• Tidak ada hasil yang ditemukan

SELEKSI TENAGA PENJUALAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SELEKSI TENAGA PENJUALAN"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Modul ke:

Fakultas

Program Studi

09

Ekonomi dan Bisnis

ManajemenS1

Dosen : Fitria Nursanti, SE., MPd.

SALESMANSHIP

PENGADAAN DAN SELEKSI TENAGA PENJUALAN

www.mercubuana.ac.id

(2)

Bagian Isi

REKRUITMENT

SELEKSI

(3)

• Rekrutmen merupakan proses mencari, menemukan, dan menarik pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi atau perusahaan. Maksud

rekrutmen adalah untuk mendapat persediaan sebanyak mungkin calon-calon pelamar sehingga organisasi atau perusahaan akan mempunyai

kesempatan yang lebih besar untuk melakukan pilihan terhadap calon pekerjaan yang dianggap memenuhi standar kualifikasi atau perusahaan. Proses rekrutmen berlangsung mulai dari saat mencari pelamar hingga pengajuan lamaran oleh pelamar. Oleh karena itulah rekrutmen sebagai salah satu kegiatan manajemen

sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan kaitannya

dengan kegiatan dengan kegiatannya yang lain.

(4)

Menurut Mathis and Jakson, perekrutan adalah proses mengumpulkan sejumlah pelamar yang berkualifikasi bagus untuk pekerjaan didalam organisasi atau

perusahaan.

Penarikan (recruitment) adalah proses pencarian dan pemikatan para calon karyawan (pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai karyawan (Handoko,2001:69) Menurut Ivancevich dan glueck (dalam

Sukamti,1989:133) rekruiting adalah serentetan

kegiatan yang digunakan oleh organisasi untuk menarik calon pegawai yang memiliki kemampuan dan sikap

yang dibutuhkan untuk membantu mencapai tujuannya.

(5)

• Sedangkan menurut Schuler dan Youngblood (dalam Sukamti,1989:133) rekrut (recruitmen) adalah serentetan kegiatan dan proses yang

digunakan untuk mendapatkan secara sah orang- orang yang tepat dan dalam jumlah yang cukup.

• Berdasarkan pengertian tersebut berarti

rekrutmen merupakan langkah pertama dalam rangka menerima seseorang dalam proses

pengupahan.

(6)

• proses rekrut terdiri dari dua fase utama yaitu:

• 1. untuk memonitor perubahan lingkungan dan organisasi yang menimbulkan kebutuhan untuk pegawai baru dan menetapkan pekerjaan-pekerjaan yang harus diisi dan tipe-tipe pelamar yang diperlukan.

• 2. untuk menyebarkan pada pelamar potensial bahwa ada lowongan pekerjaan, menarik mereka untuk kesempatan itu, menyisikan pelamar yang kurang memenuhi kualifikasi yang diperlukan.

• Menurut Simamora (2006:170) rekrutmen merupakan

serangkaian aktifitas untuk mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepagawaian.

(7)

• Alasan-Alasan Pasar Rekrutmen Gomes (2003:105)

mengemukakan rekrutmen dilaksanakan oleh organisasi disebabkan adanya lowongan dengan beraneka ragam alasan, yaitu:

• Berdirinya organisasi baru

• Adanya perluasan (ekspansi) kegiatan organisasi

• Terciptanya pekerjaan-pekerjaan dan kegiatan-kegiatan baru

• Adanya pekerjaan yang pindah ke organisasi lain

• Adanya pekerja yang berhenti, baik dengan hormat

maupun tidak dengan hormat sebagai tindakan punitive

• Adanya pekerja yang berhenti karena memasuki usia pensiun, dan

• Adanya pekerja yang meninggal dunia.

(8)

Agar kegiatan produktifitas disuatu organisasi tidak mengalami gangguan yang diakibatkan oleh berbagai faktor, seperti yang

disebutkan diatas, maka organisasi tersebut dengan cara merekrut tenaga kerja sesuai dengan kebutuhannya.

Tujuan Utama Proses Rekruitmen

Tujuan utama dari proses rekrutmen dan seleksi adalah untuk mendapatkan orang yang tepat bagi suatu jabatan tertentu,

sehingga orang tersebut mampu bekerja secara optimal dan dapat bertahan di perusahaan untuk waktu yang lama. Proses rekrutmen adalah suatu proses penerimaan calon tenaga kerja untuk

memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja (lowongan pekerjaan) pada suatu unit kerja dalam suatu organisasi atau perusahaan

(9)

• Werther & Davis (1996):

• Selection process is a series of spesific test used to decide which recruit should be hired. The process begin when recruit apply for employment and ends with the hiring decision.

