8 BAB II
TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
A. Tinjauan Penelitian Terdahulu
Sebagai bahan perbandingan dan acuan analisis, penelitian ini tidak terlepas dari beberapa hasil penelitian terdahulu. Berikut hasil penelitian yang dijadikan sebagai acuan maupun perbandingan :
1. Menurut Darmawan, Wira Adi (2010) menganalisis pengaruh kebijakan hutang, kebijakan dividen, dan pfotabilitas terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian mengemukakan: variabel kebijakan hutang terbukti memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. variabel profitabilitas terbukti memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, dan variabel kebijakan dividen terbukti memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Nurmayasari (2012), variabel profitabilitas yang diukur dengan Return On Equity (ROE). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
3. Menurut Analisa (2011), nilai perusahaan dapat pula dipengaruhi oleh besar kecilnya profitabilitas yang dihasilkan oleh perusahaan. Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.
4. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Putri Prihatin Ningsih dan Iin Indarti (2012) dan Dimas Prasetyo et al (2012) menunjukkan bahwa keputusan pendanaan berpengaruh positif dan signi-fikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, penelitian yang dilakukan oleh Oktaviana Tiara Sari (2013) menunjukkan bahwa keputusan pendanaan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan masih bervariasi.
5. Berdasarkan penelitian dari Afzal dan Abdul Rohman (2012) dengan topik pengaruh keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa keputusan investasi dan keputusan pendanaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan kebijakan dividen berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.
6. Penelitian yang dilakukan Septia (2015) dengan topik Pengaruh Profitabilitas, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan. Penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa profitabilitas dan keputusan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan keputusan pendanaan dan kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
B. Kajian Pustaka 1. Signalling Theory
Teori pensinyalan menurut Brigham dan Houston (2006) adalah “ suatu tindakan yang diambil pihak manajemen perusahaan yang memberi
petunjuk atau informasi bagi investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan”. Informasi yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman akan memberikan signal bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi (Jogiyanto, 2000). Jika pengumuman tersebut mengandung nilai positif, maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Signalling theory dalam penelitian ini digunakan untuk menjelaskan hubungan antara kebijakan dividen dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan.
2. Nilai Perusahaan (Tobins’Q)
Nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli (investor) apabila perusahaan tersebut dijual. Tujuan normatif perusahaan adalah memaksimumkan kekayaan pemegang saham (Sudana, 2009:7).
Dalam mengambil keputusan keuangan, manajer keuangan perlu menentukan tujuan yang harus dicapai. Keputusan keuangan yang tepat dapat memaksimumkan nilai perusahaan sehingga mampu meningkatkan kemakmuran pemilik perusahaan. Nilai perusahaan sendiri merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli apabila perusaahaan tersebut dijual. Nilai perusahaan berperan penting dalam memproyeksikan kinerja perusahaan sehingga dapat mempengaruhi investor dan calon investor terhadap suatu perusahaan (Mulianti, 2010 dalam Setiaji, 2011).
Penilaian para investor atas saham di sebuah perusahaan, salah satunya dipengaruhi oleh return yang diberikan oleh perusahaan tersebut.
Kenaikan harga saham dipicu oleh semakin tingginya penilaian investor atas saham tersebut. Disisi lain, kenaikan harga saham secara otomatis akan meningkatkan kemakmuran pemegang saham tersebut. Dengan demikian, apabila terjadi kenaikan harga pasar saham maka nilai perusahaan pun akan meningkat. Nilai perusahaan itu sendiri, menurut Suad Husnan dan Enny Pudjiastuti (2012:6) merupakan nilai harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual. Nilai perusahaan terutama perusahaan publik akan tercemin pada harga sahamnya (Agus Sartono, 2010:9).
Dalam penelitian ini, nilai perusahan diukur dengandengan menggunakan variabel Tobins’Q yaitu nilai pasar dari suatu perusahaan dengan membandingkan nilai pasar suatu perusahaan yang terdaftar di pasar keuangan dengan nilai penggantian aset (Ningsih dan Indarti 2012).
3. Kebijakan Dividen
Dividend Payout Ratio (DPR). Menurut Keown dalam Deitiana (2011:62), “Rasio pembayaran dividen adalah jumlah dividen yang dibayarkan relatif terhadap pendapatan bersih perusahaan atau pendapatan tiap lembar”. Menurut Hin dalam Deitiana (2011:61),“Dividend Payout Ratio merupakan perbandingan dividen yang diberikan kepadapemegang saham dan laba bersih per saham”. Menurut Sarngadharan dan Kumar(2011:149),“Dividend Payout Ratio (DPR) shows the proportion of earnings per sharedistributed to the equity shareholders as dividend. The other portion of the earningsper share is being retained for reinvestment
purpose in the business. In short,dividend payout ratio indicates the relation of dividend per equity share to earningsper equity share”. Maka dapat disimpulkan Dividend Payout Ratio (DPR) merupakan perbandingan jumlah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham terhadap laba bersih per saham. Dalam rasio ini dapat ditunjukkan persentase laba yang dibagikan kepada pemegang sahamnya.
