1.
1. Ber
Bersih
sihan
an Jal
Jalan
an Naf
Nafas
as tid
tidak
ak efe
efekti
ktif
f
(1)
(1)
2
2.. P
Po
olla
a
N
Na
affa
as
s
ttiid
da
ak
k
e
effe
ek
kttiiff
((1
1))
3
3.. G
Ga
an
ng
gg
gu
ua
an
n
P
Pe
errttu
uk
ka
arra
an
n
g
ga
as
s
((2
2))
4
4.. K
Ku
urra
an
ng
g
P
Pe
en
ng
ge
etta
ah
hu
ua
an
n
((2
2))
5.
5. Ri
Risi
siko
ko s
s!i
!ira
rasi
si
(3
(3))
"
".. #
#ii!
!e
errtte
err$
$iia
a
((3
3))
%.
%. Ketid
Ketidakse
aksei$&an
i$&angan
gan nutri
nutrisi
si kuran
kurang
g dari
dari ke&u
ke&utuhan
tuhan tu&uh
tu&uh
(4)
(4)
'.
'. ef
efisi
isit
t ol
olu$e
u$e *ai
*airan
ran
(4)
(4)
+.
+. Kel
Kele&i
e&ihan
han ol
olu$e
u$e *ai
*airan
ran
(5)
(5)
1,.
1,. Risiko
Risiko infeksi
infeksi
(5)
(5)
11.
11. -ntoleransi
-ntoleransi aktiitas
aktiitas
(")
(")
12.
12. Kerusakan
Kerusakan integritas
integritas kulit
kulit
(")
(")
13.Ke/e$asan
(%)
13.Ke/e$asan
(%)
14.0akut
%
14.0akut
%
15.
15. Penurunan
Penurunan /urah
/urah antung
antung
'
'
1".
1". Perfusi
Perfusi aringan
aringan kardio!ul$onal
kardio!ul$onal tidak
tidak efektif
efektif
'
'
1%.
1%. Perfusi
Perfusi aringan
aringan /ere&ral
/ere&ral tidak
tidak efektif
efektif
+
+
1'.
1'. Perfusi
Perfusi aringan
aringan gastrointestinal
gastrointestinal tidak
tidak efektif
efektif
+
+
1+.
1+. Perfusi
Perfusi aringan
aringan renal
renal tidak
tidak efektif
efektif
1,
1,
2,.
2,. efisit
efisit !eraatan
!eraatan diri
diri
11
11
21.
21. Risiko
Risiko gangguan
gangguan integritas
integritas kulit
kulit
11
11
22.
22. Ketidaksei$&anga
Ketidaksei$&angan
n nutrisi
nutrisi le&ih
le&ih dari
dari ke&utuhan
ke&utuhan tu&uh
tu&uh
12
12
23.
23.Ner
Neri
i akut
akut
12
12
24.
24. Neri
Neri Kronis
Kronis
13
13
25.
25. Gangguan
Gangguan $o&ilitas
$o&ilitas fisik
fisik
13
13
2".
2". Risiko
Risiko trau$a
trau$a
14
14
2%.
2%.Risik
Risiko
o -nur
-nur
14
14
2'.ual
15
2'.ual
15
2+.iare
15
2+.iare
15
3,.Konsti!asi
1"
3,.Konsti!asi
1"
31.
31. Gangguan
Gangguan !ola
!ola tidur
tidur
1%
1%
3
32
2.. R
Re
ette
en
ns
si
i
u
urriin
n
1
1%
%
33.
33. Kerusakan
Kerusakan integritas
integritas aringan
aringan
1%
1%
34.
34. Gangguan
Gangguan &od
&od i$age
i$age
1'
1'
35.
35. anee$en
anee$en regi$en
regi$en tera!eutik
tera!eutik tidak
tidak efektif
efektif
1'
1'
3".Kelelahan
1+
Diagnosa Keperawatan/ Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi Masalah Kolaborasi Rencana keperawatan Rencana keperawatan T
Tuujjuuaan n ddaan n KKrriitteerriia a HHaassiill IInntteerrvveennssii Bersihan Jalan Nafas tidak efektif
Bersihan Jalan Nafas tidak efektif berhubungan dengan:
berhubungan dengan:
--
Infeksi, disfungsi neuromuskular, Infeksi, disfungsi neuromuskular,hiperplasia dinding bronkus, alergi hiperplasia dinding bronkus, alergi jalan nafas, asma, trauma jalan nafas, asma, trauma
--
Obstruksi jalan nafas : spasme jalanObstruksi jalan nafas : spasme jalannafas, sekresi tertahan, banyaknya nafas, sekresi tertahan, banyaknya mukus, adanya jalan nafas buatan, mukus, adanya jalan nafas buatan, sekresi bronkus, adanya eksudat di sekresi bronkus, adanya eksudat di alveolus, adanya benda asing di jalan alveolus, adanya benda asing di jalan nafas. nafas. DS: DS:
--
DispneuDispneu DO: DO:--
Penurunan suara nafasPenurunan suara nafas--
OrthopneuOrthopneu--
CyanosisCyanosis--
elainan suara nafas !rales, "hee#ing$elainan suara nafas !rales, "hee#ing$--
esulitan berbi%araesulitan berbi%ara--
&atuk, tidak efekotif atau tidak ada&atuk, tidak efekotif atau tidak ada--
Produksi sputumProduksi sputum--
'elisah'elisah--
Perubahan frekuensi dan irama nafasPerubahan frekuensi dan irama nafasN*6 N*6
(espiratory status : )entilation(espiratory status : )entilation
(espiratory status : *ir"ay(espiratory status : *ir"ay paten%y
paten%y
*spiration Control*spiration Control Setelah dilakukan tindakan Setelah dilakukan tindakan
kepera"atan selama ++++..pasien kepera"atan selama ++++..pasien menunjukkan keefektifan jalan nafas menunjukkan keefektifan jalan nafas dibuktikan dengan kriteria hasil : dibuktikan dengan kriteria hasil :
endemendemonstraonstrasikan sikan batuk batuk efektefektifif dan suara nafas yang bersih, tidak dan suara nafas yang bersih, tidak ad
ada a sisiananososiis s dadan n dydyspspneneuu !mam
!mampu pu mengelmengeluarkan uarkan sputumsputum,, ber
bernafnafas as dengdengan an mudmudah, ah, tidtidakak ada pursed lips$
ada pursed lips$
enenunjunjukkukkan an jaljalan an nafnafas as yanyangg paten !klien tidak merasa ter%ekik, paten !klien tidak merasa ter%ekik, irama nafas, frekuensi pernafasan irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal$
suara nafas abnormal$
ampu ampu mengimengidentidentifikasfikasikan ikan dandan men%egah faktor yang penyebab. men%egah faktor yang penyebab.
Saturasi O- dalam batas normalSaturasi O- dalam batas normal
oto thorak dalam batas normaloto thorak dalam batas normal
Pastikan kebutuhan oral / tra%heal su%tioning.Pastikan kebutuhan oral / tra%heal su%tioning.
&erikan O- &erikan O- ++l/mnt, ++l/mnt, metode+++metode+++
*njurkan pasien untuk istirahat dan napas dalam*njurkan pasien untuk istirahat dan napas dalam •
• Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasiPosisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi •
• 0akukan fisioterapi dada jika perlu0akukan fisioterapi dada jika perlu •
• eluarkan sekret dengan batuk atau su%tioneluarkan sekret dengan batuk atau su%tion •
• *uskultasi suara nafas, %atat adanya suara tambahan*uskultasi suara nafas, %atat adanya suara tambahan •
• &erikan bronkodilator :&erikan bronkodilator :
--
++++++++++++++++++--
+++++++++.+++++++++.--
++++++++++++++++++ •• onitor status hemodinamikonitor status hemodinamik •
• &erikan pelembab udara assa basah 1aCl 0embab&erikan pelembab udara assa basah 1aCl 0embab •
• &erikan antibiotik :&erikan antibiotik : ++++++++. ++++++++. ++++++++. ++++++++. •
• *tur intake untuk %airan mengoptimalkan keseimbangan.*tur intake untuk %airan mengoptimalkan keseimbangan. •
• onitor respirasi dan status O-onitor respirasi dan status O-•
• PertaPertahankan hidrasi hankan hidrasi yang yang adekuaadekuat t untuk mengen%erkauntuk mengen%erkann sekret
sekret •
• 2elaskan pada pasien dan keluarga tentang penggunaan2elaskan pada pasien dan keluarga tentang penggunaan peralatan : O-, Su%tion, Inhalasi.
peralatan : O-, Su%tion, Inhalasi.
