Analisa Kuantitatif Secara
Gravimetri
Syarat :
Gravimetri
1. Metode pengendapan
Sampel 0,500 gram % Berat Ba2+?
Reaksi Kimia
(Pengendapan) Ba(aq)
2+ +SO
4=(aq) → BaSO4(s)
Berlebih Penyaringan H2O(l) ; SO4=
(aq);
Pemanasan/pembakaran BaSO4(s) → BaO(s)+ SO3(g) Penimbangan Residu
0,204 g BaO(s)
Rumus Perhitungan % Berat
% Berat Barium dalam Sampel =
Ar. Ba Berat akhir zat x 100%
Mr.BaO Berat sampel
%Ba= 137,36g x 0,204g x 100% = 36,4% 153,36g 0,500g
2. Metode penguapan
Metode Penguapan Langsung Contoh:
Cupl.xH2O + Mg(ClO4)2 → Mg(ClO4)2xH2O +Cupl
509 gram zat hidros ↑ wadah 936 gram kopis
Perhitungan
CO2 dalam karb dan Bikarb ada, tidak terpengaruh dalam penentuan berat H2O ini. Mengapa?
Gas CO2 gunakan air kapur/air barit.
% H2O dalam Cupl = 126g x 100%= 24,75
509g
Jumlah mol H2O = 126g x mol = 7 mol
18g
Contoh lain :
Cuplikan 0,5000g diasamkan, besi
dioksidasi menjadi besi (III), endapannya sebagai Fe(OH)3. Setelah dibakar berat
Fe2O3 adalah 0,2478g. Hitung % berat FeO dalam Cuplikan!
Jawab :
Metode Penguapan tidak Langsung Contoh: CuSO4 xH2O(s) CuSO4(s) + xH2O(g)
0,500g 0,42g …g?
Senyawa Massa Mr Mol
CuSO4 xH2O 0,496475g 198,59g/mol 2,5.10-3
CuSO4 0,406475g 162,59g/mol 2,5.10-3
H2O 0,090000g 18g/mol 5.10-3
xH2O 5.10-3/2,5.10-3
= 2
Rumus Cuplikan = CuSO
4 2H2O
H=1 O=16
Contoh lain:
2KNO3(s) + SiO2 K2SiO3 + N2O5(g)
2NaCl(s) + H2SO4pekat Na2SO4(s) + 2HCl(g)
Penentuan berat zat dalam campurannya: Misal
a: berat NaCl + KCl (diketahui)
b: berat AgCl setelah pengendapan (diketahui) x: berat NaCl (tidak diketahui)
y: berat KCl (tidak diketahui)
Soal:
1. Suatu sampel 1,000g mengandung asam
oksalat. Kemudian oksalat itu direaksikan
dengan CaCl2, sehingga terjadi endapan
Kalsium oksalat. Setelah disaring, dicuci
Tabel Faktor Gravimetrik/Kimia
Bentuk endapan(Penyebut) Analit Faktor Kimia
BaSO4 SO4 SO4/BaSO4
AgCl Ag2O Ag2O/2AgCl
AgCl NaCl NaCl/AgCl
Mg2P2O7 MgO 2MgO/Mg2P2O7
Mg2P2O7 P2O5 P2O5/Mg2P2O7
CaC2O4 CaO CaO/CaC2O4
CaC2O4 CO2 2CO2/CaC2O4
Fe2O3 Fe3O4 2Fe3O4/3Fe2O3
PbCrO4 PbO PbO / PbCrO4
Analisis Titrimetri
Titrimetri
Zat baku primer
Titran baku
Larutan Analit
Titrasi
Buret
Titik ekivalen sulit diketahui maka perlu indikator
titik akhir titrasi
Elektrometri
Voltametri
Potensiometri
Kolometri
Volumetri
Cari satuan 1 lusin, 1 kodi, 1 gross, 1 mol bilangan avogadro
1 barel = 158,99 liter
Trimetri
Asam basa
Pengendapan tugas cari contoh lengkap Redoks
Pengkompleksan
