BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan dan/atau pembuatan makanan atau minuman. Ketersediaan Pangan adalah tersedianya pangan dari hasil produksi dalam negeri dan/atau dari sumber lain.
Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman dan terjangkau. Tujuan pembangunan Ketahanan Pangan adalah untuk membangun ketahanan pangan dan kemandirian pangan baik ditingkat nasional maupun ditingkat rumah tangga/individu. Hal ini bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan rawan pangan dengan pemberdayaan masyarakat dan mengembangkan Sistem Ketahanan Pangan sampai tingkat desa, yang meliputi : Sub Sistem Ketersediaan, Sub Sistem Distribusi dan Sub Sistem Konsumsi. Adanya akses pangan yang cukup, berjalannya sistem distribusi dan harga pangan yang stabil serta konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman diharapkan masyarakat mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan melalui usaha produktif dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
seluruh komponen bangsa yaitu pemerintah dan masyarakat sepakat untuk bersamasama membangun ketahanan pangan daerah. Dalam sistem pemerintahan yang demokratis dan desentralistis saat ini pelaku utama pembangunan pangan mulai dari produksi, penyediaan, distribusi dan konsumsi adalah masyarakat, sedangkan pemerintah lebih berperan sebagai inisiator, fasilitator serta regulator agar kegiatan masyarakat yang memanfaatkan sumberdaya nasional dan daerah dapat berjalan lancar, efisien, berkeadilan dan bertanggung jawab.
Arah kebijakan umum pembangunan ketahanan pangan adalah untuk (1) meningkatkan ketersediaan dan penanganan kerawanan pangan (2) meningkatkan sistem distribusi dan stabiltasasi harga pangan (3) meningkatkan pemenuhan kebutuhan konsumsi dan keamanan pangan sampai kerumah tangga.
Dalam rangka meningkatkan ketersediaan dan menangani kerawanan pangan, kebijakan ketahanan pangan diarahkan untuk (a) meningkatkan dan menjamin kelangsungan produksi pangan didalam negeri menuju kemandirian pangan (b) mengembangkan kemampuan pengelolaan cadangan pangan pemerintah dan masyarakat secara sinergis dan partisipatif (c) mencegah dan menanggulangi kondisi rawan pangan secara dinamis.
Dalam aspek peningkatan sistem distribusi dan stabilisasi harga pangan, kebijakan ketahanan pangan diarahkan untuk (a) mengembangkan sistem distribusi yang efektif dan efisien untuk menjamin stabilitas pasokan dan harga pangan (b) mengembangkan koordinasi sinergis lintas sektor dalam pengelolaan distribusi, harga dan akses pangan (c) meningkatkan peran serta kelembagaan masyarakat dalam kelancaran distribusi, kestabilan harga dan akses pangan.
(a) mempercepat penganekaragaman konsumsi pangan berbasis pangan lokal (b) mengembangkan tekhnologi pengolahan pangan terutama pangan lokal non beras dan terigu guna meningkatkan nilai tambah dan nilai sosial (c) mengembangkan keamanan pangan segar didaerah sentra produksi pangan.
Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2010 tentang pembentukan Organisasi dan Tata Kerja lembaga Teknis Daerah Kabupaten Pesisir Selatan tanggal 30 November 2010. Dalam usianya yang masih muda Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan berupaya berbenah diri untuk meningkatkan kinerja baik dalam melaksanakan program/ kegiatan maupun bidang administrasi dan keuangan dalam rangka pelaksanaan pemerintahan yang baik (Good Governance).
1.2. Landasan Hukum
Landasan Hukum penyusunan Rencana Kerja Badan Ketahanan Pangan dan P enyuluhan (BKPP) Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2015 adalah :
a. Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
b. Undang–Undang Nomor 25 Tahun 2004, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421); c. Undang–Undang Nomor 32 Tahun 2004, tentang Pemerintahan
Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844);
d. Undang–Undang Nomor 33 Tahun 2004, tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);
e. Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional Tahun 2005 – 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
f. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815;
g. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4817);
h. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014; i. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; dan
1.3 Maksud dan Tujuan 1.3.1 Maksud
Maksud dari penyusunan Renja BKPP Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2015 ini adalah untuk mendokumentasikan perencanaan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun ke depan, yang berisikan program dan kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan dengan dukungan pembiayaan bersumber Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Pesisir Selatan, dengan harapan agar dapat mengakselerasi secara optimal segala partisipasi aktif masyarakat pada berbagai aktivitas produktif pada bidang penyelenggaraan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan yang berorientasi pada ketahanan pangan.
