• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

21

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

4.1 Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang dilakukan meliputi tinjauan perusahaan yang berisi gambaran umum tentang perusahaan, sistem persediaan yang digunakan perusahaan saat ini, data order selama tahun 2005 untuk produk storage tank dan modifikasinya yang memiliki komponen shell, data biaya (harga material,

ordering cost, holding cost), data leadtime, dan data supplier.

4.1.1 Tinjauan Perusahaan

PT. Meco Inoxprima merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi storage tank

beserta modifikasinya dengan bahan baku Stainless Steel dan mild steel.

PT. Meco Inoxprima didirikan pada tahun 1978 dan pertama kali bernama CV. Meco. Sebelumnya CV. Meco merupakan perusahaan kecil yang bergerak dalam bidang perawatan mesin (maintenancemachine) yang telah dimulai pada tahun 1969. Nama PT. Meco Inoxprima digunakan sejak tahun 1988, tidak lama setelah selesainya perluasan pembangunan bagian produksi. Saat ini dengan berbagai macam fasilitas yang ada, termasuk CAD/CAM dalam departemen engineering-nya, PT. Meco Inoxprima mampu untuk membuat berbagai macam peralatan yang ada dalam manufacturing plant suatu perusahaan. Ada sembilan area bisnis yang digeluti oleh PT Meco Inoxprima yaitu :

1. Pharmaceutical, Food dan Beverage Processing

Equipment

2. Stack, Ducting Silo dan Storage tanks

3. Filter dan Dryer

4. Processing Equipment, Evaporator, Fermentor, Reactor,

Mixer, Flaker, Conveyor

(2)

6. Liquefied Petroleum Gas Storage dan Transport Tanks

7. Piping Instalation dan Plant Erection

8. Special Purpose Transport Equipment

9. Sheet Metal Working

PT. Meco Inoxprima berkantor pusat di Jl. Kalijaten 114 Sepanjang Sidoarjo sekaligus sebagai workshop 1 dan memiliki

workshop 2 di Jl. Beringin Bendo 29 Trosobo Sidoarjo.

Sementara kantor cabangnya ada di Jl. Danau Sunter Utara B 36A Sunter Podomoro, Jakarta dan di Jl. Jend. Sudirman 189 Blok 7, Semarang.

Saat ini PT. Meco Inoxprima menjadi anggota di beberapa asosiasi industri yaitu:

• KADIN • AKUBBI • EKONID • GAPENSI

Jumlah pekerja di PT. Meco Inoxprima saat ini ada 300 karyawan, termasuk staff dan karyawan kontrak atau tidak tetap dengan perincian sebagai berikut :

Management 30 orang • Engineers 18 orang • Designers 10 orang • Drafters 18 orang • Supervisors 30 orang • Welders 30 orrang • QA/QC 10 orang Total 146 orang

Adapun struktur organisasi dari PT. Meco Inoxprima dapat dilihat pada gambar 4.1.

(3)
(4)

4.1.1.1 Produk dan Proses Produksi

Pada mulanya produk yang dihasilkan PT. Meco Inoxprima ialah storage tank. Sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan dalam upaya untuk menghadapi persaingan kompetitor dalam memenuhi kebutuhan konsumen yang makin berkembang maka PT. Meco Inoxprima mengembangkan variasi produknya yang meliputi storage tank, mixer tank, bag filter,

pressure vessel dan cruisher. Komposisi jenis produk yang

diorder selama tahun 2005 dapat dilihat pada gambar 4.2.

Order Tahun 2005 0 20 40 60 80 100 120 Storage Tank

Bag Filter Tandem Tank

Mixer Glass blas Vessel

Ball front Cruisher Jenis produk Ju m lah ( u n it ) Series1

Gambar 4.2 Jenis Order Tahun 2005

Material yang digunakan oleh PT. Meco Inoxprima memiliki spesifikasi sebagaimana ditunjukkan pada tabel 4.1 dan harus memiliki standard dan atau kode:

- ASME Section I dan VIII Division 1 - ANSI

- API 650 - TEMA-R, C, B - ASTM

(5)

Tabel 4.1 Spesifikasi Material 304 (L) 317 (L) 316 (L/Ti) 430 Stainless steel 321 904 (L) A 517-B ST 40, 50, 60 A 516 Gr.70 A 105 H II A 106 (A, B) SS 400 A 53 SPV 490 Q A 283 (A, B, C) SPV 235 A 179 Carbon steel API - 5L VCN HASTELLOY Bronze Other alloys

Brass Aluminum Alloy

Secara umum proses produksi yang dilakukan di PT. Meco Inoxprima meliputi :

Persiapan dan marking

Persiapan adalah mempersiapkan material yang akan digunakan. Marking adalah pemberian ukuran pada material yang akan digunakan sesuai dengan ukuran pada flow sheet.

Cutting

Cutting adalah pemotongan material sesuai dengan dimensi gambar pada flow sheet.

Press dan Flanging

Plat yang melalui proses Press dan Flanging adalah bentuk yang mempunyai kedalaman tertentu dengan radius pada bagian atasnya.

Machining

Di bagian machining yang dikerjakan adalah proses bubut,

frais, milling, drilling dan tekuk. Material yang dikerjakan

(6)

Las

Untuk bagian pengelasan sifatnya tidak khusus karena pada bagaian pengelasan ada bermacam-macam, yaitu bagaian assembly, pemotongan, dan pengelasan untuk material.

Roll

Pengerolan terdiri dari dua macam yaitu pengerolan awal dan pengerolan ulang. Pengerolan awal adalah pengerolan yang dilakukan sebelum proses pemotongan. Pengerolan ulang adalah pengerolan yang dilakukan untuk pembentukan tabung atau kerucut dengan ukuran diameter yang besar.

Assembling

Proses perakitan diperlukan ketelitian dan ketepatan dalam pemasangan baik dari ukuran, kesejajaran, posisi sudut dan letak.

Finishing

Finishing yaitu proses dimana produk atau tangki tersebut dipoles permukaannya baik dalam dan luar agar tampak halus dan bagus.

4.1.1.2 Proses Bisnis

Sistem produksi yang dijalankan PT. Meco Inoxprima berdasarkan pemesanan customer (job order), bukan sebuah perusahaan dengan sistem produksi massal. Pemesanan dilakukan dengan cara memberikan ukuran utama yaitu dimensi, tekanan, kapasitas, pemolesan dan syarat uji produksi yang digunakan. Selanjutnya bagian engineering dari PT. Meco Inoxprima melaksanakan perencanaan dibantu bagian design and drawing, dan selanjutnya konsultasi dengan bagian produksi untuk membahas masalah fabrikasi dari produk. Setelah tahap perencanaan selesai dilakukan selanjutnya ditawarkan kepada pemesan apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan pemesan. Jika perencanaan disetujui oleh customer maka dilakukan tanda tangan kontrak antara customer dengan PT. Meco Inoxprima, dan proses fabrikasi dapat dikerjakan. Aliran proses bisnis di PT.

(7)

Meco Inoxprima dapat dilihat pada gambar 4.3, sedangkan flowchartnya pada gambar 4.4.

