PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 Meningkatnya Produksi Kelautan Makna Indikator : Bidang Pengembangan Data Statistik
dan Perikanan Jumlah hasil produksi perikanan budidaya dan produksi perikanan tangkap yang dihasilkan oleh seluruh kabupaten/kota Usaha Perikanan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Komoditas ikan hasil tangkapan merupakan andalan sumber pangan hewan masyarakat apabila ketersediaannya berkurang maka dikhawatirkan tidak akan mampu memenuhi konsumsi lokal di Kalimantan Selatan sehingga komoditas ikan budidaya harus dikembangkan, untuk mengantisipasi produksi penangkapan yang sangat tergantung kepada kondisi alam dan musim, serta kecenderungan over fishing
Rumus Perhitungan :
Jumlah Produksi = ∑ Produksi Perikanan Budidaya + ∑ Produksi Perikanan Tangkap
2 Meningkatnya Angka Konsumsi Makna Indikator : Bidang Pengembangan Data Statistik
Ikan Masyarakat Konsumsi Ikan adalah jumlah kebutuhan/permintaan ikan yang menggambarkan fungsi dari jumlah penduduk dan Usaha Perikanan neraca permintaan ikan untuk konsumsi domestik. Ikan mencakup ikan segar dan olahan sesuai dengan ketentuan
dari BPS (Badan Pusat Statistik).
Alasan Pemilihan :
Konsumsi ikan masyarakat Kalimantan Selatan walaupun cukup tinggi, namun masih harus ditingkatkan (terutama anak-anak yang lebih menyukai makanan ringan non ikan yang cenderung menggunakan bahan bahan pengawet, pewarna, pemanis dan bahan berbahaya lainnya). Melalui upaya peningkatan konsumsi ikan ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan protein hewani dan selain itu untuk meningkatkan pasar produk hasil perikanan
Rumus Perhitungan :
Angka Konsumsi Ikan = A + B + C Dimana :
A adalah Konsumsi Ikan Di Rumah Tangga Data BPS
B adalah Konsumsi Ikan Di Luar Rumah Tangga Data Kab/Kota
C adalah Konsumsi Ikan Tidak Tercatat Data Kab/Kota
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2017
INDIKATOR KINERJA UTAMA SUMBER DATA
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Jumlah Produksi Kelautan dan
Angka Konsumsi Ikan per Kapita
NO KINERJA UTAMA
Yang Telah Direhabilitasi Kawasan mangrove merupakan salah satu ekosistem laut yang berdampak penting pada kelestarian plasma nuftah sumberdaya perikanan, karena merupakan tempat pemijahan, berlindung dan food area bagi ikan-ikan muda.
Alasan Pemilihan :
Vegetasi mangrove relatif berkurang yang dikarenakan oleh penebangan, pembukaan lahan usaha baru maupun pemukiman. Dikhawatirkan mangrove akan semakin berkurang dan berdaampak negatif terhadap kelestarian sumberdaya ikan (plasma nuftah, abrasi dan menurunnya kemampuan menahan banjir/gelombang laut
Rumus Perhitungan :
∑ Luas Kawasan Mangrove Yang Telah Direhabilitasi b Jumlah Luas Kawasan Terumbu Makna Indikator :
Karang Yang Telah Direhabilitasi Kawasan terumbu karang merupakan ekosistem yang sangat penting terhadap kelestarian sumberdaya ikan laut. Bidang PRL Laporan Statistik Terumbu karang merupakan daerah pemijahan (spawning area), daerah asuhan (nursery area), daerah sumber
makanan (feeding area) dan area perlindungan. Selain itu kawasan terumbu karang juga merupakan daerah yang indah. Sehingga dapat dijadikan sebagai objek/destinasi wisata.
Alasan Pemilihan :
Degridasi kawasan terumbu karang yang dikarenakan oleh penurunan kualitas air, eksploitasi karang maupun perusakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Hal ini dikhawatirkan merusak sumberdaya ikan dan lingkungan.
Rumus Perhitungan :
∑ Luas Kawasan Terumbu Karang Yang Telah Direhabilitasi
4 Meningkatnya Pengendalian a Persentase Pelaku Usaha Yang Makna Indikator : Bidang PSDKP Laporan KKP
Sumberdaya Kelautan dan Patuh Terhadap Peraturan Pelaku usaha kelautan dan perikanan adalah pemilik kapal perikanan yang melakukan kegiatan perikanan, pelaku Perikanan Perundang-Undangan usaha budidaya, pengolah dan pemasar hasil perikanan, pemanfaat wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dan
pemanfaat usaha kelautan.
Alasan Pemilihan :
Masih banyak pelaku usaha perikanan yang tidak patuh terhadap ketentuan yang ditetapkan sehingga dikhawatirkan merusak lingkungan sumberdaya ikan dan perairan, serta membahayakan konsumen.
Rumus Perhitungan :
Pelaku Usaha Yang Patuh = Jumlah Pelaku Usaha Yang Taat Jumlah Pelaku Usaha Yang Diperiksa Kawasan Pesisir Laut dan Pulau-
Pulau Kecil Yang Rusak
b Persentase Penurunan Kasus Makna Indikator : Bidang PSDKP Laporan KKP Illegal Fishing Per Tahun Illegal Fishing merupakan kegiatan perikanan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dan
berakibat terhadap kerusakan sumberdaya kelautan dan perikanan. Dalam rangka mengeliminir hal tersebut, telah dilakukan upaya razia dan penangkapan baik oleh aparatur maupun oleh masyarakat (POKMASWAS). Dalam proses selanjutnya adalah melakukan pemberkasan, penyidikan sampai dengan P21 oleh aparatur hukum yang berwenang
Alasan Pemilihan :
Sampai saat ini masih ada kasus-kasus illegal fishing yang belum tuntas penanganannya (P-21), yang berakibat si pelaku statusnya tidak jelas dan tetap berada dalam tahanan untuk itu perlu diselesaikan sehingga ada keputusan tetap
Rumus Perhitungan :
Penyelesaian Kasus = Kasus Tahun Awal RPJMD - Jumlah Kasus Tahun n Kasus Tahun Awal RPJMD
Banjarbaru, September 2017
Kepala dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan
Ir. H. SYAIFUL AZHARI, MP Pembina Tk. I NIP. 19630126 198903 1 005
Banjarbaru, Mei 2017 x 100%
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 Meningkatkan Akuntabilitas Kinerja dan a Persentase Peningkatan Kenaikan Makna Indikator : Sekretariat ─
Pelayanan Dinas Kelautan dan Perikanan Nilai SAKIP Dinas Kelautan dan Meningkatnya nilai SAKIP Dinas Kelautan dan Perikanan setiap tahun, yaitu selisih antara tahun sebelumnya
Perikanan dan tahun berikutnya
Alasan Pemilihan :
Penyusunan Laporan Kinerja ini dimaksudkan sebagai evaluasi sekaligus pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang diemban Dinas Kelautan dan Perikanan yang dijabarkan dalam pelaksanaan berbagai program kegiatan.
Rumus Perhitungan :
Kenaikan Nilai SAKIP = Nilai SAKIP Tahun n - Nilai SAKIP Tahun n -1 Nilai SAKIP Tahun n -1
b Persentase Pemenuhan Pelayanan Makna Indikator :
Dinas Kelautan dan Perikanan Pemenuhan pelayanan Dinas Kelautan dan Perikanan pada tahun berjalanan
Alasan Pemilihan :
Pelayanan yang terpenuhi adalah pelayanan pada ASN Dinas Kelautan dan Perikanan, seperti pelayanan administrasi ASN dan pelayanan lainnya
Rumus Perhitungan :
Pelayanan Pegawai = Jumlah Pegawai Yang Terlayani Jumlah Pegawai
SEKRETARIAT
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
NO KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA SUMBER DATA
x 100%
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 a Nilai SAKIP Dinas Kelautan dan Makna Indikator : Sekretariat ─
Perikanan Nilai SAKIP Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
SAKIP Dinas Kelautan dan Perikanan merupakan wujud akuntabilitas pencapaian kinerja dari pelaksanaan RENSTRA dan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2017 yang telah ditetapkan melalui Perjanjian Kinerja Tahun 2017
Rumus Perhitungan : LHE
b Jumlah Dokumen Perencanaan Makna Indikator :
Ketentuan Sesuai Ketentuan Jumlah dokumen perencanaan kinerja yang dihasilkan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Dokumen merupakan bukti nyata dari pekerjaan yang telah dilaksanakan selama tahun berjalan. Dokumen adalah sebuah bentuk data-data tertulis. Dokumen juga adalah sebuah sumber resmi yang dibuat dan dikeluarkan oleh instansi pemerintah/lembaga lainnya untuk menjadi sebuah laporan.
