BADAN PERENCANAAN
PEMBANGUNAN
DAERAH
BADAN PERENCANAAN
PEMBANGUNAN
DAERAH
RENCANA KERJA
( RENJA ) OPD
TAHUN ANGGARAN 2021
RENCANA KERJA
( RENJA ) OPD
TAHUN ANGGARAN 2021
DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ………... 1 1.2 Landasan Hukum …..………... 3
1.3 Maksud dan Tujuan………... 6
1.4 Sistematika Penulisan ………... 7
BAB II : EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGNAN DAERAH TAHUN 2019 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun lalu dan capaian Renstra SKPD ………... 8
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD ………. 15
2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan fungsi SKPD ………... 2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD …… 20 25 BAB III : TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan terhadap kebijakan Nasional dan Pemerintah Daerah ………... 27
3.2 Tujuan dan sasaran Renja Bappeda Kota Tangerang Selatan ………... 33
3.3 Program dan Kegiatan ………... 47
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam rangka pencapaian Visi dan Misi dalam pembangunan wilayah serta guna tercapainya kesejahteraan masyarakat maka dibutuhkan perencanaan yang baik. Undang-undang No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional telah mewajibkan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk menyusun Rencana Kerja (Renja) OPD sebagai pedoman kerja selama periode 1 (satu) tahun dan berfungsi untuk menterjemahkan perencanaan strategis lima tahunan yang dituangkan dalam Renstra OPD kedalam perencanaan tahunan yang sifatnya lebih operasional.
Renja OPD merupakan sebuah dokumen rencana resmi daerah yang dipersyaratkan untuk mengarahkan program dan kegiatan pelayanan OPD khususnya, dan pembangunan daerah pada umumnya. Renja OPD memiliki fungsi yang sangat fundamental dalam sistem perencanaan daerah, karena Renja OPD merupakan produk perencanaan pada unit organisasi pemerintah terendah dan terkecil. Renja OPD berhubungan langsung dengan pelayanan pada masyarakat yang merupakan tujuan utama penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kualitas penyusunan Renja OPD sangatlah menentukan pada kualitas pelayanan pada publik.
Keterkaitan antara Renja OPD dengan dokumen perencanaan lain seperti RKPD dan Renstra OPD sangat erat dan tidak dapat dipisahkan karena Renja OPD merupakan penjabaran dari Dokumen Perencanaan yang ada diatasnya seperti RKPD, Rensta OPD dan RPJMD. Renja OPD disusun oleh
Satuan Kerja Perangkat Daerah (OPD) secara terpadu, partisipatif dan demokratis. Renja digunakan sebagai dasar penyusunan rencana Keja Anggaran (RKA) perangkat daerah unuk menyusun Anggaran Belanja Penapatan Daerah (APBD) Kota dan sebagai dasar pengusulan program/kegiatan yang akan dibiayai APBD Propinsi dan APBN.
Proses penyusunan Renja OPD dimulai dengan persiapan penyusunan Renja OPD dengan mengumpulkan pengolahan data dan informasi. Menganalis gambaran pelayanan OPD untuk menentukan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi OPD sehingga perumusan tujuan dan sasaran yang dihasilkan berdasarkan review hasil evaluasi renja OPD tahun lalu berdasarkan Renstra OPD yang didasarkan pada penalaahan rancangan awal RKPD. Selanjutnya menjadi perumusan kegiatan prioritas yang juga didasarkan kepada penelaahan usulan kegiatan masyarakat. Berdasarkan Permendagri No.54 Tahun 2010 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah, proses penyusunan Renja OPD terdiri dari tiga tahapan utama yaitu tahap persiapan penyusunan, tahap penyusunan rancangan, dan tahap penetapan renja OPD. Tahapan persiapan meliputi pembentukan tim penyusun RKPD dan Renja OPD, orientasi mengenai RKPD dan Renja OPD, penyusunan agenda kerja, serta penyiapan data dan informasi. Penyusunan rancangan Renja OPD merupakan tahapan awal yang harus dilakukan sebelum disempurnakan menjadi dokumen Renja OPD yang definitif.
Rencana Kerja Satuan Perangkat Daerah (Renja OPD) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2021 memuat berbagai program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2021, yang merupakan penjabaran dari Visi, Misi dan Program dari Renstra
Bappeda Kota Tangerang Selatan Tahun 2016-2021. Renja Bappeda Tahun 2021 memiliki fungsi dan peran yang strategis dalam sistem perencanaan pembangunan daerah, karena Renja Bappeda Tahun 2021 pada dasarnya adalah pelaksanaan dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Tangerang Selatan Tahun 2021.
Dalam prosesnya, penyusunan rancangan Renja OPD mengacu pada kerangka arahan yang dirumuskan dalam rancangan awal RKPD. Oleh karena itu penyusunan rancangan Renja OPD dapat dikerjakan secara simultan/paralel dengan penyusunan rancangan awal RKPD, dengan fokus melakukan pengkajian terlebih dahulu terhadap kondisi eksisting OPD, evaluasi pelaksanaan Renja OPD tahun-tahun sebelumnya dan evaluasi kinerja terhadap pencapaian Renstra OPD. Tahap penetapan rancangan akhir Rencana Kerja OPD dilakukan dengan pengesahan oleh Kepala Daerah, selanjutnya Kepala OPD menetapkan Renja OPD untuk menjadi pedoman di lingkungan OPD dalam menyusun program dan kegiatan prioritas OPD pada tahun anggaran berkenaan.
1.2. Landasan Hukum
Produk-produk hukum yang digunakan sebagai landasan dalam penyusunan Rencana Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2021 ini adalah sebagai berikut :
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten; 2. Undang-Undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2008 tentang
Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang tentang Pemerintahan Daerah;
3. Undang-Undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025;
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
6. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan;
8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan;
10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
12. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015–2021;
13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2016;
15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah; 16. Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi
dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;
17. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan Tahun 2016-2021;
18. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang Selatan Tahun 2011-2031;
19. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 8 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Tangerang Selatan 2005-2025
20. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 18 tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kota Tangerang Selatan; 21. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 1 Tahun 2017
tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2017;
22. Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2017;
23. Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 533 Tahun 2014 tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2015;
24. Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 70 Tahun 2016 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tangerang Selatan;
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud penyusunan Renja Bappeda Kota Tangerang Selatan Tahun 2021 adalah untuk memenuhi kebutuhan akan adanya dokumen perencanaan tahunan yang menjadi acuan dalam penyusunan program dan kegiatan, tolok ukur penilaian kinerja serta sebagai perangkat untuk mencapai harmonisasi perencanaan pembangunan daerah bagi Bappeda Kota Tangerang Selatan pada tahun 2021.
Tujuan penyusunan Renja Bappeda Kota Tangerang Selatan Tahun 2021 adalah:
1. Sebagai pedoman dalam menentukan prioritas program dan kegiatan Tahun 2021
2. Memudahkan seluruh jajaran aparatur Bappeda dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi.
3. Memudahkan seluruh jajaran aparatur Bappeda untuk memahami arah kebijakan dan program serta kegiatan operasional Tahun 2021. 4. Sebagai dokumen pelaksanaan program dan kegiatan yang
berpedoman pada RKPD Kota Tangerang Selatan Tahun 2021.
5. Sebagai acuan Bappeda dalam melaksanakan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda;
6. Menjaga kontinuitas kegiatan dan proses pembangunan agar selaras dengan program tahunan daerah;
7. Sebagai alat kontrol organisasi dalam mengendalikan perencanaan dan pelaksanaan program dan kegiatan tahunan;
8. Sebagai acuan dalam melaksanakan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan;
1.4. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Rencana Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Tangerang Selatan Tahun 2021 ini adalah sebagai berikut.
BAB I : Pendahuluan.
1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan
1.4 Sistematika Penulisan
BAB II : Evaluasi Pelaksanaan Renja BAPPEDA Tahun 2018. 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja OPD Tahun Lalu dan
Capaian Renstra OPD.
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan OPD.
2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD 2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD.
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat BAB III : Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan
3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional. 3.2 Tujuan dan Sasaran Renja OPD.
