Sistem Pengawasan Internal Gaji Dan Upah Pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan

58  46  Download (2)

Teks penuh

(1)

7

PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II (PERSERO) MEDAN

Oleh :

LARASATI CHAIRINA 122102088

PROGRAM STUDI D3 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)
(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur peneliti ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan curahan rahmat, kesehatan dan keselamatan, pengetahuan kepada penulis. Dan atas ridho-Nyalah yang telah memberikan kesempatan untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Tugas akhir yang berjudul “SISTEM PENGAWASAN INTERNAL GAJI DAN UPAH PADA

PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II (Persero) MEDAN” ini dimaksudkan guna

memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan pada Program Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Selama proses penulisan Tugas Akhir ini, penulis banyak menemukan berbagai kendala dan kesulitan. Tetapi dengan bantuan, arahan dan bimbingan dari berbagai pihak baik yang berupa; materil, informasi, prosedur, moril, dan spiritual, maka kesulitan tersebut dapat diantisipasi oleh peneliti dengan baik dan proses penulisan Tugas Akhir ini dapat berjalan dengan baik. Untuk membalas bantuan yang telah diberikan oleh berbagai pihak pada kesempatan ini dengan ketulusan hati dan penuh rasa hormat, peneliti mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Azhar Maksum, M.Ec, Ac, Ak, CA selaku Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara atas dedikasinya demi kemajuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

(5)

ii

yang telah memberikan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini,

5. Teristimewa penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua tercinta Ayahanda Ir. H Mantoko dan Ibunda Nuriani yang telah mencurahkan kasih sayang, memberikan bimbingan, nasehat, serta dukungan, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini.

6. Untuk semua teman-teman saya DIII Auntansi, terkhusus sahabat saya Nabilah Alfanja yang telah memberikan dukungan dan semangat sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini.

Penulis menyadari bahwa penulis memiliki keterbatasan kemampuan serta keterbatasan waktu. Untuk itu, peneliti mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun yang pada suatu waktu dapat berguna bagi penulis dan dapat menambah pengetahuan dan demi kesempurnaan Tugas Akhir ini. Semoga Tugas Akhir ini bermanfaat bagi semua orang yang membacanya.

Medan, 2015 Penulis

(6)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... v

DAFTAR GAMBAR ... vi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 3

D. Rencana Penelitian ... 5

1. Jadwal Survei/Observasi ... 5

2. Rencana Isi ... 5

BAB II PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II (PERSERO) MEDAN A. Sejarah Ringkas ... 7

B. Struktur Organisasi ... 8

C. Job Description ... 11

D. Jaringan Usaha ... 24

E. Kinerja Usaha Terkini ... 25

(7)

iv

A. Pengertian Gaji dan Upah ... 29

B. Unsur-unsur Gaji dan Upah ... 30

C. Sistem Pencatatan dan Perhitungan Gaji dan Upah ... 36

D. Sistem Pembayaran Gaji dan Upah ... 39

E. Pengawasan Intern Gaji dan Upah ... 40

F. Tujuan Pengawasan Intern Gaji dan Upah ... 42

G. Penerapan Sistem Pengawasan Intern ... 43

BAB IV KESIMPULAN SAN SARAN A. Kesimpulan ... 47

B. Saran ... 47

DAFTAR PUSTAKA ... 49

(8)

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1.1 Jadwal Survey/Observasi dan Penyusunan Laporan Tugas Akhir ... 5

Tabel 2.2 Kapasitas Produksi PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) ... 26

Tabel 3.1 Penetapan Tunjangan Jabatan pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan ... 33

(9)

vi

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perubahan iklim bisnis di Indonesia pada saat ini sedikit banyaknya telah berpengaruh terhadap iklim ketenaga-kerjaan. Saat ini dalam dunia bisnis, tenaga kerja memegang peranan yang sangat penting di dalam suatu perusahaan, baik dalam kegiatan operasional maupun dalam mencapai tujuan perusahaan. Di dalam menjalankan tugasnya, tenaga kerja dituntut untuk lebih giat dan teliti serta memiliki keahlian dalam bidang yang mereka jalani.

(11)

Sistem gaji dan upah sangat rentan dengan kesalahan, keteledoran serta penyelewengan. Oleh karena itu, tidak ada satu pihak pun yang diperbolehkan terlibat didalamnya terkecuali hanya bagian penggajian saja. Dengan kata lain, sistem pengawasan menghendaki adanya pemisahan fungsi yang salah satunya adalah yang berhubungan dengan prosedur penentuan gaji dan upah, pembayaran serta pencatatan.

Banyak perusahaan yang menggunakan sistem payroll yaitu dengan cara membuat daftar gaji dan upah karyawan. Sistem ini dilakukan sebagai bukti yang jelas tentang rincian gaji/upah yang diberikan oleh perusahaan kepada para karyawannya berdasarkan jabatan atau golongan karyawan tersebut. Hal ini menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan atas pencatatan jumlah penggajian dan pengupahan. Adapun kesalahan pencatatan yang sering terjadi dalam perusahaan mengenai gaji dan upah yaitu :

1. memperbesar dana untuk penggajian dan pengupahan dengan memasukkan nama karyawan yang fiktif.

2. menahan gaji dan upah yang tidak diambil oleh karyawan yang berhak untuk menerimanya.

3. sengaja tidak mencatat pengurangan atas gaji atau upah karyawan.

(12)

3

Melihat pentingnya sistem pengawasan dalam mencapai tujuan perusahaan, maka penulis termotivasi untuk melihat lebih nyata penerapan pengawasan gaji dan upah yang diterapkan oleh PTP Nusantara II (Persero) Medan. Hal ini dilakukan agar pengawasan gaji dan upah pada PTP Nusantara II lebih akurat. Oleh karena itu, penulis akan membahas masalah gaji dan upah ini dengan judul “Sistem Pengawasan Internal Gaji Dan Upah Pada PT. Perkebunan

Nusantara II (Persero) Medan”.

B. Rumusan Masalah

Sistem pengawasan gaji dan upah memiliki peranan yang sangat penting

dalam meningkatkan efisiensi dalam perusahaan. Selain itu sistem pengawasan

gaji dan upah dilakukan untuk menghindari terjadinya penyimpangan dan

penyelewengan serta dapat memberikan masukan bagi manajemen dalam

pengoreksian terhadap penyimpangan yang terjadi. Berdasarkan hal tersebut

diatas, maka penulis merumuskan masalah: ”apakah sistem pengawasan intern

gaji dan upah pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) telah diterapkan secara

efektif?”

