BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Bentuk Penelitian
Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian dengan tujuan untuk menjelaskan suatu variabel. Pendekatan kualitatif adalah suatu pendekatan dalam melakukan penelitian berorientasi pada gejala-gejala yang bersifat alamiah. Pendekatan kualitatif ini sifatnya naturalistik dan mendasar, oleh sebab itu tidak bisa dilakukan di laboratorium melainkan harus terjun di lapangan. Pendekatan ini berusaha untuk memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu, untuk kemudian mencari jalan keluar dari permasalahan-permasalahan yang ada.
Bogdan dan Taylor (dalam Prastowo : 2011) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif kualitatif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.
3.2. Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di CV. Rejeki Jaya yang berlokasi di Dusun I, Huta Sipinggan, Nagori Panombeian, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun.
3.3. Informan Penelitian
Informan penelitian adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian (Moleong 2009). Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi, melainkan lebih dikenal dengan situasi sosial dan istilah sampel bukan dinamakan sebagai responden melainkan sebagai narasumber atau informan dalam penelitian
Untuk memperoleh data yang mendukung penelitian ini, peneliti mengkaji informasi melalui :
1. Informan kunci, yaitu pihak yang sangat memahami permasalahan yang akan diteliti. Dimana pihak yang dimaksud adalah orang mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian. Pihak yang merupakan informan kunci dalam penelitian ini adalah Bapak Iyan Hendra Manihuruk sebagai pemilik CV. Rejeki Jaya.
2. Informan utama, yaitu pihak yang terlibat langsung dalam interaksi sosial yang diteliti. Peneliti memilih pegawai CV. Rejeki Jaya sebagai menjadi informan utama dalam penelitian ini yang berjumlah 5 orang.
3.4. Defenisi Konsep
Untuk mendefenisikan konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini, maka defenisi konsep yang dikemukakan adalah:
1. Pemasaran adalah suatu proses kegiatan memasarkan suatu produk atau jasa antara penjual dan pembeli.
Pemasaran merupakan usaha untuk menyediakan dan menyampaikan barang dan jasa yang tepat kepada orang-orang yang tepat pada tempat dan waktu yang tepat (Assauri :2007)
2. Strategi pemasaran adalah rencana yang disusun secara menyeluruh tentang bagaimana cara memasarkan suatu produk atau jasa yang menjadi acuan kegiatan perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Strategi pemasaran adalah pola pikir pemasaran yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran. Strategi pemasaran berisi strategi spesifik untuk pasar sasaran, penetapan posisi, bauran pemasaran dan besarnya pengeluaran dalam pemasaran. (Philip Kotler :2004)
3. Beras adalah bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisah dari sekam. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, beras adalah padi yang terkelupas kulitnya dan akan menjadi nasi setelah ditanak.
3.5. Jenis dan Sumber Data
Data menurut perolehannya dibagi menjadi dua yakni : 1. Data Primer
Data primer adalah data mentah yang di ambil oleh peneliti sendiri (bukan oleh orang lain) dari sumber utama guna kepentingan penelitiannya dan data tersebut sebelumnya tidak ada. (Juliandi, 2013).
Data Primer yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh secara langsung di lokasi penelitian melalui observasi dan wawancara kepada pemilik dan karyawan yang terkait di CV. Rejeki Jaya.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang sudah tersedia yang di kutip oleh peneliti guna kepentingan penelitiannya (Juliandi, 2013).
Data Sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh buku, jurnal ilmiah, dukumen-dokumen serta media internet.
3.6. Teknik Pengumpulan Data
Tujuan pengumpulan data pada penelitian ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi yang lebih lengkap. Pengumpulan data ini dilakukan melalui :
1. Wawancara
Wawancara merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Wawancara bertujuan untuk mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden atau narasumber.
kelompok yang dijadikan narasumber dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan objek penelitian. Peneliti menggunakan wawancara secara terstruktur dimana wawancara dilakukan berdasarkan pada suatu pedoman atau catatan yang pokok pemikiran mengenai hal yang ditanyakan pada waktu interaksi tatap muka langsung antara peneliti dan narasumber.
2. Observasi/Pengamatan
Observasi adalah metode yang lazim digunakan dalam penelitian ilmiah. Observasi dilakukan dengan pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian tanpa berusaha melakukan intervensi terhadap keadaan dan kejadian yang sedang berlaku pada objek. Untuk observasi ini, peneliti mengamati langsung proses produksi dan kegiatan operasional usaha di CV. Rejeki Jaya.
3. Studi kepustakaan dan media internet.
3.7. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
3.7.1. Matriks Internal Analysis Summary (IFAS)
Matriks IFAS digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor internal perusahaan. Yang berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan. Adapun tahap-tahap analisisnya adalah sebagai berikut:
1. Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan perusahaan dalam kolom 1.
2. Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari 1,0 (paling penting) sampai 0,0 (tidak penting), berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap posisi strategi perusahaan. (Semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00).
3. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor), berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Variabel yang bersifat positif (semua variabel yang masuk kategori kekuatan) diberi nilai mulai dari +1 sampai dengan +4 (sangat baik). Sedangkan varibel yang bersifat negatif, kebalikannya. Contohnya, jika kelemahan perusahaan besar sekali, maka nilainya adalah 1, sedangkan jika kelemahan dibawah rata-rata, nilainya adalah 4.
4. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-maing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (outstanding) sampai dengan 1,0 (poor).
maka selanjutnya dicari selisih diantara keduanya untuk kemudian angka tersebut diaplikasikan pada kuadran analisis SWOT.
Tabel 3.1 Matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) Faktor-faktor Strategis Internal Bobot Rating Bobot x Rating
Kekuatan (Strength)
Sub Total
Kelemahan (Weakness)
Sub Total
Total 1.00
Selisih Skor Kekuatan dengan Skor Kelemahan
Sumber : Rangkuti (2009)
3.7.2. Matriks Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS)
Matriks EFAS digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor eksternal perusahaan. Berkaitan dengan peluang dan ancaman. Adapun tahap-tahap analisisnya adalah sebagai berikut:
1. Tentukan faktor-faktor yang menjadi peluang serta ancaman perusahaan dalam kolom 1.
faktor-faktor tersebut terhadap posisi strategi perusahaan. (Semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00).
3. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor), berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Variabel yang bersifat positif (semua variabel yang masuk kategori peluang) diberi nilai mulai dari +1 sampai dengan +4 (sangat baik). Sedangkan varibel yang bersifat negatif, kebalikannya. Contohnya, jika ancaman perusahaan besar sekali, maka nilainya adalah 1, sedangkan jika ancaman dibawah rata-rata, nilainya adalah 4.
4. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-maing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (outstanding) sampai dengan 1,0 (poor).
Tabel 3.2 Matriks External Factor Analysis Summary (EFAS) Faktor-faktor Strategis
Eksternal
Bobot Rating Bobot x Rating
Peluang(Opportunity)
Sub Total
Ancaman(Threat)
Sub Total
Total 1.00
Selisih Skor Peluang dengan Skor Ancaman
3.7.3. Diagram Cartesius Analisis SWOT
Setelah selisih skor dari kekuatan dengan kelemahan, peluang dan ancaman didapat, kemudian hasil dari selisish skor ini diaplikasikan ke Diagaram Cartesius Analisis SWOT, untuk mengetahui posisi kuadran yang ditempati oleh
perusahaan berdasarkan selisih skor tersebut.