Seleksi adalah suatu proses menyaring para pelamar guna memilih yang terbaik untuk diterima bekerja di perusahaan.

Penyaringan adalah proses pemisahan individu yang paling besar kemungkinan akan berhasil dalam suatu pekerjaan dan cocok

masuk organisasi, dari individu lain dari sejumlah besar pelamar.

Jika proses ini mengurangi sejumlah besar pelamar sampai tinggal satu pelamar, penyaringan menjadi sama dengan seleksi.

(10)

Dasar dan Tujuan Seleksi

• 1. Dasar Seleksi

• Dasar Seleksi berarti penerimaan karyawan baru

hendaknya berpedoman kepada dasar tertentu yang telah digariskan internal maupun eksternal

perusahaan supaya pelaksanaan dan hasil seleksi dapat dipertanggungjawabkan baik secara hukum maupun ekonomis. Dasar-dasar itu antara lain :

• • Kebijaksanaan perburuhan pemerintah.

• • Job specification atau jabatan

• • Ekonomis rasional

• • Etika rasional

(11)

2. Tujuan Seleksi Penerimaan Karyawan

Seleksi penerimaan karyawan baru bertujuan untuk mendapatkan hal-hal berikut :

Karyawan yang dapat bekerja secara mandiri.

Karyawan yang mempunyai perilaku dan budaya malu.

Karyawan yang jujur dan berdisiplin.

Karyawan yang qualified dan potensial

Karyawan yang dapat bekerjasama baik secara vertical maupun horizontal.

Karyawan yang dinamis dan kreatif.

Karyawan yang inovatif dan bertanggung jawab sepenuhnya.

Karyawan yang cakap dengan penempatannya yang tepat.

Karyawan yang terampil dan bersemangat dalam bekerja.

Karyawan yang memenuhi persyaratan undang-undang perburuhan.

Karyawan yang loyal dan berdedikasi tinggi.

Mengurangi tingkat absensi dan turnover karyawan.

Karyawan yang mudah dikembangkan pada masa depan .

(12)

Hal-hal yang mendasari proses seleksi:

a. Analisis jabatan yang meliputi uraian pekerjaan, spesifikasi individu dan standard tampilan kerja pada setiap posisi

b. Perencanaan SDM meliputi identifikasi lowongan, identifikasi pegawai yang dapat dipromosikan/ditransfer, dan metode

rekrutmen untuk sumber daya eksternal.

c. Rekrutmen, akan memungkinkan terkumpulnya berkas lamaran yang diseleksi

Masukan-masukan Seleksi

Para manajer personalia menggunakan proses seleksi untuk

mengambil keputusan penerimaan karyawan baru. Proses seleksi tergantung pada tiga masukan penting.

1. Informasi analisis jabatan memberikan deskripsi jabatan, 2. Spesifikasi jabatan dan

3. Standar-standar prestasi yang diisyaratkan jabatan.

Ketiga masukan ini sangat menentukan efektivitas proses seleksi.

(13)

Manajer personalia harus menghadapi paling

tidak tiga tantangan, yaitu tantangan-tantangan suplai, ethis dan organisasional. Berbagai

tantangan ini sering menjadi kendala proses seleksi.

• Tantangan-tantangan Suplai

• Tantangan-tantangan Ethis

• Tantangan-tantangan Organisasional

(14)

Formulir Lamaran Kerja

• Pada hampir semua organisasi, informasi pertama untuk penyaringan (screening) berasal dari formulir lamaran kerja.

Namun ada batasan yang diberikan oleh EEOC (Equal

Employment Opportunity Commission) untuk mencegah

penggunaan formulir lamaran ini sebagai alat untuk diskriminasi (yang tidak berkaitan dengan pekerjaan atau jabatan). Antara lain: kebangsaan/ kewarganegaraan, status keluarga, rekor kriminal, agama, keanggotaan organisiasi. Peraturan umum

tentang pertanyaan yang mencurigakan ialah bahwa pertanyaan tersebut dapat dipertanyakan asal saja tidak dipergunakan untuk mengambil keputusan dalam seleksi. Dengan kata lain,

pertanyaan tersebut hanya boleh berlaku sebagai informasi untuk arsip kepegawaian atau untuk keperluan penelitian.

(15)

Kriteria seleksi

Melalui proses seleksi dilakukan pemilihan atau pencocokan untuk mengurangi kemungkinan perusahaan menerima pegawai yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pencocokan tersebut dilakukan dengan membandingkan kualifikasi yang dimiliki calon pegawai (man specification) denga persyaratan yang harus dipenuhi untuk suatu pekerjaan (job

specification).