Diagnosa Keperawatan/ Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi Masalah Kolaborasi Rencana keperawatan Rencana keperawatan T
Tuujjuuaan n ddaan n KKrriitteerriia a HHaassiill IInntteerrvveennssii Pola Nafas tidak efektif
Pola Nafas tidak efektif berhubungan berhubungan dengan :
dengan :
--
3iperventilasi3iperventilasi--
Penurunan energi/kelelahanPenurunan energi/kelelahan--
Perusakan/pelemahan muskulo4Perusakan/pelemahan muskulo4skeletal skeletal
--
elelahan otot pernafasanelelahan otot pernafasan--
3ipoventilasi sindrom3ipoventilasi sindrom--
1yeri1yeri--
e%emasane%emasan--
Disfungsi 1euromuskulerDisfungsi 1euromuskuler--
ObesitasObesitas--
Injuri tulang belakangInjuri tulang belakangDS: DS:
--
DyspneaDyspnea--
1afas pendek1afas pendekDO: DO:
--
Penurunan tekanan inspirasi/ekspirasiPenurunan tekanan inspirasi/ekspirasi--
Penurunan pertukaran udara per menitPenurunan pertukaran udara per menit--
enggunakan otot pernafasanenggunakan otot pernafasantambahan tambahan
--
OrthopneaOrthopnea--
Pernafasan pursed4lipPernafasan pursed4lip--
5ahap ekspirasi berlangsung sangat5ahap ekspirasi berlangsung sangatlama lama
--
Penurunan kapasitas vitalPenurunan kapasitas vital--
(espirasi: 6 77 8 -9 /mnt(espirasi: 6 77 8 -9 /mntNOC: NOC:
(espiratory status : )entilation(espiratory status : )entilation
(espiratory status : *ir"ay paten%y(espiratory status : *ir"ay paten%y
)ital sign Status)ital sign Status Setelah dilakukan tindakan Setelah dilakukan tindakan
kepera"atan selama +++..pasien kepera"atan selama +++..pasien menunjukkan keefektifan pola nafas, menunjukkan keefektifan pola nafas, dibuktikan dengan kriteria hasil: dibuktikan dengan kriteria hasil:
endeendemonstrmonstrasikaasikan n batuk batuk efektefektifif dan suara nafas yang bersih, tidak dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu !mampu ada sianosis dan dyspneu !mampu men
mengelgeluaruarkan kan spusputumtum, , mammampupu be
bernrnafafas as dg dg mumudadah, h, titidadakakadada pursed lips$
pursed lips$
enenunjunjukkukkan an jaljalan an nafnafas as yangyang paten !klien tidak merasa ter%ekik, paten !klien tidak merasa ter%ekik, iram
irama a nafas, frekuensi pernafasannafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal$
suara nafas abnormal$
5anda 5anda vital dalam rentang5anda 5anda vital dalam rentang no
normrmal al !t!tekekananan an dadararah, h, nanadidi,, pernafasan$
pernafasan$
NIC: NIC: •
• Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasiPosisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi •
• Pasang mayo bila perluPasang mayo bila perlu •
• 0akukan fisioterapi dada jika perlu0akukan fisioterapi dada jika perlu •
• eluarkan sekret dengan batuk atau su%tioneluarkan sekret dengan batuk atau su%tion •
• *uskultasi suara nafas, %atat adanya suara tambahan*uskultasi suara nafas, %atat adanya suara tambahan •
• &erikan bronkodilator :&erikan bronkodilator : 4+++++++.. 4+++++++.. ++++++++. ++++++++. •
• &erikan pelembab udara assa basah &erikan pelembab udara assa basah 1aCl 0embab1aCl 0embab •
• *tur intake untuk %airan mengoptimalkan keseimbangan.*tur intake untuk %airan mengoptimalkan keseimbangan. •
• onitor respirasi dan status O-onitor respirasi dan status O-
&ersihkan mulut, hidung dan se%ret trakea&ersihkan mulut, hidung dan se%ret trakea
Pertahankan jalan nafas yang patenPertahankan jalan nafas yang paten
Observasi adanya tanda tanda hipoventilasiObservasi adanya tanda tanda hipoventilasi
onitor adanya ke%emasan pasien terhadap oksigenasionitor adanya ke%emasan pasien terhadap oksigenasi
onitor onitor vital vital signsign
Informasikan pada pasien dan keluarga tentang tehnikInformasikan pada pasien dan keluarga tentang tehnik relaksasi untuk memperbaiki pola nafas.
relaksasi untuk memperbaiki pola nafas.
*jarkan bagaimana batuk efektif*jarkan bagaimana batuk efektif
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Gangguan Pertukaran gas
&erhubungan dengan :
è ketidakseimbangan perfusi ventilasi
è perubahan membran kapiler4alveolar DS:
è sakit kepala ketika bangun
è Dyspnoe è 'angguan penglihatan DO: è Penurunan CO-è 5akikardi è 3iperkapnia è eletihan è Iritabilitas è 3ypoia è kebingungan è sianosis
è "arna kulit abnormal !pu%at, kehitaman$
è 3ipoksemia
è hiperkarbia
è *'D abnormal
è p3 arteri abnormal
èfrekuensi dan kedalaman nafas abnormal
NOC:
(espiratory Status : 'as e%hange
eseimbangan asam &asa, ;lektrolit
(espiratory Status : ventilation
)ital Sign Status
Setelah dilakukan tindakan kepera"atan selama +. 'angguan pertukaran pasien teratasi dengan kriteria hasi:
endemonstrasikan peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat
emelihara kebersihan paru paru dan bebas dari tanda tanda distress pernafasan
endemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu !mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips$
5anda tanda vital dalam rentang normal
*'D dalam batas normal
Status neurologis dalam batas normal
NIC :
• Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi • Pasang mayo bila perlu
• 0akukan fisioterapi dada jika perlu
• eluarkan sekret dengan batuk atau su%tion
• *uskultasi suara nafas, %atat adanya suara tambahan • &erikan bronkodilator <
4+++++++. 4+++++++. • &arikan pelembab udara
• *tur intake untuk %airan mengoptimalkan keseimbangan. • onitor respirasi dan status
O-• Catat pergerakan dada,amati kesimetrisan, penggunaan otot tambahan, retraksi otot supra%lavi%ular dan inter%ostal • onitor suara nafas, seperti dengkur
• onitor pola nafas : bradipena, takipenia, kussmaul, hiperventilasi, %heyne stokes, biot
• *uskultasi suara nafas, %atat area penurunan / tidak adanya ventilasi dan suara tambahan
• onitor 55), *'D, elektrolit dan ststus mental • Observasi sianosis khususnya membran mukosa
• 2elaskan pada pasien dan keluarga tentang persiapan tindakan dan tujuan penggunaan alat tambahan !O-, Su%tion, Inhalasi$
• *uskultasi bunyi jantung, jumlah, irama dan denyut jantung
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Kurang Pengetahuan
&erhubungan dengan : keterbatasan kognitif, interpretasi terhadap informasi yang salah, kurangnya keinginan untuk men%ari informasi, tidak mengetahui sumber4sumber informasi.
DS: enyatakan se%ara verbal adanya masalah
DO: ketidakakuratan mengikuti instruksi, perilaku tidak sesuai
NOC:
o"l"dge : disease pro%ess
o"ledge : health &ehavior Setelah dilakukan tindakan kepera"atan selama +. pasien menunjukkan pengetahuan tentang proses penyakit dengan kriteria hasil:
Pasien dan keluarga menyatakan pemahaman tentang penyakit, kondisi, prognosis dan program pengobatan
Pasien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur yang dijelaskan se%ara benar
Pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan pera"at/tim kesehatan lainnya
NIC :
• aji tingkat pengetahuan pasien dan keluarga
• 2elaskan patofisiologi dari penyakit dan bagaimana hal ini berhubungan dengan anatomi dan fisiologi, dengan %ara yang tepat.
