• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pinisi: Journal of Teacher Professional Volume 3, Nomor 3 November 2021 e-issn: DOI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pinisi: Journal of Teacher Professional Volume 3, Nomor 3 November 2021 e-issn: DOI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

367 DOI.10.26858

PENERAPAN MEDIA KARTU KATA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENYUSUN KALIMAT DARI KATA ACAK

DI KELAS I UPT SD NEGERI 256 PINRANG

Indrayani1, Hamzah Pagarra2, Dwi Pita Reski31 Email: [email protected]

1Pendidikan Guru Sekolah Dasar, UPT SD Negeri 256 Pinrang Email: [email protected]

2Teknologi Pembelajaran, Universitas Negeri Makassar Email: [email protected]

3Pendidikan Guru Sekolah Dasar, UPT SD Negeri Bontocinde

Artikel info Abstrak

Received; 9-9-2021 Revised:10-10-2021 Accepted;25-11-2021 Published,16-11-2021

Penelitian ini dilatari oleh masalah yang terjadi dalam pembelajaran kelas I SD, fokus masalah penelitian ini adalah ketika guru di dalam kelas mengajarkan materi menyusun kalimat yang tepat dari kata acak sering mengalami kendala dan siswa belum memahami serta membuat kalimat yang tepat, maka peneliti menggunakan media kartu kata dalam materi membuat kalimat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh peningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun kalimat. Langkah penelitian disesuaikan dengan tahapan pelaksanaan penelitian PTK yang meliputi 4 (empat) tahapan yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan (3) observasi, dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I UPT SD Negeri 256 Pinrang dengan jumlah siswa 22 orang, 14 laki-laki dan 8 perempuan. Dari hasil penelitian siklus I kemampuan siswa dalam menyusun kalimat ditunjukkan dengan skor perolehan 70 %. Hasil penelitian pada siklus II untuk kemampuan siswa dalam menyusun kalimat dapat dilihat pada skor perolehan siswa yaitu 90 % atau mengalami peningkatan sebesar 20%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya penggunaan media kartu kata pada materi membuat kalimat dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun kalimat pada siswa kelas 1 UPT SD Negeri 256 Pinrang.

Key words:

Program Based Learning, PPL, Kata Acak, Media Kartu Kata

artikel pinisi:journal of teacher proffesonal dengan akses terbuka dibawah lisensi CC BY-4.0

PENDAHULUAN

Permasalahan kemampuan bahasa pada anak dapat ditangani sejak dini dengan berbagai cara, yaitu: mengungkapkan pikiran melalui bahasa yang sederhana secara tepat;

berkomunikasi secara efektif; dan membangkitkan minat untuk dapat bahasa Indonesia, sehingga bahasa Indonesia akan memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional anak dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari

(2)

368 seluruh aspek pembelajaran. Penelitian ini dilakukan karena ada kesenjangan yang terjadi antara target kurikulum TK dengan kurikulum SD, dimana kurikulum TK tidak menekankan lulusannya bisa membaca, sementara ketika telah masuk SD kelas awal anak sudah dituntut untuk bisa membaca karena pelajaran di SD sudah membaca teks dan soal cerita Kondisi ini menyebabkan anak tertinggal pelajaran, tujuan yang ingin dicapai oleh orangtua dan guru tidak berhasil yang mengakibatkan kecewa pada orang tua dan berdampak pada anak yang memungkinkan anak menjadi trauma dalam belajar. Para orang tua berharap anak terampil membaca dan penguasaan kosakata ketika lulus TK.

Salah satu kesulitan belajar yang dialami siswa kelas 1 di UPT SD Negeri 256 Pinrang adalah menyusun kalimat acak menjadi kalimat yang tepat, salah satu faktor penyebab kesulitan anak adalah kurangnya pemahaman anak ketika guru menggunakan Bahasa Indonesia yang baku, ada beberapa anak yang belum lancar berbahasa Indonesia karena lebih sering menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari - hari, hal ini menyebabkan beberapa anak belum mampu membuat kalimat sederhana karena kurangnya pemahaman anak ketika guru menggunakan bahasa Indonesia khususnya menyusun kalimat menggunakan kata acak, ada beberapa dari mereka tidak mampu menyusun beberapa kata acak seperti “ sampah – tempatnya – pada – buanglah “ anak menyusun kata tersebut menjadi kalimat “ tempatnya - sampah - pada –buanglah “.

