136 Pinisi: Journal of Teacher Professional
https://ojs.unm.ac.id/TPJ
Volume 2, Nomor 2 Agustus 2021 e-ISSN: 2723-1631
DOI.10.26858
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK ANAK USIA DINI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DI
TK MIFTAHUL FALAH
Reni Royati1
1 PPG Universitas Negeri Makassar Email : [email protected]
Artikel info Abstrak
Received;2-05-2021 Revised:10-06-2021 Accepted;25-07-2021 Published,16-08-2021
Kemampuan motorik pada anak usia dini merupakan salah satu aspek yang penting dimiliki oleh anak. Anak yang memiliki keterampilan motorik yang baik akan bermanfaat bagi dirinya untuk mempelajari hal-hal baru yang sangat bermanfaat dalam melakukan proses pembelajaran. Penulis melakukan pengamatan pada saat kegiatan PPL kepada anak di TK Miftahul falah, menemukan bahwa kemampuan motorik anak masih rendah. Serta dalam pelaksanaan pembelajaran, anak cenderung pasif. Maka upaya yang dilakukan yaitu dengan penerapan model pembelajaran Project Based Learning yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik anak usia dini. Penerapan Model pembelajran project based learning yang bermuatan STEAM yang berorientasi pada HOTS (high order thinking skill) akan mampu melatih kemampuan motorik anak. Penerapan model pembelajaran project based learning pada saat kegiatan PPL di TK Miftahul Falah, penulis menggunakan metode demonstrasi, yaitu dengan melakukan kegiatan membuat mobil-mobilan dari barang bekas dan membuat hiasan pada mobil-mobilan tersebut. pada saat kegiatan, anak terlihat aktif dalam melakukan kegiatan serta aktif berkolaborasi dengan teman-temannya. Setelah penulis menerapkan model pembelajaran Project based Learning anak lebih aktif, kreatif, dan kolaboratif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Sehingga tujuan dari indikator perkembangan anak tercapai dengan hasil yang baik
Key words:
project based learning,
motorik anak, HOTS artikel pinisi:journal of teacher proffesonal dengan akses terbuka dibawah lisensi CC BY-4.0
PENDAHULUAN
Kreativitas merupakan hal yang sangat penting dimiliki oleh seorang anak, dimana anak akan memiliki pola pikir yang menghasilkan suatu karya yang original, dimana pemikiran ini bersumber dari aktivitas anak dalam berimajinatif. Namun dalam mengembangkan kreativitas anak ini perlu bimbingan yang sesuai agar sesuai dengan
137 minat dan bakat anak. Karena dengan bimbingan yang baik pada akhirnya akan menciptakan pola pikir yang positif pada anak serta melahirkan pola pikir yang solutif dari permasalahan yang ada. Jika kreativitas yang dimiliki oleh anak tidak dikembangkan, maka minat dan bakat yang dimiliki oleh anak pun akan hilang karena kurangnya bimbingan ataupun kesalahan dalam melakukan bimbingan sesuai minat dan bakat anak.
Dengan latar belakang yang sudah diuraikan diatas, maka penggunaan model pembelajaran project based Learning cocok digunakan sebagai model pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar pada saat pelaksanaan Praktik mengajar lapangan (PPL). Adapun tujuan penggunaan model pembelajaran project based learning adalah sebagai pemacu kreativitas anak serta melatih pola pikir anak agar selalu berpikir kritis dalam mencari problem solving maupun dalam pengambilan keputusan dari masalah yang dihadapinya. Meskipun dalam keadaan pandemic serta pembelajaran dilakukan secara daring, diharap peserta didik tetap termotivasi untuk terus belajar dan berinovasi.
Project based learning merupakan model pembelajaran yang berbasis projek yang berpusat pada peserta didik untuk melakukan investigasi mendalam dalam suatu topik permasalahan. Hal ini sejalan dengan pendapat Grant (2002) yang mendefinisikan bahwa PBL atau pembelajaran berbasis projek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk melakukan investigasi mendalam pada suatu topik permasalahan. Peserta didik secara konstruktif melakukan pendalaman pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata,dan relevan.