Dokumen Perencanaan Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan antara lain : a. Renja (Rencana Kerja)
b. Dokumen DPA - SKPD c. Dokumen RKA - KL
Rumus Perhitungan :
∑ Dokumen perencanaan kinerja yang dihasilkan c Jumlah Dokumen Evaluasi Kinerja Makna Indikator :
Sesuai Ketentuan Jumlah dokumen evaluasi kinerja yang dihasilkan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Dokumen merupakan bukti nyata dari pekerjaan yang telah dilaksanakan selama tahun berjalan. Dokumen adalah sebuah bentuk data-data tertulis. Dokumen juga adalah sebuah sumber resmi yang dibuat dan dikeluarkan oleh instansi pemerintah/lembaga lainnya untuk menjadi sebuah laporan.
Rumus Perhitungan :
∑ Dokumen evaluasi kinerja yang dihasilkan
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2017
SUB BAGIAN PERENCANAAN DAN PELAPORAN
Melaksanakan Penyusunan Perencanaan dan Pelaporan Dinas Kelautan dan Perikanan
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Sesuai Ketentuan Jumlah dokumen pelaporan kinerja yang dihasilkan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Dokumen merupakan bukti nyata dari pekerjaan yang telah dilaksanakan selama tahun berjalan. Dokumen adalah sebuah bentuk data-data tertulis. Dokumen juga adalah sebuah sumber resmi yang dibuat dan dikeluarkan oleh instansi pemerintah/lembaga lainnya untuk menjadi sebuah laporan.
Dokumen Pelaporan Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan antara lain : a. Laporan Tahunan
b. Laporan SAKIP c. Laporan LPPD - LKPJ d. Laporan Statistik e. Buku Saku (Time Series)
Rumus Perhitungan :
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 Melaksanakan Pelayanan Umum dan a Persentase Administrasi Kepegawaian Makna Indikator : Sekretariat ─
Administrasi Kepegawaian Yang Diselesaikan Dengan Tertib
Alasan Pemilihan :
Pegawai yang terlayani secara administrasi antara lain adalah pegawai yang : a. Naik Pangkat
b. Naik Berkala c. Cuti, dan lain-lain
Rumus Perhitungan :
Pelayanan Pegawai = Jumlah Pegawai Yang Terlayani Jumlah Pegawai
b Persentase ASN Yang Mengikuti Makna Indikator : Pelatihan Bersertifikat
Alasan Pemilihan :
Dalam rangka meningkatkan kinerja ASN Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya
Rumus Perhitungan :
ASN Yang Ikut Pelatihan = Jumlah ASN Yang Ikut Pelatihan Jumlah ASN
c Persentase Pemenuhan Administrasi Makna Indikator :
Perkantoran Yang Dibutuhkan Pemenuhan administrasi perkantoran yang dibutuhkan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Administrasi perkantoran yang dipenuhi antara lain : a. Penyediaan Jasa Surat Menyurat
b. Penyediaan Bahan Bacaan c. dll
Rumus Perhitungan :
Pemenuhan Administrasi = Jumlah Administrasi Yang Dilayani Tepat Waktu Jumlah Layanan Administrasi Yang Harus Dipenuhi
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2017
SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
SUMBER DATA
Perbandingan antara jumlah pegawai yang terlayani administrasinya dengan jumlah pegawai yang ada di Dinas Kelautan dan Perikanan pada tahun berjalan
Perbandingan antara jumlah ASN Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan yang ikut pelatihan dengan jumlah ASN Dinas Kelautan dan Perikanan pada tahun berjalan
NO KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA
x 100%
x 100%
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 a Jumlah Dokumen Laporan Keuangan Makna Indikator : Sekretariat ─
Sesuai Ketentuan Jumlah dokumen keuangan yang dihasilkan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Dokumen merupakan bukti nyata dari pekerjaan yang telah dilaksanakan selama tahun berjalan. Dokumen keuangan merupakan laporan keuangan yang dilaporkan pada setiap triwulan dan pada akhir tahun.
Rumus Perhitungan : ∑ Dokumen Laporan Keuangan b Jumlah Dokumen Aset Yang Tercatat Makna Indikator :
Jumlah aset yang pengadaannya dilaksanakan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Pengadaan barang yang dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan merupakan aset berwujud yang dimiliki oleh Dinas Kelautan dan Perikanan.
Rumus Perhitungan :
∑ Aset Dinas Kelautan dan Perikanan c Persentase Penyerapan Anggaran Makna Indikator :
Terhadap Target Yang Ditentukan Penyerapan anggaran merupakan selisih antara realisasi keuangan dengan pagu anggaran dalam satuan % pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Realisasi keuangan merupakan tolak ukur dari pencapaian kinerja kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan
Rumus Perhitungan :
Penyerapan Anggaran = ∑Realisasi Keuangan ∑ Pagu Anggaran
SUMBER DATA
SUB BAGIAN KEUANGAN DAN ASET
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Melaksanakan Pengelolaan Administrasi Keuangan dan Aset
NO KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 Makna Indikator : Bidang Perikanan Data Statistik
Jumlah produksi perikanan tangkap yang dihasilkan pada tahun berjalan Tangkap
Alasan Pemilihan :
Komoditas ikan hasil tangkapan merupakan andalan sumber pangan hewan bagi masyarakat dan apabila ketersediannya berkurang maka dikhawatirkan tidak akan mampu memenuhi konsumsi lokal di Kalimantan Selatan.
Rumus Perhitungan : ∑ Produksi perikanan tangkap Jumlah Produksi Perikanan Tangkap
Meningkatkan Usaha Perikanan Tangkap
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2017
BIDANG PERIKANAN TANGKAP
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 Melaksanakan Peningkatan a Makna Indikator : Bidang Perikanan ─
Kenelayanan ANKAPIN adalah Ahli Nautika Kapal Penangkap Ikan. Dimana ANKAPIN merupakan sertifikat keahlian pelaut kapal Tangkap perikanan, yang dijadikan dasar untuk melengkapi persyaratan sekaligus sebagai pengukuran kompetensi untuk
mengoperasikan kapal perikanan yang mempunyai bobot 30 - 60 GT.
Basic Safety Training (BST) adalah latihan keselamatan dasar bagi para pelaut pemula yang bertujuan memberikan pembekalan dan pemahaman serta antisipasi apabila suatu saat terjadi kecelakaan atau keadaan darurat dilaut sehingga para pelaut dapat menolong dirinya sendiri maupun orang lain dan dapat mengurangi resiko sekecil apapun
Alasan Pemilihan :
Manfaat dari pelatihan ANKAPIN adalah memberikan kemampuan dan keterampilan nelayan dalam merawat dan memperbaiki mesin kapal, dan dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan tersebut sampai dengan mendapatkan pengakuan atas keterampilannya dengan sebuah sertifikat.
Sedangakan untuk BST diharapkan setelah menyelesaikan/mengikuti pelatihan, para peserta pelatihan mampu secara aman melakukan penyelamatan dirinya sendiri di laut, mencegah dan memadamkan kebakaran di kapal penangkap ikan, melakukan P3K, dan menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja dilingkungan kerjanya
Rumus Perhitungan :
Jumlah Peserta Yang Mengikuti Pelatihan ANKAPIN III dan BST pada tahun berjalan
b Makna Indikator :
Jumlah KUB (Kelompok Usaha Bersama) yang mengikuti pelatihan dan pembinaan bagi nelayan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil antara lain terkendala oleh keterbatasan kemampuan nelayan dalam mengakses sumberdaya, permodalan, teknologi, informasi maupun pemasaran hasil perikanan. Kondisi demikian telah mengakibatkan rendahnya tingkat pendapatan dan kesejahteraan nelayan.
KUB perikanan tangkap adalah badan usaha non badan hukum ataupun yang sudah berbadan hukum yang berupa kelompok yang dibentuk oleh nelayan berdasarkan hasil kesepakatan/musyawarah seluruh anggota yang dilandasi oleh keinginan bersama untuk berusaha bersama dan dipertanggungjawabkan secara bersama guna meningkatkan pendapatan anggota.
