GANGGUAN DAN RINTANGAN KOMUNIKASI pdf

11 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

[communication] Page 1

MAKALAH ILMU KOMUNIKASI

DIRI DALAM KOMUNIKASI

GANGGUAN DAN RINTANGAN KOMUNIKASI

ILMU KOMUNIKASI

Di susun oleh :

SHINTA HARITA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS PERSADA BUNDA

(2)

[communication] Page 2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan

rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “ DIRI KOMUNIKASI , GANGGUAN DAN RINTANGAN KOMUNIKASI” ini dengan lancar tanpa halangan suatu apapun.

Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada :

1. Tuhan Yang Maha Esa

2. Ibu Tekwana Perloly S.ilkom,M.ikom. selaku dosen mata kuliah ilmu Komunikasi

Selanjutnya kami berharap semoga makalah ini dapat dimanfaatkan oleh semua pihak dan

dapat menambah pengetahuan bagi pembaca.

Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini, masih terdapat banyak kesalahan dan

kekurangan. Maka dari itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang

sifatnya membangun demi kesempurnaan dan kebaikan makalah ini.

Penyusun

(3)

[communication] Page 3

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui komunikasi seseorang tumbuh dan belajar, menemukan pribadi diri sendiri dan

orang lain, kita bergaul, bersahabat, bermusuhan, mencintai atau mengasihi orang lain,

membenci orang lain dan sebagainya. Maka dari itu, komunikasi memegang peranan yang

sangat besar terhadap kehidupan sosial seseorang.

Komunikasi terbagi ke dalam beberapa bagian, yakni ada komunikasi intrapesonal,

komunikasi intrapersonal, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, dan komunikasi

massa. Namun, di sini hanya akan dibahas mengenai Komponen diri komunikasi , gangguan

dan rintangan komunikasi

Komponen-komponen komunikasi terdiri dari :

sumber,komunikator,pesan,channel(saluran),komunikan dan efek (hasil). Sumber berupa

lembaga,personal dan nonlembaga/nonpersonal. Komunikator (pengiriman pesan). Dalam

proses komunikasi, komunikator dapat menjadi komunikan dan sebaliknya. Dijelaskan pula

factor – factor yang harus diperhatikan komunikator. pesan mempunyai inti pesan (tema) yang menjadi pengarah dalam mempengaruhi orang lain dan mencoba mengubah sikap dan

tingkah laku komunikasi.

Perkembangan komunikasi memberi dampak social terhadap masyarakat. Komunikasi

mempengaruhi perubahan prilaku, cara hidup, hidup bermasyarakat, dan nilai – nilai yang ada.perubahan ini tampaknya sejalan dengan perkembangan teknologi itu sendiri.

B.Tujuan

1. Pengertian Diri Komunikasi

(4)

[communication] Page 4 BAB II

PEMBAHASAN

Diri Komunikasi adalah suatu ukuran kualitas yang memungkinkan seseorang untuk dianggap dan dikenali sebagai individu yang berbeda dengan individu lainnya. Kualitas yang membuat seseorang memiliki kekhasan sendiri sebagai manusia ini, tumbuh dan berkembang melalui interaksi sosial, yaitu berkomunikasi dengan orang lain. Individu tidak dilahirkan dengan membawa kepribadian.

Pengalaman dalam kehidupan akan membentuk diri pribadi setiap manusia, tetapi setiap orang juga harus menyadari apa yang sedang terjadi dan apa yang telah terjadi pada diri pribadinya. Kesadaran terhadap diri pribadi ini pada dasarnya adalah suatu proses persepsi yang ditujukan pada dirinya sendiri

Persepsi Terhadap Diri Pribadi (self-perception)

Proses psikologis diasosiasikan dengan interpretasi dan pemberian makna terhadap orang atau objek tertentu, dikenal dengan persepsi. Menurut Fisher, persepsi didefenisikan sebagi interpretasi terhadap berbagai sensasi sebagai representasi dari objek-objek eksternal, jadi persepsi adalah pengetahuan yang dapat ditangkap oleh indera kita,

karenanya persepsi mensyaratkan:

 Adanya objek eksternal yang dapat ditangkap oleh indera kita.