• 'ambarkan tanda dan gejala yang biasa mun%ul pada penyakit, dengan %ara yang tepat
• 'ambarkan proses penyakit, dengan %ara yang tepat • Identifikasi kemungkinan penyebab, dengan %ara yang
tepat
• Sediakan informasi pada pasien tentang kondisi, dengan %ara yang tepat
• Sediakan bagi keluarga informasi tentang kemajuan pasien dengan %ara yang tepat
• Diskusikan pilihan terapi atau penanganan
• Dukung pasien untuk mengeksplorasi atau mendapatkan se%ond opinion dengan %ara yang tepat atau diindikasikan
• ;ksplorasi kemungkinan sumber atau dukungan, dengan %ara yang tepat
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Risiko Aspirasi
DO:
-
Peningkatan tekanan dalamlambung
-
elevasi tubuh bagian atas-
penurunan tingkat kesadaran-
peningkatan residu lambung-
menurunnya fungsi sfingteresofagus
-
gangguan menelan-
1'5-
Penekanan reflek batuk dangangguan reflek
-
Penurunan motilitas gastrointestinalNOC :
(espiratory Status : )entilation
*spiration %ontrol
S"allo"ing Status Setelah dilakukan tindakan
kepera"atan selama+. pasien tidak mengalami aspirasi dengan kriteria: lien dapat bernafas dengan
mudah, tidak irama, frekuensi pernafasan normal
Pasien mampu menelan,
mengunyah tanpa terjadi aspirasi, dan mampumelakukan oral hygiene
2alan nafas paten, mudah bernafas, tidak merasa ter%ekik dan tidak ada suara nafas abnormal
NIC:
onitor tingkat kesadaran, reflek batuk dan kemampuan menelan
onitor status paru
Pelihara jalan nafas
0akukan su%tion jika diperlukan
Cek nasogastrik sebelum makan
3indari makan kalau residu masih banyak
Potong makanan ke%il ke%il
3aluskan obat sebelumpemberian
1aikkan kepala =>49? derajat setelah makan
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Hipertermia
&erhubungan dengan :
-
penyakit/ trauma-
peningkatan metabolisme-
aktivitas yang berlebih-
dehidrasiDO/DS:
• kenaikan suhu tubuh diatas rentang normal
• serangan atau konvulsi !kejang$ • kulit kemerahan
• pertambahan (( • takikardi
• ulit teraba panas/ hangat
NOC:
5hermoregulasi
Setelah dilakukan tindakan
kepera"atan selama+++..pasien menunjukkan :
Suhu tubuh dalam batas normal dengan kreiteria hasil:
Suhu =@ 8 =AC
1adi dan (( dalam rentang normal
5idak ada perubahan "arna kulit dan tidak ada pusing, merasa nyaman
NIC :
onitor suhu sesering mungkin
onitor "arna dan suhu kulit
onitor tekanan darah, nadi dan ((
onitor penurunan tingkat kesadaran
onitor B&C, 3b, dan 3%t
onitor intake dan output
&erikan anti piretik:
elola *ntibiotik:+++++++++..
Selimuti pasien
&erikan %airan intravena
ompres pasien pada lipat paha dan aksila
5ingkatkan sirkulasi udara
5ingkatkan intake %airan dan nutrisi
onitor 5D, nadi, suhu, dan ((
Catat adanya fluktuasi tekanan darah
onitor hidrasi seperti turgor kulit, kelembaban membran mukosa$
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh &erhubungan dengan :
etidakmampuan untuk memasukkan atau men%erna nutrisi oleh karena faktor biologis, psikologis atau ekonomi. DS:
-
1yeri abdomen-
untah-
ejang perut-
(asa penuh tiba4tiba setelah makanDO:
-
Diare-
(ontok rambut yang berlebih-
urang nafsu makan-
&ising usus berlebih-
onjungtiva pu%at-
Denyut nadi lemahNOC:
a. 1utritional status: *deua%y of nutrient
b. 1utritional Status : food and luid Intake
%. Beight Control Setelah dilakukan tindakan
kepera"atan selama+.nutrisi kurang teratasi dengan indikator:
*lbumin serum
Pre albumin serum
3ematokrit
3emoglobin
5otal iron binding %apa%ity
2umlah limfosit
aji adanya alergi makanan
olaborasi dengan ahli gi#i untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien
akinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk men%egah konstipasi
*jarkan pasien bagaimana membuat %atatan makanan harian.
onitor adanya penurunan && dan gula darah
onitor lingkungan selama makan
2ad"alkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan
onitor turgor kulit
onitor kekeringan, rambut kusam, total protein, 3b dan kadar 3t
onitor mual dan muntah
onitor pu%at, kemerahan, dan kekeringan jaringan konjungtiva
onitor intake nuntrisi
Informasikan pada klien dan keluarga tentang manfaat nutrisi
olaborasi dengan dokter tentang kebutuhan suplemen makanan seperti 1'5/ 5P1 sehingga intake %airan yang adekuat dapat dipertahankan.
*tur posisi semi fo"ler atau fo"ler tinggi selama makan
elola pemberan anti emetik:...
*njurkan banyak minum
Pertahankan terapi I) line
Catat adanya edema, hiperemik, hipertonik papila lidah dan %avitas oval
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi efisit !olume Cairan
&erhubungan dengan:
-
ehilangan volume %airan se%araaktif
-
egagalan mekanisme pengaturanDS :
-
3ausDO:
-
Penurunan turgor kulit/lidah-
embran mukosa/kulit kering-
Peningkatan denyut nadi, penurunantekanan darah, penurunan volume/tekanan nadi
-
Pengisian vena menurun-
Perubahan status mental-
onsentrasi urine meningkat-
5emperatur tubuh meningkat-
ehilangan berat badan se%ara tiba4tiba
-
Penurunan urine output-
35 meningkat-
elemahanNOC:
luid balan%e
3ydration
1utritional Status : ood and luid Intake
Setelah dilakukan tindakan kepera"atan selama+.. defisit volume %airan teratasi dengan kriteria hasil:
empertahankan urine output sesuai dengan usia dan &&, &2 urine normal,
5ekanan darah, nadi, suhu tubuh dalam batas normal
5idak ada tanda tanda dehidrasi, ;lastisitas turgor kulit baik, membran mukosa lembab, tidak ada rasa haus yang berlebihan
Orientasi terhadap "aktu dan tempat baik
2umlah dan irama pernapasan dalam batas normal
;lektrolit, 3b, 3mt dalam batas normal
p3 urin dalam batas normal
Intake oral dan intravena adekuat
NIC :
• Pertahankan %atatan intake dan output yang akurat • onitor status hidrasi ! kelembaban membran mukosa,
nadi adekuat, tekanan darah ortostatik $, jika diperlukan
• onitor hasil lab yang sesuai dengan retensi %airan
!&E1 , 3mt , osmolalitas urin, albumin, total protein $
• onitor vital sign setiap 7?menit 8 7 jam • olaborasi pemberian %airan I)
• onitor status nutrisi • &erikan %airan oral
• &erikan penggantian nasogatrik sesuai output !?> 8
7>>%%/jam$
• Dorong keluarga untuk membantu pasien makan • olaborasi dokter jika tanda %airan berlebih mun%ul
meburuk
• *tur kemungkinan tranfusi • Persiapan untuk tranfusi • Pasang kateter jika perlu
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Kelebihan !olume Cairan
&erhubungan dengan :
-
ekanisme pengaturan melemah-
*supan %airan berlebihanDO/DS :
-
&erat badan meningkat pada"aktu yang singkat
-
*supan berlebihan dibandingoutput
-
Distensi vena jugularis-
Perubahan pada pola nafas,dyspnoe/sesak nafas, orthopnoe, suara nafas abnormal !(ales atau %rakles$, , pleural effusion
-
Oliguria, a#otemia-
Perubahan status mental,kegelisahan, ke%emasan
NOC :
;le%trolit and a%id base balan%e
luid balan%e
3ydration
Setelah dilakukan tindakan kepera"atan selama +. elebihan volume %airan teratasi dengan kriteria:
5erbebas dari edema, efusi, anaskara
&unyi nafas bersih, tidak ada dyspneu/ortopneu
5erbebas dari distensi vena jugularis,
emelihara tekanan vena sentral, tekanan kapiler paru, output jantung dan vital sign D&1
5erbebas dari kelelahan, ke%emasan atau bingung
NIC :
• Pertahankan %atatan intake dan output yang akurat • Pasang urin kateter jika diperlukan
• onitor hasil lab yang sesuai dengan retensi %airan
!&E1 , 3mt , osmolalitas urin $
• onitor vital sign
• onitor indikasi retensi / kelebihan %airan !%ra%les,
C)P , edema, distensi vena leher, asites$
• aji lokasi dan luas edema
• onitor masukan makanan / %airan • onitor status nutrisi