1.3.2 Tujuan
Rencana Kerja Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2015 ini disusun dengan tujuan :
1. Menjadikannya sebagai wadah aspirasi masyarakat dalam penyusunan perencanaan yang disampaikan secara partisipatif dalam berbagai forum yang sesuai dengan konstitusi;
2. Merumuskan gambaran umum langkah operasional BKPP Kabupaten Pesisir Selatan melalui program dan kegiatan penyelenggaraanpenyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan yang berorientasi pada ketahanan pangan; 3. Menjadikannya sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja
Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Anggaran (TA) 2015;
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA SKPD TAHUN 2014
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun 2014
Pengukuran capaian kinerja yang mencakup penetapan indikator dan capaian kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan dan program yang telah ditetapkan dalam Perencanaan Strategis (RENSTRA) Tahun 2011-2015, Capaian Kinerja Sasaran Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Tahun 2014 yang merupakan tahun ke-4 pelaksanaan RENSTRA Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebagai berikut :
Tabel 1.
Capaian Kinerja Sasaran Tahun 2014
Sasaran Strategis Indikator Kinerja 2014
Target Realisasi
(1) yang dapat mendukung terciptanya ketahanan pangan ditingkat rumah tangga, kampung / nagari
1. Jumlah Kelompok Desa Mandiri Pangan
13 kelompok 2. Jumlah cadangan
pangan masyarakat
3. Jumlah kelompok cadangan pangan
4. Jumlah cadangan pangan pemerintah pangan dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat
1. Jumlah Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat
Tersedianya Data karbohidrat non beras guna menurunkan konsumsi beras
1. Jumlah Kelompok Wanita Tani yang di Bina 2. Jumlah promosi yang
dilaksanakan segar melalui peran serta produsen dan konsumen
1. Laporan programa 1 buah laporan penyusunan
1. Jumlah penyuluh pertanian, perikanan
pengukuran kinerja kegiatan adalah masukan ( input ), keluaran ( output ) dan hasil (outcome ).
Pengukuran Kinerja Kegiatan didasarkan pada target kinerja yang disusun pada awal tahun anggaran. Adapun target kinerja pada masing-masing program dan kegiatan adalah sebagai berikut :
1. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani a. Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani
Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan : Rp. 89.164.500,00 Keluaran
Terlaksananya pertemuan forum penyuluh tingkat desa dan pertemuan koordinasi FMA
Terlaksananya penilaian terhadap FMA, Kelompok Tani dan Gapoktan
Hasil
Lancanya pembinaan dan monitoring kegiatan terhadap FMA, Kelompok Tani dan Gapoktan
Adanya usulan FMA, Kelompok Tani dan Gapoktan teladan ke tingkat propinsi dan Pusat.
Terdatanya kelompok tani di Kabupaten Pesisir Selatan 2. Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian /
Perkebunan)
a. Pembangunan Lumbung Pangan ( DAK dan Pendamping ) Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp. 500.000.000,00 Keluaran
Tersedianya lumbung pangan masyarakat sebanyak 4 Unit di Kecamatan Sutera 2 unit, Lengayang, Lunang
Hasil
b. Pembangunan Lumbung Pangan (Penunjang DAK) Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp. 27.123.000,00 Keluaran
Tersedianya biaya operasional pembangunan lumbung pangan masyarakat
Hasil
Lancarnya pelaksanaan pembangunan lumbung pangan.masyarakat
c. Pembangunan Sarana Balai Penyuluhan Kecamatan ( BPK ) ( DAK dan Pendamping )
Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp. 717.756.090,00 Keluaran
Tersedianya bangunan BPK yang representative
Tersedianya sarana dan prasarana Balai Penyuluhan Kecamatan
Hasil
Lancarnya Operasional BPK
Meningkatnya kinerja Penyuluh di Lapangan
d. Pembangunan Sarana Balai Penyuluhan Kecamatan ( BPK ) ( Penunjang DAK )
Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp. 35.732.000,00 Keluaran
Tersedianya biaya operasional pembangunan sarana BPK Hasil
Lancarnya pelaksanaan pembangunan sarana BPK e. Penguatan Kelembagaan Cadangan Pangan Masyarakat
Jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp. 49.598.000,00 Keluaran
Terbinanya lembaga cadangan pangan masyarakat Hasil
Terlaksananya penguatan kelembagaan cadangan pangan masyarakat.
f. Penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp. 45.365.000,00 Keluaran
Tersedianya cadangan pangan pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan
Hasil
Tertanggulanginya masalah rawan pangan saat/pasca bencana dan gejolak harga.
g. Pembinaan Desa Mandiri Pangan Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan : Rp. 48.547.000,00 Keluaran
Terlaksananya Pembinaan Desa Mandiri Pangan Hasil
Penanganan rawan pangan dan peningkatan ketahanan pangan masyarakat.
3. Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat
a. Analisa Neraca Bahan Makanan Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp. 47.725.000,00 Keluaran
Hasil
Tersedianya informasi untuk penyusunan kebijakan dan program
b. Penguatan Kelembagaan Distribusi Pangan Masyarakat ( LDPM )
Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp. 37.241.500,00 Keluaran
Terlaksananya Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM)
Hasil
Berkembangnya kegiatan usaha Gapoktan pelaksana P-LDPM dan telaksananya distribusi pangan kepada masyarakat.
c. Peningkatan dan Pengembangan Promosi Penganekaragaman Konsumsi Pangan
Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp. 319.882.400,00 Keluaran
Terlaksananya kegiatan promosi bidang ketahanan pangan. Hasil
Dikenalnya menu B2SA pada masyarakat Terpromosikannya potensi pangan lokal
Terpromosikannya potensi peningkatan ketahanan pangan d. Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan
Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp. 54.670.500,00 Keluaran
Terwujudnya penganekaragaman pangan masyarakat
e. Percepatan Penanganan Keamanan Pangan Segar Tk Produsen dan Konsumen
Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp. 69.989.800,00 Keluaran
Terlaksananya survey, pemantauan dan sosialisasi tentang keamanan pangan
Hasil
Terjaminnya mutu pangan yang dikonsumsi masyarakat f. Penyusunan Pola Pangan Harapan
Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp. 47.720.800,00 Keluaran
Tersedianya buku Pola Pangan Harapan Hasil
Tersedianya acuan dalam pemetaan pola konsumsi pangan masyarakat
g. Perumusan Kebijakan Ketahanan Pangan melalui Dewan Ketahanan Pangan
Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp. 73.043.000,00 Keluaran
Terlaksananya Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Pesisir Selatan dalam rangka menyusun kebijakan ketahanan pangan Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 1 kali pertemuan
Lahirnya program dan kegiatan yang menunjang terwujudnya ketahanan pangan masyarakat.
h. Pekan Nasional Kelompok Tani ( Penas Tani ) Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp. 149.890.815,00 Keluaran
Tersedianya Operasional bagi Peserta Penas Tahun 2014 Hasil
Terpenuhinya kebutuhan Operasional Peserta Penas.
4.Program Peningkatan Penerapan Tekhnologi Pertanian / Perkebunan
a. Penyusunan Programa (Tk. Kec. Kab dan Nagari) Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan : Rp. 65.377.750,00 Keluaran
Terlaksananya Penyusunan Programa Kabupaten 1 buah, kecamatan 15 buah seta 182 nagari
Hasil
Tersusunnya penyusunan Programa Penyuluhan Kabupaten dan Kecamatan Serta Nagari
5.Program Pemberdayaan Penyuluhan Pertanian / Perkebunan / Perikanan / Peternakan
a. Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh Pertanian / Perkebunan / Perikanan
Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp. 302.357.000,00 Keluaran
Tersedianya penilaian terhadap penyuluh, THL dan BPK teladan tingkat kabupaten
Hasil
Terpenuhinya Kebutuhan Operasional Penyuluhan pertanian
Teradopsinya tekhnologi yang ada oleh penyuluh
Adanya usulan penyuluh, THL dan BPK teladan ke tingkat Propinsi dan Pusat
b. Revitalisasi Penyuluh Pertanian Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp. 35.868.500,00 Keluaran
Terfasilitasinya bantuan biaya transportasi peningkatan sumberdaya manusia penyuluh pertanian.
Hasil
Terpenuhinya kebutuhan transportasi peningkatan sumberdaya manusia penyuluh pertanian.
c. Penyusunan RKP Penyuluhan
Pertanian/Peternakan/Perkebunan Masukan
Jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp. 20.319.000,00 Keluaran
Tersusunnya RKP Penyuluhan di lapangan
Terakomodirnya seluruh permasalahan yang ada ditingkat petani.
Hasil
Tersedianya tenaga penyuluh yang berkualitas d. Training di Balai Penyuluh Kecamatan ( BPK )
Masukan
Keluaran
Terlaksananya training di BPK Hasil
Tersusunnya program kerja penyuluh pertanian di BPK
2.1.1 EVALUASI KINERJA SASARAN
Sesuai dengan pembentukan Struktur Organisasi Tata Kerja Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan baru terbentuk pada akhir tahun 2010 maka program dan kegiatan yang dilaksanakan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan sampai tahun 2014 secara umum masih melanjutkan beberapa program yang telah dilaksanakan pada Tahun 2013 dan belum sepenuhnya mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Evaluasi terhadap kinerja sasaran adalah sebagai berikut :
1.Terbentuk dan terberdayakannya kelembagaan pangan yang dapat menunjang terciptanya ketahanan pangan ditingkat rumah tangga, kampung / nagari.
Pembinaan Desa Mandiri Pangan dengan capaian kinerja 100
% dengan realisasi anggaran 97,51 %.
