbagai bahasa. Pengambilan itu dilakukan sejak awal perkembangannya hingga saat ini, bukan hanya dari bahasa asing, tetapi juga dari bahasa daerah. Bahasa yang menjadi sumber pengambilan kata-kata bahasa Indonesia di antaranya bahasa Sansekerta, bahasa Arab, bahasa Belanda, bahasa Inggris, bahasa Persia, bahasa Cina, dll. (Sudarto, 1992). Akan tetapi, fokus penelitian ini pada kosakata bahasa Indonesia yang terdesak oleh kosakata bahasa Inggris. Fungsi kata serapan di dalam bahasa Indonesia adalah untuk memperkaya ragam bahasa Indonesia dan memberikan pengetahuan tentang bahasa asing kepada pengguna bahasa Indonesia.
Ada beberapa proses masuknya bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia, yaitu (a) adopsi, proses terserapnya bahasa asing karena pemakai bahasa tersebut mengambil kata bahasa asing yang memiliki makna sama secara keseluruhan tanpa mengubah lafal atau ejaannya. Contoh proses ini adalah hotdog, shuttle cock, reshuffle, plaza, supermarket, dll. (b) adaptasi, proses diserapnya bahasa asing akibat pemakai bahasa mengambil kata bahasa asing, tetapi ejaan atau cara penulisannya berbeda dan disesuaikan dengan aturan bahasa Indonesia. Contoh proses adaptasi ini, yaitu kata benda berakhiran –ie dan –y; kata benda berakhiran – sie dan –sion. (c) pungutan, proses masuknya bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia yang terjadi akibat pemakai bahasa mengambil konsep dasar yang ada dalam bahasa sumbernya, kemudian dicarikan padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Cara ini disebut juga dengan konsep terjemahan di mana kata serapan dihasilkan dengan cara menerjemahkan kata/istilah tersebut tanpa mengubah makna kata tersebut. Contoh proses ini, yaitu spare part = suku cadang; Try Out = uji coba
Berdasarkan hal tersebut, kajian ini memfokuskan pada beberapa rumusan masalah, meliputi (1) Berapa banyak penggunaan kata serapan dari bahasa Inggris di dalam surat kabar? (2) Bagaimana kosakata yang terdesak oleh penggunaan kata serapan dari bahasa Inggris tersebut? (3) Bagaimana penggunaan kosakata yang terdesak tersebut dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran kosakata?
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini berupaya merancang atau merumuskan bahan pembelajaran kosakata untuk peserta didik SMP guna memenuhi keberadaan bahan ajar yang memfokuskan pada kosakata Indonesia dan mempertahankan eksistensi kosakata terdesak. Penelitian ini pun menggunakan metode deskriptif. Hal ini disebabkan penelitian berkaitan dengan pengumpulan data yang bertujuan memberikan gambaran suatu gejala atau fenomena yang ada sebagaimana Darmadi (2011) mengungkapkan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang berkaitan dengan pengumpulan data untuk memberikan gambaran suatu gejala dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan subjek penelitiannya.
Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik dokumenter. Teknik observasi dapat diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian (Margono, 2004). Sementara itu, teknik dokumenter adalah cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis seperti arsip, termasuk juga buku tentang teori, pendapat, dalil, hukum (Margono, 2004).
Adapun, sumber data yang digunakan sebagai berikut.
Nama Koran : Radar Cirebon
Waktu Terbit : Minggu, 7 Februari 2016 Judul Artikel :
Teks 1 : “Kalau Nakal, Hukumannya Harus di Episode yang Sama”
Teks 2 : “Ahmad Musadeq Instruksikan Perang”
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : desain
Kalimat : Proses praproduksi kelahiran kembali Si Unyil meliputi desain
penciptaan karakter, desain modeling, dan desain lingkungan. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : (1) kerangka bentuk; rancangan (2) motif; corak Makna kata dalam Kalimat : rancangan
Makna KBBI dan Kalimat : sama
3. Padanan kata : rancangan
4. Kata turunan : rancangan, merangcang, dirancang, perancangan, berancang, perancang
5. Kata yang mungkin terdesak : rancangan
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : mendeteksi
Kalimat : Polri mendeteksi ada instruksi Ahmad Musadeq terkait perang.
(Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : usaha menemukan dan menentukan keberadaan, anggapan, atau kenyataan
Makna kata dalam Kalimat : menemukan Makna KBBI dan Kalimat : sama
3. Padanan kata :menemukan; mengindra
4. Kata turunan : penemuan, ditemukan, bertemu, pertemuan
5. Kata yang mungkin terdesak : menemukan
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : direktur
Kalimat : Direktur sosial dan budaya sempat membuat Ahmad Musadeq mengakui kesalahannya (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : (1) pemimpin tertinggi dalam suatu perusahaan;
(2) kepala direktorat (dalam departemen); (3) orang yang bertugas memberikan bimbingan melalui pengarahan
Makna kata dalam Kalimat : Kepala direktorat Makna KBBI dan Kalimat : sama
3. Padanan kata : Pimpinan
4. Kata turunan : memimpin, dipimpin, terpimpin
5. Kata yang mungkin terdesak : pimpinan
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : diskusi
Kalimat : Ketika diskusi antara Shelvy dan Suyadi itu berlangsung rencana tersebut baru masuk tahap awal riset. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : perundingan untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah
Makna kata dalam Kalimat : pembicaraan Makna KBBI dan Kalimat : berbeda
3. Padanan kata : Perbincangan
4. Kata turunan : bincang-bincang
5. Kata yang mungkin terdesak : perbincangan
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : durasi
Kalimat : Durasi per episode sekitar 22 menit. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : perundingan untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah
Makna kata dalam Kalimat : pembicaraan Makna KBBI dan Kalimat : berbeda
3. Padanan kata : Perbincangan
4. Kata turunan : bincang-bincang
5. Kata yang mungkin terdesak : perbincangan
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : episode
Kalimat : Selain itu, jika dalam satu episode Si Unyil atau teman-temannya berbuat nakal, hukumannya harus ada di episode yang sama. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : (1) bagian riwayat/peristiwa (yang seakan-akan berdiri sendiri); (2) seri cerita
Makna kata dalam Kalimat : bagian Makna KBBI dan Kalimat : sama
3. Padanan kata : adegan
4. Kata turunan : beradegan; pengadegan
5. Kata yang mungkin terdesak : adegan
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : Fatwa
Kalimat : Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan masuk dalam pendapat saksi ahli. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : (1) jawab (keputusan, pendapat) yang diberikan oleh
mufti tentang suatu masalah; (2) nasihat orang alim; pelajara baik;
petuah
Makna kata dalam Kalimat : Keputusan Makna KBBI dan Kalimat : sama
3. Padanan kata : keputusan
4. Kata turunan : diputuskan, memutuskan, terputus
5. Kata yang mungkin terdesak: keputusan
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : indikasi
Kalimat : Bila ternyata benar, artinya hal tersebut menguatkan indikasi untuk membuat negara (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016) 2. Makna kata dalam KBBI : petunjuk; tanda-tanda
Makna kata dalam Kalimat : tanda-tanda
Makna KBBI dan Kalimat : sama
3. Padanan kata : petunjuk
4. Kata turunan : menunjukkan, ditunjuk, menunjuk, pertunjukan
5. Kata yang mungkin terdesak : petunjuk
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : instruksi
Kalimat : Polri mendeteksi ada instruksi Ahmad Musadeq terkait perang.
(Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : (1) perintah atau arahan (untuk melakukan suatu
pekerjaan atau melaksanakan suatu tugas); (2) pelajaran;
petunjuk Makna kata dalam Kalimat : perintah
Makna KBBI dan Kalimat : sama
3. Padanan kata : perintah
4. Kata turunan : memerintahkan, diperintahkan
5. Kata yang mungkin terdesak : perintah
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : kasus
Kalimat : Badrodin menjelaskan, tentunya semua itu akan menjadi pertimbangan
penyidik dalam mengusut kasus tersebut. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : keadaan yang sebenarnya dari suatu urusan atau
perkara; keadaan atau kondisi khusus yang berhubungan dengan seseorang atau suatu hal
Makna kata dalam Kalimat : masalah, perkara Makna KBBI dan Kalimat : sama
3. Padanan kata : masalah, persoalan, perkara
4. Kata turunan : permasalahan, dimasalahkan, bermasalah
5. Kata yang mungkin terdesak : permasalahan atau masalah
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : privasi
Kalimat : Untuk alasan privasi dan ketenangan dalam bekerja, Shelvy tidak bersedia membeberkan nama-nama lima studio itu. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : kebebasan; keleluasaan pribadi Makna kata dalam Kalimat : kebebasan
Makna KBBI dan Kalimat : sama
3. Padanan kata : kebebasan
4. Kata turunan : pembebasan, dibebaskan, terbebas, terbebaskan, membebaskan
5. Kata yang mungkin terdesak : kebebasan
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : kepopuleran
Kalimat : Susah mencari artis yang bisa mengalahkan kepopuleran Si Unyil.
(Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : perihal (yang bersifat, berciri) populer Makna kata dalam Kalimat : ketenaran
Makna KBBI dan Kalimat : berbeda
3. Padanan kata : terkenal
4. Kata turunan : berkenalan, mengenal, berkenal-kenalan, kenal-
mengenal, mengenali, memperkenalkan, kenalan, pengenal
5. Kata yang mungkin terdesak : terkenal
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : memproduksi
Kalimat : Nanti yang dimaksud Suyadi itu merujuk ke rencana Perum
Produksi Film Negara (PFN) yang dipimpin Shelvy untuk memproduksi versi animasi tiga dimensi (3D) Si Unyil. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : (1) proses mengeluarkan hasil; penghasilan (2) hasil; (3) pembuatan
Makna kata dalam Kalimat : menghasilkan Makna KBBI dan Kalimat : sama
3. Padanan kata : menghasilkan
4. Kata turunan : dihasilkan, penghasilan, berhasil
5. Kata yang mungkin terdesak : menghasilkan
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : riset
Kalimat : Ketika diskusi antara Shelvy dan Suyadi itu berlangsung rencana tersebut baru masuk tahap awal riset. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : (1) penyelidikan (penelitian) suatu masalah secara bersistem kritis dan ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan & penyelidikan.
Makna kata dalam Kalimat : penyelidikan Makna KBBI dan Kalimat : sama
3. Padanan kata : penelitian
4. Kata turunan : diteliti, meneliti, peneliti
5. Kata yang mungkin terdesak : penelitian
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : sanksinya
Kalimat : Tujuannya, terang Shelvy, anak-anak tidak mencontoh kenakalan Si Unyil
dengan mengetahui sanksinya karena tidak ketinggalan di episode berikutnya.(Sumber:
Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : (1) tanggungan (tindakan, hukuman, dsb) untuk memaksa
orang menepati perjanjian atau menaati ketentuan undang-undang (anggaran dasar, perkumpulan, dsb) (2) tidakan (mengenai perekonomian dsb) sebagai hukuman kepada suatu negara.
Makna kata dalam Kalimat : hukuman Makna KBBI dan Kalimat : berbeda
3. Padanan kata : hukuman
4. Kata turunan : menghukum, dihukum, terhukum, berhukum, menghukumkan
5. Kata yang mungkin terdesak: hukuman
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : serial
Kalimat : Tampilan serial Si Unyil dan kawan-kawan versi baru ini bakal mirip
serial Adit & Sopo Jarwo atau Keluarga Somat yang tengah tayang di televisi. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : berturut-turut; berurutan; bersambungan Makna kata dalam Kalimat : berurutan
Makna KBBI dan Kalimat : sama
3. Padanan kata : bersambungan, berantai
4. Kata turunan : disambungkan, bersambung, tersambung,
penyambung dirantaikan, merantaikan, merantai, terantai
5. Kata yang mungkin terdesak : berantai
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : solusi
Kalimat : Namun, begitu tetap harus dicarikan solusi agar tidak kembali terulang. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : (1) penyelesaian; pemecahan (masalah dsb);
jalan keluar Makna kata dalam Kalimat : jalan keluar
Makna KBBI dan Kalimat : sama
3. Padanan kata : penyelesaian
4. Kata turunan : diselesaikan, menyelesaikan
5. Kata yang mungkin terdesak : penyelesaian
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : studio
Kalimat : Untuk alasan privasi dan ketenangan dalam bekerja, Shelvy tidak
bersedia membeberkan nama-nama lima studio itu. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : (1) ruang tempat bekerja (bagi pelukis, tukang
foto, dsb); (2) ruang yang dipakai untuk menyiarkan acara radio atau televisi; (3) tempat yang dipakai untuk pengambilan film (untuk bioskop dsb)
Makna kata dalam Kalimat : tempat pengambilan film Makna KBBI dan Kalimat : sama
3. Padanan kata : atelir
4. Kata turunan : -
5. Kata yang mungkin terdesak : atelir
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : diverfikasi
Kalimat : Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menuturkan keterangan Musadeq
terkait perang itu memang ditemukan dan akan diverifikasi kebenarannya. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : pemeriksaan tentang benar tidaknya laporan, perhitungan uang, dsb.