 Adanya informasi untuk diinterpretasikan.

 Menyangkut sifat representatif dari penginderaan.

Sifat-Sifat Persepsi

 Bentuk dan latar belakang (figure & ground).

 Perbandingan.

Konteks

Kesadaran Pribadi (self-awarness)

Identitas diri adalah cara-cara yang kita gunakan untuk membedakan individu satu dengan individu-individu lainnya. Dengan demikian diri adalah suatu pengertian yang mengacu pada identitas spesifik dari individu.

(5)

[communication] Page 5

1.

Konsep diri adalah bagaimana kita memandang diri kita sendiri.

Umumnya orang menggolongkan diri sendiri dalam tiga kategori;

 Karakteristik atau sifat pribadi adalah sifat yang dimiliki,seperti fisik

(laki-laki,perempuan, tinggi, rendah,cantik, tampan, gemuk, dsb). Atau kemampuan tertentu (pandai, pendiam, rajin, cermat dsb)

 Karakteristik atau sifat sosial, misalnya introvert atau ekstrovert, ramah atau ketus, periang atau pendiam.

 Peran sosial, contohnya ayah, ibu, guru, militer, polisi

2.Self esteem, merupakan bagian yang inherent dari konsep diri. Self esteem kita adalah bagian dari interpretasi atau penyimpulan dari persepsi diri. Self-esteem berpengaruh pada perilaku komunikasi kita. Jika self-esteem kita tinggi, biasanya kita lebih percaya diri, mandiri dan merasa kompeten.

3.Multiselves. Setiap kita kadang memiliki identitas yang berbeda dalam berbagai situasi atau kondisi. Misalnya di kelas sebagai guru, di rumah sebagai ayah.

Memahami Orang Lain Dalam Komunikasi

Suatu interaksi komunikasi melibatkan dua orang, akan terdapat dua pribadi yang harus dikenali, yaitu diri kita sendiri dari diri orang yang menjadi lawan bicara kita. Walau pun bukan hal mudah, ada tiga jenis informasi yang dapat kita gunakan untuk

tujuan itu :

1. Menyusun mekanisme proteksi, yaitu kita ingin mengetahui apa yang diharapkannya melalui komunikasi dengan kita.

2.Melakukan pemahaman terhadap tujuan orang, kita dapat mengevaluasi kesungguhan atau akurasi dari penampilannya

Persepsi Terhadap Orang lain

Proses mempersepsi orang lain mencakup persepsi terhadap karakteristik fisik dan perilaku komunikasi orang tersebut.

Steve Duck mengemukakan 3 hal berkaitan dengan itu :

1. Perilaku tersebut mungkin terasa menyenangkan bagi kita, karena biasanya kita suka dengan senyuman dan pujian.

2.perilaku tersebut memberi informasi yang kita gunakan untuk membentuk semacam kesan mengenai kondisi internal seseorang (kepribadian, nilai, sikap, keyakinan).

3.perilaku seseorang dapat memberikan perkiraan mengenai kelanjutan hub di kemudian hari.

Perilaku Terhadap Orang Lain

(6)

[communication] Page 6 berkomunikasi dengannya. Kita dapat berharap bahwa prang lain dapat menjadi teman, pimpinan, pasangan dan berbagai peran sosial lainnya. Meskipun kita tidak bisa

mengendalikan persepsi orang seperti yang kita mau, namun kita dapat mengarahkan persepsi mereka sesuai yang kita harapkan

Konsep Pembentukan Persepsi Orang Lain

a.Impression Management.

Erving Gooffman mengemukakan bagaimana setiap orang dalam kesehariannya memainkan macam-macam peran kepada orang lain. Tindakan itu sesuatu yang alamiah dan wajar dalam melakukan interaksi sosial. Konsep ini memandang KAP sebagai sebuah drama atau sandiwara. Sebagai partisipan dalam komunikasi kita bukan saja aktor tapi juga penulis skenario yang menulis naskah drama kehidupan nyata kita.

b.Rhetorical Sensitivity.

