10
Universitas Kristen Petra
4.1 Alur Kerja Perusahaan
PT. XYZ memproduksi pipa gas menggunakan sistem make to order.
Perusahaan akan membuat produk sesuai dengan pesanan konsumen. Konsumen menelpon untuk memesan barang kepada marketing/pemilik perusahaan kemudian bagian marketing akan melakukan negosiasi harga dengan pemilik perusahaan. Jika harga yang diberikan atasan cocok dengan konsumen, maka langkah selanjutnya pesanan tersebut akan dibawa ke bagian PPIC. PPIC akan memeriksa ketersediaan bahan baku pita untuk membuat produk tersebut. Jika bahan baku pita tersedia maka akan dilakukan penjadwalan untuk memproduksi jenis pipa tersebut langsung. Hal ini bertujuan agar pihak konsumen bisa diberikan kepastian, kapan barang pesanan dapat diambil.Apabila bahan baku pita tidak tersedia maka PPIC akan memeriksa ketersediaan bahan baku coil. Bahan bakucoil yang tidak tersedia akan dilangsung dibeli oleh perusahaan. Pengiriman coil tersebut biasanya akan datang sekitar 4-5 hari dari waktu PPIC memesan kepada supplier. Jika coil yang diminta telah tersedia, maka dapat dilakukan pembuatan pita terlebih dahulu sesuai dengan ukuran pesanan.
Bahan baku pita yang telah dihasilkan akan diproses menjadi pipa (finished goods).
Produk yang telah dihasilkan akan dibawa ke gudang dan selanjutnya akan dikirim ke konsumen melalui truk kecil atau besar.
4.2 Proses Produksi
PT. XYZ adalah perusahaan yang memproduksi pipa gas. Perusahaan berproduksi selama 6 hari dalam 1 minggu, untuk lebih jelasnya dapat dilihat di Tabel 4.1 yang memperlihatkan susunan pembagian jadwal kerja di area produksi.
11
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.1. Susunan Pembagian Jadwal Kerja Area Produksi Shift Jam
Masuk
Jam Pulang
Durasi Istirahat
Jumlah Pekerja
Jumlah Mesin
Hari Kerja
1 07.30 17.00 1 47 4
Senin-Sabtu
2 17.00 02.30 1 44 4
Produk pipa yang dihasilkan PT. XYZ ada beberapa jenis ukuran dan ketebalan. Namun, proses dan lama waktu produksi untuk semua variasi produk tidak berbeda. Proses produksi pipa di PT. XYZ meliputi slittingdan milling. Proses awal dari produksi pipa gas adalah slitting,dimana bahan bakucoil yang ditempatkan padamesin slitting akan dibuka dari gulungannya. Coil yang telah terbukaakan menuju leveler lalu menuju pisau slitting yang akan dipotong sesuai dengan ukuran pesanan. Langkah selanjutnya adalah coil yang sudah dipotong akan diarahkan ke tension roll untuk diberi tekanan. Hasil dari tension roll tersebut adalah gulungan rol pita, gulungan rol pita akan diarahkan ke tempat penyimpanan material. Gulungan rol pita kemudian diangkut menggunakan crane menuju mesin mill untuk diproses lebih lanjut.
PT. XYZ mempunyai 4 buah mesin mill dan setiap mesinnya dibutuhkan 6 operator untuk menjalankannya, yang bisa dilihat di Gambar 4.1 dan Gambar 4.2 dibawah. Mesin ini dibagi atas beberapa bagian yaitu uncoiler, forming, welding, cooling, cutting dan meja pelempar.Jalannya pita pertama kali ditempatkan di tempat rol. Pita akan digerakkan oleh roda yang akan jalan menuju rol pembentukan dimana pita akan dibentuk menjadi pipa sesuai dengan ukuran yang dipesan. Rol tersebut terdiri dari roll stand vertical break down, roll stand horizontal, dan roll stand finpass.
Pembentukan pita menuju bentuk pipa tersebut akan menyebabkan rongga kecil, dimana rongga tersebut akan dilas memakai mesin. Pengelasan yang dilakukan menimbulkan tonjolan kecil, sehingga diperlukan pembubutan. Proses pembubutan akan membuat pipa menjadi panas, sehingga pipa diarahkan ke bagian
12
Universitas Kristen Petra
dengan pesanan (panjang pipa standart adalah 6 meter).
Gambar 4.1 Mesin Sliter
Gambar 4.2 Mesin Mill P2
Proses akhir dari mesin mill yaitu meja pelempar, dimana pipa tersebut akan dijadikan 1 batch yang akhirnya akan dibawa ke tempat penyimpanan. Tempat penyimpanan disini hanya bersifat sementara. Bersifat sementara disebabkan tempat
13
Universitas Kristen Petra
yang tidak terlalu besar dan produk yang telah jadi biasanya akan langsung dikirim ke konsumen memakai truk kecil ataupun besar. Di area P1, produk langsung dikirim melalui truk kecil, sedangkan produk dari mesin mill P2, P3 dan P4 akan melewati conveyor dan akan diangkut oleh crane menuju gudang sementara yang dioperasikan khusus crane sendiri. Operator crane juga bertugas di bagian pemuatan barang dari gudang sementara ke truk.