• &erikan diuretik sesuai interuksi • olaborasi pemberian obat:
... • onitor berat badan • onitor elektrolit
• onitor tanda dan gejala dari odema
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Risiko infeksi
aktor4faktor risiko :
-
Prosedur Infasif-
erusakan jaringan dan peningkatanpaparan lingkungan
-
alnutrisi-
Peningkatan paparan lingkunganpatogen
-
Imonusupresi-
5idak adekuat pertahanan sekunder!penurunan 3b, 0eukopenia, penekanan respon inflamasi$
-
Penyakit kronik-
Imunosupresi-
alnutrisi-
Pertahan primer tidak adekuat!kerusakan kulit, trauma jaringan, gangguan peristaltik$
NOC :
Immune Status
no"ledge : Infe%tion %ontrol
(isk %ontrol
Setelah dilakukan tindakan kepera"atan selama++ pasien tidak mengalami infeksi dengan kriteria hasil:
lien bebas dari tanda dan gejala infeksi
enunjukkan kemampuan untuk men%egah timbulnya infeksi
2umlah leukosit dalam batas normal
enunjukkan perilaku hidup sehat
Status imun, gastrointestinal, genitourinaria dalam batas normal
NIC :
• Pertahankan teknik aseptif • &atasi pengunjung bila perlu
• Cu%i tangan setiap sebelum dan sesudah tindakan
kepera"atan
• 'unakan baju, sarung tangan sebagai alat pelindung • 'anti letak I) perifer dan dressing sesuai dengan
petunjuk umum
• 'unakan kateter intermiten untuk menurunkan infeksi
kandung ken%ing
• 5ingkatkan intake nutrisi
• &erikan terapi antibiotik:...
• onitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal • Pertahankan teknik isolasi k/p
• Inspeksi kulit dan membran mukosa terhadap kemerahan, panas, drainase
• onitor adanya luka • Dorong masukan %airan • Dorong istirahat
• *jarkan pasien dan keluarga tanda dan gejala infeksi • aji suhu badan pada pasien neutropenia setiap 9 jam
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Intoleransi akti"itas
&erhubungan dengan :
• 5irah å atau imobilisasi • elemahan menyeluruh
• etidakseimbangan antara suplei oksigen dengan kebutuhan 'aya hidup yang dipertahankan. DS:
• elaporkan se%ara verbal adanya kelelahan atau kelemahan. • *danya dyspneu atau
ketidaknyamanan saat beraktivitas. DO :
• (espon abnormal dari tekanan darah atau nadi terhadap aktifitas • Perubahan ;C' : aritmia, iskemia
NOC :
Self Care : *D0s
5oleransi aktivitas
onservasi eneergi
Setelah dilakukan tindakan kepera"atan selama +. Pasien bertoleransi terhadap aktivitas denganKriteria Hasil :
&erpartisipasi dalam aktivitas fisik tanpa disertai peningkatan tekanan darah, nadi dan ((
ampu melakukan aktivitas sehari hari !*D0s$ se%ara mandiri
eseimbangan aktivitas dan istirahat
NIC :
Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas
aji adanya faktor yang menyebabkan kelelahan
onitor nutrisi dan sumber energi yang adekuat
onitor pasien akan adanya kelelahan fisik dan emosi se%ara berlebihan
onitor respon kardivaskuler terhadap aktivitas !takikardi, disritmia, sesak nafas, diaporesis, pu%at, perubahan hemodinamik$
onitor pola tidur dan lamanya tidur/istirahat pasien
olaborasikan dengan 5enaga (ehabilitasi edik dalam meren%anakan progran terapi yang tepat.
&antu klien untuk mengidentifikasi aktivitas yang mampu dilakukan
&antu untuk memilih aktivitas konsisten yang sesuai dengan kemampuan fisik, psikologi dan sosial
&antu untuk mengidentifikasi dan mendapatkan sumber yang diperlukan untuk aktivitas yang diinginkan
&antu untuk mendpatkan alat bantuan aktivitas seperti kursi roda, krek
&antu untuk mengidentifikasi aktivitas yang disukai
&antu klien untuk membuat jad"al latihan di"aktu luang
&antu pasien/keluarga untuk mengidentifikasi kekurangan dalam beraktivitas
Sediakan penguatan positif bagi yang aktif beraktivitas
&antu pasien untuk mengembangkan motivasi diri dan penguatan
onitor respon fisik, emosi, sosial dan spiritual
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Kerusakan integritas kulit berhubungan
dengan 6 ;ksternal :
-
3ipertermia atau hipotermia-
Substansi kimia-
elembaban-
aktor mekanik !misalnya : alat yangdapat menimbulkan luka, tekanan, restraint$
-
Immobilitas fisik-
(adiasi-
Esia yang ekstrim-
elembaban kulit-
Obat4obatanInternal :
-
Perubahan status metabolik-
5onjolan tulang-
Defisit imunologi-
&erhubungan dengan denganperkembangan
-
Perubahan sensasi-
Perubahan status nutrisi !obesitas,kekurusan$
NOC:
5issue Integrity : Skin and u%ous embranes
Bound 3ealing : primer dan sekunder Setelah dilakukan tindakan kepera"atan selama+.. kerusakan integritas kulit pasien teratasi dengan kriteria hasil:
Integritas kulit yang baik bisa dipertahankan !sensasi, elastisitas, temperatur, hidrasi, pigmentasi$
5idak ada luka/lesi pada kulit
Perfusi jaringan baik
enunjukkan pemahaman dalam proses perbaikan kulit dan men%egah terjadinya sedera berulang
ampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembaban kulit dan pera"atan alami
enunjukkan terjadinya proses penyembuhan luka
NIC: Pressure #anagement
*njurkan pasien untuk menggunakan pakaian yang longgar
3indari kerutan pada tempat tidur
2aga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering
obilisasi pasien !ubah posisi pasien$ setiap dua jam sekali
onitor kulit akan adanya kemerahan
Oleskan lotion atau minyak/baby oil pada derah yang tertekan
onitor aktivitas dan mobilisasi pasien
onitor status nutrisi pasien
emandikan pasien dengan sabun dan air hangat
aji lingkungan dan peralatan yang menyebabkan tekanan
Observasi luka : lokasi, dimensi, kedalaman luka, karakteristik,"arna %airan, granulasi, jaringan nekrotik, tanda4tanda infeksi lokal, formasi traktus
*jarkan pada keluarga tentang luka dan pera"atan luka
olaburasi ahli gi#i pemberian diae 55P, vitamin
Cegah kontaminasi feses dan urin
0akukan tehnik pera"atan luka dengan steril
-
Perubahan status %airan-
Perubahan pigmentasi-
Perubahan sirkulasi-
Perubahan turgor !elastisitas kulit$DO:
-
'angguan pada bagian tubuh-
erusakan lapisa kulit !dermis$-
'angguan permukaan kulit!epidermis$
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Ke$emasan berhubungan dengan
aktor keturunan, risis situasional, Stress, perubahan status kesehatan, an%aman kematian, perubahan konsep diri, kurang pengetahuan dan hospitalisasi DO/DS:
-
Insomnia-
ontak mata kurang-
urang istirahat-
&erfokus pada diri sendiri-
Iritabilitas-
5akut-
1yeri perut-
Penurunan 5D dan denyut nadi-
Diare, mual, kelelahan-
'angguan tidur-
'emetar-
*noreksia, mulut kering-
Peningkatan 5D, denyut nadi, ((-
esulitan bernafas-
&ingung-
&loking dalam pembi%araan-
Sulit berkonsentrasiNOC :
-
ontrol ke%emasan-
opingSetelah dilakukan asuhan selama +++++klien ke%emasan teratasi dgn kriteria hasil:
lien mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala %emas
engidentifikasi,
mengungkapkan dan menunjukkan tehnik untuk mengontol %emas
)ital sign dalam batas normal
Postur tubuh, ekspresi "ajah, bahasa tubuh dan tingkat aktivitas menunjukkan berkurangnya ke%emasan
NIC :
An%iet& Redu$tion 'penurunan ke$emasan( • 'unakan pendekatan yang menenangkan
• 1yatakan dengan jelas harapan terhadap pelaku pasien
• 2elaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama prosedur
• 5emani pasien untuk memberikan keamanan dan mengurangi takut
• &erikan informasi faktual mengenai diagnosis, tindakan prognosis
• 0ibatkan keluarga untuk mendampingi klien
• Instruksikan pada pasien untuk menggunakan tehnik relaksasi
• Dengarkan dengan penuh perhatian • Identifikasi tingkat ke%emasan
• &antu pasien mengenal situasi yang menimbulkan ke%emasan
• Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, persepsi
• elola pemberian obat a nti %emas:...