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti mempunyai tujuan dan

(13)

1. Tujuan Penelitian

Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti akan menyajikan tujuan

diantaranya :

a. Untuk mengetahui apakah pengawasan intern gaji dan upah yang

diterapkan PTP Nusantara II (Persero) Medan telah efektif,

b. Untuk mengetahui prosedur penggajian karyawan serta penghitungan gaji

dan upah,

c. Untuk mengetahui pihak-pihak yang terkait dalam pengawasan intern gaji dan upah pada PTP Nusantara II (Persero).

2. Manfaat Penelitian

Penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi peneliti tetapi juga bermanfaat

juga bagi perusahaan dan peneliti lainnya.

a. Bagi Peneliti

Sebagai bahan masukan jika dikemudian hari dimintai pandangannya

terhadap pengawasan intern gaji dan upah PT. Perkebunan Nusantara II

(Persero) Medan.

b. Bagi Perusahaan

Sebagai bahan masukan bagi manajemen perusahaan untuk memperbaiki

(14)

5

c. Bagi Pihak Lain

Sebagai bahan masukan bagi peneliti lain untuk mengadakan penelitian

di masa mendatang.

D. Rencana Penelitian

Rencana penelitian terdiri dari jadwal penelitian dan laporan penelitian yang dibuat untuk mempermudah bagi peneliti dalam menyusun tugas akhir ini. 1. Jadwal Penelitian

Penelitian dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) yang terletak di Jalan raya Medan – Tanjung Morawa

Tabel 1.1

Jadwal Survey/Observasi dan Penyusunan Laporan Tugas Akhir

No. Kegiatan Mei 2015 Juni 2015

(15)

BAB I : PENDAHULUAN

Pada bab pendahuluan diuraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, dan rencana penelitian.

BAB II : PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II (PERSERO) MEDAN Pada bab profil perusahaan diuraikan tentang sejarah ringkas, struktur organisasi, job description, jaringan usaha / kegiatan, kinerja usaha terkini, dan rencana kegiatan.

BAB III : SISTEM PENGAWASAN INTERNAL GAJI DAN UPAH PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II (PERSERO)

MEDAN

Pada bab topik penelitian diuraikan tentang hasil penelitian berdasarkan judul penelitian yang dipilih. Dalam bab ini dijelaskan tentang pengertian gaji dan upah, unsur-unsur gaji dan upah, sistem pencatatan gaji dan upah, sistem pembayaran gaji dan upah, pengawasan intern gaji dan upah, tujuan pengawasan intern gaji dan upah, serta penerapan sistem pengawasan intern gaji dan upah.

BAB IV : KESIMPULAN SAN SARAN

(16)

BAB II

PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II (PERSERO) MEDAN

A. Sejarah Ringkas

Perusahaan Perseroan PT Perkebunan II bergerak dibidang usaha Pertanian dan Perkebunan didirikan dengan Akte Notaris GHS Loemban Tobing, SH No. 12

tanggal 5 April 1976 yang diperbaiki dengan Akte Notaris No. 54 tanggal 21 Desember 1976 dan pengesahan Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. Y.A. 5/43/8 tanggal 28 Januari 1977 dan telah diumumkan dalam Lembaran Negara No. 52 tahun 1978 yang telah didaftarkan kepada Pengadilan Negeri Tingkat I Medan tanggal 19 Pebruari 1977 No. 10/1977/PT. Perseroan Terbatas ini bernama Perusahaan Perseroan (Perseroan) PT Perkebunan II disingkat “PT Perkebunan II”

merupakan perubahan bentuk dan gabungan dari PN Perkebunan II dengan PN Perkebunan Sawit Seberang.

Pendirian perusahaan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan ketentuan-ketentuan dalam Undang-Undang No. 9 tahun 1969, Peraturan Pemerintah No. 2 tahun 1969 tentang Perusahaan Perseroan dan Peraturan Pemerintah No. 28 tahun 1975.

(17)

dengan Akte Nomor 26 tanggal 8 Maret 1985 dengan persetujuan Menteri Kehakiman Nomor C2-5013-HT.0104 tahun 1985 tanggal 14 Agustus 1985. Sesuai dengan Keputusan Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham tanggal 20 Desember 1990 Akte tersebut mengalami perubahan kembali dengan Akte Notaris Imas Fatimah Nomor 2 tanggal 1 April 1991 dengan persetujuan Menteri Kehakiman Nomor C2-4939-HT.01.04TH-91 tanggal 20 September 1991.

Pada tanggal 11 Maret 1996 kembali diadakan reorganisasi berdasarkan nilai kerja dimana PT Perkebunan II dan PT Perkebunan IX yang didirikan dengan Akte Notaris GHS. Loemban Tobing, SH Nomor 6 tanggal 1 April 1974 dan sesuai dengan Akte Notaris Ahmad Bajumi, SH Nomor 100 tanggal 18 September 1983 dilebur dan digabungkan menjadi satu dengan nama PT Perkebunan Nusantara II yang dibentuk dengan Akte Notaris Harun Kamil, SH Nomor 35 tertanggal 11 Maret 1996. Akte pendirian ini kemudian disyahkan oleh Menteri Kehakiman RI dengan Surat Keputusan No. C2.8330.HT.01.01.TH.96 dan diumumkan dalam Berita Negera RI Nomor 81. Pendirian Perusahaan yang merupakan hasil peleburan PTP-II dan PTP-IX berdasarkan Peraturan Pemerintah Ri Nomor 7 tahun 1996. Kemudian pada tanggal 8 Oktober 2002 terjadi perubahan modal dasar perseroan sesuai Akte Notaris Sri Rahayu H. Prastyo, SH.1:34 PM 7/21/2008.

B. Struktur Organisasi dan Personalia

(18)

9

tanggung jawab dari masing-masing bagian karyawan yang disesuaikan dengan keahliannya yang dibentuk berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Struktur organisasi bertujuan untuk mendapatkan suatu sistem kerjasama antar karyawan dengan baik dan berguna bagi perusahaan. Agar mempermudah pengawasan, atasan memberikan pekerjaan yang layak kepada seluruh karyawan sesuai dengan keahlian karyawan.

Struktur organisasi biasanya melibatkan pembentukan divisi-divisi, departemen-departemen ataupun cabang-cabang fungsional. Unit-unit tersebut dibuat untuk memungkinkan spesialisasi tenaga kerja. Struktur organisasi juga memotivasi karyawan untuk bekerja sama demi kebaikan perusahaan.