Proses seleksi calon tenaga kerja di perusahaan di Indonesia bervariasi.

Namun secara garis besar, proses seleksi berlangsung sesuai dengan

tahapan-tahaan sebagai berikut: seleksi atas surat lamaran. Berdasarkan surat lamaran yang diajukan calon, dipertimbangkan apakah ia akan

diterima untuk diseleksi pada tahapan seleksi berikutnya. Setelah itu diadakan wawancara awal, dalam tahap ini calon diwawancarai oleh pegawai/staf dibagian sumberdaya manusia, untuk mendapatkan gambaran umum tentang kesesuaian calon dengan pekerjaan yang ia

lamar. Kepada calon dijelaskan tentang pekerjaannya, apa yang diharapkan dari calon dan apa yang dapat diberikan oleh perusahaan kepada calon.

Jika calon tetap bersedia dan dinilai memenuhi persyaratan umum seperti umur tertenu, pendidikan tertentu, maka ia dapat mengikuti tahap seleksi berikutnya.

(16)

• Tahap ini dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

a) ujian, berupa ujian tertulis tentang pengetahuan dan

ketrampilannya yang berkaitan dengan pekrjaan yang dilamar (jika memang pekerjaan mensyaratkan pengalaman kerja).

b) pemeriksaan psikologis, calon dievaluasi secara psikologik, yang meliputi pemberian tes psikologik baik secara

perorangan maupun kelompok (klasikal),

c) wawancara, calon diwawancarai oleh pemimpin unit kerja yang memerlukan tenaganya

• Langkah-langkah seleksi surat lamaran

1. menyisihkan lamaran yang tidak memenuhi criteria 2. membandingkan pelamar

3. menggunakan kesan kepribadian

(17)

• Tahap ini dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

a) ujian, berupa ujian tertulis tentang pengetahuan dan

ketrampilannya yang berkaitan dengan pekrjaan yang dilamar (jika memang pekerjaan mensyaratkan pengalaman kerja).

b) pemeriksaan psikologis, calon dievaluasi secara psikologik, yang meliputi pemberian tes psikologik baik secara

perorangan maupun kelompok (klasikal),

c) wawancara, calon diwawancarai oleh pemimpin unit kerja yang memerlukan tenaganya

• Langkah-langkah seleksi surat lamaran

1. menyisihkan lamaran yang tidak memenuhi criteria 2. membandingkan pelamar

3. menggunakan kesan kepribadian

(18)

• Tujuan menggunakan formulir lamaran

• 1. membantu dalam wawancara

• 2. menjaring informasi yang belum lengkap

• 3. memudahkan informasi

• 4. alat memeriksa informasi sebelumnya

Evaluasi formulir lamaran kerja

• 1. Kecocokan dengan syarat-syarat pekerjaan

• 2. Petunjuk-petunjuk mengenai kepribadian

• 3. Pengetahuan, kemampuan dan sikap

• Memeriksa referensi dan latar belakang, dimaksudkan untuk mengetahui kebenaran dan fakta-fakta yang

diberikan pelamar.

(19)

• Tahap ini dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

a) ujian, berupa ujian tertulis tentang pengetahuan dan

ketrampilannya yang berkaitan dengan pekrjaan yang dilamar (jika memang pekerjaan mensyaratkan pengalaman kerja).

b) pemeriksaan psikologis, calon dievaluasi secara psikologik, yang meliputi pemberian tes psikologik baik secara

perorangan maupun kelompok (klasikal),

c) wawancara, calon diwawancarai oleh pemimpin unit kerja yang memerlukan tenaganya

• Langkah-langkah seleksi surat lamaran

1. menyisihkan lamaran yang tidak memenuhi criteria 2. membandingkan pelamar

3. menggunakan kesan kepribadian

(20)

Langkah-langkah Dalam Proses Seleksi

• Departemen personalia dapat menggunakan berbagai prosedur seleksi untuk membandingkan pelamar dengan spesifikasi jabatan.

Langkah-langkah dalam prosedur seleksi yang biasa digunakan paling tidak terdiri dari tujuah langkah. Bagi pelamar yang berasal dari suplai internal, kadang-kadang tidak perlu melalui beberapa langkah, seperti penerimaan pendahuluan, pemeriksaan referensi atau evaluasi medis (kesehatan).

