RENCANA KINERJA
(RENJA)
TAHUN 2015
PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG INSPEKTORAT
Jalan Arif Rahman Hakim No. 1 Lumajang
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG B. DASAR HUKUM
C. TUJUAN DAN MANFAAT
D. GAMBARAN UMUM DAN TUPOKSI
BAB II PPEERREENCNCAANNAAAANN SSTTRRAATTEEJIJIKK DDAANN CCAAPPAAIIAANN KKIINNEERRJJAA TTAAHHUUNN SSEEBBEELLUUMMNNYYA A A. VISI
B. MISI C. TUJUAN D. SASARAN
E. CARA MENCAPAI TUJUAN DAN SASARAN
F. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN SEBELUMNYA BAB III SSAASSAARRAANN,, PPRROGOGRRAAMM,, DDANAN KKEEGGIIAATTAANN
A. SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA
B. PROGRAM, KEGIATAN DAN PERKIRAAN MAJU ANGGARAN BAB IV PENUTUP
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1 : FORM RS (Rencana Stratejik)
Lampiran 2 : FORM RENJA / RKT(Rencana Kinerja Tahunan)
KATA PENGANTAR
Dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan pemerintahan daerah, perlu disadari adanya risiko yang dapat menghalangi pencapaian tersebut secara ekonomis, efisien dan efektif, sehingga diperlukan pengendalian internal secara memadai. Salah satu bentuk pengendalian internal tersebut adalah adanya pengawasan internal yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Lumajang.
Dalam menyelenggaraan pengawasan internal sebagai bagian dari urusan Otda, pemerintahan umum, persandian, kepegawaian, dan persandian, Inspektorat juga memiliki risiko dalam mencapai tujuan tersebut. Untuk meminimalisir risiko tersebut, Inspektorat menyusun Perencanaan Strategis untuk kurun waktu 5 (lima) tahun yang juga diharuskan dalam peraturan perundang- undangan.
Sebagai tindak lanjut dari implementasi Rencana Strategis ( Renstra ) Inspektorat Kabupaten Lumajang yang telah disusun untuk masa 5 ( lima ) tahun tersebut, Inspektorat menyusun Rencana Kinerja (Renja) tahun 2013 sebagai pedoman penyelenggaraan pengawasan internal sejak perencanaan sampai dengan pengawasan dan pelaporan yang nantinya berguna dalam proses Responsibilitas dan Akuntabilitas di tahun 2013 yang diharuskan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 dan Permendagri nomor 54 tahun 2010.
Demikian untuk menjadikan maklum.
Lumajang, September 2012 INSPEKTUR
KABUPATEN LUMAJANG
ttd
HANIFAH DYAH EKASIWI, SE Pembina Utama Muda NIP. 19600505 198503 2 005
SURAT PERINTAH TUGAS Nomor : 700/ /427.51/2012
Berdasarkan Surat Permintaan Rencana Kinerja (RENJA) tahun 2013 Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Nomor : 050/1513/427.62/2012 tanggal 17 September 2012 perihal Penyusunan Rencana Kinerja (RENJA) tahun 2013, maka dengan ini kami :
Menugaskan : Kepada :
1. Nama : HARI KRISDIANTO, SH, MH NIP. : 19580125 199003 1 004 Pangkat/Gol. Ruang : Pembina Tingkat I / (IV/b)
Jabatan : Sekretaris Inspektorat Kab. Lumajang 2. Nama : Drs. MACHMUD, MM
NIP. : 19580120 198303 1 005 Pangkat/Gol. Ruang : Pembina Tingkat I / (IV/b) Jabatan : Pengawas Pemerintahan Madya 3. Nama : GUNTUR SAJEKTI, SAP
NIP. : 19610131 198303 1 007 Pangkat/Gol. Ruang : Penata Tingkat I / (III/d) Jabatan : Ka.Sub.Bag. Perencanaan 4. Nama : AAN, S.Sos
NIP. : 19730828 199303 1 003 Pangkat/Gol. Ruang : Penata / (III/c)
Jabatan : Pengawas Pemerintahan Muda 5. Nama : DITYATAMA, ST, SAB
NIP. : 19870425 200604 1 003 Pangkat/Gol. Ruang : Penata Muda / (III/a)
Jabatan : Pengawas Pemerintahan Pertama Untuk :
Menyusun Rencana Kinerja (RENJA) Inspektorat tahun 2013 berdasarkan RENSTRA Inspektorat tahun 2010-2014 pada tanggal 21 s.d 28 September 2012 dan melaporkan hasilnya pada Inspektur Kabupaten Lumajang.
