EVALUASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PERAWATAN
CHASSIS
DAN SISTEM PEMINDAH TENAGA (PCSPT) PADA KELAS XI
TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK N 2 YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2014/2015
TUGAS AKHIR SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta untuk
Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperolah Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh :
Juan Prasetyadi
NIM 11504241032
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF
FAKULTAS TEKNIK
MOTTO
Bersabar, Berusaha dan Bersyukur
Bersabar dalam berusaha#
Berusaha dengan tekun dan pantang menyerah#
Bersyukur atas apa yang diperoleh#
HALAMAN PERSEMBAHAN
Dengan penuh rasa syukur karya ini, penulis persembahkan kepada:
Allah SWT sebagai ibadah dan wujud syukur senantiasa kepada-Nya
Ibuku Suratinah dan ayahku Supriyadi yang kucinta
Terimakasih atas semua kesabaran, dukungan, doa dan
bimbingannya
Kakakku Yayat Prasetyadi dan adikku Rayita Kumala Defi yang
selalu menjadi motivasi dan semngat bagiku
Dosen Pendidikan Teknik Otomotif
Terimakasih atas bimbingannya sehingga saya bisa mendapatkan
ilmu yang sangat bermanfaat
Teman-teman kelas C otomotif 2011 yang selali memberikan
keceriaan, canda dan tawa yang tak pernah terlupakan. Semoga kita
menuai sukses kedepan. Aamiin
Almamaterku UNY
Terimakasih telah memberikan tempat dan kesempatan kepada saya
untuk menuntut ilmu
CHASSIS
(
)
2
201
/201
Oleh :
Juan Prasetyadi
NIM. 11504241032
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1)
perencanaan pembelajaran
PCSPT pada kelas XI TKR di SMK N 2 Yogyakarta, (2) pelaksanaan kegiatan
pembelajaran PCSPT pada kelas XI TKR di SMK N 2 Yogyakarta, (3) evaluasi/
penilaian pembelajaran PCSPT pada kelas XI TKR di SMK N 2 Yogyakarta, (4)
hasil belajar siswa, (5) hambatan-hambatan selama proses pembelajaran
PCSPT
Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan menggunakan model
countenance stake yang terdiri dari tiga aspek yaitu
antecedents, transactions
dan
outcomes. Sumber data dalam penelitian ini adalah Wakil Kepala Sekolah
bidang Kurikulum, guru mata pelajaran PCSPT, siswa kelas XI TKR dan
dokumen-dokumen pembelajaran. Pengumpulan data menggunakan angket,
observasi dan dokumentasi. Validitas kontruk instrumen penelitian dengan
expert
judgement
dan validitas instrumen angket dilakukan dengan uji korelasi
product
momen
menggunakan
sofware
SPSS 16.0 . Untuk uji reliabilitas menggunakan
rumus
alpha cronbach
dengan menggunakan
sofware
SPSS 16.0. Teknik
analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif
melalui analisis deskriptif persentase yang dinilai berdasarkan kriteria penilaian
disertai analisis deskriptif kualitatif melalui angket terbuka dan observasi
pembelajaran
Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) perencanaan pembelajaran termasuk
dalam kriteria sangat baik yaitu dengan persentase sebesar 84,5%, (2)
pelaksanaan kegiatan pembelajaran PCSPT untuk pembelajaran teori termasuk
dalam kriteria sangat baik yaitu dengan persentase sebesar 86,38%, sedangkan
untuk pembelajaran praktik termasuk dalam kriteria sangat baik yaitu dengan
persentase sebesar 84,68%, (3) penilaian pembelajaran PCSPT termasuk dalam
kriteria sangat baik yaitu dengan persentase sebesar 83,35%, (4) hasil belajar
siswa kelas XI TKR pada mata pelajaran PCSPT tahun ajaran 2014/2015, untuk
kompetensi pengetahuan nilai rata-rata siswa sebesar 76,72, untuk kompetensi
keterampilan nilai rata-rata siswa sebesar 77,21, untuk kompetensi sikap spritual
dan sosial nilai rata-rata siswa sebesar 78,85 ,(5) hambatan-hambatan yang
dialami guru dalam pembelajaran termasuk dalam kriteria cukup rendah yaitu
dengan persentase sebesar 21,42%, sedangkan untuk hambatan-hambatan
yang dialami siswa termasuk dalam kategori cukup tinggi yaitu dengan
persentase 55,75
v
!" ! #
$
u
% &'u
(u
) (*+, -) ,.Allah SWT atas berkat rahmat dan karunia
-Nya,
Tugas Akhir Skripsi dalam rangka untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk
mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan dengan judul Evaluasi Pelaksanaan
Pembelajaran Perawatan
Chassis
dan Sistem Pemindah Tenaga (PCSPT) pada
Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK N 2 Yogyakarta tahun ajaran
2014/2015 dapat disusun sesuai dengan harapan. Tugas Akhir Skripsi ini dapat
diselesaikan tidak lepas dari bantuan dan kerjasama dengan pihak lain.
Berkenaan dengan hal tersebut, penulis menyampaikan ucapan terima kasih
kepada yang terhormat:
1. Lilik Chaerul Yuswono, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing TAS yang telah
banyak memberikan semangat, dorongan, dan bimbingan selama
penyusunan Tugas Akhir Skripsi ini
2. Prof. Dr. Herminanto Sofyan, dan Martubi, M.Pd., M.T., selaku validator
instrumen penelitian TAS yang memberikan saran/ masukan perbaikan
sehingga penelitian TAS dapat terlaksana sesuai dengan tujuan
3. Kir Haryana, M.Pd., Prof. Dr. Herminanto Sofyan, dan Lilik Chaerul Yuswono,
M.Pd.,
selaku Tim Penguji yang memberikan koreksi perbaikan secara
komprehensif terhadap TAS ini
4. Martubi, M.Pd., M.T., dan Noto Widodo, M.Pd., selaku ketua Jurusan
Pendidikan Teknik Otomotif dan Ketua Program Studi Pendidikan Teknik
Otomotif beserta dosen dan staf yang telah memberikan bantuan dan fasilitas
5. Dr. Moch. Bruri Triyono, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas
Negeri Yogyakarta yang memberikan persetujuan pelaksanaan Tugas Akhir
Skripsi
6. Drs. Sentot Hargiardi, MM., selaku Kepala Sekolah SMK N 2 Yogyakarta
yang telah memberi ijin dan bantuan dalam pelaksanaan penelitian Tugas
Akhir Skripsi ini
7. Dr. Budi Santosa, Atun Budiharjana, S.Pd., Wahyu Isti Hartono, S.Pd., dan
Sumadi, M.Pd., selaku guru SMK N 2 Yogyakarta yang telah memberi
bantuan memperlancar pengambilan data selama proses penelitian Tugas
Akhir Skripsi ini
8. Semua pihak, secara langsung maupun tidak langsung, yang tidak dapat
disebutkan di sini atas bantuan dan perhatiannya selama penyususnan
Tugas Akhir Skripsi ini
Akhirnya, semoga segala bantuan yang telah berikan semua pihak di atas
menjadi amalan yang bermanfaat dan mendapat balasan dari Allah SWT dan
Tugas Akhir Skripsi ini menjadi informasi bermanfaat bagi pembaca atau pihak
lain yang membutuhkannya
Yogyakarta,
Oktober 2015
Penulis,
Juan Prasetyadi
x
/ 01 2 034 54
678 79 7: 6
A
;A
<A
=>A
<?@;...
A ;E
<BA
B?E
B>E
C@D@A
=...
AA > @BA
C?E
B=EA
CAA
=...
AAA6
A
;A
<A
=?E
=GESAHAN...
iv
HALAMAN MOTTO ...
v
HALAMAN PERSEMBAHAN ...
vi
ABSTRAK...
vii
KATA PENGANTAR ...
viii
DAFTAR ISI ...
x
DAFTAR TABEL ...
xii
DAFTAR GAMBAR ...
xiv
DAFTAR LAMPIRAN ...
xv
F0F4GHI/0JK LK0I
...
1
A. Latar Belakang ...
1
B. Identifikasi Masalah ...
6
C. Batasan Masalah ...
7
D. Rumusan Masalah ...
8
E. Tujuan Penelitian...
9
F. Manfaat Peneitian...
10
F0F4 4M 0N 40IGK520M 0
...
