• Tidak ada hasil yang ditemukan

EV AL U ASI PEL AK S AN AAN PEM BEL AJ AR AN P ER AW AT AN CHASSI S D AN SI STEM PEM I ND AH TE N AG A ( PCS P T ) P AD A KEL AS XI TEKNI K KEND AR AAN RI NG AN DI SM K N 2 YOG Y AK ART A T AHU N AJ AR AN 2014/ 201.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EV AL U ASI PEL AK S AN AAN PEM BEL AJ AR AN P ER AW AT AN CHASSI S D AN SI STEM PEM I ND AH TE N AG A ( PCS P T ) P AD A KEL AS XI TEKNI K KEND AR AAN RI NG AN DI SM K N 2 YOG Y AK ART A T AHU N AJ AR AN 2014/ 201."

Copied!
219
0
0

Teks penuh

(1)

EVALUASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PERAWATAN

CHASSIS

DAN SISTEM PEMINDAH TENAGA (PCSPT) PADA KELAS XI

TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK N 2 YOGYAKARTA

TAHUN AJARAN 2014/2015

TUGAS AKHIR SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta untuk

Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperolah Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :

Juan Prasetyadi

NIM 11504241032

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF

FAKULTAS TEKNIK

(2)
(3)
(4)
(5)

MOTTO

Bersabar, Berusaha dan Bersyukur

Bersabar dalam berusaha#

Berusaha dengan tekun dan pantang menyerah#

Bersyukur atas apa yang diperoleh#

(6)

HALAMAN PERSEMBAHAN

Dengan penuh rasa syukur karya ini, penulis persembahkan kepada:

Allah SWT sebagai ibadah dan wujud syukur senantiasa kepada-Nya

Ibuku Suratinah dan ayahku Supriyadi yang kucinta

Terimakasih atas semua kesabaran, dukungan, doa dan

bimbingannya

Kakakku Yayat Prasetyadi dan adikku Rayita Kumala Defi yang

selalu menjadi motivasi dan semngat bagiku

Dosen Pendidikan Teknik Otomotif

Terimakasih atas bimbingannya sehingga saya bisa mendapatkan

ilmu yang sangat bermanfaat

Teman-teman kelas C otomotif 2011 yang selali memberikan

keceriaan, canda dan tawa yang tak pernah terlupakan. Semoga kita

menuai sukses kedepan. Aamiin

Almamaterku UNY

Terimakasih telah memberikan tempat dan kesempatan kepada saya

untuk menuntut ilmu

(7)

CHASSIS

(

)

2

201

/201

Oleh :

Juan Prasetyadi

NIM. 11504241032

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1)

perencanaan pembelajaran

PCSPT pada kelas XI TKR di SMK N 2 Yogyakarta, (2) pelaksanaan kegiatan

pembelajaran PCSPT pada kelas XI TKR di SMK N 2 Yogyakarta, (3) evaluasi/

penilaian pembelajaran PCSPT pada kelas XI TKR di SMK N 2 Yogyakarta, (4)

hasil belajar siswa, (5) hambatan-hambatan selama proses pembelajaran

PCSPT

Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan menggunakan model

countenance stake yang terdiri dari tiga aspek yaitu

antecedents, transactions

dan

outcomes. Sumber data dalam penelitian ini adalah Wakil Kepala Sekolah

bidang Kurikulum, guru mata pelajaran PCSPT, siswa kelas XI TKR dan

dokumen-dokumen pembelajaran. Pengumpulan data menggunakan angket,

observasi dan dokumentasi. Validitas kontruk instrumen penelitian dengan

expert

judgement

dan validitas instrumen angket dilakukan dengan uji korelasi

product

momen

menggunakan

sofware

SPSS 16.0 . Untuk uji reliabilitas menggunakan

rumus

alpha cronbach

dengan menggunakan

sofware

SPSS 16.0. Teknik

analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif

melalui analisis deskriptif persentase yang dinilai berdasarkan kriteria penilaian

disertai analisis deskriptif kualitatif melalui angket terbuka dan observasi

pembelajaran

Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) perencanaan pembelajaran termasuk

dalam kriteria sangat baik yaitu dengan persentase sebesar 84,5%, (2)

pelaksanaan kegiatan pembelajaran PCSPT untuk pembelajaran teori termasuk

dalam kriteria sangat baik yaitu dengan persentase sebesar 86,38%, sedangkan

untuk pembelajaran praktik termasuk dalam kriteria sangat baik yaitu dengan

persentase sebesar 84,68%, (3) penilaian pembelajaran PCSPT termasuk dalam

kriteria sangat baik yaitu dengan persentase sebesar 83,35%, (4) hasil belajar

siswa kelas XI TKR pada mata pelajaran PCSPT tahun ajaran 2014/2015, untuk

kompetensi pengetahuan nilai rata-rata siswa sebesar 76,72, untuk kompetensi

keterampilan nilai rata-rata siswa sebesar 77,21, untuk kompetensi sikap spritual

dan sosial nilai rata-rata siswa sebesar 78,85 ,(5) hambatan-hambatan yang

dialami guru dalam pembelajaran termasuk dalam kriteria cukup rendah yaitu

dengan persentase sebesar 21,42%, sedangkan untuk hambatan-hambatan

yang dialami siswa termasuk dalam kategori cukup tinggi yaitu dengan

persentase 55,75

(8)

v

!" ! #

$

u

% &'

u

(

u

) (*+, -) ,.

Allah SWT atas berkat rahmat dan karunia

-Nya,

Tugas Akhir Skripsi dalam rangka untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk

mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan dengan judul Evaluasi Pelaksanaan

Pembelajaran Perawatan

Chassis

dan Sistem Pemindah Tenaga (PCSPT) pada

Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK N 2 Yogyakarta tahun ajaran

2014/2015 dapat disusun sesuai dengan harapan. Tugas Akhir Skripsi ini dapat

diselesaikan tidak lepas dari bantuan dan kerjasama dengan pihak lain.

Berkenaan dengan hal tersebut, penulis menyampaikan ucapan terima kasih

kepada yang terhormat:

1. Lilik Chaerul Yuswono, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing TAS yang telah

banyak memberikan semangat, dorongan, dan bimbingan selama

penyusunan Tugas Akhir Skripsi ini

2. Prof. Dr. Herminanto Sofyan, dan Martubi, M.Pd., M.T., selaku validator

instrumen penelitian TAS yang memberikan saran/ masukan perbaikan

sehingga penelitian TAS dapat terlaksana sesuai dengan tujuan

3. Kir Haryana, M.Pd., Prof. Dr. Herminanto Sofyan, dan Lilik Chaerul Yuswono,

M.Pd.,

selaku Tim Penguji yang memberikan koreksi perbaikan secara

komprehensif terhadap TAS ini

4. Martubi, M.Pd., M.T., dan Noto Widodo, M.Pd., selaku ketua Jurusan

Pendidikan Teknik Otomotif dan Ketua Program Studi Pendidikan Teknik

Otomotif beserta dosen dan staf yang telah memberikan bantuan dan fasilitas

(9)

5. Dr. Moch. Bruri Triyono, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas

Negeri Yogyakarta yang memberikan persetujuan pelaksanaan Tugas Akhir

Skripsi

6. Drs. Sentot Hargiardi, MM., selaku Kepala Sekolah SMK N 2 Yogyakarta

yang telah memberi ijin dan bantuan dalam pelaksanaan penelitian Tugas

Akhir Skripsi ini

7. Dr. Budi Santosa, Atun Budiharjana, S.Pd., Wahyu Isti Hartono, S.Pd., dan

Sumadi, M.Pd., selaku guru SMK N 2 Yogyakarta yang telah memberi

bantuan memperlancar pengambilan data selama proses penelitian Tugas

Akhir Skripsi ini

8. Semua pihak, secara langsung maupun tidak langsung, yang tidak dapat

disebutkan di sini atas bantuan dan perhatiannya selama penyususnan

Tugas Akhir Skripsi ini

Akhirnya, semoga segala bantuan yang telah berikan semua pihak di atas

menjadi amalan yang bermanfaat dan mendapat balasan dari Allah SWT dan

Tugas Akhir Skripsi ini menjadi informasi bermanfaat bagi pembaca atau pihak

lain yang membutuhkannya

Yogyakarta,

Oktober 2015

Penulis,

Juan Prasetyadi

(10)

x

/ 01 2 034 54

678 79 7: 6

A

;

A

<

A

=>

A

<?@;

...

A ;

E

<

BA

B?

E

B>

E

C@D@

A

=

...

AA > @B

A

C?

E

B=E

A

C

AA

=

...

AAA

6

A

;

A

<

A

=?

E

=

GESAHAN...

iv

HALAMAN MOTTO ...

v

HALAMAN PERSEMBAHAN ...

vi

ABSTRAK...

vii

KATA PENGANTAR ...

viii

DAFTAR ISI ...

x

DAFTAR TABEL ...

xii

DAFTAR GAMBAR ...

xiv

DAFTAR LAMPIRAN ...

xv

F0F4GHI/0JK LK0I

...

