617 DOI.10.26858
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL POWER POINT DAN VIDEO PEMBELAJARAN
DENGAN METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS V SDN KLAYUSIWALAN 02
Sri Sutrismi1, Muh. Faisal2, Fatmawaty3
Email: [email protected]
1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, UPT SPF SDN Klayusiwalan 02 Email: [email protected]
2Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Makassar Email: [email protected]
3Pendidikan Guru Sekolah Dasar, UPT SPF SD Inpres Unggulan BTN Pemda
Artikel info Abstrak
Received; 9-9-2021 Revised:10-10-2021 Accepted;25-11-2021 Published,16-11-2021
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakaktifan siswa, kejenuhan siswa terhadap pembelajaran, dan respon siswa yang kurang terhadap materi pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah media audio visual power point dengan menggunakan metode diskusi dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Klayusiwalan 02, Kabupaten Pati. Adapun jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research) yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, dimana fokus yang diteliti adalah media dan metode pembelajaran yang digunakan yaitu media audio visual berupa powerpoint dan video pembelajaran dan metode diskusi. Setting dan subjek penelitian dilakukan di ruang kelas V sebanyak 20 siswa di Sekolah Dasar Negeri Klayusiwalan 02.
Pengelolaan data pada penelitian ini dilakukan setelah terkumpulnya data.
Selanjutnya dianalisis secara deskriptif yaitu skor rata-rata yang diperoleh dari hasil tes tiap siklus, kemudian nilai tersebut dikelompokkan berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah.
Melihat hasil observasi, penggunaan media audio visual dengan metode diskusi dapat membuat siswa lebihn aktif dalam pembelajaran. Penggunaan media audio visual dengan diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Klayusiwalan 02 Kecamatan Batangan Kabupaten Pati Jawa Tengah.
Key words:
Keaktifan, media audio
visual, metode diskusi, artikel pinisi:journal of teacher proffesonal dengan akses terbuka dibawah lisensi CC BY-4.0
618 PENDAHULUAN
Masa Pandemi Corona Virus 19 (Covid-19) ini membuat proses pembelajaran yang biasanya dilaksanakan dengan tatap muka di depan kelas, tidak dapat dilaksanakan lagi, hal ini karena adanya kekhawatiran semakin menyebarnya Covid-19. Perlunya alternatif pembelajaran untuk menunjang kualitas pembelajaran yang baik demi keberlangsungan pendidikan. Masalah yang baru pun muncul, selain bagaimana melaksanakan pembelajaran jarak jauh tetapi juga bagimana cara guru tetap melakukan proses pembelajaran yang baik selama pandemi. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah. Semua muatan pelajaran disampaikan pada siswa dengan menggunakan bantuan teknologi. Muatan pelajaran Matematika tentu saja tidak luput dari hal itu. Padahal, mata pelajaran yang satu ini membutuhkan penjelasan dan pemahaman yang lebih mendalam. Banyak pilihan ide-ide pembelajaran yang bisa diterapkan dengan bantuan teknologi, memanfaatkan multimedia pembelajaran daring berbasis TIK. Perpaduan pembelajaran daring dan media pembelajaran berbasis TIK, merupakan perpaduan yang pas agar siswa dapat belajar secara online yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.
Menurut Sudjana (2016:3) “hasil belajar adalah perubahan tingkah laku setelah melalui proses pembelajaran yang mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotorik”. Adapun pendapat Menurut Suryosubroto (1997), metode diskusi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada para siswa (kelompok- kelompok siswa) untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan atas suatu masalah.
Ismail dkk dalam bukunya memberikan definisi hakekat matematika adalah ilmu yang membahas angka- angka dan perhitungannya, membahas masalah- masalah numerik, mengenai kuantitas dan besaran, mempelajari hubungan pola, bentuk dan struktur, sarana berpikir, maupun system, struktur dan alat (Ali Hamzah dan Muhlisrarini, 2013: 48) Suryosubroto (1997) juga menambahkan bahwa dalam kelompok diskusi hendaknya dipilih seorang pemimpin diskusi, yaitu siswa yang lebih memahami atau menguasai masalah yang akan didiskusikan, berwibawa dan disenangi oleh teman-temannya, berbahasa baik dan lancar serta dapat bertindak tegas, adil dan demokratis. Adapun tugas pimpinan diskusi sendiri adalah sebagai pengatur dan pengarah jalannya diskusi, pengatur lalu lintas percakapan serta sebagai penengah dan penyimpul berbagai pendapat.
