Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta
L
L
A
A
P
P
O
O
R
R
A
A
N
N
K
K
I
I
N
N
E
E
R
R
J
J
A
A
I
I
N
N
S
S
T
T
A
A
N
N
S
S
I
I
P
P
E
E
M
M
E
E
R
R
I
I
N
N
T
T
A
A
H
H
T
T
A
A
H
H
U
U
N
N
2
2
0
0
1
1
6
6
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN
OLAHRAGA DIY
Kata Pengantar
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinas Dikpora DIY) disusun berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Tahun Anggaran 2016, serta Perjanjian Kinerja Tahun 2016 dan merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja.
Tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran tingkat pencapaian sasaran maupun tujuan instansi sebagai jabaran dari visi, misi dan strategi instansi yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan. Dinas Dikpora DIY sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah yang melaksanakan urusan wajib pemerintahan bidang pendidikan, pemuda, dan olahraga memiliki tujuan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan serta pembinaan pemuda dan olahraga secara berkesinambungan. Layanan pendidikan yang bermutu dengan mengacu pada kebijakan pembangunan pendidikan nasional diharapkan dapat menghasilkan insan cerdas, terampil, dan kompetitif. Pembinaan pemuda secara berkesinambungan diharapkan dapat memupuk kemandirian dan meningkatkan kreativitas generasi muda. Pembinaan olahraga diharapkan dapat mengoptimalkan potensi generasi muda di bidang olahraga dan memacu mereka untuk meningkatkan prestasi sampai ke tingkat internasional. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Dikpora DIY merupakan implementasi indikator-indikator kinerja di bidang pendidikan, pemuda, dan olahraga yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan tersebut dengan tidak meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.
masukan bagi penyusunan rencana kegiatan dan peningkatan kinerja sumber daya manusia di masa mendatang yang berorientasi pada pencapaian visi Dinas Dikpora DIY yaitu mewujudkan kualitas pendidikan, pemuda, dan olahraga yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya.
Yogyakarta, 28 Februari 2017
KEPALA DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAHRAGA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Ikhtisar Eksekutif
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atas perjanjian kinerja Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY yang memuat rencana, capaian, dan realisasi indikator kinerja dari sasaran strategis. Sasaran dan indikator kinerja termuat dalam Rencana Strategis Dinas Dikpora DIY Tahun 2012-2017. Untuk mencapai sasaran tersebut, ditempuh dengan melaksanakan strategi, kebijakan, program dan kegiatan seperti telah dirumuskan dalam rencana strategis.
Ringkasan prestasi kinerja Dinas Dikpora DIY yang dihasilkan di tahun 2016, dapat digambarkan sebagai berikut:
a. Sasaran 1: Terwujudnya pendidikan berkualitas untuk semua, berdaya saing dan non diskriminatif, dengan indikatornya yaitu Rata-Rata Lama Sekolah. Capaian kinerja sampai dengan akhir bulan Desember 2016 adalah 9,10 tahun. b. Sasaran 2: Meningkatnya layanan pendidikan non formal dan informal, dengan
indikatornya yaitu Peningkatan layanan pendidikan non formal dan informal. Capaian kinerja sampai dengan akhir bulan Desember 2016 adalah 9.000 orang. c. Sasaran 3: Terwujudnya pendidikan berkarakter yang sinergis dengan
kebutuhan pembangunan, dengan indikatornya:
1. Persentase sekolah yang mengimplementasikan pendidikan berkarakter dan sinergis dengan kebutuhan pembangunan. Capaian kinerja sampai dengan akhir bulan Desember 2016 adalah 35,83%.
2. Peserta didik yang mendapatkan layanan pendidikan teknik berstandar. Capaian kinerja sampai dengan akhir bulan Desember 2016 adalah 2.074 orang peserta didik.
d. Sasaran 4: Terwujudnya kapasitas pemuda dan olahraga yang berkualitas, berdaya saing dan berkarakter, dengan indikatornya:
diselenggarakan pada tahun 2015 sehingga POPNAS XIV akan diselenggarakan pada tahun 2017.
2. Prestasi Cabang Olahraga pada POPWIL (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah). Capaian kinerja sampai dengan akhir bulan Desember 2016 adalah peringkat ke-2.
3. Peningkatan jumlah sentra pemberdayaan pemuda. Capaian kinerja sampai dengan akhir bulan Desember 2016 adalah 14 sentra.
4. Persentase penguatan organisasi pemuda dalam pembinaan atau pemberdayaan pemuda. Capaian kinerja sampai dengan akhir bulan Desember 2016 adalah 100%.
e. Sasaran 5: Peningkatan jumlah kelompok wirausaha muda, dengan indikatornya yaitu Peningkatan jumlah kelompok pemuda yang mengembangkan kewirausahaan. Capaian kinerja sampai dengan akhir bulan Desember 2016 adalah 385 kelompok.
f. Sasaran 6: Terwujudnya layanan pendidikan, pemuda, dan olahraga yang efektif, akuntabel dan berbudaya dengan indikatornya yaitu Persentase kinerja peningkatan mutu pendidikan. Capaian kinerja sampai dengan akhir bulan Desember 2016 adalah 84,96%.
Evaluasi atas pencapaian kinerja menunjukkan pencapaian hasil di atas target yang telah ditetapkan Dinas Dikpora DIY kecuali untuk indikator Rata-Rata Lama Sekolah yang metode perhitungannya telah mengalami perubahan sesuai dengan perubahan metode perhitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
I.1 Struktur Organisasi ... 2
I.2 Tugas dan Fungsi ... 2
I.3 Keadaan Pegawai ... 3
I.4 Keadaan Sarana dan Prasarana ... 6
I.5 Keuangan ... 7
I.6 Sistematika LKj IP ... 8
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ... 10
II.1 Perencanaan Strategis ... 10
II.1.1 Visi Misi ... 11
II.1.2 Tujuan dan Sasaran ... 12
II.1.3 Strategi ... 14
II.1.3.1 Misi 1 ... 14
II.1.3.2 Misi 2 ... 17
II.1.3.3 Misi 3 ... 18
II.2 Perjanjian Kinerja Tahun 2016 ... 19
II.3 Rencana Anggaran Tahun 2016 ... 21
II.3.1 Target Belanja Dinas Dikpora DIY ... 21
II.3.2 Alokasi Anggaran per Sasaran Strategis ... 21
II.4 Instrumen Pendukung ... 22
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 23
III.1 Capaian kinerja Tahun 2016 ... 23
III.2 Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja Sasaran Strategis ... 25
III.2.1 Sasaran 1 ... 26
III.2.2 Sasaran 2 ... 38
III.2.3 Sasaran 3 ... 42
III.2.4 Sasaran 4 ... 53
III.2.5 Sasaran 5 ... 67
III.2.6 Sasaran 6 ... 69
III.3 Realiasi Anggaran ... 78
III.4 Analisa Efisiensi ... 81
Daftar Gambar
Gambar III.1 Bimbingan Teknis PAUD Unggulan ... 29
Gambar III.2 Lomba Kreasi Tari Guru PAUD ... 30
Gambar III.3 Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat DIY ... 31
Gambar III.4 Sosialisasi Antinarkoba bagi Siswa SMP ... 32
Gambar III.5 Tabloid Gembira ... 32
Gambar III.6 Achievement Motivation Training SMPN 1 Karangmojo ... 33
Gambar III.7 Semifinal Lomba Cerdas Cermat UUD 1945 ... 34
Gambar III.8 Workshop Peningkatan Kompetensi Pengawas SMA/SMK ... 34
Gambar III.9 Lomba Bercerita pada Festival dan Lomba Literasi ... 36
Gambar III.10 Workshop Pembinaan Kepala SLB ... 36
Gambar III.11 Majalah Nusantara ... 37
Gambar III.12 Peserta Pelepasan/Wisuda Akademi Komunitas Tahun 2016 ... 38
Gambar III.13 Pembukaan Bimtek Akreditasi PKBM ... 42
Gambar III.14 Pembinaan Sekolah Model di TK ... 45
Gambar III.15 Forum Unggulan Mutu di SMPN 1 Imogiri ... 45
Gambar III.16 Bimtek Pemanfaatan Aplikasi Android dalam Pembelajaran ... 46
Gambar III.17 Para Peraih Penghargaan OSAINTEK 2016 ... 48
Gambar III.18 Screenshot Kamus Bahasa Jawa Digital ... 49
