• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOKUMEN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS PENGADILAN MILITER III-15 KUPANG TAHUN 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DOKUMEN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS PENGADILAN MILITER III-15 KUPANG TAHUN 2021"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

DOKUMEN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS

PENGADILAN MILITER III-15 KUPANG TAHUN 2021

Oleh : TIM KERJA

PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS ( ZI )

Pengadilan Militer III-15 Kupang 2021

(2)

PENGESAHAN

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WILAYAH BEBAS KORUPSI (WBK) DAN WILAYAH BIROKRASI BERSIH MELAYANI (WBBM) TAHUN 2021

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia No. 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dam Melayani (WBBM)

KOMPETEN, ADIL, SOLID, INTEGRITAS, HUMANIS.

( K A S I H )

Kupang, 6 Januari 2021 Kepala Pengadilan Militer III-15

Masykur, S.T,. S.H., M.H.

Letnan Kolonel Chk NRP 11970020230871

(3)

PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WILAYAH BEBAS KORUPSI ( WBK )/ WILAYAH BIROKRASI BERSIH MELAYANI (WBBM)

PENGADILAN MILITER III-15 KUPANG TAHUN 2021

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Pengadilan Militer III-15 Kupang adalah pengadilan yang bertugas untuk memeriksa dan memutus perkara pidana tingkat pertama dan sengketa Tata Usaha Militer sebagaimana ditentukan dalam pasal 40 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1997 yakni prajurit yang berpangkat Kapten ke bawah di wilayah hukum Nusa Tenggara Timur.

Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya Pengadilan Militer III- 15 Kupang selalu berupaya untuk memberikan pelayanan secara prima kepada seluruh masyarakat pencari keadilan pada tingkat pertama.

Pengadilan Militer III-15 Kupang telah menerapkan amanat Undang- Undang No. 25 tahun 2009 mengenai Standar Pelayanan publik dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia no. 60 Tahun 2012 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) maka pelayanan prima dan integritas kepada publik menjadi prioritas kebijakan strategis. Instasi pemerintah dituntut untuk menjadi aparat negara yang bersih dan sehat melalui reformasi birokrasi.

Reformasi Birokrasi merupakan satu langkah awal untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintah yang baik, efektif dan efisien sehingga dapat dilakukan pelayanan kepada masyarakat secara cepat, tepat dan profesional. Gaung reformasi birokrasi sudah terdengar selama beberapa tahun terakhir ini, penerapan maupun evaluasi terhadap reformasi birokrasi juga telah dilakukan.

Pengadilan Militer III-15 Kupang dalam hal ini telah memenuhi amanat perundangan terkait reformasi birokrasi tersebut . Dengan dukungan sarana prasarana dan sumber daya yang ada. Pengadilan Militer III-15 Kupang senantiasa ingin memberikan pelayanan yang terbaik melalui pencapaian target yang telah ditetapkan diantaranya adalah pencapaian Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, penetapan Standart Pelayanan Publik dan senantiasa mengedepankan kepentingan pengguna jasa. Setelah mendapatkan Akreditasi pada tahun 2019 dan ditetapkannya Pengadilan Militer III-15 Kupang sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi. Dalam rangka mempercepat pencapaian target reformasi birokrasi, maka tantangan

(4)

Pengadilan Militer III-15 Kupang selanjutnya adalah membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

Dalam rangka pembangunan Zona Integritas, langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah : (1) Menyelaraskan instrumen Zona Integritas dengan instrumen evaluasi Reformasi Birokrasi, serta (2) Penyederhanaan pada indikator proses dan indikator hasil yang lebih akurat. Untuk itu perlu disusun pedoman pembangunan zona integritas pada Pengadilan Militer III-15 Kupang dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014.

I.2. Dasar Hukum

Adapun landasan dalam pembangunan Zona Integritas Pengadilan Militer III-15 Kupang di bawah Lingkup Mahkamah Agung Republik Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Undang-Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari KKN.

2. Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi publik.

3. Perpres No. 81 Tahun 2010 tentang Grand design reformasi birokrasi 2010-2025.

4. Peraturan Mahkamah Agung no. 8 Tahun 2016 tentang pengawasan dan pembinaan atasan langsung di lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya.

5. Permenpan –RB No. 10 Tahun 2019 tentang perubahan atas Permenpan-RB No. 42 Tahun 2014 tentang pedoman pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di lingkungan instansi pemerintah.

6. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia No.

58/KMA/SK/III/2019 tentang pedoman pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di lingkungan instansi pemerintah.

I.3. Maksud dan Tujuan

1. Dokumen rencana kerja ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Pengadilan Militer III-15 Kupang dalam membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM); dan

(5)

2. Dokumen rencana kerja ini bertujuan untuk memberikan keseragaman pemahaman dan tindakan dalam membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dilingkungan Pengadilan Militer III-15 Kupang.