Dikemukakan oleh Rod Hart dan Don Burks, yang mengacu pada kualitas persepsi yang didasarkan atas kemungkinan kemungkinan. Menerapkan konsep ini berarti peka terhadap diri sendiri, peka terhadap situasi, dan terutama peka terhadap orang lain.

Tindakan ini mencakup pemilihan perilaku komunikasi yang sesuai bagi kombinasi antara diri kita, orang lain, dan situasi tertentu selama kegiatan KAP.

Dengan kata lain konsep ini melakukan adaptasi terhadap sejumlah kemungkinan. Terdapat 5 karakteristik dari konsep ini:

 a.mampu menerima kompleksitas pribadi.

 b.Menghindari sikap kaku/keras dalam berkomunikasi dengan orang lain.

 c.Menyeimbangkan kepentingan pribadi dengan kepentingan orang lain.

 d.Meyadari kapan harus berkomunikasi dalam berbagai situasi yang berbeda.

 e.Menyadarai pesan dapat disampaikan dalam berbagai cara untuk menyamapikan suatu maksud.

c.Atributional Respons.

Merupakan cara lain penggunaan proses atribusi melalui perilaku kita sebagai reaksi atas tindakan orang lain. Setiap tindak komunikasi dalam percakapan dapat menyertakan ekspresi atau pernyataan atributif.

Pengaruh konsep diri terhadap komunikasi

Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi

(7)

[communication] Page 7 1. seseorang cenderung melihat dirinya seperti yang dilihat dan dikatakan atau diharapkan oleh orang lain.

2. seseorang cenderung bertingkah laku sesuai dengan yang dilihat dan dikatakan atau diharapkan oleh orang lain. Sesuatu yang diharapkan dan diyakini tentang diri sendiri cenderung menjadi kenyataan.

3. seseorang, melalui konsep dirinya akan menyaring untuk melihat, mendengar,

memberikan penilaian dan memahami segala sesuatu (pesan) yang berada di dalam atau berasal dari luar dirinya.

4. seseorang yang mempunyai konsep diri positif cenderung membuka diri secara wajar pada orang lain, sedangkan orang yang mempunyai konsep diri negatif biasanya cenderung tertutup. Orang yang memiliki konsep diri negatif biasanya sulit membuka diri, sulit dalam berbicara dengan orang lain, sulit mengakui kesalahan, sulit menerima kritik dari orang lain, sulit mengemukakan gagasan atau ide (apalagi yang berbeda dengan orang lain), merasa tidak aman, merasa takut kalau orang lain tidak menyukai pendapatnya, dan merasa tidak berharga dan tidak mampu, serta kehilangan kepercayaan diri.

5. seseorang yang mempunyai konsep diri positif cenderung merasa senang dengan dirinya sendiri dan merasa yakin bahwa ia mampu menghadapi berbagai situasi yang dijumpai dalam pergaulan hidup dan memiliki kepercayaan diri.

GANGGUAN DAN RINTANGAN KOMUNIKASI

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, gangguan adalah suatu hal, getaran atau gelombang yang mendistorsi pengiriman pesan dalam proses komunikasi. Gangguan menyebabkan perbedaan antara pesan yang diterima oleh penerima (receiver) dengan pesan yang dikirimkan oleh sumber (source).

Rintangan komunikasi dimaksudkan ialah adanya hambatan yang membuat proses komunikasi tidak dapat berlangsung sebagaiamna harapan komunikator dan penerima.

Meski gangguan komunikasi dapat dibedakan, tetapi sebenarnya rintangan komunikasi bisa juga terjadi disebabkan karena adanya gangguan. Menurut Hafield Cangara, Gangguan atau rintangan komunikasi pada dasarnya dapat dibedakan atas tujuh macam, yakni :

 Gangguan Teknis

 Gangguan semantik

 Gangguan psikologis

(8)

[communication] Page 8

 Rintangan status

 Rintangan kerangka berpikir

 Rintangan budaya

Gangguan teknis terjadi jika salah satu alat yang digunakan dalam berkomunikasi mengalami gangguan, sehingga informasi yang ditransmisi melalui saluran mengalamai kerusakan (channel noise). Misalnya gangguan pada stasiun radio atau TV, gangguan jaringan telepon, rusaknya pesawat radio sehingga terjadi suara bising dan semacamnya.