Gambar 4.3 Aliran Proses Bisnis

4.1.2 Sistem Pengendalian Persediaan PT. Meco Inoxprima PT. Meco Inoxprima selama ini menjalankan sistem persediaannya dengan cara konvensional. PT. Meco Inoxprima membeli material ketika order diperoleh dari customer tanpa mempertimbangkan kapan material tersebut digunakan oleh bagian produksi (diproses). Hal ini menyebabkan tingginya

holdingcost. Selain itu, PT. Meco Inoxprima menyeleksi supplier

hanya dengan mempertimbangkan sertifikasi yang dimiliki dan harga termurah. Asalkan punya sertifikasi produk (material yang ditawarkan), siapa yang berani menawarkan harga lebih murah, itulah yang akan dipilih. Hal ini menyebabkan dalam satu periode PT. Meco Inoxprima melakukan transaksi dengan beberapa

supplier yang berbeda sehingga dapat mempertinggi ordering

cost.

4.1.3 Pemilihan Material yang Diamati

Sebagai perusahaan make to order, banyak jenis material yang digunakan oleh PT. Meco Inoxprima untuk membuat produknya. Hal ini disesuaikan dengan spesifikasi yang diinginkan oleh customer. Namun demikian, dari sedemikian banyak jenis terdapat beberapa yang paling sering digunakan, antara lain Stainless Steel SS 304 dan SS 316, serta Carbon Steel

SS 400 dimana satu produk menggunakan satu jenis material. Dari masing-masing material tersebut masih dibagi lagi dalam berbagai ketebalan dan ukuran. Pada penelitian ini hanya material SS 304 saja yang diamati, dengan mempertimbangkan ketebalan dan ukuran. Ketebalan yang diamati antara lain 1.5 mm, 2 mm, 3mm, 4 mm, 5 mm, 6 mm, 8 mm, dan 10 mm. Sedangkan ukuran

(8)

material yang tersedia antara lain 4 feet x 8 feet, 5 feet x 20 feet, dan coil. Khusus untuk coil, tidak tersedia untuk ketebalan lebih dari 6 mm dan pembelian harus lebih dari satu ton (dalam satuan kilogram). Mulai Spesifikasi Proyek Merancang Konsep Desain Rancangan Konsep Desain

Melakukan After Sales Services Delivery Order Melakukan Delivery Perencanaan Produksi Melakukan Assembly Detail Desain Engineering Melakukan Fabrikasi

Tanda Tangan Kontrak

Merencanakan Produksi

Proposal Proyek Melakukan Estimasi

Biaya Estimasi Biaya

Apakah Estimasi Biaya Sesuai dengan Spesifikasi?

Mendetailkan Desain Melakukan Procurement Bahan Baku Memproses Kontrak Mereview Konsep Desain Melakukan Negosiasi Kontrak Mensubmit Proposal Apakah Kontrak Diterima? Material Utama Material Penunjang Selesai Pemilih Proyek Supplier Yes No

(9)

4.1.4 Pemilihan Supplier

PT. Meco Inoxprima menjalin kerja sama dengan banyak

supplier mengingat banyak pula jenis material yang harus dibeli.

Dalam pemilihan suppliernya, PT. Meco Inoxprima memberikan syarat mutlak: memiliki sertifikasi dan harga murah. Untuk material SS 304 terdapat kurang lebih 9 supplier yang memberikan penawaran, namun dalam penelitian kali ini yang diamati hanya 5 supplier. Berdasarkan wawancara, kelima

supplier tersebut yang paling sering mendapat order material

dibandingkan keempat supplier yang lain karena lebih berani menawarkan harga material yang relatif rendah.

4.1.5 Data Order Tahun 2005

Order selama tahun 2005 yang diterima PT. Meco Inoxprima mencapai lebih dari 700 produk. Namun karena dibatasi oleh jenis produk dan material yang diamati, dalam penelitian ini hanya menyajikan data order untuk produk storage tank (dan modifikasinya) yang memiliki komponen shell dengan material stanless steel SS 304, yaitu sebanyak 231 order.

Order selama bulan Januari 2005 dapat dilihat pada tabel 4.2, sedangkan order secara keseluruhannya dapat dilihat pada lampiran. Pada tabel tersebut terdapat tanggal order masuk dimana ini merupakan tanggal terjadinya kesepakatan antara

customer dan PT. Meco Inoxprima dan nantinya akan dikonversi

menjadi periode per minggu dalam satu tahun.

Dari data yang diperoleh pula, yang terlihat hanya ukuran

shell sesuai dengan design yang dibuat serta jenis material dan

ketebalan yang dibutuhkan. Untuk ukuran yang digunakan harus dihitung terlebih dahulu berdasarkan ukuran shell, diameter untuk menghitung keliling shell yang kemudian dikonversi menjadi panjang material, sedangkan tinggi shell dikonversi menjadi lebar material. Nantinya, dipilih ukuran material (4 ft x 8 ft, 5 ft x 20 ft, atau coil) yang memberikan hasil optimal (membuang lebih sedikit sisa material dan memberikan harga yang terendah).

(10)

Tabel 4.2 Order Selama Januari 2005

No MasukOrder No Order Customer Nama Barang Tebal (mm)Diameter (mm) Tinggi (mm) Produksi Deadline 16 04/01/2005 50101D001L Hayward Korea MBF-1202-BB06-200-11BEN-M 4 558.80 610.00 1 Unit 24/01/2005 04/02/2005 17 04/01/2005 50102A002L Hayward Shanghai VMBF-0801-AS10-100A-11SEN-M 4 800.00 244.00 1 Unit 24/01/2005 18/02/2005 18 04/01/2005 50103A003L Hayward Taiwan MBF-0402-BB20-040A-11BEH-M 8 558.80 610.00 1 Unit 31/01/2005 11/03/2005 19 04/01/2005 50103C005-07 Hayward Shanghai MBF-0402-AS10-03DA-11BSN-M 4 558.80 610.00 4 Unit 12/02/2005 25/03/2005 20 10/01/2005 50104C015/01 PT. Mane Indonesia TANDEM TANK 3 & 4 TON 2 1944.00 2120.00 7 Unit 10/02/2005 17/03/2005 21 10/01/2005 50104C015/01 PT. Mane Indonesia TANDEM TANK 3 & 4 TON 2 1944.00 2120.00 4 Unit 12/02/2005 16/04/2005 22 10/01/2005 50104C015/02 PT. Mane Indonesia TANDEM TANK 2 & 3 TON 2 1944.00 1510.00 3 Unit 01/03/2005 01/04/2005 23 10/01/2005 50104C015/02 PT. Mane Indonesia TANDEM TANK 2 & 3 TON 2 1944.00 1510.00 3 Unit 03/03/2005 21/04/2005 24 10/01/2005 50104C015/03 PT. Mane Indonesia TANDEM TANK 2 & 2 TON 2 1944.00 1220.00 2 Unit 28/03/2005 19/04/2005 25 10/01/2005 50104C015/03 PT. Mane Indonesia TANDEM TANK 2 & 2 TON 2 1944.00 1220.00 2 Unit 30/03/2005 20/04/2005 26 10/01/2005 50104C015/04 PT. Mane Indonesia TANDEM TANK CAP 1 TON 2 1169.00 2000.00 12 Unit 05/03/2005 16/04/2005 27 10/01/2005 50104C015/04 PT. Mane Indonesia TANDEM TANK 1 TON 2 1169.00 2000.00 6 Unit 08/03/2005 07/05/2005 28 10/01/2005 50104C015/05 PT. Mane Indonesia STORAGE TANK 6 TON 3 1946.00 2000.00 1 Unit 19/03/2005 16/04/2005 29 10/01/2005 50104C015/06 PT. Mane Indonesia STORAGE TANK 8 TON 3 1946.00 2700.00 1 Unit 21/02/2005 17/03/2005 30 10/01/2005 50104C015/06 PT. Mane Indonesia STORAGE TANK B 8 TON 3 1946.00 2700.00 1 Unit 25/02/2005 25/03/2005 31 11/01/2005 50101C005 PT. Gericke - Nestle VACUUM FILTER HOPPER 3 206.00 905.00 1 Unit 12/02/2005 22/03/2005 32 12/01/2005 50203A008L Hayward Japan MDE-0402-BB06-100JT-11BEN-M 4 558.80 610.00 1 Unit 12/02/2005 11/03/2005