11
A. Kajian Teori...
11
1. Belajar ...
11
2. Pembelajaran ...
21
3. Evaluasi pembelajaran ...
35
B. Kajian Program yang Dievaluasi ...
44
1. Pembelajaran Perawatan Chassis dan Sistem Pemindah
Tenaga (PCSPT) ...
44
2. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran
PCSPT ...
44
3. Materi PCSPT...
45
C. Kajian Model Evaluasi ...
48
1. Model-model evaluasi...
48
2. Penerapan model evaluasi dalam penelitian...
52
D. Kajian Penelitian yang Relevan...
53
E. Pertanyaan Penelitian ...
54
F0F4 4 4OH2P/HGHIH L424 0I...
56
A. Metode Penelitian ...
56
B. Prosedur Evaluasi ...
58
C. Tempat dan Waktu Penelitian ...
59
D. Subjek dan Objek Penelitian ...
59
1. Subjek penelitian ...
59
2. Objek penelitian...
60
E. Definisi Operasional Variabel Penelitian...
60
1. A
QRSTUVU VWS W TXYZ QT[...
63
2.
\ ]X T[ ^VXY...
64
3. D
Z S W_T QU VXY...
64
G. Instrumen Penelitian ...
65
H. Validitas dan Reliabilitas Instrumen...
71
1. Validitas instrumen ...
71
2. Reliabilitas instrumen...
72
I. Teknik Analisis Data...
73
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...
76
A. Deskripsi Data...
76
1. Perencanaan pembelajaran PCSPT ...
77
2. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran PCSPT ...
79
3. Evaluasi pembelajaran PCSPT...
83
4. Hasil belajar siswa ...
85
5. Hambatan-hambatan pembelajaran PCSPT...
86
B. Pembahasan...
91
1. Perencanaan pembelajaran PCSPT ...
91
2. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran PCSPT ...
99
3. Evaluasi pembelajaran PCSPT...
116
4. Hasil belajar siswa ...
119
5. Hambatan-hambatan pembelajaran PCSPT...
119
BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI...
124
A. Kesimpulan ...
124
B. Rekomendasi ...
125
C. Keterbatasan Penelitian ...
126
D. Saran ...
126
DAFTAR PUSTAKA...
128
xii
DAFTAR TABEL
`ab ac ad e afgb
1.
hi jklm n om gdkai a adf gic jp jik ab acdgq gi o(
l dop), 200
9-2013....
2
Tabel 2.
Data akhir seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada
jalur reguler padatahun 2012-2014 ...
3
Tabel 3. Kompetensi dasar Mata Pelajaran PCSPT di SMK N 2
Yogyakarta
...
44
Tabel 4. Jumlah siswa kelas XI TKR di SMKN 2 Yogyakarta tahun 2015 .
60
Tabel 5. Kisi-kisi instrumen angket evaluasi pelaksanaan pembelajaran
untuk wakil kepala sekolah bidang kurikulum...
66
Tabel 6. Kisi-kisi
intrumen
angket
hambatan-hambatan
dalam
pembelajaran untuk guru
...
68
Tabel 7. Kisi-kisi instrumen angket pelaksanaan pembelajaran untuk
siswa ...
68
Tabel 8. Kisi-kisi intrumen angket hambatan-hambatan dalam proses
pembelajaran untuk siswa ...
69
Tabel 9. Kisi-kisi instrumen observasi pelaksanaan proses pembelajaran .
70
Tabel 10. Kisi-kisi instrumen dokumentasi ...
70
Tabel 11. Teknik penskoran untuk angket tertutup...
74
Tabel 12. Teknik penskoran untuk angket terbuka, observasi dan
dokumentasi ...
74
Tabel 13. Kriteria skor untuk angket tertutup dan hasil observasi ...
75
Tabel 14. Kriteria skor untuk angket terbuka tentang hambatan-hambatan
selama poses pembelajaran ...
75
Tabel 15. Deskripsi guru mata pelajaran PCSPT pada kela XI TKR di
SMK N 2 Yogyakarta ...
76
Tabel 16. Deskripsi Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum di SMK N 2
Yogyakarta ...
76
Tabel 17. Deskripsi sampel siswa kelas XI TKR di SMK N 2 Yogyakarta ...
76
Tabel 18. Hasil analisis data angket perencanaan pembelajaran oleh guru
r stu v
1
9. Hasil analisis data dokumentasi kelengkapan administrasi
pembelajaran yang dibuat oleh guru ...
78
Tabel 20. Hasil analisis data pelaksanaan kegiatan pembelajaran teori
PCSPT ...
80
Tabel 21. Hasil analisis data pelaksanaan kegiatan pembelajaran praktik
PCSPT ...
82
Tabel 22. Hasil analisis data pelaksanaan penilaian pembelajaran PCSPT
84
Tabel 23. Hasil nilai rata-rata pembelajaran PCSPT siswa kelas XI TKR
tahun ajaran 2014/2015 ...
85
Tabel 24. Jumlah dan persentase siswa yang sudah dan belum mencapai
nilai KKM mata pelajaran PCSPT siswa kelas XI TKR tahun
ajaran 2014/2015...
86
Tabel 25. Hasil analisis data angket terbuka tentang hambatan-hambatan
yang dialami oleh guru selama proses pembelajaran...
87
Tabel 26. Hasil analisis data angket terbuka tentang hambatan-hambatan
xiv
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
|}~ } } } }
1.
} }} }~ } } } 2.
|} ~ }~ t
}s
} ~ } ~ t
}s
9
Lampiran 3. Angket Penelitian ...
141
Lampiran 4. Data Hasil Penelitian ...
172
Lampiran 5. Surat Keterangan Ijin Penelitian ...
188
Lampiran 6. Hasil Belajar Siswa ...
193
Lampiran 7. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...
198
P
U
U
. Latar Belakang
Dalam kehidupan disuatu bangsa dan negara, pendidikan memegang
peranan yang sangat penting. Pendidikan memiliki tugas untuk menyiapkan
sumber daya manusia untuk pembangunan dari suatu bangsa. Setiap langkah
dalam pembangunan selalu diupayakan beriringan dengan tuntutan kamajuan
zaman. Perkembangan zaman yang selalu berubah dan memunculkan berbagai
permasalahan baru yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan.
Pendidikan kejuruan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem
pendidikan nasional. Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan khusus yang
sangat penting dalam suatu masyarakat maupun dunia usaha. Sebagaimana
dijelaskan dalam pasal 18 ayat 3 UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional (Sisdiknas), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai
lembaga pendidikan ditujukan untuk mempersiapkan peserta didik terjun dalam
dunia kerja. SMK merupakan program pendidikan kejuruan pada tingkat
menengah di Indonesia, yang dalam penyelenggaraannya dimaksudkan untuk
mempersiapkan lulusannya (peserta didik) guna memasuki dunia kerja sesuai
bidang keahlian yang dimiliki yaitu bidang tertentu yang dipelajari ketika proses
pendidikan dan pelatihan dilaksanakan di SMK atau melanjutkan ke jenjang yang
lebih tinggi. Masalah besar yang dihadapi generasi muda Indonesia pada waktu
mendatang adalah lapangan kerja, di mana semakin lama tanpa disadari
lapangan pekerjaan akan semakin sedikit. Hanya sedikit orang yang berhasil
menduduki posisi sentral di dalam berbagai lembaga kemasyarakatan dan di
bidang profesional, sedangkan sisanya harus berusaha dengan berbagai cara
m
n
¡¢ £¢p
¤t
¢n
t
¢ ¢n
n
¡¤ £u
p
¥ ¦ n
£¤ £¤k
¢k
n
ju
ru
¢n
m
ru
p
¢k
¢n
§¢n
tu
¢n
y
¢n
¨¢n
¢t
§r
¡¢r
¢§ ¢ ¤ n
r
¢ ¨¤m
u
£¢u
k
tu
n
§ rp
¢rt
¤ ¨¤p
¢¨¤£¢l
¢m
k
¡¤ £u
p
¢n
¥©¢
l
¢ ¡¨¢tu
¤n
£u
s
tr
¤y
¢n
p
¢l
¤n
§¨¢r
¨¢¢t
¤n
¤ £¢n
y
¢n
m
§ m
r
¤k
¢n
p
lu
¢n
k
rj
¢y
¢n
§¢¤k
¢ £¢l
¢¡ ¤£n
u
s
tr
¤£¤§¤ £¢n
o
t
¤ªm
o
to
«¡¢l
¤n
¤£¢p
¢t
£¤l
¤¡¢t
£¢r
¤ju
m
l
¢¡k
n
£¢r
¢n
y
¢n
§ r
¢ £¢ £¤j
¢l
¢n
r
¢¢y
k
¤ ¢n
¡ ¢r
¤k
¤¢n
§rt
¢m
§ ¢¡£¢n
£¢r
¤ £¢t
¢BPS
(Badan Pusat Statistik) menunjukan produksi kendaraan bermotor dari tahun
ketahun semakin meningkat, oleh sebab itu tenaga kerja lulusan SMK otomotif
sangat banyak diperlukan oleh industri. Lulusan yang diperlukan oleh industri
otomotif yaitu lulusan yang memiliki kompetensi dibidang keahlian teknik otomotif
yang baik oleh sebab itu pendidikan kejuruan dibidang otomotif harus berjalan
baik agar menghasilkan lulusan yang terbaik.