Syarat Zat baku Primer:
1. Kemurnian tinggi/tersedia metoda kemurniannya 2. Stabil di udara
3. Tidak berhidrat
4. Murah dan mudah didapatkan 5. Mudah melarut
Zat Baku primer (sangat sedikit shg muncul zat baku sekunder)
Stabil di udara
Kemurnian tinggi dan tersedia metode penentuan kemurnian
Tidak berair kristal
Mr tidak besar
Mudah didapat dengan harga murah
Mudah larut dalam medium titrasi
Zat Baku Sekunder
Stabil
Bereaksi cepat dengan analit
Bereaksi dengan sempurna (titik akhir titrasi baik)
Penentuan Konsentrasi larutan Baku
1. Langsung
timbang teliti zat baku primer/sekunder Larutkan dalam vol. ttt, pakai labu takar Pemindahan secara kuantitatif
2. Tidak langsung
Analit dititrasi dengan larutan baku
Soal:
1. Jelaskan cara pembuatan 0,1 M larutan Na2CO3 (Mr=105,99) 5,0L dari
zat baku primer? Jawab:
Jumlah mol Na2CO3= M x volume
= 0,1 mol x 5,0L L
mol = Massa/Mr
= 0,5 mol x 105,99gram Na2CO3
1 mol Na2CO3
= 53,00g
Asam Basa
2. Diperlukan tepat 50 ml larutan HCl untuk menetralkan 29,71 ml Ba(OH)2 0,0196 M. Berapakah moralitas HCl itu?
Jawab:
2HCl(aq) + Ba(OH)2(aq) → BaCl2(aq)+ 2H2O (l)
1 mol 2 mol
2 mol HCl 1 mol Ba(OH)2
2 x 0,0196 molar 0,0196 molar
2 x 0,0196 mol/L 0,0196 mol/L
Kurva Titrasi Penetralan hubungan pH terhadap mL NaOH 50mL HCl 0,0500M dititrasi dengan NaOH 0,1000M
Reaksi : HCl + NaOH NaCl + H2O
Kurva Titrasi Penetralan Hubungan pH dan mL NH4OH
2 50 5 55 50mLx0,4M=20mmol
2x20mmol=40mmol H+ sisa
39,5 mmol
5mLx0,1M=0,5mmol OH
-habis
3 50 10 60 50mLx0,4M=20mmol
2x20mmol=40mmol
39mmol H+sisa
10mLx0,1M=1 mmol OH
-habis
4 50 18 68 50mLx0,4M=20mmol
2x20mmol=40mmol
38,2mmol H+sisa
18mLx0,1M=1,8mmol OH
-habis
5 50 400 450 50mLx0,4M=20mmol
2x20mmo=40mmol H+ habis
400mLx0,1M=40mmol OH
-habis
6 50 420 470 50mLx0,4M=20mmol
2x20mmol=40mmol
H+sisa habis
420mLx0,1M=42mmol OH
No Jumlah (NH4)2SO4
2 0,25 mmol 0,5 mmol -Log 39,5/55
3 0,5 mmol 1 mmol -Log 39/60
4 0,9 mmol 1,8 mmol -Log 38,2/68
No Campuran Kondisi Rumus pH/pOH
pOH kelebihan BK pOH =-logOH pH = 7 (garam)
pH kelebihan AK pH =-log H pOH= -logKb+log g (buffer) b
pH= 7+1/2 logKb-1/2loga (garam)
7
pH= -logKa+log g/a (buffer) pOH kelebihan BK
pH= -1/2 log Ka-1/2log a pOH= -1/2l og Kb-1/2 log b
Contoh Zat Baku Primer
1. Asam : KHC8H4O4 (Kalium Hidrogen
Ftalat)
HSO3NH2 (Asam Sulfonat)
KH(IO3)2 (Kalium Hidrogen Iodat)
2. Basa : Na2CO3
(CH2OH)3CNH2
NaOH distandarisasi oleh Kalium Hidrogen Ftalat. NaOH + KHC8H4O4 → C8H4O2= + H2O + K+ +