Gangguan semantik ialah gangguan komunikasi yang disebabkan karena kesalahan pada bahasa yang digunakan (Blake, 1979). Gangguan semantik sering terjadi karena :

1. Kata-kata yang digunakan terlalu banyak memakai jargon bahasa asing sehingga sulit dimengerti oleh khalayak tertentu.

2. Bahasa yang digunakan pembicara berbeda dengan bahasa yang digunakan penerima.

3. Struktur bahasa yang digunakan tidak sebagaimana mestinya, sehingga membingunkan penerima.

4. Latar belakang budaya yang menyebabkan salah persepsi terhadapa simbol-simbol bahasa yang digunakan.

Selain rintangan semantik, juga terdapat rintangan psikologis. Rintangan psikologis terjadi karena adanya gangguan yang disebabkan oleh persoalan-persoalan dalam diri individu. Misalnya rasa curiga penerima kepada sumber, situasi berduka atau karena gangguan kejiwaan sehingga dalam penerimaan dan pemberian informasi tidak sempurna.

Rintangan fisik ialah rintangan yang disebabkan Karena gangguan geografis misalnya jarak yang jauh sehingga sulit dicapai, tidak adanya sarana kantor pos, kantor telepon, jalur transportasi dan semacamnya. Dalam komunikasi antar manusia, rintangan fisik juga diartikan karena adanya gangguan organic, yakni tidak berfungsinya salah satu pancaindra pada penerima.

Rintangan status ialah rintangan yang disebabkan karena jarak sosial diantara peserta komunikasi misalnya perbedaan status antara senior dan yunior atau atasan dan bawahan. Perbedaan seperti ini biasanya menuntun prilaku komunikasi yang selalu memperhitungkan kondisi dan etika yang sudah membudaya dalam masyarakat, yakni bawahan cendrung hormat pada atasannya, atau rakyat pada raja yang memimpinnya.

Rintangan kerangka berpikir ialah rintangan yang disebabkan adanya perbedaan persepsi antara komunikator dan khalayak terhadap pesan yang digunakan dalam berkomunikasi. Ini disebabkan karena latar belakang pengalaman dan pendidikan yang berbeda. .

(9)

[communication] Page 9 informasi dari sumber yang banyak memiliki kesamaan dengan dirinya, seperti bahasa, agama dan kebiasaan-kebiasaan lainnya.

Contoh lain, di Asia termasuk Indonesia, lazimnya rumah-rumah terbagi menjadi tiga wilayah : wilayah sosial, seperti teras dan ruang depan (untuk tamu); wilayah keluarga seperti ruang tengah (ruang keluarga), dapur dan teras belakang; wilayah sakral untuk berhubungan dengan zat yang disembah, misalnya mushalla bagi keluarga muslim. Bagi orang Barat, rumah ala Timur terkesan lebih tertutup, lebih kaku, dan lebih rumit. Dalam budaya Barat, kesemua wilayah tersebut tampaknya lebih berhubungan, sehingga tidak mengherankan jika dari ruang tamu, kita juga bisa melihat raung keluarga, dapur dan kamar mandi sekaligus.

 Maka sering terjadi kesalahfahaman jika orang Timur bertamu ke rumah orang Barat dan dterima disebuah ruangan yang didalamnya terlihat bagian dapur, kamar mandi maupun ruang kelurga sekaligus. Orang Timur merasakan kikuk atau suasana hati yang kurang pas dengan kebiasaannya.

Sedangkan menurut Prof..Onong Uchjana Effendy, MA dalam bukunya Ilmu,Teori dan Filsafat Komunikasi, ada 4 jenis hambatan komunikasi, yaitu :

1. Gangguan

Ada dua jenis gangguan terhadap jalannya komunikasi yang menurut sifatnya dapat diklasifikasikan sebagai gangguan semantik dan mekanik.