Pihak mandor lapangan mempunyai tugas mengawasi jalannya proses produksi, mengontrol kinerja karyawan dan menyerahkan laporan perincian hasil produksi ke kantor setiap pagi harinya. Tujuannya agar bisa mengetahui kendala- kendala apa yang muncul saat proses produksi berjalan dan bisa menyesuaikan jalannya produksi sesuai dengan rencana.
4.3 Identifikasi Masalah yang Terjadi di Lapangan
Langkah pertama adalah mendefinisikan atau menentukan masalah. Selama melakukan penelitian di PT. XYZ, masalah utama di area produksi adalah jumlah hasil produksi lebih kecil daripada nilai kapasitas mesin yang tersedia.Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah mengumpulkan data-data yang diperlukan.
4.4 Pengamatan dan Pengambilan Data di Lapangan
Langkah kedua adalah mengukur seberapa besar tingkat permasalahan yang terjadi.Pengukuran tersebut dilakukan di area produksi dan melakukan pengambilan data kapasitas mesin dan dataoutput produksi. Pengukuran tersebut dilakukan agar dapat melihat faktor-faktor apa saja yang dapat ditingkatkan melalui proses perbaikan.Data kapasitas produksi pada Tabel 4.2 memperlihatkan kapasitas produksi yang dapat dibuat oleh tiap mesinnya secara teoritis.Nilai kapasitas mesin yang dihasilkan oleh tiap mesin dapat dilihat di Gambar 4.3 dan Lampiran 2.Nilai kapasitas setiap mesin mempunyai nilai yang berbeda-beda.
14
Universitas Kristen Petra
Mesin Kecepatanrata-rata Jam Kerja Efektif (Tidak termasuk waktu istirahat dan waktu setup mesin mill)
Kapasitas/hari
P 1 38,2 meter/menit 16 jam 6112 batang
P 2 34,4 meter/menit 16 jam 5504 batang
P 3 44,8 meter/menit 16 jam 7168 batang
P 4 30,0 meter/menit 16 jam 4800 batang
Total Kapasitas/Hari 23584 batang
Gambar 4.3 Pengaturan Kecepatan di Mesin Mill P1
Tabel 4.3 dibawah memperlihatkan laporan output produksi tiap hari dari tanggal 3 Januari - 28 Febuari beserta nilai produktivitas yang dihasilkan tiap mesin.
Berikut adalah laporan output produksi Bulan Januari (Laporan output produksi Bulan Februari lihat di Lampiran):
15
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.3Output Produksi Mesin MillBulan Januari 2013 No. Hasil Produksi
Mesin Mill P1
Hasil Produksi Mesin MillP2
Hasil Produksi Mesin MillP3
Hasil Produksi Mesin Mill P4
Jumlah
Penggantian Roll
Keterangan
1 5480 4109 5350 4150 P1 = Ganti Ukuran
Rol 1x
P2 = Ganti Ukuran Rol 4x
P3 = Ganti Ukuran Rol 6x
P4 = Ganti Ukuran Rol 3x
Ganti rol terlalu lama
Pita tidak tersedia di lantai produksi Ganti rol terlalu lama
Pita tidak tersedia di lantai produksi
2 4300 3560 5150 3329 P1 = Ganti Ukuran
Rol 2x
P2 = Ganti Ukuran Rol 3x
P3 = Ganti Ukuran Rol 5x
P4 = Ganti Ukuran Rol 4x
PLN PADAM 15.00-18.30
16
Universitas Kristen Petra
3 5150 4004 5680 4341 P1 = Ganti Ukuran
Rol 2x
P2 = Ganti Ukuran Rol 4x
P3 = Ganti Ukuran Rol 4x
P4 = Ganti Ukuran Rol 3x
Ganti rol terlalu lama Pita tidak tersedia di lantai produksi Ganti rol terlalu lama danpita tidak tersedia di lantai produksi Ganti rol terlalu lama
4 5415 3940 5890 4140 P1 = Ganti Ukuran
Rol 1x
P2 = Ganti Ukuran Rol 3x
P3 = Ganti Ukuran Rol 3x
P4 = Ganti Ukuran Rol 3x
Ganti rol terlalu lama
Setting ulang mesin karena SRP baru Ganti rol terlalu lama danpita tidak tersedia di lantai produksi Ganti rol terlalu lama
17
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.3 Output Produksi Mesin Mill (lanjutan)
5 5400 4059 5370 3941 P1 = Ganti Ukuran
Rol 1x
P2 = Ganti Ukuran Rol 4x
P3 = Ganti Ukuran Rol 5x
P4 =Ganti Ukuran Rol 4x
Ganti rol terlalu lama Ganti rol terlalu lama danpita tidak tersedia di lantai produksi Ganti rol terlalu lama Pita tidak tersedia di lantai produksi
6 5145 3854 5898 4058 P1 = Ganti Ukuran