Makna kata dalam Kalimat : dibuktikan Makna KBBI dan Kalimat : berbeda
3. Padanan kata : konfirmasi
4. Kata turunan : mengonfirmasi, dikonfirmasi, mengonfirmasikan
5. Kata yang mungkin terdesak : konfirmasi
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
B. Rangkuman Hasil Analisis
Kata Serapan dan Makna Kata dalam KBBI 1. Desain : (1) kerangka bentuk; rancangan (2) motif; corak
2. Deteksi : usaha menemukan dan menentukan keberadaan, anggapan, atau kenyataan
3. Direktur : (1) pemimpin tertinggi dalam suatu perusahaan (2) kepala sekolah menengah
(3) kepala direktorat (dalam departemen)
(4) orang yang bertugas memberikan bimbingan melalui pengarahan 4. Diskusi : perundingan untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah
5. Durasi : (1) lamanya sesuatu berlangsung; rentang waktu
(2) lamanya suatu bunyi diartikulasikan (dalam urutan waktu) 6. Episode : (1) bagian riwayat/peristiwa (yang seakan-akan berdiri sendiri)
(2) seri cerita
7. Fatwa : (1) jawab (keputusan, pendapat) yang diberikan oleh mufti tentang suatu
masalah; (2) nasihat orang alim; pelajaran baik; petuah 8. Indikasi : petunjuk; tanda-tanda
9. Instruksi : (1) perintah atau arahan (untuk melakukan suatu pekerjaan atau melaksanakan suatu tugas); (2) pelajaran; petunjuk
10. Kasus : keadaan yang sebenarnya dari suatu urusan atau perkara; keadaan atau
ANALISIS DATA
Nama : Triwahyu Puspa Huda
1. Data : versi
Kalimat : Nanti yang dimaksud Suyadi itu merujuk ke rencana Perum Produksi
Film Negara (PFN) yang dipimpin Shelvy untuk memproduksi versi animasi tiga dimensi (3D) Si Unyil. (Sumber: Radar Cirebon, 30 Januari 2016)
2. Makna kata dalam KBBI : (1) bentuk terjemahan cerita, buku, dsb dalam bahasa lain. (2) model; menurut cara Makna kata dalam Kalimat : model
Makna KBBI dan Kalimat : sama
3. Padanan kata : jenis, corak, ala, tipe
4. Kata turunan : penjenisan, menjeniskan, jenisan, sejenis
5. Kata yang mungkin terdesak : tipe; corak
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
kondisi khusus yang berhubungan dengan seseorang atau suatu hal 11. Populer : dikenal dan disukai orang banyak (umum), disukai dan dikagumi
orang
banyak
12. Privasi : kebebasan; keleluasaan pribadi 13. Produksi : proses mengeluarkan hasil; hasil
14. Riset : (1) penyelidikan (penelitian) suatu masalah secara bersistem kritis dan
ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan & penyelidikan.
15. Sanksi : (1) tanggungan (tindakan, hukuman, dsb) untuk memaksa orang menepati
perjanjian atau menaati ketentuan undang-undang (anggaran dasar, perkumpulan, dsb) (2) tindakan (mengenai perekonomian dsb) sebagai
hukuman kepada suatu negara.
16. Serial : berturut-turut; berurutan; bersambungan
17. Solusi : (1) penyelesaian; pemecahan (masalah dsb); jalan keluar 18. Studio : (1) ruang tempat bekerja (bagi pelukis, tukang foto, dsb)
(2) ruang yang dipakai untuk menyiarkan acara radio atau televisi (3) tempat yang dipakai untuk pengambilan film (untuk bioskop dsb) 19. Verifikasi : pemeriksaan tentang benar tidaknya laporan, perhitungan uang, dsb.