Langkah-langkah Dalam Proses Seleksi

LANGKAH 1 : PENERIMAAN PENDAHULUAN

LANGKAH 2 : TES-TES PENERIMAAN

LANGKAH 3 : WAWANCARA SELEKSI

LANGKAH 4 : PEMERIKSAAN REFERENSI

LANGKAH 5 : EVALUASI MEDIS

LANGKAH 6 : WAWANCARA ATASAN LANGSUNG

LANGKAH 7 : KEPUTUSAN PENERIMAAN

(21)

Hasil Seleksi dan Umpan Balik

• Hasil akhir proses seleksi adalah orang yang diterima sebagai

karyawan baru. Bila masukan-masukan seleksi diperhatikan dengan seksama dan langkah-langkah dalam proses seleksi diikuti secara benar, maka para karyawan baru akan merupakan sumber daya manusia yang produktif. Dan karyawan produktif adalah bukti paling baik suatu proses seleksi yang efektif.

• Untuk mengevaluasi baik karyawan baru maupun proses seleksi diperlukan umpan balik. Umpan balik ini mungkin mencakup informasi tentang kepuasan karyawan, perputaran dan absensi, prestasi kerja, kegiatan serikat kerja, atau sikap penyelia. Umpan balik yang konstruktif diperoleh melalui diperoleh melalui

serangkaian pertanyaan tertentu.

(22)

Sumbangan Tes dan Wawancara dalam Pengambilan Keputusan

. Pada perusahaan yang menggunakan evaluasi atau asesmen psikologi dalam proses seleksi tenaga kerja, ada juga yang menggunakan metode- metode lainnya sebagai metode seleksi tenaga kerja, seperti metode surat lamaran, ujian pengetahuan dan atau ketrampilan, dan wawancara oleh calon atasannya.

Proses pengambilan keputusan penerimaan atau penolakan calon tenaga kerja dapat berlangsung secara bertahap atau secara bersama-sama. Jika berlangsung secara bertahap, maka pada setiap tahapan seleksi ada

calon tenaga kerja yang ditolak dan ada yang terus masuk keseleksi tahap berikutnya sampai tahap terakhir. Pada proses pengambilan keputusan yang berlangsung secara bersama-sama, maka keputusan diterima

tidaknya seseorang calon tenaga kerja didasarkan pada hasil dari setiap tahapan seleksi. Dalam hal ini maka besarnya sumbangan dari evaluasi psikologik, yang terdiri dari tes-tes psikologik dan wawancara, dalam proses seleksi dibandingkan dengan sumbangan dari metode- metode seleksi lainnya dapat ditentukan secara statistis, dalam rangka perhitungan keabsahan ramalan dari seleksi

(23)

DAFTAR PUSTAKA

Cron, W.L.& Decarlo, T.E. (2010), Sales Management, 10th Edition, John Wiley & Sons, Inc.NewYork.

Johnston, M. W., & Marshall, G. W. (2006). Sales force management. New York: McGraw-Hill

Siswanto Sutojo (2003), Salesmanship Damar Mulia Pustaka, Jakarta

Tracy Brian, (2007), The Psychology of Selling, Bhuana Ilmu Populer, Jakarta

(24)

Terima Kasih

Dosen : Fitria Nursanti, SE., MPd.

Referensi

Dokumen terkait

Wujud Konkrit Tata Kelola Pemerintahan Desa tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa), Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa), Anggaran dan

Putri an Irni, 2013, Analisis Pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Inventory Turnover, dan Return On Equity Terhadap Price Earning Ratio pada Perusahaan Industri

Hal ini dilakukan dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang pada akhirnya berdaya guna dan berhasil guna dalam proses pelaksanaan pembangunan Daerah

Peraturan ini telah menunjukkan beberapa upaya untuk meningkatkan pembangunan daerah perbatasan dengan mempromosikan kawasan perbatasan untuk menjadi daerah

نببيعلا مومببضملا يببثلثلا نببم رببملا نم ولاقو لببتقا :وببحن ،نببيعلا مامببضنل لببصولا فببلأ مببضب امك ةروسكم فللا تناكل نيعلا مض ولغ .جرخاو .ةروسكم وأ ةحوتفم

Kata hati, rasa bersalah dan rasa malu dalam perkembangan religiousitas adalah mekanisme jiwa yang terbentuk melalui proses internalisasi nilai nilai keagamaan

Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh penurunan produksi, sekresi, dan fungsi dari Anti Diuretic Hormone (ADH) serta kelainan ginjal yang

Issue etik yang terjadi antara bidan dengan klien, keluarga dan.. masyarakat mempunyai hubungan erat dengan nilai manusia