Gambar III.19 Kegiatan Kejar Paket C Teknik Audio Video ... 50
Gambar III.20 Diklat Otomotif Siswa SMK ... 51
Gambar III.21 Diklat Teknik Las Siswa SMK ... 52
Gambar III.22 Diklat Teknik Perkayuan Siswa SMK ... 53
Gambar III.23 Pertandingan Voli Putri antara Tim DIY Melawan Tim Provinsi Banten ... 56
Gambar III.24 Persiapan Tim Tenis Meja DIY Menghadapi POPWIL III ... 57
Gambar III.25 Hasil Renovasi Tribun Sayap Utara Luar Stadion Mandala Krida 57 Gambar III.26 Semifinal Kejuaraan Catur Tingkat DIY ... 58
Gambar III.27 Pameran Hasil Karya Pemuda di Taman Kuliner Condongcatur 61 Gambar III.28 Penerimaan Penghargaan Pemuda Pelopor Tingkat DIY ... 62
Gambar III.29 Pelepasan Delegasi KPN DIY ... 63
Gambar III.30 Penyempurnaan Open Theatre Youth Centre ... 64
Gambar III.31 Tim Paskibraka Saat Bertugas pada peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-71 di Gedung Agung ... 67
Gambar III.32 TOT Antinarkoba ... 67
Gambar III.33 Pelatihan Pengelolaan Sampah ... 69
Gambar III.34 Bimtek Pengelolaan Data Kepegawaian ... 75
Gambar III.35 Workshop Pengisian Perangkat Akreditasi ... 76 Gambar III.36 Para Penerima Penghargaan pada Ajang Apresiasi Prestasi 2016 77
Daftar Graf
ik
Grafik III.1 Capaian Rata-Rata Lama Sekolah Tahun 2012-2016 ... 27
Grafik III.2 Jumlah Partisipan Pendidikan Nonformal dan Informal Tahun 2016 40 Grafik III.3 Jumlah Peserta Pendidikan Nonformal dan Informal Tahun 2012-2016 ... 40
Grafik III.4 Data Sebaran Lulusan SMK di DIY Tahun Pelajaran 2015/2016 ... 43
Grafik III.5 Sebaran Kelompok Wirausaha Muda Binaan BPO di DIY sampai Tahun 2016 ... 68
Grafik III.6 Persentase Kinerja Peningkatan Mutu Pendidikan Tahun 2012 sampai 2016 ... 71
Grafik III.7 Guru Layak Mengajar di DIY ... 71
Grafik III.8 Ruang Kelas dalam Kondisi Baik ... 72
Grafik III.9 Angka Kelulusan di DIY ... 73
Grafik III.10 Angka Mengulang di DIY ... 73
Grafik III.11 Angka Putus Sekolah di DIY ... 74
42 45
70
Daftar Ta
bel
Tabel I.1 Jumlah Pegawai Berdasarkan Jabatan ... 4
Tabel I.2 Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan ... 4
Tabel I.3 Jumlah Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 5
Tabel I.4 Jumlah Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin ... 5
Tabel I.5 Sarana Prasarana Dinas Dikpora DIY ... 6
Tabel I.6 Rincian Anggaran dan Realisasi APBD ... 7
Tabel I.7 Anggaran dan Realisasi Dana Dekonsentrasi ... 8
Tabel II.1 Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja ... 13
Tabel II.2 Perjanjian Kinerja Tahun 2016 ... 20
Tabel II.3 Target Belanja tahun 2016 ... 21
Tabel II.4 Anggaran Belanja Langsung per Sasaran Strategis ... 22
Tabel III.1 Skala Nilai Peringkat Kerja ... 23
Tabel III.2 Capaian Kinerja Tahun 2016 ... 24
Tabel III.3 Target dan Realisasi Kinerja Sasaran 1 ... 27
Tabel III.4 APK, APM, dan Angka Putus Sekolah Tahun 2015-2016 ... 28
Tabel III.5 Target dan Realisasi Kinerja Sasaran 2 ... 39
Tabel III.6 Target dan Realisasi Kinerja Sasaran 3 ... 42
Tabel III.7 Perhitungan Persentase Sekolah Pendidikan Karakter dan Sinergis dengan Kebutuhan Pembangunan ... 44
Tabel III.8 Target dan Realisasi Kinerja Sasaran 4 ... 54
Tabel III.9 Perolehan Medali DIY dalam POPWIL III ... 55
Tabel III.10 Daftar Organisasi Pemuda di DIY ... 64
Tabel III.11 Target dan Realisasi Kinerja Sasaran 5 ... 68
Tabel III.12 Target dan Realisasi Kinerja Sasaran 6 ... 70
Tabel III.13 Perhitungan Persentase Kinerja Peningkatan Mutu Pendidikan ... 70
Tabel III.14 Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung per Sasaran Tahun 2016 . 78 Tabel III.15 Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung per Program Tahun 2016 79 Tabel III.16 Analisa Efisiensi ... 81
BAB 1
Pendahuluan
Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Dikpora DIY Tahun 2016 dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Menteri PAN dan RB RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 94 Tahun 2016 tentang Pedoman Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Hal ini merupakan bagian dari implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah guna mendorong terwujudnya sebuah kepemerintahan yang baik (good governance) di Indonesia.
Dengan disusunnya Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Dikpora DIY Tahun 2016 diharapkan dapat:
1. Memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai oleh Dinas Dikpora DIY.
2. Mendorong Dinas Dikpora DIY di dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik dan benar yang didasarkan pada peraturan perundangan, kebijakan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
3. Sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi Dinas Dikpora DIY untuk meningkatkan kinerjanya.
4. Memberikan kepercayaan kepada masyarakat terhadap Dinas Dikpora DIY di dalam pelaksanaan program/kegiatan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bab 1 Berisi :
1. Struktur Organisasi 2. Fungsi dan Tugas 3. Keadaan Pegawai 4. Keadaan Sarana dan
I.1 Struktur Organisasi
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Istimewa Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2015 tentang Kelembagaan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dinas Dikpora DIY merupakan unsur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan susunan organisasi sebagai berikut:
I.2 Tugas dan Fungsi
diberikan oleh Pemerintah. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Dinas Dikpora DIY mempunyai fungsi :
1. Penyusunan program dan pengendalian pendidikan, pemuda, dan olahraga; 2. Perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan, pemuda dan olahraga; 3. Pelaksanaan kewenangan Daerah yang berkaitan dengan pembiayaan,
kurikulum, sarana prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan, pengendalian mutu pendidikan, pemuda, dan olahraga;
4. Pelaksanaan koordinasi perijinan di bidang pendidikan; 5. Pelaksanaan pelayanan umum sesuai dengan kewenangannya;
6. Pemberian fasilitasi penyelenggaraan bidang pendidikan, pemuda, dan olahraga Kabupaten/Kota;
7. Pemberdayaan sumberdaya dan mitra kerja di bidang pendidikan, pemuda dan olahraga;
8. Pelaksanaan evaluasi pendidikan; 9. Pelaksanaan kegiatan ketatausahaan;
10. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.
I.3 Keadaan Pegawai
Tabel I.1 Jumlah Pegawai berdasarkan Jabatan
Unit Kerja Guru Fungsional Umum Struktural
Fungsional Tertentu (Pengawas dan Pamong Belajar)
Jumlah
Dinas Dikpora Induk - 138 19 4 161
SLB Negeri dan
Swasta 746 59 8 - 813
SMP 141 26 4 - 171
SMA 78 13 2 - 93
SMK 274 28 2 - 304
BLPT - 47 7 - 54
BPKB - 18 2 18 38
BPO - 47 4 - 51
BTKP - 15 3 - 18
Jumlah 1.239 395 47 22 1.703
Tabel I.2 Jumlah Pegawai berdasarkan Golongan Golongan Jumlah Akumulasi
IV/d
-704
IV/c 4
IV/b 26
IV/a 674 III/d 158
851 III/c 193
III/b 373 III/a 127
II/d 14
125
II/c 41
II/b 51
Golongan Jumlah Akumulasi
I/d 9
23
I/c 7
I/b 6
I/a 1
Jumlah 1.703
Tabel I.3 Jumlah Pegawai berdasarkan Tingkat Pendidikan Jenjang Pendidikan Jumlah
S3
-S2 63
S1/D4 1.149
D3 36
D2 228
D1 2
SMA 180
SMP 29
SD 16
Jumlah 1.703
Tabel I.4 Jumlah Pegawai berdasarkan Jenis Kelamin
Unit Kerja Laki-Laki Perempuan Jumlah
Dinas Dikpora Induk 81 80 161
SLB Negeri dan Swasta 306 507 813
SMP 81 90 171
SMA 48 45 93
SMK 229 75 304
UPTD 103 58 161
86 Analisis jabatan untuk mengetahui jumlah ideal pegawai dibandingkan dengan beban pekerjaan pada tahun 2016 belum dilakukan oleh Dinas Dikpora DIY.