1

A. Latar Belakang ...

1

B. Identifikasi Masalah ...

6

C. Batasan Masalah ...

7

D. Rumusan Masalah ...

8

E. Tujuan Penelitian...

9

F. Manfaat Peneitian...

10

F0F4 4M 0N 40IGK520M 0

...

11

A. Kajian Teori...

11

1. Belajar ...

11

2. Pembelajaran ...

21

3. Evaluasi pembelajaran ...

35

B. Kajian Program yang Dievaluasi ...

44

1. Pembelajaran Perawatan Chassis dan Sistem Pemindah

Tenaga (PCSPT) ...

44

2. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran

PCSPT ...

44

3. Materi PCSPT...

45

C. Kajian Model Evaluasi ...

48

1. Model-model evaluasi...

48

2. Penerapan model evaluasi dalam penelitian...

52

D. Kajian Penelitian yang Relevan...

53

E. Pertanyaan Penelitian ...

54

F0F4 4 4OH2P/HGHIH L424 0I...

56

A. Metode Penelitian ...

56

B. Prosedur Evaluasi ...

58

C. Tempat dan Waktu Penelitian ...

59

D. Subjek dan Objek Penelitian ...

59

1. Subjek penelitian ...

59

2. Objek penelitian...

60

E. Definisi Operasional Variabel Penelitian...

60

(11)

1. A

QRSTUVU VWS W TXYZ QT[

...

63

2.

\ ]X T[ ^VXY

...

64

3. D

Z S W_T QU VXY

...

64

G. Instrumen Penelitian ...

65

H. Validitas dan Reliabilitas Instrumen...

71

1. Validitas instrumen ...

71

2. Reliabilitas instrumen...

72

I. Teknik Analisis Data...

73

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...

76

A. Deskripsi Data...

76

1. Perencanaan pembelajaran PCSPT ...

77

2. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran PCSPT ...

79

3. Evaluasi pembelajaran PCSPT...

83

4. Hasil belajar siswa ...

85

5. Hambatan-hambatan pembelajaran PCSPT...

86

B. Pembahasan...

91

1. Perencanaan pembelajaran PCSPT ...

91

2. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran PCSPT ...

99

3. Evaluasi pembelajaran PCSPT...

116

4. Hasil belajar siswa ...

119

5. Hambatan-hambatan pembelajaran PCSPT...

119

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI...

124

A. Kesimpulan ...

124

B. Rekomendasi ...

125

C. Keterbatasan Penelitian ...

126

D. Saran ...

126

DAFTAR PUSTAKA...

128

(12)

xii

DAFTAR TABEL

`ab ac ad e afgb

1.

hi jklm n om gdkai a adf gic jp jik ab acdgq gi o

(

l dop

), 200

9-2013....

2

Tabel 2.

Data akhir seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada

jalur reguler padatahun 2012-2014 ...

3

Tabel 3. Kompetensi dasar Mata Pelajaran PCSPT di SMK N 2

Yogyakarta

...

44

Tabel 4. Jumlah siswa kelas XI TKR di SMKN 2 Yogyakarta tahun 2015 .

60

Tabel 5. Kisi-kisi instrumen angket evaluasi pelaksanaan pembelajaran

untuk wakil kepala sekolah bidang kurikulum...

66

Tabel 6. Kisi-kisi

intrumen

angket

hambatan-hambatan

dalam

pembelajaran untuk guru

...

68

Tabel 7. Kisi-kisi instrumen angket pelaksanaan pembelajaran untuk

siswa ...

68

Tabel 8. Kisi-kisi intrumen angket hambatan-hambatan dalam proses

pembelajaran untuk siswa ...

69

Tabel 9. Kisi-kisi instrumen observasi pelaksanaan proses pembelajaran .

70

Tabel 10. Kisi-kisi instrumen dokumentasi ...

70

Tabel 11. Teknik penskoran untuk angket tertutup...

74

Tabel 12. Teknik penskoran untuk angket terbuka, observasi dan

dokumentasi ...

74

Tabel 13. Kriteria skor untuk angket tertutup dan hasil observasi ...

75

Tabel 14. Kriteria skor untuk angket terbuka tentang hambatan-hambatan

selama poses pembelajaran ...

75

Tabel 15. Deskripsi guru mata pelajaran PCSPT pada kela XI TKR di

SMK N 2 Yogyakarta ...

76

Tabel 16. Deskripsi Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum di SMK N 2

Yogyakarta ...

76

Tabel 17. Deskripsi sampel siswa kelas XI TKR di SMK N 2 Yogyakarta ...

76

Tabel 18. Hasil analisis data angket perencanaan pembelajaran oleh guru

(13)

r stu v

1

9. Hasil analisis data dokumentasi kelengkapan administrasi

pembelajaran yang dibuat oleh guru ...

78

Tabel 20. Hasil analisis data pelaksanaan kegiatan pembelajaran teori

PCSPT ...

80

Tabel 21. Hasil analisis data pelaksanaan kegiatan pembelajaran praktik

PCSPT ...

82

Tabel 22. Hasil analisis data pelaksanaan penilaian pembelajaran PCSPT

84

Tabel 23. Hasil nilai rata-rata pembelajaran PCSPT siswa kelas XI TKR

tahun ajaran 2014/2015 ...

85

Tabel 24. Jumlah dan persentase siswa yang sudah dan belum mencapai

nilai KKM mata pelajaran PCSPT siswa kelas XI TKR tahun

ajaran 2014/2015...

86

Tabel 25. Hasil analisis data angket terbuka tentang hambatan-hambatan

yang dialami oleh guru selama proses pembelajaran...

87

Tabel 26. Hasil analisis data angket terbuka tentang hambatan-hambatan

(14)

xiv

DAFTAR GAMBAR

(15)

DAFTAR LAMPIRAN

|}~ } }€ }‚ ƒ„ } €

1.

…† „ }‡ˆ‰‡ ‰„ }€Š}€‹ }~ƒŒ }ƒŽ Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž ŽŽ Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž   }‚ ƒ„ } €

2.

|} ƒ~‘’ƒ‹ }~ ƒŒ ƒ

t

}

s

Œ }€“ ‰~ ƒ}” ƒ~ ƒ

t

}

s

Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž ŽŽ Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž Ž 

9

Lampiran 3. Angket Penelitian ...

141

Lampiran 4. Data Hasil Penelitian ...

172

Lampiran 5. Surat Keterangan Ijin Penelitian ...

188

Lampiran 6. Hasil Belajar Siswa ...

193

Lampiran 7. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...

198

(16)

• – —–˜

P

™ š›—œ

U



U

—š

—

. Latar Belakang

Dalam kehidupan disuatu bangsa dan negara, pendidikan memegang

peranan yang sangat penting. Pendidikan memiliki tugas untuk menyiapkan

sumber daya manusia untuk pembangunan dari suatu bangsa. Setiap langkah

dalam pembangunan selalu diupayakan beriringan dengan tuntutan kamajuan

zaman. Perkembangan zaman yang selalu berubah dan memunculkan berbagai

permasalahan baru yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan.

Pendidikan kejuruan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem

pendidikan nasional. Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan khusus yang

sangat penting dalam suatu masyarakat maupun dunia usaha. Sebagaimana

dijelaskan dalam pasal 18 ayat 3 UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional (Sisdiknas), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai

lembaga pendidikan ditujukan untuk mempersiapkan peserta didik terjun dalam

dunia kerja. SMK merupakan program pendidikan kejuruan pada tingkat

menengah di Indonesia, yang dalam penyelenggaraannya dimaksudkan untuk

mempersiapkan lulusannya (peserta didik) guna memasuki dunia kerja sesuai

bidang keahlian yang dimiliki yaitu bidang tertentu yang dipelajari ketika proses

pendidikan dan pelatihan dilaksanakan di SMK atau melanjutkan ke jenjang yang

lebih tinggi. Masalah besar yang dihadapi generasi muda Indonesia pada waktu

mendatang adalah lapangan kerja, di mana semakin lama tanpa disadari

lapangan pekerjaan akan semakin sedikit. Hanya sedikit orang yang berhasil

menduduki posisi sentral di dalam berbagai lembaga kemasyarakatan dan di

bidang profesional, sedangkan sisanya harus berusaha dengan berbagai cara

(17)

m

Ÿ

n

  ¡¢ £¢

p

¤

t

¢

n

t

¢ ¢

n

n

¡¤ £

u

p

¥ ¦ Ÿ

n

£¤ £¤

k

¢

k

n

Ÿ

ju

ru

¢

n

m

Ÿ

ru

p

¢

k

¢

n

§¢

n

tu

¢

n

y

¢

n

  ¨¢

n

  ¢

t

§Ÿ

r

¡¢

r

 ¢§ ¢ ¤  Ÿ

n

Ÿ

r

¢ ¨¤

m

u

£¢

u

k

tu

n

§ Ÿ

rp

¢

rt

¤ ¨¤

p

¢¨¤£¢

l

¢

m

k

Ÿ¡¤ £

u

p

¢

n

¥

©¢

l

¢ ¡¨¢

tu

¤

n

£

u

s

tr

¤

y

¢

n

 