3.3 Program dan Kegiatan BAB V : Penutup.
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
TAHUN 2019
Untuk mengetahui dan menilai pelaksanaan rencana pembangunan perlu dilakukan evaluasi Rencana Kerja SKPD dengan mengidentifikasi apakah pelaksanaan pembangunan sesuai dengan target kinerja yang telah ditetapkan sehingga dapat dikatahui efektivitas pelaksanaan proses perencanaan pembangunan dan kendala-kendala dalam pelaksanaan pembangunan. Hasil evaluasi tersebut sebagai bahan pertimbangan kebijakan di tahun berikutnya.
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja OPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra OPD
Bappeda Kota Tangerang Selatan pada tahun 2019 telah melaksanakan 7 program dan 23 Kegiatan dengan rincian sebagai berikut :
1 Program Perencanaan Pembangunan Daerah Kegiatan – Kegiatan :
a. Koordinasi Penelitian dan Pengembangan inovasi Pembangunan Daerah
b. Koordinasi Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip)
c. Koordinasi Perencanaan Dan Pengendalian Pembangunan Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dan Kependudukan
d. Koordinasi Perencanaan Dan Pengendalian Pembangunan Bidang Pemerintahan Umum
e. Koordinasi Perencanaan Dan Pengendalian Pembangunan Bidang Sumber Daya Masyarakat (SDM) Dan Kesejahteraan Masyarakat f. Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Bidang
Pekerjaan Umum dan Perhubungan
g. Koordinasi Perencanaan Dan Pengendalian Pembangunan Bidang Ekonomi
h. Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah
i. Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran Dan Prioritas Plapon Anggaran Sementara
j. Penyusunan Rkpd Kota Tangerang Selatan
k. Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup
l. Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Bidang Permukiman
m. Penyusunan Analisa Standar Belanja
n. Perencanaan, Pengendalian, Evaluasi Dan Pelaporan Kinerja Program Dan Kegiatan
2. Program Pengembangan Data Dan Statistik Daerah Kegiatan – Kegiatan :
a. Pengumpulan, Kompilasi, Penyusunan, Dan Diseminasi Data Dan Statistik Daerah
b. Penyusunan dan pengembangan data dan Informasi 3. Program Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah
Kegiatan – Kegiatan :
a. Penyusunan Laporan Kinerja Keuangan Dan Neraca Aset
4. Program Pengembangan Sistem Manajemen Sumber Daya Aparatur Kegiatan – Kegiatan :
a. Pembinaan, Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Dan Aparatur 5. Program Penelitian Dan Pengembagan Daerah
Kegiatan – Kegiatan :
a. Penyelenggaraan Penelitian Dan Pengembangan Daerah b. Pengembangan Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah c. Fasilitasi Pengembangan Pembiayaan Pembangunan
6. Program Kerjasama Pembangunan Dan Kewilayahan Kegiatan – Kegiatan :
a. Koordinasi Perencanaan Pengembangan Kerjasama Pembangunan 7. Program Pelayanan Administrasi Dan Sarana Prasarana Perkantoran
Kegiatan – Kegiatan :
a. Penyediaan Dan Pemeliharaan Barang Dan Jasa Perkantoran
Terhadap masing-masing program tersebut akan dianalisis berdasarkan capaian sasaran sebagai berikut :
Sasaran 1 : Meningkatnya keselarasan perencanaan
pembangunan daerah yang berkualitas
Indikator Sasaran Satuan Target Realisasi Capaian
Sasaran (%)
Tingkat keselarasan antar dokumen
perencanaan % 100 99,73 99,73%
Sasaran 2 : Terakomodirnya aspirasi masyarakat dalam
perencanaan pembangunan daerah
Indikator Sasaran Satuan Target Realisasi Capaian
Sasaran (%)
Persentase Aspirasi Masyarakat melalui Musrenbang dan reses yang telah masuk dalam dokumen
perencanaan yang dilaksanakan oleh PD
% 75 91,15 121,53 %
Sasaran 3 : Meningkatnya kinerja pembangunan daerah
Indikator Sasaran Satuan Target Realisasi Capaian
Sasaran (%)
Persentase capaian indikator RPJMD
sesuai target % 83 82,04 98,84 %
Sasaran 4 :
Meningkatnya penerapan hasil penelitian dan pengembangan dalam perencanaan
Indikator Sasaran Satuan Target Realisasi Capaian Sasaran (%)
Persentase hasil penelitian dan pengembangan yang
dimanfaatkan dalam Perumusan Kebijakan
% 60 73,33 122,22%
Sasaran 5 : Meningkatnya kinerja pelayanan Bappeda
Indikator Sasaran Satuan Target Realisasi Capaian
Sasaran (%)
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) % 73 77,94 106,77%
2.1.1. Rencana Anggaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah kota Tangerang Selatan
Pada Tahun Anggaran 2019, anggaran yang dialokasikan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah untuk kegiatan Belanja Tidak
Langsung yang setelah terjadi perubahan anggaran menjadi sebesar Rp. 9.970.963.821,- sedangkan untuk kegiatan Belanja Langsung
adalah sebesar Rp. 20.450.000.000,-
Sehingga total Anggaran yang dialokasikan untuk melaksanakan kegiatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tangerang Selatan pada Tahun Anggaran 2019 adalah sebesar Rp. 30.420.963.821,- Secara terinci terlihat pada tabel berikut :
PROGRAM/KEGIATAN Pagu Anggaran
Belanja Tidak langsung 9.970.963.821
Belanja Langsung 20.450.000.000
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH 8.559.420.000
Koordinasi Penelitian dan Pengembangan inovasi Pembangunan Daerah 222.860.000 Koordinasi Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ)
dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
877.600.000
Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kependudukan
309.882.000
Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Bidang Pemerintahan Umum
118.800.000
Koordinasi perencanaan dan pengendalian Pembangunan Bidang Sumber Daya Masyarakat (SDM) dan Kesejahteraan Masyarakat
832.000.000
Koordinasi perencanaan dan pengendalian Pembangunan Bidang Ekonomi 862.500.000 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah 616.600.000 Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plapon Anggaran
Sementara
1.144.500.000
Penyusunan RKPD Kota Tangerang Selatan 1.309.578.000 Penyusunan Analisa Standar Belanja 220.600.000 Perencanaan, Pengendalian, Evaluasi dan Pelaporan Kinerja Program dan
kegiatan
359.500.000
Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup
1.124.800.000
Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Bidang Pekerjaan Umum dan Perhubungan
285.000.000
Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Bidang Permukiman
275.200.000
PENGEMBANGAN DATA DAN STATISTIK DAERAH 920.000.000 Penyusunan dan pengembangan data dan Informasi 100.000.000 Pengumpulan, Kompilasi, Penyusunan dan Diseminasi data dan
Statistik Daerah
820.000.000 PENGEMBANGAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 296.155.500 Penyusunan Laporan Kinerja Keuangan Dan Neraca Aset 296.155.500 PENGEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN SUMBER DAYA
APARATUR
634.166.000
PENELITIAN DAN PENGEMBAGAN DAERAH 1.226.226.000 Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan Daerah 683.360.000 Pengembangan Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah 427.866.000 Fasilitasi Pengembangan Pembiayaan Pembangunan 115.000.000
KERJASAMA PEMBANGUNAN DAN KEWILAYAHAN 103.400.000
Koordinasi Perencanaan Pengembangan Kerjasama Pembangunan 103.400.000 PELAYANAN ADMINISTRASI DAN SARANA PRASARANA
PERKANTORAN
8.710.632.500
Penyediaan dan Pemeliharaan Barang dan Jasa Perkantoran 8.710.632.500
Total 30.420.963.821
2.1.2. Analisis Kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Realisasi penyerapan anggaran belanja tidak langsung adalah sebesar Rp. 9.515.474.412,- atau sebesar 95,43 %. Sedangkan penyerapan anggaran belanja langsung adalah sebesar Rp. 20.069.591.164,- atau sebesar 98,14 % ,sehingga total penyerapan anggaran adalah sebesar Rp. 29.585.065.576,- atau sebesar 97,25 % sebagaimana terlihat pada tabel berikut:
PROGRAM/KEGIATAN Anggaran Pagu
Realisasi Sisa Anggaran
Fisik
Keuangan
(%) (Rp) (%) (Rp.) (%)
Belanja Tidak langsung 9.970.963.821 100 9.515.474.412 95,43 455.489.409 4,57
Belanja Langsung 20.450.000.000 100 20.069.591.164 98,14 380.408.836 1,86
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH 8.559.420.000 100 8.376.729.295 97,87 182.690.705 2,13
Koordinasi Penelitian dan Pengembangan inovasi Pembangunan Daerah
222.860.000 100 202.210.000 90,73 20.650.000 9,27 Koordinasi Penyusunan Laporan Keterangan
Pertanggung Jawaban (LKPJ) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
877.600.000 100 850.851.000 96,95 26.749.000 3,05
Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kependudukan
309.882.000 100 303.582.000 97,97 6.300.000 2,03
Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Bidang Pemerintahan Umum
118.800.000 100 109.900.000 92,51 8.900.000 7,49 Koordinasi perencanaan dan pengendalian
Pembangunan Bidang Sumber Daya Masyarakat (SDM) dan Kesejahteraan Masyarakat
Koordinasi perencanaan dan pengendalian Pembangunan Bidang Ekonomi
862.500.000 100 860.764.695 99,8 1.735.305 0,2 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah
616.600.000 100 581.800.000 94,36 34.800.000 5,64 Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan
Prioritas Plapon Anggaran Sementara
1.144.500.000 100 1.136.455.000 99,3 8.045.000 0,7 Penyusunan RKPD Kota Tangerang Selatan 1.309.578.000 100 1.306.653.000 99,78 2.925.000 0,22 Penyusunan Analisa Standar Belanja 220.600.000 100 188.225.000 85,32 32.375.000 14,68 Perencanaan, Pengendalian, Evaluasi dan
Pelaporan Kinerja Program dan kegiatan
359.500.000 100 354.499.600 98,61 5.000.400 1,39 Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian
Pembangunan Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup
1.124.800.000 100 1.104.720.000 98,21 20.080.000 1,79
Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Bidang Pekerjaan Umum dan Perhubungan
285.000.000 100 282.834.000 99,24 2.166.000 0,76
Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Bidang Permukiman
275.200.000 100 263.085.000 95,6 12.115.000 4,4
PENGEMBANGAN DATA DAN STATISTIK DAERAH
920.000.000 100 868.771.500 94,43 51.228.500 5,57
Penyusunan dan pengembangan data dan Informasi 100.000.000 100 98.800.000 98,8 1.200.000 1,2 Pengumpulan, Kompilasi, Penyusunan dan
Diseminasi data dan Statistik Daerah
820.000.000 100 769.971.500 93,9 50.028.500 6,1
PENGEMBANGAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
296.155.500 100 292.757.500 98,85 3.398.000 1,15
Penyusunan Laporan Kinerja Keuangan Dan Neraca Aset
296.155.500 100 292.757.500 98,85 3.398.000 1,15
PENGEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN SUMBER DAYA APARATUR
634.166.000 100 605.350.000 95,46 28.816.000 4,54
Pembinaan, Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Aparatur
634.166.000 100 605.350.000 95,46 28.816.000 4,54
PENELITIAN DAN PENGEMBAGAN DAERAH 1.226.226.000 100 1.154.328.100 94,14 71.897.900 5,86
Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan Daerah
683.360.000 100 652.415.900 95,47 30.944.100 4,53 Pengembangan Sistem Perencanaan Pembangunan
Daerah
427.866.000 100 411.966.000 96,28 15.900.000 3,72 Fasilitasi Pengembangan Pembiayaan
Pembangunan
115.000.000 100 89.946.200 78,21 25.053.800 21,79
KERJASAMA PEMBANGUNAN DAN KEWILAYAHAN
103.400.000 100 90.900.000 87,91 12.500.000 12,09
Koordinasi Perencanaan Pengembangan Kerjasama Pembangunan
103.400.000 100 90.900.000 87,91 12.500.000 12,09
PELAYANAN ADMINISTRASI DAN SARANA PRASARANA PERKANTORAN
8.710.632.500 100 8.680.754.769 99,66 29.877.731,00 0,34
Penyediaan dan Pemeliharaan Barang dan Jasa Perkantoran
8.710.632.500 100 8.680.754.769 99,66 29.877.731 0,34
Total 30.420.963.821 100 29.585.065.576 97,25 835.898.245 2,75
Realisasi penyerapan anggaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah adalah sebesar 97,25 %, menunjukan peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 96,12% dengan demikian kinerja penyerapan mengalami peningkatan sehingga
SILPA menurun sebesar 2,75 % dimana hal ini merupakan efesiensi dari kegiatan dan sisa dari pihak ketiga (pengadaan barang dan jasa).
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan SKPD
Perencanaan pembangunan daerah merupakan kegiatan yang tidak mudah karena berhadapan dengan berbagai permasalahan yang sangat kompleks dan komprehensif (meliputi berbagai aspek sosial kemasyarakatan) dari suatu keadaan yang ada diwilayah terkait. Kompleksitas permasalahan tersebut sudah menjadi konsekuensi logis yang harus dihadapi dan tidak mungkin dihindari. Namun begitu tidak berarti bahwa hal itu akan menjadi suatu hambatan yang tidak dilampaui, melainkan justru menjadi tantangan yang akan memberikan pengaruh positif terhadap hasil perencanaan pembangunan daerah jika perencana mampu mengatasinya.
Pembangunan di bidang Perencanaan Pembangunan Daerah telah dilakukan secara berkelanjutan dari tahun ke tahun yang sesuai Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 18 Tahun 2011 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tangerang Selatan, dapat dijabarkan bahwa Bappeda mempunyai kedudukan sebagai unsur perencanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sektretaris Daerah. Dengan kedudukan tersebut Bappeda mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan daerah.
Untuk melaksanakan tugas tersebut Bappeda Kota Tangerang Selatan mempunyai fungsi :
1. Perumusan bahan kebijakan Perencanaan Pembangunan Daerah ; 2. Pelaksanaan fasilitasi Perencanaan Pembangunan Daerah ;
3. Pelaksanaan kegiatan bidang Perencanaan Pembangunan Daerah ; 4. Pelaksanaan perumusan kebijakan teknis perencanaan ;
5. Pelaksanaan pengkoordinasian statistik daerah, penelitian dan pengembangan serta penyusunan perencanaan pembangunan daerah;
6. Pelaksanaan koordinasi statistik daerah, penelitian dan pengembangan serta pembinaan perencanaan pembangunan daerah; 7. Pelaksanaan koordinasi pengendalian pembangunan daerah ;
8. Pembinaan dan memfasilitasi proses hukuman disiplin kepada bawahannya ( secara berjenjang) yang melakukan pelanggaran disiplin dengan berdasarkan pada Peraturan Perundang-undangan yang mengatur tentang disiplin pegawai negeri;
9. Penyelenggaraan penyusunan rencana kerja,kinerja,dan anggaran tahunan Badan.
10. Pelaksanaan kerjasama pembangunan daerah.
Berdasarkan uraian mengenai tugas dan fungsi Bappeda, maka kegiatan perencanaan difungsikan sebagai suatu kegiatan penyusunan rencana yang prosesnya ditata dan dijalankan secara sistematik, produknya dirumuskan dengan sistematik dan didasarkan pada pemikiran logis dan objektif. Perencanaan pembangunan merupakan suatu tahapan awal dalam proses pembangunan. Sebagai tahapan awal, perencanaan pembangunan akan menjadi bahan/pedoman/acuan dasar bagi pelaksanaan kegiatan pembangunan (action plan). Karena itu perencanaan pembangunan diharapkan bersifat implementatif (dapat dilaksanakan) dan aplikatif (dapat diterapkan ).
Kegiatan perencanaan pembangunan pada dasarnya merupakan kegiatan riset/penelitian, karena proses pelaksanaannya akan banyak menggunakan metode-metode riset, mulai dari teknik pengumpulan data, analisis data, hingga studi lapangan/kelayakan dalam rangka mendapatkan data akurat, baik yang dilakukan secara konseptual, dokumentasi maupun ekperimental.