Demikian surat ini untuk dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.
Dikeluarkan di : LUMAJANG Pada tanggal :
INSPEKTUR KAB. LUMAJANG
ttd
HANIFAH DYAH EKA SIWI,SE Pembina Utama Muda NIP.19600505 198503 2 005
B B A A B B
P P E E N N D D A A H H U U L L U U A A N N I I
Rencana Kinerja (RENJA) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) yang diimplementasikan Pemerintah Kabupaten Lumajang. RENJA atau Rencana Kinerja Tahunan (RKT) merupakan dokumen yang berisi informasi tentang tingkat atau target kinerja berupa output dan outcome yang ingin diwujudkan oleh suatu organisasi pada satu tahun tertentu yang di breakdown dari RENSTRA 5 (lima) tahunan.
A. Latar Belakang
Dalam mencapai visi dan misi serta tujuan dan sasaran inspektorat yang termuat dalam Renstra 5 (lima) tahunan yang telah ditetapkan untuk dicapai pada tahun 2015-2019, serta untuk memenuhi ketentuan yang termuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 diperlukan rencana kinerja tahunan yang ditetapkan untuk tahun 2015 sebagai pedoman penyelenggaraan penyelenggaran pengawasan termasuk dalam perencanaan anggaran inspektorat tahun anggaran 2015. Dalam menyusun perencanaan mengacu pada Prinsip-prinsip perencanaan pembangunan daerah yang dimuat dalam Permendagri 54 tahun 2010 diantaranya:
a) Merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional;
b) Dilakukan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan berdasarkan peran dan kewenangan masing-masing;
c) Mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana pembangunan daerah; dan
d) Dilaksanakan berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki masing- masing daerah,sesuai dinamika perkembangan daerah dan nasional.
Selain untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, Rencana
Kinerja tahunan diperlukan salah satunya untuk mengadopsi perubahan kondisi termasuk risiko-risiko yang mungkin menghalangi pencapaian tujuan dan sasaran Inspektorat karena perencanaan jangka menengah 5 tahunan berisiko bias dan tidak relevan, sehingga tujuan dan sasaran tersebut tetap dapat tercapai secara ekonomis, efisen dan efektif. Renja SKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf e Permendagri 54 tahun 2010, setidaknya memuat:
a. Program dan kegiatan;
b. Lokasi kegiatan;
c. Indikator kinerja;
d. Kelompok sasaran; dan
e. Pagu indikatif dan prakiraan maju
Penyusunan Renja Inspektorat Kabupaten Lumajang sebagaimana Permendagri 54 tahun 2010 harus dilakukan dengan melalui tahapan sebagai berikut:
a. Persiapan penyusunan RenjaSKPD;
b. Penyusunan rancangan Renja SKPD;
c. Pelaksanaan forum SKPD; dan d. Penetapan Renja SKPD.