Gambar 3.1 Diagram Cartesius Analisis SWOT 1.
III Mendukung Strategi Turn-Around I Mendukung Strategi Agresif
IV Mendukung Strategi Defensif II.Mendukung Strategi Diversifikasi
Sumber : Rangkuti (2009)
Dari gambar 3.1. Diagram Cartesius Analisis SWOT
Kuadaran I : Ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy).
Kuadran II : Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan ini masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan
Kelemahan
Peluang
Kekuatan
peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk/pasar).
Kuadran III : Perusahaan menghadapi peluang pasar yang besar, tetapi di lain pihak, ia menghadapi beberapa kendala/kelemahan internal. Kondisi bisnis pada kuadaran 3 ini mirip dengan Question Mark pada BCG matrik. Fokus strategi perusahaan ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik.
3.7.4. Analisis SWOT
Berikut ini adalah keterangan dari matriks SWOT diatas : 1. Strategi SO (Strength and Oppurtunity).
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar – besarnya.
2. Strategi ST (Strength and Threats).
Strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman.
3. Strategi WO (Weakness and Oppurtunity).
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
4. Strategi WT (Weakness and Threats).
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1. Deskripsi Lokasi Penelitian 4.1.1. Profil Singkat Penelitian
CV. Rejeki Jaya didirikan sekitar tahun 1997/1998. Pemilik CV. Rejeki Jaya ini adalah Bapak Iyan Hendra Manihuruk,S.E. Seorang entrepreneur yang merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas HKBP Nommensen, Medan. Usaha ini merupakan usaha keluarga yang kemudian diteruskan oleh Bapak Iyan Hendra Manihuruk. Sebelum menjadi pemilik usaha ini, Bapak Iyan sempat bekerja sebagai kontraktor di bidang properti di daerah Siantar-Simalungun. Usaha ini merupakan satu-satunya produsen dan distributor beras yang berada di Nagori Panombeian. Usaha ini memproduksi sebagian besar jenis beras yang umum dikonsumsi oleh masyarakat dengan standar kualiatas dan mutu yang baik. Produk beras hasil produksi usaha ini diberi merek Putri Kembar.
CV. Rejeki Jaya terletak di Dusun I, Huta Sipinggan, Nagori Panombeian, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun. Usaha ini beroperasi 6 hari dalam seminggu yaitu pada hari senin sampai dengan hari sabtu mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB, kecuali pada hari Minggu dan hari libur nasional. Usaha ini berdiri di lahan seluas 200 m2 dan dibantu oleh lima divisi yang masing-masing beranggotakan kurang lebih 12 orang karyawan.
kepada pelanggan. Selain itu, pihak CV. Rejeki Jaya juga bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk memasarkan produknya, seperti toko dan grosir. Rata-rata harga produk beras Putri Kembar yang dibeli oleh pelanggan adalah Rp 10.300 per kilogram. Namun, untuk harga distribusi tidak langsung ditetapkan oleh distributor/perantara dengan pertimbangan dari pemilik dan harga pasar. 4.1.2. Struktur Organisasi
Gambar 4.1. Struktur Organisasi
Sumber: Pemilik CV. Rejeki Jaya, 2016
Pemilik yang merupakan sekaligus pengelola CV. Rejeki Jaya bertugas sebagai pimpinan usaha secara keseluruhan. Pemilik merupakan pengambil keputusan akan strategi-strategi yang direncanakan. Pemilik berwenang untuk memberikan tugas dan tanggungjawab kepada para karyawan dan terjun langsung dalam proses pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan operasional usaha produksi beras pada CV. Rejeki Jaya.
Administrasi bertugas untuk kegiatan pengarsipan, layanan administrasi sesuai ketentuan yang di tetapkan oleh CV. Rejeki Jaya untuk mendukung kelancaran operasional. Selain itu administrasi juga bertanggungjawab untuk mencatat dan memeriksa status data penjualan yang akan dilakukan dan telah dilakukan agar mudah untuk menindaklanjuti kekurangannya, membuat laporan persedian barang dan bahan baku, menerima dan membalas telepon yang masuk,
melaksanakan kegiatan surat menyurat, mengevaluasi kerja untuk memastikan tercapainya kulaitas target kerja sebagai bahan informasi kepada pemilik CV. Rejeki Jaya
Bagian pengeringan bertugas untuk mengeringkan gabah agar siap digiling. Pengeringan dilakukan untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam gabah hasil panen untuk keperluan simpan maupun giling. Pengeringan ini dapat dilakukan dengan sinar matahari (pengeringan tradisional dengan tikar atau wadah yang disediakan) dan pengeringan buatan. Pengeringan yang dilakukan oleh CV. Rejeki Jaya adalah pengeringan dengan sinar matahari langsung (pengeringan tradisional). Gabah di jemur di lantai semen yang dibuat agak tinggi di bagian tengahnya dengan saluran air diantaranya untuk mencegah berkumpulnya air jika turun hujan. Praktek penjemuran dilakukan dengan alas tikar atau terpal plastik pada lantai sehingga gabah pada lapisan dasar tidak terkena panas berlebihan akibat pemanasan lantai semen, selain itu juga untuk memudahkan untuk ditutupi atau diangkut ke gudang dengan cepat bila sewaktu-waktu turun hujan selama proses penjemuran.
dengan istilah bekatul. Aleurone adalah lapisan protein yang memicu beras untuk berkecambah, sedangkan pericarp adalah jaringan yang mengelilingi biji sebagai pelindung. Selanjutnya beras pecah kulit mengalami proses penyosohan/pemolesan yang dilakukan menggunakan mesin penyosoh atau disebut juga mesin pemutih yang hasilnya adalah beras putih yang siap untuk dikonsumsi.
Bagian pengemasan bertugas untuk menentukan kelompok mutu beras yang akan dikemas untuk kemudian dipasarkan setelahnya. Setelah gabah yang telah diolah telah mencapai produk akhir yaitu beras, maka produk siap untuk dikemas. Sebelum dikemas beras putih hasil proses penyosohan kemudian dipisahkan menurut kelompok mutunya. Selain itu dilakukan juga pengelompokan mutu berdasarkan bentuk fisik beras yaitu beras utuh, beras patah dan beras menir. Pengelompokan berdasarkan fisik beras ini dilakukan dengan menggunakan mesin pengayak dan silinder pemisah. Setelah proses pengelompokan selesai dilakukan beras kemudian di kemas kedalam karung. Pengemasan yang dilakukan oleh CV. Rejeki Jaya yaitu dengan menggunakan mesin, hal ini bertujuan agar proses pengemasan berjalan secara efektif dan efisien, selain itu juga untuk menjaga kualitas produk karena prosesnya yang optimal dan tepat waktu. Dalam pengemesan produknya CV. Rejeki Jaya menggunakan kemasan karung plastik dengan kapasitas berat bersih 5kg sampai dengan 30kg.
Jaya yaitu ke toko-toko maupun pasar-pasar tradisional disekitar daerah Siantar-Simalungun. Pengantaran yang dilakukan kurir ini menggunakan armada truk colt diesel yang berkapasitas muatan 2-3 ton dan truk pick up yang berkapasitas muatan 1-2 ton.