Jumlah

4.1.6 Data LeadTime

Memesan suatu material pada supplier harus mempertimbangkan lead timenya. Lead time

masing-masing supplier untuk material yang sama dalam penelitian ini adalah sama, dan dapat dilihat pada tabel 4.3.

(11)

Tabel 4.3 LeadTime Material (minggu) T (mm) L (feet) P (feet) / m (kg) 1 1.5 4 8 3 2 1.5 4 1 kg 3 3 1.5 5 20 3 4 1.5 5 1 kg 3 5 2 4 8 2 6 2 4 1 kg 2 7 2 5 20 2 8 2 5 1 kg 2 9 3 4 8 2 10 3 4 1 kg 2 11 3 5 20 2 12 3 5 1 kg 2 13 4 4 8 2 14 4 4 1 kg 2 15 4 5 20 2 16 4 5 1 kg 2 17 5 4 8 2 18 5 4 1 kg 3 19 5 5 20 2 20 5 5 1 kg 3 21 6 4 8 3 22 6 4 1 kg 3 23 6 5 20 3 24 6 5 1 kg 3 25 8 4 8 4 26 8 5 20 4 27 10 4 8 4 28 10 5 20 4

Lead Time Material

Lead Time (minggu)

No SUS 304

4.1.7 Data Biaya

Biaya inventory yang dikeluarkan meliputi harga pembelian (purchasing cost), ordering cost (biaya transaksi dengan supplier), dan holding cost (biaya menyimpan material dalam gudang sebelum digunakan).

(12)

4.1.7.1 PurchasingCost

Purchasing Cost dihitung dari harga pembelian per plate

dikalikan dengan banyaknya plate yang dibutuhkan. Daftar harga yang ditawarkan kelima supplier untuk masing-masing material dapat dilihat pada tabel 4.4.

Tabel 4.4 Daftar Harga Material

T (mm) L (feet) P (feet) / m (kg) A B C D E 1 1.5 4 8 Rp 1,063,500.00 Rp 969,000.00 Rp 989,500.00 Rp 1,064,500.00 Rp 954,000.00 2 1.5 4 1 kg Rp 27,500.00 Rp 29,000.00 Rp 28,500.00 Rp 28,500.00 Rp 27,000.00 3 1.5 5 20 Rp 3,335,000.00 Rp 2,989,000.00 Rp 2,953,500.00 Rp 2,990,000.00 Rp 3,010,000.00 4 1.5 5 1 kg Rp 28,500.00 Rp 26,000.00 Rp 26,500.00 Rp 27,000.00 Rp 30,000.00 5 2 4 8 Rp 1,377,500.00 Rp 1,280,000.00 Rp 1,356,500.00 Rp 1,267,000.00 Rp 1,375,500.00 6 2 4 1 kg Rp 29,000.00 Rp 27,000.00 Rp 30,000.00 Rp 28,500.00 Rp 29,500.00 7 2 5 20 Rp 4,209,000.00 Rp 4,266,000.00 Rp 4,346,000.00 Rp 4,386,000.00 Rp 4,406,000.00 8 2 5 1 kg Rp 28,500.00 Rp 27,500.00 Rp 28,000.00 Rp 30,000.00 Rp 29,500.00 9 3 4 8 Rp 2,022,000.00 Rp 2,132,000.00 Rp 1,987,000.00 Rp 2,036,000.00 Rp 1,974,000.00 10 3 4 1 kg Rp 28,000.00 Rp 26,000.00 Rp 26,500.00 Rp 29,500.00 Rp 28,000.00 11 3 5 20 Rp 6,114,000.00 Rp 5,892,000.00 Rp 6,051,500.00 Rp 6,562,500.00 Rp 5,918,000.00 12 3 5 1 kg Rp 28,000.00 Rp 28,500.00 Rp 27,500.00 Rp 27,000.00 Rp 29,000.00 13 4 4 8 Rp 2,797,000.00 Rp 2,757,000.00 Rp 2,489,000.00 Rp 2,520,000.00 Rp 2,771,000.00 14 4 4 1 kg Rp 28,000.00 Rp 27,000.00 Rp 26,500.00 Rp 26,000.00 Rp 30,000.00 15 4 5 20 Rp 8,588,000.00 Rp 8,026,000.00 Rp 8,572,500.00 Rp 8,810,000.00 Rp 8,092,500.00 16 4 5 1 kg Rp 29,000.00 Rp 28,750.00 Rp 27,500.00 Rp 27,000.00 Rp 29,500.00 17 5 4 8 Rp 3,244,000.00 Rp 3,175,000.00 Rp 3,466,000.00 Rp 3,555,000.00 Rp 3,554,000.00 18 5 4 1 kg Rp 29,500.00 Rp 27,250.00 Rp 28,000.00 Rp 28,500.00 Rp 29,500.00 19 5 5 20 Rp 10,691,000.00 Rp 10,937,000.00 Rp 9,717,000.00 Rp 10,241,000.00 Rp 10,434,000.00 20 5 5 1 kg Rp 29,500.00 Rp 27,750.00 Rp 28,000.00 Rp 27,500.00 Rp 28,000.00 21 6 4 8 Rp 3,845,000.00 Rp 3,992,500.00 Rp 4,004,500.00 Rp 3,970,000.00 Rp 4,162,500.00 22 6 4 1 kg Rp 28,500.00 Rp 28,500.00 Rp 28,000.00 Rp 26,000.00 Rp 29,500.00 23 6 5 20 Rp 12,600,000.00 Rp 12,470,000.00 Rp 13,082,000.00 Rp 11,964,000.00 Rp 13,051,000.00 24 6 5 1 kg Rp 30,000.00 Rp 29,000.00 Rp 27,500.00 Rp 26,500.00 Rp 27,000.00 25 8 4 8 Rp 5,105,000.00 Rp 5,355,500.00 Rp 5,176,500.00 Rp 4,987,000.00 Rp 5,452,000.00 26 8 5 20 Rp 15,470,000.00 Rp 15,486,000.00 Rp 16,571,000.00 Rp 16,805,000.00 Rp 17,024,000.00 27 10 4 8 Rp 6,455,000.00 Rp 7,100,000.00 Rp 6,607,000.00 Rp 6,533,000.00 Rp 6,750,000.00 28 10 5 20 Rp 21,094,000.00 Rp 22,278,000.00 Rp 21,954,000.00 Rp 21,489,000.00 Rp 21,435,000.00 No SUS 304 Supplier 4.1.7.2 OrderingCost