p

¢

l

¤

n

  §Ÿ¨¢

r

¨¢¢

t

¤

n

¤ £¢

n

y

¢

n

 

m

Ÿ§ Ÿ

m

r

¤

k

¢

n

p

Ÿ

lu

¢

n

 

k

Ÿ

rj

¢

y

¢

n

  §¢¤

k

¢ £¢

l

¢¡ ¤£

n

u

s

tr

¤£¤§¤ £¢

n

 

o

t

¤ª

m

o

to

«¡¢

l

¤

n

¤£¢

p

¢

t

£¤

l

¤¡¢

t

£¢

r

¤

ju

m

l

¢¡

k

Ÿ

n

£¢

r

¢

n

y

¢

n

  § Ÿ

r

¢ £¢ £¤

j

¢

l

¢

n

r

¢¢

y

k

¤ ¢

n

¡ ¢

r

¤

k

¤¢

n

§Ÿ

rt

¢

m

§ ¢¡£¢

n

£¢

r

¤ £¢

t

¢

BPS

(Badan Pusat Statistik) menunjukan produksi kendaraan bermotor dari tahun

ketahun semakin meningkat, oleh sebab itu tenaga kerja lulusan SMK otomotif

sangat banyak diperlukan oleh industri. Lulusan yang diperlukan oleh industri

otomotif yaitu lulusan yang memiliki kompetensi dibidang keahlian teknik otomotif

yang baik oleh sebab itu pendidikan kejuruan dibidang otomotif harus berjalan

baik agar menghasilkan lulusan yang terbaik.

Tabel 1. Produksi kendaraan bermotor dalam negeri (unit), 2009-2013

Jenis Kendaraan

Bermotor

2009

2010

2011

2012

2013

Sedan

2 367

4 081

3 231

4 869

58 047

Jeep 4x2

346 245

477 252

530 762

693 421

842 234

Jeep 4x4

3 560

15 191

27 870

45 211

24 830

Bis

2 328

4 106

4 142

5 299

4 713

Pick Up

110 316

201 878

271943

316 757

278 387

Sepeda Motor

5 884 021

7 366 646

8 006 293

7 079 721

7 780295

Total

6 348 837

8 069 154

8 844 241

8 145 278

8 988506

(http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=2&tabel=1&daftar=1&id_subyek=09

&notab=16)

SMK N 2 Yogyakarta merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan di

kota Yogyakarta yang beralamant di Jl. A.M Sangaji No. 47. SMK N 2 Yogyakarta

memiliki beberapa kompetensi keahlian dan salah satu kompetensi keahlian

yang ada di SMK N 2 Yogyakarta adalah Teknik Kendaraan Ringan (TKR).

Kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan merupakan salah satu

kompetensi yang banyak diminati, sehingga untuk masuk kedalam jurusan TKR

(18)

¬

p

­ ®­ ®­

t

­ ­

k

¯°

r

±²

l

²

k

± °

p

²²

n

r

°

m

­­

n

p

² ±²

rt

­®°® °

k

³­

ru

´ µ µ

DB) pada jal

ur reguler

pada tahun 2012-2014. Adapun data nilai peserta didik baru jalur reguler pada

tahun 2012-2014 ditunjukan oleh tabel dibawah ini.

Tabel 2.

Data akhir seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada jalur

reguler pada tahun 2012-2014

SMK N 2 Yogyakarta

Nilai Rata-rata

Tahun

2012

Tahun

2013

Tahun

2014

Teknik Konstruksi Batu dan Beton

60,79

65,35

65,40

Teknik Gambar Bangunan

69,31

74,22

78,60

Teknik Survei dan Pemetaan

78,79

81,02

79,90

Teknik Instalasi Tenaga Listrik

74,35

71,62

74,82

Teknik Pemesinan

79,94

77,77

80,87

Teknik Kendaraan Ringan

85,25

80,71

83,44

Teknik Audio Video

80,74

79,38

81,27

Teknik Komputer dan Jaringan

89,63

87,22

88,92

Multimedia

88,68

85,45

87,59

(ppdb.com/2012/yogya/rekap/reguler/smk/,

ppdb.com/2013/yogya/#!/040001/statistik,

http://arsip.siap-ppdb.com/2014/yogya/#!/040001/statistik )

Di dalam kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan terdapat mata

pelajaran Pemeliharaan

¶h

a

s

s

is

dan Sistem Pemindah Tenaga (PCSPT).

Didalam pembelajaran PCSPT siswa dituntut mampu melakukan pemeliharaan

terhadap komponen-

komponen

·¸¹ ºº» º

dan sistem pemindah tenaga pada

kendaraan. Komponen

·¸ ¹ ºº» º

pada kendaraan diantaranya sistem kemudi,

sistem rem, sistem suspensi,

Front Wheel Aligment

(FWA), roda dan ban

sedangkan untuk sistem pemindah tenaga diantaranya sistem kopling, sistem

transmisi, poros propeller, differential dan poros exel. Semua komponen tersebut

sangat penting bagi kendaraan dan apabila salah satu komponen tersebut

mengalami gangguan maka akan menyebabkan ketidak nyamanan dan ketidak

amanan bagi pengemudi. Keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran PCSPT

(19)

½¾¿ ½À

m

Á

k

Á

p

Â

rlu

ÁÃ ÁÁ

y

n

p

ro

Ä Â

s

p

Â

m

Å ÂÁ

l

j

Á

r

Á

n

y

Á

n

Æ Å ÁÇ

k

È

t

Â

t

Á

p

Ç

p

ÁÃ Á

k

Â

n

y

Á

t

ÁÁ

n

n

y

ÁÃ Á

l

Á

m

p

Â

l

Á

k

ÄÁ

n

Á Á

n

p

Â

m

Å Â

l

Á

j

Á

r

Á

n

½¾¿ ½Àà ǿÉÊ ËÌÍ

o

Æ

y

Á

k

ÁÁ

rt

Å Â

lu

m

Å Â

rj

Á

l

Á

n

Ã ÂÆÁ

n

n

ÅÁÇÎ Ï

Belum berjalannya dengan baik pembelajara

n

dikarenakan

adanya

kesenjangan

antara

harapan

dan

kenyataan

pelaksanaannya. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan data nilai kelas XI TKR

4 tahun ajaran 2013/2014 dengan

nilai

akhir mata pelajaran PPSPT

(Pemeliharaan dan Perbaikan Sistem Pemindah Tenaga) sebesar 77,7 dan

untuk nilai akhir mata pelajaran PPCO (Pemeliharaan dan Perbaikan

Ðh

a

s

s

is

Otomotif) sebesar 74,6 dengan uraian nilai total rata-rata teori pelajaran PPSPT

yaitu 63,5 dan nilai total rata-rata teori pelajaran PPCO yaitu 80,4 dari nilai KKM

(Kriteria Ketuntasan Minimum) yang telah ditetapkan di SMK N 2 Yogyakarta

untuk mata pelajaran produktif sebesar 76,00. Disini terlihat banyak siswa yang

belum tuntas pada mata pelajaran PPSPT. Dengan penetaapan KKM sebesar

76,00, persentase siswa pada mata pelajaran PPSPT yang mencapai nilai tuntas

hanya sebesar 13,8% dan sisanya belum memenuhi KKM. Sedangkan untuk

mata pelajaran PPCO siswa yang tuntas relatif lebih banyak, yaitu sebesar 51,7

% dan sisanya siswa yang belum memenuhi KKM. Untuk nilai praktik sendiri,

pada mata pelajaran praktik PPSPT nilai rata-rata praktik untuk kelas XI TKR 4

tahun ajaran 2013/2014 sebesar 76,7 dan siswa yang belum tuntas KKM dengan

persentase sebesar 53,8%. Sedangkan untuk mata pelajaran praktik PPCO nilai

rata-ratanya sebesar 76,8 dan siswa yang belum tuntas KKM dengan persentase

sebesar 27%. Disini terlihat pada mata pelajaran praktik PPSPT banyak siswa

yang belum tuntas nilai KKM, walaupun rata-rata nilai ketuntasan untuk nilai

(20)

Ñ

ÒÓ

n

Ô

t

ÕÖ

l

Ô

j

Ô

r

×ÓÔ

w

s

Ô

k

Ô

n

s

u

Ô

tu

m

Ô

t

Ô

p

Ö

l

Ô

j

Ô

r

Ô

n

u

k

tu

n

ØÒÙ Ú Û Ü

o

Ý

y

ÔÞÔ

rt

Ô

m

Ô×Óß×ÔÝ Ô

n

t r

Ö

n

àÔß áâÔ

l

Ó

n

Ó

t

Ö

rl

Óß Ô

t

p

Ôà Ô×ÔÔ

t

àÓ

l

Ô

k

u

k

Ô

n

o

Õ ×Ö

rv

Ô ×Ó

p

Ö

m

ÕÖ

l

Ô

j

Ô

r

Ô

n

p

ÔàÔ

t

Ô

n

ÝÝ Ô

l

Û ã ØÖÖ

t

p

m

ÕÖ

r

Û äå ã àÓ

k

ÖÔ

l

s

æ ç èÙé ã

p

ÔàÔ

m

ÔÔ

t

p

Ö

l

Ô

j

Ô

r

Ô

n

êëØ êèì à Ó

m

Ô

n

Ô ×ÔÔ

t

àÓÔ

t

n y

Ô

o

l

Öß Ý

u

ru

siapa yang sudah belajar pada hari

sebelumnya , tetapi hanya sedikit siswa yang mengungkapkan telah belajar

sebelumnya. Hal ini menunjukkan sebagian besar siswa tidak belajar pada hari

sebelumnya, sehingga mengakibatkan saat pembelajaran berlangsung banyak

siswa yang masih kebingungan pada materi yang diajarkan. Selain itu siswa

yang bertanya saat proses pembelajaran berlangsung relatif sedikit yaitu hanya 3

siswa dari 30 siswa keseluruhan. Hal ini juga diketahui saat pembelajaran praktik

berlangsung, banyak siswa yang kebingungan saat melalaksanakan praktik

sehingga tidak sedikit terjadi kesalahan prosedur yang mengakibatkan benda

kerja mengalami kerusakan, misalnya saja saat melakukan bleeding pada sistem

hidrolik rem, terjadi kesalahan dalam prosedur mengendorkan baut sehingga

mengakibatkan baut bleeding mengalami kerusakan.

Selain itu banyak siswa yang mengeluh karena fasilitas bahan dan alat

praktik yang kurang memenuhi yang mengakibatkan proses pembelajaran

PCSPT terhambat, misalnya saat praktik sistem rem tromol dikendaraan Suzuki

Carry, ternyata terjadi kerusakan di master silinder rem hidrolik, sehingga siswa

tidak bisa melakukan langkah bleeding di mobil tersebut.

Selain kurangnya fasilitas yang ada, beberapa siswa mengungkapkan

bahwa proses pembelajaran yang terjadi kurang menyenangkan bagi mereka.

Beberapa guru dianggap kaku dan kurang santai serta terlalu dianggap galak

bagi beberapa siswa. Permasalahan seperti itulah yang membuat minat dan

(21)

îï

l

ðñò

t k

o

n

ó ðô ð

p

ô ï

ro

s

p

ï

m

õï

l

ò

j

òò

r

y

n

ò

n

ö

t

ðóò

k

õïò

rj

l

ò

n

ó ï

n

ö ò

n

õò ð

k

t

ï

ru

t

ò

m

ò

p

ò óò

p

ro

ôï

s

p

ï

m

õï

l

ò

j

ò

r

òò

y

n

n

÷

m

ò

k

ò

p

ï

rlu

óðøòð

r

j

òò

l

n

k

ï

lu

ò

r

ù

Atas

dasar tersebut di atas penulis tertarik melakukan penelitian di SMK N 2

Yogyakarta, khususnya di kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR)

pada mata pelajaran PCSPT.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah diatas dan observasi

yang peneliti lakukan di lapangan, maka dapat diidentifikasi beberapa masalah,

sebagai berikut.

Peran guru adalah untuk membimbing siswa tetapi dari hasil wawancara dari

sebagian siswa kelas XI TKR, masih terdapat banyak siswa yang menganggap

gurunya galak dan kaku saat mengajar.

Didalam pembelajaran siswa dituntut aktif dalam kegiatan pembelajaran

tetapi pada kenyataannya pada mata pelajaran PCSPT pada kompetensi

keahlian TKR di SMK N 2 Yogyakarta masih banyak siswa yang belum aktif dan

dalam pelaksanaan praktik masih menemui banyak kesalahan yang dilakukan

oleh siswa, misalnya saja saat melakukan bleeding pada sistem hidrolik rem,

terjadi kesalahan dalam prosedur mengendorkan baut sehingga mengakibatkan

baut bleeding mengalami kerusakan.

Fasilitas bahan dan alat praktik yang kurang memenuhi yang mengakibatkan

proses pembelajaran PCSPT terhambat, misalnya saat praktik sistem rem tromol

dikendaraan Suzuki Carry, ternyata terjadi kerusakan di master silinder rem

(22)

ú

ûü

n

ýþþ ÿþ

p

n

n

ÿ

l

þ ÿ ÿ

s

w

þ

k

üþ

l

s

k

o

m

p

ü

t

ü

n

ÿ

k

üþ

l

ÿþ

n

ü

k

n

ÿ

k

ü

n

þ

r

þ þ

n

ÿ

n

þ

n

ÿ

o

þ

y

k

þþ

rt

p

þ þ

m

þ

t

þ

p

üþ

l

j

þ

r

þ

n

û û

t

þ

u

n

þ

j

þ

r

þ

n

p

þ þ

k

ü

n

y

þ

t

þþþ

n

y

n

m

þ ÿ þ

n

y

þ

k

ÿ

s

w

þ

y

þ

n

ü

lu

m

m

ü

n

ý þ

p

þ ÿ

n

ÿ

l

þ ÿ ûü

r

ü

n

t

þ ü ÿ

s

w

þ

p

þ þ

m

þ

t

þ

p

ü

l

þ

j

þ

r

þ

n

t

ü

o

r

ÿ û û û

y

þ

n

ü

lu

m

m

ü

m

üÿ

u

n

ü

n

þ

n

ü

p

r

ü

n

t

þ ü ü üþ

r

ü þ

n

k

þ

n

u

n

tu

k

m

þ

t

þ

p

ü

l

þ

j

þþ

r

n

t

ü

o

r

ÿ ûû ÿþ

w

s

y

þ

n

ü

m

lu

m

ü

m

ü

n

u

ÿ ü

n

þ

n

p

üü

r

n

t

þü ü ü þ

r

n

n

k

tu

ÿ

l

þ ÿ

p

r

þÿ

t

k

k

ü

n

ÿ

r

ÿ

p

þ þ

m

þ

t

þ

p

ü

l

þ

j

þ

r

þ

n

p

r

þÿ

k

t

k

ûû û ÿþ

s

w

þ

n

ü

lu

m

tu

þ

n

t

s

ü

n

þ

n

p

ü

r

ü

n

t

þü ü ü þ

r

ü þ

n

k

þ

n

u

n

tu

k

m

þ

t

þ

p

ü

l

þ

j

þ

r

þ

p

n

r

þ

k

t

ÿ

k

û ûÿ

s

w

þ

y

þ

n

ü

lu

m

tu

n

t

þ

s

ü

n

þ

n p

ü

r

ü

n

t

þü ü ü þ

r

ú

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan diatas, terdapat

beberapa

permasalahan

pada

pembelajaran

PCSPT.

Dari

beberapa

permasalahan yang ada, salah satunya pada pencapaian nilai siswa yang masih

banyak yang belum mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang

ditetapkan yaitu sebesar 7,6. Nilai KKM merupakan salah satu indikator

ketuntasan belajar siswa, sehingga dari adanya permasalahan rendahnya nilai

siswa ini harus dapat diselesaikan agar hasil belajar yang diperoleh siswa

mampu memenuhi standar KKM untuk dapat dikategorikan belajar tuntas dan

melanjutkan ke materi berikutnya. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya untuk

mengetahui keefektifan semua komponen yang ada dalam proses pembelajaran

dan faktor-faktor yang menjadi penghambat proses pembelajaran yang

(23)

Berdasarkan permasalahan rendahnya nilai siswa pada mata pelajaran

PCSPT maka penelitian ini dibatasi pada upaya mengetahui keefektifan semua

komponen yang ada dalam proses pembelajaran dan mencari faktor-faktor

pengahambat proses pembelajaran yaitu dengan cara melakukan evaluasi

proses pelaksanaan pembelajaran tersebut. Evaluasi pembelajaran ini bertujuan

untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang belum dapat terlaksana sesuai

dengan rencana dan tujuan, sehingga diharapkan setelah melakukan evaluasi

pelaksanaan pembelajaran dapat diketahui kesesuaian antara pelaksanaan

pembelajaran dengan rencana pembelajaran dan tujuan pembelajaran. Dalam

evaluasi pelaksanaan pembelajaran menekankan pada evalusi pengelolaan

pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru meliputi perencanaan pembelajaran,

pelaksanaan proses pembelajaran, pelaksanaan penilaian pembelajaran, hasil

belajar siswa dan faktor-faktor yang menghambat dalam proses pembelajaran.

Setelah melakukan proses evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran ini,

diharapkan nantinya dapat dipergunakan sebagai bahan dan dasar memperbaiki

proses belajar mengajar berikutnya.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah dipaparkan

di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

1. Bagaimanakah perencanaan pembelajaran PCSPT yang dilaksanakan di

SMK N 2 Yogyakarta pada kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan?