4.1.3. Kegiatan Usaha CV. Rejeki Jaya
Kegiatan usaha pada CV. Rejeki Jaya merupakan kegiatan produksi beras yang bahan bakunya berasal dari membeli padi petani sekitar dan petani daerah lain. Dalam proses produksinya, CV. Rejeki Jaya tidak jauh berbeda dari proses produksi dengan usaha produksi beras lainnya.
CV. Rejeki Jaya membeli padi yang telah dirontokkan menjadi gabah. Kemudian gabah dikeringkan dengan cara dijemur dibawah sinar matahari langsung. Pengeringan ini dilakukan untuk mengurangi kadar air dalam gabah. Gabah di jemur di lantai semen yang dibuat agak tinggi di bagian tengahnya dengan saluran air diantaranya untuk mencegah berkumpulnya air jika turun hujan. penjemuran dilakukan dengan alas tikar atau terpal plastik pada lantai. Pengeringan ini dilakukan selama kurang lebih 8-10 jam pada suhu panas.
Selanjutnya beras dikelompokkan mutunya berdasarkan standar kualitas yang telah ditetapkan oleh CV. Rejeki Jaya. Setelah pengelompokan selesai dilakukan, beras dikemas kedalam karung dengan kapasitas berat bersih 10kg yang telah diberi cap/label/merek oleh CV. Rejeki Jaya. Pengemasan beras ini dilakukan dengan menggunakan mesin pengemas khusus agar prosesnya dapat berjalan secara optimal dan tepat waktu. Proses pengemasan dengan menggunakan mesin ini dinilai lebih efektif dan efisien serta mampu menjamin kualitas produk.
4.1.4. Produk Yang Dihasilkan
CV. Rejeki Jaya merupakan usaha produksi beras yang menghasilkan berbagai jenis beras dengan merek Putri Kembar. Adapun jenis beras yang di produksi oleh CV. Rejeki Jaya antara lain:
1. IR64 4. Simotong
2. Kuku Balam (KKB) 5. Siangkat 3. Siudang
Untuk beras jenis Siangkat merupakan produk hasil inovasi CV. Rejeki Jaya, dimana beras jenis Siangkat ini adalah produk asli yang di produksi oleh CV. Rejeki Jaya.
4.2. Penyajian Data
identifikasinya untuk menemukan kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman pada CV. Rejeki Jaya.
4.2.1. Data Informan
Tabel 4.1. Data Informan
No
Nama Jenis Kelamin Pekerjaan Status 1. Iyan Hendra
Manihuruk,S.E
Laki-laki Wiraswasta Pemilik usaha
2. Berta tindaon Perempuan Karyawan Karyawan CV. Rejeki Jaya
3. Alex Sihombing Laki-laki Karyawan Karyawan CV. Rejeki Jaya
4. Dhani Pramono Laki-laki Karyawan Karyawan CV. Rejeki Jaya
5. Jamot Saragih Laki-laki Karyawan Karyawan CV. Rejeki Jaya
6. Sandro Purba Laki-laki Karyawan Karyawan CV. Rejeki Jaya
7. Boby Rajagukguk Laki-laki Pedagang Pelanggan 8. Erni Sihotang Perempuan Petani Pelanggan 9. Masnita Purba Perempuan Guru Pelanggan 10. Herbet Silalahi Laki-laki Buruh Pelanggan 11. Tumpak Pardosi Laki-laki Petani Pelanggan 12. Ina Saragih Perempuan Pegawai
negeri sipil
4.2.2. Bauran Pemasaran CV. Rejeki Jaya 1. Produk
CV. Rejeki Jaya merupakan usaha produksi beras yang memproduksi hampir sebagian besar jenis beras yang umum dikonsumsi oleh masyarakat. Adapun jenis beras yang di produksi oleh CV. Rejeki Jaya terdapat dalam tabel 4.2.
Tabel 4.2. Jenis beras produksi CV. Rejeki Jaya.
Sumber: Pemilik CV. Rejeki Jaya, 2016
CV. Rejeki Jaya memasarkan beras hasil produksinya dengan merek Putri Kembar. Adapun produk yang paling umum diminati oleh pelanggan CV. Rejeki Jaya adalah Siangkat, Kuku Balam dan IR64. Dimana beras jenis Siangkat merupakan produk asli CV. Rejeki Jaya yang paling banyak diminati oleh masyarakat dan pembeli di lingkungan sekitar CV. Rejeki Jaya. Beras jenis Siangkat ini sekaligus sebagai ciri khas yang dimiliki oleh CV. Rejeki Jaya dari pesaing-pesaingnya.
Pelayanan yang diberikan oleh CV. Rejeki Jaya dinilai baik oleh pelanggannya, dimana setiap pembelian produk beras, pihak CV. Rejeki Jaya bersedia mengantarkan langsung kepada pelanggannnya, terutama kepada pihak yang bekerjasama dengan CV. Rejeki Jaya. Setiap pengantaran kepada
No
Jenis
1 IR64
2 Kuku Balam
3 Siudang
pelanggan pihak CV. Rejeki Jaya selalu mengupayakan untuk tepat waktu, selain itu harga produk beras yang dijual juga bersaing dan terjangkau.
2. Harga
Harga yang ditawarkan oleh CV. Rejeki Jaya bervariasi untuk setiap produk beras yang dihasilkan, tetapi tidak jauh berbeda dengan harga beras yang beredar di pasaran. Dalam hal ini CV. Rejeki Jaya mengikuti harga produk beras yang berada di pasaran sebagai standar dalam penentuan harga produknya.
Table 4.3. Harga beras produksi CV. Rejeki Jaya No Jenis beras Harga per kilogram
1 IR64 Rp 11.000,-
2 Kuku Balam Rp 10.200,-
3 Siudang Rp 10.000,-
4 Simotong Rp 8.700,-
5 Siangkat Rp 10.300,-
Sumber : Pemilik CV. Rejeki Jaya, 2016
Penetapan harga ini juga dilakukan dengan pertimbangan harga bahan baku gabah yang di jual oleh petani kepada CV. Rejeki Jaya. Dikarenakan CV. Rejeki Jaya memperoleh bahan baku dari petani sekitar dan daerah lain dengan cara membeli gabah dari petani atau petani yang datang langsung menjual hasil panennya kepada CV. Rejeki Jaya.
Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan informan tambahan (pelanggan), peneliti menyimpulkan bahwa harga yang ditetapkan oleh CV. Rejeki Jaya pada setiap produknya dapat terjangkau dan sesuai dengan kemampuan finansial pelanggan pada umumnya.
3. Distribusi
ke tempat usaha produksi beras CV. Rejeki Jaya di Dusun I, Huta Sipinggan, Nagori Panombeian, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun.
Selain itu CV. Rejeki Jaya juga memanfaatkan pihak yang bekerjasama untuk memasarkan produknya, yaitu dengan cara mengantarkan produknya ke toko-toko dan pasar-pasar yang memesan dengan cakupan wilayah Siantar-Simalungun dan sekitarnya. Karyawan CV. Rejeki Jaya juga dapat ikut serta dalam mendistribusikan beras hasil produksinya dengan ketentuan dan koordinasi dari pemilik sekaligus pengelola CV. Rejeki Jaya, yaitu Bapak Iyan Hendra Manihuruk.