Dalam kaitannya dengan Perencanaan Pembangunan Daerah, maka pengertian pembangunan dinyatakan sebagai suatu proses perencanaan pembangunan yang dimaksudkan untuk melakukan perubahan menuju arah perkembangan yang lebih baik bagi suatu komunitas masyarakat, pemerintah dan lingkungannya dalam wilayah/daerah tertentu dengan memanfaatkan atau mendayagunakan berbagai sumber daya yang ada dan harus memiliki orientasi yang bersifat menyeluruh, lengkap dan tetap berpegang pada azas prioritas.
Dengan demikian perencanaan pembangunan daerah meliputi beberapa ciri, antara lain:
a. Menghasilkan program yang bersifat umum; b. Analisis perencanaan bersifat makro/luas;
c. Lebih efektif dan efisien digunakan untuk perencanaan jangka menengah dan panjang.
d. Memerlukan pengetahuan secara interdisipliner, general dan universal, namun tetap memiliki spesifikasi masing-masing yang jelas;
e. Fleksibel dan mudah untuk dijadikan sebagai acuan perencanaan pembangunan jangka pendek (1 tahunan);
Dalam memahami pembangunan sering ditemukan adanya pemikiran yang mengidentikkan pembangunan dengan perkembangan,
pembangunan dengan modernisasi dan industrialisasi, bahkan pembangunan dengan westernisasi. Seluruh pemikiran tersebut berdasarkan pada aspek perubahan, dimana pembangunan, perkembangan, dan modernisasi serta industrialisasi secara keseluruhan mengandung unsur perubahan.
Sehingga pembangunan dapat dikatakan sebagai suatu proses perubahan yang dilakukan melalui upaya-upaya secara sadar dan terencana. Namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, pengertian pembangunan secara sederhana diartikan sebagai suatu upaya untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik. Perubahan tersebut dimaksudkan untuk menuju kearah peningkatan dari keadaan semula atau terjadinya pertumbuhan.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada dasarnya pembangunan tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan, dalam arti bahwa pembangunan dapat menyebabkan terjadinya pertumbuhan dan pertumbuhan akan terjadi sebagai akibat adanya pembangunan.
Dengan memahami gambaran mengenai unsur-unsur perencanaan dan pengertian pembangunan, dapat diperoleh suatu gambaran mengenai perencanaan pembangunan. Dalam perencanaan pembangunan terkandung beberapa hal pokok yang dapat dikatakan sebagai unsur-unsur dalam perencanaan itu sendiri. Adapun unsur- unsur dimaksud meliputi :
1. Adanya asumsi-asumsi yang didasarkan pada fakta-fakta. Ini berarti bahwa perencanaan hendaknya disusun dengan berdasarkan pada asumsi-asumsi yang didukung dengan fakta-fakta atau bukti-bukti yang ada. Hal ini menjadi penting karena hasil perencanaan merupakan dasar bagi pelaksanaan suatu program atau kegiatan;
2. Adanya alternatif-alternatif atau pilihan-pilihan sebagai dasar penentuan kegiatan yang akan dilakukan. Ini berarti bahwa dalam menyusun rencana perlu memperhatikan berbagai alternatif sesuai dengan kegiatan yang akan dilaksanakan;
3. Adanya tujuan yang ingin dicapai. Dalam hal ini perencanaan merupakan suatu alat atau sarana untuk mencapai tujuan melalui pelaksanaan kegiatan;
4. Bersifat memprediksi sebagai langkah untuk mengantipasi kemungkinan-kemungkinan yang dapat memperngaruhi pelaksanaan perencanaan;
5. Adanya kebijaksanaan sebagai hasil keputusan yang harus dilaksanakan;
Saat ini yang menjadi acuan dalam pelaksanaan tugas-tugas perencanaan di Bappeda adalah Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, yang dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional, dan peraturan yang berada di bawahnya termasuk Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 70 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, Dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan peraturan- peraturan tersebut, saat ini Bappeda telah melaksanakan ketentuan yang telah diamanatkan.
2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD
Dalam pelaksanakan tugas pokok dan fungsi Bappeda, terdapat beberapa permasalahan dalam penyelenggaraan pelayanan, yaitu: - Masih kurangnya keselarasan dan konsistensi perencanaan
pembangunan baik antara Renstra OPD dengan RPJMD, Indikator Tujuan dan Sasaran.
- Optimalisasi sumber daya manusia masih perlu ditingkatkan agar dapat meningkatkan kualitas hasil analisa, telaahan dan kajian dalam merumuskan perencanaan dan pengendalian pembangunan Kota Tangerang Selatan, sehingga dapat dihasilkan perencanaan pembangunan yang berkualitas.
- Data dan Informasi pembangunan yang merupakan alat utama dalam perencanaan/ umpan balik perencanaan dan pengendalian pembangunan belum dapat diperoleh tepat waktu. Hal ini dapat mengakibatkan perencanaan dan pengendalian pembangunan yang kurang akurat.
- Bappeda harus mengembangkan sistem pengumpulan data dan informasi pembangunan Kota Tangerang Selatan. dalam UU nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional secara jelas dinyatakan bahwa perencanaan harus disusun berdasarkan data dan informasi yang akurat.
Oleh karena itu ke depan Bappeda Kota Tangerang Selatan harus mempunyai data dan informasi yang akurat dan mutakhir sebagai dasar perumusan kebijakan serta perencanaaan pembangunan dan pengendalian pembangunan Kota Tangerang Selatan.;
Personil pelaksana teknis di Bappeda yang berpengalaman dalam bidang fisik, terutama menyangkut proses perencanaan pembangunan, masih terbatas sehingga hasilnya dirasakan masih kurang maksimal.
Perencanaan pembangunan pada prinsipnya didasarkan atas kepentingan masyarakat Kota Tangerang Selatan. Oleh karena itu sedapat mungkin pembangunan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut Bappeda perlu menjaring aspirasi pembangunan sebanyak-banyaknya dari masyarakat untuk kemudian diolah dan dipilih kegiatan yang menjadi prioritas pembangunan.
Hubungan kerjasama dan koordinasi antar sektor dan wilayah masih kurang optimal. Pelaksanaan rencana pembangunan tidak akan dapat dilaksanakan dengan baik tanpa adanya kerjasama dan koordinasi antar sektor maupun wilayah, karena seringkali pelaksanaan pembangunan bersinggungan dengan sektor lain atau wilayah daerah lain yang memiliki prioritas yang berbeda.
Perencanaan pembangunan yang dirancang untuk jangka waktu 5 tahun memiliki ketidakpastian keterlaksanaan dan ketercapaian yang tinggi. Hal ini sangat tergantung dari tekad para pemangku kebijakan untuk menjalankan secara konsisten program dan kegiatan yang mendukung pencapaian target pembangunan. Agar pembangunan selama 5 tahun ke depan (2016-2021) lebih terarah dan terkendali, serta sumber daya yang ada dapat lebih fokus pada pencapaian target pembangunan, perlu dirumuskan kegiatan-kegiatan prioritas pembangunan Kota Tangerang Selatan yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu 5 tahun dengan ukuran keberhasilan yang jelas sehingga mudah diukur dan dipantau. Rencana kegiatan prioritas ini secara substansi sudah dituangkan dalam RPJMD dan juga dalam RKPD namun masih perlu dilengkapi dengan ukuran keberhasilan/ target yang jelas serta jadwal waktu pencapaiannya secara tahunan (di dalam RPJMD) dan secara triwulan (di dalam RKPD).
Faktor-faktor yang mempengaruhi permasalahan tersebut di atas adalah sebagai berikut:
1. Kurangnya kapasitas perencana di tingkat perangkat daerah dan Bappeda.
2. Belum adanya database pembangunan Kota Tangerang Selatan 3. Kurangnya koordinasi antar wilayah dalam hal perencanaan
pembangunan daerah
4. Program dan kegiatan prioritas pembangunan daerah masih kurang jelas
5. Pengendalian pembangunan daerah, terutama atas program dan kegiatan prioritas pembangunan daerah kurang optimal.
6. Perencanaan dan pengendalian tata ruang masih kurang optimal.
2.3.1. Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan instrumen utama yang perlu dimiliki setiap OPD dalam menjalankan roda pembangunan, dengan dimilikinya struktur organisasi maka setiap kegiatan yang akan dan telah direncanakan dapat berjalan sesuai dengan koridor yang telah ditentukan.
Pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tangerang Selatan, struktur organisasi tertinggi dikepalai oleh seorang Kepala Badan yang dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh seorang Sekretaris, 4 (lima) orang Kepala Bidang sebagaimana terlihat pada Bagan Struktur Organisasi Badan sesuai dengan lampiran Peraturan Walikota Kota Tangerang Selatan Nomor 70 Tahun 2016, yang terdiri dari:
1. Kepala Badan; 2. Sekretariat:
4. Bidang Ekonomi dan Sosial Kemasyarakatan; 5. Bidang Fisik dan Prasarana;
6. Bidang Penelitian, Pengembangan dan Pemerintahan Umum. 7. UPT; dan
8. Kelompok Jabatan Fungsional. 2.3.2. Permasalahan Yang Dihadapi
Secara spesifik, beberapa permasalahan yang dapat diungkapkan dalam realisasi Rencana Kinerja Tahun Anggaran 2019, yang ada pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Beberapa kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan program kerja di Tahun Anggaran 2019 diantaranya adalah :
Secara umum pelaksanaan kegiatan-kegiatan di Bidang-bidang berjalan baik. Hanya dalam pengumpulan data dari masing-masing OPD terkait mengalami sedikit keterlambatan.
Jadwal Pembahasan dan penetapan KUA dan PPAS terlambat. Kurangnya personil perencana yang berpengalaman dalam
menyangkut proses perencanaan pembangunan, sehingga hasilnya masih kurang maksimal.
Secara umum pelaksanaan kegiatan-kegiatan di Bidang berjalan baik.
Kurang keserasian/ kesesuaian Target indikator sasaran, sehingga tidak mencerminkan hasil/ outcome pada Renstra Bappeda.
2.3.3 Solusi Dalam Menghadapi Permasalahan Melakukan rapat koordinasi dengan OPD.
Melakukan kunjungan ke setiap OPD sesuai mitra Bidang. Mereview kembali perencanaan kegiatan.
2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD 2.4.1 Permasalahan Pembangunan Daerah.
Ada 6 (enam) permasalahan pokok yang menjadi masalah mendesak di Kota Tangerang Selatan, yaitu:
No. Permasalahan/ Isu Strategis
1.
Kualitas Sumber Daya Manusia
Meskipun IPM (79,17) relatif lebih baik dibanding kab/kota lain di Provinsi Banten, namun Angka Melek Huruf (AMH) dan Indeks Kemampuan Daya Beli Masyarakat/Purchasing Power Parity (PPP) Kota Tangsel masih perlu ditingkatkan.
2. Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk (3,5%) dan Kepadatan Penduduk (10.143 jiwa/km²) dengan komposisi jumlah pria lebih banyak menjadi tantangan tersendiri terhadap masalah sosial, migrasi penduduk, dan pemenuhan kebutuhan dasar.
3. Sarana dan Prasarana wilayah
Aksesibilitas orang, barang dan jasa masih membutuhkan peningkatan ketersediaan dan kualitas prasarana dan sarana wilayah apalagi sektor perdagangan, hotel dan restoran adalah penyumbang terbesar PDRB Kota Tangsel (31%). Disamping itu ketaatan pada pemanfaatan ruang yang masih kurang, tata kota semrawut, kemacetan, serta minimnya ruang terbuka hijau (RTH) untuk publik.
Meskipun perekonomian Kota Tangsel mampu tumbuh diatas nasional dan provinsi namun terdapat kecendrungan perlambatan mengikuti kencendrungan nasional dan gobal serta Daya beli masyarakat makin rendah, ketimpangan pendapatan semakin lebar karena produk dari pertumbuhan ekonomi yang ada kurang dirasakan masyarakat
5. Kemiskinan dan Kesejahteraan Social
Tingkat kemiskinan 1,62% dan tingkat pengangguran terbuka 6,92% sebagai dampak urbanisasi merupakan permasalahan kota yang harus diantisipasi agar tidak semakin meningkat
6. Tata Kelola Pemerintahan
Masih belum optimalnya penyelenggaraan pemerintahan daerah, diantaranya terdapat produk-produk hukum (perda) yang blm diselesaikan tepat waktu, pelayanan publik masih perlu ditingkatkan, Opini BPK RI atas laporan keuangan menurun dari WTP ke WDP, serta nilai AKIP Kota Tangsel masih CC
2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Badan Perencanaan Pembangunan Kota Tangerang Selatan senantiasa menambah usulan program dan kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan, baik dari kelompok masyarakat terkait langsung dengan pelayanan, LSM, asosiasi-asosiasi, perguruan tinggi maupun dari OPD yang langsung ditujukan kepada OPD maupun berdasarkan hasil pengumpulan informasi SKPD dari penelitian lapangan dan pengamatan pelaksanaan musrenbang kecamatan dan forum Bappeda.
Pada tahun 2019 tidak ada usulan Program/Kegiatan dari kelompok masyarakat, LSM, Asosiasi dan Perguruan Tinggi, usulan yang
disampaikan hanya bersifat masukan maupun harapan terhadap pelaksanaan Program/Kegiatan yang direncanakan.
BAB III
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional
Telaahan terhadap kebijakan nasional dan sebagaimana dimaksud, yaitu penelaahan yang menyangkut arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional dan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi O P D . Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Pembangunan Nasional mengamanatkan bahwa perencanaan pembangunan di daerah merupakan satu kesatuan integrasi dengan perencanaan pembangunan nasional, sehingga tema dan prioritas pembangunan daerah harus mengacu pada tema dan prioritas pembangunan nasional.
3.1.1 Telaahan Renstra Bappenas
Bappenas dalam Renstra periode 2015-2019 mengarahkan sumber dayanya untuk mencapai tujuan dan sasaran strategis sebagai berikut:
a. Keselarasan perencanaan jangka menengah nasional (RPJMN) dengan perencanaan jangka panjang nasional (RPJPN). Hal ini dimaksudkan agar siapapun yang menjadi pemimpin nasional, pembangunan diarahkan pada rencana jangka panjang nasional yang sudah ditetapkan, sehingga tetap terjaga kesinambungan pembangunan walaupun terjadi pergantian dalam pemimpin nasional.
b. Keselarasan perencanaan jangka menengah kementerian/lembaga (Renstra K/L) dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN). Hal ini dimaksudkan agar perencanaan jangka menengah yang disusun oleh kementerian/ lembaga mempunyai
kesesuaian dan mendukung pembangunan nasional yang ditetapkan dalam RPJMN.
c. Keselarasan antara perencanaan jangka pendek/ tahunan nasional (rencana kerja pemerintah/RKP) dengan perencanaan jangka panjang (RPJMN). Hal dimaksudkan agar apa yang sudah direncanakan dalam jangka menengah dapat diimplementasikan secara konsisten, sehingga sumber daya yang dimiliki kementerian/lembaga diarahkan untuk mencapai sasaran pembangunan nasional. Keselarasan perencanaan tersebut ditekankan bukan pada narasi perencanaan tetapi lebih kepada kesesuaian muatan perencanaan jangka pendek dengan muatan perencanaan jangka menengah nasional.
d. Keselarasan antara perencanaan tahunan kementeria/lembaga dengan rencana kerja pemerintah. Hal ini dimaksudkan agar perencanaan kementerian/ lembaga mengacu pada rencana perencanaan tahunan nasional yang dituangkan dalam RKT. Keselarasan Renja K/L dengan RKP lebih ditekankan pada kesesuaian muatan Renja dengan RKP.
e. Untuk menjaga konsistensi antara perencanaan dengan pelaksanaan pembangunan nasional, Bappenas mengarahkan pada keselarasan penganggaran (RKA) kementerian lembaga dengan rencana kerja pemerintah (RKP). Hal ini dimaksudkan agar rencana kerja pemerintah yang sudah dijabarkan dalam Renja K/L secara konsisten dianggarkan dalam rencana kegiatan dan anggaran (RKA) kementerian/lembaga sehingga rencana yang sudah ditetapkan dapat dilaksanakan karena sudah dialokasikan anggarannya.
f. Pengendalian terhadap pencapaian target prioritas nasional. Hal ini dimaksudkan agar target tahunan dan triwulanan
program/kegiatan prioritas nasional yang sudah ditetapkan dapat dicapai sesuai dengan jadwal waktu yang direncanakan.