2. Bagaimanakah

pelaksanaan

kegiatan

pembelajaran

PCSPT

yang

dilaksanakan di SMK N 2 Yogyakarta pada kompetensi keahlian Teknik

(24)

9

3. Bagaimanakah evaluasi pembelajaran PCSPT yang dilaksanakan di SMK N 2

Yogyakarta pada kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan?

4. Bagaimana pencapaian hasil belajar siswa kelas XI TKR pada mata pelajaran

PCSPT tahun ajaran 2014/2015?

5. Hambatan-hambatan apa yang dihadapi dalam pembelajaran PCSPT yang

dilaksanakan di SMK N 2 Yogyakarta pada kompetensi keahlian Teknik

Kendaraan Ringan?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan di atas, maka dapat

disimpulkan tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut :

1. Mengetahui

sejauh mana

perencanaan

pembelajaran PCSPT yang

dilaksanakan di SMK N 2 Yogyakarta pada kompetensi keahlian Teknik

Kendaraan Ringan.

2. Mengetahui pelaksanaan kegiatan pembelajaran PCSPT yang dilaksanakan

di SMK N 2 Yogyakarta pada kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan.

3. Mengetahui sejauh mana evaluasi pembelajaran PCSPT yang dilaksanakan

di SMK N 2 Yogyakarta pada kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan.

4. Mengetahui hambatan-hambatan apa yang dihadapi dalam pembelajaran

PCSPT yang dilaksanakan di SMK N 2 Yogyakarta pada kompetensi keahlian

(25)

F. Manfaat Penelitian

! "#

n

$ # #

t

%&

or

'

t

'

s

"&

m

( &

r

'

k

#

n

)#

m

(#

r

#

n

p

&

l

#

k

*#

n

##

n

p

&

m

( &#

l

j

#

r

#

n

# +#

p

m

#

t

#

p

&

l

#

j

#

r

#

n

,-. ,%

p

#+#/&

l

#

s

0 1%2 3+'."2456

o

)#

y

k

#

rt

# !

5 ! "#

n

$ # #

t

,

r

#

kt

'

s

a.

Bagi Peneliti

Sebagai syarat untuk meraih gelar sarjana kependidikan di Fakultas Teknik

Universitas Negeri Yogyakarta. Selain itu penelitian ini sangat barmanfaat bagi

peneliti sebagai buah karya ilmiah.

b.

Bagi SMK N 2 Yogyakarta

Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam

pembelajaran pada mata pelajaran PCSPT pada kelas XI TKR di SMK N 2

Yogyakarta untuk menuju proses belajar mengajar yang lebih baik dengan

mengetahui faktor penghambat dan pendukung.

c.

Bagi Universitas Negeri Yogyakarta

Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pustaka bagi mahasiswa

Universitas Negeri Yogyakarta khususnya Fakultas Teknik dalam meningkatkan

pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Di samping itu, hasil penelitian ini

diharapkan juga dapat menjadi bahan penelitian untuk penelitian lanjutan

(26)

11

7 879 9 : 8;98<=> ? @ 8:8 8A:B CDB E@FGH D

1

A 7FIB CB H

BA =FEJFHK DB ELFIBCBH

MN

n

u

ru

t

OPN QRS NTRU NV WUXW SY WU ZRSR[ WU W\ ]^_^ `a b c def NQWgWUWXW QWhi Nf jWh kU li Ni mWSV nlo k QNn i mW SV X R XW QWo Sm W ZNUnWSXj SV fNf NU W kW Wi kNn p qi kNnb

Wi k Nn ZNU i Nf jZ WSZWU W QWRS f NU ZWof WhSmW gjo QWh kN SV NZWh jWS e WXW SmW nNoWo k jWS o NSVRSV WZ X WS o No kU lXjn i Re W XWSmW kNS NU Wk WS kNSVNZWh j WSe o N SmRo k jQnWS o WnSWe o NSWri RUn W S X WS oNSVW RZ nWS SmW XNSVWS U NWQRZ Wi i NU Z W WX WSmW f NU jf Wh WS i Nf WVWR kU Rf W XRp MNSjU jZ sU lSf Wth XW QWo TWU XRo WS \ ]^ ^u` ]^d e

learning is shown by a change in behavior as a result of experience

\fNQWgWU WX WQWh k NU jf Wh WS XRXWQ Wo ZRS Vn Wh QWnj mWSV XRh Wi RQnWS XWU R kNSVWQWo W Sdp TNQ WSgjZSmW TW SZ U ltn XWS vjiiNS X WQWo TjV RhWU ZlS l \ ]^ ^w` wad o NSm WZWnW S f WhxW f N QWgWU i Nf W V WR kNU jfWh W S mW SV U NQWZRr kNU o WSN S nWU NSW WXW SmW kN SV WQ Wo WSp yNo jXRW S zWV S N XWQWo {WZSW |RQRi }Wh WU \ ]^__` ] d oNSmWZWnWS f WhxWfNQWgWUXWk WZXRXNrRSRi RnWSiNf WVWRi jWZjkU li NiX Ro WS Wi jWZjlU VWSRi Wi R f NU jf Wh kNU RQWnj SmWi Nf W V WRWnRfWZk NSV W QWo WSpTNX WSVnWS

Zainal Arifin (2013:

10) menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku

karena interaksi individu dengan lingkungan dan pengalaman.

Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah

suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud

perubahan tingkah laku dan kemampuan bereaksi yang relatif permanen karena

(27)

~ €‚ ~ƒ„ ~ƒ… †‡†„

ˆ‰

n

u

ru

t

Š ‰

rm

‰

n

‹ Œ Ž

u

‹ 

o

. 81

A tahun 2013 tentang Implementasi

Kurikulum, sumber belajar adalah rujukan, objek dan atau bahan yang digunakan

untuk kegiatan pembelajaran yang berupa media cetak dan elektronik, nara

sumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.

Menurut Eveline Siregar dan Hartini Nara (2010: 128), macam-macam

sumber belajar, antara lain:

1) Pesan (

message

) yaitu informasi yang akan disampaikan dalam bentuk ide,

fakta, makna dan data

2) Manusia (

people

) yaitu orang-orang yang bertindak sebagai penyimpan,

pengolah dan penyalur pesan

3) Bahan media

software

yaitu perangkat lunak yang biasanya berisi pesan

4) Peralatan

hardware

yaitu perangkat keras yang digunakan untuk

menyampaikan pesan yang terdapat dalam bahan

5) Teknik (

technique

) yaitu prosedur atau langkah-langkah tertentu dalam

menggunakan bahan, peralatan, lingkungan dan orang untuk menyampaikan

pesan

6) Latar (

setting

) yaitu lingkungan di mana pesan itu diterima oleh pemelajar

Menurut Jamil Suprihatiningrum. (2013: 318-319), sumber belajar

diklasifikasikan menjadi 6 sebagai berikut

1) Pesan merupakan informasi atau berita yang disampaikan oleh seseorang

kepada orang lain. Bahan pelajaran mengandung pesan yang harus diajarkan

kepada siswa

2) Orang merupakan manusia yang berperan sebagai pencari, penyimpan,

pengolah, dan penyaji pesan, baik guru, siswa, pustakawan, dan sebagainya

3) Bahan merupakan perangkat lunak (

software

) yang mengandung

pesan-pesan belajar, yang biasanya disajikan menggunakan peralatan tertentu

seperti buku, modul program video, film, OHT (

over head transparency

), slide,

alat peraga dan sebagainya

4) Alat merupakan perangkat keras (

hardware

) yang digunakan untuk

menyajikan pesan yang tersimpan dalam bahan, seperti OHP, tape recorder,

video player, proyektor, dan komputer

5) Teknik merupakan prosedur yang digunakan guru dalam mengerjakan materi

demi mencapai tujuan pembelajaran. Di dalamnya mencakup: ceramah,

praktikum, demonstrasi, simulasi, tanya jawab, sosiodrama, diskusi, dan

sebagainya

(28)

13

Dari pendapat diatas dapat disimpulakan bahwa macam-macam sumber

belajar diklasifikasikan menjadi 6 yang meliputi pesan yang berupa informasi,

orang yang berperan penyari, pengolah dan penyaji pesan, bahan yang

mengandung pesan, alat yang digunakan untuk menyajikan pesan, teknik yang

berupa prosedur dan latar atau lingkungan dimana pesan itu diterima yang

berada di sekeliling siswa.