(19)

Tabel 2.1

Struktur Organisasi PT. Perkebunan Nusantara II (Persero)

(20)

11

C. Job Description

Job description merupakan pelaksanaan tugas-tugas, wewenang, dan

tanggung jawab setiap kepala bagian yang dilakukan berdasarkan pembagian tugas dari masing-masing bagian. Berikut ini penulis akan menjelaskan struktur organisasi pada PTP. Nusantara II (Persero) Medan yang akan disajikan dalam daftar lampiran (Lampiran 1). Adapun yang akan dijelaskan adalah tugas utama, serta tanggung jawab masing-masing bagian sebagai berikut:

1. Direktur Utama a. Tugas Utama

Di bawah ini adalah tugas utama dari Direktur Utama:

1) Melaksanakan fungsi–fungsi manajemen sebagai kepala pimpinan perusahaan.

2) Sebagai pengendali perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu memperoleh laba sebesar-besarnya.

3) Sebagai pemimpin dalam kegiatan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

4) Sebagai pengendali kegiatan promosi, mutasi karyawan. 5) Menjalin kerjasama antar stakeholders.

b. Tanggung Jawab

Selain tugas dan wewenang, Direktur Utama juga mempunyai tanggung jawab sebagai berikut :

1. Dewan Direksi harus bertanggung jawab terhadap kegiatan operasional perusahaan.

(21)

2. Dewan Direksi bertanggung jawab kepada dewan komisaris.

3. Mempertanggungjawabkan keputusan yang telah dibuat dalam rapat RUPS.

4. Dewan Direksi bertanggung jawab terhada dewan komisaris. 5. Dewan Direksi bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatannya.

2. Direktur Produksi a. Tugas Utama

Di bawah ini merupakan tugas utama dari Direktur Produksi :

1. Merumuskan serta menetapkan kebijakan strategis dan operasional bidang tanaman, teknik, pengolahan mutu dan lingkungan sesuai dengan rencana untuk pencapaian.

2. Mengevaluasi dan menyempurnakan sistem kerja (proses bisnis) bidang produksi.

3. Mengendalikan biaya produksi serta investasi sarana/pra sarana produksi pada tingkat yang efektif dan efisien.

4. Melaksanakan sistim penilaian kerja bagi Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang produksi.

b. Tanggung Jawab

Selain memiliki tugas utama dan wewenang, Direktur Produksi Perusahaan juga mempunyai tanggung jawab :

(22)

13

2. Menandatangani Dokumen dan Surat-Surat Berharga, surat-surat keputusan.

3. Menjalin koordinasi untuk dan atas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya dengan pejabat dan instansi terkait lainnya.

4. Membimbing,membina dan mengembangkan karyawan bawahannya.

3. Direktur Pemasaran dan RENBANG a. Tugas Utama

Berikut ini adalah tugas utama dari Direktur Pemasaran dan Renbang: 1. Merumuskan serta menetapkan kebijakan strategis dan operasional

bidang Pemasaran produk, perencanaan dan pengkajian. 2. Mengendalikan sistem persediaan hasil produk.

3. Mengembangkan dan membina hubungan baik dengan mitra bisnis serta mitra aliansi.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan tanggung jawab dari Direktur Pemasaran dan Renbang:

1. Menjalin koordinasi untuk dan atas tugas dan tanggung jawabnya dengan pejabat dan instansi terkait.

2. Menilai prestasi kerja Kepala Bagian yang merupakan bawahannya langsung, serta mengevaluasi hasil penilaian prestasi kerja Kepala urusan yang diajukan oleh Kepala Bagian bawahannya.

(23)

4. Direktur Keuangan a. Tugas Utama

Di bawah ini merupakan tugas utama Direktur Keuangan:

1. Merumuskan serta menetapkan kebijakan strategis dan operasional bidang Akuntansi dan Pembiayaan sesuai dengan rencana.

2. Merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan penggunaan anggaran yang telah disediakan untuk Direktorat Keuangan.

3. Mewujudkan sistem informasi manajemen yang transparan dan akuntabel serta tepat waktu.

b. Tanggung Jawab

Adapun tanggung jawab dari Direktur Keuangan adalah :

1. Menilai prestasi kerja Kepala Bagian Akuntansi dan Teknologi Informasi, Kepala Bagian Pembiayaan, dan Kepala Bagian Pengadaan. 2. Menetapkan sistem sarana dan prasarana informasi melalui teknologi

informasi yang ter-integrasi berbasis Data Base.

5. Direktur SDM/UMUM a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama Direktur SDM/UMUM:

(24)

15

2. Mengkaji kelayakan usaha dan membina usaha kecil dan koperasi, serta menyalurkan dana PKBL, terutama di wilayah kerja/sekitar kebun-kebun PTP Nusantara II.

3. Melaksanakan dan mengevaluasi program peningkatan Quality of Life karyawan PTP Nusantara II.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan tanggung jawab dari Direktur SDM/UMUM: 1. Menandatangani Dokumen dan Surat-surat Berharga, surat lainnya

yang berhubungan dengan Bidang Sekretariat, Sumber Daya Manusia, Umum, Hukum dan Pertanahan.

2. Menilai prestasi kerja Manajer dan Kepala Unit bersama Direktur Produksi.

6. Kepala Bagian Sekretariat a. Tugas Utama

Berikut merupakan tugas utama dari kepala bagian Sekretariat:

1. Membuat Rencana Kerja Anggaran (RKAP) dan Rencana Kerja Operasional (RKO) bagiannya.

2. Membuat jadwal dan Agenda Rapat.

3. Menghadiri Rapat Direksi dan membuat Berita Acara/Risalah rapat serta proses pengesahannya.

(25)

b. Tanggung Jawab

Berikut merupakan tanggung jawab dari kepala bagian Sekretariat: 1. Menjaga kerahasiaan perusahaan.

2. Melaksanakan standar sistem manajemen yang berlaku.

3. Menyimpan dan mengamankan seluruh dokumen yang bersifat Penting dan Rahasia.

7. Kepala Bagian Satuan Pengawasan Intern a. Tugas Utama

Dibawah ini merupakan tugas utama dari kepala bagian Satuan Pengawasan Intern:

1. Mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) dan Rencana Kerja Operasional (RKO) bagiannya.

2. Mengajukan perubahan SE dan SI kepada Direkksi jika dianggap sudah tidak layak lagi untuk dilaksanakan.

3. Membuat laporan keapada Direktur Utama tentang pelaksanaan tugas bagian serta memberikan saran-saran perbaikan sistem dan prosedur. b. Tanggung Jawab

Berikut ini adalah tanggung jawab dari kepala bagian Satuan Pengawasan Intern:

(26)

17

2. Mempelajari peraturan dan perundangan-undangan yang dikeluarkan

pemerintah/instansi yang terkait untuk tujuan peningkatan efektifitas

pengawasan.

8. Kepala Bagian Perencanaan dan Pengkajian a. Tugas Utama

Adapun tugas utama dari kepala bagian Perencanaan dan Pengkajian

adalah sebagai berikut:

1. Menyusun Rencana dan Strategi perusahaan jangka lima tahun

(RJP Lima Tahun).