Rumus Perhitungan :
Jumlah Peserta Yang Mengikuti Sosialisasi Untuk KUB (Kelompok Usaha Bersama)
c Jumlah Lokasi Nelayan Yang Terlindungi Makna Indikator :
Jumlah lokasi nelayan yang terlindungi pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
∑ Lokasi nelayan yang terlindungi Jumlah Peserta Pelatihan (ANKAPIN III/
ATKAPIN dan BST) Yang Lulus Kompetensi
Jumlah Peserta Sosialisasi Yang Dapat Menerapkan Manajemen KUB
SEKSI KENELAYANAN
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
d Makna Indikator : Bidang Perikanan ─ Jumlah lokasi calon penerima bantuan sarana penangkapan pada tahun berjalan Tangkap
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
∑ Lokasi calon penerima bantuan e Jumlah Sertifikasi Bidang Tanah Nelayan Makna Indikator :
Yang di Identifikasi Jumlah sertifikat bidang tanah nelayan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
∑ Sertifikat bidang tanah nelayan f Jumlah Rapat Koordinasi Identifikasi Calon Makna Indikator :
Penerima Bantuan Jumlah rapat koordinasi identifikasi calon penerima bantuan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan : ∑ Rapat koordinasi Jumlah Lokasi Yang Telah Diverifikasi Calon
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 a Jumlah Pabrik Es Yang Dibangun Makna Indikator : Bidang Perikanan ─
Jumlah pembangunan fasilitas pendingin (pabrik es) pada tahun berjalan Tangkap
Alasan Pemilihan :
Pabrik Es merupakan fasilitas pendukung utama di sentra perikanan
Rumus Perhitungan : ∑ Pembangunan Pabrik Es b Jumlah Bantuan Armada Nelayan Yang Makna Indikator :
Diserahkan Jumlah bantuan armada nelayan yang diserahkan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Bantuan armada yang diserahkan berupa : a. Kapal Nelayan >10 GT dan Mesin b. Alat Tangkap Ikan Trammel Net dan Gill Net
Rumus Perhitungan :
∑ Armada nelayan yang diserahkan c Jumlah Titik Sentra Perikanan Dilengkapi Makna Indikator :
Lemari Pendingin Jumlah titik sentra perikanan yang dilengkapi lemari pendingin pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Ketersediaan lahan dan Uji UPL UKL (Dampak Lingkungan) dan berdasarkan jumlah nelayan dan data kapal yang tersedia
Rumus Perhitungan : ∑ Titik sentra perikanan d Jumlah Pelabuhan Perikanan Yang Makna Indikator :
Melaksanakan Sertifikasi Hasil Tangkapan Jumlah pelabuhan perikanan yang melaksanakan sertifikat hasil tangkapan pada tahun berjalan (SHTI)
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
∑ Pelabuhan perikanan yang melaksanakan SHTI e Jumlah Pelabuhan Perikanan Yang Makna Indikator :
Melaksanakan Kesyahbandaran Perikanan Jumlah pelabuhan perikanan yang melaksanakan kesyahbandaran perikanan dan menerapkan sistem informasi dan Menerapkan Sistem Informasi pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
∑ Pelabuhan perikanan yang melaksanakan kesyahbandaran perikanan dan menerapkan sistem informasi Melaksanakan Peningkatan Sarana dan
Prasarana Penangkapan
SEKSI SARANA DAN PRASARANA PENANGKAPAN
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
f Jumlah Petugas Yang Mengikuti Makna Indikator :
Rakornas Pelabuhan Perikanan Jumlah petugas yang mengikuti Rakornas Pelabuhan Perikanan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
∑ Petugas yang mengkuti Rakornas Pelabuhan Perikanan g Jumlah Rapat Teknis Kesyahbandaran Makna Indikator :
Dalam Pemberian Rekomendasi BBM Jumlah rapat teknis yang dilaksanakan pada tahun berjalan Bagi Nelayan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 Melaksanakan Pengelolaan Sumberdaya a Makna Indikator : Bidang Perikanan ─
Penangkapan Jumlah dokumen statistik perikanan tangkap yang diselesaikan pada tahun berjalan Tangkap
Alasan Pemilihan :
Statistik perikanan tangkap merupakan data produksi perikanan tangkap dan sebagai gambaran situasi perikanan di Kalimantan Selatan setiap tahunnya.
Rumus Perhitungan
∑ Dokumen statistik perikanan tangkap yang diselesaikan b Jumlah Petugas Yang Dapat Makna Indikator :
Menerapkan Perhitungan Alokasi Jumlah petugas yang dapat menerapkan perhitungan alokasi sumberdaya ikan pada tahun berjalan Sumberdaya Ikan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan
∑ Petugas yang dapat menerapkan perhitungan alokasi sumberdaya ikan c Jumlah Benih Ikan Yang Ditebar Makna Indikator :
(Restocking) Jumlah benih ikan yang ditebar pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan
∑ Benih ikan yang ditebar (restocking) d Jumlah Petugas Yang Dapat Makna Indikator :
Menerapkan Log Book Penangkapan Jumlah petugas yang menerapkan log book penangakapn ikan pada tahun berjalan Ikan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan
∑ Petugas yang menerapkan log book penangkapan ikan Jumlah Dokumen Statistik Perikanan Tangkap
Yang Disusun Tepat Waktu
SEKSI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PENANGKAPAN
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 Meningkatkan Pengembangan a Jumlah Produksi Perikanan Budidaya Makna Indikator : Bidang Pengembangan Data Statistik
Usaha Perikanan Jumlah produksi perikanan budidaya yang dihasilkan pada tahun berjalan Usaha Perikanan
Alasan Pemilihan :
Komoditas ikan budidaya harus dikembangkan untuk mengantisipasi produksi penangkapan yang sangat tergantung kepada kondisi alam dan musim serta kecenderungan over fishing
Rumus Perhitungan :
∑ Produksi perikanan budidaya tahun n b Jumlah Ragam Olahan Makna Indikator :
Jumlah ragam hasil olahan ikan yang dihasilkan pada kegiatan diversifikasi hasil olahan
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
∑ Ragam hasil olahan ikan tahun n c Jumlah Unit Pengolahan Ikan Makna Indikator :
Jumlah Unit Pengolahan Ikan yang ada di Kalimantan Selatan
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
∑ Unit Pengolahan Ikan tahun n
d Makna Indikator :
Jumlah volume dan nilai ekspor komoditas perikanan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
∑ volume dan nilai ekspor komoditas perikanan tahun n
Ragam olahan ikan adalah macam/jenis hasil olahan ikan. Ragam olahan ikan juga merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan konsumsi ikan masyarakat. Kecenderungan masyarakat yang beralih pada makanan jadi menyebabkan penurunan pada konsumsi ikan, diharapkan dengan banyaknya jenis hasil olahan ikan maka minat masyarakat akan ikan kembali meningkat.
Pengolahan Ikan adalah rangkaian kegiatan atau perlakuan dari bahan baku ikan sampai menjadi produk akhir untuk menjadi konsumsi manusia. Sedangkan Unit Pengolahan Ikan adalah tempat dan fasilitas untuk melakukan aktifitas pengolahan ikan. Dimana UPI yang ada di seluruh Indonesia harus sesuai dengan standart yang telah ditentukan seperti tertuang dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dan Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan dan Kepmen Kelautan dan Perikanan No. 52.a/KEPMEN-KP/2013 Tentang Persyaratan Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Pada Proses Produksi, Pengolahan dan Distribusi..
Jumlah Volume dan Nilai Ekspor Komoditas Perikanan
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2017
BIDANG PENGEMBANGAN USAHA PERIKANAN
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Jumlah volume dan nilai antar pulau komoditas perikanan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
∑ volume dan nilai antar pulau komoditas perikanan tahun n Perikanan
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 a Makna Indikator : Bidang Pengembangan
Jumlah peserta keseluruhan yang ikut kampanye makan ikan Usaha Perikanan
Alasan Pemilihan :
Kampanye makan ikan merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka mensukseskan GEMARIKAN. GEMARIKAN dimasukkan kedalam program prioritas pemerintah tahun 2017 karena sejalan dengan Nawacita butir ke-5 yaitu komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia indonesia
Rumus Perhitungan :
∑peserta ikut kampanye makan ikan tahun n
b Makna Indikator :
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
∑ Pengunjung bazar ramadhan tahun n
c Makna Indikator :
Jumlah pengunjung yang melihat/mengunjungi stand pameran Dinas Kelautan dan Perikanan pada pameran yang diikuti pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Pameran produk perikanan merupakan salah satu cara untuk mempublikasikan produk-produk hasil olahan ikan.