Rol 2x
P2 = Ganti Ukuran Rol 5x
P3 = Ganti Ukuran Rol 3x
P4 =Ganti Ukuran Rol 4x
Ganti rol terlalu lama Ganti rol terlalu lama Pita tidak tersedia di lantai produksi Operator tidak masuk
18
Universitas Kristen Petra
7 5445 4010 5240 3990 P1 = Ganti Ukuran
Rol 1x
P2 = Ganti Ukuran Rol 4x
P3 = Ganti Ukuran Rol 4x
P4 = Ganti Ukuran Rol 4x
Ganti rol terlalu lama
Ganti rol terlalu lama
Setting ulang mesin karena SRP baru
Ganti rol terlalu lama
8 5405 3590 5258 3769 P1 = Ganti Ukuran
Rol 1x
P2 = Ganti Ukuran Rol 5x
P3 = Ganti Ukuran Rol 4x
P4 = Ganti Ukuran Rol 5x
Ganti rol terlalu lama
Operator tidak masuk
Tandon air bocor tadi malam Pita tidak tersedia di lantai produksi
19
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.3 Output Produksi Mesin Mill (lanjutan)
9 5340 3795 5849 3925 P1 = Ganti Ukuran
Rol 1x
P2 = Ganti Ukuran Rol 4x
P3 = Ganti Ukuran Rol 3x
P4 =Ganti Ukuran Rol 2x
Ganti rol terlalu lama
Ganti rol terlalu lama dan pita tidak tersedia di lantai produksi
Ganti rol terlalu lama
Setting ulang mesin karena SRP baru
10 5331 4111 5221 3910 P1 = Ganti Ukuran
Rol 1x
P2 = Ganti Ukuran Rol 4x
P3 = Ganti Ukuran Rol 5x
P4 = Ganti Ukuran Rol 4x
Ganti rol terlalu lama
Ganti rol terlalu lama
Ukuran produk sering salah Ganti rol terlalu lama
20
Universitas Kristen Petra
11 5405 3840 5518 3850 P1 = Ganti Ukuran Rol
1x
P2 = Ganti Ukuran Rol 4x
P3 = Ganti Ukuran Rol 4x
P4 = Ganti Ukuran Rol 3x
Ganti rol terlalu lama
Pita tidak tersedia di lantai produksi Ganti rol terlalu lama dan pita tidak tersedia di lantai produksi Setting ulang mesin karena SRP baru
12 5101 3651 4902 3681 P1 = Ganti Ukuran Rol
2x
P2 = Ganti Ukuran Rol 5x
P3 = Ganti Ukuran Rol 7x
P4 = Ganti Ukuran Rol 5x
Ganti rol terlalu lama
Ganti rol terlalu lama danpita tidak tersedia di lantai produksi
Ganti rol terlalu lama dan pita tidak tersedia di lantai produksi
Ganti rol terlalu lama dan pita tidak tersedia di lantai produksi
21
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.3 Output Produksi Mesin Mill (lanjutan)
13 5342 3841 5470 3700 P1 = Ganti Ukuran
Rol 1x
P2 = Ganti Ukuran Rol 5x
P3 = Ganti Ukuran Rol 3x
P4 = Ganti Ukuran Rol 4x
Ganti rol terlalu lama
Ganti rol terlalu lama
Setting ulang mesin karena SRP baru
Setting ulang mesin karena SRP baru
14 5380 3917 5419 3566 P1 = Ganti Ukuran
Rol 1x
P2 = Ganti Ukuran Rol 4x
P3 = Ganti Ukuran Rol 5x
P4 = Ganti Ukuran Rol 3x
Ganti rol terlalu lama
Ganti rol terlalu lama
Ganti rol terlalu lama
Kecepatan aneh dari sore-malam
22
Universitas Kristen Petra
15 3940 3139 4531 3010 P1 = Ganti Ukuran
Rol 1x
P2 = Ganti Ukuran Rol 2x
P3 = Ganti Ukuran Rol 2x
P4 = Ganti Ukuran Rol 3x
Perbaikan mesin dari pagi-siang Perbaikan mesin dari pagi-siang Perbaikan mesin dari pagi-siang Perbaikan mesin dari pagi-siang
16 5400 3850 3914 3831 P1 = Ganti Ukuran
Rol 1x
P2 = Ganti Ukuran Rol 4x
P3 = Ganti Ukuran Rol 5x
P4 = Ganti Ukuran Rol 4x
Ganti rol terlalu lama
Ganti rol terlalu lama dan pita tidak tersedia di lantai produksi Komputer error dan operator kesusahan Setting ulang mesin karena SRP baru
23
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.3 Output Produksi Mesin Mill (lanjutan)
17 5010 3745 5317 3410 P1 = Ganti Ukuran
Rol 2x
P2 = Ganti Ukuran Rol 5x
P3 = Ganti Ukuran Rol 5x
P4 = Ganti Ukuran Rol 7x
Ganti rol welding Ganti rol terlalu lama
Ganti rol terlalu lama dan pita tidak tersedia di lantai produksi Ganti rol terlalu lama
18 5125 4665 5400 3645 P1 = Ganti Ukuran
Rol 2x
P2 = Ganti Ukuran Rol 4x
P3 = Ganti Ukuran Rol 5x
P4 = Ganti Rol Ukuran 6x
Ganti rol terlalu lama
Pita tidak tersedia di lantai produksi Ganti rol terlalu lama