Kegiatan Pembinaan Desa Mandiri Pangan merupakan penunjang kegiatan dana tugas pembantuan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Dalam pelaksanaan kegiatan ini walaupun masih belum berjalan baik, tetapi sudah ada perubahan ditingkat kelompok aktifitas yang ditandai dengan adanya kegiatan usaha kelompok pada komoditi-komoditi tertentu yang mulai menampakan hasil
Pembangunan Lumbung Pangan (DAK dan Pendamping)
Kegiatan Pembangunan Lumbung Pangan (DAK dan Pendamping) dimana pada tahun 2014 terbangun lumbung pangan sebanyak 4 (empat) unit. Lokasi Pembangunan tersebut adalah :
a.Lumbung Pangan Kecamatan Sutera Nagari Taratak dan Nagari Rawang Gunung Malelo.
b.Lumbung Pangan Kecamatan Lengayang Nagari Kambang Utara.
c.Lumbung Pangan Kecamatan Lunang Nagari Lunang II
Pembangunan Lumbung Pangan ( Penunjang DAK ) dengan
capaian kinerja 100 % dengan realisasi anggaran 99,82 %. Kegiatan Pembangunan Lumbung Pangan ( Penunjang DAK ) merupakan pendukung kegiatan pelaksanaan pembangunan lumbung pangan dan pembinaan terhadap kelompok lumbung pangan yang memperoleh dana Bantuan Sosial melalui dana Dekon Propinsi Sumatera barat dalam kegiatan Pengadaan cadangan pangan masyarakat.
Kegiatan Penguatan Kelembagaan Cadangan Pangan
Masyarakat dengan capaian kinerja 100 % dengan realisasi anggaran 97,00 %.
Kegiatan Pembinaan Lumbung Pangan Masyarakat sampai tahun 2014 telah dilakukan pembinaan sebanyak 23 unit lumbung pangan Msayarakat di 13 kecamatan dalam Kabupaten Pesisir Selatan. Sedangakan yang telah didanai dana Bansos Propinsi sampai 2014 sebanyak 14 unit yaitu 12 unit tahap mandiri dan 2 unit tahap pengembangan, yaitu : a.Lumbung Pangan Masyarakat Kecamatan Koto XI Tarusan
b.Lumbung Pangan Masyarakat Kecamatan Bayang di Nagari Kapujan Koto Berapak, Nagari Talaok dan Nagari Gurun Panjang Utara
c. Lumbung Pangan Masyarakat Kecamatan IV Jurai, Nagari Salido Sari Bulan.
d.Lumbung Pangan Masyarakat Kecamatan Batang Kapas , Nagari Koto Nan Tigo IV Koto Hilie, dan Nagari IV Koto Mudiek.
e. Lumbung Pangan Masyarakat Kecamatan Sutera Nagari Ampiang Parak Timur.
f. Lumbung Pangan Masyarakat Kecamatan Lengayang Nagari Lakitan
g. Lumbung Pangan Masyarakat Kecamatan Ranah Paiaie Nagari Palangai, dan Nagari Koto VIII Palangai
h.Lumbung Pangan Masyarakat Kecamatan Linggo Sari Baganti Nagari Sungai Sirah Air Haji
i. Lumbung Pangan Masyarakat Kecamatan Pancung Soal Nagari Simpang Lama Indra Pura
j. Lumbung Pangan Masyarakat Kecamatan Ranah IV Hulu Tapan Nagari Kubu Tapan
Kegiatan Penguatan Cadangan Pangan Pemerintah dengan
dan diharapkan tahun 2014-2015 dapat memenuhi SPM tersebut
2.Tersedianya dan terdistribusikannya pangan dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.
Kegiatan Penguatan Kelembagaan Distribusi Pangan
Masyarakat ( LDPM ) dengan capaian kinerja 100 % dengan realisasi anggaran 95,71 %
Kegiatan ini berupa pemberdayaan 5 Gapoktan yang mendapatkan alokasi Dana Bantuan Sosial sebesar Rp. 225.000.000,- dari Kegiatan Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam bentuk dana Dekosentrasi. Kegiatan Gapoktan sebagai lembaga distribusi pangan yaitu pembelian, penjualan, penyimpanan dan pengolahan gabah dan beras. Lembaga distribusi pangan masyarakat juga berperan dalam stabilitas harga pangan saat musim paceklik maupun panen raya. Saat musim paceklik lembaga ini harus dapat meyediakan dan mendistribusi pangan ditingkat masyarakat dan ke pasar-pasar dan menampung hasil panen masyarakat saat panen dengan harga yang wajar dan Gapoktan pelaksana kegiatan ini dengan mitranya dapat bersaing dengan pedagang luar Kabupaten Pesisir Selatan juga berfungsi mempromosikan kualitas beras keluar Daerah Kabupaten Pesisir Selatan
3. Tersedianya Data Informasi Penduduk Rawan Pangan.
Kegiatan Analisis Neraca Bahan Makanan dengan capaian kinerja 100 % dengan realisasi anggaran 100,00 %.
protein dengan perbandingan dari hasil rekomendasi WNPG VIII tahun 2012 dimana tingkat ketersediaan energi perorang minimal 2400 Kkal dan 63 gr protein. Tingkat ketersediaan bahan pangan Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2013 adalah : Energi 3.493 Kkal (145,54 %) dan Protein 68,69 gr (109,03 %).. Kegiatan Penyusunan Pola Pangan Harapan dengan capaian
kinerja 100 % dengan realisasi anggaran 89,18 %..