20. Versi : (1) bentuk terjemahan cerita, buku, dsb dalam bahasa lain.
(2) model; menurut cara
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
C. Pembahasan Hasil Analisis
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
D. MODEL (BAHAN KEGIATAN) PEMBELAJARAN 1. Rancangan
Rancangan yang digunakan dalam pembelajaran kosakata ini adalah rancangan dengan metode integratif. Guru terlebih dahulu menyusun atau menyajikan bahan ajar dengan menggabungkan seluruh aspek keterampilan berbahasa guna menunjang keberhasilan kompetensi yang telah ditentukan. Kompetensi yang dimaksud adalah penggunaan kosakata bahasa Indonesia di dalam kehidupan sehari-hari.
Berkaitan dengan hal itu, peneliti menyusun bahan ajar yang dimaksud sebagai berikut.
a. Rancangan Bahan Ajar 1. Rancangan
Kata turunan: merancang, dirancang, perancangan, perancang Contoh Kalimat:
- Merancang, Raffi telah merancang busana pesta.
- Dirancang, Tempat wisata itu dirancang oleh perancang profesional.
- Perancangan, Perancangan hotel baru itu telah selesai.
- Perancang, Perancang kebaya kutu buku modern ini adalah Ivan Gunawan.
- Rancangan, Rancangan bangunan itu sangat unik.
2. Menemukan
Kata turunan: penemuan, ditemukan, bertemu, pertemuan, menemukan Contoh Kalimat:
- penemuan, Penemuan benda-benda fosil telah dilaksanakan sejak 1 Maret 2016.
- ditemukan, Barang bukti itu ditemukan tak jauh dari tempat kejadian perkara.
- bertemu, Indonesia akan bertemu dengan Malaysia dalam pertandingan sepak
bola FIFA.
- pertemuan, Pertemuan kemarin menghasilkan kesepakatan antarnegara bagian
barat.
- menemukan, Randi menemukan harta karun di dalam gua.
3. Pimpinan
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
Kata turunan: memimpin, dipimpin, terpimpin, pimpinan Contoh Kalimat:
- memimpin, Presiden Joko Widodo telah memimpin kurang lebih satu tahun.
- dipimpin, Rapat ini akan dipimpin oleh Ketua Prodi Bahasa Indonesia.
- terpimpin, Ruangan ini terpimpin oleh Syarif.
- pimpinan, Piala ini berhasil diraih berkat pimpinan Bapak Lucky.
4. Perbincangan
Kata turunan: bincang-bincang, perbincangan Contoh Kalimat:
- bincang-bincang, Bincang-bincang antara kepala desa dan warga desa sangat
ramai.
- perbincangan, Perbincangan di antara mereka penuh dengan konflik.
5. Tempo
Kata turunan: bertempo, tempo Contoh Kalimat:
- bertempo, Kredit motor ini bertempo lima tahun
- tempo, Dia memberi pinjaman uang dengan tempo dua bulan.
6. Adegan
Kata turunan: beradegan, adegan Contoh Kalimat:
- beradegan, Dia beradegan sebagai orang tua yang dermawan.
- adegan, Adegan itu sangat ekstrim.
7. Keputusan
Kata turunan: diputuskan, memutuskan, terputus, keputusan Contoh Kalimat:
- diputuskan, Kabel itu sengaja diputuskan olehnya demi keselamatannya.
- memutuskan, Kami telah memutuskan untuk melanjutkan sekolah tingkat
tinggi.
- terputus, Jembatan itu terputus karena terjangan banjir.
- keputusan, Keputusan walikota terhadap masalah kemacetan sangat tidak masuk akal.
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
8. Petunjuk
Kata turunan: menunjukkan, ditunjuk, menunjuk, pertunjukan, petunjuk Contoh Kalimat:
- menunjukkan, Saya akan menunjukkan kepada kamu alamat rumah Tika.
- ditunjuk, Pak Randi ditunjuk sebagai ketua kelompok.
- menunjuk, Dia telah menunjuk orang yang salah.
- pertunjukan, Pertunjukan teater koma sangat memukau - petunjuk, Bacalah petunjuk penggunaan obat itu.
9. Perintah
Kata turunan: memerintah, diperintahkan, perintah Contoh Kalimat:
- memerintah, Pimpinan itu telah memerintah bawahannya untuk menghubungi tamunya.
- diperintahkan, Maulana datang ke hotel karena telah diperintahkan oleh atasannya.
- perintah, Perintah orang tua itu haruslah dilaksanakan.
10. Masalah
Kata turunan: bermasalah, permasalahan, masalah Contoh Kalimat:
- bermasalah, Internet di ruang ini sedang bermasalah sehingga pengguna
tidak dapat mengaksesnya.