Ordering Cost merupakan biaya yang harus dikeluarkan

ketika melakukan pemesanan kepada supplier. Ordering cost

kelima supplier tersebut berbeda-beda. Orderingcost ini meliputi biaya transaksi dan transportasi (pengantaran material). Besarnya

orderingcostsupplier A, B, C, D, dan E secara berurutan adalah

Rp 400.000,00, Rp 400.000,00, Rp 375.000,00, Rp 500.000,00, dan Rp 350.000,00.

4.1.7.3 HoldingCost

Holding cost merupakan biaya yang timbul karena

melakukan penyimpanan material atau adanya stock. Jadi, material dibeli sebelum dibutuhkan. Biaya inventory ini terdiri atas biaya opportunity loss dari cost of capital, biaya kerusakan,

(13)

dan biaya gudang. Holding cost yang ditetapkan PT. Meco Inoxprima sebesar 24% per tahun dengan perincian sebagai berikut:

- Opportunity Loss = 15 % - Biaya Kerusakan = 3 % - Biaya Gudang = 6 %

Total = 24 %

Dalam penelitian ini digunakan periode waktu dalam satuan minggu. Karena itu, holding costnya juga diberlakukan tiap minggu. Dengan asumsi bahwa 1 tahun = 52 minggu, maka besarnya holding cost per periode adalah 0.46%. Besarnya

holding cost masing-masing material yang diamati dapat dilihat

pada tabel 4.5

4.2 Pengolahan Data

Pengolahan dilakukan setelah semua data terkumpul. Pengolahan data yang dilakukan meliputi penentuan kebutuhan material, perhitungan biaya inventory sesuai kondisi existing selama tahun 2005, perhitungan biaya inventory berdasarkan formulasi Basnet dan Leung.

4.2.1 Penentuan Kebutuhan Material

Data yang tersedia adalah data ketebalan dan ukuran shell, sedangkan yang dibutuhkan untuk pengolahan lebih lanjut (perhitungan biaya inventory) adalah ketebalan dan ukuran material yang dibutuhkan dalam setiap order. Dalam membuat produknya, karena keterbatasan ukuran material, PT. Meco Inoxprima melakukan pemotongan dan penyambungan plate sedemikian hingga menghasilkan sisa terbuang dan biaya yang minimum. Sebagai catatan, PT. Meco Inoxprima tidak mengijinkan adanya penyambungan dari material dengan lebar yang berbeda karena akan lebih sulit melakukannya dan menjadi kurang bagus (biasanya menyebabkan terlalu banyak sambungan).

(14)

Tabel 4.5 Daftar Holding Cost Material T (mm) L (feet) P (feet) / m (kg) 1 1.5 4 8 Rp 954,000.00 Rp 228,960.00 Rp 4,403.08 2 1.5 4 1 kg Rp 27,000.00 Rp 6,480.00 Rp 124.62 3 1.5 5 20 Rp 2,953,500.00 Rp 708,840.00 Rp 13,631.54 4 1.5 5 1 kg Rp 26,000.00 Rp 6,240.00 Rp 120.00 5 2 4 8 Rp 1,267,000.00 Rp 304,080.00 Rp 5,847.69 6 2 4 1 kg Rp 27,000.00 Rp 6,480.00 Rp 124.62 7 2 5 20 Rp 4,209,000.00 Rp 1,010,160.00 Rp 19,426.15 8 2 5 1 kg Rp 27,500.00 Rp 6,600.00 Rp 126.92 9 3 4 8 Rp 1,974,000.00 Rp 473,760.00 Rp 9,110.77 10 3 4 1 kg Rp 26,000.00 Rp 6,240.00 Rp 120.00 11 3 5 20 Rp 5,892,000.00 Rp 1,414,080.00 Rp 27,193.85 12 3 5 1 kg Rp 27,000.00 Rp 6,480.00 Rp 124.62 13 4 4 8 Rp 2,489,000.00 Rp 597,360.00 Rp 11,487.69 14 4 4 1 kg Rp 26,000.00 Rp 6,240.00 Rp 120.00 15 4 5 20 Rp 8,026,000.00 Rp 1,926,240.00 Rp 37,043.08 16 4 5 1 kg Rp 27,000.00 Rp 6,480.00 Rp 124.62 17 5 4 8 Rp 3,175,000.00 Rp 762,000.00 Rp 14,653.85 18 5 4 1 kg Rp 27,250.00 Rp 6,540.00 Rp 125.77 19 5 5 20 Rp 9,717,000.00 Rp 2,332,080.00 Rp 44,847.69 20 5 5 1 kg Rp 27,500.00 Rp 6,600.00 Rp 126.92 21 6 4 8 Rp 3,845,000.00 Rp 922,800.00 Rp 17,746.15 22 6 4 1 kg Rp 26,000.00 Rp 6,240.00 Rp 120.00 23 6 5 20 Rp 11,964,000.00 Rp 2,871,360.00 Rp 55,218.46 24 6 5 1 kg Rp 26,500.00 Rp 6,360.00 Rp 122.31 25 8 4 8 Rp 4,987,000.00 Rp 1,196,880.00 Rp 23,016.92 26 8 5 20 Rp 15,470,000.00 Rp 3,712,800.00 Rp 71,400.00 27 10 4 8 Rp 6,455,000.00 Rp 1,549,200.00 Rp 29,792.31 28 10 5 20 Rp 21,094,000.00 Rp 5,062,560.00 Rp 97,356.92 Catatan:

- Holding Cost Per Tahun sebesar 24% dari harga plate supplier terpilih - Holding Coat Per Periode (minggu) dengan asumsi 1 tahun = 52 minggu

Holding Cost per Periode

No SUS 304 Harga Hoding Cost per

Tahun

Langkah pertama dalam menentukan kebutuhan material ini adalah menentukan berapa banyak yang dibutuhkan suatu material dengan ukuran tertentu jika digunakan untuk membuat

shell dengan ukuran yang telah ditentukan. Ini dilakukan dengan

menghitung panjang dan lebar material yang dibutuhkan suatu order. Panjang dihitung dengan mencari keliling shell, sedangkan lebar berdasarkan tingginya. Karena diameter dan tinggi yang diketahui dalam satuan milimeter maka harus dikonversikan menjadi dalam satuan feet (1 ft = 300.48 mm).

Sebagai contoh, pada order 50101C005 PT. Gericke-Nestle memesan Vacuum Filter Hooper sebanyak 1 buah.