Ganti rol terlalu lama danpita tidak tersedia di lantai produksi
24
Universitas Kristen Petra
19 5350 3795 5005 3721 P1 = Ganti Ukuran
Rol 1x
P2 = Ganti Ukuran Rol 4x
P3 = Ganti Ukuran Rol 5x
P4 = Ganti Ukuran Rol 4x
Ganti rol terlalu lama
Setting ulang mesin karena SRP baru
Setting ulang mesin karena SRP baru
Operator tidak masuk
20 5350 3761 5439 4113 P1 = Ganti Ukuran
Rol 1x
P2 = Ganti Ukuran Rol 4x
P3 = Ganti Ukuran Rol 5x
P4 = Ganti Ukuran Rol 3x
Ganti rol terlalu lama
Setting ulang mesin karena SRP baru
Ganti rol terlalu lama
Ganti rol terlalu lama
25
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.3 Output Produksi Mesin Mill (lanjutan)
21 4741 3824 5020 3690 P1 = Ganti Ukuran
Rol 1x
P2 = Ganti Ukuran Rol 3x
P3 = Ganti Ukuran Rol 6x
P4 =Ganti Ukuran Rol 6x
Perbaikan gergaji jam 09.00-10.45 Meja pelempar rusak
Pita tidak tersedia di lantai produksi Ganti rol terlalu lama
22 5055 3552 5280 3515 P1 = Ganti Ukuran
Rol 2x
P2 = Ganti Ukuran Rol 4x
P3 = Ganti Ukuran Rol 5x
P4 =Ganti Ukuran Rol 6x
Ganti rol terlalu lama
Setting ulang mesin karena SRP baru
Ganti rol terlalu lamadan pita tidak tersedia di lantai produksi
Ukuran masih salah
26
Universitas Kristen Petra
23 5022 3821 5314 3825 P1 = Ganti Ukuran
Rol 2x
P2 = Ganti Ukuran Rol 5x
P3 = Ganti Ukuran Rol 5x
P4 =Ganti Ukuran Rol 5x
Ganti rol terlalu lama
Ganti rol terlalu lama
Ganti rol terlalu lama
Ganti rol terlalu lama
24 4915 3799 4244 3630 P1 = Ganti Ukuran
Rol 2x
P2 = Ganti Ukuran Rol 4x
P3 = Ganti Ukuran Rol 3x
P4 = Ganti Ukuran Rol 6x
Operator tidak masuk
Ganti rol terlalu lama dan pita tidak tersedia di lantai produksi Perbaikan
welding dari pagi- siang (3jam) Ganti rol terlalu lama
27
Universitas Kristen Petra
Melalui Tabel 4.3 dan lampiran output produksi, diketahui bahwa jumlah hasil produsi tiap mesin mill mempunyai hasil yang berbeda. Mesinmill P1 menghasilkan output sejumlah 244321, P2 menghasilkan 181989, P3 menghasilkan 249545 dan P4 menghasilkan 177978. Jumlah output produksi tersebut akan dibagi dengan kapasitas tiap mesin mill guna mendapatkan nilai utilitas mesin yang dapat dilihat di Tabel 4.4.
Tabel 4.4 Data Utilitas Mesin Mill
Mesin Kapasitas Total Output Produksi Utilitas Mesin
P1 6112 244321 0,83279
P2 5504 181989 0,68885
P3 7168 249545 0,72529
P4 4800 177978 0,72447
Rata-rata = 0,754
28
Universitas Kristen Petra
mesin paling rendah adalah 0,68 dan paling tinggi 0,83 yang mempunyai rata-rata sebesar 0,754. Utilitas mesin yang bernilai 0,754 mengindikasikan bahwa mesin bekerja tidak begitu optimal, sehingga diharapkan dapat mengalami peningkatan yang bagus sebesar nilai utilitas mesin P1. Semakin meningkatnya nilai utilitas mesin akan meningkatkan output produksi. Meningkatnya utilitas mesin memerlukan kehadiran operator guna menjalankan proses produksi yang dilakukan mesin mill. Operator akan melakukan kegiatan pergantian rol, memperbaiki mesin, pengukuran hasil output dan melakukan inspeksi mesin.
Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai utilitas mesin adalah waktu pergantian rol, ketidak tersediaan bahan baku pita di lantai produksi, dan timbulnya pengaturan ulang mesin mill karena munculnya SRP baru. Melalui Tabel 4.3 diatas diketahui beberapa keterangan yang membuat hasil produksi tidak maksimal. Berdasarkan keterangan yang ada, maka akan dilakukan pengukuran tiap-tiap permasalahannya.
Masalah pergantian rol mempunyai persentase tertinggi yaitu sebesar 87,6% diikuti sering timbulnya pergantian produk secara mendadak sebesar 8,46% dan permasalahan pita habis sebesar 3,89%.Persentase tiap permasalahan yang dominan muncul akan disajikan dalam bentuk pie chart yang ada pada Gambar 4.4.