Tabel 1. Produksi kendaraan bermotor dalam negeri (unit), 2009-2013
Jenis Kendaraan
Bermotor
2009
2010
2011
2012
2013
Sedan
2 367
4 081
3 231
4 869
58 047
Jeep 4x2
346 245
477 252
530 762
693 421
842 234
Jeep 4x4
3 560
15 191
27 870
45 211
24 830
Bis
2 328
4 106
4 142
5 299
4 713
Pick Up
110 316
201 878
271943
316 757
278 387
Sepeda Motor
5 884 021
7 366 646
8 006 293
7 079 721
7 780295
Total
6 348 837
8 069 154
8 844 241
8 145 278
8 988506
(http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=2&tabel=1&daftar=1&id_subyek=09
¬ab=16)
SMK N 2 Yogyakarta merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan di
kota Yogyakarta yang beralamant di Jl. A.M Sangaji No. 47. SMK N 2 Yogyakarta
memiliki beberapa kompetensi keahlian dan salah satu kompetensi keahlian
yang ada di SMK N 2 Yogyakarta adalah Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
Kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan merupakan salah satu
kompetensi yang banyak diminati, sehingga untuk masuk kedalam jurusan TKR
¬
p
® ®
t
k
¯°r
±²l
²k
± °p
²²n
r
°m
n
p
² ±²rt
®°® °k
³ru
´ µ µDB) pada jal
ur reguler
pada tahun 2012-2014. Adapun data nilai peserta didik baru jalur reguler pada
tahun 2012-2014 ditunjukan oleh tabel dibawah ini.
Tabel 2.
Data akhir seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada jalur
reguler pada tahun 2012-2014
SMK N 2 Yogyakarta
Nilai Rata-rata
Tahun
2012
Tahun
2013
Tahun
2014
Teknik Konstruksi Batu dan Beton
60,79
65,35
65,40
Teknik Gambar Bangunan
69,31
74,22
78,60
Teknik Survei dan Pemetaan
78,79
81,02
79,90
Teknik Instalasi Tenaga Listrik
74,35
71,62
74,82
Teknik Pemesinan
79,94
77,77
80,87
Teknik Kendaraan Ringan
85,25
80,71
83,44
Teknik Audio Video
80,74
79,38
81,27
Teknik Komputer dan Jaringan
89,63
87,22
88,92
Multimedia
88,68
85,45
87,59
(ppdb.com/2012/yogya/rekap/reguler/smk/,
ppdb.com/2013/yogya/#!/040001/statistik,
http://arsip.siap-ppdb.com/2014/yogya/#!/040001/statistik )
Di dalam kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan terdapat mata
pelajaran Pemeliharaan
¶ha
s
s
is
dan Sistem Pemindah Tenaga (PCSPT).
Didalam pembelajaran PCSPT siswa dituntut mampu melakukan pemeliharaan
terhadap komponen-
komponen
·¸¹ ºº» ºdan sistem pemindah tenaga pada
kendaraan. Komponen
·¸ ¹ ºº» ºpada kendaraan diantaranya sistem kemudi,
sistem rem, sistem suspensi,
Front Wheel Aligment
(FWA), roda dan ban
sedangkan untuk sistem pemindah tenaga diantaranya sistem kopling, sistem
transmisi, poros propeller, differential dan poros exel. Semua komponen tersebut
sangat penting bagi kendaraan dan apabila salah satu komponen tersebut
mengalami gangguan maka akan menyebabkan ketidak nyamanan dan ketidak
amanan bagi pengemudi. Keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran PCSPT
½¾¿ ½À
m
Ák
Áp
Ârlu
ÁÃ ÁÁy
n
p
ro
Ä Âs
p
Âm
Å ÂÁl
j
Ár
Án
y
Án
Æ Å ÁÇk
Èt
Ât
Áp
Çp
ÁÃ Ák
Â
n
y
Át
ÁÁn
n
y
ÁÃ Ál
Ám
p
Âl
Ák
ÄÁn
Á Án
p
Âm
Å Âl
Áj
Ár
Án
½¾¿ ½Àà ǿÉÊ ËÌÍo
Æy
Ák
ÁÁrt
Å Âlu
m
Å Ârj
Ál
Án
Ã ÂÆÁn
n
ÅÁÇÎ ÏBelum berjalannya dengan baik pembelajara
n
dikarenakan
adanya
kesenjangan
antara
harapan
dan
kenyataan
pelaksanaannya. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan data nilai kelas XI TKR
4 tahun ajaran 2013/2014 dengan
nilai
akhir mata pelajaran PPSPT
(Pemeliharaan dan Perbaikan Sistem Pemindah Tenaga) sebesar 77,7 dan
untuk nilai akhir mata pelajaran PPCO (Pemeliharaan dan Perbaikan
Ðha
s
s
is
Otomotif) sebesar 74,6 dengan uraian nilai total rata-rata teori pelajaran PPSPT
yaitu 63,5 dan nilai total rata-rata teori pelajaran PPCO yaitu 80,4 dari nilai KKM
(Kriteria Ketuntasan Minimum) yang telah ditetapkan di SMK N 2 Yogyakarta
untuk mata pelajaran produktif sebesar 76,00. Disini terlihat banyak siswa yang
belum tuntas pada mata pelajaran PPSPT. Dengan penetaapan KKM sebesar
76,00, persentase siswa pada mata pelajaran PPSPT yang mencapai nilai tuntas
hanya sebesar 13,8% dan sisanya belum memenuhi KKM. Sedangkan untuk
mata pelajaran PPCO siswa yang tuntas relatif lebih banyak, yaitu sebesar 51,7
% dan sisanya siswa yang belum memenuhi KKM. Untuk nilai praktik sendiri,
pada mata pelajaran praktik PPSPT nilai rata-rata praktik untuk kelas XI TKR 4
tahun ajaran 2013/2014 sebesar 76,7 dan siswa yang belum tuntas KKM dengan
persentase sebesar 53,8%. Sedangkan untuk mata pelajaran praktik PPCO nilai
rata-ratanya sebesar 76,8 dan siswa yang belum tuntas KKM dengan persentase
sebesar 27%. Disini terlihat pada mata pelajaran praktik PPSPT banyak siswa
yang belum tuntas nilai KKM, walaupun rata-rata nilai ketuntasan untuk nilai
Ñ
ÒÓ
n
Ôt
ÕÖl
Ôj
Ôr
×ÓÔw
s
Ôk
Ôn
s
u
Ôtu
m
Ôt
Ôp
Öl
Ôj
Ôr
Ôn
u
k
tu
n
ØÒÙ Ú Û Üo
Ýy
ÔÞÔrt
Ôm
Ô×Óß×ÔÝ Ô
n
t r
Ön
àÔß áâÔl
Ón
Ót
Örl
Óß Ôt
p
Ôà Ô×ÔÔt
àÓl
Ôk
u
k
Ôn
o
Õ ×Örv
Ô ×Óp
Öm
ÕÖl
Ôj
Ôr
Ôn
p
ÔàÔ
t
Ôn
ÝÝ Ôl
Û ã ØÖÖt
p
m
ÕÖr
Û äå ã àÓk
ÖÔl
s
æ ç èÙé ãp
ÔàÔm
ÔÔt
p
Öl
Ôj
Ôr
Ôn
êëØ êèì à Óm
Ôn
Ô ×ÔÔt
àÓÔt
n y
Ôo
l
Öß Ýu
ru
siapa yang sudah belajar pada hari
sebelumnya , tetapi hanya sedikit siswa yang mengungkapkan telah belajar
sebelumnya. Hal ini menunjukkan sebagian besar siswa tidak belajar pada hari
sebelumnya, sehingga mengakibatkan saat pembelajaran berlangsung banyak
siswa yang masih kebingungan pada materi yang diajarkan. Selain itu siswa
yang bertanya saat proses pembelajaran berlangsung relatif sedikit yaitu hanya 3
siswa dari 30 siswa keseluruhan. Hal ini juga diketahui saat pembelajaran praktik
berlangsung, banyak siswa yang kebingungan saat melalaksanakan praktik
sehingga tidak sedikit terjadi kesalahan prosedur yang mengakibatkan benda
kerja mengalami kerusakan, misalnya saja saat melakukan bleeding pada sistem
hidrolik rem, terjadi kesalahan dalam prosedur mengendorkan baut sehingga
mengakibatkan baut bleeding mengalami kerusakan.