(15)

Diketahui diameternya 206 mm sedangkan tingginya 905 mm. Dengan demikian dapat dicari panjangnya:

Panjang = Keliling / 300.48 = π . Ø / 300.48 = 3.14 . 206 / 300.48

= 2.12 ft

Sedangkan lebarnya dapat dihitung: Lebar = Tinggi / 300.48 = 905 / 300.48

= 2.97 ft

Setelah diketahui panjang dan lebar yang dibutuhkan untuk membuat satu produk, dengan mempertimbangkan pula jumlah unit yang dipesan, dihitung pula kebutuhan untuk tiap-tiap ukuran material. Ini dilakukan dengan mempertimbangkan apakah mungkin satu lembar dibagi 2 secara membujur (lebarnya) kemudian membagi panjang yang dibutuhkan dengan ukuran panjang dengan pembulatan ke atas, atau untuk coil dengan menghitung massanya sesuai dengan panjang yang dibutuhkan tersebut. Pada contoh di atas untuk material dengan lebar 4 ft tidak dapat dibagi 2 sehingga panjang yang dibutuhkan tetap 2.97 ft, sedangkan untuk lebar 5 ft dapat dibagi 2 sehingga panjang yang dibutuhkan menjadi 1.485 ft. Sehingga dapat dicari bahwa untuk lebar 4 ft dibutuhkan 1 lembar sheet yang panjangnya 8 ft atau 18.94 kg untuk coil sedangkan untuk lebar 5 ft dibutuhkan 1 lembar untuk panjang 20 ft atau 23.67 kg untuk coil.

Keterangan ukuran material (massa per sheet dan panjang) serta hasil perhitungan untuk semua order dapat dillihat pada lampiran.

Setelah diketahui jumlah material yang dibutuhkan dalam satu order tersebut, dicari material mana yang paling menguntungkan berdasarkan harga. Karena PT. Meco Inoxprima selama ini mendasarkan pilihan suppliernya berdasarkan harga termurah, begitu pula dengan pemilihan material ini. Jadi, kebutuhan material yang diperoleh dikalikan dengan harga satuannya dan kemudian dipilih yang menghasilkan harga yang

(16)

termurah. Namun demikian, yang patut diingat adalah bahwa coil

tidak tersedia untuk plate dengan ketebalan 8 dan 10 ft, dan tidak bisa dibeli dalam jumlah kurang dari 1 ton (1 ton = 1000 kg). Ini menjadi kesepakatan agar tidak merugikan supplier. Untuk contoh di atas misalnya, karena untuk coil massanya tidak sampai 1 ton maka diabaikan, sehingga yang dipertimbangkan hanya

sheet ukuran 4 ft x 8 ft atau 5 ft x 20 ft. Berdasarkan tabel 4.4

diperoleh bahwa untuk sheet ukuran 4 ft x 8 ft harus dikeluarkan biaya sebesar Rp 1.974.000,00 sedangkan untuk sheet ukuran 5 ft x 20 ft biayanya Rp 5.892.000,00. Dengan demikian dipilih sheet

ukuran 4 ft x 8 ft. Hasil perhitungan dan pemilihan material untuk semua order dapat dilihat pada lampiran.

4.2.2 Perhitungan Biaya Inventory Berdasarkan Kondisi Existing

Hasil perhitungan sebelumnya memberikan informasi kebutuhan material dari tiap order. Setelah tanggal order masuk dikonversikan menjadi periode masuk (dalam minggu ke-) maka dibuat tabel permintaan/kebutuhan material tiap periode atau tiap minggu sebagaimana dapat dilihat pada tabel 4.6.

Dari tabel 4.6 tersebut dihitung berapa biaya inventory

yang harus dikeluarkan dengan mempertimbangkan harga termurah yang ditawarkan supplier.

Dengan demikian dapat dirumuskan dengan:

(

)

∑∑

+

+ − − = i it i oi pi i j i j j j ij ijX O Y H t t L D P IC dimana: IC = InventoryCost

Pij = harga beli material i dari supplierj

Xij = jumlah material i yang dipesan dari supplierj

Oj = ordering cost untuk supplierj

Yj = 1 jika dilakukan order pada supplierj; 0 jika tidak

Hi = holdingcost produk i

Dit = kebutuhan material produk i untuk diproduksi di

(17)

Tabel 4.6 Kebutuhan Material per Periode T (mm) 2 1.5 1.5 1.5 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 5 5 5 5 6 6 6 6 8 8 10 10 L (feet) 4" 4" 5" 5" 4" 4" 5" 5" 4" 4" 5" 5" 4" 4" 5" 5" 4" 4" 5" 5" 4" 4" 5" 5" 4" 5" 4" 5" P (feet) / m (kg) 8" 1 kg 20" 1 kg 8" 1 kg 20" 1 kg 8" 1 kg 20" 1 kg 8" 1 kg 20" 1 kg 8" 1 kg 20" 1 kg 8" 1 kg 20" 1 kg 8" 20" 8" 20" -3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 -2 0 0 0 0 0 0 0 0 7 0 1 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 -1 24 0 0 0 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 64 0 6 3175.56 23 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 0 0 0 0 0 0 26 0 0 0 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 0 16 0 0 0 9 0 1 0 0 0 0 0 49 19 0 0 10 0 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 0 28 2568.03 1 0 0 0 0 0 5 0 0 0 5 0 39 0 11 16 0 0 0 0 0 0 0 20 1341.65 3 2012.48 9 4056.49 0 0 13 0 0 0 0 0 0 0 44 39 21 0 12 2 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 42 3777.04 0 0 0 5 0 0 14 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 15 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 16 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 17 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 17 4596.27 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 18 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 19 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 1 8111.01 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 0 0 0 0 0 0 6 0 11 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 21 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 1 0 22 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 22 0 0 0 0 0 0 0 0 6 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 23 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1493.79 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 24 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 0 22 1297.25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 26 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 1 0 12 0 0 0 43 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 27 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 28 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 29 0 0 0 0 23 0 17 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 39 0 30 4 0 0 0 0 0 0 0 3 0 2 0 8 1425.95 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 24 0 0 0 SUS 304

P

e

r

i

o

d

e

(18)

Tabel 4.6 Kebutuhan Material per Periode (lanjutan) T (mm) 2 1.5 1.5 1.5 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 5 5 5 5 6 6 6 6 8 8 10 10 L (feet) 4" 4" 5" 5" 4" 4" 5" 5" 4" 4" 5" 5" 4" 4" 5" 5" 4" 4" 5" 5" 4" 4" 5" 5" 4" 5" 4" 5" P (feet) / m (kg) 8" 1 kg 20" 1 kg 8" 1 kg 20" 1 kg 8" 1 kg 20" 1 kg 8" 1 kg 20" 1 kg 8" 1 kg 20" 1 kg 8" 1 kg 20" 1 kg 8" 20" 8" 20" 31 0 0 0 0 0 0 0 0 22 0 0 0 12 0 0 0 0 0 0 0 6 1137.3 0 1392.67 16 0 28 0 32 7 0 3 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 33 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 34 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 35 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 36 22 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 37 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2704.33 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 38 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 39 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 1 0 0 0 0 0 0 0 2 1774.07 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12510.32 0 0 0 0 0 0 41 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 42 0 0 0 0 0 0 0 0 18 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 43 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 44 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 45 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 2 0 0 46 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 47 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5686.51 0 0 0 0 0 0 48 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1388.08 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 49 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 50 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 51 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 52 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 76 0 3 0 94 0 29 3175.56 183 3115.72 17 2012.48 181 20163.06 4 0 103 7478.14 3 0 55 23111.17 0 1392.67 145 65 137 26 SUS 304

P

e

r

i

o

d

e

Total

(19)

tpi = periode produksi material i toi = periode order masuk material i Li = leadtime material i

Hasil perhitungan masing-masing periode dapat dilihat pada lampiran, sedangkan rekap selama 1 tahun dapat dilihat pada tabel 4.7.