- permasalahan, Permasalahan ini akan terselesai jika kedua pihak saling memaafkan.
- masalah, Masalah kemacetan Jakarta masih belum juga dapat diatasi.
11. Terkenal
Kata turunan: dikenal, mengenal, mengenalkan, terkenal Contoh Kalimat:
- dikenal, Cirebon dikenal dengan Kota Wali.
- mengenal, Sebagai warga Indonesia, kita harus mengenal budayanya.
- mengenalkan, Kami akan mengenalkan kamu dengan pimpinan baru.
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
- terkenal, Indonesia terkenal dengan kekayaan budaya dan bahasanya.
12. Kebebasan
Kata turunan: pembebasan, dibebaskan, kebebasan Contoh Kalimat:
- pembebasan, Pembebasan lahan itu mengakibatkan perselisihan.
- dibebaskan, Warga kurang mampu akan dibebaskan biaya kesehatan.
- kebebasan, Kebebasan kami ada di tangan Anda.
13. Hasil
Kata turunan: penghasilan, menghasilkan, hasil Contoh Kalimat:
- penghasilan, Penghasilan kedua orang tua itu mampu menyekolahkan
kedua anaknya hingga perguruan tinggi.
- menghasilkan, Indonesia pada tahun 2020 akan menghasilkan generasi berkarakter.
- hasil, Hasil panen tahun ini meningkat drastis.
14. Penelitian
Kata turunan: diteliti, meneliti, peneliti, penelitian Contoh Kalimat:
- diteliti, Laporan ini akan diteliti oleh guru dengan saksama.
- meneliti, Pada 9 Maret 2016 wisatawan akan meneliti gerhana matahari total (GMT).
- peneliti, Peneliti berusaha melaporkan hasil temuannya.
- penelitian, Penelitian kualitatif sangat disarankan untuk mahasiswa S1.
15. Hukuman
Kata turunan: menghukum, dihukum, terhukum, penghukuman, hukuman Contoh Kalimat:
- menghukum, Polisi menghukum siswa tawuran itu di lapangan.
- dihukum, Dia dihukum atas kesalahannya.
- terhukum, Mereka terhukum karena kesalahpahaman.
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
- penghukuman, Penghukuman kepada kedua napi akan dilaksanakan.
- hukuman, Saya merasa hukuman kepada dirinya begitu tidak adil.
Tugas !
A. Buatlah kalimat dengan menggunakan kata-kata berikut.
1. Kata serapan yang dipakai desain.
merancang, dirancang, perancangan, perancang, rancangan
merancang, ...
dirancang, ...
perancangan, ...
perancang, ...
rancangan, ...
2. Kata serapan yang dipakai deteksi.
penemuan, ditemukan, bertemu, pertemuan, menemukan
penemuan, ...
ditemukan, ...
bertemu, ...
pertemuan, ...
menemukan, ...
3. Kata serapan yang dipakai direktur.
memimpin, dipimpin, terpimpin, pimpinan
memimpin, ...
dipimpin,
terpimpin, ...
pimpinan, ...
4. Kata serapan yang dipakai diskusi.
bincang-bincang, perbincangan bincang-
bincang,...
perbincangan, ...
5. Kata serapan yang dipakai durasi.
Bertempo, tempo
bertempo, ...
tempo, ...
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
6. Kata serapan yang dipakai episode.
Beradegan, pengadegan, adegan
beradegan, ...
pengadegan, ...
adegan, ...
7. Kata serapan yang dipakai fatwa.
Diputuskan, memutuskan, terputus, keputusan
diputuskan, ...
memutuskan, ...
terputus, ...
keputusan, ...
8. Kata serapan yang dipakai indikasi.
Menunjukkan, ditunjuk, menunjuk, pertunjukan, petunjuk
menunjukkan, ...
ditunjuk, ...
menunjuk, ...
pertunjukan, ...
petunjuk, ...
9. Kata serapan yang dipakai instruksi.
Memerintah, diperintahkan, perintah
memerintah, ...
diperintahkan, ...
perintah, ...
10. Kata serapan yang dipakai kasus.
Bermasalah, permasalahan, masalah
bermasalah, ...
permasalahan, ...
masalah, ...