Rumus Perhitungan :
∑ Pengunjung Stand Pameran tahun n d Jumlah Dokumen Berupa Buku Investasi Makna Indikator :
Yang Dikeluarkan Terdatanya peluang usaha dan investasi dalam dokumen yang dihasilkan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Profil peluang usaha dan investasi di bidang perikanan dilaksanakan dalam rangka untuk mempermudah akses permodalan usaha di bidang perikanan dan kelautan
Rumus Perhitungan :
∑ Dokumen Yang Dihasilkan tahun n
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2017
SEKSI PERIJINAN DAN USAHA INVESTASI
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
NO KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA SUMBER DATA
Melaksanakan Penataan Perizinan Usaha dan Pengembangan Investasi
Jumlah Pengunjung/Pembeli Yang Datang Pada
Bazar Bulan Ramadhan/Hari Besar Jumlah pengunjung yang melihat/mengunjungi stand bazar bulan ramadhan Dinas Kelautan dan Perikanan pada bazar yang diikuti pada tahun berjalan
Bazar bulan ramadhan adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan ramadhan, bazar ramadhan merupakan salah satu cara untuk mempublikasikan produk-produk hasil olahan ikan.
Jumlah Pengunjung Yang Datang Pada Stand Dinas Kelautan dan Perikanan
Jumlah Peserta Yang Berpartisipasi Dalam Kampanye/Sosialisasi Manfaat Makan Ikan
Jumlah rekomendasi penerbitan SKP yang dikeluarkan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
∑ Rekomendasi penerbitan SKP tahun n Dikeluarkan
SKP adalah Sertifikat Kelayakan Pengolahan, sertifikat ini diterbitkan untuk Unit Pengolahan Ikan (UPI). SKP diberikan pada UPI yang telah memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku/sesuai dengan Undang-Undang.
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 a Makna Indikator : Bidang Pengembangan ─
Jumlah jenis bantuan bibit ikan unggul yang diserahkan pada tahun berjalan Usaha Perikanan
Alasan Pemilihan :
Pengadaan bibit ikan unggul merupakan paket bantuan yang diberikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan kepada nelayan pembudidaya guna menghasilkan jenis ikan yang unggul
Paket bibit ikan unggul yang diserahkan berupa : a. Calon Induk Nila
b. Calon Induk Lele c. Calon Induk Patin d. Pakan Ikan
Rumus Perhitungan :
∑ Bibit ikan unggul yang diserahkan tahun n
b Makna Indikator :
Jumlah jenis paket budidaya dan akselerasi inovasi tekhnologi pembudidayaan yang diserahkan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Paket budidaya yang diserahkan pada pada masyarakat berupa : a. Benih Ikan Nila
b. Pakan Nila c. Benih Ikan Haruan d. Benih Ikan Toman e. Benih Ikan Betok f. Benih Ikan Patin g. Pakan Ikan Patin h. dll
Rumus Perhitungan :
∑ Paket budidaya yang diserahkan tahun n
c Makna Indikator :
Jumlah jenis bantuan pembudidayaan ikan lokal yang diserahkan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Kalimantan Selatan memiliki ikan lokal unggulan yaitu ikan papuyu (betok) dan ikan haruan (gabus). Kedua jenis ikan ini merupakan produk unggulan bagi masyarakat Kalimantan Selatan, karena bernilai ekonomi tinggi.
Rumus Perhitungan :
∑ Ikan lokal yang diserahkan tahun n
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2017
SEKSI SARANA DAN PRASARANA BUDIDAYA, PENGOLAHAN DAN PEMASARAN
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
NO KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA SUMBER DATA
Jumlah Jenis Bantuan Pengembangan Bibit Ikan Unggul Yang Diserahkan
Jumlah Jenis Paket Budidaya, Akselerasi Inovasi Tekhnologi Pembudidayaan Yang Diserahkan
Jumlah Jenis Bantuan Pembudidayaan Ikan Lokal (Papuyu dan Haruan) Yang Diserahkan
Meningkatkan Sarana dan Prasarana Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran
Jumlah lokasi yang diidentifikasi sebagai penerima hibah yang diserahkan kepada masyarakat pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Kegiatan ini dalam rangka mengidentifikasi calon penerima hibah bantuan yang akan diserahkan kepada masyarakat
Rumus Perhitungan :
∑ Lokasi Calon Penerima Hibah tahun n
e Makna Indikator :
Jumlah UPT dan UPTD yang diidentifikasi dan monev produksi benih yang dihasilkan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Kegiatan ini dalam rangka mengidentifikasi dan memonev UPT dan UPTD yang menghasilkan produksi benih ikan
Rumus Perhitungan :
∑ UPT dan UPTD yang menghasilkan produksi benih tahun n
f Makna Indikator :
Jumlah frekuensi monev yang dilaksanakan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
∑ Monev yang dilaksanakan tahun n
g Makna Indikator :
Jumlah peserta yang ikut dalam Forum BLM Ditjen Budidaya yang dilaksanakan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
∑ Peserta yang ikut Forum BLM Ditjen Budidaya tahun n
h Makna Indikator :
Jumlah frekuensi identifikasi dan monev pengelolaan pakan ikan yang dilaksanakan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
∑ Identifikasi dan monev yang dilaksanakan tahun n
i Makna Indikator :
Jumlah UPTD yang menerima paket bantuan pengembangan produksi benih yang diberikan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
∑ UPTD penerima paket bantuan pengembangan produksi benih tahun n Jumlah UPT dan UPTD Yang Diidentifikasi dan
Monev Produksi Benih Yang Dihasilkan
Jumlah Frekuensi Monev Kondisi Prasarana di Kawasan Perikanan Budidaya
Jumlah Peserta Yang Ikut Serta Dalam Forum BLM Ditjen Budidaya
Jumlah Frekuensi Identifikasi dan Monev Pengelolaan Pakan Ikan
Jumlah UPTD Yang Menerima Paket Bantuan Pengembangan Produksi Benih
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 a Makna Indikator : Bidang Pengembangan ─
Jumlah pembudidaya yang menerapkan CPIB yang dilaksanakan pada tahun berjalan Usaha Perikanan
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
∑pembudidaya yang menerapkan CPIB tahun n
b Makna Indikator :
Jumlah pembudidaya yang menerima sertifikat CBIB yang dilaksanakan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
∑ pembudidaya yang ikut pelatihan dan mendapatkan sertifikat CBIB tahun n
c Makna Indikator :
Jumlah pembudidaya yang kegiatan budidayanya dibina dan diawasi pada tahun berjalan. Kegiatan pembinaan dan pengawasan CBIB dilaksanakan dengan tujuan agar pembudidaya dapat memenuhi tata cara budidaya ikan yang baik dilahan usahanya.
Alasan Pemilihan :
CBIB (Cara Budidaya Ikan Yang Baik) adalah penerapan cara memelihara dan atau membesarkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol sehingga memberikan jaminan pangan dari pembudidayaan dengan memperhatikan sanitasi, pakan obat ikan dan bahan kimia serta bahan biologi.
Rumus Perhitungan :
∑ pembudidaya yang melaksanakan program CBIB tahun n
d Makna Indikator :
Pelatihan Pembenihan dilaksanakan dengan maksud untuk menerapkan standar sistem mutu perbenihan paling sederhana/dasar yang harus diterapkan oleh pembenih ikan dalam memproduksi benih ikan yang bermutu, dengan cara melakukan manajemen induk, pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva/benih dalam lingkungan yang terkontrol melalui penerapan teknologi yang memenui persyaratan SNI atau persyaratan teknis lainnya.
Alasan Pemilihan :
Benih merupakan faktor penting dalam pemeliharaan ikan. Benih harus tersedia dalam jumlah yang cukup,
berkualitas tinggi dan tepat waktu. Penggunaan benih berkualitas merupakan salah satu jaminan keberhasilan panen.
Rumus Perhitungan :
∑ peserta yang ikut pelatihan pembenihan bagi UPR tahun n
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2017
SEKSI TEKNOLOGI DAN INFORMASI
NO KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA SUMBER DATA
Melaksanakan Pengembangan Tekhnologi dan Penyebarluasan Informasi
Jumlah Pembudidaya Yang Dapat Menerapkan CPIB (Cara Pembenihan Ikan Yang Baik)
CPIB adalah cara mengembangbiakan ikan dengan cara melakukan manajemen induk, pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva/benih dalam lingkungan yang terkontrol, melalui penerapan teknologi yang memenuhi persyaratan biosecurity, mampu telusur dan keamanan pangan.
Jumlah Pembudidaya Yang Dapat di Bina Untuk disertifikasi CBIB (Cara Budidaya Ikan Yang Baik)
Penerapan CBIB merupakan salah satu upaya menciptakan ikan yang berkualitas. CBIB adalah penerapan cara memelihara dan atau membesarkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol sehingga memberikan jaminan pangan dan pembudidayaan dengan memperhatikan sanitasi, pakan obat ikan dan bahan kimia serta bahan biologi.