B. Dasar Hukum
1. Undang – undang Nomor : 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;
2. Undang – undang Nomor. 17 tahun 2003 tentang. Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);
3. Undang – undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421);
4. Undang – undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437);
5. Peraturan Pemeritah nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah;
6. Permendagri nomor 13 tahun 2006 dan Perubahannya;
7. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010;
8. Inpres Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
9. Inpres Nomor 5 tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi;
10. SE. MENPAN 31/ M PAN/12/2004 tentang Penetapan Kinerja;
11. Keputusan Kepala LAN : 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
C. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan
Untuk memenuhi ketentuan sehingga penyelenggaraan pengawasan internal oleh Inspektorat Kabupaten Lumajang dapat lebih terencana, terpola dan terpadu Sebagaimana PP 8 tahun 2009 Penyelenggaraan tahapan, tata cara penyusunan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah dimaksudkan untuk :
1. Meningkatkan konsistensi antar kebijakan yang dilakukan berbagai organisasi publik dan antara kebijakan makro dan mikro maupun antara kebijakan dan pelaksanaan;
2. Meningkatkan transparansi dan partisipasi dalam proses perumusan kebijakan dan perencanaan program;
3. Menyelaraskan perencanaan program dan penganggaran;
4. Meningkatkan akuntabilitas pemanfaatan sumber daya dan keuangan public;
5. Terwujudnya penilaian kinerja kebijakan yang terukur, perencanaan, dan pelaksanaan sesuai RPJMD, sehingga tercapai efektivitas
perencanaan 2. Manfaat
a. Bagi Internal Inspektorat
Sebagai pedoman penyelenggaraan pengawasan internal pemerintahan di tahun 2015 baik dalam perencanaan termasuk penganggaran, sampai dengan pengawasan termasuk pengukuran kinerja sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi.
b. Bagi Pemerintah Kabupaten
Sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan terkait penyelenggaraan pengawasan internal pemerintahan di tahun 2015 baik dalam perencanaan termasuk penganggaran, sampai dengan pengawasan termasuk pengukuran kinerja sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi. Disamping itu RENJA dapat dipergunakan sebagai salah satu bentuk pengendalian untuk memastikan kinerja penyelenggaraan pengawasan Internal dan bahan responsibilitas.
c. Bagi Pihak Lainya
Sebagai bentuk akuntabilitas dan Transparansi penyelenggaraan pengawasan internal pemerintahan di tahun 2015.
D. GAMBARAN UMUM DAN TUPOKSI
Inspektorat Kabupaten Lumajang merupakan Organisasi Teknis Kabupaten dalam bidang Pengawasan Internal dan melakukan Pemeriksaan Kasus dan Reguler (sesuai PKPT) berikut Kondisi Inspektorat pada bulan September tahun 2014:
1. KONDISI KEPEGAWAIAN
Formasi kepegawaian Inspektorat Kabupaten Lumajang mempunyai kondisi : a. Status kepegawaian
- Pegawai negeri sipil (PNS) : 36 orang
- Tenaga Kontrak : - orang
b. Latar belakang pendidikan
- Magister (S2) : 2 orang
- Sarjana (S1) : 20 orang
- Sarjana Muda/Diploma III (D3) : 3 orang - Sarjana Muda/Diploma II (D2) : ... orang - Sarjana Muda/Diploma I (D1) : ... orang
- SLTA : 6 orang
- SLTP : 2 orang
- SD : 1 orang
C Pangkat dan Golongan
- Pembina Utama Madya (IV/d) : - orang
- Pembina Utama Muda (IV/c) : 1 orang
- Pembina Tingkat I (IV/b) : 5 orang
- Pembina (IV/a) : 2 orang
- Penata Tingkat I (III/d) : 10 orang
- Penata (III/c) : 2 orang
- Penata Muda Tingkat I (III/b) : 6 orang
- Penata Muda (III/a) : 6 orang
- Pengatur Tingkat I (II/d) : - orang
- Pengatur (II/c) : - orang
- Pengatur Muda Tingkat I (II/b) : 1 orang
- Pengatur Muda (II/a) : - orang
- Juru Tingkat I (I/d) : 2 orang
- Juru (I/c) : - orang
- Juru Muda Tingkat I (I/b) : 1 orang
- Juru Muda (I/a) : - orang
D Pejabat Stuktural
- Eselon II : 1 orang
- Eselon III : 5 orang
- Eselon IV : 3 orang
Pejabat Fungsional Auditor
- Auditor Muda : - orang
- Auditor Pertama : 5 orang
- Auditor Penyelia : - orang
- Auditor Pelaksana Lanjutan : 2 orang
- Auditor Pelaksana : - orang
Pejabat Fungsional P2UPD
- Pengawas Pemerintahan Utama : -
- Pengawas Pemerintahan Madya : 2 orang
- Pengawas Pemerintahan Muda : 9 orang
- Pengawas Pemerintahan Pertama : 2 orang
2. KEDUDUKAN,TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Sesuai dengan Perda No. 09 tahun 2013 tentang Susunan Organisasi dan tata kerja Inspektorat Kabupaten Lumajang adalah sebagai berikut :
Inspektorat Kabupaten Lumajang merupakan Unsur Pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dipimpin oleh seorang Inspektur yang dalam melaksanakan Tupoksinya Inspektur bertanggungjawab langsung kepada Bupati Lumajang dan secara teknis administratif mendapat pembinaan dari Sekretaris Daerah.
