554 DOI.10.26858
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASIC LEARNING (PBL)
KELAS II UPT SD NEGERI 3 TONRONGE
Rosdiana1, Andi Dewi Riang Tati2, Asriani Arifudin3
Email: [email protected]
1Pendidikan Guru Sekolah Dasar, UPT SD Negeri 3 Tonronge Email: [email protected]
2Universitas Negeri Makassar Email: [email protected]
3Pendidikan Guru Sekolah Dasar, UPT SD Negeri 3 Tonronge
Artikel info Abstrak
Received; 9-9-2021 Revised:10-10-2021 Accepted;25-11-2021 Published,16-11-2021
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II UPT SD Negeri 3 Tonronge Kabupaten Sidenreng Rappang. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas II UPT SD Negeri 3 Tonronge Kabupaten Sidenreng Rappang pada semester ganjil 2021/2022 yang berjumlah 12 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dan observasi. Data yang dikumpul dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Pada siklus I menunjukkan nilai terendah 65 dan nilai tertinggi 79 dengan skor rata-rata hasil belajar siswa sebesar 65 dimana dan standar deviasinya 5,369. Selanjutnya pada siklus II menunjukkan nilai terendah 68 dan nilai tertinggi 86 dengan skor rata-rata hasil belajar siswa sebesar 75 dan standar deviasinya 5,615. Ketuntasan hasil belajar secara klasikal pada siklus I yaitu 37,5% dan pada siklus II terjadi peningkatan yakni 86,5%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya model pembelajaran Problem Basic Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Key words:
Model Pembelajaran Problem Basic Learning (PBL), Hasil Belajar siswa
artikel pinisi:journal of teacher proffesonal dengan akses terbuka dibawah lisensi CC BY-4.0
PENDAHULUAN
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPGDJ) Angkatan 2 Tahun 2021.
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu kegiatan latihan kependidikan bersifat intrakurikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Dalam hal ini mahasiswa dari
555 program studi kependidikan Universitas Negeri Makasar. Kegiatan tersebut mencakup praktik mengajar dan kegiatan akademis lainnya dalam rangka memenuhi persyaratan pembentukan tenaga kependidikan yang profesional.
Dalam mempersiapkan tenaga kependidikan yang profesional UNM bertugas memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa tentang proses pembelajaran dan kegiatan akademis lainnya. Salah satu bentuk kepedulian UNM dalam dunia pendidikan adalah diselenggarakannya Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Untuk itu mahasiswa diturunkan ke sekolah-sekolah dalam jangka waktu 31 hari efektif agar dapat mengamati dan mempraktikan semua kompetensi secara faktual tentang pelaksanaan proses pembelajaran dan kegiatan akademis lain yang diperlukan oleh guru atau tenaga kependidikan. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 42 (2003:
28), bahwa setiap pendidik dituntut untuk memiliki kualifikasi dan sertifikasi yang dipersyaratkan sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Sebelum proses pembelajaran di kelas, dilaksanakan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, membuat media pembelajaran, LKPD dan alat penilaian.
Berdasarkan pelaksanaan kegiatan PPL, disimpulkan bahwa kegiatan PPL dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam pengembangan kompetensi di bidang pendidikan, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengenal segala permasalahan di sekolah yang terkait dengan proses pembelajaran, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keprofesian sebagai guru memesona yang diharapkan, menerapkan ilmu pengetahuan, dan keterampilan abad 21 yang telah dipelajari dalam kehidupan nyata di sekolah, serta dapat meningkatkan kerjasama yang baik antara Universitas Negeri Makasar dengan sekolah pelaksana PPL, yaitu UPT SD Negeri 3 Tonronge.
METODE PENELITIAN
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Angkatan II Universitas Negeri Makassar ini dilaksanakan selama 31 hari kerja terhitung mulai tanggal 01 Juli sampai dengan 13 Agustus tahun 2021. Kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Angkatan II Universitas Negeri Makassar ini dilaksanakan di UPT SD Negeri 3 Tonronge Jalan Gotong-Royong, No. 91 Desa Tonronge Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun Pelajaran 2020/2021.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Deskripsi jenis kasus/masalah pelaksanaan pembelajaran kasus kegiatan mengajar 1.