Dalam pembelajaran Matematika khususnya pada materi perkalian dua bilangan cacah, peserta didik diberikan suatu permasalahan matematika, peserta didik diberikan keluasan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan pemahaman mereka terlebih dahulu.
Sehingga dengan seperti itu peserta didik dapat membangun pengetahuan sendiri dari penyelesaian masalah tersebut. Adanya media pembelajaran audio visual, dapat menjadi alternatif untuk menunjang terlaksananya pembelajaran jarak jauh. Media audio visual dapat dapat mengemas materi dengan baik sehingga isi dari mata pelajaran tersebut dapat tersampaikan kepada siswa. Dengan dikemas sebaik dan semenarik mungkin, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran, dan juga tidak begitu jenuh menghadapi pembelajaran jarak jauh. Sehingga materi pembelajaran dapat dijelaskan dengan rinci, meskipun guru dan siswa tidak dapat bertatap muka secara langsung.
619 METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan menerapkan model pembelajaran diskusi dengan memanfaatkan media audio visual.
Menurut Suryosubroto (1997), metode diskusi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada para siswa (kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan atas suatu masalah.Sedangkan prosedur kerja dalam penelitian tindakan kelas terdiri atas empat komponen, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting), dan seterusnya sampai perbaikan atau peningkatan yang diharapkan tercapai (kriteria keberhasilan). Analisis penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitafif dimana dalam penelitian ini menyajikan hasil berupa data maupun angka. Penelitian ini dilaksanakan pada peserta didik kelas V SD Negeri Klayusiwalan 02 Tahun Pelajaran 2020/2021 selama tiga siklus secara luring dengan tiga siklus. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2021. Siklus II dilaksanakan pada tanggal 13 September 2021. Siklus III dilaksanakan pada tanggal 24 September 2021.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan tes menggunakan googleform untuk mengetahui hasil belajar siswa.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada observasi awal pelaksanaan pembelajaran daring, hasil belajar peserta didik masih rendah pada muatan pelajaran Matematika. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 65. Dari 17 peserta didik hanya 6 peserta didik yang tuntas dan 11 peserta didik yang belum tuntas. Artinya hanya 35% peserta didik yang dapat memenuhi nilai KKM, sedang 65% peserta didik belum memenuhi KKM yang telah ditetapkan sekolah. Sehingga penulis perlu melakukan perbaikan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran problem based lerning dengan menggunakan media audi visual, dengan harapan meningkatnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran daring.
Pada siklus I pembelajaran dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2021. Dalam pelaksanaan tindakan perbaikan pembelajaran siklus I, penulis menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan menggunakan media audio visual.
Pembelajaran dengan model discovery learning dilaksanakan dalam 6 langkah secara berurutan mulai dari pemberian rangsangan (stimulation), pernyataan/Identifikasi masalah (problem statement), pengumpulan data (data collection), pengolahan data (data processing), pembuktian (verification), menarik simpulan/generalisasi (generalization).
Berdasarkan analisis nilai siklus I, dapat kita lihat peserta didik yang mencapai KKM atau mendapat nilai diatas 65 sebanyak 9 peserta didik atau 52% dari 17 peserta didik, sedangkan peserta didik yang tidak mencapai KKM atau mendapat nilai kurang dari 65 sebanyak 8 peserta didik atau 48% dari 17 peserta didik.
Setelah melaksanakan refleksi pada siklus I maka diputuskan untuk melanjutkan ke siklus II dikarenakan belum mencapai ketuntasan klasikal yang diharapkan. Pembelajaran siklus II dilaksanakan seperti siklus I. Pembelajaran siklus II dilaksanakan pada tanggal 9 November 2020.
620 Berdasarkan analisis nilai siklus II yang dilampirkan dapat kita lihat peserta didik yang mencapai KKM atau mendapat nilai diatas 65 sebanyak 13 peserta didik atau 76% dari 17 peserta didik, sedangkan peserta didik yang tidak mencapai KKM atau mendapat nilai kurang dari 65 sebanyak 4 peserta didik atau 24% dari 17 peserta didik. Setelah melaksanakan refleksi pada siklus II maka diputuskan untuk melanjutkan ke siklus III dengan tujuan untuk memantapkan hasil belajar peserta didik. Karena pada pembelajaran siklus II sudah mencapai ketuntasan klasikal yang diharapkan. Pembelajaran pada siklus III dilaksanakan seperti siklus-siklus sebelumnya.