Kegiatan prioritas nasional yang pengendaliannya menjadi tugas Bappenas memiliki kriteria antara lain memiliki pengaruh yang besar/ signifikan terhadap pencapaian sasaran pembangunan nasional dan merupakan kegiatan yang mendesak dan penting untuk segera dilaksanakan, serta menjadi tugas dan tanggung jawa pemerintah untuk melaksanakannya. Terkait kegiatan prioritas strategis diatur sebagai berikut:
1) Penetapan strategis atau tidaknya suatu proyek sebagai kegiatan prioritas strategis dilakukan secara ketat dan terbatas oleh kementerian PPN/ Kepala Bappenas.
2) Kegiatan prioritas strategis akan dipantau dan dievaluasi pencapaiannya secara langsung oleh kementerian PPN/ Kepala Bappenas.
3) Kegiatan prioritas strategis dapat ditunda/ dibatalkan apabila dalam jangka waktu 2 tahun belum terlaksana
4) Alokasi anggaran kegiatan prioritas strategis merupakan seluruh kebutuhan biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan output dari kegiatan tersebut.
Kriteria-kriteria yang digunakan dalam penetapan kegiatan strategis meliputi:
1) Mendukung secara langsung pencapaian prioritas pembangunan nasional, atau merupakan instruksi presiden atau memiliki dampak besar langsung kepada masyarakat, dalam rangka pencapaian prioritas nasional.
2) Memiliki jangka waktu penyelesaian yang pasti (diutamakan dalam periode RPJMN 2015-2019) dan dapat segera berfungsi. 3) Telah dilakukan persiapan pelaksanaan meliputi pra-studi
4) Ditetapkan dalam proses RPJMN dan atau RKP.
3.1.2 Telaahan Renstra Bappeda Provinsi Banten
Isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi Bappeda adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang signifikan di masa depan. Suatu kondisi atau kejadian yang menjadi isu strategis adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau apabila tidak dimanfaatkan akan menghilangkan peluang untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat dalam jangka panjang. Berdasarkan identifikasi permasalahan dan pemahaman beberapa dokumen perencanaan baik pusat maupun daerah serta memperhatikan analisis terkait dengan tantangan dan peluang, faktor pendorong dan penghambat, serta hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan jangka menengah, maka dapat ditetapkan isu strategis Bappeda Provinsi Banten yaitu :
a. Belum optimalnya kapasitas, kualitas, kuantitas dan pemerataan SDM dalam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi;
b. Belum optimalnya koordinasi, sinkronisasi, komunikasi vertikal dan horisontal dalam rangka penyusunan perencanaan;
c. Belum optimalnya kualitas hasil monitoring dan evaluasi program/kegiatan pembangunan sebagai dasar penyusunan perencanaan yang akan datang;
d. Belum optimalnya pemanfaatan, pengelolaan dan pengintegrasian perencanaan, penganggaran dan pengendalian evaluasi pembangunan berbasis Teknologi Informasi (TI);
e. Masih rendahnya ketersediaan, validitas, pemanfaatan, pengelolaan dan pengintegrasian data (statistik, sektoral dan spasial) berbasis
Teknologi Informasi (TI) yang tersusun secara sistematis dan akurat;
f. Belum optimalnya penggunaan hasil penelitian dan pengembangan untuk mendukung pelaksanaan perencanaan pembangunan;
3.1.3. Visi Misi Kota Tangerang Selatan
Bappeda sebagai salah satu perangkat daerah di lingkungan pemerintah Kota Tangerang Selatan, harus mendukung pewujudan visi Kota Tangerang Selatan periode 2016-2021. Dalam rangka menyatukan gerak langkah perangkat daerah guna mendukung sepenuhnya pewujudan visi Kota Tangerang Selatan, maka visi Bappeda periode 2016-2021 mengikuti visi Kota Tangerang Selatan, yaitu:
‘’TERWUJUDNYA TANGSEL KOTA CERDAS, BERKUALITAS DAN
BERDAYA SAING BERBASIS TEKNOLOGI DAN INOVASI’’
Makna dari Visi tersebut diuraikan dalam tabel 4.1 sebagai berikut: Tabel 3.1
Penjelasan Visi 2016-2021
Visi Pokok-pokok Visi Penjelasan Visi
“Terwujudnya Tangsel Kota Cerdas,
Berkualitas, Berdaya Saing berbasis
Teknologi dan Inovasi”
Kota Cerdas Mengandung makna bahwa prinsip yang dikedepankan dan menjadi fondasi dalam setiap aspek kehidupan masyarakat yang ada di wilayah adalah prinsip cerdas, yang mencerminkan konsepsistematis, efisiensi, efektifitas, profesionalisme, partisipasi dan akuntabilitas. Prinsip ini kemudian akan diturunkan dalam tataran praktis untuk membangun
smart people, smart economy, smart mobility, smart environment, smart
Visi Pokok-pokok Visi Penjelasan Visi
living dan smart governance. Upaya
dalam mewujudkan visi cerdas ini sejauh mungkin akan memaksimalkan manfaat aspek teknologi dan inovasi. Kota Berkualitas Memiliki arti bahwa yang ingin
diwujudkan oleh semua stakeholder yang ada di wilayah adalah sebuah standar kualitas tertinggi dalam setiap aspek. Sumberdaya manusia yang kompeten, kondisi infrastruktur yang memenuhi standar yang ditetapkan, lingkungan yang ditata dengan mengedepankan prinsip berkesinambungan dan mendukung produktifitas warga, penyelenggaraan pemerintahan yang menerapkan kaidah-kaidah good governance, dan kehidupan sosial masyarakat yang madani dan mencerahkan, adalah batasan kualitas yang ingin dicapai. Dalam mencapai standar tersebut konsep pembangunan berbasis kewilayahan, inovasi dankolaborasi dari setiap elemen yang ada menjadi pilihan.
Kota Berdaya Saing Membawa pesan bahwa yang ingin dituju adalah sebuah kota yang memiliki berbagai keunggulan baik komparatif maupun kompetitif sehingga menjadi sebuah kawasan yang nyaman sebagai tempat hunian
Visi Pokok-pokok Visi Penjelasan Visi
dan menarik untuk berinvestasi. Kota yang berdaya saing ini diterjemahkan melalui penyediaan transportasi publik yang baik, kondusifitas wilayah yang terjaga, daerah yang ramah inovasi, dunia usaha khususnya industri kreatif dan UMKM yang berkembang, serta mekanisme pelayanan perijinan yang mencerminakan prinsip excellent service delivery. Inovasi adalah pintu
utama untuk mewujudkan kota yang memiliki nilai lebih dan berdaya saing. Berbasis Teknologi
dan Inovasi
Untuk mewujudkan Kota Cerdas, berkualitas dan berdaya saing diupayakan dengan memanfaatkan teknologi sebagai basis pendukung dan mendorong tumbuh kembangnya inovasi mulai dari pembuatan kebijakan, pengembangan sistem, perumusan strategi dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan pelaksanaan pembangunan.
3.2. Tujuan dan Sasaran Renja SKPD
Berdasarkan hasil reviu Kementerian Pan RB dan hasil reviu Inspektorat Kota Tangerang Selatan terhadap Renstra Bappeda, hasil reviu tersebut menyarankan agar Bappeda merubah Tujuan, Sasaran dan Indikatornya karena tidak mencerminkan hasil (outcome).