I.4. Pengertian Umum.

1. Zona Integritas (ZI) adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang dipimpin dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

2. Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi ( menuju WBK) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan dan penguatan akuntabilitas kinerja.

3. Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayanai (WBBM) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagaian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik.

4. Tim Penilai Internal (TPI) adalah tim yang dibentuk oleh pimpinan instansi pemerintah yang mempunyai tugas melakukan penilaian unit kerja dalam rangka memperoleh predikat menuju WBK/menuju WBBM; dan

5. Tim Penilai Nasional (TPN) adalah tim yang dibentuk untuk melakukan evaluasi terhadap unit kerja yang diusulkan menjadi Zona Integritas Menuju WBK dan Menuju WBBM. Tim Penilai Nasional terdiri dariunsur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ombudsman Republik Indonesia (ORI).

6. Unit kerja yang diusulkan sebagai Zona Integritas menuju WBK/WBBM ditetapkan, maka hal yang selanjutnya dilakukan adalah menentukan komponen-komponen yang harus dibangun.

Terdapat dua jenis komponen yang harus di bangun dalam unit kerja terpilih, yaitu komponen pengungkit dan komponen hasil. Di bawah ini adalah gambaran yang menunjukan hubungan komponen dan indikator masing- masing.

(6)

Melalui gambaran tersebut dapat di jelaskan bahwa program Manajemen Perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan Pengawasan, dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik merupakan komponen pengungkit yang diharapkan dapat menghasilkan sasaran pemerintahan yang bersih dan bebas KKN serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

BAB. II

PROGRAM KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS

II.1. Pencanangan Pembangunan Zona Integritas.

1. Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di lingkungan Pengadilan Militer III-15 Kupang dilaksanakan dimulai dengan deklarasi/pernyataan Kepala Pengadilan Militer III-15 Kupang bahwa Pengadilan Militer III-15 Kupang telah siap membangunn Zona Integritas.

2. Pencanangan Pembanguna Zona Integriitas dilakukan oleh Kepala Pengadilan Militer III-15 Kupang dan jajaran, seluruh atau sebagian besar anggota telah menandatangani Dokumen Pakta Integritas, Penandatanganan dokumen Pakta Integritas. Dapat dilakukan secara massal/Serentak.

3. Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di lingkungan Pengadilan Militer III-15 Kupang dilaksanakan secara terbuka dan di publikasikan secara luas dengan maksud agar semua pihak termasuk masyarakat dapat memantau, mengawal, mengawasi dan berperan serta dalam

PENATAAN TATALAKSANA PENATAAN MANAJEMEN 

SDM  PENGUATAN  AKUNTABILITAS KINERJA PENGUATAN PENGAWASAN MA

NAJ EM EN  PER UBA HA

PENI NGK ATA KUA LITA

PENINGKATAN  PELAYANAN PUBLIK 

PEMERINTAHAN YANG  BERSIH DAN BEBAS KKN  PENGUNGKIT ( 60 % ) HASIL ( 40 % ) 

PERBAIKAN DAN PEMBELAJARAN

(7)

program kegiatan reformasi birokrasi khususnya di bidang pencegahan korupsi dan meningkatkan kualitas pelayanan public.

II.2. Proses Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM.

Proses pembagunan Zona Integritas merupakan tindak lanjut pencanangan yang telah dilakukan pimpinan. Proses pembangunan Zona Integritas yang difokuskan pada penerapan program Manajemen Perubahan, Penatalaksana, Penata Manajemen SDM, Penguatan Pengawasan, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik yang bersifat Konkrit. Dalam membangun Zona Integritas, telah ditetapkan Satker yang diusulkan sebagai WBK dan WBBM dengan memperhatikan beberapa syarat yang telah ditetapkan, diantaranya :

1. Di anggap sebagai unit yang penting/strategis dalam melakukan pelayanan public.

2. Mengelola sumber daya yang cukup besar.

3. Memiliki tingkat keberhasilan reformasi birokrasi yang cukup tinggi di unit tersebut.

Sehingga, perlunya dilakukan pembinaan dan pengawasan yang efektif guna menjaga terpeliharanya predikat WBK dan WBBM. Penerapan pembangunan Zona Integritas telah dilakukan oleh Kepala, Wakil Kepala, Panitera, Sekretaris, seluruh Hakim, seluruh Pejabat Fungsional dan Strutural serta seluruh Aparatur Pengadilan Militer III-15 Kupang. Dalam pembangunan Zona Integritas, Pengadilan Militer III-15 Kupang menetapkan beberapa inovasi unggulan yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan zona integritas sebagai Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

BAB III

RENCANA AKSI/ RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS

III.1 Hasil dari kegiatan penyusunan rencana aksi pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) adalah tersusunnya rencana aksi pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas

(8)

Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersi Melayani (WBBM) di lingkungan Pengadilan Militer III-15 Kupang, Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersi Melayani (WBBM) mempunyai beberapa komponen antara lain sebagai berikut :

I. Komponen 1 (Menejemen Perubahan)

Komponen Manajeman Perubahan memiliki Indikator sebagai berikut : 1. Penyusunan Tim Kerja

Penyusunan tim kerja dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut

a. Pembentukan Tim untuk melakukan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

b. Pembentukan Tim ini dilakukan melalui prosedur atau mekanisme yang jelas.

c. Kepala Pengadilan Militer III-15 Kupang bertanggungjawab atas pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

2. Dokumen Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Penyusunan Dokumen Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (wBBM) dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Dokumen Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersi Melayani (WBBM) memuat target-target perioritas yang relevan sesuai dengan tujuan.

b. Mekanisme atau media untuk mensosialisasikan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersi Melayani (WBBM) telah disediakan.

3. Pemantauan dan Evaluasi Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersi Melayani (WBBM).

Pemantauan dan Evaluasi Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersi Melayani (WBBM) ini dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Seluruh kegiatan pemantauan dan evaluasi Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersi Melayani (WBBM) telah dilaksanakan dengan target yang direncanakan.

(9)

b. Hasil kegiatan pemantauan dan evaluasi Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersi Melayani (WBBM) telah di tindak lanjuti.

4. Perubahan pola pikir dan budaya kerja

Perubahan pola pikir dan budaya kerja ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Pimpinan menjadi role model dalam Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersi Melayani (WBBM).

b. Pemilihan agen perubahan sesuai dengan peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Begara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor : 27 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Agen Perubahan di instansi Pemerinta.

c. Pembangunan pola pikir dan budaya kerja di lingkungan Pengadilan Militer III-15 Kupang.

d. Keterlibatan Hakim, dan seluruh Aparatur Sipil Negara dan Militer Pengadilan Militer III-15 Kupang dalam Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersi Melayani (WBBM).

II. Komponen (Penataan Tata Laksana)

Komponen Penataan Tata Laksana memiliki indicator sebagai berikut : 1. Standar Operasional Prosedur (SOP)

Penyusunan Standar Operasional Prosedur memperhatikan hal- haal sebagai berikut :

a. Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) telah mengacu pada Proses Peta Bisnis Pengadilan Militer III-15 Kupang.

b. Penerapan SOP . c. Reviu/Perbaikan SOP.

2. E-Office / E- Government.

Indikator ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Penyusunan system pengukuran kinerja berbasis system informasi.

b. Penyusunan system kepagawaian berbasis system informasi.

c. Penyusunan system pelayanan public berbasis system informasi.

(10)

3. Keterbuakan Informasi Publik.

Indikator ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Penerapan kebijakan tentang keterbukaan informasi public.

b. Monitoring dan evaluasi penerapan kebijakan tentang keterbukaan informasi public.

III. Penataan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)

Komponen Penataan Sistem Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki indicator sebagai berikut :

1. Perencanaan kebutuhan pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Indikator ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Menerapkan rencana kebutuhan pegawai pada Pengadilan Militer III-15 Kupang yang mengacu pada peta jabatan dan hasil analisis beban kerja.

b. Monitoring dan evaluasi terhadap rencana kebutuhan pegawai pada Pengadilan Militer III-15 Kupang.

2. Pola Mutasi internal.

Indikator ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Menyusun kebijakan pola mutasi internal

b. Menerapkan kebijakan pola mutasi internal

c. Monitoring dan Evaluasi kebijakan pola mutasi internal 3. Pengembangan Pegawai Berbasis Kopetensi.

Indicator ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Melakukan upaya pengembangan kopetensi.

b. Memberikan kesempatan kepada Hakim dan Aparatur Pengadilan Militer III-15 Kupang untuk mengikuti pengembangan kompetensi.

4. Penetapan Kinerja Individu.

Indikator ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut : dengan kinerja organisasi.

a. Penerapan penetapan kinerja individu sesuai indikator level atasnya.

b. Penerepan penetapan kinerja individu secara periodik.

c. Hasil penilaian kinerja individu telah dilaksanakan/

diimplementasikan mulai dari penetapan, implementasi dan pemantauan.

(11)

5. Penegakan Aturan Disiplin/ Kode Etik/ Kode Prilaku Pegawai Indicator ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Penerapan aturan disiplin / Kode Etik / Kode Perilaku Pegawai telah dilaksanakan.