2. Membuat profil perusahaan dan norma-norma kerja komoditi

PTP Nusantara II (persero).

3. Membuat laporan hasil pekerjaan Bagian Perencanaan dan Pengkajian

dan memeberikan informasi kepada Direksi.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan tanggung jawab dari kepala bagian Perencanaan

dan Pengkajian:

1. Melaksanakan standar sistem manajemen yang berlaku.

2. Menjamin kelancaran dan hasil kerja di bidangnya.

3. Menyimpan dan mengamankan seluruh dokumen yang bersifat Penting

(27)

9. Kepala Bagian Tanaman a. Tugas Utama

Berikut ini adalah tugas utama dari kepala bagian Tanaman:

1. Menyusun Rencana dan Strategi bidang Tanaman jangka lima tahun (RJP Lima Tahun).

2. Mengevaluasi RKAP/RKO bidang Tanaman Kelapa Sawit, Karet,Tebu dan Tembakau.

3. Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan/hasil-hasil kerja pemeliharaan dan bidang produksi Tanaman.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini adalah tanggung jawab dari kepala bagian Tanaman :

1. Membuat dan mengevaluasi Harga Perkiraan Sendiri (HPS), Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) urusan Tanaman Tahunan dan Tanaman Semusim.

2. Membuat laporan kepada Direksi tentang pelaksanaan tugas bagian setia bulan serta memberikan saran-saran perbaikan sistem dan prosedur.

10.Kepala Bagian Pengembangan a. Tugas Utama

Berikut ini adalah tugas utama dari kepala bagian Pengembangan :

(28)

19

2. Mengevaluasi RKAP dan RKO bidang Pengembangan Usaha dan Areal,Wilayah Papua dan Kebun Barumun.

3. Melaksanakan tugas khusus yang berkaitan dengan Bagian Pengembangan yang diberikan oleh Direksi.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini adalah tanggung jawab dari kepala bagian Pengembangan, yaitu:

1. Membuat program kerja,mengendalikan Program Kerja dari Program Pengembangan Usaha, Perluasan areal dan usaha lainnya.

2. Melaksanakan standar sistem manajemen yang berlaku.

11.Kepala Bagian Pembiayaan a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian Pembiayaan:

1. Meneliti, dan memproses permintaan PPAB, DPBB, Daftar Permintaan Uang (DPU) Distrik/Bagian/Kebun/Rumah Sakit/unit tanaman tahunan dan tanaman semusim.

2. Mengatur sumber dan penggunaan dana untuk operasional perusahaan yang berpedoman kepada RKAP Perusahaan.

3. Memberikan usul dan saran kepada Direksi tentang kondisi keuangan perusahaan.

b. Tanggung Jawab

(29)

1. Melaksanakan fungsi Budgeting Control baik untuk pengeluaran-pengeluaran investasi maupun eksploitasi.

2. Melaksanakan proses pembayaran sesuai prosedur yang berlaku.

12.Kepala Bagian Akuntansi a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian Akuntansi: 1. Otorisasi Permintaan Pembayaran (PP).

2. Melaksanakan kegiatan administrasi aktiva dan investasi. 3. Membuat laporan administrasi hasil setiap bulannya. b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan yang termasuk dalam tanggung jawab dari kepala Akuntansi:

1. Mengawasi dan memerikasi semua dokumen transaksi aktiva, pasiva perusahaan beserta kelengkapannya.

2. Mengawasi pencatatan dan akurasi perhitungan angka-angka dalam dokumen transaksi.

13.Kepala Bagian Pengadaan a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian Pengadaan :

(30)

21

2. Menyelenggarakan proses pengadaan barang dan jasa yang penyelenggaraannya sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan yang termasuk dalam tanggung jawab dari Kepala Pengadaan:

1. Melaporkan kepada Direksi mengenai realisasi Pelelangan yang telah dilaksanakan oleh Bagian Pengadaan setiap bulan.

2. Mengevalusi survey kepuasan pengguna barang/jasa dan pemasok.

14.Kepala Bagian Pemasaran a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian pemasaran: 1. Memonitor mutu komoditi/produk yang akan dipasarkan.

2. Merencanakan promosi dan mencari pasar yang menguntungkan perusahaan yang mengacu kepada peraturan yang berlaku.

3. Mencari terobosan untuk menciptakan pasar baru bagi komoditi perusahaan.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan yang termasuk dalam tanggung jawab dari Kepala Pemasaran :

(31)

15.Kepala Bagian SDM a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian SDM:

1. Menyusun dan mengevaluasi struktur organisasi perusahaan dan unit kerja serta job description .

2. Memonitor gaji, asuransi, sumbangan kemalangan antar PTPN. 3. Membuat administrasi pensiunan.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan yang termasuk dalam tanggung jawab dari kepala bagian SDM:

1. Mengawasi kinerja bagian SDM.

2. Memeriksa peralatan keselamatan kesehatan kerja (K3) di kebun/pabrik/unit.

16.Kepala Bagian UMUM a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian UMUM:

1. Melakukan usaha-usaha pemulihan terhadap pinjaman kurang lancar, diragukan dan macet.

2. Menyampaikan laporan pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan kepada Menteri BUMN.

b. Tanggung Jawab

(32)

23

1. Monitoring dan evaluasi kinerja Bagian Umum dan PKBL.

2. Mengevaluasi dan menyusun norma-norma kerja dalam bidang Investasi dan Eksploitasi di Bagian Umum.

17.Kepala Bagian Hukum Pertanahan a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian Hukum Pertanahan: 1. Mengurus dan menyelesaikan permasalahan/kasus hukum yang terkait

dengan kepentingan perusahaan.