Jumlah Pembudidaya Bersertifikat CBIB Yang di Kab/Kota Yang Dapat di Monitoring
Jumlah Peserta Pelatihan Bagi UPR dan Petugas Yang Mendapatkan Sertifikat
Jumlah peserta yang mengikuti lomba masak ikan di tingkat provinsi yang dilaksanakan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Lomba masak ikan merupakan kegiatan dalam rangka meningkatkan program Gemar Makan Ikan
Rumus Perhitungan :
∑peserta yang ikut lomba masak ikan tahun n
f Makna Indikator :
Jumlah peserta yang ikut workshop pengolahan diversifikasi hasil olahan yang dilaksanakan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Workshop UKM pengolahan diversifikasi hasil olahan ikan merupakan kegiatan dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan di Kalimantan selatan
Rumus Perhitungan :
∑peserta yang ikut workshop tahun n
g Makna Indikator :
Jumlah peserta yang ikut bimtek diversifikasi ragam olahan yang dilaksanakan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Diversifikasi hasil olahan ikan merupakan kegiatan dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan di Kalimantan Selatan
Rumus Perhitungan :
∑peserta yang ikut bimtek diversifikasi ragam olahan tahun n
h Makna Indikator :
Jumlah laboratorium yang di monitoring pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
∑laboratorium yang di monitoring tahun n
i Makna Indikator :
Jumlah Kab/Kota yang dipantau kesehatan ikan dan prasarana produksinya pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
∑kab/kota yang dipantau kesehatan ikan dan prasarana produksinya tahun n Ikan Tingkat Provinsi
Jumlah Peserta Workshop Bagi UKM Pengolahan Diversifikasi Hasil Olahan Bersertifikat
Jumlah Peserta Bimtek Diversifikasi Ragam Olahan Yang Mendapatkan Sertifikat
Jumlah Laboratorium di Kab/Kota Yang Dapat di Monitoring
Penyakit ikan dan udang merupakan salah satu faktor pembatas terpenting dalam budidaya ikan dan udang, yang juga bisa mengancam kelestarian sumberdaya perikanan. Kejadian penyakit ditentukan oleh kesehatan ikan dan udang, adanya patogen serta lingkungan. Fungsi dari laboratorium adalah untuk menganalisa/mendiagnosa penyakit ikan dan udang, serta melakukan pengujian sample terhadap penyakit ikan dan udang
Jumlah Kab/Kota Yang Dipantau Kesehatan Ikan dan Prasarana Produksinya
Dalam pengelolaan ikan terdapat 2 (dua) kegiatan, yaitu (1) pencegahan penyakit; (2) kontrol (pengobatan) terhadap penyakit. Pencegahan penyakit dilakukan sebelum terjadi penyakit sedangkan kontrol terhadap penyakit dilakukan setelah ditemukan adanya penyakit pada tubuh ikan. Cara pencegahan lebih disarankan untuk dilakukan karena cara ini akan menekan biaya produksi yang harus dikeluarkan.
j Makna Indikator :
Jumlah kawasan budidaya yang di surveilan dan di monitoring penyakit ikannya pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
∑kawasan budidaya yang di survei dan di monitoring tahun n
k Makna Indikator :
Jumlah sample produksi perikanan yang diperiksa pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
∑sample yang diperiksa tahun n
Dalam pengelolaan ikan terdapat 2 (dua) kegiatan, yaitu (1) pencegahan penyakit; (2) kontrol (pengobatan) terhadap penyakit. Pencegahan penyakit dilakukan sebelum terjadi penyakit sedangkan kontrol terhadap penyakit dilakukan setelah ditemukan adanya penyakit pada tubuh ikan. Cara pencegahan lebih disarankan untuk dilakukan karena cara ini akan menekan biaya produksi yang harus dikeluarkan.
Jumlah Sample Produksi Perikanan Budidaya Yang Bebas Residu
Residu adalah segala sesuatu yang tertinggal, tersisa atau berperan sebagai kontaminan dalam suatu proses kimia tertentu. Residu dapat disamakan dengan ampas atau kotoran. Residu yang tertinggal pada produksi perikanan akan mengakibatkan penurunan mutu hasil perikanan, sehingga pengendalian terhadap residu ikan selalu menjadi hal utama yang dilakukan dalam menjaga mutu hasil perikanan.
Jumlah Kawasan Budidaya Yang di Surveilan dan di Monitoring Penyakit Ikannya
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 Meningkatkan Pengendalian Sumberdaya a Rasio Pelaku Usaha Yang Patuh Makna Indikator : Bidang PSDKP
Kelautan dan Perikanan Terhadap Sample Pelaku Usaha Yang Rasio pelaku usaha yang patuh merupakan perbandingan jumlah pelaku usaha yang patuh terhadap jumlah pelaku
Dipantau usaha yang dipantau.
Kepatuhan pelaku usaha kelautan dan perikanan adalah kepatuhan para pelaku usaha kelautan dan perikanan dalam memanfaatkan sumberdaya kelautan dan perikanan sesuai dengan perijinan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan.
Alasan Pemilihan :
Untuk mengetahui jumlah pelaku usaha yang patuh pada saat ini (pada tahun berjalan).
Rumus Perhitungan :
Rasio Pelaku Usaha Yang Patuh = ∑ Pelaku Usaha Yang Patuh : ∑ Pelaku Usaha Yang Dipantau
b Jumlah Kasus Illegal Fishing Yang Makna Indikator :
Dapat Ditangani Sampai Tahap Illegal Fishing merupakan kegiatan perikanan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dan Bidang PSDKP Penyidikan berakibat terhadap kerusakan sumberdaya kelautan dan perikanan. Dalam rangka mengeliminir hal tersebut, telah
dilakukan upaya razia dan penangkapan baik oleh aparatur maupun oleh masyarakat (POKMASWAS). Dalam proses selanjutnya adalah melakukan pemberkasan, penyidikan sampai dengan P21 oleh aparatur hukum yang berwenang
Alasan Pemilihan :
Sampai saat ini masih ada kasus-kasus illegal fishing yang belum tuntas penanganannya (P-21), yang berakibat si pelaku statusnya tidak jelas dan tetap berada dalam tahanan untuk itu perlu diselesaikan sehingga ada keputusan tetap
Rumus Perhitungan :
∑ Kasus Illegal Fishing Yang Ditangani Sampai Tahap Penyidikan
BIDANG PENGENDALIAN SUMBERDAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 Melaksanakan Peningkatan Sarana a Jumlah Sarana dan Prasarana Yang Makna Indikator : Bidang PSDKP ─
dan Prasarana Pengawasan Diserahkan Untuk Pokmaswas Jumlah sarana dan prasarana yang diserahkan untuk pokmaswas pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : a. Senter b. GPS c. Terompong d. Kamera Digital Rumus Perhitungan :
∑ Sarana dan prasarana yang diserahkan pada tahun berjalan
b Jumlah Speedboat Pengawasan 16 M Makna Indikator :
Yang Tersedia Sesuai Juknis Jumlah speedboat pengawasan 16 M yang tersedia sesuai juknis pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
∑ Speedboat yang tersedia pada tahun berjalan
c Jumlah Stiger Speedboat Pengawasan Makna Indikator :
16 M Yang Terbangun Sesuai Juknis Jumlah stiger speedboat pengawasan 16 M yang terbangun sesuai juknis pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Stiger speedboat adalah garasi speedboat.
Rumus Perhitungan :
∑ Stiger speedboat yang tersedia pada tahun berjalan
d Jumlah Sarana Publikasi Pengawasan Makna Indikator :
Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Jumlah sarana publikasi pengawasan yang tersedia pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Sarana publikasi pengawasan yang tersedia berupa : a. Kalender 500 buah
b. Leaflet 2.000 lembar c. Stiker 1.000 lembar d. Poster 500 lembar
Rumus Perhitungan :
∑ Sarana publikasi pengawasan yang tersedia pada tahun berjalan
Sarana dan prasarana pokmaswas yang diserahkan merupakan penunjang dalam rangka kegiatan operasi bersama yang dilaksanakan oleh tim gabungan dan melibatkan anggota pokmaswas. Sarana dan prasarana yang diserahkan untuk pokmaswas berupa :
Speedboat pengawasan yang tersedia merupakan sarana pengawasan dalam rangka menunjang kegiatan operasi bersama oleh tim gabungan.