I.4 Keadaan Sarana dan Prasarana
Sarana prasarana yang dimiliki Dinas Dikpora DIY ditunjukkan sebagai berikut: Tabel I.5 Sarana Prasarana Dinas Dikpora DIY
No Sarana dan Prasarana Jumlah KeteranganKondisi/
1 Tanah 40 Unit Baik
2 Alat-Alat Besar 31 Unit Baik
3 Alat-Alat Angkutan 83 Unit Baik
4 Alat-Alat Bengkel dan Alat Ukur 3.906 Unit Baik
5 Alat-Alat Pertanian/Peternakan 21 Unit Baik
6 Alat-Alat Kantor dan Rumah Tangga 44.185 Unit Baik
7 Alat-Alat Studio dan Komunikasi 1.273 Unit Baik
8 Alat-Alat Kedokteran 170 Unit Baik
9 Alat-Alat Laboratorium 7.793 Unit Baik
10 Bangunan Gedung 449 Unit Baik
11 Jalan dan Jembatan 2 Unit Baik
12 Bangunan Air/Irigasi 7 Unit Baik
13 Instalasi 37 Unit Baik
14 Jaringan 22 Unit Baik
15 Buku Perpustakaan 140.767 Buku Baik
16 Barang Bercorak Kesenian/Kebudayaan 1.577 Unit Baik
I.5 Keuangan
Dinas Dikpora DIY mengelola anggaran yang bersumber dari:
1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pada tahun 2016 anggaran Dinas Dikpora DIY adalah sebesar Rp344.536.275.801,00 dengan perincian sebagai berikut:
Tabel I.6 Rincian Anggaran dan Realisasi APBD
Urusan
Wajib Jenis Belanja Anggaran Belanja(Rp) Jumlah (Rp)Realisasi Belanja %
Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
Belanja Tidak
Langsung 114.910.495.409 112.948.310.709 98,29
Belanja Langsung 229.625.780.392 218.984.322.280 95,37
Total 344.536.275.801 331.932.632.989 96,34
2. Dana Keistimewaan. Pada tahun 2016 anggaran Dinas Dikpora DIY yang berasal dari Dana Keistimewaan adalah sebesar Rp5.603.504.000,00 dengan realisasi belanja sebesar Rp5.389.951.020,00 (96,19%).
Tabel I.7 Anggaran dan Realisasi Dana Dekonsentrasi
Kementerian Eselon I Belanja (Rp)Anggaran Realisasi Belanja Jumlah (Rp) %
Kemendikbud
Biro Perencanaan
dan KLN 241.470.000 200.871.850 83,19
Direktorat
Dikdasdasmen 8.317.417.000 7.748.902.372 93,16 Direktorat Guru dan
Tenaga Kependidikan 569.372.000 550.072.900 96,61
Direktorat PAUDNI 1.136.240.000 996.578.900 87,71
Kemenpora Kemenpora 7.287.680.000 6.902.454.400 94,71
I.6 Sistematika Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
Sistematika penulisan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj IP) Dinas Dikpora DIY tahun 2016 adalah sebagai berikut :
Ringkasan Eksekutif memuat:
1. Pada bagian ini disajikan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategis serta sejauh mana instansi pemerintah mencapai tujuan dan sasaran utama tersebut serta kendala-kendala yang dihadapi dalam pencapaiannya;
2. Disebutkan pula langkah-langkah apa yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dan langkah antisipatif untuk menanggulangi kendala yang mungkin akan terjadi pada tahun mendatang
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini memuat tentang alasan disusun LKj IP/manfaat LKj IP, Struktur Organisasi, Tugas dan Fungsi Dinas Dikpora DIY, Potensi yang menjadi ruang lingkup Dinas Dikpora DIY, dan Sistematika penulisan LKj IP
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
gambaran secara singkat sasaran utama yang ingin diraih instansi pada tahun yang bersangkutan serta bagaimana kaitannya dengan capaian visi dan misi instansi
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
Pada bagian ini disajikan uraian hasil pengukuran kinerja, evaluasi, dan analisis akuntabilitas kinerja. Termasuk didalamnya menguraikan secara sistematis pembandingan data kinerja secara memadai, keberhasilan/kegagalan, dan permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah antisipatif yang akan diambil
Disajikan pula akuntabilitas keuangan dengan cara menyajikan rencana dan realisasi anggaran bagi pelaksanaan tupoksi atau tugas-tugas lainnya dalam rangka mencapai sasaran/tujuan organisasi yang telah ditetapkan, termasuk analisis tentang capaian indikator kinerja dan efisiensi
BAB IV PENUTUP
BAB 2
Perencanaan
& Perjanjian Kinerja
II.1 Perencanaan Strategis
Pembangunan yang telah dilaksanakan Pemerintah Daerah DIY selama empat tahun terakhir menunjukkan tingkat keberhasilan yang baik. Evaluasi Pembangunan yang dilakukan pada tahun 2014 menunjukkan adanya beberapa indikator target sasaran yang capaiannya telah melampaui target yang ditetapkan pada akhir RPJMD.
Hasil evaluasi tersebut ditindaklanjuti dengan dilakukannya perubahan terhadap RPJMD 2012-2017 berdasarkan amanat Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 8 tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2013 dan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 104 Tahun 2014 Tentang Perubahan Target Pencapaian Sasaran Tahunan Rencana Jangka Menengah, Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Serta Indikator Kinerja Utama Gubernur Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2012-2017.
Selaras dengan perubahan RPJMD 2012-2017, timbul konsekuensi logis adanya tindak lanjut dalam Perubahan Renstra Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2012-2017, yang telah ditetapkan dalam SK Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 0117 Tahun 2015 Tentang Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2012 – 2017 (Review) Tanggal 26 Januari 2015. Perubahan perlu dilakukan untuk melakukan rasionalisasi terkait target kinerja sasaran, program dan kegiatan pendukung sasaran Dinas Dikpora DIY sebagai penjabaran sasaran dan indikator Gubernur dalam perubahan RPJMD. Hasil perubahan RPJMD DIY Tahun 2012-2017 akan digunakan sebagai panduan dalam menentukan program kegiatan dalam
Bab 2 Berisi :
1. Perencanaan Strategis 2. Perjanjian Kinerja
Tahun 2016 3. Rencana Anggaran
Tahun 2016
rencana kerja sampai dengan tahun akhir RPJMD. Perubahan yang dilakukan tercantum dalam Renstra Dinas Dikpora DIY.
II.1.1 Visi dan Misi
Kondisi Daerah Istimewa Yogyakarta yang kaya dengan keunggulan komparatif, antara lain sudah lama dikenal sebagai kota pendidikan yang ditandai dengan banyaknya pilihan pendidikan berkualitas pada semua jenjang, jalur, dan jenis pendidikan menjadi salah satu acuan bagi Dinas Dikpora DIY untuk merumuskan visi. Dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJPM) DIY dan perkembangan lingkungan strategis, dirumuskanlah visi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY Tahun 2012-2017, yaitu:
“ Mewujudkan kualitas pendidikan, pemuda, dan olahraga yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya”
Nilai-nilai luhur budaya yang dimaksud adalah nilai-nilai luhur budaya Daerah Istimewa Yogyakarta yang diperkaya dengan nilai-nilai luhur budaya nasional dalam konteks perkembangan budaya global. Visi tersebut merupakan upaya untuk menunjang terwujudnya visi Pembangunan Jangka Panjang DIY tahun 2005 – 2025 dan visi Pembangunan Jangka Menengah DIY tahun 2012-2017.
Guna menunjang terwujudnya visi tersebut, dirumuskanlah misi sebagai berikut:
1. Misi Pertama: Menyediakan pendidikan berkualitas untuk semua, nondiskriminatif dan berbudaya
2. Misi Kedua: Mengembangkan pembinaan pemuda dan olahraga yang berkualitas dan berkarakter
3. Misi Ketiga: Mengembangkan tatakelola pendidikan, pemuda, dan olahraga berbasis budaya
Pemuda dan Olahraga Tahun 2010 – 2014 yaitu “Meningkatkan Daya Saing Kepemudaan dan Keolahragaan” dengan tidak meninggalkan budaya lokal. Diharapkan misi pembangunan pendidikan, pemuda, dan olahraga di Daerah Istimewa Yogyakarta selaras dan memiliki andil dalam pembangunan pendidikan, pemuda, dan olahraga nasional.
II.1.2 Tujuan dan Sasaran Tujuan
Mengacu pada Visi dan Misi yang telah ditetapkan, maka tujuan jangka menengah selama lima tahun anggaran adalah :
1. Mengembangkan pendidikan berkualitas yang merata untuk semua, berdaya saing, dan nondiskriminatif;
2. Menghasilkan generasi muda berkarakter yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, cinta tanah air dan bangsa, berjiwa luhur, berbudaya, menjadi teladan, rela berkorban, kreatif, inovatif, serta profesional; 3. Mewujudkan peran DIY dalam menciptakan inovasi pendidikan;
4. Mewujudkan pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan pembangunan;
5. Mewujudkan pemuda dan olahraga yang berkualitas, berdaya saing, dan berbudaya;
6. Meningkatkan layanan pendidikan, pemuda, dan olahraga yang akuntabel dan berbudaya.
Sasaran Strategis
86 Tabel II.1 Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja
NO
. STRATEGISSASARAN INDIKATORKINERJA SATUAN KONDISI
AWAL 2012
TARGET TAHUN KETERANG AN 2013 2014 2015 2016 2017 1. Terwujudnya
9.6 10 10.8 11.6 12 Sebelum revisi
9.6 10 10.8 11.6 12 Sesudah revisi 2. Meningkatnya
N/A 24.17 29.17 35.83 45.83 Sebelum revisi
N/A 24.17 29.17 35.83 45.83 Sesudah revisi
Peserta didik
N/A N/A N/A 100 100 Sesudah revisi 5. Peningkatan
325 345 365 385 405 Sebelum revisi
325 345 365 385 405 Sesudah revisi 6. Meningkatnya
II.1.3 Strategi
Setelah menentukan tujuan dan sasaran, maka langkah selanjutnya perlu ditentukan bagaimana hal tersebut dapat dicapai. Cara mencapai tujuan dan sasaran merupakan strategi organisasi untuk merealisasikan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, meliputi penetapan strategi, kebijakan, program dan kegiatan.