2. Mengkoordinir kegiatan-kegiatan yang terkait dalam bidang Pertanahan/Keagrariaan.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan yang termasuk dalam tanggung jawab dari kepala bagian Hukum Pertanahan:

1. Menjamin kelancaran dan hasil kerja dibidangnya. 2. Melaksankan standar sistem manajemenn yang berlaku.

18.Kepala Bagian Teknik dan Pengolahan Tanaman Semusim a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian Teknik dan Pengolahan Tanaman Semusim:

1. Menyususn program kegiatan dan kebutuhan anggaran Bagian Teknik Pengolahan Tanmana Semusim.

2. Mengurus izin dan pemakaian ABT / APU.

(33)

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan yang termasuk dalam tanggung jawab dari kepala bagian Teknik dan Pengolahan Tanaman Semusim:

1. Menjamin kelancaran dan hasil kerja dibidangnya. 2. Melaksanakan standar sistem manajemen yang berlaku.

19.Kepala Bagian Pengolahan Tanaman Tahunan a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian Pengolahan Tanaman Tahunan:

1. Memeriksa permintaan peralatan/bahan-bahan laboraturium dan bahan-bahan pembantu proses pengolahan yang diajukan melalui DPBB. 2. Memeriksa mutu air untuk kebutuhan pabrik.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan yang termasuk dalam tanggung jawab dari kepala bagian Pengolahan Tanaman Tahunan:

1. Melaksanakan konsultasi teknis dengan Distrik/unit usaha. 2. Menjamin kelancaran dan hasil kerja urusannya.

D. Jaringan Usaha/Kegiatan

(34)

25

1. Grup unit usaha-I (Distrik Rayon Utara, Kebun Sei Musam, Kebun Sei Serdang, Kebun Air Tenang, Kebun Batang Serangan, Kebun Sawit Hulu Utara, Kebun Sawti Hulu Selatan, Kebun Sawit Seberang, Kebun Babalan, PKS Padang Tualang),

2. Grup unit usaha-II (Distrik Rayon Selatan, Kebun Melati, Kebun Tg Garbus-Pagar Marbau, Kebun Limau Mungkur, Kebun Patumbak, Kebun Bandar Klipa), 3. Grup unit usaha-III (SBU Tebu, Kebun Kwala Bingei, Kebun Kwala Madu,

Kebun Tanjung Jati, Kebun Tandem Hilir, Kebun Sei Semayang, PG. Kwala Madu, PG Sei Semayang, Kebun Tandem, Kebun Sampali, Kebun Bulu Cina, Kebun Klumpang),

4. Grup unit usaha-IV (SBU Tembakau, Kebun ARSO, Unit Bengkel Pusat, Balai Penelitian Tembakau Deli, Risbang Tebu, Unit Pendidikan dan Pelatihan), 5. Grup unit usaha-V (Distrik Rumah Sakit, RS GL. Tobing, Klinik Tembakau

Deli, RS. Bangkatan, RS. Tg. Selamat),

E. Kinerja Usaha Terkini

(35)

Berikut ini adalah kapasitas produksi PTP Nusantara II (Persero) Medan per tahunnya yaitu :

Komoditi Kelapa Sawit

CPO 406.291.780 kg

Inti Sawit 17.465.502 kg

RBD Olein 72.750 ton

Crude Stearin 20.370 ton Fatty Acids 2.910 ton

PKO 34.100 ton

PKM 42.219 ton

Komoditi Tembakau 21.041 ton

Tabel 2.2

Kapasitas Produksi PT. Perkebunan Nusantara II (Persero)

F. Rencana Kerja

Rencana kerja merupakan prospek kedepan perusahaan dengan suatu perencanaan yang telah disusun secara akurat. Berikut ini adalah rencana kegiatan PTP. Nusantara II (Persero), yaitu:

1. Strategi Bisnis

(36)

27

2. Strategi Operasional

a. Meningkatkan nilai perusahaan dengan perluasan areal dan pengembangan industri hilir,

b. Menerapkan SOP (standard operations procedure) pemeliharaan, panen, pengolahan, dan perawatan pabrik secara konsisten,

c. Mengadakan peremajaan/replanting tanam secara teratur setiap tahun, d. Mengurangi/meniadakan kerugian dari usaha perkebunan teh,

e. Mengintensifkan lahan produktif,

f. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi melalui penerapan praktek-praktek bisnis terbaik mencakup baku teknis, manajemen dan sistem kerja,

g. Meningkatkan kemampulabaan dengan efisiensi di segala bidang 3. Strategi Produksi

Penanaman ulang/replanting: a. tahun 2009 = 8.019 ha, b. tahun 2010 = 6.188 ha. 4. Strategi Pemasaran

a. Melakukan analisis pasar secara rutin dan membuat laporan hasil analisis sebelum dilakukan penjualan CPO,

b. Menjaga konsistensi mutu dan mempertahankan ISO 9001 dan 14000. 5. Strategi Sumber Daya Manusia

(37)

b. Mendistribusikan SDM secara seimbang pada setiap bidang sesuai kebutuhan,

c. Memenuhi hak-hak normatif karyawan sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan,

d. Memprogram peningkatan kualitas Organisasi Serikat Pekerja (SP). 6. Strategi Keuangan

a. Meningkatkan kesadaran biaya semua personil perusahaan, b. Peningkatan manajemen kas,

c. Peningkatan efektifitas pengendalian biaya melalui pengendalian biaya yang sudah ada.

7. Kemitraan memaksimalkan hubungan kemitraan dengan stakeholders.

(38)

29 BAB III

SISTEM PENGAWASAN INTERNAL GAJI DAN UPAH PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II (PERSERO) MEDAN

Dalam bab ini, peneliti mencoba untuk membandingkan antara penerapan

pengawasan gaji dan upah pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan

dengan teori yang didapatkan peneliti. Perbandingan antara teori yang didapat

dengan yang diperoleh dilapangan akan dibuat dalam bentuk topik penelitian.

Topik penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan

sistem pengawasan intern gaji dan upah pada perusahaan ini.

A. Pengertian Gaji dan Upah

Istilah gaji dan upah biasanya digunakan sebagai alat balas jasa atas

pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh seluruh karyawan. Pada umumnya,

jumlah gaji ditetapkan secara bulanan sedangkan jumlah upah ditetapkan secara

harian ataupun mingguan. Pengertian gaji pada PT. Perkebunan Nusantara II

(Persero) Medan adalah merupakan sejumlah uang tunai yang dibayarkan kepada

seluruh karyawan yang telah melaksanan pekerjaan berdasarkan ketentuan yang

telah ditetapkan oleh perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sedangkan upah merupakan imbalan yang diberikan kepada karyawan

(39)

Menurut Mulyadi (2001), Auditing, halaman: 120 pengertian gaji adalah “pembayaran dan penyerahan jasa yang dilakukan oleh para karyawan yang

mempunyai jenjang jabatan manajer, dan dibayarkan secara tepat setiap bulan. Sedangkan upah merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan pelaksana (buruh). Umumnya dibayarkan berdasarkan hari kerja, jam kerja atau jumlah satuan produk yang dihasilkan oleh karyawan”.

Menurut Hasibuan (2003), Manajemen Sumber Daya Manusia, halaman: 201 pengertian gaji adalah “balas jasa yang dibayar secara periodik kepada karyawan tetap serta mempunyai jaminan yang pasti. Maksudnya gaji akan tetap dibayar walaupun pekerja tersebut tidak masuk kerja. Sedangkan upah adalah balas jasa yang dibayarka kepada pekerja harian dengan berpedoman atas perjanjian yang disepakati membayarnya”.