Oleh karena itu penerapan project based learning ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi peserta didik maupun guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Khususnya dalam berkembangnya pola pikir anak sehingga lebih kreatif dalam berfikir kritis.
METODE PENELITIAN
Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di TK Miftahul Falah dengan menggunakan model pembelajaran project based learning, guru menggunakan metode demonstrasi dan praktek. Dimana guru mendemonstrasikan terlebih dahulu membuat mobil-mobilan dari botol air mineral bekas, hingga anak mempraktekan membuat mobil-mobilan dari botol air mineral bekas tersebut dengan kreativitasnya sendiri, melakukan kegiatan praktik dengan aktif serta berkolaborasi dengan temanya untuk membuat produk tersebut. disini guru hanya bertugas sebagai pendamping dan fasilitator dalam proses kegiatan belajar mengajar ini. Adapun alat yang digunakan dalam kegiatan ini adalah gunting dan paku. Bahan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah botol air mineral bekas, tutup botol, kertas origami, kardus bekas, tusuk sate.
Langkah awal dalam pembuatan mobil mobilan ini yaitu menyiapkan bahan dan alat yang akan digunakan dalam proses pembuatan mobil mobilan ini. Pertama botol air mineral bekas dipotong bagian samping nya sehingga nantinya bisa digunakan untuk memasukan jok nya. Setelah itu lubangi bagian pinggir botol untuk memasukan tusuk
138 sate sebagai rodanya menggunakan paku yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Langkah kedua, lubangi ke-empat tutup botol yang akan digunakan sebagai roda mobilnya, setelah itu masukan dahulu tusuk sate ke lubang pada botol bekas tadi, baru setelah itu masukan kedalam tutup botol sebagai rodanya. Setelah mempunyai roda dan sudah terbentuk sebagai mobil namun belum sempurna.
Langkah ketiga yaitu waktunya peserta didik berkreasi sekreatif mungkin, peserta didik boleh menghias mobil-mobil tadi menggunakan kertas origami dan kardus sebagai kursi pada mobil-mobilan tersebut. dalam kegiatan ini anak-anak akan berekplorasi dan kerkreasi sekreatif mungkin sesuai dengan imajinasi anak sehingga dapat menghasilkan karya dengan kreativitasnya sendiri.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada kondisi awal, peningkatan kreativitas anak di TK Miftahul Falah desa Kiarajangkung masih rendah, hal tersebut bisa dilihat dari kondisi anak Ketika kegiatan belajar mengajar, dimana peserta didik kurang antusias dalam menerima pembelajaran dan lebih lebih asik bermain sendiri. Serta adanya rasa kurang minat anak dalam mengikuti pembelajaran karena model pembelajaran yang masih klasik dan cenderung membosankan bagi anak. Dimana model ini membuat anak tidak tertarik dengan pembelajaran sehingga kreativitas yang dimiliki anak tidak dapat berkembang dengan baik dan malah menjadi stuck ditempat.
Berdasarkan studi Pustaka yang penulis lakukan, dimana pengamatan dan referensi para ahli mengenai model pembelajaran project based learning bahwa model ini bisa meningkatkan minat serta motivasi anak dalam mengikuti pembelajaran, sehingga hal tersebut menjadi dasar bagi penulis untuk mengaplikasikan model project based learning sebagai salah satu solusi dari permasalahan tersebut. dimana dengan model pembelajaran PBL ini anak lebih bebas berkreasi sesuai imajinasinya, dan guru disini ditempatkan hanya sebagai fasilitator. Dengan adanya kebebasan yang dimiliki oleh anak, hal ini akan mendorong berkembangnya kreativitas dan pola berpikir kritis anak tersebut terhadap suata masalah yang dihadapinya. Dengan model ini guru bukan lagi sebagai pusat dalam kegiatan pembelajaran, tetapi peserta didik dijadikan pusat dari pembelajaran sehingga indikator perkembangan anak akan tercapai.