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan Tujuan dan Kriteria
Hasil
Intervensi
)akut berhubungan dengan efek terhadap gaya hidup, kebutuhan injeksi se%ara mandiri, komplikasi D, ditandai dengan
DS : Peningkatan ketegangan,panik, penurunan keper%ayaan diri, %emas DO :
Penurunan produktivitas, kemampuan belajar, kemampuan menyelesaikan masalah, mengidentifikasi obyek ketakutan,
peningkatan ke"aspadaan, anoreksia, mulut kering, diare, mual, pu%at, muntah, perubahan tanda4tanda vital
NOC :An%iet& $ontrol *ear $ontrol
Setelah dilakukan tindakan kepera"atan selama...takut klien teratasi dengan kriteria hasil :
-
emiliki informasi untukmengurangi takut
-
enggunakan tehnikrelaksasi
-
empertahankan hubungansosial dan fungsi peran
-
engontrol respon takutNIC:
Coping +nhan$ement
2elaskan pada pasien tentang proses penyakit
2elaskan semua tes dan pengobatan pada pasien dan keluarga
Sediakan reninfor%ement positif ketika pasien melakukan perilaku untuk mengurangi takut
Sediakan pera"atan yang berkesinambungan
urangi stimulasi lingkungan yang dapat menyebabkan misinterprestasi
Dorong mengungkapkan se%ara verbal perasaan, persepsi dan rasa takutnya
Perkenalkan dengan orang yang mengalami penyakit yang sama
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Penurunan $urah ,antung b/d gangguan
irama jantung, stroke volume, pre load dan afterload, kontraktilitas jantung. DO/DS:
-
*ritmia, takikardia, bradikardia-
Palpitasi, oedem-
elelahan-
Peningkatan/penurunan 2)P-
Distensi vena jugularis-
ulit dingin dan lembab-
Penurunan denyut nadi perifer-
Oliguria, kaplari refill lambat-
1afas pendek/ sesak nafas-
Perubahan "arna kulit-
&atuk, bunyi jantung S=/S9-
e%emasanNOC :
• Cardia% Pump effe%tiveness • Cir%ulation Status
• )ital Sign Status • 5issue perfusion: perifer
Setelah dilakukan asuhan selama+++penurunan kardiak output klien teratasi dengan kriteria hasil:
5anda )ital dalam rentang normal !5ekanan darah, 1adi, respirasi$
Dapat mentoleransi aktivitas, tidak ada kelelahan
5idak ada edema paru, perifer, dan tidak ada asites
5idak ada penurunan kesadaran
*'D dalam batas normal
5idak ada distensi vena leher
Barna kulit normal
NIC :
;valuasi adanya nyeri dada
Catat adanya disritmia jantung
Catat adanya tanda dan gejala penurunan %ardia% putput
onitor status pernafasan yang menandakan gagal jantung
onitor balan%e %airan
onitor respon pasien terhadap efek pengobatan antiaritmia
*tur periode latihan dan istirahat untuk menghindari kelelahan
onitor toleransi aktivitas pasien
onitor adanya dyspneu, fatigue, tekipneu dan ortopneu
*njurkan untuk menurunkan stress
onitor 5D, nadi, suhu, dan ((
onitor )S saat pasien berbaring, duduk, atau berdiri
*uskultasi 5D pada kedua lengan dan bandingkan
onitor 5D, nadi, ((, sebelum, selama, dan setelah aktivitas
onitor jumlah, bunyi dan irama jantung
onitor frekuensi dan irama pernapasan
onitor pola pernapasan abnormal
onitor suhu, "arna, dan kelembaban kulit
onitor sianosis perifer
onitor adanya %ushing triad !tekanan nadi yang melebar, bradikardi, peningkatan sistolik$
Identifikasi penyebab dari perubahan vital sign
2elaskan pada pasien tujuan dari pemberian oksigen
Sediakan informasi untuk mengurangi stress
elola pemberian obat anti aritmia, inotropik, nitrogliserin dan vasodilator untuk mempertahankan kontraktilitas jantung
elola pemberian antikoagulan untuk men%egah trombus perifer
inimalkan stress lingkungan
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Perfusi ,aringan kardiopulmonal tidak
efektif b/d gangguan afinitas 3b oksigen, penurunan konsentrasi 3b, 3ipervolemia, 3ipoventilasi, gangguan transport O-, gangguan aliran arteri dan vena DS:
-
1yeri dada-
Sesak nafas DO-
*'D abnormal-
*ritmia-
&ronko spasme-
apilare refill G = dtk-
(etraksi dada-
Penggunaan otot4otot tambahanNOC :
Cardia% pump ;ffe%tiveness
Cir%ulation status
5issue Prefusion : %ardia%, periferal
)ital Sign Statusl Setelah dilakukan asuhan
selama+++ketidakefektifan perfusi jaringan kardiopulmonal teratasi
dengan kriteria hasil:
5ekanan systole dan diastole dalam rentang yang diharapkan
C)P dalam batas normal
1adi perifer kuat dan simetris
5idak ada oedem perifer dan asites
Denyut jantung, *'D, ejeksi fraksi dalam batas normal
NIC :
onitor nyeri dada !durasi, intensitas dan faktor4faktor presipitasi$
Observasi perubahan ;C'
*uskultasi suara jantung dan paru
onitor irama dan jumlah denyut jantung
onitor angka P5, P55 dan *5
onitor elektrolit !potassium dan magnesium$
onitor status %airan
;valuasi oedem perifer dan denyut nadi
onitor peningkatan kelelahan dan ke%emasan
Instruksikan pada pasien untuk tidak mengejan selama &*&
2elaskan pembatasan intake kafein, sodium, kolesterol dan lemak
elola pemberian obat4obat: analgesik, anti koagulan, nitrogliserin, vasodilator dan diuretik.