Untuk pemasaran diluar daerah Siantar-Simalungun , CV. Rejeki Jaya mengantarkan langsung produk beras kepada pelanggan atau toko yang bekerjasama. Dikarenakan usaha produksi beras CV. Rejeki Jaya lokasinya tergolong jauh dari wilayah pemasarannya, CV. Rejeki Jaya memiliki karyawan yang bertugas untuk mengantarkan beras produksinya langsung kepada pelanggan. Pengantaran dilakukan menggunakan armada truk colt diesel yang berkapasitas muatan 2-3 ton dan truk pick up yang berkapasitas muatan 1-2 ton, tergantung banyaknya jumlah pesanan yang akan diantarkan. 4. Promosi
Kualitas produk dan loyalitas pelanggan yang pernah membeli beras produksi CV. Rejeki Jaya merupakan kunci utama dalam promosi ini, sehingga semakin memperluas jangkauan promosinya.
4.2.3. Analisis Lingkungan Internal
Lingkungan internal adalah lingkungan perusahaan yang berada di dalam perusahaan tersebut dan secara formal memiliki implikasi langsung dan khusus pada perusahaan. Hasil dari identifikasi dan evaluasi atas lingkungan internal perusahaan akan menghasilkan kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) yang diharapkan dapat memunculkan keunggulan strategi yang dimiliki perusahaan. Identifikasi lingkungan internal meliputi faktor pemasaran dan sumber daya manusia.
1. Faktor Pemasaran
Faktor pemasaran pada CV. Rejeki Jaya yang dianalisis oleh penulis dengan pendekatan analisis bauran pemasaran (marketing mix) 4P, yang meliputi produk/product, harga/price, promosi/promotion, dan distribusi/place.
a. Produk/product
Produk yang dihasilkan oleh CV. Rejeki Jaya adalah beras dengan merek Putri Kembar dengan jenis bervariasi yang umum di masyarakat, antara lain IR64, Kuku Balam (KKB), Siudang, Simotong dan Siangkat sebagai produk asli hasil inovasinya.
b. Harga/price
bahan baku gabah yang dibeli dari hasil panen petani. Rata-rata harga beras merek Putri Kembar adalah Rp 10.300,-/kg, diperoleh dari hasil analisis peneliti pada saat penelitian dilakukan.
c. Promosi/promotion
Dalam mempromosikan produknya, CV. Rejeki Jaya menggunakan pendekatan sistem promosi mouth to mouth (mulut ke mulut) dimana pelanggan sebagai sasaran utama. Pelanggan yang pernah membeli produk beras produksi CV. Rejeki Jaya diharapkan dapat mempromosikannya kepada orang lain agar lebih banyak lagi orang yang mengenal beras produksi CV. Rejeki Jaya.
d. Distribusi/place
Sistem distribusi yang diterapkan oleh CV. Rejeki Jaya adalah distribusi langsung dan tidak langsung, dimana pelanggan membeli langsung ke tempat usaha produksi beras CV. Rejeki Jaya di Dusun I, Huta Sipinggan, Nagori Panombeian, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun sera memanfaatkan pihak yang bekerjasama untuk memasarkan produknya, yaitu dengan cara mengantarkan produknya ke toko-toko dan pasar-pasar yang memesan dengan cakupan wilayah Siantar-Simalungun dan sekitarnya.
2. Faktor Sumber Daya Manusia (SDM)
diperhatikan guna meningkatkan motivasi kerja pada karyawan. Pelatihan kepada karyawan juga diupayakan terus menerus guna meningkatkan sumber daya manusia yang dimiliki sehingga kulitas produksi tetap terjaga.
4.2.4. Analisis Lingkungan Eksternal
Analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengetahui peluang dan ancaman pada perusahaan. Peluang (opportunity) merupakan tren positif yang berada pada lingkungan eksternal perusahaan yang dapat memberikan keuntungan apabila dimanfaatkan dengan baik. Sedangkan ancaman (threat) merupakan tren negatif yang berada pada lingkungan eksternal perusahaan yang dapat menimbulkan kerugian apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Analisis lingkungan eksternal dapat diperoleh melalui data primer (data yang diperoleh dari perusahaan, baik itu melalui dokumentasi perusahaan maupun hasil wawancara kepada pihak pusahaan) dan data sekunder (studi kepustakaan yang dilakukan oleh penulis). Lingkungan eksternal secara garis besar dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu lingkungan makro dan lingkungan mikro.
1. Lingkungan Makro
1. Demografi
Indonesia merupakan Negara berkembang dengan tingkat populasi yang cukup besar. Jumlah penduduk Indonesia yang semakin meningkat dengan pertumbuhan per tahunnya dan menjadikan Indonesia menjadi potensi pasar yang sangat besar.
2. Ekonomi
Keadaan ekonomi saat ini dan masa yang akan datang akan sangat mempengaruhi tingkat keuntungan perusahaan. Saat ini, kondisi perekonomian makro sedang tidak stabil dengan adanya kenaikan kurs mata uang asing terhadap nilai tukar Rupiah. Sampai dengan Oktober 2016 nilai tukar Rupiah mencapai Rp 12.970/US$ merupakan ancaman bagi CV. Rejeki Jaya, khususnya dalam proses produksi yang mendorong kenaikan biaya produksi yang akan berdampak pada harga jual beras. Harga jual yang meningkat akan menyebabkan daya beli konsumen menurun dan berakibat pada penurunan volume penjualan dan pendapatan perusahaan.
3. Teknologi
4. Politik
Situasi kebijakan dan stabilitas politik menjadi faktor penting yang harus terus diikuti karena merupakan faktor penting bagi perusahaan. 5. Sosial Budaya
Budaya masyarakat Indonesia yang menganggap beras sebagai salah satu bahan pangan pokok menyebabkan permintaan akan beras semakin meningkat. Hal ini merupakan salah satu peluang yang dimanfaatkan oleh CV. Rejeki Jaya sebagai salah satu produsen beras.
2. Lingkungan Mikro
Lingkungan Mikro perusahaan terdiri dari para pelaku dalam lingkungan yang langsung berkaitan dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar. Lingkungan mikro terdiri dari pemasok, pelanggan/konsumen, dan pesaing.
1. Pemasok
Produk yang dipasarkan oleh CV. Rejeki Jaya adalah beras dengan merek Putri Kembar yang bahan baku gabahnya berasal dari petani sekitar dan petani dari daerah lain dengan cara membeli kepada petani atau petani menjual langsung kepada CV. Rejeki Jaya.
2. Pelanggan/Konsumen
3. Pesaing
Pesaing yang dihadapi oleh CV. Rejeki Jaya merupakan perusahaan-perusahaan yang beroperasi pada bidang yang sama yaitu produksi beras. Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh peneliti dari pihak CV. Rejeki Jaya, mereka hanya memiliki satu pesaing di setiap kecamatan dalam cakupan wilayah Siantar-Simalungun. Namun dengan terus menjaga dan meningkatkan kualitas produknya, hali ini dapat diatasi. Ditambah lagi dengan keunggulan produk asli hasil inovasi yang terus dikembangkan.