Berdasarkan masalah di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa menyusun kalimat dari kata acak.

Acak kata merupakan suatu metode yang digunakan dalam pengajaran menyusun kalimat. Siswa akan menyusun kata yang diacak untuk menjadi suatu kalimat yang jelas maknanya. Dardjowidojo (1988: 254) menyatakan bahwa kalimat ialah bagian terkecil dari suatu ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan. Sedangkan media yang digunakan adalah media kartu kata.

Menurut Azhar Arsyad 2007: 119, kartu kata bergambar adalah kartu kecil yang berisi gambar, teks, atau tanda simbol yang mengingatkan atau menuntun siswa kepada sesuatu yang berhubungan dengan gambar tersebut.

Penggunaan media kartu kata ini merupakan alternatif yang dilakukan oleh guru dalam pemecahan masalah, melalui media kartu kata siswa lebih aktif serta perhatian siswa lebih terfokus pada pembelajaran.

METODE PENELITIAN

siswa dalam menyusun kalimat acak maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan saintific menggunakan model based learning. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi ( Kemmis dan Mc Taggart, 1983 ).

a) Perencanaan

Pada tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa,di mana, kapan, dan bagaimana penelitian dilakukan. Penelitian sebaiknya dilakukan secara kolaboratif, sehingga dapat mengurangi unsur subyektivitas. Karena dalam penelitian ini ada kegiatan pengamatan terhadap diri sendiri, yakni pada saat menerapkan pendekatan, model atau metode pembelajaran sebagai upaya menyelesaikan masalah pada saat praktik penelitian. Dalam kegiatan ini peneliti perlu juga menjelaskan persiapan-persiapan pelaksanaan penelitian seperti: rencana pelaksanaan pembelajaran, instrumen pengamatan (observasi) terhadap

(3)

369 proses belajar siswa maupun instrumen pengamatan proses pembelajaran

b) Pelaksanaan tindakan

Pada tahap ini berupa kegiatan implementasi atau penerapan perencanaan tindakan di kelas yang menjadi subyek penelitian. Pada kegiatan implementasi ini guru (peneliti) harus taat atas perencanaan yang telah disusun. Yang perlu diingat dalam implementasi atau praktik penelitian ini berjalan seperti biasa pada saat melaksanakan pembelajaran sebelum penelitian, tidak boleh dibuat-buat yang menyebabkan pembelajaran menjadi kaku. Dan kolaborator disarankan melakukan pengamatan secara obyektif sesuai dengan kondisi pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti. Hal ini penting mengingat penelitian tindakan mempunyai tujuan memperbaiki proses pembelajaran.

c) Observasi

Pada tahap observasi ada dua kegiatan yang diamati yaitu, kegiatan belajar siswa, dan kegiatan pembelajaran. Pengamatan terhadap proses belajar siswa dapat dilakukan sendiri oleh guru pelaksana (peneliti) sambil melaksanakan pembelajaran, sedang pengamatan terhadap proses pembelajaran tentu tidak bisa dilakukan sendiri oleh guru pelaksana.