Adapun hasil yang didapatkan oleh penulis setelah diterapkannya model pembelajaran project based learning dikelas, anak-anak lebih antusias dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Anak-anak menjadi lebih aktif dan kreatif dalam mengikuti pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan anak lebih bebas berkreasi dalam pembelajaran sehingga kreativitas anak pun menjadi berkembang. Hal ini dapat dilihat dari sebelum diterapkannya model PBL ini, dimana perkembangan kreativias anak hanya berkembang sebesar 30% saja. Namun setelah diterapkannya model project based learning ada perkembangan yang signifikan terhadap perkembangan kreativitas anak menjadi 80%. Maka dapat penulis simpulkan bahwa penerapan model PBL ini berpengaruh terhadap perkembangan kreativitas anak sehingga pada akhirnya tercapai tujuan dari indikator pencapaian anak tersebut.
139 UCAPAN TERIMA KASIH
Pembuatan Artikel ini dapat diselesaikan tidak lepas dari dukungan, bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Saya sampaikan terima kasih kepada Dosen Pembimbing dan Guru Pamong yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan kepada saya selama pembuatan artikel ini sampai selesainya artikel ini. Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada :
1. Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, M.TP., IPU ( Rektor UNM ) 2. Dr. H. Darmawang, M. Kes. ( Ketua Prodi UNM )
3. Dr. Nurhikmah H, S.Pd., M.Si (Dosen Pembimbing) 4. Muh. Ardiansyah S.Ip., M.Pd (Dosen Pembimbing) 5. Fahila Mahnur, S.AB., S.Pd., M.Pd (Guru Pamong)
6. Serta semua pihak lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu yang telah membantu selama pembuatan artikel ini.
PENUTUP
Penulisan artikel ini dibuat berdasarkan kegiatan praktik pengalaman lapangan (PPL) pada pelaksanaan program Pendidikan profesi guru (PPG) dalam jabatan Angkatan 1 tahun 2021. Yang dilaksanakan selama 31 hari dengan tigas siklus kegiatan PPL.
Dengan diterapkannya model pembelajaran project based learning dapat mengembangkan kreativitas anak usia dini. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil analisis yang didapatkan bahwa presentase perkembangan anak di TK Miftahul Falah,yang bertempat di Desa Kiarajangkung, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya. Dimana sebelum penerapan model pembelajaran PBL persentasi perkembangan kreativitas anak hanya pada angka 30% saja. Namun setelah diterapkannya model pembelajaran PBL perkembangan kreativitas anak naik hingga menjadi 80%.
DAFTAR PUSTAKA
Amir, M Taufiq. 2013. Inovasi Pendidikan melalui Problem Based Learning. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.
Lickona, Thomas. 2013. Mendidik untuk Membentuk Karakter. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Mulyadi, M., & Amalia, Y. (2019). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Media Autograph Materi Bangun Ruang Sisi Datar (BRSD) Pada Siswa Kelas VIII MTS Swasta Kuala Kecamatan Kuala. Genta Mulia:
Jurnal Ilmiah Pendidikan, 10(1).
Mulyadi. M, Fahreza. F, Julianda. R (2018). Penggunaan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Pembelajaran IPS Siswa Kelas V SDN Langung. Visipena Journal, 9(1)
Mustari, Mohamad. 2014. Nilai Karakter Refleksi untuk Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Rusmono. 2014. Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learning Itu Perlu.
Bogor
140 : Penerbit Ghalia Indone Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta : Menteri Pendidikan Nasional. Diakses pada tanggal 05 Maret 2016. http://bsnpindonesia.org/id/wpcontent/upl oads/isi/Permen_22_2006.pdf.