II.1.3.1 Misi 1: Menyediakan pendidikan berkualitas untuk semua dan nondiskriminatif
Strategi
1. Pendayagunaan keunggulan komparatif
2. Perluasan dan pemerataan akses pendidikan terutama pendidikan menengah
3. Pengembangan pendidikan berlandaskan modal kultural, modal sosial, pendidikan karakter integratif dengan peningkatan mutu dan relevansi 4. Pemberdayaan satuan pendidikan dan pihak terkait untuk
mengembangkan model unggulan mutu pendidikan
5. Peningkatan hubungan yang sinergis antara pendidikan dan dunia kerja 6. Perluasan dan pemerataan akses pendidikan nonformal dan informal Kebijakan
1. Peningkatan penyediaan layanan pendidikan untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan
2. Pengurangan disparitas akses dan kualitas pendidikan 3. Pelembagaan muatan budaya dalam pendidikan
4. Pembudayaan mutu pendidikan berbasis budaya melalui aliansi pendidikan
5. Peningkatan keunggulan kompetitif pendidikan dalam bidang akademik dan nonakademik
6. Peningkatan partisipasi aktif di kawasan Asia Tenggara pada bidang pendidikan, pemuda, dan olahraga
7. Pengembangan unggulan mutu pendidikan
Program
1. Program Pendidikan Anak Usia Dini
2. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun 3. Program Pendidikan Menengah
4. Program Pendidikan Non Formal Dan Informal
5. Program Pendidikan Khusus Dan Pendidikan Layanan Khusus
6. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 7. Program Pendidikan Tinggi
8. Program Akselerasi Pengembangan Pendidikan Terkemuka 9. Program Peningkatan Pelayanan Pendidikan Pada B L U D 10. Program Pengembangan Unggulan Mutu Pendidikan 11. Program Sinergitas Pendidikan Terhadap Pembangunan 12. Program Pendidikan Karakter Berbasis Budaya
Kegiatan
1. Pengembangan Model PAUD
2. Pembinaan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini 3. Gebyar PAUD
4. Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS / BOSDA) Pendidikan Dasar
5. Pengembangan dan Peningkatan Mutu SMPN 1 Galur Kulonprogo 6. Pengembangan dan Peningkatan Mutu SMPN 1 Wates Kulonprogo 7. Pengembangan dan Peningkatan Mutu SMPN 1 Karangmojo
Gunungkidul
8. Pengembangan dan Peningkatan Mutu SMPN 1 Wonosari Gunungkidul
9. Penyelenggaraan dan Pembinaan Lomba SD
10. Penyelenggaraan, Pembinaan dan Pengiriman Lomba SMP 11. Pembinaan dan Pengembangan Mutu SD
12. Pembinaan dan Pengembangan Mutu SMP 13. Perluasan Aksesibilitas Pendidikan Dasar
14. Pengembangan dan Peningkatan Mutu SMAN 2 Wates Kulon Progo 15. Pengembangan dan Peningkatan Mutu SMAN 1 Wonosari
16. Pengembangan dan Peningkatan Mutu SMKN 2 Pengasih Kulon Progo
17. Pengembangan dan Peningkatan Mutu SMKN 2 Wonosari Gunungkidul
18. Penyediaan BOS/BOSDA SM
22. Pembinaan dan Pengembangan Mutu SMK 23. Penyediaan Beasiswa Pendidikan Menengah 24. Pemberdayaan Pengawas Jenjang Dikmen 25. Pembinaan dan Pendidikan Karakter bagi Siswa
26. Pengembangan Pengarusutamaan Gender Bidang Pendidikan 27. Jambore PTK - PNF
28. Pengembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) 29. Pengembangan Pendidikan Kesetaraan dan Keaksaraan 30. Pengembangan Model PNFI
31. Penyelenggaraan, Pembinaan dan Pengiriman Lomba PNFI 32. Pengembangan Lembaga Kursus dan Pelatihan
33. Pembinaan dan Pengembangan Mutu Siswa Sekolah Luar Biasa 34. Pengembangan dan Peningkatan Mutu SLBN 1 Yogyakarta 35. Pengembangan dan Peningkatan Mutu SLBN 2 Yogyakarta 36. Pengembangan dan Peningkatan Mutu SLBN Pembina 37. Pengembangan dan Peningkatan Mutu SLBN 1 Bantul 38. Pengembangan dan Peningkatan Mutu SLBN 2 Bantul 39. Pengembangan dan Peningkatan Mutu SLBN 1 Sleman 40. Pengembangan dan Peningkatan Mutu SLBN 1 Gunungkidul 41. Pengembangan dan Peningkatan Mutu SLBN 2 Gunungkidul 42. Pengembangan dan Peningkatan Mutu SLBN 1 Kulon Progo 43. Pembinaan dan Pengembangan Mutu PK-PLK
44. Penyelenggaraan, Pembinaan dan Pengiriman Lomba PK-PLK 45. Penyediaan Beasiswa PK-PLK
46. Pengembangan Pusat Layanan Pendidikan Khusus 47. Pembinaan dan Penyelenggaraan Duta Seni Pelajar 48. Promosi Pendidikan DIY
49. Pemberian Bantuan Biaya Pendidikan Mahasiswa/Bea Mahasiswa 50. Pembinaan Kemahasiswaan
51. Penyelenggaraan Akademi Komunitas Seni dan Budaya Yogyakarta (AKSENIBUDYO)
52. Apresiasi Karya Inovasi Pengembangan Media Pembelajaran (Penyelenggaraan Kemah Ilmiah TIK)
53. Pembinaan Kompetensi TIK bagi PTK
54. Bimtek Produksi dan Pemanfaatan Media Pembelajaran 55. Pelayanan dan Publikasi Media Pembelajaran Berbasis TIK 56. Produksi Media Pembelajaran Berbasis TIK
57. Pengelolaan Sarana dan Prasarana IDC dan BTS 58. Pelayanan Pendidikan Pada B L U D
59. Penyusunan dan Pengembangan Model Unggulan Mutu Pendidikan 60. Layanan Mobile "Learning Service"
61. Pengembangan Sekolah Sejahtera
63. Peningkatan Kualitas LPM Bidang Kewirausahaan Dan SIBERTIMAS 64. Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional
65. Penyelenggaran LITM dan OSAINTEK
66. Pemberdayaan Akses Lulusan SMK terhadap Dunia Kerja 67. Pengembangan Sekolah Model Pendidikan Berbasis Budaya
68. Pengembangan Pedoman, Bahan Ajar dan Media Pembelajaran Pendidikan Karakter
II.1.3.2 Misi 2: Mengembangkan pembinaan pemuda dan olahraga yang berkualitas dan berkarakter
Strategi
1. Peningkatan sinergitas dan keterpaduan pembinaan pemuda dan olahraga
2. Peningkatan kelompok pemuda yang mengembangkan kewirausahaan
Kebijakan
1. Peningkatan pembinaan kepemudaan 2. Peningkatan pembinaan olahraga
Program
1. Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan
2. Program Peningkatan Upaya Penumbuhan Kewirausahaan Dan Kecakapan Hidup Pemuda
3. Program Pembinaan Dan Pemasyarakatan Olahraga 4. Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Olahraga 5. Program Pemberdayaan Dan Pengembangan Pemuda 6. Program Peningkatan Prestasi Olah Raga
Kegiatan
1. Pembinaan Organisasi Kepemudaan
2. Pembinaan Peran Serta Pemuda Dalam Pembangunan 3. Pelatihan Ketrampilan Bagi Pemuda
4. Pembinaan Inovasi Bisnis Bagi Pemuda
5. Pemassalan Olahraga Bagi Pelajar, Mahasiswa Dan Masyarakat 6. Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana Dan Prasarana Olahraga 7. Pembangunan Stadion Mandala Krida
8. Pembangunan Bumi Perkemahan Babarsari 9. Pembangunan Youth Centre
12. Pembinaan Kepribadian Generasi Muda
13. Pembibitan dan Pembinaan Olahragawan Berbakat 14. Pembinaan dan Pengiriman Kompetisi Olahraga Nasional 15. Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga Daerah
II.1.3.3 Misi 3: Mengembangkan tatakelola pendidikan, pemuda, dan olahraga berbasis budaya
Strategi
Penguatan tata kelola dan pembiayaan pendidikan, pemuda,dan olahraga yang tepat sasaran, efisien, dan akuntabel
Kebijakan
Pengembangan tata kelola pendidikan, pemuda, dan olahraga yang akuntabel dan berbasis budaya
Program
Program Manajemen Pelayanan Pendidikan
Kegiatan
1. Penerapan Sistem Dan Informasi Manajemen Pendidikan 2. Penyelenggaraan Akreditasi Sekolah / Madrasah
3. Penyelenggaraan Ujian 4. Penjaminan Mutu Sekolah
5. Peningkatan Kesejahteraan Pendidik dan Tenaga Kependidikan 6. Pengelolaan Data dan Informasi bidang Pendidikan, Pemuda dan
Olahraga
7. Apresiasi Prestasi dan Kreatifitas Peserta Didik, Pendidik dan Tenaga Kependidikan
8. Penguatan Kelembagaan di Bidang Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
9. Pembinaan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan
10. Penyelenggaraan Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal
11. Profesor Goes to School
12. Penyelenggaraan Siaran dan Publikasi Pendidikan di Media Cetak dan Elektronik
86 12. Pembinaan Kepribadian Generasi Muda
13. Pembibitan dan Pembinaan Olahragawan Berbakat 14. Pembinaan dan Pengiriman Kompetisi Olahraga Nasional 15. Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga Daerah
II.1.3.3 Misi 3: Mengembangkan tatakelola pendidikan, pemuda, dan olahraga berbasis budaya
Strategi
Penguatan tata kelola dan pembiayaan pendidikan, pemuda,dan olahraga yang tepat sasaran, efisien, dan akuntabel
Kebijakan
1. Penerapan Sistem Dan Informasi Manajemen Pendidikan 2. Penyelenggaraan Akreditasi Sekolah / Madrasah 3. Penyelenggaraan Ujian
4. Penjaminan Mutu Sekolah
5. Peningkatan Kesejahteraan Pendidik dan Tenaga Kependidikan 6. Pengelolaan Data dan Informasi bidang Pendidikan, Pemuda dan
Olahraga
7. Apresiasi Prestasi dan Kreatifitas Peserta Didik, Pendidik dan Tenaga Kependidikan
8. Penguatan Kelembagaan di Bidang Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
9. Pembinaan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan
10. Penyelenggaraan Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal
11. Profesor Goes to School
12. Penyelenggaraan Siaran dan Publikasi Pendidikan di Media Cetak dan Elektronik
II.2 Perjanjian Kinerja Tahun 2016
Dokumen Perjanjian Kinerja (PK) merupakan dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Melalui perjanjian kinerja, terwujudlah komitmen penerima amanah dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia. Dokumen tersebut memuat sasaran strategis, indikator kinerja, beserta target kinerja dan anggaran.