‘ ’“ ”• –—˜–“™“ š

Menurut Oemar Hamalik (2008: 30), hasil belajar yaitu terjadinya perubahan

tingkah laku pada diri seseorang yang telah melakukan proses belajar, misalnya

dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan dari yang tidak mengerti menjadi

mengerti. Selanjutnya Gagne dan Briggs dalam Jamil Suprihatiningrum (2013:

37), menyatakan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang

dimiliki siswa sebagai akibat dari perbuatan belajar dan dapat diamati melalui

penampilan siswa. Kemudian Reigeluth dalam Jamil Suprihatiningrum (2013: 37),

menyatakan bahwa hasil belajar adalah suatu kinerja yang diindikasikan sebagai

suatu kemampuan yang telah diperoleh. Sedangkan Toto Ruhimat, dkk (2011:

140), menyatakan bahwa hasil dari proses belajar ditandai dengan perubahan

tingkah laku secara keseluruhan baik yang menyangkut segi kognitif, afektif

maupun psikomotorik.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah

suatu kemampuan yang diperoleh setelah proses belajar dan ditandai dengan

terjadinya perubahan tingkah laku yang mencakup dari segi kognitif, afektif dan

(29)

›œ ž Ÿ  ¡¢  £¤¥¦§Ÿ¨ž Ÿ ¥© ¥ª

«¬

lo

m

p

o

­ ®¯ °±

l

²¬

l

¯ ³ ¯

r m

¬

n

u

ru

t

Benyamin S Bloom dalam Eveline Siregar

dan Hartini Nara (2010: 8-11) menyebutkan bahwa taksonomi belajar adalah

pengelompokan tujuan belajar berdasarkan domain atau kawasan belajar.

Domain belajar ada tiga, yaitu:

1)

Cognitive Domain

(kawasan kognitif)

Perilaku yang merupakan proses berpikir atau perilaku yang termasuk

hasil kerja dari otak. Beberapa kemampuan kognitif tersebut, antara lain

sebagai berikut:

a) Pengetahuan tentang suatu materi yang telah dipelajari

b) Pemahaman makna materi

c) Aplikasi atau penerapan penggunaan materi atau aturan teoritis yang

prinsip

d) Analisa yaitu sebuah proses analisis teoritis dengan menggunakan

kemampuan akal

e) Sintesa yaitu kemampuan memadukan konsep, sehingga menemukan

konsep baru

f) Evaluasi yaitu kemampuan melakukan evaluatif atas penguasaan materi

pengetahuan

2)

Affective domain

(kawasan afektif)

Perilaku

yang

dimunculkan

seseorang

sebagai

pertanda

kecenderungannya untuk membuat pilihan atau keputusan untuk beraksi di

dalam lingkungan tertentu. Beberapa contoh yang termasuk dalam kawasan

afektif, antara lain:

(30)

15

´

)

µ¶

lo

n

·¸

t

¹ ¶

n

º¸

n

m

u

»¸´ ¶

r

¼ ¶

r

½

-

¼ ¶

r

½¼ ¶´¸º ¸½

t

¸

n

¹¸»¶º½

r

¸

n

º¸

n

·

)

¾¶

r

º½ »¶

m

¸¼ ¿ ½¹ ¸¸

t

u

» ¶ º¶

r

¶¿ ¸ ¼ ¶´ ¸º¸½

p

¶½

r

l

¸»

u

o

r

¸

n

º ´ ¶

r

½

m

¸

n

»¶

p

¸¹¸

À

u

Á ¸

n

 µ

E

3)

Psychomotor domain

(kawasan psikomotor)

Perilaku yang dimunculkan oleh hasil kerja fungsi tubuh manusia. Domain

ini berbentuk gerakan tubuh, antara lain seperti berlari, melompat, melempar,

berputar, memukul, menendang dan lain-lain.

UNESCO

dalam

A.

Suhaenah

Suparno

(2001:

16-18)

telah

merekomendasikan terhadap hasil pendidikan/ belajar yang dikenal sebagai

empat pilar dalam pendidikan/ belajar, yaitu :

1)

Learning to know

. Pada

Learning to know

ini terkandung makna bagaimana

belajar, dalam hal ini ada tiga aspek yaitu apa yang dipelajari, bagaimana

caranya dan siapa yang belajar.

2)

Learning to do

. Hal ini dikaitkan dengan dunia kerja, membantu seseorang

mampu mempersiapkan diri untuk bekerja atau mencari nafkah. Jadi dalam

hal ini menekankan perkembangan ketrampilan untuk yang berhubungan

dengan dunia kerja.

3)

Learning to live together

. Belajar ini ditekankan seseorang atau pihak yang

belajar mampu hidup bersama, dengan memahami orang lain, sejarahnya,

budayanya, dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis.

4)

Learning to be

. Belajar ini ditekankan pada pengembangan potensi insani

secara maksimal. Setiap individu didorong untuk berkembang dan

mengaktualisasikan diri. Dengan learning to be seseorang akan mengenal jati

diri, memahami kemampuan dan kelemahanya dengan

(31)

ÃÄ ÅÆ ÇÆ È ÉÆÇÆÊ ÃÇ ËÌÍÎÍ ÏÐÆÏÑÒÍÎÓÍ Ò ËÌÃÓÍ ÔÍÇ

ÕÖ

ru

×ØÙ Ø

n

t

Ú

n

ÛÜ ØÙ

l

Ø Ü

u

y

Ø

n

Û

t

Ö

r

ÝØÞÚ ÞØ

l

Ø

m

p

ßÖ

ro

s

×ÖØÝØ

l

r t

ÚÞØÜ ßÖ

m

u

Ø

n

y

Ø

ÞØ

p

Ø

t

Þ ÚÜ Ø

t

ÖÛ

o

r

ÚÜØ

n

ßÖ×ØÛØÚ

p

Ö

r

Ú

l

ØÜ

u

×Ö

l

ØÝØ

r.

Adapun ciri

-ciri tingkah laku yang

dikategorikan sebagai perilaku belajar adalah sebagai berikut (Sugihartono,

2007:74-76):

1) Perubahan Tingkah Laku Terjadi Secara Sadar

Tingkah laku yang dilakukan dalam proses belajar disadari oleh pelaku.

Pelaku menyadari terdapat perubahan atau sekurang-kurangnya merasakan

adanya suatu perubahan dalam dirinya terdapat pengetahuan yang

meningkat.

2) Perubahan Bersifat Kontinyu dan Fungsional

Hasil belajar yang diperoleh seseorang berkesinambungan dan tidak

statis. Sebuah perubahan dalam belajar akan menyebabkan perubahan

berikutnya yang bermanfaat hingga proses belajar selanjutnya. Perubahan ini

akan berlangsung hingga menjadi cakap dan ahli.

3) Perubahan Bersifat Positif dan Aktif

Dikatakan

perubahan tersebut aktif apabila perilaku senantiasa

bertambah dan lebih baik. Sedangkan bersifat aktif terjadi bahwa perubahan

tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan dengan usaha individu sendiri.

Perubahan positif dan aktif berarti perubahan yang kearah lebih baik yang

dilakukan individu tersebut.

4) Perubahan Bersifat Permanen

Perubahan yang terjadi bersifat menetap dan tidak akan hilang walaupun

(32)

17

àáâ

u

n

ãä ã

n

à ã

n

àá

l

ã

t

á å

,

ãä ã

n

t

æ

ru

s

çæäæ

r

ç ã

m

n

â

m

æ

n

èãàá

t

áâ äã

n

t

äæãå

l

á ã

n

y

ã

n

â

l

æç á å

t

á

n

â â á

.

5)

éæçãåã

ru

n

àã

l

ã

m

Belajar Bertujuan atau Terarah

Perubahan tingkah laku dalam belajar mensyaratkan adanya tujuan yang

akan dicapai oleh pelaku belajar dan terarah kepada perubahan tingkah laku

yang benar-benar disadari. Dengan demikian, perubahan belajar yang

dilakukan senantiasa terarah kepada tingkah laku yang diterapkan.

6) Perubahan Mencakup Seluruh Aspek Tingkah Laku

Perubahan yang diperoleh seseorang setelah melalui proses belajar

meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku. Jika seseorang belajar sesuatu,

sebagai hasilnya akan diperoleh perubahan tingkah laku secara menyeluruh

dalam sikap, keterampilan, dan pengetahuan.

Selanjutnya menurut Syaiful Bahri Djamarah (2002: 15-16), ciri-ciri

perubahan tingkah laku antara lain:

1) Perubahan yang terjadi secara sadar

Individu yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan itu

sekurang-kurangnya individu merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan dalam

dirinya.

2) Perubahan dalam belajar bersifat fungsional

Perubahan yang terjadi dalam diri individu berlangsung terus menerus

dan tidak statis. Suatu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan

berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan atau proses belajar berikutnya.

3) Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif

Perubahan itu selalu bertambah dan tertuju untuk memperoleh suatu

(33)

êë

l

ìí ì

r y

ì

n

î ï ð

l

ìñ

u

ñ ì

n

, m

ìñð

n

ê ììñ

n

y

ïì

n

m

ìñð

n

ê ì ðñ

p

ë

ru

êì òì

n

y

ì

n

î ï ð

p

ë

ro

l

ë ò

.