Selain itu banyak siswa yang mengeluh karena fasilitas bahan dan alat
praktik yang kurang memenuhi yang mengakibatkan proses pembelajaran
PCSPT terhambat, misalnya saat praktik sistem rem tromol dikendaraan Suzuki
Carry, ternyata terjadi kerusakan di master silinder rem hidrolik, sehingga siswa
tidak bisa melakukan langkah bleeding di mobil tersebut.
Selain kurangnya fasilitas yang ada, beberapa siswa mengungkapkan
bahwa proses pembelajaran yang terjadi kurang menyenangkan bagi mereka.
Beberapa guru dianggap kaku dan kurang santai serta terlalu dianggap galak
bagi beberapa siswa. Permasalahan seperti itulah yang membuat minat dan
îï
l
ðñòt k
o
n
ó ðô ðp
ô ïro
s
p
ïm
õïl
òj
òòr
y
n
òn
öt
ðóòk
õïòrj
l
òn
ó ïn
ö òn
õò ðk
t
ï
ru
t
òm
òp
ò óòp
ro
ôïs
p
ïm
õïl
òj
òr
òòy
n
n
÷m
òk
òp
ïrlu
óðøòðr
j
òòl
n
k
ïlu
òr
ùAtas
dasar tersebut di atas penulis tertarik melakukan penelitian di SMK N 2
Yogyakarta, khususnya di kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR)
pada mata pelajaran PCSPT.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah diatas dan observasi
yang peneliti lakukan di lapangan, maka dapat diidentifikasi beberapa masalah,
sebagai berikut.
Peran guru adalah untuk membimbing siswa tetapi dari hasil wawancara dari
sebagian siswa kelas XI TKR, masih terdapat banyak siswa yang menganggap
gurunya galak dan kaku saat mengajar.
Didalam pembelajaran siswa dituntut aktif dalam kegiatan pembelajaran
tetapi pada kenyataannya pada mata pelajaran PCSPT pada kompetensi
keahlian TKR di SMK N 2 Yogyakarta masih banyak siswa yang belum aktif dan
dalam pelaksanaan praktik masih menemui banyak kesalahan yang dilakukan
oleh siswa, misalnya saja saat melakukan bleeding pada sistem hidrolik rem,
terjadi kesalahan dalam prosedur mengendorkan baut sehingga mengakibatkan
baut bleeding mengalami kerusakan.
Fasilitas bahan dan alat praktik yang kurang memenuhi yang mengakibatkan
proses pembelajaran PCSPT terhambat, misalnya saat praktik sistem rem tromol
dikendaraan Suzuki Carry, ternyata terjadi kerusakan di master silinder rem
ú
ûü
n
ýþþ ÿþp
n
n
ÿl
þ ÿ ÿs
w
þk
üþl
s
k
o
m
p
üt
ün
ÿk
üþl
ÿþn
ük
n
ÿk
ü
n
þr
þ þn
ÿn
þn
ÿo
þy
k
þþrt
p
þ þm
þt
þp
üþl
j
þr
þn
û ût
þu
n
þj
þr
þn
p
þ þk
ün
y
þt
þþþn
y
n
m
þ ÿ þn
y
þk
ÿs
w
þy
þn
ülu
m
m
ü
n
ý þp
þ ÿn
ÿl
þ ÿ ûür
ün
t
þ ü ÿs
w
þp
þ þm
þt
þp
ül
þj
þr
þn
t
üo
r
ÿ û û ûy
þn
ülu
m
m
üm
üÿu
n
ün
þn
üp
r
ün
t
þ ü ü üþr
ü þn
k
þn
u
n
tu
k
m
þ
t
þp
ül
þj
þþr
n
t
üo
r
ÿ ûû ÿþw
s
y
þn
üm
lu
m
üm
ün
u
ÿ ün
þn
p
üü
r
n
t
þü ü ü þr
n
n
k
tu
ÿl
þ ÿp
r
þÿt
k
k
ün
ÿr
ÿp
þ þm
þt
þp
ül
þj
þr
þn
p
r
þÿ
k
t
k
ûû û ÿþs
w
þn
ülu
m
tu
þn
t
s
ün
þn
p
ür
ün
t
þü ü ü þr
ü þn
k
þn
u
n
tu
k
m
þt
þp
ül
þj
þr
þp
n
r
þk
t
ÿk
û ûÿs
w
þy
þn
ülu
m
tu
n
t
þs
ü
n
þn p
ür
ün
t
þü ü ü þr
úC. Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan diatas, terdapat
beberapa
permasalahan
pada
pembelajaran
PCSPT.
Dari
beberapa
permasalahan yang ada, salah satunya pada pencapaian nilai siswa yang masih
banyak yang belum mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang
ditetapkan yaitu sebesar 7,6. Nilai KKM merupakan salah satu indikator
ketuntasan belajar siswa, sehingga dari adanya permasalahan rendahnya nilai
siswa ini harus dapat diselesaikan agar hasil belajar yang diperoleh siswa
mampu memenuhi standar KKM untuk dapat dikategorikan belajar tuntas dan
melanjutkan ke materi berikutnya. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya untuk
mengetahui keefektifan semua komponen yang ada dalam proses pembelajaran
dan faktor-faktor yang menjadi penghambat proses pembelajaran yang
Berdasarkan permasalahan rendahnya nilai siswa pada mata pelajaran
PCSPT maka penelitian ini dibatasi pada upaya mengetahui keefektifan semua
komponen yang ada dalam proses pembelajaran dan mencari faktor-faktor
pengahambat proses pembelajaran yaitu dengan cara melakukan evaluasi
proses pelaksanaan pembelajaran tersebut. Evaluasi pembelajaran ini bertujuan
untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang belum dapat terlaksana sesuai
dengan rencana dan tujuan, sehingga diharapkan setelah melakukan evaluasi
pelaksanaan pembelajaran dapat diketahui kesesuaian antara pelaksanaan
pembelajaran dengan rencana pembelajaran dan tujuan pembelajaran. Dalam
evaluasi pelaksanaan pembelajaran menekankan pada evalusi pengelolaan
pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru meliputi perencanaan pembelajaran,
pelaksanaan proses pembelajaran, pelaksanaan penilaian pembelajaran, hasil
belajar siswa dan faktor-faktor yang menghambat dalam proses pembelajaran.
Setelah melakukan proses evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran ini,
diharapkan nantinya dapat dipergunakan sebagai bahan dan dasar memperbaiki
proses belajar mengajar berikutnya.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah dipaparkan
di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimanakah perencanaan pembelajaran PCSPT yang dilaksanakan di
SMK N 2 Yogyakarta pada kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan?
2. Bagaimanakah
pelaksanaan
kegiatan
pembelajaran
PCSPT
yang
dilaksanakan di SMK N 2 Yogyakarta pada kompetensi keahlian Teknik
9
3. Bagaimanakah evaluasi pembelajaran PCSPT yang dilaksanakan di SMK N 2
Yogyakarta pada kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan?
4. Bagaimana pencapaian hasil belajar siswa kelas XI TKR pada mata pelajaran
PCSPT tahun ajaran 2014/2015?
5. Hambatan-hambatan apa yang dihadapi dalam pembelajaran PCSPT yang
dilaksanakan di SMK N 2 Yogyakarta pada kompetensi keahlian Teknik
Kendaraan Ringan?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan di atas, maka dapat
disimpulkan tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1. Mengetahui
sejauh mana
perencanaan
pembelajaran PCSPT yang
dilaksanakan di SMK N 2 Yogyakarta pada kompetensi keahlian Teknik
Kendaraan Ringan.
2. Mengetahui pelaksanaan kegiatan pembelajaran PCSPT yang dilaksanakan
di SMK N 2 Yogyakarta pada kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan.
3. Mengetahui sejauh mana evaluasi pembelajaran PCSPT yang dilaksanakan
di SMK N 2 Yogyakarta pada kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan.
4. Mengetahui hambatan-hambatan apa yang dihadapi dalam pembelajaran
PCSPT yang dilaksanakan di SMK N 2 Yogyakarta pada kompetensi keahlian
F. Manfaat Penelitian
! "#
n
$ # #t
%&or
't
's
"&
m
( &r
'k
#n
)#m
(#r
#n
p
&l
#k
*#n
##n
p
&m
( &#l
j
#r
#n
# +#p
m
#t
#p
&l
#j
#r
#n
,-. ,%p
#+#/&l
#s
0 1%2 3+'."2456o
)#y
k
#rt
# !5 ! "#
n
$ # #t
,r
#kt
's
a.
Bagi Peneliti
Sebagai syarat untuk meraih gelar sarjana kependidikan di Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta. Selain itu penelitian ini sangat barmanfaat bagi
peneliti sebagai buah karya ilmiah.
b.
Bagi SMK N 2 Yogyakarta
Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam
pembelajaran pada mata pelajaran PCSPT pada kelas XI TKR di SMK N 2
Yogyakarta untuk menuju proses belajar mengajar yang lebih baik dengan
mengetahui faktor penghambat dan pendukung.
c.
Bagi Universitas Negeri Yogyakarta
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pustaka bagi mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta khususnya Fakultas Teknik dalam meningkatkan
pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Di samping itu, hasil penelitian ini
diharapkan juga dapat menjadi bahan penelitian untuk penelitian lanjutan
11
7 879 9 : 8;98<=> ? @ 8:8 8A:B CDB E@FGH D1
A 7FIB CB HBA =FEJFHK DB ELFIBCBH
MN
n
u
ru
t
OPN QRS NTRU NV WUXW SY WU ZRSR[ WU W\ ]^_^ `a b c def NQWgWUWXW QWhi Nf jWh kU li Ni mWSV nlo k QNn i mW SV X R XW QWo Sm W ZNUnWSXj SV fNf NU W kW Wi kNn p qi kNnbWi k Nn ZNU i Nf jZ WSZWU W QWRS f NU ZWof WhSmW gjo QWh kN SV NZWh jWS e WXW SmW nNoWo k jWS o NSVRSV WZ X WS o No kU lXjn i Re W XWSmW kNS NU Wk WS kNSVNZWh j WSe o N SmRo k jQnWS o WnSWe o NSWri RUn W S X WS oNSVW RZ nWS SmW XNSVWS U NWQRZ Wi i NU Z W WX WSmW f NU jf Wh WS i Nf WVWR kU Rf W XRp MNSjU jZ sU lSf Wth XW QWo TWU XRo WS \ ]^ ^u` ]^d e
learning is shown by a change in behavior as a result of experience
\fNQWgWU WX WQWh k NU jf Wh WS XRXWQ Wo ZRS Vn Wh QWnj mWSV XRh Wi RQnWS XWU R kNSVWQWo W Sdp TNQ WSgjZSmW TW SZ U ltn XWS vjiiNS X WQWo TjV RhWU ZlS l \ ]^ ^w` wad o NSm WZWnW S f WhxW f N QWgWU i Nf W V WR kNU jfWh W S mW SV U NQWZRr kNU o WSN S nWU NSW WXW SmW kN SV WQ Wo WSp yNo jXRW S zWV S N XWQWo {WZSW |RQRi }Wh WU \ ]^__` ] d oNSmWZWnWS f WhxWfNQWgWUXWk WZXRXNrRSRi RnWSiNf WVWRi jWZjkU li NiX Ro WS Wi jWZjlU VWSRi Wi R f NU jf Wh kNU RQWnj SmWi Nf W V WRWnRfWZk NSV W QWo WSpTNX WSVnWSZainal Arifin (2013:
10) menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku
karena interaksi individu dengan lingkungan dan pengalaman.
Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah
suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud
perubahan tingkah laku dan kemampuan bereaksi yang relatif permanen karena
~ ~ ~
n
u
ru
t
rm
n
u
o
. 81
A tahun 2013 tentang Implementasi
Kurikulum, sumber belajar adalah rujukan, objek dan atau bahan yang digunakan
untuk kegiatan pembelajaran yang berupa media cetak dan elektronik, nara
sumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
Menurut Eveline Siregar dan Hartini Nara (2010: 128), macam-macam
sumber belajar, antara lain:
1) Pesan (
message
) yaitu informasi yang akan disampaikan dalam bentuk ide,
fakta, makna dan data
2) Manusia (
people
) yaitu orang-orang yang bertindak sebagai penyimpan,
pengolah dan penyalur pesan
3) Bahan media
software
yaitu perangkat lunak yang biasanya berisi pesan
4) Peralatan
hardware
yaitu perangkat keras yang digunakan untuk
menyampaikan pesan yang terdapat dalam bahan
5) Teknik (
technique
) yaitu prosedur atau langkah-langkah tertentu dalam
menggunakan bahan, peralatan, lingkungan dan orang untuk menyampaikan
pesan
6) Latar (
setting
) yaitu lingkungan di mana pesan itu diterima oleh pemelajar
Menurut Jamil Suprihatiningrum. (2013: 318-319), sumber belajar
diklasifikasikan menjadi 6 sebagai berikut
1) Pesan merupakan informasi atau berita yang disampaikan oleh seseorang
kepada orang lain. Bahan pelajaran mengandung pesan yang harus diajarkan
kepada siswa
2) Orang merupakan manusia yang berperan sebagai pencari, penyimpan,
pengolah, dan penyaji pesan, baik guru, siswa, pustakawan, dan sebagainya
3) Bahan merupakan perangkat lunak (
software
) yang mengandung
pesan-pesan belajar, yang biasanya disajikan menggunakan peralatan tertentu
seperti buku, modul program video, film, OHT (
over head transparency
), slide,
alat peraga dan sebagainya
4) Alat merupakan perangkat keras (
hardware
) yang digunakan untuk
menyajikan pesan yang tersimpan dalam bahan, seperti OHP, tape recorder,
video player, proyektor, dan komputer
5) Teknik merupakan prosedur yang digunakan guru dalam mengerjakan materi
demi mencapai tujuan pembelajaran. Di dalamnya mencakup: ceramah,
praktikum, demonstrasi, simulasi, tanya jawab, sosiodrama, diskusi, dan
sebagainya
13
Dari pendapat diatas dapat disimpulakan bahwa macam-macam sumber
belajar diklasifikasikan menjadi 6 yang meliputi pesan yang berupa informasi,
orang yang berperan penyari, pengolah dan penyaji pesan, bahan yang
mengandung pesan, alat yang digunakan untuk menyajikan pesan, teknik yang
berupa prosedur dan latar atau lingkungan dimana pesan itu diterima yang
berada di sekeliling siswa.
Menurut Oemar Hamalik (2008: 30), hasil belajar yaitu terjadinya perubahan
tingkah laku pada diri seseorang yang telah melakukan proses belajar, misalnya
dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan dari yang tidak mengerti menjadi
mengerti. Selanjutnya Gagne dan Briggs dalam Jamil Suprihatiningrum (2013:
37), menyatakan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang
dimiliki siswa sebagai akibat dari perbuatan belajar dan dapat diamati melalui
penampilan siswa. Kemudian Reigeluth dalam Jamil Suprihatiningrum (2013: 37),
menyatakan bahwa hasil belajar adalah suatu kinerja yang diindikasikan sebagai
suatu kemampuan yang telah diperoleh. Sedangkan Toto Ruhimat, dkk (2011:
140), menyatakan bahwa hasil dari proses belajar ditandai dengan perubahan
tingkah laku secara keseluruhan baik yang menyangkut segi kognitif, afektif
maupun psikomotorik.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah
suatu kemampuan yang diperoleh setelah proses belajar dan ditandai dengan
terjadinya perubahan tingkah laku yang mencakup dari segi kognitif, afektif dan
¡¢ £¤¥¦§¨ ¥© ¥ª
«¬
lo
m
p
o
®¯ °±l
²¬l
¯ ³ ¯r m
¬n
u
ru
t
Benyamin S Bloom dalam Eveline Siregar
dan Hartini Nara (2010: 8-11) menyebutkan bahwa taksonomi belajar adalah
pengelompokan tujuan belajar berdasarkan domain atau kawasan belajar.
Domain belajar ada tiga, yaitu:
1)
Cognitive Domain
(kawasan kognitif)
Perilaku yang merupakan proses berpikir atau perilaku yang termasuk
hasil kerja dari otak. Beberapa kemampuan kognitif tersebut, antara lain
sebagai berikut:
a) Pengetahuan tentang suatu materi yang telah dipelajari
b) Pemahaman makna materi
c) Aplikasi atau penerapan penggunaan materi atau aturan teoritis yang
prinsip
d) Analisa yaitu sebuah proses analisis teoritis dengan menggunakan
kemampuan akal
e) Sintesa yaitu kemampuan memadukan konsep, sehingga menemukan
konsep baru
f) Evaluasi yaitu kemampuan melakukan evaluatif atas penguasaan materi
pengetahuan
2)
Affective domain
(kawasan afektif)
Perilaku
yang
dimunculkan
seseorang
sebagai
pertanda
kecenderungannya untuk membuat pilihan atau keputusan untuk beraksi di
dalam lingkungan tertentu. Beberapa contoh yang termasuk dalam kawasan
afektif, antara lain:
15
´
)
µ¶lo
n
·¸t
¹ ¶n
º¸n
m
u
»¸´ ¶r
¼ ¶r
½-
¼ ¶r
½¼ ¶´¸º ¸½t
¸n
¹¸»¶º½r
¸n
º¸n
·)
¾¶r
º½ »¶m
¸¼ ¿ ½¹ ¸¸t
u
» ¶ º¶r
¶¿ ¸ ¼ ¶´ ¸º¸½p
¶½r
l
¸»u
o
r
¸n
º ´ ¶r
½m
¸n
»¶p
¸¹¸À
u
Á ¸n
 µE
3)
Psychomotor domain
(kawasan psikomotor)
Perilaku yang dimunculkan oleh hasil kerja fungsi tubuh manusia. Domain
ini berbentuk gerakan tubuh, antara lain seperti berlari, melompat, melempar,
berputar, memukul, menendang dan lain-lain.
UNESCO
dalam
A.
Suhaenah
Suparno
(2001:
16-18)
telah
merekomendasikan terhadap hasil pendidikan/ belajar yang dikenal sebagai
empat pilar dalam pendidikan/ belajar, yaitu :
1)
Learning to know
. Pada
Learning to know
ini terkandung makna bagaimana
belajar, dalam hal ini ada tiga aspek yaitu apa yang dipelajari, bagaimana
caranya dan siapa yang belajar.
2)
Learning to do
. Hal ini dikaitkan dengan dunia kerja, membantu seseorang
mampu mempersiapkan diri untuk bekerja atau mencari nafkah. Jadi dalam
hal ini menekankan perkembangan ketrampilan untuk yang berhubungan
dengan dunia kerja.
3)
Learning to live together
. Belajar ini ditekankan seseorang atau pihak yang
belajar mampu hidup bersama, dengan memahami orang lain, sejarahnya,
budayanya, dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis.
4)
Learning to be
. Belajar ini ditekankan pada pengembangan potensi insani
secara maksimal. Setiap individu didorong untuk berkembang dan
mengaktualisasikan diri. Dengan learning to be seseorang akan mengenal jati
diri, memahami kemampuan dan kelemahanya dengan
ÃÄ ÅÆ ÇÆ È ÉÆÇÆÊ ÃÇ ËÌÍÎÍ ÏÐÆÏÑÒÍÎÓÍ Ò ËÌÃÓÍ ÔÍÇ
ÕÖ
ru
×ØÙ Øn
t
Ún
ÛÜ ØÙl
Ø Üu
y
Øn
Ût
Ör
ÝØÞÚ ÞØl
Øm
p
ßÖro
s
×ÖØÝØl
r t
ÚÞØÜ ßÖm
u
Øn
y
ØÞØ
p
Øt
Þ ÚÜ Øt
ÖÛo
r
ÚÜØn
ßÖ×ØÛØÚp
Ör
Úl
ØÜu
×Öl
ØÝØr.
Adapun ciri
-ciri tingkah laku yang
dikategorikan sebagai perilaku belajar adalah sebagai berikut (Sugihartono,
2007:74-76):
1) Perubahan Tingkah Laku Terjadi Secara Sadar
Tingkah laku yang dilakukan dalam proses belajar disadari oleh pelaku.
Pelaku menyadari terdapat perubahan atau sekurang-kurangnya merasakan
adanya suatu perubahan dalam dirinya terdapat pengetahuan yang
meningkat.
2) Perubahan Bersifat Kontinyu dan Fungsional
Hasil belajar yang diperoleh seseorang berkesinambungan dan tidak
statis. Sebuah perubahan dalam belajar akan menyebabkan perubahan
berikutnya yang bermanfaat hingga proses belajar selanjutnya. Perubahan ini
akan berlangsung hingga menjadi cakap dan ahli.
3) Perubahan Bersifat Positif dan Aktif
Dikatakan
perubahan tersebut aktif apabila perilaku senantiasa
bertambah dan lebih baik. Sedangkan bersifat aktif terjadi bahwa perubahan
tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan dengan usaha individu sendiri.
Perubahan positif dan aktif berarti perubahan yang kearah lebih baik yang
dilakukan individu tersebut.
4) Perubahan Bersifat Permanen
Perubahan yang terjadi bersifat menetap dan tidak akan hilang walaupun
17
àáâ
u
n
ãä ãn
à ãn
àál
ãt
á å,
ãä ãn
t
æru
s
çæäær
ç ãm
n
âm
æn
èãàát
áâ äãn
t
äæãål
á ãn
y
ãn
âl
æç á å
t
án
â â á.
5)
éæçãåãru
n
àãl
ãm
Belajar Bertujuan atau Terarah
Perubahan tingkah laku dalam belajar mensyaratkan adanya tujuan yang
akan dicapai oleh pelaku belajar dan terarah kepada perubahan tingkah laku
yang benar-benar disadari. Dengan demikian, perubahan belajar yang
dilakukan senantiasa terarah kepada tingkah laku yang diterapkan.
6) Perubahan Mencakup Seluruh Aspek Tingkah Laku
Perubahan yang diperoleh seseorang setelah melalui proses belajar
meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku. Jika seseorang belajar sesuatu,
sebagai hasilnya akan diperoleh perubahan tingkah laku secara menyeluruh
dalam sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
Selanjutnya menurut Syaiful Bahri Djamarah (2002: 15-16), ciri-ciri
perubahan tingkah laku antara lain:
1) Perubahan yang terjadi secara sadar
Individu yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan itu
sekurang-kurangnya individu merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan dalam
dirinya.
2) Perubahan dalam belajar bersifat fungsional
Perubahan yang terjadi dalam diri individu berlangsung terus menerus
dan tidak statis. Suatu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan
berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan atau proses belajar berikutnya.
3) Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif
Perubahan itu selalu bertambah dan tertuju untuk memperoleh suatu
êë
l
ìí ìr y
ìn
î ï ðl
ìñu
ñ ìn
, m
ìñðn
ê ììñn
y
ïìn
m
ìñðn
ê ì ðñp
ëru
êì òìn
y
ìn
î ï ðp
ëro
l
ë ò.
4)
óëê ì òìru
n
ï ìl
ìm
êël
ìíìr
êñ ìu
n
êër
ô ðõ ìt
ôëëm
n
t
ìr
ìóëêì òì
ru
n
y
ìn
ît
ër
í ì ï ð ñ ìr
ën
ìp
ôëro
s
ê ël
ì í ìr
ê ër
ôðõìt m
ën
ët
ìp
ìt
ìu
p
ëì
rm
n
ën
.
Berarti tingkah laku yang terjadi setelah belajar bersifat menetap.
5) Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah
Berarti perubahan tingkah laku terjadi karena ada tujuan yang akan
dicapai. Perubahan tingkah laku ini benar-benar disadari.
6) Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku
Jika seseorang belajar sesuatu, sebagai hasilnya ia akan mengalami
perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap, kebiasaan,
keterampilan, pengetahuan, dan sebagainya.
Sedangkan Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni (2007: 15-16) menyimpulkan
bahwa ciri-ciri belajar antara lain:
1) Belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku (
change behavior
), yang
artinya hasil dari belajar hanya bisa diamati dari tingkah laku, dari yang tidak
tahu menjadi tahu, dari yang tidak terampil menjadi terampil.
2) Perubahan perilaku
relative permanent,
yang artinya perubahan tingkah laku
dari proses belajar untuk waktu tertentu tidak akan berubah-ubah.
3) Perubahan tingkah laku bersifat potensial, yang artinya perubahan tingkah
laku tidak harus segera dapat diamati saat proses pembelajaran.
4) Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman.
1
9
ö ÷ øùú û üýþ öùú û üýÿù ù ý ùù ýMenurut Zainal Arifin (2013: 299-300), faktor-faktor yang mempengaruhi
hasil belajar antara lain:
1) Faktor peserta didik yang meliputi kapasitas dasar, bakat khusus, motivasi,
minat, kematangan dan kesiapan, sikap dan kebiasaan.
2) Faktor sarana dan prasarana, baik berupa kelengkapan, kualitas maupun
penggunaannya seperti guru, metode, media, bahan ajar dan sumber belajar.
3) Faktor lingkungan, baik faktor fisik ataupun faktor sosial dimana pembelajaran
tersebut dilaksanakan.
4) Faktor hasil belajar yang merujuk pada rumusan normatif harus menjadi milik
peserta didik setelah melaksanakan proses pembelajaran.
Selanjutnya Toto Ruhimat, dkk (2011: 140-141), hasil belajar siswa
dipengaruhi oleh faktor intenal dan faktor eksternal yaitu:
1) Faktor internal
a) Faktor fisiologis atau jasmani individu baik bersifat bawaan maupun yang
diperoleh dengan melihat, mendengar, struktur tubuh, cacat tubuh dan
sebagainya.
b) Faktor psikologis baik yang bersifat bawaan maupun keturunan, yang
meliputi:
(1)Faktor intelektual terdiri atas:
(a)Faktor potensial yaitu intelegensi dan bakat
(b)Faktor aktual yaitu kecakapan nyata dan prestasi
(2)Faktor non-intelektual yaitu komponen-komponen kepribadian tertentu
seperti sikap, minat, kebiasaan, motivasi, kebutuhan, konsep diri,
penyesuaian diri, emosional dan sebagainya
c) Faktor kematangan baik fisik maupun psikis
2) Faktor eksternal
a) Faktor sosial yang terdiri atas:
(1)Faktor lingkungan keluarga
(2)Faktor lingkungan sekolah
(3)Faktor lingkungan masyarakat
(4)Faktor kelompok
b) Faktor budaya seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan dan teknologi,
kesenian dan sebagainya
c) Faktor lingkungan fisik, seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar, iklim dan
sebagainya
m
u
n
u
n
l
m
s
m
u
n
(2012
124),
o
r -
to
r y
n
m
m
p
n
ru
l
r
n
t
r
l
n
1)
Faktor Internal
a)
Faktor Fisiologis
Secara umum kondisi fisiologis, seperti kesehatan yang prima, tidak
dalam keadaan lelah dan capek, tidak dalam keadaan cacat jasmani dan
sebagainya. Hal tersebut dapat mempengaruhi peserta didik dalam
menerima materi pelajaran.
b)
Faktor Psikologis
Setiap indivudu dalam hal ini peserta didik pada dasarnya memiliki
kondisi psikologis yang berbeda-beda, tentunya hal ini turut mempengaruhi
hasil belajarnya. Beberapa faktor psikologis meliputi intelegensi (IQ),
perhatian, minat, bakat, motif, motivasi, kognitif dan daya nalar peserta
didik.
2)
Faktor Eksternal
a) Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan dapat mempengurhi hasil belajar. Faktor lingkungan
ini meliputi lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan alam
misalnya suhu, kelembaban dan lain-lain. Belajar pada tengah hari di
ruangan yang kurang akan sirkulasi udara akan sangat berpengaruh dan
akan sangat berbeda pada pembelajaran pada pagi hari yang kondisinya
masih segar dan dengan ruangan yang cukup untuk bernafas lega.
b) Faktor Instrumental
Faktor-faktor instrumental adalah faktor yang keberadaan dan
21
Faktor-faktor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana untuk
tercapainya tujuan-tujuan belajar yang direncanakan. Faktor-faktor
instrumental ini berupa kurikulum, sarana dan guru.
Sedangkan Caroll dalam Nana Sudjana (2004: 40), hasil belajar peserta
didik dipengaruhi oleh faktor dalam individu dan faktor diluar individu
(lingkungan). Adapun faktor yang ada dalam individu adalah bakat peserta didik,
waktu yang tersedia untuk belajar, waktu yang diperlukan peserta didik untuk
menjelaskan pelajaran dan kemampuan individu. Sedangkan faktor yang ada
diluar individu adalah kualitas dari pengajaran.
Dari pendapat diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa pada dasarnya
ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar siswa, yakni faktor
yang terdapat dalam diri siswa itu sendiri (faktor intern) dan faktor yang ada di
luar diri siswa (faktor ekstern) baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah
maupun masyarakat sekitar.
2
! " ## $"% & #' ! " #
Istilah pembelajaran dalam khazanah ilmu pendidikan sering disebut juga
dengan pengajaran atau proses belajar mengajar. Dalam bahasa Inggris disebut
dengan
teaching
atau
teaching and learning
. Dalam pasal 1 butir 20 UU Nomor
20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pembelajaran
adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada
suatu lingkungan belajar. Selanjutnya Nana Syaodih Sukmadinata dan Erliany
Syaodih (2012: 103) menyatakan bahwa pembelajaran pada dasarnya
merupakan kegiatan guru menciptakan situasi agar siswa belajar dan tujuan
()*
u
t
)p
o
+,l
Eveline Sire
gar dan Hartini Nara (2010: 12), mendefinisikan
pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung
proses belajar siswa dengan memperhitungkan kejadian-kejadian ekstrim yang
berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami
siswa. Sedangkan Zainal Arifin (2013: 10) menyatakan bahwa pembelajaran
adalah suatu proses atau cara yang dilakukan agar seseorang dapat melakukan
kegiatan belajar.
Dari beberapa pengertian menurut para ahli dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran adalah suatu proses interaksi antara guru dan peserta didik yang
berisi berbagai kegiatan yang dirancang untuk mendukung proses belajar
peserta didik yang bertujuan agar terjadi proses belajar (perubahan tingkah laku)
pada diri peserta didik.
Pembelajaran dari guru berlangsung efektif bila menyebabkan siswa belajar
secara efektif pula. Pembelajaran tidak sekedar memberikan pengetahuan,
teori-teori dan konsep-konsep, tapi lebih dari itu. Pembelajaran merupakan upaya
mengembangkan potensi, kecakapan dan kepribadian siswa. Pengembangan
aspek-aspek pada siswa tersebut, tidak diberikan atau dikembangkan oleh guru,
tetapi oleh siswa sendiri. Siswalah yang berkembang dan mengembangkan
dirinya. Fungsi guru menyiptakan situasi, memberikan dorongan, arahan,
bimbingan, kemudahan agar siswa belajar dan berkembang (Nana Syaodih
Sukmadinata dan Erliany Syaodih, 2012: 59).
-. /01 20 343 5 601 20 343241-47898: 83
Komponen pembelajaran adalah kumpulan dari beberapa item yang saling
berhubungan satu sama lain yang merupakan hal penting dalam proses belajar
23
p
;
m
<;l
=> =r
=n
t
;r
?; <u
t
=@=l
= Atu
>u
=, m
n
=t
;r
B=t
=u
<= A=n
=> =r, m
;to
@;@=n
m
;@B=,
;v
=lu
=?B,
=n
=C@B @BC=t
=u
? B=w
s
@=n
p
;n
@B @BC=t
=u
D.
u
ru
1)
E>u
u
=n
p
;m
<;l
=>=r
=n
F;
n
u
ru
t
Eo
to
Gu
ABm
=t
@CC(2011
H148), tu
>u
=n
p
;m
<;=> =l
r
=n
m
;ru
p
=C=n
s
u
=
tu
t
=r
D;t y
=n
D BDBn
n
@BI=p
=B @B @==l
m
s
u
=tu
p
ro
s
;p
s
;m
<;l
=> =r
=n
.
J;=l
n
>u
tn
y
= @==l
m
K;rm
;n
@BC=n
s
GLM
o
. 41
E = A
u
n
2007 t
;n
t
=n
D Jt
=
n
@=r
K
ro
?;s
@B?;<u
t
C=n
<=Aw
=tu
>u
=n
p
;<;m
=> =l
r
=n
m
;=C=p
ru
n
D =m
<=r
=n
p
ro
? ;;@=
n
A=?Bl
<;l
=>=r y
=n
D @B A=r
=C=p
n
@=p
=t
@BI=p
=Bo
l
; Ap
;?;rt
= @B @BC ?;s
u
=B @;D=n
n
Cp
;m
o
t
;n
? B@=s
=r
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan
pembelajaran adalah suatu rancangan yang menitik beratkan terhadap
pencapaian yang akan di dapat oleh peserta didik setelah melalui proses
pembelajaran itu sendiri.
2) Guru atau pendidik
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2010: 39), guru adalah orang yang
memberikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik dan merupakan orang
yang melaksanakan pendidikan di tempat-tempat tertentu. Selanjutnya dalam
pasal 1 butir 6 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, Pendidik adalah
tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor,
pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan istilah lainnya
yang sesuai dengan kekhususannya yang juga berperan dalam pendidikan.
Sedangkan dalam pasal 1 butir 1 UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen menyatakan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tugas
p
NO N
rt
P QR QRSp
PQ Pp
Nn
QR QR SPn
Pn
PSu
O R P QRn
R T Plu
r p
Nn
QR QRSPn
Uo
rm
Pl,
p
N
n
QR QRSPn
QPOPr
QPn
p
Nn
QR QRSPn
m
Nn
Nn
VPW.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa guru adalah
seseorang dengan fitrahnya sebagai manusia berkepribadian yang
memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar dan berpartisipasi
penuh dalam menyelenggarakan pendidikan yang didalamnya berperan
memberikan pengetahuan kepada peserta didik.
3) Peserta didik
Menurut Oemar Hamalik (2008: 99-100), peserta didik atau murid adalah
salah satu komponen terpenting dalam pengajaran disamping guru, metode
dan tujuan pembelajaran. Tanpa adanya murid maka tidak akan terjadi proses
pembelajaran karena muridlah yang membutuhkan pengajaran dan bukan
guru, guru hanya berusaha memenuhi kebutuhan murid. Selanjutnya menurut
Sardiman (2006: 111), peserta didik adalah salah satu komponen manusia
yang menempati posisi sentral dalam proses belajar mengajar dan peserta
didik itu sendiri merupakan subjek belajar. Sedangkan menurut Syaiful Bahri
Djamarah (2010: 51), peserta didik adalah setiap orang yang mendapatkan
pengaruh dari seorang ataupun sekelompok orang yang menjalankan
kegiatan pendidikan. Sementara dalam Pasal 1 butir 4 UU Nomor 20 tahun
2003 tentang Sisdiknas, peserta didik adalah anggota masyarakat yang
berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang
tersedia pada jalur, jenjang dan pendidikan tertentu.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa peserta didik
merupakan komponen yang terpenting dalam pembelajaran dan merupakan
25
XYXY
o
r
Z[n
\Y [Zn
n
X Y[ Zl
Zp
o
t
Yn
X ]y
Zn
[ Z\ Zp
Z \Z \ ]r
]n
y
Zu
n
tu
^ X Yn
Zn
t
]ZX Z \ ]^ Ym
_Zn
[^ Zn
_Z]^m
Yl
Zlu
]p
ro
XYs
p
Ym
_Yl
Z `ZZr
n
m
Zu
p
u
n
^Yt
]^ Z ]Z _Yr
]n
t
YZ^X ]r
\Y[Zn
n
XY[ZZl
X Ys
u
Ztu
.
4)
aZt
Yr
]p
Ym
_Yl
Z `Zr
Zn
aY
n
u
ru
t
bo
to
cu
d]
m
Zt,
\ ^^(2011
e
152),
_ZdZ
n
Zt
Zu
m
Zt
Yr
]p
Ym
_Yl
Z `Zr
Zn
p
Z \Z \ Z XZ
rn
y
Z ]X ] \ Zr
] X Y_u
Zd ^u
r
]^u
lu
m
, y
Z ]tu
_Yru
p
Zm
Zt
Zp
Yl
Z`Zr
Zn
Zt
Zu
_ ]\Z[
n
\ Yn
[ Zn
to
p
]^ Zt
Zs
u
u
_to
p
]^ \Zn
r
]n
f]Zn
n
y
Z.
gYZl
`n
Zu
tn
y
m
Yn
u
ru
t
Abdul Majid (2007:173), bahan ajar adalah segala sesuatu yang digunakan
untuk guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar .Bahan yang
dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis yang
berisikan informasi.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa materi
pembelajaran atau bahan ajar adalah segala sesuatu yang dibahas dalam
pembelajaran dalam rangka membangun proses belajar. Materi pembelajaran
berisikan informasi yang dapat berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis.
Materi merupakan komponen terpenting dalam pembelajaran yang
menentukan tercapainya suatu tujuan dalam pembelajaran.
5) Metode pembelajaran
Metode secara harfiah berasal dari bahasa Yunani
methodos
, yang
artinya jalan atau cara. Metode pembelajaran diartikan sebagai cara yang
berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, khususnya
kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa. Metode dalam mengajar
berperan sebagai alat untuk menciptakan proses pembelajaran antara siswa
dengan guru dalam proses pembelajaran (Jamil Suprihatiningrum, 2013: 281).
hi
r
iy
in
j klp
mr
ju
n
in in
ju
ru
kiil
m
m
mn
ji kinin
ou
pjin
u
n
kmn
j in
qls
w
ip
i kiqiit
pmrl
ijn
ju
n
s
in
y
p
mn
j i rir
in
.
Berdasarkan definisi metode pembelajaran yang dikemukakan tersebut di
atas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran merupakan suatu cara
atau strategi yang dilakukan oleh seorang guru agar terjadi proses belajar
pada diri siswa untuk mencapai tujuan.
6) Media pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari
medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Menurut Arief
S. Sadiman, dkk (2006: 7), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang
dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima
sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa
saat proses pembelajaran. Selanjutnya Jamil Suprihatiningrum (2013: 319)
menyatakan bahwa media pembelajaran merupakan alat dan bahan yang
membawa informasi atau bahan pelajaran yang bertujuan untuk
mempermudah mencapai tujuan pembelajaran.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan
pesan berupa informasi dari pengirim kepada penerima yang bertujuan untuk
mempermudah tercapainya tujuan pembelajaran.
7) Evaluasi pembelajaran
Komponen evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan yang telah
ditentu