6. Sistem Informasi Kepegawaian.

Indikator ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Pemuhtahiran informasi Kpegawaian telah dilakukan secara berkala.

IV. Penguatan Akuntabilitas Kinerja

Komponen Penguatan Akuntabilitas Kinerja memiliki Indikator sebagai berikut :

1. Keterlibatan Pimpinan

Indikator ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Pimpinan terlibat secara langsung dalam penyusunan perencanaan.

b. Pimpinan terlibat secara langsung dalam penyusunan penetapan kinerja.

c. Pimpinan memantau pencapaian kinerja secara berkala 2. Pengelolaan Akuntabilitas Kinerja.

Indikator ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut ;

a. Penyusunan dokumen perencanaan yang telah berorientasi hasil.

b. Penerapan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah memiliki kinerja spesifik, Measurable, Achiveble, Relevant and Time Bound (SMART).

c. Penyusunan Laporan kinerja tepat waktu.

d. Peningkatan kapasitas SDM yang menangani akuntabilitas kinerja.

V. Penguatan Pengawasan

Komponen Penguatan Pengawasan memiliki indikator sebagai berikut : 1. Pengendalian Gratifikasi

Indicator ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Publik Campaign tentang pengendalian gratifikasi.

b. Mengimplementasikan pengendalian gratifikasi.

(12)

2. Penerapan Sistem Pengawsan Internal Pemerinta (SPIP) Indicator ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Membangun lingkungan pengendalian unit kerja.

b. Mensosialisasikan Sistem Pengawasan Internal Pemerinta (SPIP) kepada pihak terkait.

3. Pengaduan Masyarakat.

Indicator ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Menerapkan kebijakan pengaduan masyarakat.

b. Menindaklanjuti Pengaduan Masyarakat.

c. Monitoring dan Evaluasi Pengaduan Masyarakat.

4. Whistle Blowing Sistem.

Indicator ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Menerapkan Whistle Blowing Sistem.

b. Monitoring dan Evaluasi Whistle Blowing Sistem.

c. Menindak lanjuti hasil Evaluasi penerapan Whistle Blowing Sistem.

5. Penanganan Benturan Kepentingan.

Indicator ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Mengidentifikasi benturan kepentingan dalam tugas dan fungsi utama

b. Mensosialisasikan kebijakan penanganan benturan kepentingan c. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan benturan kepentingan d. Menindaklanjuti hasil evaluasi pelaksanaan benturan

kepentingan.

VI. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Komponen Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik memiliki Indikator sebagai berikut :

1. Standar Pelayanan Pengukuran indikator :

Indicator ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Penyusunan Standar operasional Prosedur (SOP) Pelayanan.

b. Menerapkan Standar operasional Prosedur (SOP) Pelayanan.

c. Melakukan reviu Standar operasional Prosedur (SOP) Pelayanan.

d. Melakukan sosialisasi Standar operasional Prosedur (SOP) Pelayanan.

e. Memiliki informasi tentang standar pelayanan yang mudah diakses melalui berbagai media.

f. Melakukan Survey Kepuasan Masyarakat.

g. Monitoring dan Evaluasi Survey Kepuasan Masyarakat.

(13)

III.2. TABEL RENCANA AKSI / RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS

NO KOMPONEN INDIKATOR LANGKAH AKSI BUKTI FISIK TARGET

1 2 3 4 5 6

I MANAJEMEN PERUBAHAN

1. Penyusunan tim kerja a. Membuat undangan pembentukan tim kerja WBK/WBBM

Undangan pembentukan tim kerja WBK/WBBM

100%

b. Rapat pembentukan tim kerja WBK/WBBM

Notulen, absensi rapat, foto kegiatan/ dokumentasi rapat c. Penentuan anggota tim kerja

WBK/WBBM

Berita acara dan mekanisme seleksi anggota tim

d. Pengesahan tim kerja WBK/WBBM oleh Kepala Pengadilan Militer III-15 Kupang

SK tim kerja WBK/WBBM

2. Dokumen rencana pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM

a. Membuat dokumen rencana kerja pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM

- Undangan, absensi, foto kegiatan/dokumentasi - Dokumen rencana aksi

pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM

- Dokumen laporan kegiatan penyusunan

rencana aksi

pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM

100%

b. Membuat target-target perioritas yang relevan dengan tujuan pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM

- Surat keputusan tentang rencana pembangunan zona integritas dan target perioritas

- Dokumen rencana aksi yang berisi target perioritas

- Dokumen laporan

(14)

1 2 3 4 5 6 pelaksanaan kegiatan

penyusunan target prioritas Zona Integritas c. Sosialisasi pembangunan

zona integritas menuju WBK/WBBM ke pada seluruh aparatur negara Pengadilan Militer III-15 Kupang dan masyarakat dan pembuatan laporan sosialisasi pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM

- Foto/ dokumentasi sosialisasi pencanangan zona integritas menuju

WBK/WBBM dan

penandatanganan komitmen bersama - Spanduk dan baner

pembangunan Zona Integritas menuju

WBK/WBBM di

llingkungan kerja

- Capture Website, medi

sosial, media

elektronik/cetak.