Berdasarkan analisis nilai siklus III yang dilampirkan dapat kita lihat peserta didik yang mencapai KKM atau mendapat nilai diatas 65 sebanyak 15 peserta didik atau 88% dari 17 peserta didik, sedangkan peserta didik yang tidak mencapai KKM atau mendapat nilai kurang dari 65 sebanyak 2 peserta didik atau 12% dari 17 peserta didik.
Dari tiga siklus yang sudah dilaksanakan selama 3 pertemuan dapat dipastikan bahwa metode diskusi meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas V di SD Negeri Klayusiwalan 02. Berdasarkan penuturan Suryosubroto, dkk (2001:179) dengan metode diskusi siswa akan menguasai pelajaran secara mendalam. Ini dikarenakan siswa mencerna dan menemukan sendiri ilmu pengetahuan itu sehingga bisa lebih bertahan lama dalam ingatannya. Dengan menguasai pelajaran sendiri, maka hasil belajar siswa terhadap mupel matematika akan meningkat.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terlaksananya Penelitian dan penyusunan laporan penelitian ini, tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari beberapa pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis selaku penyusun mengucapkan terima kasih kepada:
1. Dr. Muh. Faisal, M.Pd selaku dosen pembimbing yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan selama kegiatan penelitian berlangsung.
2. Fatmawaty, S.Pd, M.Pd selaku guru pamong yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan selama kegiatan penelitian berlangsung.
3. Rukanto, S. Pd. SD selaku Kepala SDN Klayusiwala 02 Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati Jawa Tengah yang memberikan dukungan pada setiap program kegiatan penelitian sehingga dapat terlaksana dengan baik.
4. Rekan-rekan sejawat di SDN Klayusiwala 02 Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati Jawa Tengah yang memberikan bantuan dan dukungan moril pada program kegiatan penelitian yang dilaksanakan.
5. Rekan-rekan peserta PPG Dalam Jabatan Angkatan 3 Universitas Negeri Makassar Tahun 2021, yang memberikan bantuan dan dukung morilnya.
6. Keluarga, Suami dan anak-anak tercinta serta orang tua yang senantiasa memberikan dukungan dan doa.
Dalam penyusunan laporan ini tentunya masih banyak kekurangan dan kesalahan. Untuk itu mohon kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat baik untuk pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.
621 SIMPULAN
Penggunaan media audio visual dalam pembelajaran di Kelas V SDN Klayusiwalan, Batangan, Pati, dapat dilakukan dengan cara: a) Guru mempersiapkan ruangan kelas dengan mengatur tempat duduk siswa dan posisi media, b) Mempersiapkan alat media seperti laptop, proyektor, layar, serta mempersiapkan video yang akan ditampilkan. c) Memastikan video sesuai untuk pembelajaran yang akan digunakan. d) Guru memastikan posisi duduk siswa nyaman dalam menyimak video, agar siswa tidak ribut dan dapat menyimak dengan baik. e) Mengajak siswa untuk mengamati video bersama- sama. Hasil belajar siswa dapat mengalami peningkatan belajar selama dua siklus. Pada pertemuan pertama siswa memperoleh nilai rata-rata 62,18 dengan siswa yang tuntas belajar sebanyak 48%. sedangkan pada pertemuan kedua siswa memperoleh nilai rata- rata 76,25 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 88%. Dan sudah mencapai nilai KKM (65).
DAFTAR PUSTAKA
Hosnan, M. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21.
Bogor: Ghalia Indonesia.
Lestari, Ria. 2011. Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi Melalui Program Microsoft Power Point Untuk Meningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa (PTK di SMP Negeri 2 Jatirogo). Skripsi. Surakarta:
Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tersedia pada laman http://eprints.ums.ac.id/11608/1/Halmuk.pdf (20 Oktober 2020)
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan
Djamarah Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Sudjana, N. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Cetakan Ketigabelas).
Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Kurikulum 2013 SDN Klayusiwalan 02 Tahun 2021