Tabel 4.7 InventoryCost Tahun 2005 Berdasarkan Kondisi Existing

Periode Purchasing Cost Ordering Cost Holding Cost Inventory Cost

-3 Rp 20,135,000.00 Rp 775,000.00 Rp 279,821.54 Rp 21,189,821.54 -2 Rp 55,055,000.00 Rp 1,150,000.00 Rp 134,930.77 Rp 56,339,930.77 -1 Rp 40,023,000.00 Rp 1,250,000.00 Rp 52,836.92 Rp 41,325,836.92 0 Rp 17,432,000.00 Rp 875,000.00 Rp 126,364.62 Rp 18,433,364.62 1 Rp 241,560,900.00 Rp 2,025,000.00 Rp 5,032,497.12 Rp 248,618,397.12 4 Rp 14,934,000.00 Rp 375,000.00 Rp 68,926.15 Rp 15,377,926.15 5 Rp 71,236,000.00 Rp 725,000.00 Rp 2,176,301.54 Rp 74,137,301.54 7 Rp 9,956,000.00 Rp 375,000.00 Rp 91,901.54 Rp 10,422,901.54 9 Rp 626,279,000.00 Rp 2,025,000.00 Rp 6,584,561.54 Rp 634,888,561.54 10 Rp 466,053,780.00 Rp 2,025,000.00 Rp 7,414,628.22 Rp 475,493,408.22 11 Rp 1,289,097,600.00 Rp 2,025,000.00 Rp 6,838,963.38 Rp 1,297,961,563.38 12 Rp 7,830,000.00 Rp 350,000.00 Rp 36,138.46 Rp 8,216,138.46 13 Rp 350,831,040.00 Rp 1,650,000.00 Rp 1,832,174.03 Rp 354,313,214.03 14 Rp 45,777,000.00 Rp 1,675,000.00 Rp 133,596.92 Rp 47,585,596.92 15 Rp 29,720,000.00 Rp 1,525,000.00 Rp 152,349.23 Rp 31,397,349.23 16 Rp 5,892,000.00 Rp 400,000.00 Rp 54,387.69 Rp 6,346,387.69 17 Rp 204,549,357.50 Rp 775,000.00 Rp 2,119,609.45 Rp 207,443,966.95 18 Rp 14,961,000.00 Rp 500,000.00 Rp 138,101.54 Rp 15,599,101.54 19 Rp 221,271,260.00 Rp 1,225,000.00 Rp 4,085,007.88 Rp 226,581,267.88 20 Rp 54,435,000.00 Rp 1,125,000.00 Rp 689,940.00 Rp 56,249,940.00 21 Rp 70,520,000.00 Rp 1,125,000.00 Rp 1,076,372.31 Rp 72,721,372.31 22 Rp 17,736,000.00 Rp 750,000.00 Rp 218,381.54 Rp 18,704,381.54 23 Rp 40,705,777.50 Rp 400,000.00 Rp 375,745.64 Rp 41,481,523.14 24 Rp 98,356,500.00 Rp 1,225,000.00 Rp 1,144,386.92 Rp 100,725,886.92 25 Rp 29,868,000.00 Rp 375,000.00 Rp 356,118.46 Rp 30,599,118.46 26 Rp 308,719,000.00 Rp 1,525,000.00 Rp 8,622,110.77 Rp 318,866,110.77 29 Rp 364,223,000.00 Rp 1,300,000.00 Rp 5,589,300.00 Rp 371,112,300.00 30 Rp 198,196,700.00 Rp 1,625,000.00 Rp 371,929.38 Rp 200,193,629.38 31 Rp 423,373,555.00 Rp 1,625,000.00 Rp 1,643,487.99 Rp 426,642,042.99 32 Rp 51,400,500.00 Rp 1,125,000.00 Rp 402,750.00 Rp 52,928,250.00 36 Rp 26,652,000.00 Rp 1,125,000.00 Rp 281,520.00 Rp 28,058,520.00 37 Rp 70,312,580.00 Rp 500,000.00 Rp 649,039.20 Rp 71,461,619.20 40 Rp 376,296,140.00 Rp 1,250,000.00 Rp 5,418,739.57 Rp 382,964,879.57 42 Rp 35,532,000.00 Rp 350,000.00 Rp 719,750.77 Rp 36,601,750.77 45 Rp 45,901,000.00 Rp 900,000.00 Rp 423,701.54 Rp 47,224,701.54 46 Rp 31,750,000.00 Rp 400,000.00 Rp 146,538.46 Rp 32,296,538.46 47 Rp 147,849,260.00 Rp 500,000.00 Rp 682,381.20 Rp 149,031,641.20 48 Rp 459,705,180.00 Rp 800,000.00 Rp 174,577.75 Rp 460,679,757.75 Total Rp 6,584,126,130.00 Rp 39,750,000.00 Rp 66,339,870.05 Rp 6,690,216,000.05

(20)

4.2.3 Perhitungan Biaya Inventory dengan Meng-NOL-kan Holding Cost

Perhitungan biaya inventory dengan meng-nol-kan holding cost ini dapat dilakukan dengan memesan material tepat pada periode produksi dikurangi lead time material. Dengan demikian material datang tepat pada saat periode produksi dan tidak terjadi penyimpanan sehingga tidak timbul holding cost. Dengan demikian dapat dihitung berapa biaya inventory yang harus dikeluarkan dengan mempertimbangkan harga termurah yang ditawarkan supplier.

Dengan demikian dapat dirumuskan dengan:

∑∑

+

= j i j j j ij ijX OY P IC dimana: IC = InventoryCost

Pij = harga beli material i dari supplierj

Xij = jumlah material i yang dipesan dari supplierj

Oj = ordering cost untuk supplierj

Yj = 1 jika dilakukan order pada supplierj; 0 jika tidak

Hasil perhitungan biaya inventory selama 1 tahun dapat dilihat pada tabel 4.8.

4.2.4 Perhitungan Biaya Inventory Berdasarkan Formulasi Basnet dan Leung

Sebagaimana dijelaskan pada bab 2, formulasi Basnet dan Leung dapat dituliskan sebagai berikut:

∑∑

∑∑∑

+

∑∑

+ == i t k j t k ik ijk t i t j i j t jt j ijt ijX OY H X D P Min 1 1 .