Tabel II.2 Perjanjian Kinerja Tahun 2016
NO. STRATEGISSASARAN INDIKATORKINERJA SATUAN TAHUNATARGET
N TRIWULAN TARGET
sekolah Tahun 11,6 Triwulan 1 0
Triwulan 2 0
Orang 9.000 Triwulan 1 8.000 Triwulan 2 8.425
Persen 35,83 Triwulan 1 29,17
Triwulan 2 30,51
Orang 1.942 Triwulan 1 475
Triwulan 2 1.400
Peringkat 0 Triwulan 1 0
Triwulan 2 0
Peringkat 3 Triwulan 1 0
Triwulan 2 0
Sentra 14 Triwulan 1 13
Triwulan 2 13
Persen 100 Triwulan 1 0
Triwulan 2 0 Triwulan 3 100 Triwulan 4 100
NO. STRATEGISSASARAN INDIKATORKINERJA SATUAN TAHUNATARGET
Persen 74,94 Triwulan 1 0 Triwulan 2 0 Triwulan 3 0 Triwulan 4 74,94
II.3 Rencana Anggaran Tahun 2016
Pada Tahun Anggaran 2016 Dinas Dikpora DIY melaksanakan kegiatan dengan anggaran murni sebesar Rp351.510.180.394,00. Melalui mekanisme perubahan APBD 2016 menjadi Rp344.536.275.801,00 dengan rincian Belanja Tidak Langsung Rp114.910.495.409,00 dan Belanja Langsung Rp229.625.780.392,00. Adapun realisasi anggaran sebesar Rp331.932.632.989,00 (96,34%) dengan rincian untuk belanja tidak langsung Rp112.948.310.709,00 (98,43%) dan belanja langsung sebesar Rp218.984.322.280,00 (95,37%).
II.3.1 Target Belanja Dinas Dikpora DIY
Tabel II.3Target Belanja Tahun 2016
Uraian Target Prosentase
II.3.2 Alokasi Anggaran Per Sasaran Strategis
Tabel II.4 Anggaran Belanja Langsung per Sasaran Strategis
No. Sasaran Anggaran Prosentase
1. Terwujudnya pendidikan berkualitas untuk semua, berdaya saing dan non
diskriminatif 89.395.979.950 40,70%
2. Meningkatnya layanan pendidikan
non formal dan informal 5.203.038.100 2,37%
3. Terwujudnya pendidikan berkarakter yang sinergis dengan kebutuhan
pembangunan 25.893.970.900 11,79%
4. Terwujudnya kapasitas pemuda dan olahraga yang berkualitas, berdaya
saing dan berkarakter 73.060.208.400 33,27%
5. Peningkatan jumlah kelompok
wirausaha muda 2.913.979.400 1,33%
6. Meningkatnya layanan pendidikan, pemuda dan olahraga yang
akuntabel dan berbudaya 23.153.107.144 10,54%
II.4 Instrumen Pendukung
BAB 3
Akuntabilitas Kinerja
III.1. Capaian Kinerja Tahun 2016
Dinas Dikpora DIY telah melaksanakan penilaian kinerja dengan mengacu pada Perjanjian Kinerja Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2016 yang telah disepakati. Penilaian ini dilakukan oleh tim pengelola kinerja untuk mengevaluasi dan mengukur dalam rangka pengumpulan data kinerja yang hasilnya akan memberikan gambaran keberhasilan dan kegagalan dalam pencapaian tujuan dan sasaran. Dari hasil pengumpulan data selanjutnya dilakukan kategorisasi kinerja (penentuan posisi) sesuai dengan tingkat capaian kinerja yaitu:
Tabel III.1 Skala Nilai Peringkat Kinerja No. Interval Nilai Realisasi
Berdasarkan Permendagri Nomor 54 Tahun 2010
Pengukuran target kinerja dari sasaran strategis yang telah ditetapkan oleh Dinas Dikpora DIY dilakukan dengan membandingkan antara target kinerja dengan realisasi kinerja. Indikator kinerja sebagai ukuran keberhasilan dari tujuan dan sasaran strategis Dinas Dikpora DIY beserta target dan capaian realisasinya dirinci sebagai berikut:
Bab 3 Berisi : 1. Capaian Kinerja
Tahun 2016
2. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja Sasaran Strategis 3. Evaluasi dan Analisis
Capaian Kinerja Lainnya
Tabel III.2 Capaian Kinerja Tahun 2016
NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATORKINERJA SATUAN TARGET REALISASI PERSENTASE KRITERIA/KODE
1. Terwujudnya pendidikan berkualitas untuk semua, berdaya saing dan non diskriminatif
Rata-rata lama
sekolah tahun 11,6 9,10 78,45
2. Meningkatnya layanan pendidikan non formal dan informal pemuda dan olahraga yang berkualitas, berdaya saing
NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR kelompok wirausaha muda peningkatan
kelompok
Dari tabel di atas, terdapat sepuluh indikator yang terbagi ke dalam enam sasaran strategis. Pada tahun 2016, sembilan indikator telah memenuhi target yang ditetapkan (tercapai ≥ 100%) atau sebesar 90% dari total indikator. Sementara itu, sebanyak satu indikator atau sebesar 10% belum sesuai dengan target karena adanya penetapan metode baru perhitungan data sesuai dengan metode yang ditetapkan secara nasional disertai dengan perubahan basis data pengukuran. Capaian yang tertinggi pada indikator Prestasi Cabang Olahraga pada POPWIL dengan persentase 133,33%, sementara indikator yang mengalami capaian rendah adalah indikator Rata-rata lama sekolah sebesar 78,45%.