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2017
SEKSI SARANA DAN PRASARANA PENGAWASAN
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Yang Berprestasi Jumlah penghargaan yang diberikan kepada Pokmaswas yang berprestasi pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
∑ Penghargaan yang diberikan kepada Pokmaswas pada tahun berjalan
f Jumlah Pokmaswas Yang Diverifikasi Makna Indikator : Calon Penerima Penghargaan
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
∑ Kelompok yang diverifikasi sebagai penerima penghargaan pada tahun berjalan
g Jumlah Papan Seruan Sebagai Media Makna Indikator :
Informasi di Masyarakat Jumlah papan seruan yang diserahkan kepada masyarakat pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
∑ Papan seruan yang diberikan kepada masyarakat pada tahun berjalan
h Jumlah Sarana dan Prasarana Pengawasan Makna Indikator :
Pokmaswas Yang di Monev Jumlah sarana dan prasarana pengawasan yang telah diberikan kepada Pokmaswas
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
∑ Pelaksanaan kegiatan monev pada tahun berjalan
i Jumlah Kartu Tanda Anggota Pokmaswas Makna Indikator :
Jumlah kartu anggota terhadap Pokmaswas yang diberikan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
∑ Kartu Tanda Anggota Pokmaswas pada tahun berjalan
Penghargaan kepada Pokmaswas merupakan penghargaan yang diberikan atas keberhasilan para anggota Pokmaswas dalam menjaga lingkungan mereka dari kegiatan-kegiatan illegal fishing dan kegiatan lainnya yang dapat merusak kelestarian lingkungan.
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka penilaian terhadap keaktifan anggota Pokmaswas dalam menjaga kelesatarian lingkungan dan menjaga lingkungannya dari kegiatan illegal fishing.
Penghargaan kepada Pokmaswas merupakan penghargaan yang diberikan atas keberhasilan para anggota Pokmaswas dalam menjaga lingkungan mereka dari kegiatan-kegiatan illegal fishing dan kegiatan lainnya yang dapat merusak kelestarian lingkungan.
Papan seruan merupakan salah satu alat publikasi untuk masyarakat. Dengan adanya papan seruan ini diharapkan dapat menurunkan kegiatan illegal fishing didaerah sekitarnya
Kegiatan monev sarana dan prasarana pengawasan merupakan kegiatan yang mengevaluasi terhadap sarana dan prasarana yang telah diberikan kepada Pokmaswas pada tahun sebelumnya. Kegiatan monev ini untuk melihat apakah sarana dan prasarana yang diberikan telah sesuai pemanfaatannya.
Kartu Anggota Pokmaswas merupakan kartu keanggotaan pokmaswas. Kartu ini dapat juga sebagai kartu pengenal bagi masing-masing individu, kartu ini merupakan kartu yang diberikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
j Jumlah Sarana Komunikasi Untuk Makna Indikator :
Pokmaswas Jumlah sarana komunikasi yang diberikan kepada Pokmaswas pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Sarana komunikasi untuk Pokmaswas berupa alat komunikasi, seperti : handphone 15 buah
Rumus Perhitungan :
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 Melaksanakan Pemantauan dan Pengawasan a Jumlah Hari Operasi Bersama Dengan Makna Indikator : Bidang PSDKP ─
Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Instansi Terkait Jumlah pelaksanaan hari operasi bersama yang dilaksanakan dengan instansi terkait.
Alasan Pemilihan :
Masih maraknya kegiatan illegal fishing yang dilakukan oleh nelayan, baik itu oleh nelayan setempat ataupun oleh nelayan luar, menyebabkan perlunya kegiatan operasi bersama dalam rangka mengelimir kegiatan illegal fishing di wilayah perairan Kalimantan Selatan. Kegiatan Operasi Bersama dengan instansi terkait dilaksanakan bersama dengan TNI AL, POL - AIR, POLSEK, PPNS Perikanan dan Petugas dari Dinas Kabupaten/Kota
Rumus Perhitungan :
∑ Pelaksanaan operasi bersama dengan instansi terkait pada tahun berjalan
b Jumlah Anggota Kelompok Masyarakat Makna Indikator :
Pengawas Yang Telah Dibina Kegiatan pembinaan kepada anggota Pokmaswas pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
∑ Anggota Pokmaswas yang telah dibina pada tahun berjalan
2 Melaksanakan Peran Serta Masyarakat c Jumlah Operasi Bersama Kapal Pengawas Makna Indikator :
Dalam Rangka Perlindungan Konservasi Pelaksanaan operasi bersama kapal pengawas yang dilaksanakan di perairan laut pada tahun berjalan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan
Alasan Pemilihan :
Masih maraknya kegiatan illegal fishing yang dilakukan oleh nelayan, baik itu oleh nelayan setempat ataupun oleh nelayan luar, menyebabkan perlunya kegiatan operasi bersama dalam rangka mengelimir kegiatan illegal fishing di wilayah perairan laut Kalimantan Selatan. Kegiatan Operasi Bersama Kapal Pengawas dilaksanakan bersama aparat terkait, antara lain TNI AL, POL - AIR, PPNS Perikanan dan Petugas dari Dinas Kabupaten/Kota
Rumus Perhitungan :
∑ Pelaksanaan Operasi Bersama Kapal Pengawas
d Jumlah Unit Usaha Budidaya Perikanan Makna Indikator : Yang Dipantau/Diawasi
Alasan Pemilihan :
a. Dokumen Perijinan Usaha Budidaya b. Lokasi Usaha Pembudidaya Ikan
c. Penggunaan Obat Ikan/Bahan Kimia/Bahan Biologis dan bahan lain, serta d. Penggunaan Pakan Ikan
Rumus Perhitungan :
∑ Unit usaha budidaya perikanan yang dipantau pada tahun berjalan
Pengawasan kegiatan usaha budidaya adalah salah satu sub sektor kegiatan pengawasan perikanan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Tahun 2009 Tentang Perikanan. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah diterapkannya usaha budidaya sesuai dengan izin dan peraturan perundang-undangan. Sasaran yang akan dicapai dari kegiatan ini adalah terwujudnya kesadaran pelaku usaha pembudidaya ikan terhadap peraturan perundang-undangan dan terwujudnya kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
NO
SEKSI PEMANTAUAN DAN PENGAWASAN SUMBERDAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Pembinaan pada anggota Pokmaswas bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota pokmaswas dan masyarakat nelayan dalam membantu petugas pengawsaan sumberdaya kelautan dan perikanan dalam pelaksanaan tugas di lapangan dan pokmaswas juga menjadi mitra polri.
Dalam rangka melindungi kelestarian sumberdaya ikan dan/atau meningkatkan mutu hasil budidaya ikan, maka diperlukan pengawasan insentif pada kegiatan usaha budidaya perikanan. Objek pengawasan budidaya yaitu :
e Jumlah Unit Usaha Pengolahan Hasil Makna Indikator : Perikanan Yang Dipantau/Diawasi
Alasan Pemilihan :
a. Dokumen Perijinan Usaha Pengolahan b. Lokasi Usaha Pengolahan
c. Penggunaan Bahan Tambahan
Rumus Perhitungan :
∑ Unit usaha pengolahan perikanan yang dipantau pada tahun berjalan
f Jumlah Lokasi Hutan Mangrove Yang Makna Indikator :
Dipantau/Diawasi Kegiatan pemantauan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan dilaksanakan pada kawasan mangrove.
Alasan Pemilihan :
Sumberdaya kelautan dan perikanan merupakan salah satu potensi yang cukup menjanjikan dalam mendukung tingkat perekonomian masyarakat terutama masyarakat nelayan. Namun sebagai konsekwensinya sumberdaya perikanan yang berbasis perairan yang merupakan milik bersama dan terbuka untuk umum menyebabkan pemanfaatannya cenderung melebihi daya dukung sumberdaya.
Rumus Perhitungan :
∑ Lokasi hutan mangrove yang dipantau/diawasi pada tahun berjalan
g Jumlah Lokasi Kawasan Terumbu Karang Makna Indikator :
Yang Dipantau/Diawasi Kegiatan pemantauan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan dilaksanakan pada kawasan terumbu karang
Alasan Pemilihan :
Sumberdaya kelautan dan perikanan merupakan salah satu potensi yang cukup menjanjikan dalam mendukung tingkat perekonomian masyarakat terutama masyarakat nelayan. Namun sebagai konsekwensinya sumberdaya perikanan yang berbasis perairan yang merupakan milik bersama dan terbuka untuk umum menyebabkan pemanfaatannya cenderung melebihi daya dukung sumberdaya.
Rumus Perhitungan :
∑ Lokasi kawasan terumbu karang yang dipantau/diawasi pada tahun berjalan
h Jumlah Petugas Pemantauan dan Pengawasan Makna Indikator :
SDKP Yang Meningkat Kemampuan Teknisnya Peningjkatan kemampuan teknis petugas dalam pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
∑ Petugas yang meningkat kemampuan teknisnya
i Jumlah Petugas Yang Dapat Menerapkan Makna Indikator :
Pengawsaan SDKP ─
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
∑ Petugas yang menerapkan pengawasan sdkp
Pengawasan kegiatan usaha pengolahan adalah salah satu sub sektor kegiatan pengawasan perikanan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Tahun 2009 Tentang Perikanan. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah diterapkannya usaha pengolahan sesuai dengan izin dan peraturan perundang-undangan. Sasaran yang akan dicapai dari kegiatan ini adalah terwujudnya kesadaran pelaku usaha pengolahan ikan terhadap peraturan perundang-undangan.
