18
BAB III
TAHAPAN PERANCANGAN
3.1 Perancangan Produksi
Video dokumenter ini akan dikemas dalam durasi 24 menit. Dalam video ini akan ada pihak-pihak terkait yang menjadi narasumber beserta porsi informasi yang ditanyakan, yaitu:
1. Mantan teroris, Sofyan Tsauri. Memberikan kesaksian mengenai strategi komunikasi perekrutan.
2. Pihak akademisi di bidang Psikologi, Prof. Hamdi Muluk (Guru besar Psikologi Universitas Indonesia). Memberikan penjelasan mengenai pandangan dari sudut intelektual dalam hal perekrutan teroris.
3. Pihak BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris), Direktur Deradikalisasi Prof. Iran Idris. Memberikan informasi mengenai data dan kondisi Indonesia dalam hal terorisme.
Berikut alasan-alasan pemilihan 3 narasumber di atas:
1. Sofyan Tsauri dipilih menjadi narasumber utama oleh penulis karena beliau merupakan mantan teroris yang sudah ‘netral’ (sudah ter-deradikalisasi oleh BNPT). Penulis memilih mantan teroris yang sudah ‘netral’ karena beliau akan memberikan informasi dan kesaksiannya dengan tanpa tekanan dari pihak mana pun. Selain itu informasi yang akan diberikan juga akan lebih jujur, dan merujuk pada ajakan ke penonton agar tidak mengikuti jejak sepertinya dahulu. Di antara banyak mantan teroris yang sudah ‘netral’, Sofyan Tsauri dipilih penulis karena beliau memiliki pengalaman sebagai perekrut anggota saat ia aktif dalam jaringan teroris (Jamaah Islamiyah). Hal ini selaras dengan topik yang dibahas penulis dalam video dokumenter ini, yaitu tentang strategi komunikasi dalam perekrutan anggota teroris. Selain itu, beliau juga sudah sering menjadi narasumber di berbagai diskusi dan talkshow di berbagai media televisi. Serta menjadi pengamat terorisme yang bekerja sama dengan BNPT untuk kegiatan deradikalisasi.
19 2. Prof. Hamdi Muluk dipilih menjadi narasumber karena beliau merupakan guru besar Psikologi Universitas Indonesia, yang dirasa sangat kompeten untuk memberikan penjelasan mengenai strategi komunikasi (komunikasi interpersonal) yang terjadi dalam perekrutan anggota terorisme dari aspek psikologis. Beliau juga merupakan anggota kelompok ahli BNPT dari bidang psikologi dan sering menjadi narasumber di berbagai diskusi serta talkshow di berbagai media televisi, yang membahas tentang terorisme.
3. Penulis memilih Prof. Irfan Idris sebagai narasumber dari pihak yang memiliki kewenangan membuat kebijakan deradikalisasi (penetralan paham radikal dari mantan teroris) BNPT. Hal ini penulis menganggap beliau dapat mewakili upaya negara untuk menanggulangi terorisme di Indonesia. Selain itu, beliau juga sudah sering diundang di berbagai acara diskusi maupun talkshow di berbagai media televisi sebagai narasumber di bidang deradikalisasi, maka dari itu penulis merasa beliau dapat menjadi narasumber yang sangat kompeten.
3.2 Pendekatan Perancangan Media 3.2.1 Sumber Informasi
Informasi dalam tugas akhir ini diperoleh dari hasil riset buku, artikel pemberitaan, jurnal, dan narasumber-narasumber yang diwawancara.
3.2.2 Lokasi Produksi
Lokasi produksi tugas akhir ini bertempat di Jakarta Pusat, Kabupaten Bogor dan Depok, yang merupakan daerah domisili para narasumber.