Penyusunan Skor Pola Pangan Harapan merupakan kegiatan yang menjadi dasar dalam penetapan perencanaan kegiatan peningkatan status gizi masyarakat yang dicerminkan dengan nilai skor PPH, untuk tahun 2014 skor PPH berdasarkan data Susenas yang di adjustifikasi didapatkan skor sebesar 74,9, untuk meningkat skor PPH perlu berbagai usaha seperti Optimalisasi pemanfaatan pekarangan, lomba B2SA, sosialisasi tentang pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber pangan keluarga.
4. Terdiversifikasikannya sumber-sumber karbohidrat non beras guna menurunkan konsumsi beras.
Kegiatan Peningkatan Percepatan Penganekaragaman
Konsumsi Pangan dengan capaian kinerja 100 % dengan realisasi anggaran 95.16 %.
Penghargaan Adhi Karya Pangan Nusantara kategori Pelaku Ketahanan Pangan bidang Pemberdayaan.
Kegiatan Peningkatan dan Pengembangan Promosi Percepatan
Konsumsi Pangan dengan capaian kinerja 100 % dengan realisasi anggaran 98,66 %.
Kegiatan ini meliputi Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Kabupaten Pesisir Selatan yang laksanakan pada tanggal 14 Maret 2014. Juara Lomba Cipta Menu B2SA adalah Juara I Kecamatan Batang Kapas, Juara II Kecamatan Renah IV Hulu Tapan, Juara III Kecamatan Lengayang, Harapan I Kecamatan Ranah Pesisir dan Harapan II Kecamatan Linggo Sari Baganti. Pada bulan yang sama Bupati Pesisir Selatan melaksanakan Launching pengoperasian Warung Promosi Daerah yang merupakan kerjasama Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Pesisir Selatan dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesisir Selatan pada tanggal 25 Maret 2014. Dalam lomba Tingkat Propinsi Sumatera Barat, Kecamatan Batang Kapas mendapat Peringkat Harapan I. Kegiatan pameran Tingkat Kabupaten dilaksanakan bertepatan dengan Festival Langkisau dan Hari Jadi Pesisir Selatan pada bulan April 2014 di pantai Carocok Painan. Pelaksanaan pameran tingkat Nasional pada tanggal 6 s/d 11 Nopember 2014 di Makassar Propinsi Sulawesi Selatan. Dalam rangka promosi KRPL dan olahan Pangan Lokal dilaksanakan melalui Media Massa (koran).
5. Meningkatnya pengendalian, penanganan dan keamanan pangan segara melalui peran serta produsen dan konsumen
Kegiatan Percepatan Penanganan Keamanan Konsumsi
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemanan pangan di kabupaten Pesisir Selatan, untuk tahun 2014 ini Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Pesisir Selatan telah membentuk tim Koordinasi dan Tim Tekhnis Keamanan pangan, berdasarkan hasil kegiatan 2014, masih perlu dilakukan oeningkatan jumlah kegiatan keamanan pangan di Kabupaten Pesisir Selatan kedepan.
Dari hasil kegiatan ini didapatkan bagi kelompok yang telah diberi perlakuan keamanan pangan yaitu sampel pangan segar, sampel jajanan anak sekolah, jajanan porsi, kemanan ikan dan makanan kadaluarsa.
Ternyata bagi kelompok yang telah terpilih jadi sampel awal uji didapatkan ada masalah ketidak amanan pangan dan dalam jangka waktu tertentu setelah dilakukan sosialisasi ternyata terdapat perubahan prilaku yang positif.
Hal ini dibuktikan dengan Bakso yang di uji untuk tahun 2013 dinyatakan mengandung boraks dan setelah dilakukan sosialisasi tahun 2014 tidak ditemukan lagi boraks pada Bakso yang ada dikecamatan IV Jurai dan Pasar Baru.
Untuk jajanan anak sekolah masih ada jajanan anak mengandung zat pewarna yang berlebihan, untuk tahun 2014 telah dilakukan sosialisasi terhadap pelaku usaha dan kepala sekolah tentang makanan jajanan yang aman.
Tahun 2015 direncanakan 4 kecamatan yang aman akan dibina secara terpadu dari berbagai lintas sektor sehingga dapat meningkatkan keamanan pangan.
6. Mengefektifkan koordinasi kebijakan ketahanan pangan melalui Dewan Ketahanan Pangan.
Kegiatan Perumusan Kebijakan Ketahanan Pangan Melalui
ketahanan pangan Kabupaten Pesisir Selatan. dengan capaian kinerja 100 % dengan realisasi anggaran 99,21 %.