4. Profitabilitas
Profitabilitas adalah hasil dari sejumlah kebijakan dan manajemen perusahaan ( Brigrham & houstoun, 2009). Dengan demikian dpt dikatakan profitabilitas perusahaan merupakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih dari aktivitas yang dilakukan pada periode akuntansi, dengan tingkat pengembalian tinggi atas investasi perusahaan yang memperoleh laba yang besar , maka dapat dikatakan berhasil atau memiliki kinerja yang baik. Sebaliknya apabila laba yang diperoleh perusahaan kecil atau menurun dari periode sebelumnya, maka dapat dikatakan perusahaan kurang berhasil atau memiliki kinerja yang kurang baik. Laba yang menjadi ukuran kinerja perusahaan harus dievaluasi dri suatu periode ke periode berikutnya dan bagaimana laba aktual dibandingkan dengan laba yang direncanakan.
Apabila manajer sudah bekerja keras dan berhasil dalam meningkatkan penjualan sementara biaya tidak berubah, maka laba harus meningkat melibihi periode sebelumnya yang mengisyaratkan keberhasilan.
ROE menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba setelah pajak dengan menggunakan modal sendiri yang dimiliki
perusahaan. Rasio ini penting bagi pihak pemegang saham yaitu untuk mengetahui efektivitas dan efisien pengelolaan modal sendiri yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin efisien penggunaan modal sendiri yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan. Naiknya ROE dari tahun ke tahun pada perusahaan berarti terjadi adanya kenaikan laba bersih dari perusahaan yang bersangkutan. Naiknya laba bersih dapat dijadikan salah satu indikasi bahwa nilai perusahaan juga naik karena naiknya laba bersih sebuah perusahaan yang bersangkutan akan menyebabkan harga saham yang berarti juga kenaikan dalam nilai perusahaan.
C. Kerangka Pemikiran
H1
H2 Kebijakan
Dividen (X1)
(X1) Profitabilitas
(X2)
Nilai Perusahaan
(Y)
E. Pengembangan Hipotesis
1. Pengaruh Kebijakan DividenTerhadap Nilai Perusahaan
Dividend Payout Ratio (DPR) menurut Keown dalam Deitiana (2011:62),
“Rasio pembayaran dividen adalah jumlah dividen yang dibayarkan relatif terhadap pendapatan bersih perusahaan atau pendapatan tiap lembar”.
Menurut Hin dalam Deitiana (2011:61), “Dividend Payout Ratio merupakan perbandingan dividen yang diberikan kepada pemegang saham dan laba bersih per saham”. Menurut Sarngadharan dan Kumar (2011:149), “Dividend Payout Ratio (DPR) shows the proportion of earnings per share distributed to the equity shareholders as dividend. The other portion of the earnings per share is being retained for reinvestment purpose in the business. In short, dividend payout ratio indicates the relation of dividend per equity share to earnings per equity share”. Maka dapat disimpulkan Dividend Payout Ratio (DPR) merupakan perbandingan jumlah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham terhadap laba bersih per saham. Dalam rasio ini dapat ditunjukkan persentase laba yang dibagikan kepada pemegang saham.
Perusahaan yang memiliki keuntungan yang lebih akan membagikan keuntungan tersebut kepada pemegang saham sesuai proporsi yang telah ditetapkan. Hasil penelitian Ali & Miftahurrohman (2014) menyatakan bahwa kebijakan dividen berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini berlawanan dengan hasil penelitian Ayem & Nugroho (2016) yang menyatakan bahwa kebijakan deviden berpengaruh positif dan
signifikan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan penjelasan penelitian terdahulu, hipotesis yang dapat dirumuskan adalah:
H1: Kebijakan Dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
2. Pengaruh ProfitabilitasTerhadap Nilai Perusahaan.
Menurut Chrisna (2011: 34) kenaikan Return onEquity biasanya diikuti oleh kenaikan harga saham perusahaan tersebut. Semakin tinggi ROE semakin baik kinerja perusahaan dalam mengelola modalnya untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham. Dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut dapat menggunakan modal dari pemegang saham secara efektif dan efisien untuk memperoleh laba. Dengan adanya peningkatan laba bersih maka nilai ROE akan meningkat pula sehingga para investor tertarik untuk membeli saham tersebut yang akhirnya harga saham perusahaan tersebut mengalami kenaikan. Hasil penelitian Cerpen Naibaho (2010) menunjukkan bahwa Return on Equity (ROE) berpengaruh terhadap harga saham. Oleh karena itu, hipotesis penelitian berikut dikemukakan:
H2 : Profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahan.