IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Pengaruh Pemberian FOS terhadap Jumlah Plak Peyeri Ileum Itik Cihateup
Rata-rata jumlah plak peyeri ileum itik Cihateup setelah pemberian FOS dapat dilihat di Tabel 6.
Tabel 6. Rata-rata Jumlah Plak Peyeri Ileum Itik Cihateup
Ulangan Perlakuan K F.A F.B F.C 1 4 9 7 8 2 5 9 7 8 3 4 8 8 8 4 5 9 8 7 5 4 9 8 8 6 5 8 8 8 Rata-rata 4,33± 0,55 8,67± 0,52 7,67± 0,52 7,83± 0,41 Keterangan: K : Tanpa Pemberian FOS
F.A : Pemberian FOS 50 µL F.B : Pemberian FOS 75 µL F.C : Pemberian FOS 100 µL
Berdasarkan hasil analisis varian Polinomial Orthogonal (Lampiran 1)
terdapat pengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah plak peyeri ileum itik Cihateup. Hasil analisis pada Tabel 6 menunjukkan jumlah plak peyeri ileum itik Cihateup paling sedikit pada perlakuan K (4,33) dan jumlah plak peyeri ileum itik Cihateup paling banyak terdapat pada perlakuan F.A (8,67). Perbedaan rata-rata jumlah plak peyeri ileum itik Cihateup antar perlakuan diketahui dengan cara melakukan
Uji Contrast Orthogonal (Lampiran 2). Perbedaan antar perlakuan dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7. Signifikansi Perbedaan Jumlah Plak Peyeri (PP) dengan Pemberian Berbagai Level FOS
Perlakuan Rata-rata Jumlah PP Signifikansi*
K 4,33± 0,55 a
F.B 7,67± 0,52 b
F.C 7,83± 0,41 b
F.A 8,67± 0,52 c
Keterangan: *Huruf yang berbeda (a, b, c, dan d) pada kolom signifikansi menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01)
Hasil uji Contrast Orthogonal pada Tabel 7 menunjukkan bahwa rata-rata jumlah plak peyeri kelompok itik Cihateup yang diberikan FOS sebanyak 50 µL(F.A), 75 µL (F.B) dan 100 µL (F.C) berbeda nyata lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok itik Cihateup tanpa pemberian FOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah plak peyeri ileum meningkat pada pemberian FOS sebanyak 50 µL. Berdasarkan analisis regresi, estimasi level pemberian FOS paling optimum pada level pemberian sebanyak 70 µL, pada level ini menunjukkan jumlah plak peyeri itik Cihateup mencapai8,89, dengan persamaan y= -0,0008574545 x2 + 0,1171745455 x + 4,4192727273. Grafik dan persamaan jumlah plak peyeri dapat dilihat pada Ilustrasi 2.
Ilustrasi 2. Pengaruh FOS terhadap Rata-rata Jumlah Plak Peyeri Ileum Itik Cihateup
FOS dapat meningkatkan immunitas dengan cara merangsang sel-sel limfosit yang ada pada nodulus limfotikus menjadi lebih banyak sehingga jumlah plak peyeri sebagai bagian utama dari nodulus limfotikus juga meningkat. Pemberian FOS. Berdasarkan Tabel 6, secara keseluruhan pemberian FOS menyebabkan jumlah plak peyeri meningkat dibandingkan dengan tanpa pemberian FOS (Ilustrasi 3).
Pemeliharaan minim air menyebabkan kemampuan thermoregulasi itik menjadi berkurang. Hal ini diperparah oleh suhu lingkungan yang panas sehingga ternak melakukan homoestasis untuk menyeimbangkan panas yang masuk dan yang keluar. Stres panas menyebabkan Hipotalamus melepaskan CRF dan kemudian menggertak hipofisa anterior untuk menghasilkan ACTH. Tingginya ACTH akan merangsang korteks adrenal untuk menghasilkan cortisol. Cortisol berfungsi untuk membantu proses glukoneogenesis sehingga sering disebut dengan hormon anti anabolisme.
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0 20 40 60 80 100 120 Ju m lah P P Level FOS (µL) y = -0,0008574545 x2+ 0,1171745455 x +4,4192727273
Ilustrasi 3. Jumlah dan ukuran plak peyeri (a) Tanpa Perlakuan (b) FOS 50 µL; (c) FOS 75 µL; (d) FOS 100 µL
Selama stres panas, hormon cortisol dihasilkan secara terus menerus dan menyebabkan radikal bebas di dalam tubuh ternak terus meningkat sehingga dapat menurunkan kadar limfosit. Limfosit berfungsi untuk mengenal dan menghancurkan berbagai determinan antigenik seperti radikal bebas. Limfosit akan menghancurkan antigen tersebut dalam bentuk sel plasma yang kita kenal dengan nama Immunoglobulin. Plak peyeri memiliki peranan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Plak peyeri merupakan kumpulan dari nodul-nodul limfotikus. Nodul-nodul limfotikus merupakan kumpulan dari sel limfosit. Dalam kondisi stres, sel-sel limfosit yang ada di dalam plak peyeri banyak
(a) (b)
(c) (d)
PP PP
PP PP
berubah menjadi sel plasma dan menyebabkan sel limfosit menjadi berkurang dan tidak beraturan. Berkurangnya sel-sel limfosit menyebabkan populasi dari nodul-nodul limfotikus menjadi lebih sedikit dan menurunkan jumlah dan ukuran plak peyeri ileum. Hal inilah yang menyebabkan jumlah plak peyeri pada perlakuan K menunjukkan hasil paling rendah dibandingkan dengan yang lain.
Peningkatan ini terjadi karena salah satu peran FOS adalah meningkatkan immunitas. IgA menunjukkan hasil yang lebih tinggi pada ternak yang diberi FOS sehingga mengurangi jumlah IgA yang dihasilkan oleh tubuh ternak secara alamiah. Hal ini menyebabkan sel-sel limfosit dan jumlah plak peyeri dalam tubuh tidak mengalami penurunan (Nakamura dkk., 2004). Plak peyeri terdiri dari banyak sel limfosit B. Stres psikis dan panas menyebabkan jumlah plak peyeri menurun karena sel limfosit B yang berada pada plak peyeri berubah menjadi sel plasma dalam jumlah banyak.
Peningkatan populasi plak peyeri berdasarkan hasil estimasi polinomial persamaan pada Ilustrasi 1 menunjukkan kadar pemberian 70 µL (melebihi level pemberian pada penelitian ini yaitu 50 µL). Level tersebut sebagai level pemberian yang dapat menghasilkan pertumbuhan plak peyeri tertinggi. Meskipun demikian, pemberian 100 dan 150 µL menunjukkan pertumbuhan plak peyeri lebih rendah (P<0,01) dibandingkan dengan level pemberian 50 µL, namun tetap lebih tinggi (P<0,01) dibandingkan tanpa pemberian FOS.
Penurunan populasi plak peyeri seiring dengan bertambahnya level pemberian FOS, dapat disebabkan oleh penurunan stimulasi dari mikroba patogen di dalam usus dan peningkatan daya hambat FOS terhadap beberapa enzim yang dalam sintesis protein. Diketahui bahwa mikroba patogen menstimulasi pertumbuhan plak peyeri sebagai mekanisme immunitas alamiah, sehingga
semakin tinggi mikroba patogen di dalam usus, menyebabkan pertumbuhan plak peyeri semakin tinggi. Pemberian FOS menyebakan pH ileum menurun (Donalson dkk., 2008), pH yang rendah menyebabkan kematian bakteri patogen. Penelitian lain menunjukkan bahwa penurunan nodul limfotikus juga dapat disebabkan karena prebiotik seperti FOS mampu menekan pertumbuhan sel-sel bakteri patogen (Delgado dkk., 2011). Kondisi ini disebabkan karena bakteri patogen tidak mampu mencerna FOS. Namun demikian, FOS juga bertindak sebagai stimulator pertumbuhan sel-sel di ileum, sehingga populasi plak peyeri secara keseluruhan lebih tinggi dibandingkan tanpa pemberian FOS.
4.2 Pengaruh Pemberian FOS Terhadap Ukuran Plak Peyeri Ileum Itik
Cihateup
Rata-rata ukuran panjang dan lebar plak peyeri ileum itik Cihateup setelah pemberian FOS dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Rata-rata Panjang dan Lebar Plak Peyeri (PP) Ileum Itik Cihateup Ulan gan Perlakuan-Ukuran PP K F.A F.B F.C P L P L P L P L ... µm... 1 20,1 11,7 24,8 17,3 27,5 19,4 32,9 22,6 2 22,8 14,2 25,3 14,7 28,5 20,6 30,5 21,9 3 22,7 14,4 25,6 14,9 28,4 21,6 31,7 23,6 4 23,8 15,1 26,1 15,3 29,4 20,7 31,5 22,8 5 20,6 13,7 24,6 16,4 27,7 20,6 32,6 23,1 6 22,8 14,1 26,1 17,4 28,5 19,8 31,8 22,9 Rata-rata 22,13 ±1,45 13,87± 1,16 25,42± 0,63 16,00 ±1,2 28,33± 0,67 20,45± 0,76 31,83± 0,85 22,82± 0,56 Keterangan: K : Tanpa Pemberian FOS
F.A : Pemberian FOS 50 µL F. B : Pemberian FOS 75 µL F. C : PemberianFOS 100 µL P : Panjang
Berdasarkan hasil analisis varian Polinomial Orthogonal (Lampiran 1) terdapat pengaruh nyata terhadap panjang dan lebar plak peyeri ileum itik Cihateup. Hasil analisis pada Tabel 8 menunjukkan panjang dan lebar plak peyeri ileum itik Cihateup terkecil terdapat pada perlakuan K (22,13; 13,87). Panjang dan lebar plak peyeri ileum itik Cihateup terbesar terdapat pada perlakuan F.C (31,83; 22,82). Untuk mengetahui perbedaan rata-rata jumlah plak peyeri ileum itik Cihateup antar perlakuan dilakukan Uji Contrast Orthogonal (Lampiran 2). Pengaruh perbedaan antar perlakuan dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9. Signifikansi Perbedaan Panjang dan Lebar Plak Peyeri dengan Pemberian Berbagai Level FOS
Panjang Lebar
Perlakuan Rata-rata (µm) Signifikansi* Perlakuan Rata-rata (µm) Signifikansi*
K 22,13±1,45 a K 13,87±1,16 a
F.A 25,42±0,63 b FA 16±1,2 b
F.B 28,33±0,67 c FB 20,45±0,76 c
F.C 31,83±0,85 d FC 22,82±0,56 d
Keterangan: *Huruf yang berbeda (a, b, c, dan d) pada kolom signifikansi menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01)
Peran FOS selain dapat meningkatkan immunitas yaitu dapat merangsang pertumbuhan sel-sel limfosit yang ada di usus halus sehingga menyebabkan panjang dan lebar plak peyeri ileum menjadi lebih tinggi. Produksi sel-sel limfosit tampak membaik pada ternak yang diberikan FOS. FOS mampu menginduksi perkembangan sel-sel limfosit di dalam lamina propria usus halus, sehingga meningkatkan ukuran ileum (Xu dkk., 2003; Shang dkk., 2015).
Panjang dan lebar plak peyeri ileum meningkat seiring dengan meningkatnya pemberian level FOS. FOS merupakan prebiotik, yaitu media bakteri non patogen untuk tumbuh dan berkembang khususnya bakteri Lactobacillus dan Bifidobacterium. FOS juga dapat memperbaiki integritas epitel
usus halus, karena SCFA (Short Chain Fatty Acid) sebagai hasil fermentasi probiotik merupakan bahan penting untuk metabolisme sel epitel usus sehingga fungsi saluran cerna dan absorbsi nutrien dapat meningkat. Fermentasi tersebut sangat erat hubungannya dengan perkembangan Gut-Associated Lymphoid Tissue (GALT) yang merupakan jaringan terbesar dari sistem imun yaitu sekitar 60% dari total limfosit dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan plak peyeri ileum itik Cihateup (Delgado dkk., 2011; Saad dkk., 2013).
Peningkatan SCFA menginduksi sel L endokrin di mukosa sekum dan kolon untuk menghasilkan GLP-1(Glukagon Like Peptide-1). GLP-1 merupakan salah satu jenis hormon inkretin yang berfungsi untuk memperbaiki sel β pankreas dan menyebabkan hormon insulin lebih banyak dihasilkan. Insulin merupakan salah satu hormon anabolisme yang berfungsi untuk membantu sel limfosit untuk berproliferasi dan berdampak pada meningkatnya pertumbuhan panjang dan lebar plak peyeri. Hasil penelitian yang sama juga telah dilaporkan Donalson dkk. (2008), menunjukkan pertambahan ukuran ileum dengan pemberian kombinasi FOS dengan Alfalfa menyebabkan potensi peningkatan ukuran plak peyeri dan sel-sel lain.