III.2. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja Sasaran Strategis
III.2.1. Sasaran 1: Terwujudnya pendidikan berkualitas untuk semua, berdaya saing dan non diskriminatif
Tolok ukur capaian sasaran Terwujudnya pendidikan berkualitas untuk semua, berdaya saing dan non diskriminatifterdiri dari satu indikator yaitu indikator Rata-rata lama sekolah. Mengacu kepada Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Rata-rata lama sekolah didefinisikan sebagai jumlah tahun belajar penduduk usia 15 tahun ke atas yang telah diselesaikan dalam pendidikan formal (tidak termasuk tahun yang mengulang). Perhitungan rata-rata lama sekolah dilakukan untuk melihat kualitas penduduk dalam hal mengenyam pendidikan formal. Tingginya angka Rata-rata Lama S ekolah (MYS) menunjukkan jenjang pendidikan yang pernah/sedang diduduki oleh seseorang. Semakin tinggi angka MYS maka semakin lama/tinggi jenjang pendidikan yang ditamatkannya. Untuk menghitung Rata-rata Lama Sekolah dibutuhkan informasi:
a. Partsipasi sekolah
b. Jenjang dan jenis pendidikan yang pernah/sedang diduduki c. Ijasah tertinggi yang dimiliki
d. Tingkat/kelas tertinggi yang pernah/sedang diduduki
Realisasi angka rata-rata lama sekolah di tahun 2016 adalah sebagai berikut: Tabel III.3 Target dan Realisasi Kinerja Sasaran 1
No Indikator Capaian2015
2016 Target
Akhir Renstra
(2017)
Capaian s/d 2016 terhadap 2017 (%) Target Realisasi Realisasi*%
1. Rata-rata
lama sekolah 8,84 11,6 9,10 78,45 12 75,83
Perhitungan prosentase realisasi dlakukan dengan cara sebagai berikut:
Realisasi angka rata-rata lama sekolah di tahun 2016 sesuai dengan data dari Badan Pusat Statistik adalah 9,10 tahun, lebih kecil dari target yang ditetapkan sebelumnya yaitu 11,6 tahun. Adanya ketidaksesuaian realisasi ini dipengaruhi oleh perbedaan metode perhitungan pada saat target ditetapkan dan pada saat perhitungan realisasi. Rata-rata lama sekolah selama lima tahun terakhir digambarkan sebagai berikut:
Grafik III.1 Capaian Rata-rata Lama Sekolah 2012-2016
pemahaman bahwa penduduk Indonesia diharapkan mampu meningkatkan jangkauan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi, oleh karena itu dalam metode perhitungan baru ditetapkan banwa basis data perhitungan yang dipakai dalam pengukuran rata-rata lama sekolah adalah penduduk sampai dengan usia 25 tahun. Sebelumnya, rata-rata lama sekolah hanya menghitung berdasarkan basis data penduduk sampai dengan usia 15 tahun. Meskipun angka Rata-rata Lama Sekolah di tahun 2016 tidak mencapai target yang ditetapkan, namun terjadi peningkatan dibandingkan tahun 2015 sebesar 0,10. Peningkatan ini menunjukkan bahwa partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam menuntaskan pendidikan semakin besar. Diharapkan partisipasi masyarakat di tahun 2017 semakin meningkat sehingga memperbesar angka rata-rata lama sekolah.
Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk usia sekolah di DIY pada tahun 2016 adalah 619.295 jiwa atau sebesar 16,83% dari keseluruhan jumlah penduduk DIY sebanyak 3.679.176 jiwa. Partisipasi penduduk usia sekolah dalam pendidikan selain melalui angka rata-rata lama sekolah juga ditunjukkan melalui indikator seperti Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Murni (APM), dan Angka Putus Sekolah sesuai 28tabel di bawah ini:
Tabel III.4 APK, APM, dan Angka Putus Sekolah 2015-2016
Tingkat Pendidikan 2015APK2016 2015 2016APM Angka Putus Sekolah2015 2016
SD/MI 109,22 109,64 96,71 96,81 0,03 0.03
SMP/MTs 115,63 115,63 84,34 84,35 0,19 0,19
SMA/MA/SMK 93,02 93,02 65,24 66,36 0,27 0,16
Sumber: BPS DIY, diolah
Dalam rangka mendukung peningkatan mutu pendidikan yang digambarkan melalui angka rata-rata lama sekolah, Dinas Dikpora DIY mengalokasikan anggaran pada program dan kegiatan pendukung sebesar Rp89.395.979.950,00 dengan realisasi sebesar Rp86.269.572.501,00 (96,50%). Program dan kegiatan pendukung indikator tersebut adalah sebagai berikut:
1. Program Pendidikan Anak Usia Dini, yang meliputi kegiatan: a. Pengembangan Model PAUD
b. Pembinaan Mutu PAUD c. Gebyar PAUD
Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional didefinisikan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Guna mendukung pembinaan tersebut, Dinas Dikpora DIY memberikan pendidikan dan pelatihan bagi para pendidik PAUD yang meliputi penyusunan silabus, pengembangan bahan ajar, pengembangan sistem pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus, persiapan dan pembinaan akreditasi lembaga, serta manajemen pendidikan bagi guru, kepala lembaga, dan pengawas. Sebagai bentuk percontohan penerapan pembelajaran PAUD, Dinas Dikpora DIY memfasilitasi tiga lembaga PAUD percontohan yang dapat menjadi acuan bagi lembaga PAUD lain dalam proses pembelajaran dan manajemen pendidikan.
Dinas Dikpora DIY juga mendorong penyaluran kreativitas bagi pendidik dan peserta didik PAUD melalui berbagai lomba seperti lomba menggambar dan mewarnai, lomba dolanan anak, lomba memasang puzzle, lomba bercerita, lomba pembuatan media pemb elajaran, lomba kreasi senam anak, dan lomba kreasi tari anak.
Gambar III.2 Lomba Kreasi Tari Guru PAUD
Pada tahun 2015, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD adalah sebesar 96,15, lebih kecil daripada capaian tahun 2016 sebesar 96,82. Peningkatan capaian juga diraih oleh APK TK/RA sebesar 60,98 di tahun 2015 dan menjadi 61,94 di tahun 2016. Peningkatan di kedua capaian ini merupakan indikasi peningkatan kesadaran para orangtua untuk memberikan pendidikan kepada putra-putrinya sejak dini, yang seharusnya memacu Dinas Dikpora DIY maupun lembaga PAUD untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada penduduk usia dini.
beasiswa Kartu Cerdas, dan beasiswa prestasi bagi lembaga dan peserta didik di SD dan SMP se-DIY. Melalui bantuan-bantuan ini diharapkan tidak ada lagi peserta didik yang tidak menamatkan pendidikan karena faktor ekonomi. Peserta didik juga didorong untuk berprest asi melalui pemberian beasiswa prestasi.
Penyelenggaraan dan pembinaan lomba seperti Olimpiade Sains, Olimpiade Olahraga Siswa, Festival dan Lomba Seni Siswa, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Penelitian Ilmiah, Lomba Klub Olahraga, dan Lomba Motivasi Belajar Mandiri bagi siswa SMP Terbuka juga diselenggarakan oleh Dinas Dikpora DIY guna mendukung prestasi siswa sampai ke tingkat nasional. Melalui kegiatan Pembinaan Minat dan Bakat Istimewa, Dinas Dikpora DIY juga berupaya untuk menjaring para peserta didik yang memiliki bakat dan minat di bidang sains, seni, dan olahraga dengan harapan mengembangkan potensi siswa yang juga merupakan potensi daerah. Selain kompetisi bagi siswa, kompetisi bagi lembaga juga diadakan seperti pada Lomba Budaya Mutu dan Lomba Sekolah Sehat guna mendorong sekolah meningkatkan kualitas manajemennya. Di tahun 2016, DIY berhasi menjadi juara umum untuk Lomba Penelitian Siswa Nasional tingkat SMP dengan meraih 4 medali emas dan 2 perunggu.
Gambar III.3 Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat DIY
bimbingan teknis penyelenggaraan ujian bagi sekolah yang masih perlu meningkatkan prestasi pada capaian nilai ujian nasional. Pengembangan kualitas siswa juga didukung dengan kegiatan workshop jurnalistik, bimtek klinik sains, sosialisasi antinarkoba, dan sosialisasi antipornografi. Melalui Tabloid Gembira, Dinas Dikpora berupaya memfasilitasi kegiatan jurnalistik bagi guru dan siswa sehingga mereka termotivasi untuk menulis dan mengirimkan karya-karyanya.
Gambar III.4 Sosialisasi Antinarkoba Bagi Siswa SMP
Gambar III.5 Tabloid Gembira
Gambar III.6 Achevement Motivation Training SMPN 1 Karangmojo
3. Program Pendidikan Menengah. Sasaran program ini adalah guru, kepala sekolah, pengawas, dan peserta didik jenjang pendidikan menengah yaitu SMA dan SMK. Kegiatan dalam program ini meliputi penyaluran bantuan operasional sekolah dan beasiswa, penyelenggaraan dan pembinaan lomba, pengembangan mutu, serta pengembangan SMA dan SMK negeri binaan Dinas Dikpora DIY yaitu SMAN 1 Wonosari, SMAN 2 Wates, SMKN 2 Wonosari, dan SMKN 2 Pengasih.
Masih adanya siswa yang tidak melanjutkan sekolah setelah menamatkan jenjang pendidikan dasar ataupun siswa yang tidak bisa menamatkan jenjang pendidikan menengah karena faktor ekonomi mendorong Dinas Dikpora DIY untuk memberikan dukungan dana operasional sekolah melalui BOSDA dan Kartu Cerdas. Dukungan ini diharapkan bisa membantu meringankan beban orangtua siswa akibat besarnya beban yang ditanggung untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah bila dibandingkan dengan jenjang pendidikan dasar.
