• Tidak ada hasil yang ditemukan

S PPB 0907291 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S PPB 0907291 Chapter5"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1

Dianti Putri Rahmawati, 2016

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU MORAL SISWA DENGAN MODEL SIMBOLIK MELALUI FILM KARTUN ANIMASI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI

5.1 Simpulan

Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan kepada siswa Kelas IV, V, dan VI

SD Negeri 1 Sipayung tahun ajaran 2015/2016 mengenai perilaku moral siswa, dapat

disimpulkan sebagai berikut.

1. Gambaran umum kecenderungan perilaku moral siswa kelas IV, V, dan VI SD Negeri

1 Sipayung sebagian besar berada pada kategori sedang, dimana siswa cenderung

sudah memahami prinsip-prinsip moral yang terdapat dalam lingkungan, namun

belum dapat sepenuhnya mengaplikasikan dalam perilakunya, atau belum memiliki

konsistensi dalam pengendalian berperilaku karena belum memiliki keyakinan moral

yang kuat dalam mengatur dan meregulasi perilaku moral. selain itu, masih terdapat

siswa dengan kecenderungan perilaku moral pada kategori rendah dan sangat rendah.

Siswa pada kategori rendah cenderung belum memiliki pemahaman atau pengetahuan

yang cukup mengenai prinsip-prinsip moral yang ada di lingkungan, dan belum

memiliki keyakinan moral yang kuat untuk dapat mengendalikan perilaku siswa,

sedangkan siswa pada kategori sangat rendah cenderung sama sekali belum memiliki

pemahaman prinsip-prinsip moral keadilan dan timbal balik yang terdapat di

lingkungan dan belum memiliki keyakinan moral yang dapat mengendalikan perilaku

siswa.

2. Berdasarkan kebutuhan siswa, diperlukan adanya layanan bimbingan dan konseling

yang dapat membantu siswa untuk meningkatkan perilaku moral, melalui layanan

dasar yaitu bimbingan klasikal dan layanan responsif yaitu konseling kelompok.

Layanan konseling kelompok dengan menggunakan pendekatan konseling

Behavioristik percontohan, yaitu konseling mengarah pada pembentukan tingkah laku

(2)

2

Dianti Putri Rahmawati, 2016

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU MORAL SISWA DENGAN MODEL SIMBOLIK MELALUI FILM KARTUN ANIMASI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

tingkah laku yang diinginkan, dengan menggunakan model sebagai contoh tingkah

laku.

3. Program bimbingan dan konseling untuk meningkatkan perilaku moral siswa dengan

model simbolik melalui film kartun animasi disusun berdasarkan temuan penelitian

kecenderungan perilaku moral siswa kelas IV, V, dan VI SD Negeri 1 Sipayung yang

disesuaikan dengan hasil analisis kebutuhan siswa. Struktur program meliputi

rasional, kebutuhan siswa, visi dan misi sekolah, tujuan program, tahapan proses

modelling, komponen program, pengembangan tema/topik, rencana operasional,

kriterian keberhasilan, dan evaluasi.

5.2 Rekomendasi

1. Bagi Pihak Sekolah

Guru wali kelas dapat menjadikan program bimbingan dan konseling untuk

meningkatkan perilaku moral siswa dengan model simbolik melalui film kartun animasi

sebagai salah satu rujukan untuk membantu siswa meningkatkan perilaku moral dengan

cara mengadakan layanan bimbingan dan konseling bagi siswa, yang diintegrasikan

dalam mata pelajaran yang berkaitan perilaku moral.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Hasil penelitian dapat dijadikan rujukan bagi peneliti selanjutnya dalam meneliti

tentang perilaku moral siswa dengan menambahkan berbagai prinsip-prinsip perilaku

moral, yaitu prinsip dasar moral seperti prinsip perilaku baik dan prinsip hormat terhadap

diri sendiri, dan prinsip-prinsip asas kemoralan seperti altruism, keadilan (justice), dan

autonomi (autonomous), serta pengambilan sampel penelitian yang lebih luas, tidak

hanya untuk siswa kelas IV, V dan VI saja, melainkan penelitian terhadap siswa Sekolah

(3)

3

Dianti Putri Rahmawati, 2016

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU MORAL SISWA DENGAN MODEL SIMBOLIK MELALUI FILM KARTUN ANIMASI

Referensi

Dokumen terkait

gambaran tentang Pengaruh penggunaan Internet dengan Motif Kreatif dan Hiburan oleh para peserta didik sehingga dapat memberikan informasi serta pemahaman di

Hasil uji reliabilitas menunjukan koefisien korelasi di antara item secara berurut pada variabel penggunaan media internet dengan motif kreatif (X 1 ), diperoleh

Penulis membuat aplikasi ini tidak menggunakan database tetapi dengan memanggil gambar dengan bahasa pemograman yang ada pada microsoft visual basic 6.0. Permasalahan yang

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan wahana dalam pembentukan karakter yaitu memberi kontribusi pendidikan ditujukan untuk mencapai terbentuknya karakter warga negara

Dalam hal ini penulis mencoba untuk membuat suatu aplikasi dengan metode pembelajaran untuk anak-anak yang ingin mengetahui tentang keanekaragaman hewan yang disertai dengan

Analisis Pengaruh Mekanisme Corporate Governance, Kualitass Laba, dan nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.. Universitas Airlangga

s plit squat jump terhadap peningkatan power tungkai pada olahraga futsal seperti yang sudah dijelaskan pada bab III dan IV, maka penulis akan menarik garis besar dan

Penulis juga membuat aplikasi webnya dengan Macromedia 8 yang digunakan untuk mengatur tata letak tampilan dan desain dari web agar lebih atraktif dan indah.Walaupun begitu fokus