&unyi jantung abnormal tidak ada
1yeri dada tidak ada
elelahan yang ekstrim tidak ada
5idak ada ortostatikhipertensi
5ingkatkan istirahat !batasi pengunjung, kontrol stimulasi lingkungan$
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Perfusi ,aringan $erebral tidak efektif
b/d gangguan afinitas 3b oksigen, penurunan konsentrasi 3b, 3ipervolemia, 3ipoventilasi, gangguan transport O-, gangguan aliran arteri dan vena DO
-
'angguan status mental-
Perubahan perilaku-
Perubahan respon motorik-
Perubahan reaksi pupil-
esulitan menelan-
elemahan atau paralisis ekstrermitas-
*bnormalitas bi%araNOC :
Cir%ulation status
1eurologi% status
5issue Prefusion : %erebral Setelah dilakukan asuhan
selama+++ketidakefektifan perfusi jaringan %erebral teratasi dengan
kriteria hasil:
5ekanan systole dan diastole dalam rentang yang diharapkan
5idak ada ortostatikhipertensi
omunikasi jelas
enunjukkan konsentrasi dan orientasi
Pupil seimbang dan reaktif
&ebas dari aktivitas kejang
5idak mengalami nyeri kepala
NIC :
onitor 55)
onitor *'D, ukuran pupil, ketajaman, kesimetrisan dan reaksi
onitor adanya diplopia, pandangan kabur, nyeri kepala
onitor level kebingungan dan orientasi
onitor tonus otot pergerakan
onitor tekanan intrkranial dan respon nerologis
Catat perubahan pasien dalam merespon stimulus
onitor status %airan
Pertahankan parameter hemodinamik
5inggikan kepala >49?o
tergantung pada konsisi pasien dan order medis
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Perfusi ,aringan gastrointestinal tidak
efektif b/d gangguan afinitas 3b oksigen, penurunan konsentrasi 3b, 3ipervolemia, 3ipoventilasi, gangguan transport O-, gangguan aliran arteri dan vena DS:
-
1yeri-
perut-
ual DO-
Distensi abdominal-
&ising usus turun/ tidak adaNOC :
&o"l ;limination
Cir%ulation status
;le%trolite and *%id &ase &alan%e
luid &alan%e
3idration
5issue perfusion :abdominal organs
Setelah dilakukan asuhan
selama+++ketidakefektifan perfusi jaringan gastrointestinal teratasi
dengan kriteria hasil:
2umlah, "arna, konsistensi dan bau feses dalam batas normal
5idak ada nyeri perut
&ising usus normal
5ekanan systole dan diastole dalam rentang normal
Distensi vena leher tidak ada
'angguan mental, orientasi pengetahuan dan kekuatan otot normal
1a, , Cl, Ca, g dan &iknat dalam batas normal
5idak ada bunyi nafas tambahan
Intake output seimbang
5idak ada oedem perifer dan
NIC :
onitor 55)
onitor elektrolit
onitor irama jantung
Catat intake dan output se%ara akurat
aji tanda4tanda gangguan keseimbangan %airan dan elektrolit !membran mukosa kering, sianosis, jaundi%e$
elola pemberian suplemen elektrolit sesuai order
olaborasi dengan ahli gi#i jumlah kalori dan jumlah #at gi#i yang dibutuhkan
Pasang 1'5 jika perlu
asites
5dak ada rasa haus yang abnormal
embran mukosa lembab
3ematokrit dalam batas normal
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Perfusi ,aringan renal tidak efektif b/d
gangguan afinitas 3b oksigen, penurunan konsentrasi 3b, 3ipervolemia,
3ipoventilasi, gangguan transport O-, gangguan aliran arteri dan vena DO
-
Penigkatan rasio ureum kreatinin-
3ematuria-
Oliguria/ anuria-
Barna kulit pu%at-
Pulsasi arterial tidak terabaNOC :
Cir%ulation status
;le%trolite and *%id &ase &alan%e
luid &alan%e
3idration
5issue Prefusion : renal
Erinari elimination Setelah dilakukan asuhan
selama+++ketidakefektifan perfusi jaringan renal teratasi dengan kriteria
hasil:
5ekanan systole dan diastole dalam batas normal
5idak ada gangguan mental, orientasi kognitif dan kekuatan otot
1a, , Cl, Ca, g, &E1, Creat dan &iknat dalam batas normal
5idak ada distensi vena leher
5idak ada bunyi paru tambahan
Intake output seimbang
5idak ada oedem perifer dan asites
5dak ada rasa haus yang abnormal
embran mukosa lembab
3ematokrit dbn
Barna dan bau urin dalam batas normal
NIC :
Observasi status hidrasi !kelembaban membran mukosa, 5D ortostatik, dan keadekuatan dinding nadi$
onitor 35, Ereum, albumin, total protein, serum osmolalitas dan urin
Observasi tanda4tanda %airan berlebih/ retensi !C)P menigkat, oedem, distensi vena leher dan asites$
Pertahankan intake dan output se%ara akurat
onitor 55) Pasien 3emodialisis:
Observasi terhadap dehidrasi, kram otot dan aktivitas kejang
Observasi reaksi tranfusi
onitor 5D
onitor &E1, Creat, 35 dan elektrolit
5imbang && sebelum dan sesudah prosedur
aji status mental
onitor C5
Pasien Peritoneal Dialisis:
aji temperatur, 5D, denyut perifer, (( dan &&
aji &E1, Creat p3, 35, elektrolit selama prosedur
onitor adanya respiratory distress
onitor banyaknya dan penampakan %airan
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi efisit pera-atan diri
&erhubungan dengan : penurunan atau kurangnya motivasi, hambatan
lingkungan, kerusakan muskuloskeletal, kerusakan neuromuskular, nyeri,
kerusakan persepsi/ kognitif, ke%emasan, kelemahan dan kelelahan.
DO :
ketidakmampuan untuk mandi, ketidakmampuan untuk berpakaian, ketidakmampuan untuk makan, ketidakmampuan untuk toileting
NOC :
Self %are : *%tivity of Daily 0iving !*D0s$
Setelah dilakukan tindakan kepera"atan selama +. Defisit pera"atan diri teratas dengan kriteria hasil:
lien terbebas dari bau badan
enyatakan kenyamanan terhadap kemampuan untuk melakukan *D0s
Dapat melakukan *D0S dengan bantuan
NIC :
Self Care assistane : A.s
onitor kemempuan klien untuk pera"atan diri yang mandiri.
onitor kebutuhan klien untuk alat4alat bantu untuk kebersihan diri, berpakaian, berhias, toileting dan makan.
Sediakan bantuan sampai klien mampu se%ara utuh untuk melakukan self4%are.
Dorong klien untuk melakukan aktivitas sehari4hari yang normal sesuai kemampuan yang dimiliki.
Dorong untuk melakukan se%ara mandiri, tapi beri bantuan ketika klien tidak mampu melakukannya.
*jarkan klien/ keluarga untuk mendorong kemandirian, untuk memberikan bantuan hanya jika pasien tidak mampu untuk melakukannya.
&erikan aktivitas rutin sehari4 hari sesuai kemampuan.
Pertimbangkan usia klien jika mendorong pelaksanaan aktivitas sehari4hari.
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Risiko gangguan integritas kulit
aktor4faktor risiko: ;ksternal :
-
3ipertermia atau hipotermia-
Substansi kimia-
elembaban udara-
aktor mekanik !misalnya : alatyang dapat menimbulkan luka, tekanan, restraint$
-
Immobilitas fisik-
(adiasi-
Esia yang ekstrim-
elembaban kulit-
Obat4obatan-
;kskresi dan sekresiInternal :
-
Perubahan status metabolik-
5ulang menonjol-
Defisit imunologi-
&erhubungan dengan denganperkembangan
-
Perubahan sensasi-
Perubahan status nutrisi !obesitas,kekurusan$
-
Perubahan pigmentasi-
Perubahan sirkulasi-
Perubahan turgor !elastisitas kulit$-
PsikogenikNOC :
-
5issue Integrity : Skin and u%ousembranes
-
Status 1utrisi-
5issue Perfusion:perifer-
Dialiysis *%%ess IntegritySetelah dilakukan tindakan kepera"atan selama+. 'angguan integritas kulit tidak terjadi dengan kriteria hasil:
Integritas kulit yang baik bisa dipertahankan
elaporkan adanya gangguan sensasi atau nyeri pada daerah kulit yang mengalami gangguan
enunjukkan pemahaman dalam proses perbaikan kulit dan men%egah terjadinya sedera berulang
ampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembaban kulit dan pera"atan alami
Status nutrisi adekuat
Sensasi dan "arna kulit normal
N-*: Pressure anagement
*njurkan pasien untuk menggunakan pakaian yang longgar
3indari kerutan padaa tempat tidur
2aga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering
obilisasi pasien !ubah posisi pasien$ setiap dua jam sekali
onitor kulit akan adanya kemerahan
Oleskan lotion atau minyak/baby oil pada derah yang tertekan
onitor aktivitas dan mobilisasi pasien
onitor status nutrisi pasien
emandikan pasien dengan sabun dan air hangat
'unakan pengkajian risiko untuk memonitor faktor risiko pasien !&raden S%ale, Skala 1orton$
Inspeksi kulit terutama pada tulang4tulang yang menonjol dan titik4titik tekanan ketika merubah posisi pasien.
2aga kebersihan alat tenun
olaborasi dengan ahli gi#i untuk pemberian tinggi protein, mineral dan vitamin
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari
kebutuhan tubuh &erhubungan dengan :
Intake yang berlebihan terhadap kebutuhan metabolisme tubuh DS :
-
0aporan adanya sedikit aktivitasatau tidak ada aktivitas DO:
-
0ipatan kulit tri%ep G -? mm untuk"anita dan G 7? mm untuk pria
-
&& -> H di atas ideal u ntuk tinggidan kerangka tubuh ideal
-
akan dengan respon eksternal!misalnya : situasi sosial, sepanjang hari$
-
Dilaporkan atau diobservasi adanyadisfungsi pola makan !misal : memasangkan makanan dengan aktivitas yang lain$
-
onsentrasi intake makanan padamenjelang malam
NOC :
1utritional Status : food and luid Intake
1utritional Status : nutrient Intake
Beight %ontrol Setelah dilakukan tindakan kepera"atan selama +. etidak seimbangan nutrisi lebih teratasi dengan kriteria hasil:
engerti fa%tor yang meningkatkan berat badan
engidentfifikasi tingkah laku diba"ah kontrol klien
emodifikasi diet dalam "aktu yang lama untuk
mengontrol berat badan
Penurunan berat badan 74-pounds/mgg
enggunakan energy untuk aktivitas sehari hari
NIC :
/eight #anagement
Diskusikan bersama pasien mengenai hubungan antara intake makanan, latihan, peningkatan && dan penurunan &&
Diskusikan bersama pasien mengani kondisi medis yang dapat mempengaruhi &&
Diskusikan bersama pasien mengenai kebiasaan, gaya hidup dan fa%tor herediter yang dapat mempengaruhi &&
Diskusikan bersama pasien mengenai risiko yang berhubungan dengan && berlebih dan penurunan &&
Dorong pasien untuk merubah kebiasaan makan
Perkirakan && badan ideal pasien Nutrition #anagement
aji adanya alergi makanan
olaborasi dengan ahli gi#i untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien.
*njurkan pasien untuk meningkatkan intake e
*njurkan pasien untuk meningkatkan protein dan vitamin C
&erikan substansi gula
akinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk men%egah konstipasi
&erikan makanan yang terpilih ! sudah dikonsultasikan dengan ahli gi#i$
*jarkan pasien bagaimana membuat %atatan makanan harian.
onitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
&erikan informasi tentang kebutuhan nutrisi
aji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan
/eight redu$tion Assistan$e
asilitasi keinginan pasien untuk menurunkan &&
Perkirakan bersama pasien mengenai penurunan &&
5entukan tujuan penurunan &&
&eri pujian/re"ard saat pasien berhasil men%apai tujuan
*jarkan pemilihan makanan
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi N&eri akut &erhubungan dengan:
*gen injuri !biologi, kimia, fisik, psikologis$, kerusakan jaringan DS:
-
0aporan se%ara verbalDO:
-
Posisi untuk menahan nyeri-
5ingkah laku berhati4hati-
'angguan tidur !mata sayu, tampak%apek, sulit atau gerakan ka%au, menyeringai$
-
5erfokus pada diri sendiri-
okus menyempit !penurunanpersepsi "aktu, kerusakan proses berpikir, penurunan interaksi dengan orang dan lingkungan$
NOC :
Pain 0evel,
pain %ontrol,
%omfort level
Setelah dilakukan tinfakan kepera"atan selama +. Pasien tidak mengalami nyeri, dengan kriteria hasil: • ampu mengontrol nyeri !tahu
penyebab nyeri, mampu menggunakan tehnik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, men%ari bantuan$
• elaporkan bah"a nyeri berkurang dengan menggunakan manajemen nyeri
• ampu mengenali nyeri !skala,
NIC :
0akukan pengkajian nyeri se%ara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
&antu pasien dan keluarga untuk men%ari dan menemukan dukungan
ontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pen%ahayaan dan kebisingan
urangi faktor presipitasi nyeri
aji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi
*jarkan tentang teknik non farmakologi: napas dala, relaksasi, distraksi, kompres hangat/ dingin
&erikan analgetik untuk mengurangi nyeri: ++...
5ingkatkan istirahat
-
5ingkah laku distraksi, %ontoh : jalan4jalan, menemui orang lain dan/atau aktivitas, aktivitas berulang4ulang$
-
(espon autonom !seperti diaphoresis,perubahan tekanan darah, perubahan nafas, nadi dan dilatasi pupil$
-
Perubahan autonomi% dalam tonusotot !mungkin dalam rentang dari lemah ke kaku$
-
5ingkah laku ekspresif !%ontoh :gelisah, merintih, menangis, "aspada, iritabel, nafas panjang/berkeluh kesah$
-
Perubahan dalam nafsu makan danminum
intensitas, frekuensi dan tanda nyeri$
• enyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang
• 5anda vital dalam rentang normal • 5idak mengalami gangguan tidur
berapa lama nyeri akan berkurang dan antisipasi ketidaknyamanan dari prosedur
onitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik pertama kali
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi N&eri Kronis berhubungan dengan
ketidakmampuan fisik4psikososial kronis !metastase kanker, injuri neurologis, artritis$
DS:
-
elelahan-
5akut untuk injuri ulangDO:
-
*tropi otot-
'angguan aktifitas-
*noreksia-
Perubahan pola tidur-
(espon simpatis !suhu dingin,perubahan posisi tubuh , hipersensitif, perubahan berat badan$
N*6
Comfort level
Pain %ontrol
Pain level
Setelah dilakukan tindakan
kepera"atan selama +. nyeri kronis pasien berkurang dengan kriteria hasil:
5idak ada gangguan tidur
5idak ada gangguan konsentrasi
5idak ada gangguan hubungan interpersonal
5idak ada ekspresi menahan nyeri dan ungkapan se%ara verbal
5idak ada tegangan otot
NIC :
Pain anajemen
-
onitor kepuasan pasien terhadap manajemen nyeri-
5ingkatkan istirahat dan tidur yang adekuat-
elola anti analgetik ...-
2elaskan pada pasien penyebab nyeri-
0akukan tehnik nonfarmakologis !relaksasi, masasepunggung$
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Gangguan mobilitas fisik
&erhubungan dengan :
-
'angguan metabolisme sel-
eterlembatan perkembangan-
Pengobatan-
urang support lingkungan-
eterbatasan ketahan kardiovaskuler-
ehilangan integritas struktur tulang-
5erapi pembatasan gerak-
urang pengetahuan tentangkegunaan pergerakan fisik
-
Indeks massa tubuh diatas A? tahunper%entil sesuai dengan usia
-
erusakan persepsi sensori-
5idak nyaman, nyeri-
erusakan muskuloskeletal danneuromuskuler
-
Intoleransi aktivitas/penurunankekuatan dan stamina
-
Depresi mood atau %emasNOC :
2oint ovement : *%tive
obility 0evel
Self %are : *D0s
5ransfer performan%e Setelah dilakukan tindakan kepera"atan selama+.gangguan mobilitas fisik teratasi dengan kriteria hasil:
lien meningkat dalam aktivitas fisik
engerti tujuan dari peningkatan mobilitas
emverbalisasikan perasaan dalam meningkatkan kekuatan dan kemampuan berpindah
emperagakan penggunaan alat &antu untuk mobilisasi !"alker$
NIC :
+%er$ise therap& : ambulation
onitoring vital sign sebelm/sesudah latihan dan lihat respon pasien saat latihan
onsultasikan dengan terapi fisik tentang ren%ana ambulasi sesuai dengan kebutuhan
&antu klien untuk menggunakan tongkat saat berjalan dan %egah terhadap %edera
*jarkan pasien atau tenaga kesehatan lain tentang teknik ambulasi
aji kemampuan pasien dalam mobilisasi
0atih pasien dalam pemenuhan kebutuhan *D0s se%ara mandiri sesuai kemampuan
Dampingi dan &antu pasien saat mobilisasi dan bantu penuhi kebutuhan *D0s ps.
