• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

31

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada seluruh siswa kelas XII AP di SMK Negeri 1 Salatiga dengan jumlah 104 siswa yang terdiri dari tiga kelas dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 4.1 Rincian jumlah siswa

Kelas Siswa XII AP 1 35 XII AP 2 35 XII AP 3 34 Jumlah 104 1.2 Pelaksanaan Penelitian

Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Salatiga mulai dari tanggal 20 - 21 Maret 2017. Penulis menyebarkan dua skala sikap kepada siswa kelas XII AP yang berupa skala sikap self efficacy dan skala sikap kecemasan menghadapi ujian nasional.

(2)

32

1.3 Analisis Deskriptif dan Hasil Penelitian

4.3.1 Analisis Deskriptif Self-Efficacy

Dalam penelitian ini Self-Efficacy dikategorikan ke dalam 4 tingkatan yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang dan rendah. Jumlah skor dari 104 responden yang didapat telah diolah menggunakan aplikasi SPSS 16.0 for windows dan didapatkan hasil sebagai berikut :

Tabel 4.2 Data skor maksimal dan minimal

Dari analisis data di atas, didapatkan hasil skor maksimal self-efficacy sebesar 113 dan skor minimal sebesar 78.

Melalui jumlah skor, maka akan diketahui kategori dari setiap responden. Untuk mengetahui kategori dari setiap responden menggunakan rumus sebagai berikut:

I =

Interval

I =

I =

=

8.75

*

dibulatkan ke atas menjadi 9

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

SelfEfficacy 104 78 113 98.63 7.445

(3)

33 Berikut adalah rincian kategori self-efficacy dari responden :

Tabel 4.3

Daftar Distribusi Self-Efficacy

No. Kategori Kelas

Interval Frekuensi Prosentase (%) 1. Sangat Tinggi 105 - 113 20 19.2 % 2. Tinggi 96 - 104 43 41.3 % 3. Sedang 87 - 95 38 36.5 % 4. Rendah 78 - 86 3 3.0 % Jumlah 104 100 %

Dilihat dari tabel 4.3 maka diketahui bahwa self-efficacy siswa dengan kategori sangat tinggi sebesar 19.2 %, tinggi 41.3%, sedang 36.5% dan rendah 3.00 %. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa

self-efficacy siswa kelas XII AP di SMK Negeri 1 Salatiga dominan berkategori

tinggi sebesar 41.3% dengan jumlah siswa sebanyak 43 orang dari total 104 siswa.

4.3.2 Analisis Deskriptif Kecemasan Menghadapi Ujian Nasional

Dalam penelitian ini, kecemasan menghadapi ujian nasional di kategorikan ke dalam 4 tingkatan yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang dan rendah. Jumlah skor dari 104 responden kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS 16.0 for windows yang kemudian didapatkan hasil sebagai berikut :

(4)

34 Dari analisis data di atas, didapatkan hasil skor maksimal kecemasan mengadapi ujian nasional sebesar 93 dan skor minimal sebesar 47.

Melalui jumlah skor, maka akan diketahui kategori dari setiap responden. Untuk mengetahui kategori dari setiap responden menggunakan rumus sebagai berikut:

I =

Interval

I =

I =

=

11.5

*

dibulatkan kebawah menjadi 11

Berikut adalah rincian kategori kecemasan menghadapi ujian nasional dari responden :

Tabel 4.4 Skor Maksimal dan Minimal Kecemasan Menghadapi UN

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

KecemasanUN 104 47 93 67.68 8.309

(5)

35

Tabel 4.5

Daftar Distribusi Kecemasan Menghadapi Ujian Nasional

No. Kategori Kelas

Interval Frekuensi Prosentase (%) 1. Sangat Tinggi 82 – 93 5 4.8 % 2. Tinggi 70 – 81 24 23.1 % 3. Sedang 58 – 69 65 62.5 % 4. Rendah 47 – 57 10 9.6 % Jumlah 104 100 %

Dilihat dari tabel 4.5 maka diketahui bahwa kecemasan menghadapi ujian nasional yang dimiliki oleh siswa memiliki kategori sangat tinggi sebesar 4.8%, tinggi 23.1%, sedang 62.5% dan rendah 9.6%. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kecemasan menghadapi ujian nasional siswa kelas XII AP di SMK Negeri 1 Salatiga dominan berkategori sedang sebesar 62.5% dengan jumlah siswa sebanyak 65 orang dari total 104 siswa.