Pada Praktik Pengalaman Lapangan pembelajaran 1 terdapat kendala/kasus dalam pelaksanaannya Belum percaya diri untuk menampilkan hasil diskusi, Saat menjawab pertanyaan temannya masih ragu menjawab, Dalam proses perekaman ada beberapakali suara telpon masuk sehingga audio perekaman tidak jelas. Dalam pelaksanaan pembelajaran, siswa melepas maskernya.
Faktor Penyebab Kasus pada Kegiatan Mengajar I adalah Teman sejawat yang merekam hanya fokus pada satu titik saja, Kurangnya motivasi siswa, Karena setelah sekian lama
556 tidak pernah melakukan tatap muka dan juga pertama kali aktivitasnya direkam dan Siswa merasa sulit untuk berbicara dan bernapas ketika menggunakan masker begitupun dengan guru. Selain itu, siswa juga merasa keringatan ketika menggunakan masker terlalu lama.
kegiatan mengajar satu ini berharap proses pembelajaran berjalan dengan baik dan lancar akan tetapi pada saat pembelajaran berlangsung ada aktivitas siswa yang tidak terekam kamera seperti pada saat siswa berdoa hanya ada beberapa siswa yang terlihat dikarenakan cara pengambilan video masih kurang efektif, belum bisa mencakup secara keseluruhan sehingga masih ada bagian yang tidak terjangkau kamera yang seharusnya keseluruhan ruangan kelas dapat dijangkau tetapi karena kamera hanya fokus pada satu titik saja. Kemudian pada saat siswa melakukan diskusi kelompok terdapat beberapa siswa yang terlihat tidak aktif dalam berdiskusi dengan temannya sehingga diskusi kelompok menjadi tidak efektif.
Selama proses pembelajaran berlangsung terdapat beberapa siswa yang sering menghadap kamera karena mereka sadar jika aktivitasnya sedang direkam sehingga tampilan video pembelajaran menjadi tidak efektif dan juga selama pembelajaran terdapat beberapa siswa yang melepas maskernya dikarenakan siswa tersebut merasa gerah karena merasa terhalang untuk berbicara.
Diusahakan agar cara mengambil videonya bisa berpindah2 sehingga dapat menjangkau seluruh ruangan kelas dan semua aktifitas siswa dapat terlihat. Guru harus membuat diskusi kelompok menjadi lebih menarik lagi sehingga siswa merasa termotivasi sehingga bisa ikut aktif dalam berdiskusi. Memotivasi siswa agar tetap percaya diri meskipun aktivitasnya sedang direkam. Jika tidak memungkinkan untuk memakai masker, disarankan untuk memakai face shield
Deskripsi jenis kasus/masalah pelaksanaan pembelajaran kasus kegiatan mengajar 2.
Pada Praktik Pengalaman Lapangan pembelajaran 2 terdapat kendala/kasus dalam pelaksanaannya adalah Siswa belum percaya diri untuk menampilkan hasil diskusi, Saat menjawab pertanyaan temannya masih ragu menjawab karena takut salah dan Siswa merasa canggung saat melihat kamera karena canggung. Karena sebelumnya siswa tidak pernah menanggapi temannya saat tampil mempersentasikan hasil kerjanya.
Di kegiatan mengajar 2 ini berharap kegiatan saling menanggapi pada saat berdiskusi menjadi aktif, akan tetapi mengalami kendala yaitu siswa tidak percaya diri dalam mengungkapkan tanggapannya pada kelompok lain itu terlihat pada saat guru meminta kelompok lain untuk menanggapi hasil kerja kelompok yang tampil, siswa hanya diam dan terlihat malu berbicara saat diminta untuk menanggapi.
Sebelum siswa menampilkan hasil kerjanya, siswa yang lain diberi arahan agar memperhatikan temannya dalam membacakan hasil kerjanya dan setiap selesai siswa yang lain memberikan tanggapan terhadap kelompok yang tampil.
Deskripsi jenis kasus/masalah pelaksanaan pembelajaran kasus kegiatan mengajar 3.