2. Pelaksanaan
Dalam melaksanakan pembelajaran kosakata dengan model integratif, guru terlebih dahulu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Hal ini guna menunjang keberhasilan kompetensi yang dimaksud. Rencana pelaksaan pembelajaran ini harus disesuaikan dengan model integratif. Model integratif ini
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
memang dirancang untuk meningkatkan kedalaman dan keluasaan pengetahuan kosakata siswa sekaligus mendukung pencapaian kompetensi lain.
Model integratif ini dapat dilaksanakan dengan dua tahap, yaitu tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan. Pada tahap pertama, guru perlu mengidentifikasi jumlah dan kesulitan kosakatanya. Kemudian, guru perlu menetapkan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, kegiatan belajar, sumber dan media belajar, termasuk di dalamnya menyediakan bahan ajar (modul).
Selanjutnya pada tahap kedua, tahap pelaksanaan, tahap ini menjadi inti pembelajaran kosakata ini. Pada tahap kedua ini, siswa mulai diaktifkan dengan cara membaca modul. Kemudian, menyimak penjelasan guru tentang materi. Lalu, siswa mencoba menyelesaikan tugasnya sesuai dengan aturan dan paparan guru.
Setelah itu, siswa menyampaikan hasil pekerjaanya di depan kelas dan siswa lain menyimaknya. Guru menanggapi dan menilai hasil kerja siswa.
3. Evaluasi dan Penilaian
Evaluasi yang dikembangkan dalam pembelajaran ini, yaitu evaluasi proses dan produk. Sementara itu, penilaian yang digunakan adalah penilaian proses dan produk.
a. Penilaian Proses
Penilaian ini digunakan guru untuk menilai kegiatan berbahasa siswa selama proses pembelajaran. Guru mengamati kegiatan siswa selama proses pembelajaran dengan memberikan penilaian pada format yang tersedia. Aspek yang dinilai adalah analisis kata asal, makna kata, pembuatan kalimat dari kata asal.
b. Penilaian Produk
Penilaian ini digunakan guru untuk mengukur penguasaan atau kompetensi siswa setelah menerima pembelajaran. Kompetensi yang dimaksud, yaitu penguasaan kosakata. Penilaian ini dilakukan dengan memberi tes kepada siswa di akhir pembelajaran. Aspek yang akan dinilai, yakni kata asal, makna kata, dan pemakaian kata menjadi kalimat.
SIMPULAN
Simpulan yang dapat dihimpun dari penelitian ini sebagai berikut.
a. Kosakata serapan dari bahasa Inggris yang terdapat di dalam surat kabar Radar Cirebon terbit 7 Februari 2016 dengan judul artikel “Kalau Nakal, Hukumannya Harus di Episode yang Sama” dan “Ahmad Musadeq Instruksikan Perang” telah
Jurnal “METABAHASA”, Volume 1 Nomor 2, Juni 2018 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
ditemukan sebanyak 20 kosakata. Hal ini menandakan bahwa surat kabar atau media cetak banyak menggunakan kosakata serapan dari bahasa Inggris.
b. Berdasarkan hasil analisis data, 20 kosakata serapan bahasa Inggirs di dalam surat kabar tersebut memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia. Artinya, kosakata bahasa Indonesia akan mengalami pergeseran kedudukan atau dengan kata lain kosakata tersebut akan terdesak. Dengan terdesaknya kosakata tersebut, maka eksistensi kosakatanya akan dipertanyakan.
c. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti mencoba merancang bahan dan kegiatan pembelajaran kosakata guna mempertahankan eksistensi kosakata yang terdesak tersebut. Rancangan tersebut dengan menggunakan metode integratif.
DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul. 2007. Leksikologi & Leksikografi Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
---. 2009. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Darmadi, Hamid. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Keraf, Gorys. 1984. Tatabahasa Indonesia. Flores: Nusa Indah.
Margono. 2004. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Parera, Jos Daniel. 2010. Morfologi Bahasa Edisi Kedua. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Pateda, Mansoer. 2010. Semantik Leksikal Edisi Kedua. Jakarta: Rineka Cipta.
Rachmawati, W.S. 2004. Anatomi Buku Ajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Suprijono, Agus. 2013. Cooperative Learning Teori & Aplikasi Paikem. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Syamsuddin dan Vismaia S. D. 2011. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Subana dan Sunarti. 2011. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia Berbagai Pendekatan, Metode Teknik, dan Media Pengajaran. Bandung: Pustaka Setia.