Na+
T. Ekivalen pada pH ± 9
Mr KHC8H4O4= 204,22g/mol
Indikator pp atau Tymol Biru
Buku: Introduction of Analytical Chemistry Oleh George H. Shenk et.al
Cara Menstandarisasi Larutan NaOH
1. ± 50g NaOH + 50mL air suling dalam Beker gelas, setelah dingin, dipindahkan ke botol plastik, dibiarkan 1 minggu agar Na2CO3
mengendap, dan dapat dipisahkan
2. Ambil 1 liter air suling, didihkan 5 menit untuk menghilangkan gas CO2 yang larut, dinginkan
sampai 40oC lalu dipindahkan ke botol plastik,
masukkan 7mL larutan NaOH tadi ke dalam air ini (untuk membuat ± 0,1 NaOH)
Distandarisasi
3. Keringkan 0,8---0,9g. KH-ftalat dalam botol timbang pada 110oC selama 2 jam, biarkan
Pindahkan secara kuantitatif ke dalam 3 gelas kimia, lalu ditambah air suling
masing masing 50mL, hangatkan agar cepat melarut, lalu pindahkan larutan itu secara kuantitatif ke dalam 3 gelas ukur 250mL
4. Tambahkan 3 selas indikator pp ke dalam larutan KHC8H4O4 yang pertama, kedua,
Standarisasi HCl
HCl dapat distandarisasi oleh larutan NaOH yang telah diketahui molaritasnya(standarisasi tidak langsung).
HCl dapat pula distandarisasi dengan Na2CO3
(baku primer) (standarisasi langsung) tetapi titik akhir titrasi tidak tajam
Na2CO3 + HCl → H2CO3 + NaCl
Jika digunakan indikator metil merah titik akhir titrasi tajam bila larutan itu dititrasi sambil
dipanaskan agar H2CO3 semuanya
Penurunan Rumus pH garam dari Asam Lemah dan Basa Kuat
CH3COONa → CH3COO- + Na+
CH3COO- + H2O →kh CH3COOH + OH
-kh = [CH3COOH] [OH-] x [H+ ] = Kw = [OH-] 2
[CH3COOH-] [H+ ] Ka [CH3COOH-]
[CH3COOH-]= [garam]
[OH-] 2 = Kw [garam]
Ka
pOH = ½ pKa + 7 – log [garam]
Penurunan Rumus pH (Hidrolisis) garam dari Asam-Basa Lemah
NH4CH3COO NH4+ + CH3COO
-NH4+ + CH3COO- Kh NH4OH + CH3COOH
1-α 1-α α α Kh = α2 = α2 α = √Kh
(1-α)2 1
Kh = [NH4OH].[CH3COOH] x [H+][OH-] =
[NH4+].[CH3COO-] [H+][OH-]
CH3COOH ↔ CH3COO- + H+
Ka =([H+][1-α])/α
[H+] =(Ka.α)/[1-α]
[H+] =Ka.α
[H+] =Ka √Kh
[H+] =Ka √(Kw/[Ka.Kb])
= √([Ka.Kw]/Kb)
pH = 1/2logKa - 1/2logKw + 1/2logKb
pH Garam yang berasal dari asam lemah + Basa lemah
Jika asam lemah banyak, basa lemah dikit Dihitung pH sisa asam lemah
Jika asam lemah dikit, basa lemah banyak Dihitung pH sisa basa lemah
Jika asam lemah ekivalen dg basa lemah
Titrasi Pengendapan
Metoda Argentometri
Buat kurva hub. pBr thd Vol. Lar.AgNO3 dari
titrasi 50 mL NaBr 0,0050M dgn lar. AgNO3
0,0100M !!!