Gambar III.7 Semifinal Lomba Cerdas Cermat UUD 1945
Pembinaan kreativitas siswa dalam penelitian ilmiah dan kewirausahaan dengan mengedepankan pembinaan karakter mendapatkan perhatian besar dari Dinas Dikpora karena hal tersebut merupakan langkah awal siswa untuk bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat sekaligus merencanakan arah masa depan mereka. Dukungan Dinas Dikpora bisa dilihat melalui penyelenggaraan bimtek penelitian dan pameran hasil penelitian, penerbitan jurnal ilmiah, pengembangan dan pameran kewirausahaan, workshop pembinaan karakter, Young Ladies Leadership Program, serta penerbitan Majalah BIAS. Bagi para pendidik dan pengawas, Dinas Dikpora mengakomodir penyelenggaraan bimtek MGMP/MKKS, pengembangan kurikulum, serta bimtek kepengawasan.
Dinas Dikpora DIY berupaya mendukung pengembangan sekolah menengah di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul melalui dua SMA negeri dan dua SMK negeri. Diharapkan sekolah-sekolah ini dapat menjadi lembaga percontohan bagi sekolah lain di kabupaten tersebut untuk makin meningkatkan kualitas pendidikannya.
4. Program Pendidikan Khusus Dan Pendidikan Layanan Khusus. Sasaran dari program ini adalah siswa, pendidik, dan lembaga pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Kegiatan-kegiatan dalam program ini meliputi penyaluran bantuan operasional sekolah dan berbagai beasiswa, pembinaan dan pengiriman lomba, pengembangan mutu, serta pengembangan pusat layanan pendidikan khusus.
Dalam upaya mewujudkan DIY sebagai pusat pendidikan terkemuka, Dinas Dikpora DIY memberikan dukungan besar terhadap pendidikan yang mampu mengakomodir kebutuhan para peserta didik berkebutuhan khusus. Hal ini tampak dari pembinaan yang dilakukan Dinas Dikpora DIY terhadap seluruh Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di DIY dan dorongan yang terus diberikan kepada sekolah-sekolah reguler untuk menjadi sekolah inklusif. Seluruh SLB negeri yang ada di DIY dan menjadi binaan Dinas Dikpora DIY diharapkan mampu menjadi acuan bagi SLB swasta untuk terus mengembangkan kualitas pendidikannya. Dinas Dikpora juga mengupayakan adanya Pusat Layanan Autis yang berlokasi di Sentolo, Kulon Progo guna memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai gangguan belajar dan gangguan tumbuh kembang serta mempersiapkan calon peserta didik berkebutuhan khusus untuk bisa masuk ke sekolah reguler.
Gambar III.9 Lomba Bercerita pada Festival dan Lomba Literasi
Bagi para pendidik yang menangani peserta didik berkebutuhan khusus, Dinas Dikpora DIY mendukung peningkatan kualitas mereka melalui fasilitasi pelaksanaan pengembangan kurikulum pendidikan luar biasa, pembinaan Kepala SLB, bimtek pendidikan kesehatan reproduksi, pembinaan Kepala Sekolah Inklusif, peningkatan pengelolaan assessment, dan pelatihan penulisan soal ujian. Dinas Dikpora DIY juga berupaya terus mengembangkan kualitas pendidikan bagi para penyandang kebutuhan khusus melalui forum yayasan penyelenggara pendidikan luar biasa dan pembinaan forum masyarakat peduli pendidikan SLB guna mensosialisasikan peningkatan penerimaan publik terhadap warga masyarakat yang berkebutuhan khusus.
5. Program Pendidikan Tinggi. Sasaran program ini adalah peserta didik di tingkat perguruan tinggi. Kegiatan dalam program ini meliputi promosi mengenai perguruan tinggi di DIY, pemberian bantuan bagi mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi, pembinaan kemahasiswaan, dan penyelenggaraan Akademi Komunitas Seni dan Budaya Yogyakarta. Dinas Dikpora DIY berupaya untuk mendukung partisipasi masyarakat dan kualitas pendidikan sampai ke jenjang pendidikan tinggi. Bantuan yang disalurkan oleh Dinas Dikpora DIY kepada para mahasiswa yang kurang mampu diharapkan dapat membantu mereka menuntaskan pendidikan tinggi. Pembinaan kemahasiswaan yang meliputi pembinaan ikatan mahasiswa serta pembinaan pencegahan penyalahgunaan narkoba dan pencegahan HIV/AIDS diharapkan mampu menekan angka penggunaan narkoba dan perilaku seks bebas di kalangan remaja. Pembinaan potensi mahasiswa di bidang jurnalisme pun turut diakomodir oleh Dinas Dikpora DIY melalui penerbitan Majalah Nusantara.
Gambar III.11 Majalah Nusantara
Sebagai daerah dengan potensi seni dan budaya yang besar, Dinas Dikpora menyelenggarakan Akademi Komunitas Seni dan Budaya Yogyakarta yang diharapkan dapat menjadi institusi yang turut mengembangkan keunggulan budaya di DIY. Berlokasi di Panggungharjo, Sewon, Bantul, Akademi ini memulai kegiatannya pada tahun pelajaran 2014/2015 telah meluluskan peserta didik sebanyak 2 angkatan.
Gambar III.12 Peserta Pelepasan/Wisuda Akademi Komunitas Tahun 2016
III.2.2. Sasaran 2: Meningkatnya layanan pendidikan nonformal dan informal Tolok ukur capaian sasaran Meningkatnya layanan pendidikan nonformal dan informal terdiri dari satu indikator yaitu indikator Peningkatan layanan pendidikan nonformal dan informal.
pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. Sedangkan pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Sesuai dengan pasal 26 ayat (6) dan pasal 27 ayat (2), hasil pendidikan nonformal dan informal dapat dihargai setara dengan pendidikan formal bila peserta didiknya lulus ujian ataupun telah melalui proses penilaian yang sesuai dengan standar nasional pendidikan.
Capaian kinerja di bidang pendidikan nonformal dan informal bermaksud menggambarkan jumlah penduduk yang mendapatkan pelayanan pendidikan nonformal dan informal. Capaian kinerja tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel III.5 Target dan Realisasi Kinerja Sasaran 2
No Indikator Capaian 2015
2016 Target
Akhir Renstra
(2017)
Capaian s/d 2016 terhadap
2017 (%) Target Realisasi %
Realisasi* 1. Peningkatan
layanan pendidikan nonformal dan informal
8.000 9.000 9.000 100 10.000 90
Perhitungan prosentase realisasi dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Grafik III.2 Jumlah Partisipan Pendidikan Nonformal dan Informal Tahun 2016
Sesuai dengan data tersebut di atas, didapatkan bahwa realisasi kinerja telah memenuhi target sebanyak 9.000 orang yang mendapatkan pelayanan di bidang pendidikan nonformal dan informal. Realisasi ini baru mencapai 90% dari target kinerja RPJMD yang sebanyak 10.000 orang namun telah melampaui capaian tahun 2015 sebanyak 8.000 orang. Berikut gambaran capaian pelayanan di bidang pendidikan nonformal dan informal mulai tahun 2012 sampai 2016:
Tingginya partisipasi masyarakat dalam pendidikan nonformal dan informal menunjukkan minat masyarakat untuk belajar cukup tinggi walaupun tidak selalu melalui jalur pendidikan formal. Dinas Dikpora DIY mengalokasikan anggaran sebesar Rp5.203.038.100,00 dengan realisasi sebesar Rp5.016.337.495,00 (96,41%) guna memfasilitasi masyarakat yang berpartisipasi dalam pendidikan nonformal dan informal melalui penyelenggaraan Program Pendidikan Nonformal dan Informal. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan antara lain pengembangan pengarusutamaan gender dalam pendidikan, pembinaan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM), pelaksanaan pendidikan kesetaraan dan keaksaraan, serta pengembangan lembaga kursus dan pelatihan. Salah satu tujuan yang berupaya dicapai melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan nonformal dan informal ini adalah penuntasan buta aksara. Sebagai upaya untuk memperluas akses pendidikan, Dinas Dikpora DIY memberikan dukungan kepada pelaksanaan program Paket A, Paket B, dan Paket C yang dilaksanakan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), PKBM, maupun Madrasah Diniyah yang tersebar di seluruh DIY. Dukungan terhadap lembaga diberikan dalam bentuk pembinaan untuk akreditasi dan pelaksanaan akreditasi lembaga. Bagi para tutor atau pengajar program disediakan suatu forum guna membahas mata pelajaran yang diajarkan, menyusun modul pembelajaran, serta menyusun soal-soal ujian.