- Dokumen laporan sosialisasi pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM

3. Monitoring dan evaluasi pembangunan Zona integritas menuju WBK/WBBM

a. Melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala (bulanan) pembangunan zona integritas

- Undangan, Notulen, daftar hadir dan foto/dokumentasi

kegiatan

- Dokumen laporan berkala hasil monitoring dan evaluasi secara bulanan

- Laporan tindak lanjut atas laporan monitoring dan evaluasi

100%

(15)

1 2 3 4 5 6 4. Perubahan pola pikir

dan budaya kerja

a. Pemilihin role model diantara pimpinan ( Kepala pengadilan, Hakim, pejabat struktural) dalam pelaksanaan pembangunan zona integritas menuja WBK/WBBM

- Undangan daftar hadir, berita acara dan SK penunjukan role model dan Sk role model

- Dokumentasi kegiatan penunjukan role model

100%

b. Pemilihan agen perubahan diantara staf mengacu pada PERMENPAN RB Nomor 27 Tahun 2014 Tentang pedoman pembanguanan Agen perubahan di instansi pemerintah

- SK penetapan agen perubahan

c. Pembangunan budaya kerja dan pola pikir

- Kode etik dan prilaku hakim, panitera, aparatur negara.

- Pemberian reward and Pinishment

- Lapor kegiatan pembangunan budaya kerja dan pola pikir meliputi : dokumen, absensi pegawai.

- Program reward and punishmant

- Dokumen pakta integritas yang ditandatangani seluruh pegawai

- Dokumentasi apel pagi dan sore

- Dokumentasi rapat bulanan

(16)

1 2 3 4 5 6 - Dokumen laporan hasil

kegiatan pembangunan zona integritas

II PENATAAN TATA LAKSANA

1. Standar Operasional Prosedur (SOP)

a. Penyusuna Standar Operasional Prosedur (SOP) b. Penerapan Standar

Operasional Prosedur (SOP) c. Evaluasi Standar Operasional

Prosedur (SOP)

- Peta bisnis instansi - Dokumen Standar

Operasional Prosedur (SOP)

- Dokumen Reviu Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditanda tangani Kepala Pengadilan Militer III-15 Kupang

100%

2. E-Office / e-Government a. Penyusunan sistem pengukuran kinerja berbasis sistem informasi

- Undangan, notulen,

daftar hadir,

foto/dokumentasi rapat bulanan

- Aplikasi Komunikasi Data Nasional (KOMDANAS) - Sistem Akuntansi

Instansi Berbasis Akrual (SAIBA)

- Sistem informasi mnajemen akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN)

- Aplikasi persediaan - Aplikasi gaji pokok

pegawai (GPP)

- Aplikasi Monitoring Implementasi SIPP (MIS)

100%

(17)

1 2 3 4 5 6 b. Penyusunan sistem

kepegawaian kinerja berbasis sistem informasi

- Aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian (SIKEP) c. Penyusunan Sistem

Pelayanan Publik Berbasis Sistem Informasi

- Website resmi

Pengadilan Militer III-15 Kupang

- Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP)

- Aplikasi Sistem Pengawasan (SIWAS) - Aplikasi pelayanan

Terpadu Satu Pintu (PTSP)

- Aplikasi Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

- Aplikasi Antrian Sidang - Aplikasi layanan terpadu

satu pintu (PTSP)

- Oficial instagram acount Pengadilan Militer III-15 Kupang

- Oficial Youtube Chanel Pengadilan Militer III-15 Kupang

- Aplikasi penelusuran perkara berbasis android 3. Keterbukaan Informasi

publik

a. Penerapan kebijakan tentang keterbukaan informasi publik

- SK tentang layanan informasi

- Baner tentang penerapan kebijakan keterbukaan informasi publik

100%

(18)

1 2 3 4 5 6 - Brosur tentang

penerapan kebikjakan keterbukaan informasi publik

- Penerapan kebijakan tentang keterbukaan informasi publik di media sosial

b. Memiliki websita dengan informasi terkini yang memudahkan masyarakat pencari keadilan

- Capture Website Pengadilan Militer III-15 Kupang

c. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi publik

- Undangan, notulen daftar hadir, foto dokumentasi rapat.