Untuk itu guru pelaksana (peneliti) minta bantuan teman sejawat (kolaborator) melakukan pengamatan, dalam hal ini kolaborator melakukan pengamatan berdasar pada instrumen yang telah disusun oleh peneliti. Hasil pengamatan kolaborator nantinya akan bermanfaat atau akan digunakan oleh peneliti sebagai bahan refleksi untuk perbaikan pembelajaran berikutnya.

d) Refleksi

Pada tahap refleksi yaitu peninjauan kembali apa yang telah dilakukan. Tujuannya untuk merumuskan formulasi awal yang kemudian akan dituangkan ke dalam rencana awal tindakan. Refleksi berikutnya dilakukan pada setiap akhir pelaksanaan tindakan. Refleksi lanjutan ini dilakukan bersama antara guru dan peneliti untuk menemukan perbaikan untuk rencana tindakan selanjutnya

Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis. Dalam penelitian yang dilaksanakan ini diperoleh data kuantitatif dan kualitatif. Data kuanitatif yaitu data yang berbentuk bilangan yang merupakan hasil tingkat kemampuan siswa. Sedangkan, data kualoitatif yaitu data yang berbentuk pernyataan verbal ( Supardi : 2012 ) yaitu data observasi guru dan siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan pretest pada awal penelitian untuk mengetahuai kemampuan siswa dalam menyusun kalimat dan posttest pada akhir penelitian untuk mengetahui apakah dalam melakukan penelitian metode yang diterapkan berhasil atau tidak.

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam proses belajar mengajar hendaknya didasarkan pada taraf atau tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.

(1). Apabila 75 % dari jumlah siswa yang mengikuti proses belajar mengajar atau mencapai taraf keberhasilan minimal, optimal atau bahkan maksimal maka proses belajar mengajar berikutnya dapat membahas pokok bahasan baru. (2). Apabila 75% atau lebih dari jumlah siswa yang mengikuti proses belajar mengajar mencapai taraf keberhasilan kurang (di bawah taraf keberhasilan minimal), maka proses belajar mengajar berikutnya hendaknya bersifat perbaikan (remedial). Djamarah dan Zain (2006:108)

(4)

370 Dengan memperhatikan hal di atas maka indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah apabila 75% atau lebih dari siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar penguasaan materinya mencapai ≥ 76% maka kegiatan pembelajaran dikatakan berhasil dan kegiatan pembelajaran dapat dihentikan. Tetapi apabila siswa penguasaan materinya yang ≥ 76%

kurang dari 75% dari total siswa yang mengikuti proses belajar mengajar maka kegiatan pembelajaran dikatakan gagal dan harus dilanjutkan pada siklus berikutnya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus dan , tiap tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanakan tindakan, observasi dan refleksi. Adapun hasil dan pembahasannya adalah : Siklus I

a) Hasil Tindakan Siklus 1

Berikut ini adalah hasil penelitian setelah melakukan tindakan penelitian siklus 1 yang diadakan pada hari Rabu 2 Juni 2021yang dilaksanakan dalam 1 kali pertemuan dengan alokasi waktu 3 x 35 menit. Dari 6 siswa penguasaan materinya lebih kecil dari 60%, 12 siswa penguasaan materinya berada pada rentang 60%-70% dan 4 siswa penguasaan materinya berada direntang 76%-99% dan belum ada siswa yang penguasaan materinya mencapai 100%. Berdasarkan hasil evaluasi Siklus I diketahui bahwa 4 dari 22 siswa penguasaan materinya sudah mencapai ≥ 76% atau dengan kata lain 18,1% dari jumlah siswa, telah mencapai target sesuai indikator keberhasilan yang digunakan. Hasil aktivitas siswa pada tahap ini mendapat skor dengan kategori cukup.

b) Refleksi siklus 1

Refleksi siklus I dilakukan peneliti dengan memperhatikan seluruh data yang diperoleh dalam penelitian. Refleksi diawali dengan menganalisis data-data dari hasil evaluasi, dan observasi. Dari data-data tersebut peneliti meninjau ulang pelaksanaan tindakan yang dilakukan pada siklus I. Kekurangan-kekurangan yang ditemukan pada pelaksanaan tindakan siklus I dibenahi untuk perbaikan pelaksanaan tindakan siklus II.

Untuk pembenahan pembelajaran di siklus II, peneliti melakukan perbaikan-perbaikan sebagai berikut:

1) Pembagian kelompok dilakukan secara heterogen baik tingkat kognitif maupun gender.