Dalam rapat koordinasi Dewan Ketahanan Pangan tahun 2014 yang diangkat menjadi tema pembahasan adalah Sinkronisasi Pembangunan Ketahanan Pangan Dengan Pengembangan Gerakan Pensejahteraan Petani ( GPP ) dan Agrowisata Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir Selatan.
7. Terciptanya kemandirian petani dan nelayan.
Penyusunan Programa (Tingkat Kecamatan, Kabupaten dan Nagari) dengan capaian kinerja 100 % dengan realisasi anggaran 97,68 %.
dan pelaku usaha dan memberikan dukungan terhadap Program-Program Prioritas dinas/Instansi terkait.
Menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor ; 25/Permentan/ OT.140 /5/ 2009 tanggal 13 Mei 2009 tentang Pedoman Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan bahwa lembaga/unit kerja yang menangani kegiatan Penyuluhan Pertanian diberikan tanggung jawab untuk memfasilitasi penyusunan programa Penyuluhan setiap tahunnya.
Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani dengan capaian
kinerja 100 %. dengan realisasi anggaran 98,86 %.
penyuluhan pertanian. Dalam metode FMA ini pelaku utama dan pelaku usaha mengidentifkasi permasalahan dan potensi yang ada pada diri, usaha dan wilayahnya, merencanakan kegiatan belajarnya sesuai dengan kebutuhan mereka secara partisipatif dalam rangka meningkatkan produktivitas usahanya guna peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya. Melalui kegiatan ini petani difasilitasi untuk merencanakan dan mengelola sendiri kebutuhan belajarnya, sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pelaku utama. Kegiatan ini merupakan penunjang operasional kegiatan FEATI/P3TIP yang bersumberkan dana tugas pembantuan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kementerian Pertanian Republik Indoesia.
8. Meningkatnya kinerja penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan dalam mebina kelompok tani nelayan.
Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh
Pertanian/Perkebunan dengan capaian kinerja 100 % dengan realisasi anggaran 97,25 %.
Revitalisasi Penyuluh Pertanian dengan capaian kinerja 100 %
dengan realisasi anggaran 98,42 %.
Penyuluhan Rencana Kerja Penyuluh Pertanian / Peternakan /
Perikanan / Perkebunan dengan capaian kinerja 100 % dengan realisasi anggaran 95,56 %
Training di Balai Penyuluhan Kecamatan dengan capaian
kinerja 100% dengan realisasi anggaran 99,25 %.
Pembangunan Sarana Balai Penyuluhan Kecamatan ( BPK ) (
Penunjang DAK dan Pendamping ) dengan capaian kinerja 100 % dengan realisasi anggaran 97,58 %.
Kegiatan Pembangunan Sarana Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) (DAK dan Pendamping) merupakan kegiatan dalam rangka memfasilitasi kebutuhan sarana Balai Penyuluhan Kecamatan sehingga dalam menjalankan fungsi sebagai perpanjang tangan SKPD dengan petani / nelayan berjalan secara optimal. Sarana BPK yang difasilitasi lewat kegiatan ini adalah :
Pengadaan kendaraan Dinas Roda 2 (dua) untuk operasional Penyuluh sebanyak 5 unit dalam rangka optimalisasi kinerja penyuluh dalam melaksanakan tugas dilapangan.
Pengadaan Kipas Angin Gantung sebanyak 8 (delapan) unit yang didistribusikan ke 4 (empat) Balai Penyuluhan Kecamatan, masing-masing Balai Penyuluhan Kecamatan sebanyak 2 (dua) unit dalam rangka pemanfaatan ruang pertemuan sebagai ruangan training oleh penyuluh.
Pengadaan Laptop sebanyak 3 (tiga) unit untuk Balai Penyuluhan Kecamatan Lunang, Balai Penyuluhan Kecamatan Lengayang dan Balai Penyuluhan Kecamatan IV Jurai dengan tujuan proses administrasi di Balai Penyuluhan Kecamatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Pengadaan Printer sebanyak 12 (dua belas) unit untuk seluruh Balai Penyuluhan Kecamatan dengan tujuan menyelesaikan proses administrasi di Balai Penyuluhan Kecamatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
terakomodirnya seluruh peserta rapat untuk pertemuan di Balai Penyuluhan Kecamatan.
Pengadaan Wireless sebanyak 1 (satu) unit untuk Balai Penyuluhan Kecamatan Linggo Sari Baganti.
Pengadaan infocus sebanyak 6 unit dalam rangka mempermudah penyampaian materi – materi penyuluhan. Pembangunan Pagar Balai Penyuluhan Kecamatan IV Nagari
Bayang Utara dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan lahan Balai Penyuluhan Kecamatan.
Rehab Kantor Balai Penyuluhan Kecamatan Sutera dengan tujuan agar proses administrasi di kantor Balai Penyuluhan Kecamatan dapat secara efektif.
Pemasangan lantai keramik dan penimbunan lahan kantor Balai Penyuluhan Kecamatan Batang Kapas dalam rangka pemanfaatan lahan Balai Penyuluhan Kecamatan dapat digunakan sebagai lahan percontohan.
