• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH TINGGI PENYERONGAN BATANG BAWAH DAN ZAT PENGATUR TUMBUH BENZILAMINOPURINE (BAP ) TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS OKULASI KARET (HEVEA BRASILIENSIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH TINGGI PENYERONGAN BATANG BAWAH DAN ZAT PENGATUR TUMBUH BENZILAMINOPURINE (BAP ) TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS OKULASI KARET (HEVEA BRASILIENSIS"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Grafik pertambahan tinggi tunas okulasi per pengamatan

Referensi

Dokumen terkait

Judul Tesis : IDENTIFlKASI INKOMPATIBILITAS BATANG ATAS DAN BAT ANG BAW AH P ADA SISTEM OKULASI KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg.).. Nama Mahasiswa : Sjarif

benih karet pada percobaan jenis mata entres pada beberapa klon 3 variabel berbeda nyata yaitu variabel presentase tunas yang tumbuh, variabel tinggi tunas hasil

Sedangkan interaksi BAP dan IBA memberikan pengaruh sangat nyata pada variabel presentase keberhasilan okulasi, dan berpengaruh nyata pada variabel panjang tunas,

pada dosis 30 g/ polybag memberikan hasil yang terbaik bagi pertumbuhan bibit karet stum mini, serta berpengaruh nyata pada pertambahan panjang okulasi dan pertambahan

Faktor utama klon karet dan pemberian konsentrasi air kelapa berpengaruh nyata terhadap parameter waktu tumbuh mata tunas, tinggi tanaman, dan diameter batang,

Bobot Berangkasan Kering Tanaman Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa, perlakuan pemberian zat pengatur tumbuh berpengaruh tidak nyata terhadap bobot berangkasan

Hasil analisis keragaman terhadap peubah yang diamati menunjukan bahwa jendela okulasi berpengaruh nyata terhadap kecepatan tunas mentis dan tinggi tunas, tetapi

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Presentase hidup bibit okulasi karet PB 260 untuk setiap perlakuan hingga akhir adalah 100%, Dosis pemberian ZPT Hormon Tanaman Unggul yang