Namun, formulasi Basnet dan Leung tersebut tidak memperhitungkan adanya lead time dari produk/material (lead time diasumsikan sama dengan nol, atau dengan kata lain barang yang dipesan tiba tepat setelah dilakukan pemesanan).

(21)

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, material yang dibeli dari supplier membutuhkan jeda waktu untuk diantarkan (memiliki lead time). Karena itu dilakukan sedikit perubahan pada formulasi tersebut yang memperhitungkan lead time

sehingga persamaannya berubah menjadi:

∑ ∑

∑ ∑∑

∑ ∑

      − + + − = − = − − − − i L t k j L t k ik ijk t i L t j i j t L L t j j L t ij ij i pi pi i i pi pi i i pi i pi OY H X D X P Min 1 1 ) ( ) ( Dimana:

Dit = kebutuhan material i untuk diproduksi di periode t Pij = harga beli material i dari supplierj

Hi = holdingcost produk i

Oj = ordering cost untuk supplierj

Li = leadtime material i

Xijt = jumlah produk i yang dipesan dari supplier j pada

periode t

Yjt = 1 jika dilakukan order pada supplierj pada periode t; 0 jika tidak

Rit = inventory produk i yang tersisa dari periode t

sampai t+1

Sedangkan constraintnya menjadi:

•Tidak boleh terjadi shortage maupun backordering sehingga: 0 1 ) ( 1 ) ( − ≥ =

∑ ∑

= − − = − − t L k L k i t L k j L k ij it X D

R , untuk semua i, t, dan L.

•Jika dilakukan order kepada satu supplier di periode tertentu, harus dikenai orderingcost, sehingga:

0

) ( ) ( ) (

− − = − −

jt L ijt L T t L k ik L

X

Y

(22)

Tabel 4.8 InventoryCost dengan Meng-NOL-kan Holding Cost

Periode Purchasing Cost Ordering Cost Inventory Cost

-2 Rp 25,820,000.00 Rp 400,000.00 Rp 26,220,000.00 -1 Rp 67,766,000.00 Rp 1,625,000.00 Rp 69,391,000.00 0 Rp 16,435,000.00 Rp 850,000.00 Rp 17,285,000.00 1 Rp 15,157,000.00 Rp 775,000.00 Rp 15,932,000.00 3 Rp 82,804,375.00 Rp 1,625,000.00 Rp 84,429,375.00 5 Rp 46,518,000.00 Rp 725,000.00 Rp 47,243,000.00 6 Rp 78,683,525.00 Rp 1,250,000.00 Rp 79,933,525.00 7 Rp 25,254,000.00 Rp 400,000.00 Rp 25,654,000.00 8 Rp 27,636,000.00 Rp 350,000.00 Rp 27,986,000.00 9 Rp 41,218,000.00 Rp 1,125,000.00 Rp 42,343,000.00 10 Rp 126,674,000.00 Rp 1,275,000.00 Rp 127,949,000.00 11 Rp 1,223,598,780.00 Rp 2,025,000.00 Rp 1,225,623,780.00 12 Rp 309,378,000.00 Rp 1,625,000.00 Rp 311,003,000.00 13 Rp 176,325,000.00 Rp 750,000.00 Rp 177,075,000.00 14 Rp 306,667,040.00 Rp 1,650,000.00 Rp 308,317,040.00 15 Rp 691,918,600.00 Rp 2,025,000.00 Rp 693,943,600.00 16 Rp 1,974,000.00 Rp 350,000.00 Rp 2,324,000.00 17 Rp 23,429,000.00 Rp 875,000.00 Rp 24,304,000.00 18 Rp 8,381,000.00 Rp 775,000.00 Rp 9,156,000.00 19 Rp 131,140,357.50 Rp 400,000.00 Rp 131,540,357.50 20 Rp 84,545,000.00 Rp 1,275,000.00 Rp 85,820,000.00 22 Rp 13,818,000.00 Rp 350,000.00 Rp 14,168,000.00 23 Rp 261,888,260.00 Rp 1,625,000.00 Rp 263,513,260.00 24 Rp 60,650,000.00 Rp 775,000.00 Rp 61,425,000.00 25 Rp 72,289,777.50 Rp 750,000.00 Rp 73,039,777.50 26 Rp 33,271,000.00 Rp 775,000.00 Rp 34,046,000.00 27 Rp 88,486,500.00 Rp 875,000.00 Rp 89,361,500.00 28 Rp 1,974,000.00 Rp 350,000.00 Rp 2,324,000.00 29 Rp 1,974,000.00 Rp 350,000.00 Rp 2,324,000.00 30 Rp 216,912,000.00 Rp 1,250,000.00 Rp 218,162,000.00 31 Rp 369,040,700.00 Rp 2,025,000.00 Rp 371,065,700.00 32 Rp 337,090,800.00 Rp 1,300,000.00 Rp 338,390,800.00 33 Rp 182,834,500.00 Rp 1,625,000.00 Rp 184,459,500.00 34 Rp 238,575,755.00 Rp 1,675,000.00 Rp 240,250,755.00 37 Rp 5,664,000.00 Rp 775,000.00 Rp 6,439,000.00 38 Rp 7,632,000.00 Rp 350,000.00 Rp 7,982,000.00 39 Rp 83,668,580.00 Rp 850,000.00 Rp 84,518,580.00 42 Rp 954,000.00 Rp 350,000.00 Rp 1,304,000.00 43 Rp 329,216,320.00 Rp 850,000.00 Rp 330,066,320.00 44 Rp 46,125,820.00 Rp 400,000.00 Rp 46,525,820.00 46 Rp 21,714,000.00 Rp 350,000.00 Rp 22,064,000.00 47 Rp 91,469,000.00 Rp 1,650,000.00 Rp 93,119,000.00 48 Rp 569,729,260.00 Rp 900,000.00 Rp 570,629,260.00 49 Rp 37,825,180.00 Rp 400,000.00 Rp 38,225,180.00 Total Rp 6,584,126,130.00 Rp 42,750,000.00 Rp 6,626,876,130.00

(23)

Yjt bernilai binary, yaitu bernilai 1 jika dilakukan order

material i kepada supplierj di periode t sehingga:

0

) (tL

=

j

Y

atau 1, untuk semua j, t, dan L. • Xijt harus non negatf, sehingga:

0

) (tL

ij

X

, untuk semua i, j, t, dan L.

Dengan formulasi tersebut, biaya inventory dihitung kembali dengan bantuan software Ms. Excel (Solver). Perhitungan dilakukan tiap periode selama 1 tahun. Hasil perhitungan per periode dapat dilihat pada lampiran, sedangkan rekap biaya inventory per tahun dapat dilihat pada tabel 4.9.

Dari tabel 4.7, 4.8, dan 4.9 dapat dicari selisih biaya yang harus dikeluarkan, sehingga diperoleh hasil sebagaimana pada tabel 4.10.