2.1.2 AKUNTABILITAS KEUANGAN
Tabel 3
Capaian Keuangan Sasaran
Sasaran
Strategis
Indikator Kinerja
PROGRAM /
KEGIATAN ANGGARAN REALISASI
CAPAIAN 495,649,100.00 99.99%
Kegiatan Pembangunan Lumbung Pangan (Penunjang DAK)
657,572,600.00 99.09%
315,588,100.00 98.66%
JUMLAH
374,552,900.00
367,610,600.00 98.15%
Kelompok Tani ( Penas Tani )
149,890,815.00
148,781,110.00 99.26%
JUMLAH
222,933,815.00
221,244,110.00 99.24%
Terciptanya
Meningkatnya 294,046,500.00 97.25%
Kegiatan 104,913,700.00 99.25%
Program 716,368,300.00 99.81%
2.1.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan SKPD
1. Kurangnya koordinasi lintas sektoral dalam melaksanakan program / kegiatan.
2. Kurangnya SDM dari masyarakat tentang tekhnik usaha tani yang baik dan menguntungkan.
3. Kurangnya tenaga penyuluh.
4. Lemahnya koordinasi lembaga-lembaga di masyarakat dalam pembinaan kelompok.
5. Masih kurangnya penanganan daerah yang dinyatakan rawan pangan secara komprehensif.
6. Kurangnya tanggung jawab dan disiplin masyarakat dalam pemanfaatan bantuan yang diterima.
7. Masih rendahnya daya dukung teknologi/ informasi dalam penentuan komoditi unggulan setempat.
8. Meningkatkan sarana dalam penerapan tekhnologi pertanian dan perikanan.
9. Meningkatkan supervisi dan kunjungan ke Balai Penyuluhan Kecamatan ( BPK ) dan kelompok tani.
10. Revitalisasi kelompok tani nelayan.
11. Meningkatkan akselerasi penerapan sistem usaha agribisnis pertanian.
2.1.4 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
BAB III
RENCANA KERJA TAHUN 2015
3.1 Visi dan Misi
Dalam rangka mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan dalam Era Otonomi Daerah yang didukung oleh sumber daya alam yang cukup berlimpah agar dapat didayagunakan secara optimal melalui Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan.
Guna mencapai tujuan dan maksud tersebut , Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan sebagai Lembaga Pemerintah Daerah yang ada berperan membantu dalam menangani bidang Ketahanan Pangan Penyuluhan dan mempunyai Visi yaitu
“Terwujudnya Ketahanan Pangan dan peningkatan
Sumberdaya Petani Nelayan Kabupaten Pesisir Selatan”.
Makna yang terkandung dalam Visi diatas adalah sebagai berikut : Terwujudnya ketahanan pangan bagi masyarakat
Kabupaten Pesisir Selatan adalah kondisi terpenuhinya pangan sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, aman beragam, bergizi, merata, terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat untuk hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan sesuai dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012.
Sumberdaya petani dan nelayan adalah pelaku utama dan
pelaku usaha disektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan.
a. Mengupayakan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat.
b. Memasyarakatkan dan meningkatkan mutu konsumsi dan penganekaragaman pangan.
c. Menguapayakan kelancaran pelaksanaan distribusi pangan.
d. Pemberdayaan kelembagaan penyuluhan.
e. Menfasilitasi kelompok tani nelayan dengan pelaku usaha. f. Peningkatan koordinasi dalam perumusan kebijakan dan
pengembangan ketahanan pangan, serta pemantauan dan evaluasi.
g. Mengoptimalkan peran penyuluh dalam pembinaan kemandirian kelompok tani nelayan dilapangan.
h. Menciptakan iklim yang kondusif bagi petani nelayan untuk menumbuhkembangkan organisasi secara partisipatif.
i. Meningkatkan kemampuan petugas, pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengakses dan menganalisa potensi pasar dan wilayah.
j. Meningkatkan kemampuan daya saing dalam mengelola usaha tani berkelanjutan dan ramah lingkungan.
k. Mengembangkan kemampuan untuk menciptakan teknologi spesifik lokasi.
l. Meningkatkan kompetensi petugas penyuluh melalui diklat dan pembinaan karir.
m.Meningkatkan fungsi Balai Penyuluhan Kecamatan.
3.2 TUJUAN DAN SASARAN 3.2.1 Tujuan
Rencana Kerja Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2015 ini disusun dengan tujuan :
1. Memberikan gambaran arah dan tujuan perencanaan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan.
2. Untuk memudahkan para pelaksana dalam melaksanakan, memonitor dan mengevaluasi perencanaan kegiatan-kegiatan.
3. Sebagai bahan untuk musrenbang tingkat Kabupaten.
3.2.2 Sasaran
Rencana Kerja Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2015 ini disusun dengan sasaran sebagai berikut:
1. Meningkatkan pelayanan kepada semua kelompok masyarakat.
2. Terwujudnya aparatur yang menangani bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian secara professional. 3. Meningkatnya peran Lembaga Kelompok Tani (Poktan dan
Gapoktan) Masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan.