Gambar 4.4 Data Persentase Hilangnya Waktu Produksi Akibat Faktor Dominan 87,6391659 %
3,8913838 %
8,4694504 %
1 2 3
Persentase akibat faktor diketahui
1.Pergantian Rol Lama
2.Material Pita Habis
3.Surat Rencana Produksi Baru
29
Universitas Kristen Petra
Gambar 4.4 menunjukkan bahwa faktor pergantian rol yang sering muncul didalam proses produksi berlangsung. Pergantian rol perlu dilakukan jikasurat rencana produksi yang diberikan telah selesai dikerjakan. Beberapa aktivitas dan waktu yang perlu dalam pergantian rol dapat dilihat pada Tabel 4.5.
Tabel 4.5 Data Kegiatan Pergantian Rol
Aktivitas Yang Dilakukan Waktu Rata-rata (detik) Operator Memberhentikan Mesin
2,50 Operator a dan d Inspeksi Mesin
323,23 Operator b dan c Menuju Tempat Rol
4,20 Operator b dan c Mengambil Rol yang
Dibutuhkan
57,13 Operator b dan c Meletakkan di Mesin
7,28 Operator b dan c Menuju Tempat Peralatan
3,09 Operator b dan c Mengambil Kunci Inggris
2,35 Operator b dan c Menuju ke Mesin
2,23 Operator b dan c Membongkar Rol Lama
548,25 Operator b dan c Memasang Rol Baru
1485,2 Operator b dan c Menghidupkan Mesin
3,71 Operator a dan d Menguji Output
28,9 Operator e dan f Mengembalikan Peralatan
4,41 Operator b dan c Mengembalikan Rol
44,49 Operator b dan c Total Waktu
2517,05
Aktivitas kegiatan pergantian rol memerlukan total waktu rata-rata sebanyak 2.517,05 detik atau 41,95 menit. Waktu yang dibutuhkan untuk mengganti 1 kali rol merupakan 4,11% dari waktu jam efektif kerja setiap harinya. Di lantai produksi, pergantian rol dapat terjadi rata-rata 5 kali setiap harinya atau 20,5% dari keseluruhan waktu jam efektif kerja. Dengan kata lain, waktu yang terbuang untuk mengganti rol sehari sebesar 209,75 menit. Waktu yang terbuang dapat dibilang cukup tinggi,
30
Universitas Kristen Petra
lebih mendalam dan perlu dilakukan perbaikan.
Faktor lainnya yang mempengaruhi adalah munculnya surat rencana produksi baru secara mendadak. Definisi surat rencana produksi baru mendadak adalah disaat waktu proses produksi berlangsung mengerjakan produk yang sesuai jadwal timbul pesanan produk baru secara mendadak yang dikirim dari PPIC. Pesanan produk baru tersebut timbul akibat PPIC salah menjadwalkan ataupun konsumen meminta pesanannya agar dikerjakan lebih dahulu. Surat rencana produksi yang muncul mendadak akan secara langsung membuat kinerja mesin mill berhenti, dikarenakan operator akan melakukan pengaturan ulang mesin mill. Hal ini dapat terjadi di mesin mill P2, P3 dan P4 dikarenakan mesin mill P1 dikhususkan untuk mengerjakan pesanan sesuai jadwal.
Permasalahan munculnya surat rencana produksi baru secara mendadak terjadi 14 kali selama 2 bulan yang dapat dilihat di Tabel 4.3. Faktor ini dapat menyebabkan kegiatan proses produksi terhenti dan diperlukan pengaturan ulang mesin mill. Data waktu yang dibutuhkan jika terjadi surat rencana produksi dapat dilihat di Tabel 4.6.
Tabel 4.6 Data Waktu yang Dibutuhkan untuk Mengatur Ulang Mesin Mill No. Waktu Yang
Dibutuhkan
No. Waktu Yang Dibutuhkan
No. Waktu Yang Dibutuhkan
1 85,16 menit 6 87,22 menit 11 85,33 menit
2 86,41 menit 7 76,42 menit 12 86,54 menit
3 86,33 menit 8 86,32 menit 13 91,06 menit
4 85,12 menit 9 87,51 menit 14 86,76 menit
5 77,62 menit 10 89,44 menit Rata-rata = 85,51 menit
31
Universitas Kristen Petra
Terhentinya proses produksi tersebut membutuhkan waktu rata- ratasebesar85,51 menit.Waktu yang dibutuhkan untuk mengatur ulang mesin millmerupakan 8,38% dari waktu jam efektif kerja setiap harinya. Waktu yang terbuang cukup berpengaruh namun tidak seberapa banyak dengan waktu yang dibutuhkan saat pergantian rol.
Faktor terakhir adalah material pita habis. Definisinya adalah mesin tidak bisa mengalami proses produksi disebabkan material pita untuk memproduksi pipa habis.
Kehabisan tersebut timbul dikarenakan material pita diposisikan secara vertikal keatas dan disusun secara memanjang ke belakang. Posisi dan susunan seperti itu menyebabkan operator mengalami kesusahan untuk mengambil pita di lokasi tempat material pita. Data waktu yang dibutuhkan operator untuk mengambil material pita dapat dilihat di Tabel 4.7.