a. Titik Awal; [Br-] = 0,0050M
pBr = -log 5.10-3 = 2,30
b. Daerah pra titik ekivalen:
AgNO3 NaBr AgBr(s) NaNO3 15mL x
0,0100M 50mL x 0,0050M 0,15 mmol 0,15 mmol 0,15 mmol 0,25 mmol
0,10 mmol sisa
Terbentuk
0,15 mmol Terben- tuk 0,15 mmol
c. Pada ttk ekivalen hanya ada AgBr dlm lar. [Ag+] = [Br-] = √Ksp = √ 5,23 x 10-13
pBr = - log7,22.10-7 = 6,14 d. Daerah pasca titik ekivalen
25,1 mL AgNO3 + NaBr → AgBr(s) + NaNO3(aq) 25,1mL x 0,0100M 50mL x 0,005M
0,251mmol 0,25mmol 0,001mmol habis sisa habis
pAg = -log 0,001mmol/(25,1+50) = 4,88 pAg + pBr = pKsp
Metoda Argentometri
Buat kurva hub. pBr thd Vol. Lar.AgNO3 dari
titrasi 50 mL NaBr 0,0050M dgn lar.
AgNO3 0,0200M !!!
a. Titik Awal; [Br-] = 0,0050M
pBr = -log 5.10-3 = 2,30
b. Daerah pra titik ekivalen:
AgNO3 NaBr AgBr(s) NaNO3 15mL x
0,0200M 50mL x 0,0050M 0,15 mmol 0,15 mmol 0,30 mmol
0,25 mmol Terben- tuk 0,25 mmol
c. Pada ttk ekivalen hanya ada AgBr dlm lar. [Ag+] = [Br-] = √Ksp = √ 5,23 x 10-13
pBr = - log7,22.10-7 = 6,14
d. Daerah pasca titik ekivalen
25,1 mL AgNO3 + NaBr → AgBr(s) +NaNO3(aq)
25,1mL x 0,0200M 50mL x 0,005M 0,502mmol 0,25mmol 0,252mmol habis sisa habis
pAg = -log 0,252mmol/(25,1+50) = ….. pAg + pBr = pKsp
pBr= (-log 5,23.10-3) – …….
Indikator
1. Pembentukan endapan berwarna (metoda Mohr)
Ag+ + Br- → AgBr(s)
2Ag+ + CrO4=→Ag2CrO4
2. Pembentukan Kompleks terlarut berwarna (Metode Volhard)
Ag+ + SCN- → AgSCN
Titran Beku Indikatornya Fe3+
Fe3+ + SCN- → FeSCN2+
merah dalam pH rendah Hal ini digunakan untuk mentitrasi
3. Indikator Serap (Metoda Fayans)
Endapan harus berupa koloid Indikator asam Lemah HF
Ag x Ag+ F-
Koloid Lapisan Lapisan
primer sekunder
Endapan
EBT (Erychorm Black T). Sebagai
Misal: Fe2+ + Ce4+ ↔ Fe3+ + Ce3+
Selama Titrasi:
ECe = EFe = E sistem = E indikator SHE | Ce4+, Ce3+ || Fe3+, Fe2+ | pt
↑
Pot Elektroda Hidrogen
E = Eo – RT ln 1 = Eo – 0,060 log 1
E = Eo + 0,060 log [Mn+] : n= jumlah
n elektron yang telibat Pada titik ekivalen
E = n1E1o + nEo
n1 + n2
Yang menggunakan indikator : In oks
+ne↔In red
Jenis Indikator:
Feroin {Kompleks Fenentrolin dengan Fe (II) }
Difenilamin
Kompleks Jod-kanji
Titrasi Potensiometri
Potensiometri dapat digunakan untuk mengukur titik ekivalen. Keuntungan penggunaan alat ini adalah:
1. Dapat digunakan untuk larutan yang warnanya sangat gelap/pekat (misal:tinta)
2. Dapat digunakan untuk titrasi asam lemah dan basa lemah
3. Dapat digunakan untuk titrasi Redoks yang sukar dicari
Titik ekivalen sel elektroda dapat ditentukan melalui uji coba terhadap larutan standar.
Misalnya titrasi asam-basa, Larutan asam baku dititrasi oleh larutan basa baku. Maka dapat
dicari potensial sel kedua elektroda pada saat titik ekivalen dari titrasi kedua larutan itu.