4.2.5. Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan pada CV. Rejeki Jaya
Berdasarkan data yang diperoleh dari lingkungan internal CV. Rejeki Jaya serta wawancara dengan informan penelitian, kekuatan serta kelemahan yang dimiliki oleh CV. Rejeki Jaya disajikan dalam tabel 4.4.
Tabel 4.4. Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan
Kekuatan Kelemahan
1 Produk Beras Jenis Siangkat 1 Kurangnya jumlah SDM 2 Kualitas Produk Beras yang
dihasilkan baik
2 Mesin produksi yang digunakan terkadang mengalami kemacetan 3 Harga yang bersaing 3 Kurangnya promosi selain promosi
mouth to mouth
4. Pelayanan yang diberikan oleh CV. Rejeki Jaya dinilai baik oleh
pelanggan.
4 .
Lokasi produksi yang jauh dari pasar
1. Kekuatan (strength)
Kekuatan merupakan faktor-faktor internal positif yang berperan terhadap kemampuan CV. Rejeki Jaya untuk mencapai tujuannya. Adapun kekuatan yang dimiliki oleh CV. Rejeki Jaya adalah sebagai berikut:
a. Produk beras jenis Siangkat
Produk beras jenis siangkat merupakan produk asli CV. Rejeki Jaya dari hasil inovasi yang dilakukan sekaligus sebagai produk yang paling banyak diminati oleh masyarakat dan pembeli di lingkungan sekitar CV. Rejeki Jaya. Beras jenis Siangkat ini sekaligus sebagai ciri khas yang dimiliki oleh CV. Rejeki Jaya dari pesaing-pesaingnya. b. Produk beras yang dihasilkan berkualitas baik
Dalam memproduksi beras Putri Kembar, CV. Rejeki Jaya selalu berusaha untuk menjaga kualitasnya dan terus melakukan peningkatan kualitaqs terhadap produk-produknya.
c. Harga yang bersaing
Harga yang ditetapkan oleh CV. Rejeki Jaya untuk setiap produknya mengikuti harga beras dipasaran dan pelanggan merasa bahwa harga yang ditetapkan terjangkau dan sesuai dengan kemampuan finansial pelanggan pada umumnya.
e. Distribusi yang tepat waktu
Setiap pengantaran kepada pelanggan pihak CV. Rejeki Jaya selalu mengupayakan untuk tepat waktu. CV. Rejeki Jaya memiliki karyawan yang bertugas untuk mengantarkan beras produksinya langsung kepada pelanggan. Pengantaran dilakukan menggunakan armada truk colt diesel yang berkapasitas muatan 2-3 ton dan truk pick up yang berkapasitas muatan 1-2 ton, tergantung banyaknya jumlah pesanan yang akan diantarkan.
2. Kelemahan (weakness)
Merupakan faktor-faktor internal negatif yang merintangi CV. Rejeki Jaya untuk mencapai tujuannya. Adapun kelemahan yang dimiliki oleh CV. Rejeki Jaya adalah sebagai berikut:
a. Kurangnya jumlah SDM
Kurangnya jumlah SDM pada CV. Rejeki Jaya merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam kegiatan operasional juga berdampak pada tingkat jumlah produksi.
b. Mesin produksi yang digunakan terkadang mengalami kemacetan. Pada saat proses produksi, mesin produksi terkadang mengalami kemacetan yang mengakibatkan terkendalanya proses produksi.
c. Kurangnya promosi selain promosi mouth to mouth
hanya pelanggan yang pernah membeli saja yang mengetahui produk ini.
d. Lokasi produksi yang jauh dari pasar
Lokasi produksi yang jauh dari pasar menyebabkan pihak CV. Rejeki Jaya harus menambah biaya operasional dalam mendistribusikan produknya.
e. Kebutuhan penambahan modal
4.2.6. Identifikasi Peluang dan Ancaman pada CV. Rejeki Jaya
Berdasarkan data yang diperoleh dari lingkungan eksternal CV. Rejeki Jaya serta wawancara dengan informan penelitian, peluang serta ancaman yang akan dihadapi oleh CV. Rejeki Jaya disajikan dalam tabel 4.5.
Tabel 4.5. Identifikasi Peluang dan Ancaman
Peluang Ancaman
1 Memperluas wilayah distirbusi 1 Kompetitor dari wilayah lain 2 Tingginya permintaan masyarakat
terhadap beras produksi CV. Rejeki Jaya yang berkualitas
2 Persaingan harga beras dengan competitor
3 Penggunaan media promosi seperti spanduk dan brosur untuk menjual beras produksi CV. Rejeki Jaya
3 Langkanya bahan baku gabah
4. Bantuan dana dari pihak luar 4. Keadaan ekonomi masyarakat yang tidak stabil
5 Penambahan jumlah karyawan 5 Meningkatnya persaingan antar usaha produksi beras yang telah menggunakan mesin lebih canggih
1. Peluang (opportunity)
Merupakan faktor-faktor eksternal positif yang dapat dimanfaatkan oleh CV. Rejeki Jaya untuk mencapai tujuannya. Adapun peluang yang dimiliki oleh CV. Rejeki Jaya adalah sebagai berikut:
a. Memperluas wilayah distribusi
Semakin banyaknya jumlah permintaan akan produk beras merek Putri Kembar merupakan suatu peluang yang patut dimanfaatkan oleh CV. Rejeki Jaya untuk memperluas wilayah distribusinya. Hali ini dapat dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait, seperti toko-toko yang menjual produk sembako atau pasar-pasar tradisional di sekitar daerah Siantar-Simalungun.
b. Tingginya permintaan masyarakat terhadap beras produksi CV. Rejeki Jaya yang berkualitas.
Peluang ini dapat terwujud dengan terus menerus meningkatkan kualitas dan menjaga mutu beras produksi.
c. Penggunaaan media promosi seperti spanduk dan brosur untuk menjual beras produksi CV. Rejeki Jaya.
d. Bantuan dana dari pihak luar.
Semakin banyaknya lembaga keuangan seperti bank yang menawarkan pinjaman modal menjadi solusi dalam mengembangkan usaha, dimana pinjaman modal ini dapat digunakan untuk menambah kekurangan yang ada, seperti mesin-mesin produksi atau armada pengangkutan dalam proses distribusi. e. Penambahan jumlah karyawan.
Dengan semakin banyaknya permintaan yang datang dari pelanggan, maka volume produksi haruslah bertambah untuk memenuhi permintaan. Dengan demikian penambahan jumlah SDM untuk meningkatkan jumlah produksi merupakan sebuah peluang yang patut dilakukan untuk memenuhi permintaan yang terus bertambah.
2. Ancaman (threat)
Merupakan faktor-faktor eksternal negatif yang dapat merintangi kemampuan CV. Rejeki Jaya untuk mencapai tujuannya. Adapun ancaman yang dihadapi oleh CV. Rejeki Jaya adalah sebagai berikut:
a. Kompetitor dari wilayah lain.
b. Persaingan harga beras dengan competitor.
Hadirnya kompetitor-kompetitor baru yang menawarkan harga yang lebih murah terhadap produknya dan mungkin lebih terjangkau oleh tingkat finansial masyarakat.
c. Langkanya bahan baku gabah.