4)

óëê ì òì

ru

n

ï ì

l

ì

m

êë

l

ìíì

r

êñ ì

u

n

êë

r

ô ðõ ì

t

ôëë

m

n

t

ì

r

ì

óëêì òì

ru

n

y

ì

n

î

t

ë

r

í ì ï ð ñ ì

r

ë

n

ì

p

ôë

ro

s

ê ë

l

ì í ì

r

ê ë

r

ôðõì

t m

ë

n

ë

t

ì

p

ì

t

ì

u

p

ëì

rm

n

ë

n

.

Berarti tingkah laku yang terjadi setelah belajar bersifat menetap.

5) Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah

Berarti perubahan tingkah laku terjadi karena ada tujuan yang akan

dicapai. Perubahan tingkah laku ini benar-benar disadari.

6) Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku

Jika seseorang belajar sesuatu, sebagai hasilnya ia akan mengalami

perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap, kebiasaan,

keterampilan, pengetahuan, dan sebagainya.

Sedangkan Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni (2007: 15-16) menyimpulkan

bahwa ciri-ciri belajar antara lain:

1) Belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku (

change behavior

), yang

artinya hasil dari belajar hanya bisa diamati dari tingkah laku, dari yang tidak

tahu menjadi tahu, dari yang tidak terampil menjadi terampil.

2) Perubahan perilaku

relative permanent,

yang artinya perubahan tingkah laku

dari proses belajar untuk waktu tertentu tidak akan berubah-ubah.

3) Perubahan tingkah laku bersifat potensial, yang artinya perubahan tingkah

laku tidak harus segera dapat diamati saat proses pembelajaran.

4) Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman.

(34)

1

9

ö ÷ øùú û üýþ öùú û üýÿù ù ý ùù ý

Menurut Zainal Arifin (2013: 299-300), faktor-faktor yang mempengaruhi

hasil belajar antara lain:

1) Faktor peserta didik yang meliputi kapasitas dasar, bakat khusus, motivasi,

minat, kematangan dan kesiapan, sikap dan kebiasaan.

2) Faktor sarana dan prasarana, baik berupa kelengkapan, kualitas maupun

penggunaannya seperti guru, metode, media, bahan ajar dan sumber belajar.

3) Faktor lingkungan, baik faktor fisik ataupun faktor sosial dimana pembelajaran

tersebut dilaksanakan.

4) Faktor hasil belajar yang merujuk pada rumusan normatif harus menjadi milik

peserta didik setelah melaksanakan proses pembelajaran.

Selanjutnya Toto Ruhimat, dkk (2011: 140-141), hasil belajar siswa

dipengaruhi oleh faktor intenal dan faktor eksternal yaitu:

1) Faktor internal

a) Faktor fisiologis atau jasmani individu baik bersifat bawaan maupun yang

diperoleh dengan melihat, mendengar, struktur tubuh, cacat tubuh dan

sebagainya.

b) Faktor psikologis baik yang bersifat bawaan maupun keturunan, yang

meliputi:

(1)Faktor intelektual terdiri atas:

(a)Faktor potensial yaitu intelegensi dan bakat

(b)Faktor aktual yaitu kecakapan nyata dan prestasi

(2)Faktor non-intelektual yaitu komponen-komponen kepribadian tertentu

seperti sikap, minat, kebiasaan, motivasi, kebutuhan, konsep diri,

penyesuaian diri, emosional dan sebagainya

c) Faktor kematangan baik fisik maupun psikis

2) Faktor eksternal

a) Faktor sosial yang terdiri atas:

(1)Faktor lingkungan keluarga

(2)Faktor lingkungan sekolah

(3)Faktor lingkungan masyarakat

(4)Faktor kelompok

b) Faktor budaya seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan dan teknologi,

kesenian dan sebagainya

c) Faktor lingkungan fisik, seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar, iklim dan

sebagainya

(35)

m

u

n

u

n

l

m

s

m

u

n

(2012

124),

o

r -

to

r y

n

m

m

p

n

ru

l

r

n

t

r

l

n

1)

Faktor Internal

a)

Faktor Fisiologis

Secara umum kondisi fisiologis, seperti kesehatan yang prima, tidak

dalam keadaan lelah dan capek, tidak dalam keadaan cacat jasmani dan

sebagainya. Hal tersebut dapat mempengaruhi peserta didik dalam

menerima materi pelajaran.

b)

Faktor Psikologis

Setiap indivudu dalam hal ini peserta didik pada dasarnya memiliki

kondisi psikologis yang berbeda-beda, tentunya hal ini turut mempengaruhi

hasil belajarnya. Beberapa faktor psikologis meliputi intelegensi (IQ),

perhatian, minat, bakat, motif, motivasi, kognitif dan daya nalar peserta

didik.

2)

Faktor Eksternal

a) Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan dapat mempengurhi hasil belajar. Faktor lingkungan

ini meliputi lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan alam

misalnya suhu, kelembaban dan lain-lain. Belajar pada tengah hari di

ruangan yang kurang akan sirkulasi udara akan sangat berpengaruh dan

akan sangat berbeda pada pembelajaran pada pagi hari yang kondisinya

masih segar dan dengan ruangan yang cukup untuk bernafas lega.

b) Faktor Instrumental

Faktor-faktor instrumental adalah faktor yang keberadaan dan

(36)

21

Faktor-faktor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana untuk

tercapainya tujuan-tujuan belajar yang direncanakan. Faktor-faktor

instrumental ini berupa kurikulum, sarana dan guru.

Sedangkan Caroll dalam Nana Sudjana (2004: 40), hasil belajar peserta

didik dipengaruhi oleh faktor dalam individu dan faktor diluar individu

(lingkungan). Adapun faktor yang ada dalam individu adalah bakat peserta didik,

waktu yang tersedia untuk belajar, waktu yang diperlukan peserta didik untuk

menjelaskan pelajaran dan kemampuan individu. Sedangkan faktor yang ada

diluar individu adalah kualitas dari pengajaran.

Dari pendapat diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa pada dasarnya

ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar siswa, yakni faktor

yang terdapat dalam diri siswa itu sendiri (faktor intern) dan faktor yang ada di

luar diri siswa (faktor ekstern) baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah

maupun masyarakat sekitar.

2

! " #

# $"% & #' ! " #

Istilah pembelajaran dalam khazanah ilmu pendidikan sering disebut juga

dengan pengajaran atau proses belajar mengajar. Dalam bahasa Inggris disebut

dengan

teaching

atau

teaching and learning

. Dalam pasal 1 butir 20 UU Nomor

20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pembelajaran

adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada

suatu lingkungan belajar. Selanjutnya Nana Syaodih Sukmadinata dan Erliany

Syaodih (2012: 103) menyatakan bahwa pembelajaran pada dasarnya

merupakan kegiatan guru menciptakan situasi agar siswa belajar dan tujuan

(37)

()*

u

t

)

p

o

+,

l

Eveline Sire

gar dan Hartini Nara (2010: 12), mendefinisikan

pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung

proses belajar siswa dengan memperhitungkan kejadian-kejadian ekstrim yang

berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami

siswa. Sedangkan Zainal Arifin (2013: 10) menyatakan bahwa pembelajaran

adalah suatu proses atau cara yang dilakukan agar seseorang dapat melakukan

kegiatan belajar.

Dari beberapa pengertian menurut para ahli dapat disimpulkan bahwa

pembelajaran adalah suatu proses interaksi antara guru dan peserta didik yang

berisi berbagai kegiatan yang dirancang untuk mendukung proses belajar

peserta didik yang bertujuan agar terjadi proses belajar (perubahan tingkah laku)

pada diri peserta didik.

Pembelajaran dari guru berlangsung efektif bila menyebabkan siswa belajar

secara efektif pula. Pembelajaran tidak sekedar memberikan pengetahuan,

teori-teori dan konsep-konsep, tapi lebih dari itu. Pembelajaran merupakan upaya

mengembangkan potensi, kecakapan dan kepribadian siswa. Pengembangan

aspek-aspek pada siswa tersebut, tidak diberikan atau dikembangkan oleh guru,

tetapi oleh siswa sendiri. Siswalah yang berkembang dan mengembangkan

dirinya. Fungsi guru menyiptakan situasi, memberikan dorongan, arahan,

bimbingan, kemudahan agar siswa belajar dan berkembang (Nana Syaodih

Sukmadinata dan Erliany Syaodih, 2012: 59).

-. /01 20 343 5 601 20 343241-47898: 83

Komponen pembelajaran adalah kumpulan dari beberapa item yang saling

berhubungan satu sama lain yang merupakan hal penting dalam proses belajar

(38)

23

p

;

m

<;

l

=> =

r

=

n

t

;

r

?; <

u

t

=@=

l

= A

tu

>

u

=

, m

n

=

t

;

r

B=

t

=

u

<= A=

n

=> =

r, m

;

to

@;@=

n

m

;@B=

,

;

v

=

lu

=?B

,

=

n

=C@B @BC=

t

=

u

? B=

w

s

@=

n

p

;

n

@B @BC=

t

=

u

D

.

u

ru

1)

E>

u

u

=

n

p

;

m

<;

l

=>=

r

=

n

F;

n

u

ru

t

E

o

to

G

u

AB

m

=

t

@CC

(2011

H

148), tu

>

u

=

n

p

;

m

<;=> =

l

r

=

n

m

;

ru

p

=C=

n

s

u

=

tu

t

=

r

D;

t y

=

n

D BDB

n

n

@BI=

p

=B @B @==

l

m

s

u

=

tu

p

ro

s

;

p

s

;

m

<;

l

=> =

r

=

n

.