a. Tugas Pokok.
Inspektorat mempunyai tugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan Kabupaten, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan desa pelaksanaan urusan pemerintahan Desa
b. Fungsi.
Inspektorat mempunyai fungsi : a. Perencanaan Program Pengawasan
b. Perumusan Kebijakan dan Fasilitasi pengawasan; dan
c. Pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan
Struktur Organisasi Inspektorat Kabupaten Lumajang
INSPEKTUR
SEKRETARIS
SUB BAG PERENCANAAN
SUB BAG EVALUASI DAN
PELAPORAN SUB BAG
ADMINISTRASI DAN UMUM
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
IRBAN WILAYAH I
IRBAN WILAYAH II
IRBAN WILAYAH III
IRBAN WILAYAH IV
FUNGSIONAL AUDITOR FUNGSIONAL
P2UPD
BAB PE P ER RE EN N CA C AN N A A AN A N S ST TR RA A TE T EJ J I I K K D DA A N N
CA C A PA P A I I AN A N T TA A HU H UN N S SE EB B EL E LU U MN M N Y Y A A
Ii
Terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik (good government governance) pada penyelenggaraan pengawasan internal pemerintahan merupakan dukungan yang utama dalam pencapaian tujuan dan sasaran Pemerintah Kabupaten Lumajang.
Kewajiban penyusunan perencanan Stratejik dan Rencana Kinerja Inspektorat didasarkan Perda 9 tahun 2009, rencana Stratejik Inspektorat yang ditetapkan melalui Keputusan Inspektur Kabupaten Lumajang Tentang Rencana Stratejik (Renstra) Inspektorat Kabupaten Lumajang tahun 2015 sampai dengan 2019, disusun sebagai alat kendali dan tolok ukur bagi Inspektorat Kabupaten Lumajang dalam penyelenggaraan pengawasan.
A. VISI
Visi merupakan pandangan ideal masa depan yang ingin diwujudkan, dan secara potensi untuk terwujud menuju kemana dan apa yang diwujudkan Inspektorat dimasa depan. Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2008 mengungkapkan bahwa visi merupakan : ”Rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan”. Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh Inspektorat.
Pernyataan Visi Inspektorat Kabupaten Lumajang adalah :
Menjadi Mitra Yang Andal dalam Mewujudkan Sistem Pengawasan Internal Pemerintah Yang
Efektif dan Pemerintah Yang Akuntabel
B. MISI
Misi adalah kristalisasi dari keinginan menyatukan langkah dan gerak untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan, sedangkan Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2009 mendefinisikan visi sebagai : “Rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi”. adapun misi Inspektorat Kabupaten Lumajang adalah :
C. TUJUAN
Berdasarkan visi dan misi, maka Inspektorat Kabupaten Lumajang menetapkan tujuan sebagai berikut :
1. Meningkatkan identifikasi dan evaluasi kelemahan penyelenggaraan pemerintahan pada obrik secara tepat dan efektif.
2. Meningkatkan penyelesaian rekomendasi hasil pengawasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang.
3. Meningkatkan aktivitas pembinaan kepada auditee yang berkualitas dalam rangka mendukung sistem pengendalian internal yang efektif.
D. SASARAN
Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh instansi pemerintah dalam jangka waktu satu tahun atau kurang, dalam rentang waktu masa Renstra (tahunan, semesteran, triwulanan atau bulanan).