2) Alat peraga diperbanyak dari jumlah maupun ragamnya, guna mempermudah siswa melakukan kegiatan manipulatif alat peraga dalam setiap kelompok.

Penguasaan kelas, pengelolaan waktu dan pembimbingan kelompok lebih ditingkatkan.

Siklus II

1. Hasil Tindakan Siklus II

Pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan pada hari Selasa 16 Juni 2021 dengan 1 kali pertemuan dan alokasi waktu 2 x 35 menit. Dari 5 siswa penguasaan materinya telah mencapai 100%, 14 siswa penguasaan materinya berada direntang 76%-99%, 3 siswa penguasaan materinya berada direntang 60% -75%, dan sudah tidak ada siswa yang penguasaan materinya lebih kecil dari 60%. Maka dari itu tingkat keberhasilan siswa

(5)

371 meningkat dengan menerapkan media kartu kata.

2. Refleksi siklus II

Dari hasil evaluasi dan hasil tes akhir siswa pada siklus II dapat disimpulkan bahwa penerapan media kartu kata dalam menyusun kalimat acak dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Refleksi setelah melakukan tindakan adalah :

Tingkat kemampuan menyusun kalimat acak menggunakan media kartu kata pada siklus II meningkat, pada siklus II siswa mulai aktif dalam kegiatan pembelajaran dikarenakan guru menggunakan strategi yang tepat.

Berdasarkan hasil refleksi di atas disimpulkan bahwa kelemahan-kelemahan yang terjadi pada siklus I sudah tidak terulang pada siklus II, bahkan mengalami peningkatan kemampuan siswa dalam menyusun kalimat menggunakan media kartu kata, peningkatan tersebut dapat dilihat melalui peningkatan skor siswa dalam menyusun kata acak.

Penelitian yang dilakukan peneliti terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Tahap perencanaan peneliti merancang materi-materi yang akan dipelajari siswa setiap siklusnya dengan memperhatikan keruntutan materi. Perencanaan siklus I peneliti merancang tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat dikuasai siswa setelah pembelajaran yakni 1.

Melalui penjelasan guru, peserta didik mampu menunjukkan kalimat yang merupakan ungkapan petunjuk, 2. Melalui permainan, peserta didik mampu menyusun kalimat ungkapan petunjuk dengan benar.

Pada tahap pelaksanaan tindakan siklus 1 dirangkaikan pula dengan pengumpulan data sesuai dengan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian dari awal sampai akhir pembelajaran. Pada siklus 1 kemampuan siswa dalam menyusun kalimat adalah 70 %, dengan demikian kemampuan siswa dalam menyusun kalimat dapat dikategorikan mampu.

Setelah melakukan refleksi serta evaluasi kegiatan pembelajaran pada siklus 1 , maka di temukan solusi untuk masalah yang terjadi pada proses pembelajaran pada siklus 1 untuk diadakan perbaikan pada pembelajaran siklus II. Setelah melakukan refleksi dan evaluasi, peneliti merancang materi pembelajaran tentang menyusun kalimat acak menggunakan media krtu kata dengan memperhatikan kesalahan pada siklus 1 dan memperbaiki kesalahan – kesalahan tersebut.

Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran pada siklus II , hasil belajar siswa meningkat menjadi 90 % . Peneliti melaksanakan pembelajaran pada siklus II dengan memperhatikan kesalahan pada siklus 1 dan memperbaiki proses pembelajaran tersebut sehingga hasil belajar siswa pada siklus II ini meningkat.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, cukup sulit bagi saya untuk menyelesaikan artikel ilmiah ini. Oleh sebab itu saya mengucapkan terima kasih kepada :

1. Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, M.TP., IPU, selaku rektor Universitas Negeri Makassar 2. Bapak Dr. H. Darmawang M. Kes., selaku ketua prodi PPG UNM

(6)

372 3. Bapak Dr. Andi Muhammad Irfan, ST., MT. selaku wakil ketua panitia pelaksana