J;=

l

n

>

u

tn

y

= @==

l

m

K;

rm

;

n

@BC=

n

s

GL

M

o

. 41

E = A

u

n

2007 t

;

n

t

=

n

D J

t

=

n

@=

r

K

ro

?;

s

@B?;<

u

t

C=

n

<=A

w

=

tu

>

u

=

n

p

;<;

m

=> =

l

r

=

n

m

;=C=

p

ru

n

D =

m

<=

r

=

n

p

ro

? ;;

@=

n

A=?B

l

<;

l

=>=

r y

=

n

D @B A=

r

=C=

p

n

@=

p

=

t

@BI=

p

=B

o

l

; A

p

;?;

rt

= @B @BC ?;

s

u

=B @;D=

n

n

C

p

;

m

o

t

;

n

? B@=

s

=

r

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan

pembelajaran adalah suatu rancangan yang menitik beratkan terhadap

pencapaian yang akan di dapat oleh peserta didik setelah melalui proses

pembelajaran itu sendiri.

2) Guru atau pendidik

Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2010: 39), guru adalah orang yang

memberikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik dan merupakan orang

yang melaksanakan pendidikan di tempat-tempat tertentu. Selanjutnya dalam

pasal 1 butir 6 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, Pendidik adalah

tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor,

pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan istilah lainnya

yang sesuai dengan kekhususannya yang juga berperan dalam pendidikan.

Sedangkan dalam pasal 1 butir 1 UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan

Dosen menyatakan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tugas

(39)

p

NO N

rt

P QR QRS

p

PQ P

p

N

n

QR QR SP

n

P

n

PS

u

O R P QR

n

R T P

lu

r p

N

n

QR QRSP

n

U

o

rm

P

l,

p

N

n

QR QRSP

n

QPOP

r

QP

n

p

N

n

QR QRSP

n

m

N

n

N

n

VPW

.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa guru adalah

seseorang dengan fitrahnya sebagai manusia berkepribadian yang

memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar dan berpartisipasi

penuh dalam menyelenggarakan pendidikan yang didalamnya berperan

memberikan pengetahuan kepada peserta didik.

3) Peserta didik

Menurut Oemar Hamalik (2008: 99-100), peserta didik atau murid adalah

salah satu komponen terpenting dalam pengajaran disamping guru, metode

dan tujuan pembelajaran. Tanpa adanya murid maka tidak akan terjadi proses

pembelajaran karena muridlah yang membutuhkan pengajaran dan bukan

guru, guru hanya berusaha memenuhi kebutuhan murid. Selanjutnya menurut

Sardiman (2006: 111), peserta didik adalah salah satu komponen manusia

yang menempati posisi sentral dalam proses belajar mengajar dan peserta

didik itu sendiri merupakan subjek belajar. Sedangkan menurut Syaiful Bahri

Djamarah (2010: 51), peserta didik adalah setiap orang yang mendapatkan

pengaruh dari seorang ataupun sekelompok orang yang menjalankan

kegiatan pendidikan. Sementara dalam Pasal 1 butir 4 UU Nomor 20 tahun

2003 tentang Sisdiknas, peserta didik adalah anggota masyarakat yang

berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang

tersedia pada jalur, jenjang dan pendidikan tertentu.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa peserta didik

merupakan komponen yang terpenting dalam pembelajaran dan merupakan

(40)

25

XYXY

o

r

Z[

n

\Y [Z

n

n

X Y[ Z

l

Z

p

o

t

Y

n

X ]

y

Z

n

[ Z\ Z

p

Z \Z \ ]

r

]

n

y

Z

u

n

tu

^ X Y

n

Z

n

t

]ZX Z \ ]^ Y

m

_Z

n

[^ Z

n

_Z]^

m

Y

l

Z

lu

]

p

ro

XY

s

p

Y

m

_Y

l

Z `ZZ

r

n

m

Z

u

p

u

n

^Y

t

]^ Z ]Z _Y

r

]

n

t

YZ^X ]

r

\Y[Z

n

n

XY[ZZ

l

X Y

s

u

Z

tu

.

4)

aZ

t

Y

r

]

p

Y

m

_Y

l

Z `Z

r

Z

n

aY

n

u

ru

t

b

o

to

c

u

d]

m

Z

t,

\ ^^

(2011

e

152),

_ZdZ

n

Z

t

Z

u

m

Z

t

Y

r

]

p

Y

m

_Y

l

Z `Z

r

Z

n

p

Z \Z \ Z XZ

rn

y

Z ]X ] \ Z

r

] X Y_

u

Zd ^

u

r

]^

u

lu

m

, y

Z ]

tu

_Y

ru

p

Z

m

Z

t

Z

p

Y

l

Z`Z

r

Z

n

Z

t

Z

u

_ ]\Z[

n

\ Y

n

[ Z

n

to

p

]^ Z

t

Z

s

u

u

_

to

p

]^ \Z

n

r

]

n

f]Z

n

n

y

Z

.

gYZ

l

`

n

Z

u

tn

y

m

Y

n

u

ru

t

Abdul Majid (2007:173), bahan ajar adalah segala sesuatu yang digunakan

untuk guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar .Bahan yang

dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis yang

berisikan informasi.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa materi

pembelajaran atau bahan ajar adalah segala sesuatu yang dibahas dalam

pembelajaran dalam rangka membangun proses belajar. Materi pembelajaran

berisikan informasi yang dapat berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis.

Materi merupakan komponen terpenting dalam pembelajaran yang

menentukan tercapainya suatu tujuan dalam pembelajaran.

5) Metode pembelajaran

Metode secara harfiah berasal dari bahasa Yunani

methodos

, yang

artinya jalan atau cara. Metode pembelajaran diartikan sebagai cara yang

berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, khususnya

kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa. Metode dalam mengajar

berperan sebagai alat untuk menciptakan proses pembelajaran antara siswa

dengan guru dalam proses pembelajaran (Jamil Suprihatiningrum, 2013: 281).

(41)

hi

r

i

y

i

n

j kl

p

m

r

j

u

n

in i

n

j

u

ru

kii

l

m

m

m

n

ji kini

n

o

u

pji

n

u

n

km

n

j i

n

ql

s

w

i

p

i kiqii

t

pm

rl

ij

n

j

u

n

s

i

n

y

p

m

n

j i ri

r

i

n

.

Berdasarkan definisi metode pembelajaran yang dikemukakan tersebut di

atas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran merupakan suatu cara

atau strategi yang dilakukan oleh seorang guru agar terjadi proses belajar

pada diri siswa untuk mencapai tujuan.

6) Media pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari

medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Menurut Arief

S. Sadiman, dkk (2006: 7), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang

dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima

sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa

saat proses pembelajaran. Selanjutnya Jamil Suprihatiningrum (2013: 319)

menyatakan bahwa media pembelajaran merupakan alat dan bahan yang

membawa informasi atau bahan pelajaran yang bertujuan untuk

mempermudah mencapai tujuan pembelajaran.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media

pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan

pesan berupa informasi dari pengirim kepada penerima yang bertujuan untuk

mempermudah tercapainya tujuan pembelajaran.

7) Evaluasi pembelajaran

Komponen evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan yang telah

ditentu

Gambar

Tabel 1. Produksi kendaraan bermotor dalam negeri (unit), 2009-2013
Tabel 3.Kompetensi dasar Mata Pelajaran PCSPT di SMK N 2 Yogyakarta
Gambar 1. Evaluasi model Stake
Tabel 8.Kisi-kisi intrumen
+4

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan langkah penting yang harus dilakukan adalah mengembangkan kegiatan ekonomi yang baru yang dapat mempercepat informasi kegiatan ekonomi yang bersifat tradisional

In the past couple of years, a few types of image analysis technique were applied to analyze the agricultural images in order to recognize and classify fruits and vegetables.. The

Disamping peranan aspek ideoplastis berupa ide, pendapat atau gagasan dan aspek fisikoplastis yang menyangkut masalah tehnik dan pengorganisasian elemen-elemen seni rupa,

[r]

Pada usia yang sama, pria memiliki waktu reaksi yang lebih cepat.. dibandingkan wanita (Woodworth and

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI... PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN

Observasi pra-PPL menyangkut perangkat pembelajaran (meliputi kurikulum, silabus, dan RPP), proses pembelajaran (meliputi cara membuka pelajaran, menyajikan materi,

STUDI MENGENAI MANAJEMEN RESIKO PADA KONTRAKTOR DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA, Gustaf Reinhard, 105101508/MTS, Mei 2012, Konsentrasi Manajemen Konstruksi,