Adapun penjabaran tujuan dalam bentuk sasaran - sasaran adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan Kualitas Pengawasan Internal Pemerintah Daerah;
2. Meningkatkan Penyelesaian Tindaklanjut Hasil Pengawasan 3. Meningkatkan intensitas dan kualitas pembinaan kepada
obrik sebagai mitra
TUJUAN SASARAN 1. Meningkatkan identifikasi dan evaluasi
kelemahan penyelenggaraan
pemerintahan pada obrik secara tepat dan efektif
Terselenggaranya pengawasan secara Berkualitas sesuai standar
2. Meningkatnya intensitas Penyelesaian rekomendasi hasil pengawasan di lingkungan Pemkab Lumajang
Terselesaikannya pemantauan tindaklanjut secara berkualitas dan efektif
3. Meningkatnya aktivitas pembinaan
kepada auditee yang berkualitas dalam rangka mendukung sistem pengendalian internal yang efektif
Terselenggaranya pembinaan yang berkualitas dan efektif
E. CARA MENCAPAI TUJUAN DAN SASARAN
Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2009 mendefinisikan Strategi sebagai :
“Langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi”. Strategi terdiri dari formulation strategic, implementation strategis, serta implementation strategic. Tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Dokumen Renstra akan dicapai dengan berbagai strategi yang dibutuhkan untuk keperluan tersebut berupa Kebijakan dan Program. Upaya – upaya pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Dokumen Renstra bukan merupakan hal yang mutlak (rigid) tetapi berfungsi sebagai acuan bagi Inspektorat Kabupaten Lumajang dalam melaksanakan tanggung jawab penyelenggaraan pengawasan untuk memaksimalkan usaha pencapaian tujuan dan sasaran Inspektorat dan sumbangsih pencapaian tujuan dan sasaran Pemerintah Kabupaten. Strategi pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Dokumen Renstra didasari asumsi – asumsi kondisi makro dan kondisi regional pada saat penyusunannya serta prediksi selama lima tahun kedepan. Karena itu seiring dengan tuntutan perubahan yang ada ditengah masyarakat maka tidak tertutup kemungkinan dilaksanakannya berbagai upaya lain dalam rangka memaksimalkan pencapaian tujuan dan sasaran, termasuk perbaikan kebijakan, pengembangan program, peningkatan kerjasama dengan berbagai pihak dan aransemen kelembagaan dalam rangka optimalisasi Penyelenggaraan Pengawasan Inspektorat Kabupaten Lumajang.
Adapun strategi pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan Inspektorat Kabupaten Lumajang dalam Dokumen Renstra selengkapnya dituangkan dalam formulir perencanaan stratejik (Lampiran I : Formulir RS)
F. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN SEBELUMNYA
Rencana Kinerja tahunan merupakan hasil dari proses pengintegrasian antara perencanaan stratejik dengan penganggaran yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran. Proses ini dilaksanakan setiap awal tahun anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan Inspektorat yang merupakan breakdown tahunan dari rencana strategis jangka menengah 5 (lima) tahunan.
Bidang umum dan pemerintahan memiliki kewenangan dalam pengelolaan sumber daya baik dalam penyediaan maupun pendistribusiannya. Penyelenggaraan urusan umum dan pemerintahan termasuk mencakup pelaksanaan pengawasan internal pemerintah yang menjadi tugas pokok dan fungsi Inspektorat Kabupaten Lumajang.
Perencanaan kinerja masing – masing bidang yang telah ditetapkan oleh Inspektorat Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam tahun 2014 capaian kinerjanya dapat diuraikan sebagai berikut :
No. SASARAN TERCAPAI KURANG
TERCAPAI TIDAK TERCAPAI I BIDANG UMUM DAN PEMERINTAHAN
1 Terselenggaranya Intensitas dan efektifitas
peleksanaan pemeriksaan di Daerah √ 2 Terwujudnya Akuntabilitas Kinerja SKPD √ 3 Terselenggaranya Penanganan kasus
Pengaduan Masyarakat secara tepat √ 4 Tersedianya sarana dan prasarana
pemeriksaan yang memadahi √
5 Meningkatnya kualitas SDM Aparat
Pengawasan di Daerah √
Capaian sasaran dan indikator kinerja yang diperoleh dalam tahun 2014 secara lebih detail adalah sebagai berikut :
SASARAN INDIKATOR SASARAN
KINERJA TARGET REALISAS
I
CAPAIA N
% % %
1. Terselenggaranya
Intensitas dan efektifitas peleksanaan pemeriksaan di Daerah
1.1 Tersusunnya PKPT dan terdukungnya kegiatan pengawasan secara memadai.
100 96 96
1.2 Prosentase jumlah LHP
dibanding jumlah target obrik 54 54 100 1.3 Prosentase jumlah saran
yang sudah ditindaklanjuti dibandingkan jumlah saran atas temuan
540 395 76.04
1.4 Prosentase jumlah LHP Riksus yang diterbitkan
3 3 100
2 Terwujudnya Akuntabilitas
Kinerja SKPD 2.1 Peningkatan kualitas AKIP 8 8 100 2.2 Peningkatan Kualitas Laporan
Keuangan Pemda yang ditunjukkan dengan penurunan nilai temuan hasil reviu
71 64 90,64
2.3 Peningkatan jumlah SKPD yang memahami dan menerapkan SPIP
3 3 100
3 Terselesaikannya penanganan kasus pengaduan masyarakat secara tepat
3.1 Jumlah pengaduan yang diselesaikan dibanding jumlah pengaduan berkadar pengawasan yang ditangani
13 10 76,92
4 Tersedianya sarana dan prasarana pemeriksaan yang memadai
4.1 Prosentase peningkatan kuantitas dan terjaganya kualitas sarana pengawasan
5 3,7 74
5 Meningkatnya kualitas
SDM aparat pengawasan 5.1 Meningkatnya jumlah aparat pengawasan yang mengikuti diklat
30 24 80
Rata-rata Capaian 90,25
Beberapa kendala yang dihadapi dalam pencapaian sasaran Inspektorat pada tahun 2014 tersebut dan Upaya yang sedang dan akan dilaksanakan untuk mengatasi kendala tersebut antara lain :
No. HAMBATAN UPAYA MENGATASI HAMBATAN
1. SDM secara umum masih terbatas
kuantitas maupun kualitasnya Mengoptimalkan SDM yang ada dengan jalan meningkatkan kemampuannya dengan diklat-diklat, bintek, pembinaan, sosialisasi baik formal maupun non formal .
2. Terbatasnya sarana dan prasarana
pendukung pengawasan Pengadaan sarana dan prasarana pendukung pengawasan yang memadai 3. Kurangnya jumlah tenaga di
Inspektorat dibanding dengan jumlah obrik yang ada sehingga beban kerja lebih berat
- Mengoptimalkan tenaga yang ada;
- Mengajukan penambahan personil melalui BKD
4. Sistem dan Prosedur Pengawasan
yang belum memadai Pengembangan sistem, prosedur, kebijakan serta teknis penyelenggaraan pengawasan.
5. Belum adanya regulasi dan reward yang memadai bagi Pejabat Pemeriksa khususnya dalam penanganan kasus
Mengajukan insentif tambahan penghasilan bagi aparat pengawasan.
6 Adanya temuan pemeriksaan yang
berulang dan sulit ditindaklanjuti Peningkatan pemahaman dan Optimalisasi pelaksanaan pengawasan
BAB S S AS A S A A R R A A N N , , PR P R O O GR G RA A M M , , D D A A N N
K K E E G G I I A A T T A A N N
III
C. Sasaran dan Indikator Kinerja
Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Dalam sasaran dirancang pula indikator sasaran. Yang dimaksud dengan indikator sasaran adalah ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun bersangkutan. Setiap indikator sasaran disertai dengan rencana tingkat capaiannya (targetnya) masing-masing. Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu/tahunan secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan dalam rencana stratejik. Masing-masing sasaran, program, maupun kegiatan dalam rangka pengukuran capaiannya diperlukan indikator kinerja, beberapa indikator kinerja diantaranya Indikator input, output, dan outcome.
Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan, yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan. Sedangkan Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam satu program.
Berikut adalah Sasaran dan target yang ingin dicapai Inspektorat Kabupaten Lumajang di tahun 2015 :
No Uraian Sasaran Indikator Kinerja Formula
Indikator Target Kinerja 2014 1. Terselenggaranya
Intensitas dan efektifitas peleksanaan pemeriksaan di Daerah
Tersusunnya PKPT
secara tepat waktu Jumlah hari
penyusunan PTKPT 32 hari
Persentase Obyek Pemeriksaan yang diaudit
Persentase jumlah LHP yang terbit dibanding jumlah seluruh LHP yang seharusnya terbit
54 LHP, 100%
Persentase temuan hasil pengawasan yang ditindaklanjuti
Prosentase jumlah saran yang sudah ditindaklanjuti dibandingkan jumlah seluruh saran atas temuan
93%
Persentase Kegiatan Pembangunan Yang Diawasi dan
Dievaluasi
Laporan Hasil Reviu LPPD Secara Tepat Waktu
100%
2. Terwujudnya
Akuntabilitas Kinerja SKPD
Peningkatan kualitas Penyelenggaraan Sistem AKIP
Katagori Capaian Kinerja pada LAKIP Inspektorat
>80%
Jumlah LAKIP SKPD yang Dievaluasi
dibanding Seluruh Jumlah LAKIP SKPD
12 SKPD, 16%
Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan Pemda
Jumlah Temuan atas Kelemahan Sistem dan
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
10 Temuan
Peningkatan jumlah
SKPD yang memahami dan menerapkan SPIP
Jumlah SKPD yang dilakukan
Pemetaan Risiko (Risk Assessment)
1 SKPD
3. Terselesaikannya penanganan kasus dan pengaduan masyarakat secara tepat
Persentase kasus dan pengaduan di lingkungan
pemerintahan daerah yang ditangani
Jumlah kasus yang diselesaikan dibanding jumlah kasus berkadar pengawasan yang ada
52 kasus, 83%
4. Tersedianya sarana dan prasarana pemeriksaan yang memadai
Persentase peningkatan kuantitas dan terjaganya kualitas sarana pengawasan
Nilai penambahan Aset dibagi jumlah Aset yang telah ada dan beroperasi dengan baik
>4%
5. Meningkatnya kualitas SDM aparat
pengawasan
Meningkatnya jumlah aparat pengawasan yang mengikuti diklat/Bintek/
Sejenisnya
Jumlah aparat pengawasan yang mengikuti
diklat/bintek/
kegiatan Sejenisnya
35 orang
Jumlah pelatihan
kantor sendiri PKS yang dilaksanakan
dalam 1(satu) 6 kali
D. Program, kegiatan dan perkiraan maju Anggaran 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
No Uraian Kegiatan Pagu
Anggaran 2015
Anggaran
Berikutnya Sumber 1 Pelayanan Administrasi dan
Operasional Perkantoran 382.250.500,- 371.558.000,- DAU
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
No Uraian Kegiatan
Pagu Anggaran
2015
Anggaran
Berikutnya Sumber 1 Pengadaan Perlengkapan dan
Peralatan Gedung Kantor 25.430.000,- 10.000.000,- DAU 2 Pengadaan Perlengkapan dan
Peralatan Kantor 79.500.000,- 79.500.000,- DAU
3 Pemeliharaan Rutin/ Berkala Kendaraan dinas/operasional
99.700.000,- 65.000.000,- DAU 4 Pemeliharaan Rutin/ Berkala
Perlengkapan dan Peralatan Gedung Kantor
10.560.000,- 4.000.000,- DAU
5 Pemeliharaan Rutin/ Berkala
perlengkapan dan Peralatan kantor 25.300.000,- 27.000.000,- DAU
3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur
No Uraian Kegiatan Pagu
Anggaran 2014
Anggaran
Berikutnya Sumber 1 Pengadaan Pakaian Khusus hari-hari
tertentu
16.650.000,- 9.000.000,- DAU
4. Program Peningkatan Sumberdaya Aparatur
No Uraian Kegiatan Pagu
Anggaran 2014
Anggaran
Berikutnya Sumber 1 Pengiriman Aparatur Dalam rangka
Diklat/ Sosialisasi/ Bintek/ dan Sejenisnya
30.000.000,- 20.000.000,- DAU
5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
No Uraian Kegiatan
Pagu Anggaran
2014
Anggaran
Berikutnya Sumber 1 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja
dan Ikhtisar Realisasi SKPD/ LAKIP 1.500.000,- 5.600.000,- DAU
2 Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran dan Prognosis Realisasi Anggaran
1.500.000,- 2.500.000,- DAU
3 Penyusunan Laporan Keuangan Akhir
Tahun 2.000.000,- 2.500.000,- DAU
6. Program Peningkatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah
No Uraian Kegiatan Pagu
Anggaran 2014
Anggaran
Berikutnya Sumber 1 Reviu Laporan Keuangan Daerah 75.000.000,- 75.000.000,- DAU
7. Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah
No Uraian Kegiatan Pagu
Anggaran 2014
Anggaran
Berikutnya Sumber 1 Pelaksanaan pengawasan Internal dan
Tindaklanjut Pengawasan Secara Berkala
383.810.000,- 392.800.000,- DAU
2 Evaluasi Berkala Temuan Hasil Pengawasan
10.000.000,- 15.000.000,- DAU 3 Inventarisasi Temuan Pengawasan 25.000.000,- 30.000.000,- DAU 4 Tindaklanjut Hasil Temuan
Pengawasan 75.000.000,- 60.000.000,- DAU
5 Audit, Monitoring, dan Evaluasi Hasil -
Hasil Pembangunan 25.000.000,- 25.000.000,- DAU 6 Koordinasi Pengawasan yang lebih
komprehensif
56.000.000,- 60.000.000,- DAU 7 Penyusunan dan Updating Peta
Pengawasan (Audit Universe) 23.000.000,- 23.000.000,- DAU
8. Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan
No Uraian Kegiatan Pagu
Anggaran 2014
Anggaran
Berikutnya Sumber 1 Pelatihan Pengembangan Tenaga
Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan 128.150.000,- 95.000.000,- DAU
9. Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan
No Uraian Kegiatan
Pagu Anggaran
2014
Anggaran
Berikutnya Sumber 1 Penyusunan Kebijakan Sistem dan
Prosedur Pengawasan 25.000.000,- 20.000.000,- DAU
10. Program Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah
No Uraian Kegiatan Pagu
Anggaran 2014
Anggaran
Berikutnya Sumber 1 Pemetaan Risiko Kondisi Lingkungan
SPIP
60.000.000,- 60.000.000,- DAU 2 Bimbingan Teknis bagi satgas SPIP-
SIKD 75.000.000,- 75.000.000,- DAU
11. Program Peningkatan Percepatan Pemberantasan Korupsi
No Uraian Kegiatan Pagu Anggaran
2014 Anggaran
Berikutnya Sumber
1 Penanganan Tuntutan
Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR)
30.000.000,- 35.000.000,- DAU
2 Koordinasi, Monitoring, dan Evaluasi Pelaksanaan percepatan pemberantasan Korupsi
30.000.000,- 30.000.000,- DAU 2.001.462.500,- 1.805.458.000,-
BAB IV P P E E N N U U T T U U P P
Rencana Kinerja (RENJA) atau Rencana Kinerja Tahunan (RKT) merupakan tindak lanjut dari implementasi Rencana Strategis ( Renstra ) Inspektorat Kabupaten Lumajang yang telah disusun untuk masa 5 ( lima ) tahun. Untuk mewujudkan semua yang telah direncanakan dalam Rencana Kinerja (RENJA) Tahun 2015 ini, diperlukan Kompetensi, Independensi, Due Professional Care, dan Komitmen yang kuat dari semua pihak sebagai upaya untuk mensukseskan pembangunan di Kabupaten Lumajang yang didukung dengan pengawasan internal yang berkualitas sesuai Peran masing-masing.
Namun sebaik apapun perencanaan disusun, ALLAH SWT yang menentukan keberhasilan perencanaan tersebut.
Demikian untuk menjadikan maklum dan dipergunakan sebagaimana ketentuan.