20
3.3 Time Table Proses Pembuatan Video
Tabel 3.3
Kegiatan Jul Agt Sept Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep
Pengumpulan data Perancangan konsep video Pelaksanaan produksi 1 Editing Uji publisitas Pembuatan laporan Publikasi video ke Youtube 3.4 Peran Media
Media sosial kerap dipakai untuk menyebarkan aktivitas yang berhubungan dengan kelompok teroris karena sifatnya yang terbuka untuk umum. Memanfaatkan media sosial yang sudah ada, seperti Twitter dan YouTube, dianggap cukup untuk melakukan misi mereka, misalnya propaganda atau menjaring massa.18
Di samping itu, Hasil survey globalwebindex pada pengguna internet di Indonesia dalam rentang usia 16-64 tahun, menunjukkan bahwa ada beberapa platform media sosial yang aktif digunakan oleh masyarakat Indonesia. Platform tersebut terbagi dalam dua kategori media sosial, yaitu media jejaring sosial dan messenger. Youtube menempati peringkat pertama dengan persentase penggunaan sebesar 43%, di peringkat ke dua Facebook dengan persentase penggunaan sebesar 41%, kemudian Whatsapp dengan persentase penggunaan sebesar 40%19.
18 Deliusnoo. 10/04/2017. ‘Mengapa Teroris Suka Pakai Media Sosial?” dalam
https://tekno.kompas.com/read/2017/04/10/17480017/mengapa.teroris.suka.pakai.media.sosial diakses pada 02/09/2018 pukul 03.30 WIB.
19 NN. 01/02/2018. “Ini Media Sosial Paling Populer di Indonesia” dalam
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/02/01/media-sosial-apa-yang-paling-sering-digunakan-masyarakat-indonesia diakses pada 02/09/2018 pukul 03.33 WIB.
21 Gambar 3.1 Media Sosial Yang Paling Sering Digunakan di Indonesia (2017)
Dari data di atas, penulis memilih media Youtube sebagai media penyampaian video dokumenter ini agar informasi yang terkandung dalam video dapat tersampaikan kepada banyak khalayak.
3.5 Story Line
Tabel 3.4
Scene Visual Keterangan Audio
1 Seseorang meletakkan gelas isi kopi
Reka adegan dalam kamar/ruang remang
Sound Effect + backsound
tegang Orang membuka artikel di
laptop
Artikel kasus bom bunuh diri
Sound Effect + backsound
tegang 2 Video amatir bom bunuh
diri di gereja di Surabaya Sumber: Youtube
VO + backsound tegang Orang menutup laptop lalu
pergi ke luar kamar
Backsound tegang + VO 3 Judul muncul “Menelisik
Narasi Terorisme” Black out lalu insert judul
Backsound tegang + VO 4 Mobil dalam perjalanan Menuju lokasi Sofyan
Tsauri Sound up + VO
5 Warung bubur Sofyan Sound up + VO
Wawancara Sofyan Diselingi reka adegan Sound up
22
6 Perjalanan ke UI VO
7 Wawancara Hamdi Muluk Diselingi reka adegan Sound up
Footage Hamdi mengajar VO
8 Footage transisi VO
9 Wawancara Irfan Idris Diselingi reka adegan Sound up
Footage transisi Backsound santai
+ VO
Footage alam Yang menunjukkan
Indonesia
Backsound santai + VO
23 3.6 Story Board Tabel 3.5 1. Seg. Opening 00:00 – 00:03
Seseorang meletakkan gelas di meja.
Kamera still.
Properti : Gelas, meja
2.
00:04 – 00:11
Cut to medium shot dari belakang, sedang membaca artikel tentang bom di laptop.
VO: MEI 2018/ MENJADI PERISTIWA
YANG FENOMENAL DALAM
RENTETAN AKSI TEROR DI
INDONESIA//
3.
00:12 – 00:24
Point of view artikel yang ada di layar laptop.
Properti : Laptop
VO: LANTARAN DALAM KURUN WAKTU 2 HARI/ TERJADI 5 LEDAKAN DI 5 TITIK BERBEDA DI SURABAYA//
4.
00:25 – 00:31
Cut to video amatir kasus bom gereja Surabaya
VO: IRONISNYA/ BOM BUNUH DIRI INI
DILAKUKAN SATU KELUARGA/
YANG TERDIRI DARI SUAMI, ISTRI, DAN EMPAT ANAK MEREKA//
24 6.
00:31-00:35
Cut to cuplikan berita dari Youtube
VO:MESKI POLISI TELAH
MENGUNGKAP DAN MENANGKAP AKTOR DIBALIK AKSI INI/
NYATANYA TERORISME TETAP TERUS ADA//
7.