4. Meningkatnya koordinasi, konsultasi dan sinergisitas program dan kegiatan antara Dinas/ Badan yang terkait dengan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Pesisir Selatan.
3.2.3 Program dan Kegiatan
BAB IV PENUTUP
Rencana Kerja (Renja) Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan tahun 2015 merupakan dokumen perencanaan yang penting dipedomani untuk memberikan arah bagi pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2015 di lingkup Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, guna mendukung tercapainya target pembangunan daerah tahun 2015 yang tercantum dalam Rencana Kerja Tahun 2015. Renja Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan tahun 2015 masih mengacu kepada Renstra Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan tahun 2010-2015, yang telah memuat hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan, serta telah mengakomodir usulan program dan kegiatan yang berasal dari masyarakat. Optimalisasi dalam pelaksanaan isi Renja merupakan hal penting yang perlu diupayakan dalam rangka mewujudkan kelancaran pelaksanaan program dan kegiatan yang telah direncanakan sesuai dengan kewenangan urusan ketahanan pangan dan pelaksanaan penyuluhan yang diemban oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan.
Penetapan Rencana Kerja (RENJA) Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Pesisir Selatan didasarkan atas berbagai pertimbangan dan perubahan lingkungan strategis dengan mengacu pada arah kebijakan pembangunan daerah maupun kebijakan pembangunan nasional sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Perundang-Undangan bidang Ketahanan Pangan dan penyuluhan.
LAMPIRAN
Usulan Rencana Kerja Tahun 2015
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD TAHUN 2015
DAN PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2016
KABUPATEN PESISIR SELATAN
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
RENCANA TAHUN 2015 ( TAHUN RENCANA )
KODE
URUSAN / BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN INDIKATOR KINERJA CATATAN
PRAKIRAAN MAJU RENCANA TAHUN 2016
DAERAH DAN PROGRAM / KEGIATAN
PROGRAM/
KEGIATAN LOKASI
TAREGT
Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian /
Perkebunan)
Kegiatan
Pembinaan Desa Mandiri Pangan
Berkurangnya KK
Penyediaan Cadangan Pangan Pemerintah
Cadangan Pangan
Pemerintah Sutera 60%
Pembinaan Cadangan Pangan Masyarakat
Pembangunan Sarana Balai Penyuluhan
Kecamatan ( DAK dan Pendamping
)
Program Peningkatan Penerapan Tekhnologi Pertanian /
Perkebunan / Perikanan
Kegiatan
Penyusunan Programa (Tk Kec, Kab dan Nag)
nagari, kecamatan dan
kabupaten Kecamatan Kecamatan
Pelatihan Petani dan Pelaku Agribisnis
Terlaksananya
pelatihan usaha BKPP 30 Kali
Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan
Berkembangnya usaha tani
Kab
Pessel 5 Gapoktan
Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani
Penyuluhan dan Bimbingan Pemanfaatan
Terolahnya lahan BPK oleh Penyuluh Pertanian /
Perkebunan / Perikanan
Kegiatan
Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh
Penyusunan RKP Penyuluhan Pertanian/
Training di Balai Penyuluh Kecamatan ( BPK )
Penyuluh Kecamatan (
BPK )
Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat
Pembinaan Kelembagaan Distribusi Pangan
Tersedianya dan
terdistribusinya Kab Pessl 5 Gapoktan
pangan dengan harga
yang
Analisis Pemetaan Konsumsi Pangan Mayarakat
melalui Survey Pola Pangan
Harapan ( PPH ) rawan pangan
Peta Distibusi Pangan Pokok
Terpetaknnya
distribusi pangan Kab Pessl
20
Analisis Panel Harga dan Pemantauan Harga
Peta Kerawanan dan Kerentanan Pangan
rawan dan rentan
pangan
Data Kemisikinan dan Rawan Pangan
Terinventarisnya data
kemiskinan Kab Pessl 20 Buku
24,000.00 APBD 20 Buku
dan rawan pangan
Peningkatan dan Pengembangan Promosi
Tercapainya Skor PPh
86,7 Kab Pessl
pengendalian , Kab Pessl
15
Segar Tingkat Produsen dan Konsumen
penanganan dan
keamanan
pangan segar melalui
Pemantapan dan Pengembangan Koordinasi
Mengefektifkan koordinasi
Kab
Pessel 1 Tahun
100,000.00 APBD 1 Tahun
100,000.00
Perumusan Kebijakan Ketahanan Pangan
kebijakan ketahanan
pangan
melalui Dewan Ketahanan Pangan
melalui Dewan
Ketahanan Pangan
J U M L A H
6,183,000.00
6,676,000.00