Berdasarkan perbandingan diatas dapat diperoleh kesimpulan bahwa gaji merupakan sejumlah uang yang dibayarkan kepada karyawan sebagai balas jasa kepada karyawan pada suatu periode tertentu. Pada PTP Nusantara II (Persero) pengertian gaji dan upah yang digunakan sudah cukup baik dan dapat mensejahterakan para karyawannya.

B. Unsur-unsur Gaji dan Upah

(40)

31

imbalan yang layak bagi seluruh karyawan sesuai dengan kemampuan, target dan kinerja kerja mereka. Penggajian dan pengupahan merupakan faktor yang penting karena mempengaruhi bagaimana dan mengapa orang bekerja pada suatu perusahaan.

Unsur-unsur gaji dan upah yang terdapat pada PTP Nusantara II (Persero)

Medan adalah sebagai berikut:

1. Gaji pokok

Yaitu sejumlah uang yang diterima karyawan yang telah ditetapkan oleh

perusahaan berdasarkan pangkat/golongan, jabatan dan masa kerja.

2. Lembur

Dalam perusahaan karyawan bekerja melebihi batas waktu kerja maksimal

yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pengajuan lembur dilakukan di

masing-masing divisi/bagian dalam bentuk surat perintah kerja lembur.

Lembur dilakukan dengan ketentuan karyawan harus menandatangani daftar

hadir karyawan.

Rata-rata jumlah lembur di PTPN. II (persero) Medan adalah:

Jam

(41)

3. Premi

Yaitu imbalan yang diberikan perusahaan kepada karyawan yang telah

termasuk dalam karyawan lembur yang bekerja melebihi jam serta target kerja

setiap hari kerja karyawan tersebut.

4. Bonus

Yaitu imbalan tambahan yang diberikan kepada seluruh karyawan karena

perusahaan memperoleh laba/keuntungan atau dengan kata lain perusahaan

mengalami bonafit pada tahun fiskal. Bonus biasanya diberikan pada per

tengahan tahun.

5. Cuti

Cuti adalah imbalan yang diberikan kepada karyawan jika karyawan tersebut

tidak mengambil masa cuti yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Cuti terdiri

dari 2 bentuk yaitu:

a. Cuti panjang : ditetapkan 100% x Upah

b. Cuti tahunan : ditetapkan 60% x Gaji pokok

6. Tunjangan

Tunjangan merupakan imbalan tambahan yang diberikan kepada karyawan

dengan tujuan untuk memotivasi karyawan dalam bekerja serta untuk

mensejahterakan karyawan.

a. Tunjangan Pokok

Tunjangan pokok terdiri dari tunjangan jabatan, tunjangan kesehatan dan

(42)

33

b. Tunjangan Jabatan

Tunjangan ini ditetapkan berdasarkan besarnya pangkat atau golongan dari

masing-masing karyawan. Berikut ini adalah penetapan tunjangan jabatan

pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan:

Golongan Skala Golongan I A

Penetapan Tunjangan Jabatan pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan

c. Tunjangan Kesehatan

Adanya pemberian fasilitas kesehatan serta pemberian dana buat bantuan

rumah sakit (BPJS).

d. Tunjangan Keagamaan

Tunjangan ini diberikan pada saat mendekati hari keagamaan (tunjangan

(43)

e. Tunjangan Khusus

Tunjangan khusus ditetapkan melalui surat edaran Direksi, sesuai

golongan. Adapun yang termasuk dalam tunjangan khusus adalah sebagai

berikut:

1) Perumahan: Ditetapkan 25% x Gaji pokok karyawan,

2) Listrik : Ditetapkan 25% x Kompensasi Tunj. Sewa Rumah,

3) Air : Ditetapkan 15% x Kompensasi Tunj. Sewa Rumah,

4) Transport : Ditetapkan 35 % x Gaji pokok karyawan (khusus

karyawan kampus atau yang berada diperkotaan),

5) Catu Beras : Untuk pekerja

15 Kg x Rp 8.400,00 = Rp 126.000,00/bulan

Untuk istri

9 Kg x Rp 8.400,00 = Rp 75.600,00/bln

Untuk anak (maksimal 3 orang anak)

7,5 Kg x Rp 8.400,00 = Rp 63.000,00/bln

Harga rata-rata nilai catu beras dipergunakan untuk menghitung :

a) uang lembur,

b) uang pensiun pekerja yang pertama kali dipensiunkan,

c) uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja.

(44)

35

7. Potongan-potongan

Potongan adalah suatu nilai yang memotong jumlah gaji pokok + tunjangan,

lembur dan premi. Potongan digunakan karena adanya hutang-hutang

karyawan diperusahaan. Potongan dicantumkan guna mengetahui besarnya

jumlah gaji yang akan dibayarkan kepada karyawan.

Berikut ini adalah jenis-jenis potongan: a. Iuran astek,

b. Iuran pensiun, c. PPh Pasal 21, d. Iuran koperasi, e. Iuran mtsi, f. IURAN spbun, g. Asuransi, h. Sewa rumah, i. Hutang lainnya.

Menurut Drs. Achmad S. Ruky, unsur-unsur gaji dan upah adalah sebagai berikut:

a. Imbalan langsung terdiri dari: 1) upah/gaji pokok,

2) tunjangan tunai sebagai suplemen gaji dan upah yang diterima setiap bulan atau minggu,

(45)

4) bonus yang dikaitkan dengan prestasi kerja atau kinerja perusahaan,

5) insentif sebagai penghargaan untuk prestasi, 6) sejenis pembagian catu

b. Imbalan tidak langsung

1) fasilitas/kemudahan seperti transportasi, pemeliharaan, kesehatan, 2) bantuan dan santunan untuk musibah,

3) bantuan biaya pendidikan,

4) iuran jamsostek,

5) iuran dana pensiun,

6) premi asuransi.

Berdasarkan uraian diatas dapat diperoleh kesimpulan, bahwa unsur-unsur

gaji dan upah yang terdapat pada PTP Nusantara IV (Persero) Medan telah

diterapkan dengan baik dan layak demi meningkatkan efektifitas kegiatan

operasional serta menigkatkan kesejahteraan karyawanya.

C. Sistem Pencatatan dan Perhitungan Gaji dan Upah

Sistem pencatatan yang diterapkan oleh PTP. Nusantara IV (Persero)

Medan adalah Sistem Payroll, dimana data-data tentang gaji dan upah

dicatat dalam bentuk daftar gaji dan upah secara terperinci oleh para staf

(46)

37

upah dibayarkan kepada karyawan dengan sebaik-baiknya tanpa ada kesalahan

kelebihan dalam pemberian gaji dan upah.