00:37 – 00:44
Cut to insert foto-foto pasca kejadian bom Surabaya.
VO: LANTAS BAGAIMANA CARA UNTUK MENCEGAH JARINGAN INI SEMAKIN MELUAS? //
8.
00:45 – 00:48
Cut to menutup laptop, orang beranjak pergi .
VO: SAYA MEMUTUSKAN UNTUK MENCARI TAHU LANGSUNG/ APA YANG ADA DIBALIK JARINGAN TERORISME//
9.
00:49 – 00:50
Cut to membuka pintu, orang lalu keluar kamar.
VO: SEKALIGUS MENCARI TAHU APAKAH ADA CARA UNTUK
MENCEGAH JARINGAN INI
25
10.
00:50 – 00:54
Setelah pintu tertutup langsung black out, lalu judul muncul “Menelisik Narasi Terorisme”
11. Seg. 1
00:55 – 01:05
Cut to perjalanan menggunakan mobil.
VO: SAYA BERSAMA 2 TEMAN SAYA MENEMUI SALAH SATU MANTAN TERORIS/ YANG SEMPAT
BERGABUNG DALAM JARINGAN AL-QAIDA ASIA TENGGARA// SOFYAN TSAURI//
12.
01:06 – 01:13
VO: SEMPAT 12 TAHUN MENJADI
POLISI/ SOFYAN KEMUDIAN
BERGABUNG DALAM JARINGAN
JAMAAH ISLAMIYAH// PERANNYA PUN CUKUP PENTING/ SEBAGAI PEREKRUT ANGGOTA BARU //
13.
01:13 – 01:24
VO: SETELAH KELUAR DARI MASA TAHANAN/ KINI IA BERJUALAN BUBUR AYAM BERSAMA ISTRINYA// NAMUN DI SELA-SELA PROFESI BARUNYA ITU/
SOFYAN JUGA AKTIF DALAM
GERAKAN ANTI TERORISME BERSAMA POLRI DAN BNPT//
14.
01 :25 – 01:39
VO: DALAM PERTEMUAN INI/ SAYA
INGIN TAHU APA TANGGAPAN
SOFYAN/ MENGENAI JIHAD BERSAMA
KELUARGA YANG TERJADI DI
SURABAYA//
SEKALIGUS MENDENGARKAN
PENGALAMANNYA SAAT AKTIF
26 15.
01:40 – 02:16
Cut to wawancara Sofyan
Topik: Motif aksi bom Surabaya oleh 1 keluarga
16.
02:13 – 02:21
Topik: Sistem perekrutan jaman Sofyan, aksi bom sekeluarga lebih sulit dilacak oleh aparat.
17. Topik: Perbandingan pola pikir orang eksakta
dengan sosial. Contoh – contoh teroris dengan pemikiran eksak (Osama Bin Laden dan Syeikh Aiman Azh-Zhawahiri).
27 03:01 – 03:53
18.
03:54 – 05:31
Topik: Kehidupan Sofyan ketika dulu di kepolisian
19.
05:32 – 06:40
Topik: Pesan-pesan yang disampaikan perekrut pada calon anggota.
28 20.
06:41 – 07:36
Topik: Grup-grup Whatsapp yang radikal
21.
07:37 – 09:21
Topik: Ciri-ciri orang yang menjadi sasaran perekrut.
22.
09:22 – 10:02
Topik: Jumlah orang yang berhasil direkrut Sofyan.
23.
10:03 – 10:26
Topik: Pesan yang disampaikan perekrut merupakan kunci utama keberhasilan perekrutan.
29 24.
10:27 – 11:11
Topik: Pesan untuk anak muda.
25.
11:21 – 13:22
Topik: Titik balik Sofyan untuk bertobat.
26. Seg. 2 VO: SETELAH PERBINCANGAN
PANJANG/ KINI STRATEGI YANG
DIGUNAKAN JARINGAN TERORIS/
MULAI TERKUAK// NAMUN RASANYA INFORMASI INI BELUM CUKUP// SAYA HARUS MENCARI NARASUMBER LAIN/
DARI SUDUT PANDANG YANG
BERBEDA//
SELANJUTNYA KAMI MENEMUI SALAH SATU PENGAMAT TERORISME/ YANG
JUGA GURU BESAR FAKULTAS
PSIKOLOGI UNIVERSITAS INDONESIA// PROFESOR HAMDI MULUK//
KAMI INGIN TAHU TANGGAPAN BELIAU/ TENTANG KEJADIAN BOM DI
30 13:23 – 13:54
SURABAYA/ MENURUT ASPEK
PSIKOLOGIS//
27.