Potensial sel itu dapat dilihat melalui alat
voltmeter. Kemudian untuk menguji/ mengukur konsentrasi larutan asam sampel (yang tidak diketahui konsentrasinya)maka dengan
menggunakan larutan basa baku dan pada saat titrasi, titik ekivalen yang sama dengan larutan semula maka volume larutan asam sampel
dapat diukur dan akhirnya konsentrasi larutan asam dapat dihitung melalui Rumus
TPK yang perlu dicapai untuk topik titrasi potensiometri ini adalah:
Setelah perkuliahan berakhir mahasiswa diharapkan dapat:
1. Menjelaskan kembali langkah-langkah penggunaan titrasi potensiometri (C1)
2. Menjelaskan kelemahan dan kelebihan penggunaan voltmeter dengan indikator 3. Menentukan konsentrasi asam atau
4. Menganalisis senyawa yang terkandung dalam suatu sampel
5. Menyusun soal tentang titrasi potensiometri
E = Eo + RT lu a
Mn+
Perhitungan Data (Statistik)
Kesalahan dalam Analisis Kimia:
1. Kesalahan sistematik, yaitu kesalahan cendrung ke satu arah
2. Kesalahan kasar (tetap/sengaja), salah menggunakan metoda/prosedur analisis 3. Kesalahan acak (tidak sengaja), variabel
Statistik Kimia
1. x , Angka bermakna 2. S =
√
∑(xi-x)2n-1
3. Koefisien variasi normal Gause: CV = S x 100%
x
Q tabel (n,x)
n\α 0,10 0,05 0,02 0,01
3 0,886 0,941 0,972 0,988
4 0,679 0,765 0,846 0,889
5 0,557 0,642 0,729 0,760
6 0,482 0,560 0,644 0,698
T tabel (n,α)
n\ α 0,010 0,025 0,050 0,100
3 1,414 1,414 1,412 1,406
4 1,723 1,710 1,689 1,645
5 1,955 1,917 1,869 1,791
6 2,130 2,067 1,996 1,894
BUFFER
pH = 3; ± 2,9172g NaHPO4 dalam 450 mL aquaest + larutan Asam sitrat pekat tetes demi tetes hingga jarum pH meter angka 3 + aqua → 500 mL
pH 4 & 5; 5,1056g KHC8H4O4 dalam 400
mL aquadest + larutan NaOH 6M tetes demi tetes → pH 4 → + aqua 500mL
pH 6, 7, & 8
± 3,4033g KH2PO4 → 400mL Aquadest + NaOH
6M tetes dst → pH = 6 → aqua 500mL pH = 7 → aqua 500mL pH = 8 → aqua 500mL
± 1,5457g H3BO3 → 100mL aquadest, panaskan hingga larut + aquadest hingga 400mL + NaOH 6M tetesdts
Mengapa AgCl tak larut sedangkan
NaCl larut dalam air?
• Penentuan Golongan dan perioda suatu unsur
• Perhitungan pembuatan larutan asam/basa.
• Teknik Pengambilan sampel • 1. acak sederhana
1. Acak sederhana, seperti arisan, atau megunakan
Sebelumnya didata No 000 badu
001 ali
• 4 sistematis • 5 kuota
• 6 purposive.
Sampel harus mewakili populasi (biaya, waktu) Perlu sebagian (sampel)
Sembarangan (tdk dipertanggungjawabkan) Secara statistik dengan nama PSA
Koefisien Kesepakatan “KK”
P e n g a m a t a n
I II III
No Objek Pengamatan Deslilasi ya tdk ya tdk ya tdk
1 Siswa memasang alat
destilasi dgn tepat V V V
2 Siswa mengamati titih didih
suatu zat dgn tepat V V V
3 Siswa memisahkan cairan dari campurannya dgn tepat
KK = 3S/(N1 + N2 + N3)= 3x2/(3+3+3)=0,66
S = Sepakat
N1 = objek yang diamati pengamat I
N2 = objek yang diamati pengamat II
N3 = objek yang diamati pengamat III
Skor 0---0,2 sangat tidak sepakat >0,2—0,4 tidak sepakat
>0,4—0,6 cukup sepakat >0,6—0,8 sepakat