Unit Pengolahan Ikan adalah tempat yang digunakan untuk mengolah hasil perikanan, baik yang dimiliki oleh perorangan atau badan hukum. Objek pengawasan pengolahan yaitu :
Dalam Temu Pokmaswas Kabupaten/Kota Temu POKMASWAS merupakan wadah pertemuan bagi para anggota pokmaswas dalam memberikan informasi dan berbagi pengalaman dalam menghadapi permasalahan-permasalahan di lapangan.
Alasan Pemilihan :
POKMASWAS adalah sekelompok masyarakat yang melakukan pengawasan terhadap berlangsungnya pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan.
Tugas POKMASWAS hanyalah mengamati atau memantau (melihat dan mendengar) kegiatan perikanan dan pemanfaatan lingkungannya yang ada didaerahnya, kemudian melaporkan adanya dugaan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan perikanan atau dugaan tindak pidana dibidang perikanan kepada Pengawas Perikanan atau aparat penegak hukum.
Rumus Perhitungan :
∑ Peserta yang ikut Temu Pokmaswas
k Jumlah Razia/Patroli Yang Dilaksanakan Makna Indikator :
Bersama Dengan Aparat dan Pokmaswas Pelaksanaan razia/patroli bersama yang dilaksanakan pada perairan umum dan di perairan laut pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Masih maraknya kegiatan illegal fishing yang dilakukan oleh nelayan, menyebabkan perlunya kegiatan razia/patroli bersama dalam rangka mengelimir kegiatan illegal fishing di wilayah perairan Kalimantan Selatan. Kegiatan razia/ patroli bersama dilaksanakan bersama-sama dengan Instansi terkait lainnya seperti TNI AL, POL - AIR, PPNS dan Petugas dari Dinas Kabupaten/Kota
Rumus Perhitungan :
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 Melaksanakan Penanganan Pelanggaran dan a Jumlah Peserta Sosialisasi Yang Dapat Makna Indikator : Bidang PSDKP ─
Penegakan Hukum Menerapkan Penanganan Pelanggaran Penanganan Pelanggaran merupakan upaya pencegahan terhadap timbulnya semua faktor penyebab pelanggaran dibidang perikanan. Dalam UU No. 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan pada pasal 67 bahwa masyarakat dapat diikutsertakan dalam membantu pengawasan perikanan. Pokmaswas memiliki peranan sebagai kepanjangan tangan dan mitra petugas pengawas perikanan/PPNS dan sebagai sumber informasi dini terjadinya pelanggaran/tindak pidana perikanan.
Alasan Pemilihan :
Sosialisasi ini merupakan upaya untuk memfasilitasi dan membina POKMASWAS untuk mengetahui dasar-dasar hukum didalam pengeloaan sumberdaya kelautan dan perikanan
Rumus Perhitungan :
Jumlah peserta yang ikut sosialisasi penanganan pelanggaran untuk pokmaswas
b Jumlah Peserta Sosialisasi Yang Dapat Makna Indikator :
Menerapkan Peraturan Perundang- Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Perikanan adalah kegiatan yang dilaksanakan sebagai Undangan Serta Melaksanakan Kegiatan kebutuhan untuk memberikan segala bentuk informasi peraturan dan perundang-undangan di bidang perikanan. Usaha Sesuai Peraturan
Perundang-Undangan Perikanan Alasan Pemilihan :
Masih maraknya kegiatan illegal fishing yang dilakukan oleh masyarakat menyebabkan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan melaksanakan kegiatan sosialisasi undang-undang dibidang perikanan ke berbagai daerah di kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Selain itu juga tujuan dari sosialisasi ini adalah menyebar luaskan Undang-Undang No 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan.
Rumus Perhitungan :
Jumlah peserta yang ikut sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang perikanan
c Jumlah Peserta Sosialisasi Yang Dapat Makna Indikator :
Mengetahui Sanksi Terhadap Pengrusakan Kerusakan lingkungan sangat berdampak pada kehidupan manusia dimana akan menghasilkan bencana pada saat Lingkungan Hidup ini dan pada masa yang akan datang. Kerusakan lingkungan adalah akibat dari ulah manusia dan akibat dari alam.
Alasan Pemilihan :
Sosialisasi ini diberikan dalam rangka meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat dalam pencegahan pengrusakan lingkungan hidup di wilayah pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan.
Rumus Perhitungan :
Jumlah peserta yang ikut sosialisasi pengrusakan lingkungan hidup
d Jumlah Peserta Yang Berpartisipasi Pada Makna Indikator : Forum Koordinasi Penanganan Tindak
Pidana Perikanan Bagi Aparatur Yang Dapat Menindaklanjuti Hasil Kegiatan Yang Diikutinya
Forum Koordinasi Penanganan Tindak Pidana Perikanan merupakan amanat Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan (pasal 73 ayat 3). Forum Koordinasi merupakan salah satu media atau saran untuk melakukan koordinasi dalam penanganan tindak pidana di bidang perikanan, penyamaan persepsi dan keterpaduan gerak dan langkah dalam pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum di bidang kelautan dan perikanan
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2017
SEKSI PENANGANAN PELANGGARAN DAN PENEGAKAN HUKUM
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Rumus Perhitungan :
Jumlah peserta yang ikut pada forum koordinasi pada tahun berjalan
e Jumlah Peserta Yang Berpartisipasi Pada Makna Indikator : Temu Teknis PPNS dan Pengawas
Perikanan Bagi Aparatur Yang Dapat Menindaklanjuti Hasil Kegiatan Yang
Diikutinya Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
Jumlah peserta yang ikut pada temu teknis PPNS dan pengawas perikanan pada tahun berjalan
f Jumlah Aparatur Yang Mampu Menjalin Makna Indikator : Kerjasama Teknis Serta Menyelesaikan ─
Tindak Pidana Perikanan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan : ─
g Jumlah Aparatur Pengawas PSDKP Yang Makna Indikator : Menjalin Kerjasama dan Meningkat ─
Kemampuan Teknisnya
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan : ─
h Jumlah Tindak Pidana Kelautan dan Makna Indikator :
Perikanan Yang Berhasil Disidik Jumlah tindak pidana yang disidik pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan :
Tindak pidana adalah suatu perbuatan yang dilakukan manusia yang dapat bertanggung jawab yang mana perbuatan tersebut dilarang atau diperintahkan atau dibolehkan oleh undang-undang hukum pidana yang diberi sanksi pidana
Rumus Perhitungan : ∑ Tindak Pidana Yang Disidik
i Jumlah Konflik Nelayan Yang Dapat Makna Indikator :
Difasilitasi Penanganannya Jumlah penanganan konflik antar nelayan yang terfasilitasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan
Tujuan dari Forum Koordinasi adalah untuk memperlancar komunikasi serta tukar menukar data, informasi dan hal-hal lain yang diperlukan dalam rangka efektifitas dan efisiensi penanganan dan/atau penyelesaian tindak pidana di bidang perikanan secara terpadu, yang dimaksudkan dalam rangka optimalisasi penanganan dan keberhasilan proses hukum perkara di bidang perikanan melalui wadah kerjasama antar aparat penegak hukum. Anggota Tim Forum Koordinasi adalah dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Perikanan Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan, POLRI, TNI-AL, Kejaksaan Negeri, dan instansi terkait lainnya.
Temu Teknis PPNS dan Pengawas Perikanan merupakan pertemuan untuk menyatukan persepsi dan keseragaman pola tindak PPNS Perikanan dalam melakukan proses penyidikan tindak pidana perikanan.
Dengan adanya kegiatan Temu Teknis PPNS dan Pengawas Perikanan ini diharapkan penanganan dan penyelesaian tindak pidana perikanan dapat dilaksanakan secara cepat, singkat dan tepat dan juga diharapkan PPNS Perikanan dapat menjadi PPNS yang profesional, handal dan dapat dibanggakan
Alasan Pemilihan :
Konflik nelayan terjadi diantara kelompok nelayan yang menggunakan sumberdaya alam dengan menggunakan alat tangkap yang sesuai dengan undang-undang dengan kelompok nelayan yang menggunakan sumberdaya alam dengan menggunakan alat tangkap yang dilarang/tidak sesuai dengan undang-undang.