- Dokumen hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan keterbukaan publik III PENATAAN

SISTEMM MANAJEMEN SDM

1. Perencanaan

kebutuhan pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi

a. Menyusun analisa kebutuhan pegawai dalam hal rasio dan beban kerja dan kualifikasi pendidikan yang mengacu pada peta jabatan dan hasil analisis beban kerja

- Dokumen analisa kebutuhan pegawai - Dokumen rasio beban

kerja pegawai

100%

b. Menyusun monitoring dan evluasi rencana kebutuhan pegawai

- Dokumen monitoring dan evaluasi rencana kebutuhan pegawai 2. Pola mutasi Internal a. Penyusunan kebijakan pola

mutasi internal

- SK BAPERJAKAT ( badan pertimbangan jabatan dan pangkat)

100%

b. Penerapan kebijakan pola mutasi internal

- SK mutasi internal

(19)

1 2 3 4 5 6 c. Monitoring dan evaluasi

kebijakan pola mutasi internal

- Dokumen monitoring dan evaluasi kebijakan pola mutasi internal

3. Pengembangan

pegawai berbasis kompetensi

a. Pengembangan koetensi (capcity building/transfer cnowledge)

- Dokumen penguriman hakim / aparatur negara mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat)

100%

b. Menyusun daftar bagi hakim dan aparatur negara untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan ( diklat ) maupun pengembangan kopetensi lainnya

- Dokumen pengiriman Hakim/ Aparatur Negara untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat)

c. Moniitoring dan evaluasi kegiatan pengembangan profesi

- Dokumen monitoring dan evaluasi kegiatan pengembangan profesi 4. Penetapan kinerja

individu

a. Menyusun penilaian kinerja individu

- Dokumen Sasaran Kinerja Pegawai (SKP)

100%

b. Menyusun pengukuran kinerja individu telah memiliki kesesuaian dengan indikator kinerja individu level atasnya

- Dokumen Sasaran Kunerja Pgawai (SKP)

c. Menyusun pengukuran kinerja secara periodik

- Dokumen Sasaran Kinerja Pegawai Triwulan d. Hasil penilaian kinerja

individu telah

diimlementasikan mulai dari penerapan sampi dengan pmentauan

- Dokumen Sasaran Kinerja Pegawai (SKP)

5. Penegakan aturan disiplin/ Kode etik / kode perilaku

a. Penegakan aturan disiplin/

kode etik/ kode perilaku pegawai melalui penerapan aturan disiplin/ kode etik /kode perilaku pegawai

- Absensi pegawai, ijin keluar kantor.

100%

(20)

1 2 3 4 5 6 b. Sistem informasi kepegawaian

melalui pemutahiran informasi kepegawaian dilakukan secara terbuka

- Dokumen Sistem Informasi Pegawai (SIKEP)

6. Sistem informasi kepegawaian pada unit kerja telah di mutahirkan secara berkala

a. Meningkatkan ketaatan terhadap pengelolaan SDM aparatur pada Pengadilan Militer III-15 Kupang

- Undangan, notulen , daftar hadir, foto/

dokumentasi rapat

- Dokumen kebutuhan pegawai berdasarkan pemetaan jabatan dan analisis beban kerja - Surat usulan kebutuhan

pegawai

- Dokumen monitoring dan evaluasi kinerja pegawai baru

- SK Mutasi/ rotasi internal - Daftar riwayat pekerjaan

(DRP)/ daftar riwayat hidup (DRH)

100%

b. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan SDM aparatur pada Pengadilan Militer III-15 Kupang

- Dokumen monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan mutasi

- Dokumen aplikasi sistem informasi kepegawaian (SIKEP)

c. Meningkatkan disiplin SDM aparatur pada Pengadilan Militer III-15 Kupang

- Daftar absensi hakim dan pegawai

d. Meningkatkan efektifitas SDM aparatur pada Pengadilan Militer III-15 Kupang

- Daftar urut kepangkatan (DUK), Daftar Urut Senioritas (DUS)

(21)

1 2 3 4 5 6 c. Sistem informasi kepegawaian

melalui pemutahiran informasi kepegawaian dilakukan secara terbuka

- Dokumen Sistem Informasi Pegawai (SIKEP)

d. Meningkatkan evektifitasSDM aparatur pada Pengadilan Militer III-15 Kupang

- Daftar Urut Kepangkatan (DUK) Daftar Urut Senioritas (DUS)

e. Meningkatkan profesionalitas SDM Aparatur pada Pengadilan Militer III-15 Kupang

- Dokumen rencana pengembangan

kopetensi

- Dokumen Sasaran kinerja Pengawai (SKP) - Surat kepada pegawai

yang akan mengikuti pendidikan dan pelatihan diklat /pengembangan kopetensi

- Surat usulan pegawai yang akan mengikuti pendidikan dan pelatihan diklat/pengembangan kopetensi.