Bahan baku gabah yang terkadang sulit untuk didapat jika tidak musim panen atau wabah hama yang melanda sebuah daerah yang biasa menjadi sumber bahan baku produksi mengharuskan pihak CV. Rejeki Jaya harus melakukan pencarian bahan baku ke daerah lain yang terkadang sangat jauh dari wilayah produksi. d. Keadaan ekonomi masyarakat yang tidak stabil.
Kondisi perekonomian Indonesia yang tidak stabil menyebabkan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Hal ini mempengaruhi kenaikan harga bahan pokok termasuk beras. Harga yang meningkat menjadikan keadaan ekonomi masyarakat menjadi tidak stabil serta menurunya daya beli akan berdampak pada pendapatan usaha.
e. Meningkatnya persaingan antar usaha produksi beras yang telah menggunakan mesin yang lebih canggih.
4.3. Analisis Data
Dari hasil penyajian data di atas, data tersebut kemudian akan diolah dengan menggunakan Analisis SWOT. Terlebih dahulu dilakukan tahap-tahap seperti menyusun tabel Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS) dengan memasukkan faktor-faktor yang
menjadi Strength dan Weakness serta Opportunity dan Threat pada CV. Rejeki Jaya. Selanjutnya bobot diberikan pada masing-masing faktor dari skala mulai dari 0,0 (tidak penting) sampai dengan 1,00 (sangat penting) dimana semua bobot tersebut jumlahnya tidak lebih dari skor total 1,00. Menghitung rating untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 1 (dibawah rata-rata) sampai dengan 4 (sangat baik). Nilai rating Strength dan Weakness selalu bertolak belakang, begitu juga dengan Opportunity dan Threat.
4.3.1. Matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) CV. Rejeki Jaya Tabel 4.6. Tabel IFAS
Faktor-Faktor Strategi Internal
Bobot Rating Bobot X Rating
Kekuatan (strength) 1. Produk Beras Jenis Siangkat 2. Kualitas Produk Beras yang
dihasilkan baik 3. Harga yang bersaing
4. Pelayanan yang diberikan oleh CV. Rejeki Jaya dinilai baik oleh
pelanggan.
5. Distribusi yang tepat waktu 0,15 4 0,6
SUB TOTAL 0,6 1.8
Kelemahan (weakness) 1. Kurangnya jumlah SDM
2. Mesin produksi yang digunakan terkadang mengalami kemacetan 3. Kurangnya promosi selain promosi
mouth to mouth
4. Lokasi produksi yang jauh dari pasar
Selisih skor Kekuatan dan Kelemahan 1
Sumber : Pengolahan Data Internal, 2016
a. Pembobotan berdasarkan penilaian IFAS Penentuan Bobot
0,0 – 0,05 = Berpengaruh Kecil 0,06 – 0,1 = Berpengaruh sedang 0,11 – 0,15 = Berpengaruh Besar > 0,15 = Berpengaruh sangat besar
2 = sedang 3 = besar 4 = sangat besar
Dari Matriks IFAS, Kekuatan (strength) diperoleh 1,8 dan Kelemahan (weakness) senilai 0,8 ( 1,8 – 0,8 = 1). Hal ini menunjukkan kekuatan internal dari CV. Rejeki Jaya dapat dipergunakan untuk meminimalkan kelemahan yang ada pada kegiatan operasional CV. Rejeki Jaya dalam memproduksi dan distribusi beras kepada pelanggan/masyarakat.
4.3.2. Matriks External Factor Analysis Summary (EFAS) CV. Rejeki Jaya Tabel 4.7. Tabel EFAS
Faktor-Faktor Strategi Eksternal
Bobot Rating Bobot X Rating
Peluang (opportunity) : 1. Memperluas wilayah distribusi 2. Tingginya permintaan masyarakat
terhadap beras produksi CV. Rejeki Jaya yang berkualitas 3. Penggunaan media promosi seperti
Ancaman (threat) : 1. Kompetitor dari wilayah lain. 2. Persaingan harga beras dengan
kompetitor
3. Langkanya bahan baku gabah 4. Keadaan ekonomi masyarakat
yang tidak stabil.
5. Meningkatnya persaingan antar usaha produksi beras yang telah menggunakan mesin yang lebih
Selisih skor Peluang dan Ancaman 0,95
Sumber : Pengolahan Data Eksternal, 2016
a. Pembobotan berdasarkan penilaian EFAS Penentuan Bobot
0,0 – 0,05 = Berpengaruh Kecil 0,06 – 0,1 = Berpengaruh sedang 0,11 – 0,15 = Berpengaruh Besar > 0,15 = Berpengaruh sangat besar
2 = sedang 3 = besar 4 = sangat besar
Dari Matriks EFAS, Peluang (opportunity) diperoleh 1,9 dan Ancaman (threat) senilai 0,8 ( 1,9 - 0,8 = 1,1 ). Hal ini menunjukkan peluang CV. Rejeki Jaya untuk memasarkan dan meningkatakan penjualan serta distribusi lebih besar dibandingkan dengan ancaman yang mungkin akan dihadapi oleh usaha ini . 4.3.3. Diagram Cartesius Analisis SWOT
Hasil analisis pada tabel Matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS) dipetakan pada diagram Cartesius analisis SWOT dengan cara sebagai berikut :
a. Sumbu horisontal (x) menunjukkan kekuatan dan kelemahan, sedangkan sumbu vertikal (y) menunjukkan peluang dan ancaman.
b. Posisi organisasi ditentukan dengan hasil analisa sebagai berikut.
c. Jika peluang lebih besar daripada ancaman, maka nilai y>0 dan sebaliknya ancaman lebih besar daripada peluang maka nilai y<0
Gambar 4.2. Kuadran Diagram cartesius
Kuadaran III Kuadran I
Mendukung Strategi Turn-Around Mendukung Strategi Agresif
Kuadran II Kuadran IV
Mendukung Strategi Defensif Mendukung Strategi
Diversifikasi
Sumber: hasil pengolahan data penelitian, 2016
Dari Gambar 4.2. Diagram Cartesius Analisis SWOT CV. Rejeki Jaya, dapat dilihat bahwa CV. Rejeki Jaya berada pada posisi Kuadran I yang mendukung strategi agresif. Posisi kuadran I ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. CV. Rejeki Jaya memiliki kekuatan yang dapat digunakan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan pada perusahaan ini adalah yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy). Strategi agresif dapat diterapkan melalui strategi intensif, yaitu
penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk.
Kelemahan (-0,8) Kekuatan (+1,8) (+)1,1
(+)1
4.3.4. Matrix SWOT
Tabel 4.8. Rumusan Kombinasi Strategi Matrik SWOT
IFAS EFAS
Kekuatan(Strength) ( 1,8 )
Kelemahan(Weakness)
( 0,8 ) Peluang(Opportunity)
( 1,9)
Strategi SO ( 3,7 )
Strategi WO ( 2,7 )
Ancaman(Threat)
( 0,8 )
Strategi ST ( 2,6 )
Strategi WT ( 1,6) Sumber : Hasil Pengolahan Data EFAS dan IFAS
kualitas pelayanan spanduk, brosur dan media cetak
Sumber : Hasil Pengolahan Data Penelitian, 2016
1. Strategi SO
Strategi SO adalah strategi yang memanfaatkan kekuatan perusahaan untuk meraih peluang yang ada pada lingkungan eksternal guna memperoleh keuntungan dalam pencapaian tujuan perusahaan. Beberapa alternatif strategi S+O yang sebaiknya diterapkan oleh CV. Rejeki Jaya adalah:
a. Meningkatkan kualitas produks asli, yaitu beras jenis Siangkat.