1.4 Uji Hipotesis

Untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan self-efficacy dengan kecemasan menghadapi ujian nasional siswa kelas XII AP di SMK Negeri 1 Salatiga, penulis menggunakan teknik analisis korelasi Kendall’s Tau dengan bantuan SPSS 16 (Statistical Product and Service Solution) for windows. Hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut :

(6)

36

Tabel 4.6

Analisis Korelasi antara Self Efficacy dengan Kecemasan Menghadapi Ujian Nasional

Dari tabel 4.6 dapat diketahui bahwa koefisien korelasi antara self-efficacy dengan kecemasan menghadapi ujian nasional pada siswa kelas XII AP di SMK Negeri 1 Salatiga menunjukkan angka r = -.250 dengan nilai p = 0.000 (p = < 0.01).

Berdasarkan analisis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan ke arah negatif antara self-efficacy dengan kecemasan menghadapi ujian nasional siswa kelas XII di SMK Negeri 1 Salatiga. Artinya, apabila semakin tinggi self-efficacy yang dimiliki oleh siswa, maka kecemasan menghadapi ujian nasional akan semakin rendah.

Correlations

selfefficacy Kecemasan

Kendall's tau_b Selfefficacy Correlation Coefficient 1.000 -.250**

Sig. (1-tailed) . .000

N 104 104

kecemasan Correlation Coefficient -.250** 1.000

Sig. (1-tailed) .000 .

N 104 104

(7)

37

1.5 Pembahasan

Berdasarkan data yang diperoleh dari 104 responden (N) dan telah dianalisis menggunakan teknik analisis Kendall’s Tau, diketahui hasil dengan nilai r = -.250 dengan nilai p = .000 (p = < 0.01), maka dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan ke arah negatif antara self-efficacy dan kecemasan menghadapi ujian nasional pada siswa kelas XII AP di SMK Negeri 1 Salatiga. Artinya, semakin tinggi

self-efficacy yang dimiliki oleh siswa maka kecemasan menghadapi ujian nasional

akan semakin rendah dan semakin rendah self-efficacy yang dimiliki siswa maka kecemasan menghadapi ujian nasional akan semakin tinggi.

Semakin tinggi self-efficacy maka akan semakin rendah kecemasan. Dalam penelitian ini, diketahui siswa kelas XII AP dominan memiliki self-efficacy yang tinggi dan kecemasan yang sedang. Berdasarkan hasil dari wawancara dengan Kepala Sekolah dan guru BK di SMK Negeri 1 Salatiga diketahui nilai ujian semester siswa kelas XII AP memiliki rata – rata cukup baik. Dikarenakan nilai ujian nasional pada tahun 2017 belum keluar, maka penulis menggunakan nilai ujian semester untuk perbandingan.

Sejalan dengan penelitian terdahulu milik Novi Liyana (2013) dengan judul “Hubungan antara Self-Efficacy dengan Kecemasan Menghadapi Ujian Nasional pada Siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Sumowono” yang menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan arah negatif antara self efficacy dengan kecemasan menghadapi ujian nasional pada siswa kelas IX SMP N 1 Sumowono. Sesuai pula dengan penelitian yang di lakukan Puji Astuti (2013) ada hubungan negatif yang sangat

(8)

38 signifikan antara self efficacy dengan kecemasan pada mahasiswa BK angkatan 2009 yang sedang mengerjakan skripsi. Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa walaupun dengan partisipan penelitian yang berbeda namun tetap menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dengan kecemasan.

Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah lokasi dan subjek penelitian dimana penelitian ini berlokasi di SMK Negeri 1 Salatiga dengan subjek siswa kelas XII AP, sedangkan penelitian milik Novi Liyana (2013) berlokasi di SMP Negeri 1 Sumowono dengan subjek siswa kelas IX. Selain itu hal lain yang membedakan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah nilai dari hasil analisis datanya, pengujian hipotesis menggunakan teknik analisis yang sama yaitu Kendall

Tau namun hasil yang didapatkan berbeda. Penelitian ini memiliki hasil analisis

dengan nilai r = -.250 dan nilai p = .000 (p = < 0.01) sedangkan penelitian sebelumnya memiliki hasil koefisien korelasi r = -0.183 pada taraf koefisien signifikan 0,003 < 0,05. Walaupun kedua nilai dari hasil penelitian keduanya berbeda, namun hasilnya sama – sama merujuk pada hubungan ke arah negatif.

Hubungan ke arah negatif antara self-efficacy dengan kecemasan menghadapi ujian nasional pada siswa kelas XII AP di SMK Negeri 1 Salatiga dapat dijelaskan dengan teori sebagai berikut : menurut Padmomartono & Windrawanto (2016) individu yang memiliki self-efficacy tinggi memiliki pandangan bahwa dirinya mampu menangani dengan efektif pengalaman dan peristiwa dalam kehidupannya, individu percaya pada kemampuan diri serta berharap cakap mengatasi hambatan dalam hidup secara efektif. Di lain pihak, individu yang memiliki self-efficacy yang

(9)

39 rendah merasa tidak mampu mengendalikan kehidupannya serta kurang percaya diri karena beranggapan semua upaya – upayanya merupakan kesia – siaan. Self-efficacy adalah pertimbangan individu mengenai efektivitasnya dalam menangani situasi tertentu serta memainkan peran utamanya dalam menetapkan perilakunya.

Self-efficacy yang rendah dihubungkan dengan rasa depresi atau tertekan, cemas dan rasa

tak berdaya.

Dalam menghadapi ujian nasional, siswa mendapatkan berbagai tekanan dari luar dan dari diri sendiri. Siswa dituntut untuk lulus ujian nasional, apabila tidak tercapai maka akan timbul rasa malu dan tertekan. Adanya tekanan tersebut kerap kali membuat siswa merasakan cemas. Apabila siswa tidak memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu dan bisa mengatasi situasi yang dianggap mengancam, maka rasa cemas akan semakin meningkat. Begitu juga sebaliknya, apabila siswa percaya dan yakin akan kemampuan dirinya untuk mengatasi situasi yang mengancam maka kecemasan dalam dirinya akan berkurang.

Gambar

Tabel 4.1 Rincian jumlah siswa
Tabel 4.2 Data skor maksimal dan minimal
Tabel 4.4 Skor Maksimal dan Minimal Kecemasan Menghadapi UN

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal Ujian Akhir Semester Ganjil Mata Pelajaran Teori Kejuruan Kelas XII Jurusan Akuntansi SMK Koperasi

SMK Kristen (BM) Salatiga sudah melakukan perikalan dengan membagikan brosur dan memasang spanduk di berbagai tempat tetapi dalam kenyataanya terdapat beragam

Berdasarkan Tabel 16 diperoleh nilai F hitung 12,824 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p&lt;0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa kecemasan menghadapi

Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa program kegiatan ekstrakurikuler paskibra SMK N 2 Salatiga tahun ajaran 2017-2018 dapat mengembangkan sikap kepemimpinan

Greenberg dan Padesky (2004) menyatakan terdapat dua faktor yang mempengaruhi munculnya kecemasan dalam menghadapi dunia kerja, yaitu: 1) faktor kognitif mencangkup

kecemasan siswa SMK Negeri 1 dalam menghadapi ujian kenaikan kelas. Terapi musik yang digunakan adalah musik instrumental

Dari berbagai pemaparan yang sudah dijelaskan di atas, penelitian ini akan melihat hubungan antara kecemasan menghadapi Ujian Nasional dengan kemampuan mulur

Hasil penelitian yang diperoleh dari wawancara terhadap tujuh partisipan menunjukkan gambaran kecemasan pada pasien pre sectio caesarea di 3 (tiga) Rumah Sakit