PPG bidang akademik

4. Dosen pembimbing Bapak Hamzah Pagarra, S.Kom., M.Pd. yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan

5. Guru Pamong ibu Dwi Pita Resky S.Pd., Gr., M.Pd. selaku guru pamong yang telah banyak membimbing, memotivasi, dan membantu kelancaran dalam pelaksanaan praktek mengajar

6. Ibu Erna Ervianti, S.Pd., M.Pd. selaku admin kelas yang banyak memberikan informasi yang sangat berharga

7. Ibu Hj. Aminah, S.Pd selaku Kepala UPT SD Negeri 256 Pinrang yang telah mengizinkan dan memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian

8. Teristimewa kepada Ibunda, suami, saudara serta keluarga besar yang selalu mendoakan dan menjadi motivasi terbesar penulis.

SIMPULAN

Berdasarkan rumusan masalah data proses dan hasil penelitian, maka penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan media kartu kata dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyusun kalimat dari kata acak di Kelas I UPT SDN 256 Pinrang.

Peningkatan hasil belajar siswa di kelas I UPT SDN 256 Pinrang dapat diamati dari kemampuan siswa menggunakan alat peraga, kerja sama yang baik serta kemampuan siswa dalam menyelesaikan tes yang diberikan. Dimana pada siklus II mengalami peningkatan yang signifikan.

DAFTAR PUSTAKA

Kemmis, s. & McTaggart, R. (1983) The Action Research Planner. 3rd ed. Victoria, Australia: Deakin University.

Umar, Alimin. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Makassar : Badan Penerbit UNM.

Fitrianingsih. 2014. Peningkatan Kemampuan Siswa Menyusun Kalimat Melalui Teknik Acak Kata di Kelas II SDN Malangga Selatan Tolitoli.

https://media.neliti.com/media/publications/122756-ID-peningkatan-

kemampuan-siswa-menyusun-kal.pdf. Palu : Universitas Tadulako (diakses 9 Oktober 2021).

Siadari, Coki. 2018. Pengertian Kalimat Menurut Para Ahli.

https://www.kumpulanpengertian.com/2018/11/pengertian-kalimat-menurut- para-ahli.html ( diakses 11 Oktober 2021 ).

123dok. Pengertian Media Kartu Kata. https://text-id.123dok.com/document/nq7ogrgoy- pengertian-media-kartu-kata-bergambar-kelebihan-dan-kelemahan-kartu-kata- bergambar.html ( diakses 12 Oktober 2021 ).

Syarifah, Mushlihatun. 2017. Tahap Penelitian Tindakan Kelas.

https://www.msyarifah.my.id/tahap-penelitian-tindakan-kelas-siklus-penelitian/ , (diakses 14 Oktober 2021).

Referensi

Dokumen terkait

Pada siklus II, langkah-langkah penerapan metode pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan keberhasilan siswa dilakukan dengan cara pemberian motivasi,

Selama ini ada kerjasama yang baik antara wali kelas, guru pembimbing dengan semua mata pelajaran dalam penanganan masalah-masalah siswa. Selain itu, juga diberikan informasi

Pembelajaran IPA di sekolah dasar memerlukan inovasi agar dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.Oleh karena itu, seharusnya guru IPA di sekolah dasar harus

Proses belajar menggunakan penerapan model pembelajaran matematika realistik lebih baik dari pada proses belajar yang menggunakan penerapan model konvensional, aktivitas

Hasil penelitian pada praktik mengajar 1 diperoleh data 58% Langkah model telah terlaksana dengan baik, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa mencapai 60% dari

Guru membagikan lembar kerja kelompok kepada masing-masing kelompok, sehingga masing-masing anggota kelompok sudah dapat merencanakan apa yang akan mereka selidiki

2. Guru mempersiapkan alat media seperti laptop, proyektor, layar, dll. Guru menyiapkan video yang akan ditampilkan sesuai dengan tema yang diajarkan dan memastikan PPT

Untuk mencapai hasil belajar secara optimal, upaya yang dapat dilakukan seorang guru adalah menggunakan model yang sesuai dalam menyampaikan materi kepada peserta