Strategi ini berdasarkan kekuatan perusahaan yang memiliki produk asli hasil inovasi yang dapat digunakan sebagai senjata untuk memperluas wilayah distribusinya dengan lebih meningkatkan kualitas produk beras jenis Siangkat dan memperkenalkannya ke masyarakat luas sebagai ciri khas yang tidak dimiliki usaha lain.
b. Meningkatkan volume produksi
Dengan semakin tingginya permintaan terhadap beras produksi CV. Rejeki Jaya, maka dengan meningkatkan volume produksi adalah strategi yang tepat untuk memenuhi permintaan yang semakin bertambah pula. Selain itu pelanggan sudah mengetahui bahwa CV. Rejeki Jaya menghasilkan produk dengan kualitas yang baik.
Promosi mouth to mouth yang diterapkan oleh CV. Rejeki Jaya cukup efektif, namun akan lebih efekti lagi jika ditambah dengan melakukan promosi dengan memanfaatkan media periklanan yang ada, dimana media periklanan mencakup wilayah yang lebih luas.
d. Menambah jumlah SDM dan meningkatkan pelatihan bagi karyawan. Menambah jumlah karyawan sebagai strategi dalam meningkatkan jumlah produksi merupakan strategi yang efektif dengan semakin banyaknya permintaan terhadap produk, semakin banyak jumlah karyawan maka semakin cepat proses produksi dan jumlanya juga semakin bertambah. Seiring dengan penambahan jumlah karyawan maka sebaiknya pelatihan juga semakin ditingkatkan agar standar kualitas yang ditetapkan dalam proses operasional dan produksi tetap terjaga.
2. Strategi ST
Strategi ST merupakan strategi yang memanfatkan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk menghadapi ancaman yang ada. Beberapa alternatif S+T yang sebaiknya diterapkan oleh CV. Rejeki Jaya adalah: a. Memperkuat image produk beras jenis Siangkat sebagai produk asli
Dengan memperkuat image produk asli hasil inovasi yang diproduksi diharapkan dapat meningkatkan minat beli masyarakat terhadap beras merek Putri Kembar yang diproduksi oleh CV. Rejeki Jaya yang tidak dimiliki oleh usaha lain sebagai ciri khas.
Dengan pertimbangan harga yang standar akan meminimalkan persaingan harga dengan kompetitor. Selain itu juga untuk tetap menjaga bahwa harga beras CV. Rejeki Jaya sesuai dan terjangkau oleh kemampuan finansial pelanggan.
c. Memberikan potongan harga kepada pelanggan tetap dan untuk pembelian dalam jumlah yang banyak.
Selain sebagai bentuk promosi, strategi ini juga akan memicu loyalitas pelanggan untuk tetap memilih membeli produk CV. Rejeki Jaya dibanding produk yang dihasilkan oleh usaha produksi lain. d. Lebih meningkatkan kualitas pelayanan
Strategi pelayanan yang baik merupakan cara tepat yang dapat diberikan agar pelanggan tetap memilih membeli ke CV. Rejeki Jaya disbanding ke tempat lain. Pelayanan terbaik, misalnya distribusi yang tepat waktu dan sesuai dengan pesanan pelanggan.
3. Strategi WO
Strategi WO adalah strategi yang diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. Beberapa alternatif W+O yang sebaiknya diterapkan oleh CV. Rejeki Jaya adalah:
sangat penting agar proses produksi dan kualitas produksi tetap terjaga sesuai standar yang telah ditetapkan oleh CV. Rejaki Jaya.
b. Penggunaan media seperti spanduk dan brosur untuk mempromosikan beras produksi CV. Rejeki Jaya.
Penggunaan media promosi ini dapat memperluas cakupan wilayah distribusi yang semakin luas dibandingkan dengan yang sebelumnya.
c. Memanfaatkan bantuan dana dari pihak luar, seperti bank dan pemerintah setempat.
Memanfaatkan pinjaman kredit dari lembaga keuangan seperti bank yang semakin mudah dan bantuan dana bagi usaha-usaha industry oleh pemerintah setempat dapat dijadikan alternatif dalam penambahan dana untuk memenuhi dan melengkapi kekurangan yang ada, seperti saran maupun prasarana yang dibutuhkan.
4. Strategi WT
Strategi WT merupakan taktik untuk bertahan dengan cara mengurangi kelemahan internal serta menghindari ancaman.Beberapa alternatif strategi W+ T yang sebaiknya diterapkan CV. Rejeki Jaya adalah:
a. Melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan rutin pada mesin produksi beras pada CV. Rejeki Jaya.
dapat berjalan lebih optimal. Kondisi mesin produksi ini sangat mempengaruhi jumlah produksi beras yang nantinya akan dipasarkan kepada pelanggan. Oleh sebab itu pemeriksaan dan pemeliharaan rutin perlu dilakukan.
b. Mempertimbangkan membuka toko untuk menjual beras produksi CV. Rejeki Jaya.
CV. Rejeki Jaya hanya mengandalkan pihak-pihak yang bekerjasama sebagai pihak yang menjual produknya, walaupun pelanggan dapat membeli ke tempat produksi secara langsung. Namun dikarenakan tempat produksi tergolong jauh dari pasar, pihak CV. Rejeki Jaya tidak berkesempatan untuk mengenalkan produknya lebih detail kepada pelanggan, karena pelanggan biasanya hanya mengetahui produknya dari pihak-pihak yang bekerjasama. Dengan adanya toko untuk menjual langsung beras Merek Putri Kembar akan semakin meningkatkan volume penjualan apalagi jika toko ini tidak hanya berada di wilayah Siantar-Simalungun saja.
c. Mempertimbangkan untuk menggunakan media periklanan sebagai bentuk promosi beras produksi CV. Rejeki Jaya, seperti spanduk, brosur dan media cetak.
lagi dan akan berdampak kepada meningkatnya penjualan. Dengan kata lain promosi ini dilakukan sebagai strategi untuk memenangkan persaingan.
4.3.5. Alternatif Strategi Pemasaran Bagi Perusahaan
Berdasarkan Gambar 4.2. Diagram Cartesius Analisis SWOT, bahwa CV. Rejeki Jaya berada pada posisi kuadran I. Posisi pada kuadran I ini merupakan strategi yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy), dimana CV. Rejeki Jaya memiliki kekuatan yang dapat digunakan
untuk memanfaatkan peluang yang ada. Strategi agresif yang dapat diterapkan antara lain, strategi penetrasi pasar, strategi pengembangan pasar dan strategi pengembangan produk.
Strategi penetrasi pasar dapat dilakukan melalui usaha pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar, seperti memberi potongan harga kepada pelanggan tetap atau pembelian dalam jumlah yang banyak. Strategi pengembangan pasar dapat dilakukan dengan memanfaatkan media-media promosi yang ada untuk mengenalkan lebih luas lagi produk yang dihasilkan. Strategi pengembangan produk dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas produk asli yang dihasilkan atau berinovasi dengan menciptakan lagi produk yang baru.