Oleh karenaya Bappeda telah menindaklanjuti dengan melakukan merevisi terhadap hasil masukan tersebut, hasil revisi ditetapkan tujuan dan sasaran jangka menengah (sasaran strategis) Bappeda Kota Tangerang Selatan beserta indikator sasaran dan targetnya sebagai berikut:
1. Tujuan (sebelum reviu)
a. Meningkatkan Kualitas Akuntabilitas Kinerja dan Keuangan Bappeda
b. Meningkatkan kualitas Penataan ruang guna mendukung pemanfaatan ruang yang optimal sesuai RTRW Kota Tangerang Selatan
c. Meningkatkan Efektivitas perencanaan dan pengendalian pelaksanaan pembangunan Kota Tangerang Selatan
2. Sasaran Strategis (sebelum reviu)
a. Meningkatnya kualitas akuntabilitas keuangan b. Meningkatnya kualitas SDM
c. Meningkatnya kualitas layanan administrasi perkantoran d. Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi
e. Meningkatnya kualitas data dan informasi pendukung pengambilan keputusan internal
f. Meningkatnya Kualitas Data Pendukung Perencanaan & Pengendalian Pembangunan Daerah
g. Meningkatnya kualitas informasi tata ruang Kota Tangerang Selatan
h. Meningkatnya optimalisasi pemanfaatan ruang sesuai RTRW i. Meningkatnya Kualitas Perencanaan dan pengendalian
Pembangunan Bidang Ekonomi, Sosial, Fisik, dan Pemerintahan Umum
3. Tujuan (setelah reviu)
a. Terwujudnya perencanaan pembangunan yang berkualitas b. Terwujudnya pelayanan Bappeda yang akuntabel
c. Meningkatnya hasil penelitian dan pengembangan yang dapat diterapkan
4. Sasaran Strategis (setelah reviu)
a. Meningkatnya kualitas Rencana Tata Ruang (RTR)
b. Meningkatnya keselarasan perencanaan pembangunan daerah yang berkualitas
c. Terakomodirnya aspirasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah
d. Meningkatnya kinerja pembangunan daerah e. Meningkatnya kinerja pelayanan Bappeda
f. Meningkatnya penerapan hasil penelitian dan pengembangan dalam perencanaan pembangunan daerah
Alur logis tujuan dan sasaran strategis beserta indikator dan target kinerja adalah sebagai berikut:
Tabel 4.4 Tujuan dan Sasaran Strategis sebelum reviu
No
. Tujuan
Sasaran
Strategis IndikatorKinerja Satuan
Target 2021
Misi: Menciptakan kota layak huni yang berwawasan lingkungan
1.1 Meningkatkan kualitas Penataan ruang guna mendukung
pemanfaatan ruang yang optimal sesuai RTRW Kota Tangerang Selatan 1.1.1 Meningkatnya kualitas informasi tata ruang Kota Tangerang Selatan Persentase ketersediaan informasi mengenai rencana tata ruang (RTR) wilayah % - 1.1.2 Meningkatnya optimalisasi pemanfaatan ruang sesuai RTRW Ketersediaan laporan rekomendasi peruntukan ruang lap 1
Misi: Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Berbasis Teknologi Informasi 2.1 Meningkatkan Kualitas Akuntabilitas Kinerja dan Keuangan Bappeda 1.1.1 Meningk atnya kualitas akuntabilitas keuangan Cakupan laporan keuangan sesuai ketentuan dok 4 1.1.2 Meningk atnya kapasitas SDM Cakupan pengembangan sumber daya aparatur % 50 1.1.3 Meningk atnya kualitas layanan administrasi perkantoran Cakupan pelayanan administrasi perkantoran % 100 1.1.4 Meningk atnya kualitas Perencanaan dan evaluasi Cakupan perencanaan pembangunan SKPD sesuai ketentuan dok 16 1.1.5 Meningk atnya kualitas data dan informasi pendukung pengambilan keputusan internal
Cakupan data dan informasi SKPD dok 1 2.2 Meningkatkan Kualitas perencanaan dan pengendalian 2.2.1 Meningkatkan Koordinasi, Integrasi, Cakupan perencanaan pembangunan daerah sesuai dok 32
No
. Tujuan
Sasaran
Strategis IndikatorKinerja Satuan
Target 2021 pelaksanaan pembangunan Kota Tangerang Selatan Sinkronisasi dan Simplifikasi (KISS) dalam Perencanaan dan pengendalian Pembangunan ketentuan Ketersediaan dokumen evaluasi pencapaian program RPJMD dok 1 Ketersediaan dokumen evaluasi capaian SDG's dok 1 Ketersediaan dokumen evaluasi pencapaian smart city dok 1 2.2.2 Meningkatnya Kualitas Data Pendukung Perencanaan & Pengendalian Pembangunan Daerah Jumlah koordinasi penelitian dan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan kali 6 Terwujudnya pengembangan inovasi daerah dok 2 Jumlah Kolaborasi dan Kerjasama Pembangunan dengan Dunia Usaha, Perguruan Tinggi dan Masyarakat kali 11 Persentase ketersediaan data pendukung perencanaan dan pengendalian pembangunan Kota Tangerang Selatan % 100 Cakupan laporan kinerja Pemerintah Kota Tangerang Selatan tepat waktu dok 2
Tabel 4.5 Tujuan dan Sasaran Strategis Setelah Reviu
No. Tujuan
Sasaran
Strategis IndikatorKinerja Satuan
Target 2021 Misi: Menciptakan kota layak huni yang berwawasan
lingkungan 1 Terwujudnya perencanaan pembangunan yang berkualitas Meningkatnya kualitas Rencana Tata Ruang (RTR)
Rasio Ruang terbuka hijau terhadap luas
wilayah Kota % 0
Misi: Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Berbasis Teknologi Informasi
1 Terwujudnya perencanaan pembangunan yang berkualitas Meningkatnya keselarasan perencanaan pembangunan daerah yang berkualitas Tingkat keselarasan antar dokumen perencanaan % 100 Terakomodirnya aspirasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah Persentase Aspirasi Masyarakat melalui Musrenbang dan reses yang telah masuk dalam dokumen perencanaan yang dilaksanakan oleh PD % 85 Meningkatnya kinerja pembangunan daerah Persentase capaian indikator RPJMD sesuai target % 90 2 Terwujudnya pelayanan Bappeda yang akuntabel Meningkatnya kinerja pelayanan Bappeda Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) angka 80 3 Meningkatnya hasil penelitian dan pengembangan yang dapat diterapkan Meningkatnya penerapan hasil penelitian dan pengembangan dalam perencanaan pembangunan daerah Persentase hasil penelitian dan pengembangan yang dimanfaatkan dalam Perumusan Kebijakan % 85
3.3 Program dan Kegiatan
Dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2011 tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan dan Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 08 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tangerang Selatan adalah salah satu organisasi perangkat daerah Kota Tangerang Selatan yang mempunyai tugas membantu Walikota dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah, melaksanakan koordinasi, fasilitasi dan pengendalian program pembangunan daerah. Yang dioperasionalkan dalam serangkaian program dan kegiatan guna mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Tangerang Selatan dengan mengacu pada isu strategis, RPJMD dan Renstra Bappeda Kota Tangerang Selatan serta penyesuaian Permendagri nomor 90 tahun tahun 2019 juga rasionalisasi anggaran dampak Covid 19, maka program kerja dan kegiatan Bappeda Kota Tangerang Selatan Tahun 2021 terdiri dari 17 program, 19 kegiatan dengan pagu indikatif sebesar Rp. 18.562.500.000,-
Rumusan Rencana Program dan Kegiatan OPD tahun 2021 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tangerang Selatan sebagaimana terlihat pada Tabel berikut.