13:55 – 14:57
Topik: Tanggapan mengenai jihad bersama keluarga.
31 28.
14:58 – 16:33
Topik: Aspek psikologis yang disentuh perekrut yaitu Lost of Significant dan Quest for
Significant.
29.
16:34 - 18:00
Topik: Ciri-ciri pesan yang mengandung radikalisme, memiliki dasar agama yang kuat akan menjadi tameng dari radikalisme.
32 30.
18:01 – 18:27
Topik: Lonewolf dan Leaderless Jihad yang kini mulai eksis.
31.
18:27 – 19:26
Topik: Terorisme dan jihad tidak melulu oleh muslim tapi juga non muslim, serta definisi terorisme.
32.
19:26 – 19:45
VO: APA YANG SUDAH DIJELASKAN
SOFYAN TSAURI DAN PROFESOR
HAMDI/ TERNYATA BANYAK
MEMILIKI KESAMAAN// STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PEREKRUTAN TERORIS/ KINI MENJADI LEBIH TRANSPARAN//
NAMUN APAKAH STRATEGI INI SUDAH DITANGANI OLEH NEGARA?//
33 33. Seg.3
19:46 – 20:13
VO: DI SAMPING ITU/ BADAN
NASIONAL PENANGGULANGAN
TERORISME/ ATAU BIASA DISEBUT
BNPT/ KINI SEDANG BERUPAYA
MELAKUKAN DERADIKALISASI/ ATAU PENETRALAN PAHAM RADIKAL BAGI MANTAN TERORIS// NAMUN APAKAH
UPAYA DERADIKALISASI INI
EFEKTIF?//
UNTUK MENGETAHUI JAWABANNYA/
SAYA MENEMUI LANGSUNG
PROFESOR IRFAN IDRIS/ DEPUTI
DERADIKALISASI BNPT/ DI
KEDIAMANNYA DI MENTENG
JAKARTA PUSAT//
34.
20:14 – 22:20
Topik: Strategi BNPT mencegah terorisme di Ind
34 35.
22:21 – 22:47
Topik: Pesan untuk anak muda.
36.
22:48 – 23:31
Topik: Upaya pencegahan terjadinya aksi terorisme yang bisa masyarakat lakukan dan cara melapor.
37.
23:37 – 23:57
VO: KINI SEMUA SUDAH SERBA DIGITAL/ TERMASUK KOMUNIKASI DAN PEMAPARAN PAHAM RADIKAL YANG BISA MELALUI INTERNET DAN MEDIA SOSIAL/ NAMUN TERNYATA/ KOMUNIKASI LANGSUNG ATAU TATAP MUKA TETAP MENJADI YANG PALING EFEKTIF//
ITULAH MENGAPA KITA HARUS JELI DAN KRITIS TERHADAP INFORMASI APAPUN YANG KITA TERIMA//
NARASI TERORISME YANG SELAMA INI
DIGUNAKAN/ MULAI DARI
KOMPETENSI PEREKRUT/ PESAN YANG DISAMPAIKAN/ MEDIA KOMUNIKASI
YANG DIGUNAKAN/ SASARAN
PEREKRUTAN/ HINGGA TUJUAN YANG INGIN DICAPAI/ KINI DAPAT KITA
HANCURKAN DENGAN KONTRA
35 38. Seg. Closing
23:58 – 24:35
VO: STRATEGI INI DAPAT KITA LAWAN DENGAN MENUTUP DIRI TERHADAP PAHAM RADIKALISME/ DAN TETAP BERPEGANG TEGUH PADA AJARAN
AGAMA YANG BAIK/ SERTA
TERHADAP NKRI DAN PANCASILA//
MARI CEGAH TERORISME DENGAN BERANI MENOLAK SEGALA BENTUK
KEJAHATAN/ UNTUK DAMAINYA
INDONESIA//
(credit title di footer stock shoot video)