Gangguan semantic

Gangguan jenis ini bersangkutan dengan pesan komunikasi yang pengertiannya menjadi rusak. Gangguan semantic tersaring dalam ke dalam pesan melalui penggunaan bahasa. Lebih banyak kekacauan mengenaipengertian suatu istilah atau konsep yang terdapat pada komunikator, akan lebih banyak gangguan semantic dalam pesannya. Gangguan ini dalam salah pengertian.

Gangguan mekanik

Gangguan yang disebabkan oleh saluran komunikasi atau kegaduhan yang bersifat fisik.

2. Kepentingan

(10)

[communication] Page 10 3. Motivasi terpendam

Motivasi akan mendorong seseorang berbuat sesuatu yang sesuai benar dengan keinginan, kebutuhan dan kekurangannya. Semakin sesuai komunikasi dengan motivasi seseorang semakin besar kemungkinan komunikasi itu dapat diterima dengan baik pihak yang bersangkutan. Sebaliknya, komunikan akan mengabaikan suautu komunikasi yang tidak sesuai dengan motivasinya.

4. Prasangka

Prasangka merupakan salah satu rintangan dan hambatan yang berat bagi suatu kegiatan komunikasi oleh karena orang yang mempunyai prasangka belum apa-apa sudah bersikap curiga dan menentang komunikator yang hendak melancarkan komunikasi.

JOHARI WINDOWS

DIRI TERBUKA

Open area

diketahui diri se diri da

orang lain

DIRI BUTA

Blind Area

tidak diketahui diri se diri

tetapi orang lain

e getahui ya

DIRI RAHASIA

Hidden area

Diketahui diri se diri tetapi orang lain tidak

e getahui ya

DIRI GELAP

Unknow area

tidak diketahui diri se diri aupu ora g lai

Konsep Diri Teori Johari Windows

(11)

[communication] Page 11 yang digambarkan sebagai sebuah jendela. Jendela tersebut terdiri dari matrik empat sel, masing-masing sel menunjukkan daerah self (diri) baik yang terbuka maupun yang disembunyikan.

DIRI TERBUKA

Yaitu informasi tentang diri kita yang diketahui oleh oranglain maupun dirisendiri seperti nama, status perkawinan, lulusan, dll. Ketika memulai sebuah hubungan, kita akan menginformasikan sesuatu yang ringan tentang diri kita. Makin lama maka informasi tentang diri kita akan terus bertambah secara vertikal sehingga mengurangi hidden area. Makin besar open area, makin produktif dan menguntungkan hubungan interpersonal kita.

DIRI RAHASIA

Yaitu berisi informasi yang kita tahu tentang diri kita tapi tidak diketahui oleh orang lain. Informasi ini meliputi perhatian kita mengenai atasan, pekerjaan, keuangan, keluarga, kesehatan, dll. Dengan tidak berbagi mengenai hidden area, biasanya akan menjadi penghambat dalam berhubungan. Hal ini akan membuat orang lain miss komunikasi tentang kita, yang kalau dalam hubungan kerja akan mengurangi tingkat kepercayaan orang.

DIRI BUTA

Yaitu menentukan bahwa orang lain sadar akan sesuatu tapi kita tidak mengetahuinya. Misalnya bagaimana cara mengurangi grogi, bagaimana caranya menghadapi suatu masalah atau ketakutan yang ada pada dalam diri, dll. Sehingga dengan mendapatkan masukan dari orang lain, blind area akan berkurang. Makin kita memahami kekuatan dan kelemahan diri kita yang diketahui orang lain, maka akan bagus dalam bekerja tim.

DIRI GELAP

Yaitu informasi yang tidak diketahui oleh orang lain dan diri kita. Sampai kita dapat

pengalaman tentang sesuatu hal atau orang lain melihat sesuatu akan diri kita bagaimana kita bertingkah laku atau berperasaan. Misalnya ketika pertama kali cinta pada orang lain selain anggota keluarga kita.

Daftar Pustaka :

Cangara, Hafield. 2004. Pengantar ilmu komunikasi, Jakarta : PT. Raja Grafindo persada.

Husnul, Ade. 2008. kiat berkomunikasi yang baik, Bogor: Regina.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...