URAIAN RENCANA PROGRAM KEGIATAN BAPPEDA
TAHUN ANGGARAN 2021
Tabel 3.4
No Program Kegiatan Rencana Tindak Volume / Sasaran Kegiatan Alokasi Dana (Rp.) Kota (F1) 1 Program Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Dearah Koordinasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Penyusunan Rancangan RPJMD 1 Dok 2.075.142.000 Sosialisasi Musrenbang Kelurahan 1 Sosialisasi
Sosialisasi Musrenbang Kecamatan 1 Sosialisasi Fasilitasi Musrenbang Kelurahan 54 Kelurahan Fasilitasi Musrebang Kecamatan 7 Kecamatan Sosialisasi Forum OPD/Gabungan OPD 1 Sosialisasi
Kosultasi Publik Musrenbang RKPD 1 Konsultasi Publik
Fasilitasi Musrenbang RKPD 1 Musrenbang
Penyusunan Racangan Awal RKPD 2020 1 Dok
Penyusunan Rancangan RKPD 2020 1 Dok
Penyusunan RKPD 2020 1 Dok
Penyusunan Rancangan Perubahan RKPD 2019
1 Dok
Penyusunan Perubahan RKPD 2019 1 Dok
2 Program Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Dearah Perencanaan Pendanaan Pembangunan Daerah
Koordinasi perencanaan dan pengendalian Pendanaan 1 dok 382.000.000 3 Program Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Dearah
Pengendalian, Evaluasi dan Pelaporan Pembangunan Daerah
Penyusunan IKU PERKIN Kota 2019 1 Dokumen 1.200.000.000 Penyusunan Laporan Keterangan
Pertanggung Jawaban (LKPJ) tahun 2018
1 Dokumen
Tindak Lanjut Rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) tahun 2018
1 Dokumen
Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan tahunan
1 Dokumen
Penyusunan kesimpulan pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan tahunan
1 Dokumen
Penyusunan kesimpulan pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan renja PD
1 Dokumen
Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJMD
1 Dokumen
Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RKPD
1 Dokumen
Monitoring pelaksanaan musrenbang 1 Kegiatan
Bimbingan teknis Angkatan I 1 Kegiatan
Bimbingan teknis Angkatan II 1 Kegiatan
Bimbingan teknis Angkatan III 1 Kegiatan
Evaluasi terhadap hasil RPJMD 1 Dokumen
Evaluasi terhadap hasil RKPD 1 Dokumen
Evaluasi efektivitas/dampak 1 Dokumen
4
Program Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Fasilitasi dan Monev Penyusunan Dokumen Perencanaan Bidang Pemerintahan
Koordinasi Perencanaan dan pengendalian mitra bidang pemerintahan umum
8 Rakor 341.064.000 5 Program Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Fasilitasi dan Monev Penyusunan Dokumen Perencanaan Bidang Pembangunan Manusia
Koordinasi dan Verifikasi Perencanaan Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kependudukan
1 Dok 400.000.000
Koordinasi Perencanaan Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kependudukan APBD-P 2018
Koordinasi Perencanaan Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kependudukan Pasca Musrenbang
1 Dok
Koordinasi dan Verifikasi Perencanaan Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kependudukan
1 Dok
Pemantauan dan Evaluasi Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kependudukan
4 kali
Koordinasi Perencanaan Forum Anak 2 kali Workshop Evaluasi dan Perencanaan Tim
Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) 1 keg 6 Program Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Fasilitasi dan Monev Penyusunan Dokumen Perencanaan Bidang Kesejahteraan Masyarakat
Terkoordinasikannya Perencanaan, Pelaksanaan, Pengendalian dan Evaluasi Program Pembangunan Lingkup Bidang SDM dan Kesra
4 OPD 400.000.000
Terlaksananya fasilitasi proses perencanaan tingkat basis di Kecamatan Serpong Utara
1 Kali
Terlaksananya fasilitasi proses perencanaan tingkat basis di Kecamatan Serpong
1 Kali
Terlaksananya fasilitasi proses perencanaan tingkat basis di Kecamatan Setu
1 Kali
Terlaksananya fasilitasi proses perencanaan tingkat basis di Kecamatan Pamulang
1 Kali
Terlaksananya fasilitasi proses perencanaan tingkat basis di Kecamatan Ciputat
1 Kali
Terlaksananya fasilitasi proses perencanaan tingkat basis di Kecamatan Ciputat Timur
1 Kali
Terlaksananya fasilitasi proses perencanaan tingkat basis di Kecamatan Pondok Aren
1 Kali
TerlaksananyaTangsel Youth Planner 1 Kali
7
Program Perencanaan Perekonomian dan Sumber Daya Alam
Fasilitasi dan Monev Penyusunan Dokumen Perencanaan Bidang Perekonomian
Terlaksananya FGD Design Action untuk Penyusunan Roadmap dan Program Pengembangan Ekonomi Kreatif
1 dokumen 600.000.000
Terlaksananya Evaluasi Capaian SDGs 1 dokumen Terlaksananya Penyusunan Baseline Data
SDGs
1 dokumen
Terlaksananya Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Ekonomi
8
Program Perencanaan Infrastruktur dan Kewilayahan
Fasilitasi dan Monev Penyusunan Dokumen Perencanaan Bidang Sumber Daya Air dan Lingkungan Hidup
Perumusan Perencanaan Kegiatan Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup
1 Dokumen, 12 bulan 674.475.000 9 Program Perencanaan Infrastruktur dan Kewilayahan
Fasilitasi dan Monev Penyusunan Dokumen Perencanaan Bidang Kebinamargaan dan Perhubungan
Perumusan Perencanaan Program dan Kegiatan Bidang Pekerjaan Umum dan Perhubungan 1 Dokumen, 12 bulan 674.475.000 10 Program Perencanaan Infrastruktur dan Kewilayahan
Fasilitasi dan Monev Penyusunan Dokumen Perencanaan Bidang Keciptakaryaan dan Kewilayahan
Pengelolaan SIPPa 1 SIPPa ,12 bulan
674.200.000
Perumusan Perencanaan Program dan Kegiatan Bidang Perkimtan
1 Dokumen, 12 bulan 11 Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah
Perencanaan dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah
Penyusunan Perencanaan, pengendalian dan pelaporan 22 dokumen 400.000.000 12 Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah
Administrasi Keuangan Penyusunan pelaporan keuangan 12 bulan 10.296.003.953
13
Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah
Peningkatan Disiplin dan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Diklat, Bimtek, Kursus 85 Orang 813.284.800
Pakaian dinas 14 Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah
Administrasi Umum Penyediaan dan Pemeliharaan Barang dan Jasa Perkantoran
12 Bulan 7.503.777.600
15
Program Penelitian dan Pengembangan Daerah Penelitian dan Pengembangan Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pengkajian Peraturan
Penyusunan Kajian 7 Dok 292.938.600 Koordinasi Dalam Rangka Penelitian dan
Pengembangan
1 Rapat
Diseminasi Hasil Kajian 1 keg Festifal Inpirasi 1 keg
16
Penelitian dan Pengembangan Bidang Sosial dan Kependudukan
Pengembangan Jaringan Penelitian 1 Rapat 138.180.000
17
Penelitian dan Pengembangan Bidang Ekonomi dan Pembangunan
Penelitian dan Pengembangan Bidang Ekonomi dan Pembangunan
276.360.000
18
Program Penelitian dan Pengembangan Daerah
Pengembangan Inovasi dan Teknologi
Koordinasi dan Fasilitasi Kegiatan Sistem Inovasi Daerah Kota Tangerang Selatan
4 Rapat 487.160.000
Koordinasi Penguatan Sistem Inovasi Daerah
10 Rapat
Pengembangan Jaringan Penelitian Inovasi Daerah 10 Rapat & 1 PL 19 Program Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Fasilitasi Kerjasama Daerah Koordinasi Kerjasama Pembangunan Lainnya
2 Rapat 229.490.000
Koordinasi Apeksi 2 Rapat Koordinasi Perencanaan, Evaluasi. Dan
Pelaporan, bantuan Keuangan
3 Rapat
Penyelenggaraan KPBU 5 Rapat
20
Program Penyelenggaraan
Penyelenggaraan Statistik Sektoral di Lingkup Daerah
Penyusunan Profil Pembangunan Daerah Kota Tangerang Selatan
Statistik Sektoral Kabupaten/Kota Penyusunan Dokumen Indikator Ekonomi Kota Tangerang Selatan
2 Dokumen
Penyusunan Dokumen Indikator
Kesejahteraan Masyarakat
Elemen Data SIPD
Penyusunan Data Pelaporan Pembangunan Kota Tangerang Selatan
1 Dokumen
Pengelolaan SIPD Kota Tangsel 4 FGD
Pengelolaan Geosportal Kota Tangsel 1 dokumen