&erikan alat &antu jika klien memerlukan.
*jarkan pasien bagaimana merubah posisi dan berikan bantuan jika diperlukan
-
erusakan kognitif-
Penurunan kekuatan otot, kontrol danatau masa
-
eengganan untuk memulai gerak-
'aya hidup yang menetap, tidakdigunakan, de%onditioning
-
alnutrisi selektif atau umumDO:
-
Penurunan "aktu reaksi-
esulitan merubah posisi-
Perubahan gerakan !penurunan untukberjalan, ke%epatan, kesulitan memulai langkah pendek$
-
eterbatasan motorik kasar dan halus-
eterbatasan (O-
'erakan disertai nafas pendek atautremor
-
etidak stabilan posisi selamamelakukan *D0
-
'erakan sangat lambat dan tidakterkoordinasi
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Risiko trauma
aktor4faktor risiko Internal:
elemahan, penglihatan menurun, penurunan sensasi taktil, penurunan koordinasi otot, tangan4mata, kurangnya edukasi keamanan, keterbelakangan mental
;ksternal: 0ingkungan
NOC :
• no"ledge : Personal Safety • Safety &ehavior : all Prevention • Safety &ehavior : all o%%uran%e • Safety &ehavior : Physi%al Injury • 5issue Integrity: Skin and u%ous
embran
Setelah dilakukan tindakan kepera"atan selama+.klien tidak mengalami trauma dengan kriteria hasil:
-
pasien terbebas dari trauma fisikNIC :
+n"ironmental #anagement safet&
Sediakan lingkungan yang aman untuk pasien
Identifikasi kebutuhan keamanan pasien, sesuai dengan kondisi fisik dan fungsi kognitif pasien dan ri"ayat penyakit terdahulu pasien
enghindarkan lingkungan yang berbahaya !misalnya memindahkan perabotan$
emasang side rail tempat tidur
enyediakan tempat tidur yang nyaman dan bersih
enempatkan saklar lampu ditempat yang mudah dijangkau pasien.
embatasi pengunjung
emberikan penerangan yang %ukup
enganjurkan keluarga untuk menemani pasien.
engontrol lingkungan dari kebisingan
emindahkan barang4barang yang dapat membahayakan
&erikan penjelasan pada pasien dan keluarga atau pengunjung adanya perubahan status kesehatan dan penyebab penyakit.
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Risiko In,ur&
aktor4faktor risiko : ;ksternal
-
isik !%ontoh : ran%angan struktur danarahan masyarakat, bangunan dan atau perlengkapan< mode transpor atau %ara perpindahan< anusia atau penyedia pelayanan$
-
&iologikal ! %ontoh : tingkat imunisasidalam masyarakat, mikroorganisme$
NOC : (isk ontrol Immune status Safety &ehavior
Setelah dilakukan tindakan kepera"atan selama+. lien tidak mengalami injury dengan kriterian hasil:
lien terbebas dari %edera
lien mampu menjelaskan %ara/metode untukmen%egah
NIC : +n"ironment #anagement '#ana,emen lingkungan(
Sediakan lingkungan yang aman untuk pasien
Identifikasi kebutuhan keamanan pasien, sesuai dengan kondisi fisik dan fungsi kognitif pasien dan ri"ayat penyakit terdahulu pasien
enghindarkan lingkungan yang berbahaya !misalnya memindahkan perabotan$
emasang side rail tempat tidur
enyediakan tempat tidur yang nyaman dan bersih
enempatkan saklar lampu ditempat yang mudah dijangkau pasien.
-
imia !obat4obatan:agen farmasi,alkohol, kafein, nikotin, bahan penga"et, kosmetik< nutrien: vitamin, jenis makanan< ra%un< polutan$ Internal
-
Psikolgik !orientasi afektif$-
al nutrisi-
&entuk darah abnormal, %ontoh :leukositosis/leukopenia
-
Perubahan faktor pembekuan,-
5rombositopeni-
Si%kle %ell-
5halassemia,-
Penurunan 3b,-
Imun4autoimum tidak berfungsi.-
&iokimia, fungsi regulasi !%ontoh :tidak berfungsinya sensoris$
-
Disfugsi gabungan-
Disfungsi efektor-
3ipoksia jaringan-
Perkembangan usia !fisiologik,psikososial$
-
isik !%ontoh : kerusakan kulit/tidakutuh, berhubungan dengan mobilitas$
injury/%edera
lien mampu menjelaskan fa%tor risiko dari lingkungan/perilaku personal
ampumemodifikasi gaya hidup untukmen%egah injury
enggunakan fasilitas kesehatan yang ada
ampu mengenali perubahan status kesehatan
embatasi pengunjung
emberikan penerangan yang %ukup
enganjurkan keluarga untuk menemani pasien.
engontrol lingkungan dari kebisingan
emindahkan barang4barang yang dapat membahayakan
&erikan penjelasan pada pasien dan keluarga atau pengunjung adanya perubahan status kesehatan dan penyebab penyakit.
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi #ual berhubungan dengan:
-
Pengobatan: iritasi gaster, distensigaster, obat kemoterapi, toksin
-
&iofisika: gangguan biokimia !*D,Eremia$, nyeri jantung, tumor intra abdominal, penyakit oesofagus / pankreas.
-
Situasional: faktor psikologis sepertinyeri, takut, %emas. DS:
-
3ipersalivasi-
Penigkatan reflek menelan-
enyatakan mual / sakit perutN*6
Comfort level
3idrasil
1utritional Status Setelah dilakukan tindakan
kepera"atan selama +. mual pasien teratasi dengan kriteria hasil:
elaporkan bebas dari mual
engidentifikasi hal4hal yang mengurangi mual
1utrisi adekuat
Status hidrasi: hidrasi kulit membran mukosa baik, tidak ada rasa haus yang abnormal, panas, urin output normal, 5D, 3C5 normal
NIC :
luid anagement
-
Pen%atatan intake output se%ara akurat-
onitor status nutrisi-
onitor status hidrasi !elembaban membranmukosa, vital sign adekuat$
-
*njurkan untuk makan pelan4pelan-
2elaskan untuk menggunakan napas dalam untukmenekan reflek mual
-
&atasi minum 7 jam sebelum, 7 jam sesudah danselama makan
-
Instruksikan untuk menghindari bau makanan yangmenyengat
-
&erikan terapi I) kalau perlu-
elola pemberian anti emetik...Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi iare berhubungan dengan
-
psikologis: stress dan %emastinggi
-
Situasional: efek dari medikasi,kontaminasi, penyalah gunaan laksatif, penyalah gunaan alkohol, radiasi, toksin, makanan per 1'5
-
isiologis: proses infeksi,inflamasi, iritasi, malabsorbsi, parasit DS:
-
1yeri perut N*6 &o"l ;limination luid &alan%e 3idration ;le%trolit and *%id &ase &alan%e Setelah dilakukan tindakan
kepera"atan selama +. diare pasien teratasi dengan kriteria hasil:
5idak ada diare
eses tidak ada darah dan mukus
1yeri perut tidak ada
Pola &*& normal
NIC :
Diare anagement
-
elola pemeriksaan kultur sensitivitas feses-
;valuasi pengobatan yang berefek sampinggastrointestinal
-
;valuasi jenis intake makanan-
onitor kulit sekitar perianal terhadap adanya iritasidan ulserasi
-
*jarkan pada keluarga penggunaan obat anti diare-
Instruksikan pada pasien dan keluarga untukmen%atat "arna, volume, frekuensi dan konsistensi feses