Tabel 4.7 Data Waktu Pengambilan Pita Mesin
P2
Waktu Yang Dibutuhkan
Mesin P3
Waktu Yang Dibutuhkan
Mesin P4
Waktu Yang Dibutuhkan
1 5,61 menit 1 7,81 menit 1 5,42 menit
2 6,14 menit 2 6,42 menit 2 7,33 menit
3 6,67 menit 3 6,14 menit 3 6,21 menit
4 5,12 menit 4 7,23 menit 4 6,24 menit
5 7,15 menit 5 5,57 menit 5 6,51 menit
6 6,17 menit 6 5,62 menit 6 6,33 menit
7 6,26 menit 7 5,71 menit 7 7,14 menit
8 5,78 menit 8 5,62 menit 8 7,21 menit
9 7,13 menit 9 7,31 menit 9 7,17 menit
32
Universitas Kristen Petra
10 7,12 menit 10 6,45 menit 10 5,61 menit
11 6,42 menit 11 6,21 menit 11 6,24 menit
12 6,30 menit 12 6,46 menit 12 6,41 menit
13 6,53 menit 13 6,54 menit 13 7,11 menit
14 5,63 menit 14 7,02 menit 14 7,15 menit
15 7,21 menit 15 6,58 menit 15 6,71 menit
Rata-rata = 6,574 menit Rata-rata = 6,574 menit Rata-rata = 6,574 menit
Melalui data diatas diketahui waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk mengambil material pita. Waktu mesin mill P2 kehilangan waktu rata-rata sebesar 6,376 menit, mesin mill P3 kehilangan waktu rata-rata sebesar 6,574 dan mesin mill P4 kehilangan waktu rata-rata sebesar 6,586 setiap kali pengambilan pita. Hal ini tidak terjadi di mesin mill P1 dikarenakan letak mesin mill P1 berdekatan dengan tempat pita khusus untuk P1 sendiri, karena mesin mill 1 difokuskan bekerja dengan produk ukuran yang tetap dan jumlah yang banyak.Waktu yang dibutuhkan untuk mengambil pitamerupakan 0,63% dari waktu jam efektif kerja setiap harinya. Waktu yang terbuang mempunyai nilai yang kecil namun cukup berpengaruh dalam hasil output produksi mesin mill.
4.5 Faktor Penyebab Lamanya Pergantian Rol
Pergantian waktu rol yang lama merupakan penyebab mesin mill P1 hingga P4 tidak bekerja secara optimal. Selama 17 jam kerja banyak waktu yang hilang akibat kegiatan pergantian rol, dimana operator melakukan pergantian rol setiap kali ada perubahan ukuran produk.
33
Universitas Kristen Petra PERGANTIAN ROL
LAMA MAN
ENVIRONMENT METHOD
Tidak Dibantu Operator Lain Banyak
Gerakan Tidak Perlu Suara
Lingkungan Kerja Bising
Tidak Bergerak Dengan Cepat
Operator Mempunyai Tugas Masing-masing Tidak Ada Standar
Operasi Prosedur Effort Operator Tidak
Maksimal
Gambar 4.5Fishbone Diagram Pergantian Rol lama
Permasalahan pergantian rol tersebut diakibatkan ada faktor yang mempengaruhinya yaitu method, man dan environmentyang dapat dilihat di Gambar 4.5 diatas. Proses pergantian rol meliputi pemeriksaan keadaan mesin, mengambil peralatan, membongkar rol yang lama, memasang rol yang baru dan menguji hasil output yang dapat dilihat di Tabel 4.5. Pada faktor method, cara melakukan pergantian rol tidak mempunyai intstruksi kerja dan tidak dilengkapi dengan batasan waktu, yang menyebabkan kinerja operator dalam melakukan pergantian rol tidak dapat bekerja dengan tepat waktu dan memakan waktu yang lama.Kesalahan lainnya di metode kerja dikarenakan operator pergantian hanya bekerja dengan 2 orang saja dalam melakukan kegiatan tersebut. Pada waktu proses pergantian rol terdapat 2 orang lain yang mengalami idle time dan tidak membantu dalam proses pergantian rol, karena 2 orang tersebut mempunyai tugas sebagai pengatur finished goods. Jika 2 orang tersebut diperbantukan dalam proses kegiatan pergantian rol diharapkan dapat mempercepat waktu kegiatan.
34
Universitas Kristen Petra
pekerjaan berlangsung.Kondisi lingkungan kerja di area produksi sangat bising karena suara yang ditumbulkan dari mesin mill dan mesin potong.Suara yang ditimbulkan oleh mesin tersebut terdengar operator di area produksi.Operator tidak nyaman dalam melakukan kegiatan kerjanya, karena operator tidak dilengkapi oleh alat peredam suara. Alat peredam suara ini sengaja tidak diberikan oleh perusahaan agar komunikasi antara operator tidak terhambat.