(24)

Tabel 4.9 InventoryCost Tahun 2005 (Basnet dan Leung)

Periode Purchasing Cost Ordering Cost Holding Cost Inventory Cost

-3 Rp 20,454,000.00 Rp 375,000.00 Rp 93,960.00 Rp 20,922,960.00 -2 Rp 55,512,500.00 Rp 400,000.00 Rp 43,961.54 Rp 55,956,461.54 -1 Rp 40,101,000.00 Rp 750,000.00 Rp 52,836.92 Rp 40,903,836.92 0 Rp 17,587,000.00 Rp 500,000.00 Rp 126,364.62 Rp 18,213,364.62 1 Rp 242,872,900.00 Rp 2,050,000.00 Rp 54,664.62 Rp 244,977,564.62 4 Rp 14,934,000.00 Rp 375,000.00 Rp - Rp 15,309,000.00 5 Rp 71,340,000.00 Rp 725,000.00 Rp 364,430.77 Rp 72,429,430.77 7 Rp 9,956,000.00 Rp 375,000.00 Rp - Rp 10,331,000.00 9 Rp 626,774,000.00 Rp 2,025,000.00 Rp 43,961.54 Rp 628,842,961.54 10 Rp 466,053,780.00 Rp 1,650,000.00 Rp 535,389.23 Rp 468,239,169.23 11 Rp 1,289,188,600.00 Rp 1,675,000.00 Rp 360,166.15 Rp 1,291,223,766.15 12 Rp 7,830,000.00 Rp - Rp - Rp 7,830,000.00 13 Rp 351,053,040.00 Rp 900,000.00 Rp 36,443.08 Rp 351,989,483.08 14 Rp 45,777,000.00 Rp - Rp 11,695.38 Rp 45,788,695.38 15 Rp 29,967,000.00 Rp - Rp 152,349.23 Rp 30,119,349.23 16 Rp 5,892,000.00 Rp 400,000.00 Rp - Rp 6,292,000.00 17 Rp 204,549,357.50 Rp 775,000.00 Rp 392,769.23 Rp 205,717,126.73 18 Rp 14,961,000.00 Rp 500,000.00 Rp - Rp 15,461,000.00 19 Rp 221,550,260.00 Rp 500,000.00 Rp - Rp 222,050,260.00 20 Rp 54,528,000.00 Rp 750,000.00 Rp 36,443.08 Rp 55,314,443.08 21 Rp 70,546,000.00 Rp 725,000.00 Rp 27,193.85 Rp 71,298,193.85 22 Rp 17,895,500.00 Rp - Rp - Rp 17,895,500.00 23 Rp 40,705,777.50 Rp 400,000.00 Rp - Rp 41,105,777.50 24 Rp 98,356,500.00 Rp 875,000.00 Rp 126,364.62 Rp 99,357,864.62 25 Rp 29,868,000.00 Rp 375,000.00 Rp 80,413.85 Rp 30,323,413.85 26 Rp 308,719,000.00 Rp 1,925,000.00 Rp 636,729.23 Rp 311,280,729.23 29 Rp 364,249,000.00 Rp 1,300,000.00 Rp - Rp 365,549,000.00 30 Rp 198,614,700.00 Rp 500,000.00 Rp 198,307.85 Rp 199,313,007.85 31 Rp 423,373,555.00 Rp 1,250,000.00 Rp 582,514.87 Rp 425,206,069.87 32 Rp 51,510,000.00 Rp 400,000.00 Rp - Rp 51,910,000.00 36 Rp 26,943,000.00 Rp 725,000.00 Rp 61,643.08 Rp 27,729,643.08 37 Rp 70,312,580.00 Rp 500,000.00 Rp - Rp 70,812,580.00 40 Rp 376,420,140.00 Rp 1,250,000.00 Rp - Rp 377,670,140.00 42 Rp 35,532,000.00 Rp 350,000.00 Rp 63,775.38 Rp 35,945,775.38 45 Rp 46,255,000.00 Rp 400,000.00 Rp - Rp 46,655,000.00 46 Rp 31,750,000.00 Rp 400,000.00 Rp - Rp 32,150,000.00 47 Rp 147,849,260.00 Rp 500,000.00 Rp - Rp 148,349,260.00 48 Rp 459,705,180.00 Rp 800,000.00 Rp - Rp 460,505,180.00 Total Rp 6,589,486,630.00 Rp 27,400,000.00 Rp 4,082,378.10 Rp 6,620,969,008.10

Tabel 4.10 Selisih Biaya Inventory

Biaya Persentase Biaya Persentase Biaya Persentase

Purchasing Cost Rp - 0.00%Rp 5,360,500.00 0.08% Rp (5,360,500.00) -0.08% Ordering Cost Rp 3,000,000.00 7.55%Rp (12,350,000.00) -31.07% Rp 15,350,000.00 56.02% Holding Cost Rp (66,339,870.05) -100.00%Rp (62,257,491.95) -93.85% Rp (4,082,378.10) -100.00%

Total Rp (63,339,870.05) -0.95%Rp (69,246,991.95) -1.04%Rp 5,907,121.90 0.09%

HoldingCost=0 - Existing Basnet&Leung - Existing HoldingCost=0 - Basnet&Leung Selisih Inventory Cost

Gambar

Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. Meco Inoxprima
Gambar 4.2 Jenis Order Tahun 2005
Tabel 4.1 Spesifikasi Material  304 (L) 317 (L) 316 (L/Ti) 430Stainless steel  321 904 (L) A 517-B ST 40, 50, 60 A 516 Gr.70 A 105 H II A 106 (A, B) SS 400 A 53 SPV 490 Q A 283 (A, B, C) SPV 235 A 179Carbon steel  API - 5L VCN HASTELLOY Bronze Other alloys
Gambar 4.3 Aliran Proses Bisnis
+7

Referensi

Dokumen terkait

Diagram pareto jenis komplain sukro ori 20 Gr dalam satuan jumlah produk Data-data yang dibutuhkan untuk menggambarkan diagram pareto yaitu seperti yang ada pada tabel

Perhitungan Regresi Kecelakaan Dengan Menggunakan SPSS Pada tahap ini akan dilakukan pengolahan data dengan menggunakan proses regresi berganda pada data kecelakaan

Informasi data ini diperoleh melalui hasil survey di bagian produksi pada PT. IGS berupa hasil input biaya tenaga kerja, biaya material material, dan biaya `energi untuk

Sub subbab ini membahas mengenai pengolahan data dari hasil pengamatan yang telah dilakukan pada objek kajian beton pracetak. Pengolahan yang dilakukan menggunakan metode

Dari perhitungan lot sizing diatas didapatkan biaya per unit yang terkecil pada setiap pemesanan dengan frekuensi pemesanan untuk bahan baku iron sand sebanyak 12 kali

Dari hasil pengumpulan data yang sudah kita dapat, dan juga dilihat cukup, maka kita melanjutkan untuk proses pengolahan data.. Dari data jenis dan jumlah cacat pada

Context Diagram 0 Sistem Data base Inventory Technical Budget Holder Penyediaan dan penggunaan b a Laporan Transaksi Laporan Stock persediaan Purchasing Pemesanan barang C

4.7 Perhitungan Index of Fit (r) dan Pendugaan Parameter Distribusi Data Waktu Time to Repair (TTR) pada Komponen Heater Mesin Oven Botol.. Perhitungan index of fit (r)