- Daftar pegawai yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan diklat/ pengembangan kopetensi.

- Dokumen laporan hasil monitoring dan evaluasi terhadap pengembangan kopetensi

- Dokumen pengukuran kinerja individu pe bulan

(22)

1 2 3 4 5 6 IV PENGUATAN

AKUNTABILITAS KINERJA

1. Keterlibatan pimpinan a. Mengadakan rapat perencanaan dan anggaran

- Undangan, notulen, daftar hadir, foto/

dokumentasi rapat.

- Dokumen perencanaan kegiatan dan anggaran - Dokumen perjanjian

kinerja

100%

2. Pengelolaan

akuntabilitas kinerja

a. Menyusun dokumen perencanaan

b. Menyusun indikator kinerja utama

c. Mnyusun laporan kinerja instansi pemerintah (LkjIP) d. Mentusun rencana kerja

tahunan, rencana strategis (Renstra), Penetapan kinerja (Perjanjian Kinerja)

e. Menyusun Standar Operasional Prosedure (SOP) Pelayanan.

f. Membuat aplikasi Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

g. Menyusun Sk Pengendalian Gratifikasi

h. Menyusun sistem

pengawasaninternal Pemerintah

i. Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanganan pengaduan masyarakat

- Undangan, notulen, daftar hadir, foto/

dokumentasi rapat.

- Dokumen perencanaan yang telah berorientasi hasil

- Indikator kinerja Utama (IKU)

- Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LkjIP)

- Dokumen rencana kerja tahunan

- Rencana Strategis9 (Renstra)

- Penetapan kinerja

- Dokumen SOP

Pelayanan

- Aplikasisurvey kepuasan masyarakat

- SK pengendalian gratifikasi

- SK sistem pengawasan internal pemerintah (SIPP)

- SOP penenganan pengaduan masyarakat

100%

(23)

1 2 3 4 5 6 V PENGUATAN

PENGAWASAN

1. Pengendalian Gratifikasi a. Menyusun public campaign tentang penendalian gratifikasi

- SK pengendalian gratifikasi

- Capture baner /Spanduk/

Media public campaign - Gambar CCTV

100%

b. Menyusun LHKSN dan LHKPN - Bukti pengiriman LHKSN 2. Pengawasan Sistem

Pengawasan internal Pemerintah (SIPP)

a. Menyusun analisis resiko Pengadilan Militer III-15 Kupang

- SK SIPP

- Dokumen matrik indentifikasi resiko

- Dokumen Analisis Resiko - Dokumen Level resiko - Dokumen Laporan

Pengendalian Resiko

100%

b. Melakukan sosialisasi dan mengimplementasikan sistem pengawasan internal pegawai

- Undangan, notulen, daftar hadir, foto/

dokumentasi rapat 3. Pengaduan Masyarakat a. Layanan pengaduan

masyarakat melalui aplikasi dan media sosial

b. Tindak lanjut hasil penanganan pengaduan masyarakat

c. Monitoring dan evaluasi penanganan pengaduan masyarakat

- SK petugas pengaduan masyarakat

- Foto/ Dokumentasi petugas/ ruang/ loket/

kotak khusus pengaduan - Foto/ dokumentasi

spanduk/ baner informasi sarana pengaduan - Gambar SIWAS

- Gambar melalui media sosial

- Gambar respon

pengaduan masyarakat - Bukti penyampaian

pengaduan masyarakat kepada bagian terkait

100%

(24)

1 2 3 4 5 6 - Dokumen laporan

monitoring dan evaluasi laporan pengaduan tiap bulan

- Dokumen laporan tindak lanjut pengaduan

4. Whistle Blowing System (WBS)

a. Menyusun SK dan SOP WBS - SK WBS - SK SOP WBS

100%

b. Mensosialisasikan WBS - Foto/ dokumentasi kegiatan WBS

c. Menyusun laporan evaluasi dan tindak lanjut atas penerangan WBS

- Dokumen laporan evaluasi dan tindak lanjut atas penerapan WBS 5. Penanganan Benturan

Kepentingan

a. Mengidentifikasi benturan kepentingan dalam tugas dan fungsi utama

- Dokumen identifikasi/

pemetan benturan kepentingan

- Dokumen surat pernyataan bebas dari benturan kepentingan

100%

b. Mensosialisasikan kebijakan penanganan benturan kepentingan

- Undangan, notulen, daftar hadir, foto/

dokumentasi rapat c. Mengimplementasikan

kebijakan penanganan benturan kepentingan

-

d. Menyusun laporan evaluasi penanganan bemnturan kepentingan

- Dokumen laporan evaluasi penanganan benturan kepentingan e. Menyusun tindak lanjut

kebijakan penanganan benturan kepentingan

- Dokumen tindak lanjut hasil laporan evaluasi penanganan benturan kepentingan

(25)