Perhitungan terhadap gaji dan upah dilakukan dengan tujuan untuk

mengetahui besarnya gaji dan upah yang diberikan kepada karyawan berdasarkan

kegiatan yang telah dikerjakannya. Berikut ini adalah perhitungan gaji dan upah

pada PTP Nusantara II (Persero) Medan adalah dalam bentuk daftar penghasilan

(untuk karyawan pelaksana golongan IIB/0) seperti berikut berikut:

a. Gaji Pokok 1.069.355

b. Tunjangan / Lembur & Premi

(47)

Jumlah Tunjangan 3.038.640

c. Jumlah Bruto 4.107.995

d. Potongan

1) Nilai Catu 0

2) Pensiun + Jamsostek 72.827 3) Iuran Astek 21.387 4) Iuran Pensiun 32.015 5) PPh Psl. 21 180.492 6) Koperasi Kopkar 0

7) Koperasi Tenera 1.518.300 8) Koperasi Serba Usaha 0

9) Biaya Berobat 0

10) Biaya Kaca Mata 0

11) Iuran MTSI 0

12) Iuran STM 0

13) Iuran SPBUN 12.000 14) Assuransi 0

15) Sewa Rumah 300.000 16) BNI / Agro 0

17) Hutang Lainnya 0

Jumlah Potongan 2.137.021

(48)

39

D. Sistem Pembayaran Gaji dan Upah

Untuk penyerahan gaji dan upah, PTP. Nusantara II (Persero) Medan menerapkan adanya Remisi dan penyerahannya dilakukan dengan transfer ke rekening karyawan di bank yang bekerja sama denga PTPN II dalam hal ini yaitu Bank BRI. Remisi yang terdapat PTP. Nusantara II (Persero) Medan dilakukan 1 kali dalam sebulan. Hal ini dilakukan untuk membayar gaji dan upah karyawan untuk bulan yang lalu dengan catatan dilakukan tutup buku setiap akhir bulan. Adapun remisi yang diterapkan di PTP. Nusantara II (Persero) Medan adalah remisi 100 %: sering disebut dengan remisi besar yang biasanya pelaksanaannya pada awal bulan. Cara menghitung remisi ini adalah 100% x Gaji pokok karyawan + Total Tunjangan - Potongan.

Prosedur penggajian pada PTPN II (Persero): 1. Menyusun daftar hadir karyawan

Daftar hadir karyawan berisikan absensi kehadiran karyawan, jam masuk kerja dan jam keluar kerja karyawan,

2. Menyiapkan daftar gaji dan upah

Daftar gaji dibuat untuk mengetahui gaji pokok, jumlah tunjangan, upah lembur, serta tunjangan lainnya,

(49)

Slip gaji dibuat berisikan jumlah gaji dan upah bersih yang dibayarkan kepada karyawan. Slip gaji ini digunakan sebagai bukti penyerahan gaji dan upah kepada karyawan,

4. Rekening karyawan

Rekening karyawan dibank digunakan sebagai alat bukti pentransferan gaji dan upah dilakukan.

Menurut James A. Hall pelaksanaan pembayaran gaji dan upah adalah :

1. Menyiapkan daftar gaji yang menunjukkan pembayaran kotor, pengurangan, pembayaran lembur, pembayaran bersih,

2. Memasukkan daftar gaji kedalam catatan pembayaran gaji pegawai, 3. Menyiapkan cek pembayaran,

4. Mengirimkan cek pembayaran ke bagian pengeluaran kas dan satu salinan daftar gaji kebagian utang dagang,

5. Menyiapkan time card, salinan daftar gaji.

Berdasarkan uraian di atas disimpulkan bahwa pembayaran gaji dan upah pada PTP Nusantara II (Persero) dilakukan dengan baik dan dengan cara yang singkat. Hal ini dikarenakan adanya rekening karyawan di Bank yang mempermudah proses pembayaran gaji dan upah.

E. Pengawasan Intern Gaji dan Upah

(50)

41

usaha guna mendapatkan kepastian yang layak bahwa transaksi gaji da upah telah dilaksanakan. Ada dua pengertian pengawasan intern, yaitu :

1. Dalam arti luas

Pengawasan tidak hanya meliputi pemeriksaan tahap akhir pimpinan, tetapi meliputi semua bagian yang berwewenang untuk mengadakan pemeriksaan,

2. Dalam arti sempit

Pengawasan intern merupakan pengecekkan/pemeriksaan jumlah angka yang tertera dalam daftar pemeriksaan masalah.

Pengawasan terhadap gaji dan upah yang dilakukan oleh PTP. Nusantara II (Persero) Medan adalah mulai dari pembuatan daftar gaji dan upah, pemeriksaan, serta mengoreksi daftar gaji dan upah, penanda tanganan hingga penyerahan gaji dan upah kepada karyawan. Pengawasan dilakukan guna menghindari adanya jumlah gaji yang lebih yang dapat merugikan perusahaan.

Melibatkan Struktur Organisasi

(51)

kepada karyawan. Setelah data tersebut diperbaiki dan telah benar langsung diparaf oleh Asisten Urusan kemudian setelah diparaf, dikoreksi oleh Kepala Pusat dan telah benar maka akan diparaf oleh Kepala Urusan dan diajukan kepada kepala bagian setelah diperiksa dikoreksi dan ternyata benar jumlahnya, maka kepala bagian akan memparaf daftar gaji tersebut lalu diserahkan kepada dewan direksi untuk disetujui dan diparaf, setelah itu diserahkan ke bagian keuangan untuk dilaporkan ke bank untuk ditransfer ke masing-masing rekening karyawan atau diserahkan langsung kepada karyawan tersebut.

Menurut Mulyadi (2001) pengawasan intern adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris manajemen dan personel lainnya yang didesain untuk memberikan keyakinan yang memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan.

Menurut Harahap (2001) pengawasan intern mencakup struktur organisasi dan seluruh metode dan prosedur yang terkoordinasi yang ditetapkan oleh perusahaan untuk mengamankan harta, mengecek ketelitian dan kepercayaan terhadap data akuntansi, mendorong kegiatan agar efisien dan mengajak untuk mentaati kebijakan perusahaan.

(52)

43

F. Tujuan Pengawasan Intern Gaji dan Upah

Dari uraian pengertian pengawasan intern, dapat disimpulkan bahwa pengawasan intern itu merupakan suatu sistem yang mempunyai tujuan. Tujuan dari pengawasan intern tesebut adalah :

1. melindungi kekayaan perusahaan,

2. menjamin ketelitian dan reabilitas data akuntansi, 3. menjamin tercapainya efisiensi kerja,

4. menjamin dipatuhinya kebijaksanaan dan peraturan yang telah digariskan. Menurut Nugroho Widjajanto (2001) tujuan pengawasan intern adalah: 1. mengamankan aktiva perusahaan,

2. mengecek kecermatan dan ketelitian data akuntansi,

3. mendorong agar kebijakan manajemen dipatuhi oleh segenap jajaran organisasi.