Faktor berikutnya adalah operator yang tidak melakukan pekerjaannya dengan cepat.Operator tidak melakukan kegiatannya dengan cepat dikarenakan effort operator kondisi yang sekarang menunjukkan usaha operator dalam melakukan kegiatan pergantian rol tidak maksimal.Operator sering mengalami idle time dan untuk menunjukkannya dilakukan work sampling. Pertama, memilih satu operator di tiap mesinnya untuk diuji kinerjanya. Kedua, menentukan berapa kali melakukan pengamatan dan mencatat kegiatan apa yang dilakukan operator disaat waktu pengamatan. Hasil dari work sampling bisa dilihat diTabel 4.8 dan Lampiran 3.
35
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.8 Work Sampling Data
Ke-
KEGIATAN P1 KEGIATAN P2 KEGIATAN P3 KEGIATAN P4 1 Mengontrol
jalannya mesin
Melakukan setup awal
mesin
Mengontrol jalannya mesin
Melakukan Setup Roll 2 Melakukan setup
awal mesin
Menganggur Mengontrol jalannya mesin
Mengontrol jalannya mesin 3 Menganggur Istirahat Melakukan Setup
Roll
Menganggur 4 Menganggur Mengontrol
jalannya mesin
Melakukan Setup Roll
Melakukan Setup Roll 5 Melakukan
Setup Roll
Istirahat Mengontrol jalannya mesin
Melakukan setup awal mesin
6 Melakukan setup awal mesin
Menganggur Menganggur Melakukan setup roll 7 Melakukan setup
awal mesin
Menganggur Melakukan Setup Roll
Menganggur
8 Mengontrol jalannya mesin
Menganggur Melakukan Setup Roll
Mengontrol jalannya mesin 9 Melakukan setup
awal mesin
Melakukan setup awal
mesin
Melakukan Setup Roll
Menganggur
10 Melakukan setup awal mesin
Melakukan setup awal
mesin
Melakukan setup awal mesin
Istirahat
11 Menganggur Mengontrol jalannya mesin
Mengontrol jalannya mesin
Menganggur
36
Universitas Kristen Petra 12 Melakukan setup
awal mesin
Melakukan setup awal
mesin
Menganggur Menganggur
13 Melakukan Setup Roll
Mengontrol jalannya mesin
Istirahat Mengontrol jalannya mesin 14 Melakukan setup
awal mesin
Mengontrol jalannya mesin
Mengontrol jalannya mesin
Menganggur
15 Mengontrol jalannya mesin
Melakukan setup awal
mesin
Menganggur Istirahat
16 Menganggur Mengontrol jalannya mesin
Melakukan Setup Roll
Istirahat
17 Menganggur Menganggur Melakukan Setup Roll
Menganggur 18 Melakukan setup
awal mesin
Mengontrol jalannya mesin
Mengontrol jalannya mesin
Melakukan setup awal mesin 19 Menganggur Menganggur Melakukan setup
awal mesin
Mengontrol jalannya mesin 20 Melakukan Setup
Roll
Melakukan setup awal
mesin
Menganggur Melakukan setup awal mesin 21 Melakukan Setup
Roll
Menganggur Melakukan Setup Roll
Mengontrol jalannya mesin
22 Istirahat Melakukan
Setup Roll
Mengontrol jalannya mesin
Melakukan Setup Roll
37
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.8 Work Sampling(lanjutan) 23 Mengontrol
jalannya mesin
Menganggur Istirahat Mengontrol jalannya mesin 24 Melakukan Setup
Roll
Melakukan Setup Roll
Menganggur Mengontrol jalannya mesin 25 Menganggur Mengontrol
jalannya mesin
Mengontrol jalannya mesin
Istirahat
26 Mengontrol jalannya mesin
Melakukan Setup Roll
Mengontrol jalannya mesin
Melakukan Setup Roll 27 Melakukan setup
awal mesin
Melakukan setup awal
mesin
Istirahat Menganggur
28 Menganggur Menganggur Melakukan setup awal mesin
Menganggur
29 Menganggur Istirahat Mengontrol
jalannya mesin
Mengontrol jalannya mesin 30 Mengontrol
jalannya mesin
Menganggur Melakukan Setup Roll
Menganggur
Pengamatan dilakukan selama 4 hari dengan operator yang sama tiap mesinnya. Data pengamatan sebanyak 120 buah dikatakan cukup dengan menggunakan tingkat ketelitian di operator mesin P1 sebesar 13,6%, mesin P2 sebesar 14%, mesin P3 sebesar 13,7% dan mesin P4 sebesar 13,69%. Melalui Tabel 4.8 diatas dapat diketahui beberapa kegiatan yang dilakukan oleh para operator.
Kegiatan tersebut akan dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu value added activities, non value added activities dan required non value added activities.Value added activites terdiri dari kegiatan melakukan setup rol. Non added activities terdiri dari menganggur, istirahat dan operator belum datang. Required non value added
38
Universitas Kristen Petra
mesin. Hasil dari ringkasan work sampling dapat dilihat di Tabel 4.9.