Rumus Perhitungan :
∑ Penanganan Konflik Antar Nelayan Yang Terfasilitasi
j Jumlah Data Pemetaan Tindak Pidana Makna Indikator :
Perikanan Yang Dapat Terinventarisasi Jumlah data tindak pidana perikanan yang terinventarisasi pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 Meningkatkan Pengelolaan Ruang a Makna Indikator : Bidang Pengelolaan Laporan Statistik
Laut Kawasan mangrove merupakan salah satu ekosistem laut yang berdampak penting pada kelestarian plasma nuftah sumberdaya Ruang Laut perikanan, karena merupakan tempat pemijahan, berlindung dan food area bagi ikan-ikan muda. Untuk itu perlu ditingkatkan
kawasan ekosistem mangrove pada setiap tahun.
Alasan Pemilihan :
Vegetasi mangrove relatif berkurang yang dikarenakan oleh penebangan, pembukaan lahan usaha baru maupun pemukiman. Dikhawatirkan mangrove akan semakin berkurang dan berdampak negatif terhadap kelestarian sumberdaya ikan (plasma nuftah), abrasi dan menurunnya kemampuan menahan banjir/gelombang laut
Rumus Perhitungan :
Jumlah luas kawasan mangrove yang direhabilitasi pada tahun berjalan
b Makna Indikator : Bidang Pengelolaan Laporan Statistik
Terumbu karang merupakan salah satu komponen utama sumberdaya pesisir dan laut, disamping hutan bakau (mangrove) dan Ruang Laut padang lamun. Manfaat terumbu karang adalah sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang
pangan, dan juga sebagai penahan abrasi pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut, serta sebagai sumber keanekaragaman hayati
Alasan Pemilihan :
Degridasi kawasan terumbu karang yang dikarenakan oleh penurunan kualitas air, eksploitasi karang maupun perusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Hal ini dikhawatirkan merusak sumberdaya ikan dan lingkungan
Rumus Perhitungan :
Jumlah luas kawasan terumbu karang yang direhabilitasi pada tahun berjalan Jumlah Luasan Kawasan
Rehabilitasi Mangrove Kritis per Tahun
Jumlah Luasan Kawasan Rehabilitasi Terumbu Karang Kritis per Tahun
BIDANG PENGELOLAAN RUANG LAUT
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 a Makna Indikator : Bidang Pengelolaan ─
Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik Ruang Laut maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman.
Alasan Pemilihan :
Minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat yang berada didaerah pesisir menyebabkan kurangnya pemahaman akan bahaya dari bencana alam. Bencana alam yang terjadi didaerah pesisir antara lain adalah bencana tsunami dan bencana banjir.
Rumus Perhitungan :
Jumlah peserta yang ikut sosialisasi mitigasi bencana Melaksanakan Pemberdayaan
Masyarakat Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
Jumlah Peserta Yang Dapat Menerapkan Hasil Dari Sosialisasi Mitigasi Bencana
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2017
SEKSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 a Makna Indikator : Bidang Pengelolaan ─
Ruang Laut
Alasan Pemilihan :
Penanaman bibit mangrove merupakan salah satu cara untuk menahan abrasi dan meningkatkan kemampuan dalam menahan banjir/gelombang laut. Selain itu juga penanaman bibit mangrove merupakan salah satu upaya dalam merehabilitasi kawasan hutan mangrove yang telah kritis.
Rumus Perhitungan :
Jumlah bibit mangrove yang ditanam
b Makna Indikator :
Transplantasi terumbu karang mempunyai pengertian sebagai salah satu teknik pelestarian (rehabilitasi) terumbu karang yang semakin terdegradasi dengan teknik pencangkokan. Tujuan transplantasi pada dasarnya adalah untuk pelestarian ekosistem terumbu karang.
Alasan Pemilihan :
Transplantasi terumbu karang berperan dalam mempercepat regenerasi terumbu karang yang telah rusak, atau untuk membangun daerah terumbu karang yang baru yang sebelumnya tidak karang menjadi ada.
Rumus Perhitungan :
∑ Transplantasi Terumbu Karang Buatan
c Makna Indikator :
Bimbingan teknis penanaman mangrove pada dasarnya adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya mangrove bagi ekosistem disekitar pesisir pantai.
Alasan Pemilihan :
Kerusakan hutan mangrove yang terjadi banyak diakibatkan karena pembukaan lahan hutan mangrove menjadi tambak ataupun alih fungsi lainnya, pemanfaatan hutan mangove tanpa mengindahkan kaidah pelestarian dan beberapa faktor lainnya. Namun yang terpenting untuk mengatasi kerusakan yang terjadi adalah selain melakukan penanaman juga membentuk perilaku masyarakat yang sadar akan lingkungan.
Rumus Perhitungan :
Jumlah peserta yang ikut bimtek penanaman mangrove Jumlah Peserta Bimtek Yang Dapat
Menerapkan Tentang Penanaman Mangrove
Melaksanakan Penataan dan Pemanfaatan Ruang Laut
Jumlah Mangrove Yang Telah Ditanam Pada Lahan Kritis Sesuai Ketentuan
Jumlah Transplantasi Terumbu Karang Yang Telah Ditanam Sesuai Ketentuan
Hutan mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis dan sub tropis yang didominasi beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur. Mangrove memberikan banyak manfaat baik secara tidak langsung maupun secara langsung kepada kehidupan manusia. Manfaatnya antara lain sebagai peredam gelombang dan angin badai, melindungi dan memberi nutrisi, pemasok larva ikan, udang dan biota lainnya.
SEKSI PENATAAN DAN PEMANFAATAN RUANG LAUT
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
d Makna Indikator :
Bimbingan teknis terumbu karang pada dasarnya adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya terumbu karang bagi ekosistem laut.
Alasan Pemilihan :
Terumbu karang merupakan ekosistem laut dangkal trofis yang paling kompleks dan produktif. Terumbu karang juga merupakan ekosistem yang rentan terhadap perubahan lingkungan. Fungsi dan manfaat terumbu karang adalah sebagai pelindung ekositem pantai dan sebagai rumah bagi banyak jenis makhluk hidup dilaut
Rumus Perhitungan :
Jumlah peserta yang ikut bimtek transplantasi terumbu karang
e Makna Indikator :
Alasan Pemilihan :
Rumus Perhitungan :
Jumlah masyarakat pesisir yang dapat menerapkan tentang rehabilitasi terumbu karang dan mangrove.
f Makna Indikator :
Jumlah dokumen RZWP3K yang dihasilkan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan : ∑ Jumlah dokumen RZWP3K
g Makna Indikator :
Jumlah dokumen RanPerda RZWP3K yang dihasilkan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
∑ Jumlah dokumen RanPerda RZWP3K
h Makna Indikator :
Jumlah dokumen final KLHS yang dihasilkan pada tahun berjalan
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan : ∑ Jumlah dokumen final KLHS
Mangrove dan terumbu karang memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Terumbu karang bukan sekedar menjadi tempat hidup dan berkembang biota laut belaka, namun juga mempunyai fungsi dan peran yang tidak bisa diremehkan bagi lingkungan secara keseluruhan dan bagi kehidupan manusia, begitu juga dengan mangrove. Mangrove juga mempunyai fungsi dan peran yang tidak bisa diremehkan bagi lingkungan dan manusia.
Jumlah Dokumen Final RZWP3K Provinsi Kalimantan Selatan
Jumlah RanPerda RZWP3K Provinsi Kalimantan Selatan
Jumlah Dokumen Final KLHS Provinsi Kalimantan Selatan Jumlah Peserta Bimtek Yang Dapat Menerapkan Tentang Transplantasi Terumbu Karang
Jumlah Masyarakat Pesisir Yang Dapat Menerapkan Tentang Rehabilitasi Terumbu Karang dan Kawasan Mangrove
Rehabilitasi mangrove adalah dengan penanaman kembali mangrove yang telah mengalami kerusakan di kawasan hutan mangrove tersebut
Rehabilitasi terumbu karang adalah dengan melakukan transplantasi terumbu karang, dapat dengan pencangkokan atau pemotongan karang hidup yang selanjutnya ditanam ditempat lain yang mengalami kerusakan.
PENJELASAN PENANGGUNG
(Makna Indikator, Alasan Pemilihan dan Rumus Perhitungan) JAWAB
1 a Makna Indikator : Bidang Pengelolaan ─
Jumlah dokumen tahapan RZWP3K yang dapat disusun pada tahun berjalan Ruang Laut
Alasan Pemilihan : ─
Rumus Perhitungan :
∑ Jumlah dokumen tahapan RZWP3K Melaksanakan Konservasi Ekosistem
Laut
Jumlah Dokumen Tahapan RZWP3K Yang Dapat Disusun