1. Meningkatkan kualitas produk asli yaitu beras jenis Siangkat
2. Meningkatkan volume produksi beras.
3. Pemanfaatan media periklanan/promosi, seperti spanduk dan brosur sebagai
sarana pendukung untuk menjual beras produksi CV. Rejeki Jaya.
4. Menambah jumlah SDM dan meningkatkan pelatihan bagi karyawan.
4.4. Pembahasan
Berdasarkan faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang didapat dari hasil penelitian, hasil analisis pada Tabel 4.6 Matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) CV. Rejeki Jaya menunjukkan faktor kekuatan (strength) dengan sub total 1,8, sedangkan faktor kelemahan (weakness) dengan sub total 0,8. Sementara hasil analisis Tabel 4.7 Matriks External Factor Analysis Summary (EFAS) CV. Rejeki Jaya menunjukkan faktor peluang (opportunity) mempunyai sub total 1,9 sedangkan faktor ancaman (threat) mempunyai sub total 0,8. Dari sub total IFAS dan EFAS tersebut menunjukksn bahwa posisi CV. Rejeki Jaya pada diagram cartesius pada gambar 4.2 Diagram cartesius Analisis SWOT, CV. Rejeki Jaya berada pada kuadran I yang merupakan sebuah posisi yang menguntungkan, diamana setiap kekuatan yang ada dapat dimanfaatkan untuk mencapai dan merealisasikan peluang yang ada.
Strategi yang dapat diterapkan dalam posisi ini adalah strategi yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy). Strategi ini dapat dilakukan melalui:
pasar. Contohnya, memberi potongan harga kepada pelanggan tetap atau pembelian dalam jumlah banyak sebagai usaha untuk menarik minat pelanggan agar membeli produk.
2. Pengembangan pasar, yaitu mempromosikan produk-produk ke wilayah lain yang belum mengenal produk yang dihasilkan dengan memanfaatkan media-media promosi yang ada, seperti brosur, spanduk, iklan surat kabar atau spanduk-spanduk.
3. Pengembangan produk, yaitu meningkatkan kualitas produk yang ada atau menciptakan produk-produk baru yang inovatif. Contohnya, pihak CV. Rejeki Jaya harus lebih meningkatkan lagi mutu dari produk beras jenis Siangkat sebagai produki asli hasil inovasinya atau menciptakan produk baru yang lebih inovatif.
Strategi SO sebagaimana pada tabel 4.9 Matriks SWOT CV. Rejeki Jaya, dapat dijadikan sebagai strategi pemasaran alternatif bagi CV. Rejeki Jaya. Strategi ini antara lain:
1. Meningkatkan kualitas produk asli yaitu beras jenis Siangkat.
2. Meningkatkan volume produksi beras.
Meningkatkan volume produksi merupakan suatu strategi yang harus dilakukan oleh CV. Rejeki Jaya untuk merespon peluang dimana semakin meningkatnya permintaan terhadap produknya.
3. Pemanfaatan media periklanan, seperti spanduk dan brosur sebagai sarana pendukung untuk menjual beras produksi CV. Rejeki Jaya.
Pemanfaatan media periklanan sangat direkomendasikan sebagai uapaya pemanfaatan peluang untuk memperluas wilayah distribusi. Dengan media periklananan, maka produk CV. Rejeki Jaya akan dikenal lebih luas lagi khususnya di wilayah yang sebelumnya tidak mengenal produknya.
4. Menambah jumlah SDM dan meningkatkan pelatihan bagi karyawan. Strategi menambah jumlah SDM ini dilakuakn dengan tujuan memanfaatkan peluang tingginya permintaan terhadap produk CV. Rejeki Jaya yang berkualitas, karena semakin tinggi permintaan tentu akan menuntut pihak perusahaan untuk menambah tingkat volume produksinya. Selain itu peningkatan pelatihan bagi karyawan juga sangat penting untuk menjaga mutu dan kualitas produk beras yang dihasilkan tetap pada kualitas terbaik.
CV. Rejeki Jaya untuk menambah volume produksinya. Selain itu, peningkatan pelatihan bagi karyawan juga harus dilakukakan guna meningkatkan serta menjaga mutu dan kualitas produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh usaha ini.
Bab V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan untuk menjawab rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini, antara lain:
1. Strategi pemasaran yang diterapkan oleh CV. Rejeki Jaya meliputi: a. Produk
CV. Rejeki Jaya memproduksi sebagian besar jenis beras yang umum dikonsumsi oleh masyarakat, antara lain IR64, Kuku Balam (KKB), Siudang, Simotong dan Siangkat. Beras hasil produksinya ini dipasarkan dengan merek Putri Kembar. Selain itu CV. Rejeki Jaya memiliki produk hasil inovasi sendiri yaitu beras Siangkat yang sekaligus menjadi ciri khas yang dimiliki oleh usaha ini dari pesaing-pesaingnya.
b. Harga
CV. Rejeki Jaya menetapkan harga berdasarkan pertimbangan harga bahan baku gabah dan mengikuti harga beras yang beredar di pasaran sebagai standar penentuan harga produknya.
c. Promosi
d. Distribusi
Distribusi yang diterapkan adalah distribusi langsung dan tidak langsung, dimana distribusi berpusat pada CV. Rejeki Jaya di Dusun I, Huta Sipinggan, Nagori Panombeian, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun. Selain itu usaha ini juga memanfaatkan pihak-pihak yang bekerjasama dalam memasarkan produknya.
2. Strategi yang tepat guna meningkatkan volume penjualan pada CV. Rejeki Jaya.
Berdasarkan hasil Analisis oleh peneliti, CV. Rejeki Jaya berada pada posisi kuadran I pada Diagram Cartesius. Maka penerapan strategi pemasaran yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy) merupakan strategi yang tepat untuk dilakukan. Strategi pemasaran yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy) dapat diterapkan melalui penetrasi pasar, pengembangan pasar serta pengembangan produk.
produk CV. Rejeki Jaya (4) Menambah jumlah SDM serta meningkatkan pelatihan bagi karyawan.
5.2. Saran
1. Untuk memperluas cakupan wilayah distribusinya, CV. Rejeki Jaya harus memanfaatkan media periklanan seperti spanduk, brosur, surat kabar (koran) dalam mempromosikan produknya. Dengan pemanfaatan media-media periklanan ini, produk beras Putri Kembar akan dikenal lebih luas lagi, terutama di wilayah-wilayah baru yang sebelumnya tidak mengenal produk ini. Selain itu, hal ini juga akan membantu CV. Rejeki Jaya untuk memperkuat image produknya, yaitu beras dengan merek Putri Kembar serta akan berdampak kepada tingkat volume penjualan.
2. CV. Rejeki Jaya harus lebih meningkatkan lagi kualitas dan mutu produknya, khususnya produk asli yang dihasilkan, yaitu beras Siangkat atau menciptakan produk-produk baru yang lebih inovatif. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan lagi pelatihan bagi karyawan agar standar kualitas yang ditetapkan juga semakin meningkat.
4. Meningkatkan lagi kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk dapat mendistribusikan produk beras Putri Kembar, seperti toko-toko sembako dan pasar-pasar tradisional.