Menurut Mulyadi (2002) tujuan pengawasan intern terdiri dari 3 golongan, yaitu: 1. keandalan informasi keuangan,

2. kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, 3. efektifitas dan efisiensi operasi.

Berdasarkan uraian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa tujuan dilakukannya pengawasan intern adalah:

1. menjamin keamanan harta perusahaan, dengan mengawasi kelebihan pembayaran gaji dan upah karyawan,

(53)

G. Penerapan Sistem Pengawasan Intern

Pada dasarnya suatu sistem pengawasan intern yang baik tidak hanya terbatas pada masalah yang berhubungan langsung dengan bagian akuntansi dan keuangan. Sistem pengawasan intern meliputi pengawasan anggaran, analisis statistik, suatu staf pemeriksaan intern, penyelidikan waktu. Sistem pengawasan intern dibagi menjadi dua kelompok, yaitu :

1. Pengawasan manajerial

Meliputi struktur organisasi dan semua metode, ukuran dan prosedur terutama yang menyangkut efisiensi operasi dan dipatuhinya kebijaksanaan manajemen perusahaan dan biasanya tidak berhubungan langsung dengan masalah keuangan melainkan berhubungan dengan proses pengambilan keputusan yang mengarah dikeluarkannya otorisasi pimpinan terhadap transaksi-transaksi, 2. Pengawasan akuntansi

Meliputi struktur organisasi dan semua prosedur dan catatan yang berhubungan langsung dengan pengamanan harta dan dapat dipercayainya catatan keuangan, dan karenanya hendaknya disusun sedemikian rupa sehingga memberikan jaminan yang memadai bahwa :

a. Transaksi-transaksi dilaksanakan sesuai dengan otorisasi pimpinan baik

otorisasi yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus,

b. Transaksi dicatat seperlunya, sehingga memungkinkan penyusunan

(54)

45

Sistem pengawasan intern gaji dan upah yang dilakukan PT. Perkebunan

Nusantara II (Persero) Medan sudah sesuai dengan teori yang Peneliti sajikan dan

sistem pengawasan intern aktiva tetap yang dilakukan perusahaan sudah efektif.

Untuk menunjukkan efektif pengawasan intern gaji dan upah dinilai dengan

menggunakan daftar pertanyaan sebanyak 16 pertanyaan, jawaban untuk setiap

item berikhtisar dari 1 sampai 5, dengan penilaian Sangat Tidak Setuju (STS)

sampai dengan Sangat Setuju (SS).

Berdasarkan tabulasi TS – SS bernilai 67, oleh karena itu penerapan sistem

pengawasan intern gaji dan upah menurut kategorinya adalah efektif.

Keterangan :

STS = Sangat Tidak Setuju = 1

TS = Tidak Setuju = 2

R = Ragu-ragu = 3

S = Setuju = 4

SS = Sangat Setuju = 5

Hasil Pertihungan Jawaban :

X Y Z

2 1 2

3 2 6

4 6 24

5 7 35

(55)

Keterangan :

(56)

47 BAB IV

KESIMPULAN SAN SARAN

A. Kesimpulan

Setelah memaparkan uraian tugas diatas, berdasarkan penjelasan uraian tugas tersebut dapat ditarik beberapa kesimpulan diantaranya sebagai berikut: 1. Pengawasan intern gaji dan upah pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero)

Medan telah efektif. hal ini dapat dilihat dari hasil tabulasi data yang menunjukkan bahwa PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) memperoleh nilai 67 dari 16 pertanyaan yang termasuk dalam kategori efektif,

2. Pengawasan terhadap gaji dan upah pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan dilaksanakan oleh Bagian Satuan Pengawas Intern dan dilakukan oleh pihak pelaksana penggajian saja yaitu pada bagian SDM,

3. Unsur-unsur gaji dan upah telah terpenuhi dengan baik dengan adanya pemberian tunjangan-tunjangan, bonus, upah lembur, serta fasilitas lainnya, 4. Sistem dan prosedur pencatatan gaji dan upah telah dilakukan dengan

sebaik- baiknya dengan menggunakan sistem Payroll, serta sistem penyerahan gaji dan upah pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan dilakukan dengan proses transfer ke rekening masing-masing karyawan.

(57)

Adapun saran yang diberikan penulis pada tugas akhir ini sebagai masukan bagi PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan dimasa yang akan datang adalah sebagai berikut:

1. Sebaiknya pengawasan intern gaji dan upah yang efektif harus selalu ditingkatkan serta tetap diterapkan untuk menghindari adanya kesalahan pencatatan dan agar pelaksanaan penggajian tidak terlambat,

2. Seharusnya dalam pelaksanaan pengawasan intern pihak-pihak yang terlibat didalamnya adalah pihak-pihak yang berkompeten atau yang lebih tahu mengenai masalah pengawasan intern yaitu satuan pengawasan intern,

3. Sebaiknya pemberian unsur-unsur gaji dan upah harus tetap dipertahankan karena dengan dipenuhinya unsur-unsur gaji dan upah, maka karyawan dapat termotifasi untuk bekerja dan mencapai target kerja serta kesejahteraan karyawan terjamin,

(58)

49

DAFTAR PUSTAKA

Hall James A, Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Pertama, Jilid I, Penerbit Salemba Empat, 2001, Jakarta

Harahap, Sistem Pengawasan Manajemen, Cetakan I, Penerbit Pustaka Quantum, 2001, Jakarta

Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi, Cetakan Keenam, Penerbit Bumi Aksara, 2003, Jakarta

Mulyadi, Auditing, Edisi Keenam, Cetakan Kesatu, Penerbit Salemba Empat, 2002, Jakarta

_______, Sistem Akuntansi, Edisi Ketiga, Cetakan Ketiga, Penerbit Salemba Empat, 2001, Jakarta

Ruky, Achmad S, Manajemen Penggajian dan Pengupahan Untuk Karyawan Perusahaan, Penerbit Gramedia, 2001, Jakarta

Figur

Tabel 1.1

Tabel 1.1

p.14
Tabel 2.1 Struktur Organisasi PT. Perkebunan Nusantara II (Persero)

Tabel 2.1

Struktur Organisasi PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) p.19
Tabel 2.2 Kapasitas Produksi PT. Perkebunan Nusantara II (Persero)

Tabel 2.2

Kapasitas Produksi PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) p.35

Referensi

Memperbarui...