Tabel 4.9 Persentase Produktif
Kategori Operator
P1
Operator P2
Operator P3
Operator P4 Value Added Activities
(produktif)
22 30 42 36
Non Value Added Activities 40 37 34 38
Required Non Value Added Activities (produktif)
58 53 44 46
Total Produktif 80 83 86 82
Total Pengamatan 120 120 120 120
Persentase Produktif 80/120=
66,67%
83/120=
69%
86/120=
71,7%
82/120=
68,3%
Hasil dari Tabel 4.9 menunjukkan bahwa kategori value added activities dan required non value added avtivities merupakan kegiatan yang produktif. Nilai persentase produktif yang mempunyai kisaran 66,67%-71,7% disebabkan karena operator sering melakukan kegiatan yang tidak berproduktif.
Melalui analisa yang telah dilakukan terjadi permasalahan yang perlu diperbaiki. Permasalahan tersebut adalah pergantian rol yang lama akibat tidak ada instruksi kerja dan kurangnya jumlahnya operator. Kedua penyebab itu akan diberikan usulan perbaikan yang berguna untuk mengurangi waktu kerja yang terbuang.
39
Universitas Kristen Petra
4.6 Usulan Perbaikan
Dilihat dari data-data yang sudah terkumpul diatas diketahui jika output produksi lebih rendah dibandingkan nilai kapasitas mesin yang tersedia, karena itulah diperlukan usulan perbaikan terhadap beberapa masalah yang timbul. Usulan perbaikan yang dilakukan adalah dengan cara memperbaiki metode kerja dan manusianya.
Di dalam penelitian ini, permasalahan pergantian rol yang lama akan diberikan beberapa usulan perbaikan yang diharapkan dapat meningkatkan output produksi. Beberapa usulan yang diberikan untuk menyikapi permasalahan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Permasalahan di metode kerja saat operator melakukan pergantian rol dengan melakukan perbaikan di aliran proses pekerjaan. Diperlukan instruksi kerja yang membuat kinerja pergantian rol lama dan memasang rol baru memakan waktu lebih sedikit.Berikut adalah usulan perbaikan dengan instruksi kerja.
- Mengambil rol yang dibutuhkan
- Mengambil kunci inggris dan peralatan lain yang dibutuhkan
- Operator diharuskan menggunakan tangan kiri dan tangan kanan secara seimbang disaat melakukan pembongkaran rol lama dan pemasangan rol baru - Operator diharuskan bekerja dengan niat yang sungguh dan meningkatkan
keseriusan dalam bekerja
- Operator tidak diperbolehkan melakukan kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan pergantian rol sehingga tidak menyebabkan lamanya proses pergantian rol
2. Melakukan pembelajaran kepada 2 orang yang mengatur finished goods tersebut tentang bagaimana cara melakukan pergantian rol yang lama dan pemasangan rol yang baru. Dilakukan pembelajaran ini dikarenakan operator tersebut kegiatan pergantian rol lama dan pemasangan rol baru tidak menganggu aktivitas operator saat melakukan pengaturan finished goods. Disaat melakukan pergantian rol otomatis bagian finished goods tidak akan bekerja dikarenakan tidak adanya produk yang jadi. Kegiatan ini juga tergolong mudah dilakukan, sehingga memungkinkan
40
Universitas Kristen Petra
dilakukan maka asumsinya adalah kegiatan pergantian rol dapat lebih cepat sekitar 55-65% daripada waktu yang sebelumnya. Estimasi waktu yang dihasilkan dapat dilihat di Tabel 4.10.
Tabel 4.10 Usulan Perbaikan di Kegiatan Pergantian Rol Aktivitas Yang Dilakukan Estimasi Waktu Operator Memberhentikan Mesin
2,50 Operator a dan d Inspeksi Mesin
323,23 Operator b dan c Menuju Tempat Rol
4,20 Operator b dan c Mengambil Rol yang
Dibutuhkan
57,13 Operator b dan c Meletakkan di Mesin
7,28 Operator b dan c Menuju Tempat Peralatan
3,09 Operator b dan c Mengambil Kunci Inggris
2,35 Operator b dan c Menuju ke Mesin
2,23 Operator b dan c Membongkar Rol Lama
249,9 Operator b,c,e dan f Memasang Rol Baru
654,48 Operator b, c, e dan f Menghidupkan Mesin
3,71 Operator a dan d Menguji Output
28,9 Operator e dan f Mengembalikan Peralatan
4,41 Operator b dan c Mengembalikan Rol
44,49 Operator b dan c Total Waktu
1383,49
Selepas dari permasalahan itu, ada juga beberapa usulan yang diberikan :
Pada saat jam istirahat mesin tetap dijalankan dengan tetap adanya pengawasan.
Sebagian orang istirahat dan sebagian orang masih tetap berada di area produksi yang akan bergantian istirahatnya. Usulan ini diharapkan berguna untuk mengurangi waktu proses setup awal mesin dan mesin tetap bisa berproduksi. Jika hal tersebut dilakukan maka asumsinya adalah persentase naiknya output produksi sebesar 6,25%.
41
Universitas Kristen Petra
Hasil tersebut setara dengan output produksi di P1 bertambah 382 batang, output produksi di P2 bertambah 344 batang, output produksi di P3 bertambah 448, dan output produksi di P4 bertambah 300 batang. Asumsi tersebut didapat karena mesin dapat bekerja lebih lama 1 jam akibat jam istirahat yang dipakai untuk produksi dan 30 menit untuk waktu setup mesin terbuang.