1 2 3 4 5 6 VI PENGUATAN

KUALITAS PELAYANAN

PUBLIK

1. Standar Pelayan Pengukuran Indikator

a. Menyusun Standar Pelayanan Milimal

- Dokumen Standar Pelayanan

100%

b. Menyusun maklumat standar pelayanan

- Capture Maklumat Standar Pelayanan c. Menyusunn SOP Standar

Pelayanan

- Dokumen SOP Standar Pelayanan

d. Mereviu SOP Standar Pelayanan

- Dokumen Reviu SOP Standar Pelayanan e. Melakukan sosialisasi/

pelatihan pelayanan prima kepada pegawai Pengadilan Militer III-15 kupang

- Undangan, notulen, daftar hadir, foto/

dokumentasi rapat f. Menyediakan informasi yang

mudah diakses oleh masyarakat melalui media cetak, papan pengumuman, media sosial, website dan laian lain

- Capture Website Pengadilan Militer III-15 Kupang

- Capture SIPP

- Capture direktori putusan - Capture akun instagram resmi Pengadilan Militer III-15 Kupang

- Capture Chanel Youtube resmi Pengadilan Militer III-15 Kupang

- Capture Baner dan figure pellayanan

g. Menyediakan Penghargaan

dan sanksi - Dokumen penghargaan

pegawai teladan

- Dokumen sanksi pegawai

(26)

1 2 3 4 5 6 h. Pemberian Kompensasi

bagi pelaksanaan layanan bila layanan yang diberikan tidak sesuai standar

- Dokumen pemberian kompensasi bagi pelaksana layanan bila layanan yang diberikan tidak sesuai standar i. Menyediakan pelayanan

terpadu satu pintu (PTSP)

- Capture aplikasi antrian sidang

- Capture aplikasi antrian pelayanan terpadi satu pintu PTSP

- Capture aplikasi survei indek kepuasan masyarakat (IKM)

- Capture aplikasi PTSP j. Menyediakan Inovasi

Layanan

- Dokumen Memorandum of Understanding (MoU) Pengadilan Militer III-15 Kupang

- Foto/Dokumentasi

kegiatan Pengadilan Militer III-15 Kupang k. Menyediakan Aplikasi

Penilaian Kepuasan terhadap Pelayanan

- Dokumen Laporan Survei Indek Kepuasan Masyarakat (IKM)

- Dokumen Laporan Perbaiakan Pelayanan sebagai tindak lanjut dari Survei IKM

(27)

BAB IV PENUTUP

Unit kerja berpredikat WBK/WBBM merupakan outcome dari upaya pencegahan korupsi yang dilaksanakan secara konkrit di dalam lingkup zona Integritas, Pengembangan WBK/WBBM secara bertahap sejalan dengan konsep Islan of Integrity, Diharapkan, upaya ini akan menjadi bagian dari upaya yang dapat meningkatkan nilai IPK Indonesia, untuk itu diperlukan upaya dan pendekatan yang proaktif dalam rangka memperlihatkan kepada dunia internasional/ global, bahwa upaya pencegahan korupsi di Indonesia dilakukan secara continu dan komperhensif.

Pedoman ini bersifat dinamis, dalam arti ketentuan- ketentuan di dalamnya dapat diubah sesuai kebutuhan berdasarkan perkembangan lingkungan strategis yang ada.

Indikator dalam rangka penetapan predikat menuju WBK/WBBM diharapkan secara

bertahap dapat diubah sehingga semakin mengarah kepada zero tolerance approach

dalam pemberantasan korupsi.

Referensi

Dokumen terkait

Rencana Kerja Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2021 23. Media/sarana

Melakukan upaya perbaikan terhadap kebijakan, program dan kegiatan yang tertuang dalam rencana kerja pembangunan zona integritas Politeknik Negeri Media Kreatif

Pembelajaran dengan model Two Stay Two Stray pada pembelajaran IPS pertemuan I siklus I ini diperoleh skor 10 dengan persentase 66,67%.. kriteria yang didapatkan

Dokumen rencana kerja ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Museum Kebangkitan Nasional dalam membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK); dan.. Tujuan

Untuk melaksanakan Pembangunan Zona Integritas di Pengadilan Negeri Kisaran, maka Ketua Pengadilan Negeri Kisaran telah membentuk Tim Pembangunan Zona Integritas menuju WBK

Rencana Kerja Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2021 2.. Media/sarana

Dokumen rencana kerja ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Pengadilan Agama Sengeti Kelas IB dalam membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi

Tim kerja Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Pengadilan Negeri Bireuen terdiri dari