86 Gambar III.13 Pembukaan Bimtek Akreditasi PKBM
III.2.3. Sasaran 3: Terwujudnya pendidikan berkarakter yang sinergis dengan kebutuhan pembangunan
Tolok ukur capaian sasaran Terwujudnya pendidikan berkarakter yang sinergis dengan kebutuhan pembangunan terdiri dari dua indikator yaitu indikator Persentase sekolah yang mengimplementasikan pendidikan berkarakter dan sinergis dengan kebutuhan pembangunan dan indikator Peserta didik yang mendapatkan layanan pendidikan teknik berstandar. Berikut adalah capaian untuk kedua indikator tersebut di tahun 2016:
Tabel III.6 Target dan Realisasi Kinerja Sasaran 3
No Indikator Capaian2015
29,17% 35,83% 35,83% 100 45,83% 78,18
Berdasarkan data tabel, kedua indikator pada sasaran 3 telah mencapai target yang ditetapkan di tahun 2016. Guna mendukung tercapainya target, Dinas Dikpora DIY mengalokasikan anggaran pada program dan kegiatan pendukung sasaran ini sebesar Rp25.893.970.900,00 dengan realisasi sebesar Rp24.684.320.747,00 (95,33%)
III.2.3.1. Indikator Persentase sekolah yang mengimplementasikan pendidikan berkarakter dan sinergis dengan kebutuhan pembangunan dihitung dengan rumus rata-rata dari Persentase sekolah yang melaksanakan model pendidikan berbasis budaya dan sekolah unggulan mutu ditambah Persentase lulusan siswa pendidikan menengah kejuruan yang terserap dunia kerja.
Sejak tahun 2014, Dinas Dikpora DIY telah berupaya untuk mengimplementasikan pendidikan karakter melalui pembinaan bagi 200 sekolah model dan 125 sekolah unggulan mutu dari jenjang PAUD hingga pendidikan menengah. Sedangkan untuk jumlah lulusan SMK yang terserap di dunia kerja, berdasarkan pendataan sebaran lulusan SMK se-DIY tahun pelajaran 2015/2016, diperoleh data sebagai berikut:
Dengan demikian untuk perhitungan Persentase sekolah yang mengimplementasikan pendidikan berkarakter dan sinergis dengan kebutuhan pembangunan adalah sebagai berikut:
Tabel III.7 Perhitungan Persentase Sekolah Pendidikan Karakter dan Sinergis dengan Kebutuhan Pembangunan
Prosentase Jumlah sekolah model + sekolah unggulan mutu* 325
6.35% Jumlah sekolah dari jenjang PAUD hingga pendidikan
menengah** 5,121
Jumlah lulusan SMK bekerja + wirausaha* 16,847
65.32%
Jumlah lulusan SMK DIY** 25,791
Rata-rata jumlah prosentase 35.83%
* Sumber data: Seksi Perencanaan Kependidikan dan Seksi SMK Dinas Dikpora DIY **Sumber data: Provinsi DIY Dalam Angka 2016 (BPS DIY)
Gambar III.14 Pembinaan Sekolah Model di TK
Selain sekolah model pendidikan berbasis budaya, Dinas Dikpora DIY pun memberikan dukungan kepada sekolah untuk mengembangkan keunggulan mutu pendidikan yang mereka terapkan di sekolah masing-masing.
Pendidikan karakter yang sinergis dengan pembangunan adalah suatu bentuk pendidikan yang mampu menyeimbangkan antara kemajuan teknologi yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari pembangunan dengan penerapan nilai-nilai budaya lokal. Sebagai upaya untuk mewujudkan bentuk pendidikan ini, Dinas Dikpora DIY melaksanakan beberapa program seperti:
1. Program Akselerasi Pengembangan Pendidikan Terkemuka
Melalui Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (BTKP), Dinas Dikpora memberikan dukungan untuk pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Proses belajar tidak lagi terbatas pada tatap muka di kelas namun ruang kelas pun bisa dibuat secara virtual. Melalui laman jogjabelajar.org dan aplikasi pembelajaran yang bisa diunduh melalui smartphone, Dinas Dikpora DIY mencoba membuat terobosan-terobosan dalam pendidikan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Pembinaan kompetensi di bidang teknologi informasi, misalnya pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi, bagi siswa dan pendidik juga terus dilakukan oleh Dinas Dikpora DIY. Melalui berbagai kompetisi seperti lomba pengembangan media pembelajaran dan pemanfaatan TIK dan lomba Kita Harus Belajar (Kihajar) siswa dan pendidik dimotivasi untuk terus meningkatkan pengetahuan akan kemajuan teknologi dalam pembelajaran.
Gambar III.16 Bimtek Pemanfaatan Aplikasi Android dalam Pembelajaran
86 Pendidikan karakter yang sinergis dengan pembangunan adalah suatu bentuk pendidikan yang mampu menyeimbangkan antara kemajuan teknologi yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari pembangunan dengan penerapan nilai-nilai budaya lokal. Sebagai upaya untuk mewujudkan bentuk pendidikan ini, Dinas Dikpora DIY melaksanakan beberapa program seperti:
1. Program Akselerasi Pengembangan Pendidikan Terkemuka
Melalui Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (BTKP), Dinas Dikpora memberikan dukungan untuk pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Proses belajar tidak lagi terbatas pada tatap muka di kelas namun ruang kelas pun bisa dibuat secara virtual. Melalui laman jogjabelajar.org dan aplikasi pembelajaran yang bisa diunduh melalui smartphone, Dinas Dikpora DIY mencoba membuat terobosan-terobosan dalam pendidikan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Pembinaan kompetensi di bidang teknologi informasi, misalnya pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi, bagi siswa dan pendidik juga terus dilakukan oleh Dinas Dikpora DIY. Melalui berbagai kompetisi seperti lomba pengembangan media pembelajaran dan pemanfaatan TIK dan lomba Kita Harus Belajar (Kihajar) siswa dan pendidik dimotivasi untuk terus meningkatkan pengetahuan akan kemajuan teknologi dalam pembelajaran.
Gambar III.16 Bimtek Pemanfaatan Aplikasi Android dalam Pembelajaran
2. Program Pengembangan Unggulan Mutu Pendidikan
Selain memberikan motivasi kepada sekolah untuk menonjolkan keunggulan mutu pendidikannya masing-masing, Dinas Dikpora DIY juga menggagas konsep sekolah sejahtera, bekerja sama dengan tim Center for Public Mental Health dari Fakultas Psikologi UGM. Konsep ini berawal dari tujuan menghilangkan kekerasan di sekolah dan kini semakin dikembangkan ke arah pengoptimalan potensi siswa dengan basis kesehatan mental. Diharapkan pemahaman akan kesehatan mental dapat menjadi dasar untuk menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis. Pada bidang pendidikan nonformal dan informal, Dinas Dikpora DIY juga berupaya merintis PKBM Unggulan yang diharapkan mampu menjadi acuan kualitas pendidikan bagi lembaga belajar nonformal lain di DIY.
Suatu konsep unggulan lain dalam pendidikan yang juga diselenggarakan oleh Dinas Dikpora DIY adalah kegiatan Mobile Learning Service oleh BTKP. Kegiatan ini merupakan bentuk layanan BTKP untuk menjangkau sekolah-sekolah yang terletak di daerah pedesaan yang belum terhubung dengan jaringan internet atau sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas laboratorium komputer. Dengan adanya layanan tersebut diharapkan sekolah-sekolah daerah pedesaan akan mengenal TIK pendidikan dan terhindar dari buta internet.
3. Program Sinergitas Pendidikan Terhadap Pembangunan
balik yang berkualitas antara pemilik modal atau usaha dengan tenaga-tenaga terampil yang ada di SMK.
Berkaitan dengan jenjang pendidikan tinggi, Dinas Dikpora DIY juga berupaya untuk memotivasi para mahasiswa melalui Lomba Inovasi Teknologi Mahasiswa (LITM), Olimpiade Sains dan Teknologi (OSAINTEK), serta pembinaan kelompok wirausaha mahasiswa. Melalui LITM dan OSAINTEK, diharapkan para mahasiswa dapat menjadi mengembangkan keilmuannya dan inovator di bidang teknologi. Mahasiswa juga diharapkan kelak tidak hanya menjadi penerima upah dari pemodal namun mampu untuk menciptakan lapangan kerja, oleh karena itu pengembangan kewirausahaan diperlukan untuk memupuk kreativitas mahasiswa guna memulai suatu usaha mandiri.
Gambar III.17 Para Peraih Penghargaan OSAINTEK 2016
4. Program Pendidikan Karakter Berbasis Budaya
Selain pengembangan sekolah model berbasis budaya, Dinas Dikpora DIY juga berupaya mengintegrasikan nilai budaya ke dalam pembuatan bahan ajar dan media pembelajaran. Pada tahun 2016, dibuat pedoman pendidikan berbasis budaya serta kamus bausastra Jawa dalam bentuk digital. Diharapkan bahan ajar dan media pembelajaran ini bisa mendukung pembelajaran berbasis budaya tidak hanya pada peserta didik namun juga pada masyarakat pada umumnya.
Gambar III.18 Screenshot Kamus Bahasa Jawa Digital
III.2.3.1. Indikator Peserta didik yang mendapatkan layanan pendidikan teknik berstandar dihitung dari jumlah peserta pelatihan yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT). BLPT memiliki empat seksi yang mengakomodir penyelenggaraan diklat, yaitu:
1. Seksi Elektro dan Informatika, bidang diklat yang bisa diselenggarakan oleh seksi ini antara lain bidang teknik pengukuran, elektronika dasar, elektronika lanjut, teknik digital, teknik audio, teknik televisi, teknik pendingin, rewinding, kontrol mesin industri, teknik tenaga listrik,