Pada Praktik Pengalaman Lapangan pembelajaran 3 terdapat kendala/kasus dalam pelaksanaannya adalah Siswa merasa tidak pede untuk tampil di karenakan baju seragam sempit, Siswa masih canggung dan malu saat perekaman berlangsung dan
557 Selalu melepaskan masker karena merasa sulit untuk berbicara dan merasa suara tidak terdengar oleh temannya. Pada saat siswa melakukan wawancara dengan narasumber ada gangguan suara sehingga suara narasumber tidak jelas di video.
Pelaksanaan proses wawancara berlangsung, tiba-tiba ada teman yang duduk di dekat kelas melakukan zoom meeting sehingga suara dari zoom tersebut masuk dalam rekaman video dan mengakibatkan suara narasumber pertama yang diwawancara terdengar lebih kecil sehingga kegiatan wawancara menjadi tidak efektif.
Sebelum memulai kegiatan wawancara sebaiknya memperhatikan hal- hal yang dapat mengganggu jalannnya wawancara terutama jika ada kegiatan di sekitar tempat kita melaksanakan kegiatan. Memberi pengertian kepada teman bahwa di kelas saya akan melakukan perekaman.
Kasus yang ditemukan pada siklus 1 yaitu perekaman video tidak efektif, diakibatkan karena teman sejawat hanya fokus pada satu titik saja sehingga saya mencari solusi dengan memberi arahan agar cara merekamnya bisa berpindah2 sehingga dapat menjangkau seluruh ruangan kelas dengan harapan pada praktik pembelajaran siklus 2 tidak lagi terjadi kasus seperti ini. Kasus kedua yaitu siswa tidak aktif dalam berdiskusi kelompok disebabkan karena siswa kurang termotivasi dalam berdiskusi engan teman kelompoknya sehingga saya mencari solusi dengan membuat proses pembelajaran lebih menarik lagi sehingga siswa merasa termotivasi dengan harapan pada praktik pembelajaran siklus 2 tidak lagi terjadi kasus seperti ini.
Kasus ke tiga yaitu siswa merasa malu melakukan aktivitas karena sadar jika mereka sedang di rekam sehingga saya mencari solusi dengan memotivasi siswa agar tetap percaya diri meskipun aktivitasnya sedang direkam dengan harapan pada praktik pembelajaran siklus 2 tidak lagi terjadi kasus seperti ini. Kasus keempat yaitu dalam pelaksanaan pembelajaran, siswa melepas maskernya. Solusinya yaitu guru harus secara sadar ke depannya untuk selalu mengingatkan siswa memperhatikan protokol kesehatan dan jika tidak memungkinkan untuk memakai masker, disarankan untuk memakai face shield. Dengan harapan pada praktik pembelajaran siklus 2 tidak lagi terjadi kasus seperti ini.
Kasus yang ditemukan pada siklus 2 yaitu siswa kurang aktif dalam memberi tanggapan terhadap hasil kerja kelompok lain sehingga saya mencari solusi dengan cara sebelum siswa menampilkan hasil kerjanya, siswa yang lain diberi arahan agar memperhatikan temannya dalam membacakan hasil kerjanya dan setiap selesai persentasi siswa yang lain memberikan tanggapan terhadap kelompok yang tampil sehingga kasus ini tidak ditemukan lagi pada kegiatan belajar berikutnya.
Pada siklus ke 3 ini, permasalahan yang timbul di siklus 1 dan 2 sudah tidak terulang lagi, praktik yang lebih baik dari siklus 1 dan 2 akan tetapi ada sedikit kejadian yaitu teman sesama mengajar duduk melakukan zoom di sekitar kelas tempat melakukan pembelajaran sehingga suara dari zoom itu masuk dalam rekaman praktik mengajar.
SIMPULAN
1. Praktik pembelajaran siklus 1 berjalan dengan baik, akan tetapi masih ada faktor yang menganggu selama proses pembelajaran sehingga menjadi refleksi diri untuk
558 melakukan perbaikan di siklus berikutnya.
2. Setelah melakukan perbaikan praktik pembelajaran siklus 1 maka praktik pembelajaran siklus 2 berjalan dengan baik, akan tetapi muncul permasalahan baru yaitu siswa kurang aktif dalam memberi tanggapan terhadap hasil kerja kelompok lain.
3. Praktik siklus ketiga tidak terjadi lagi permasalahan seprti siklus 1 dan siklus 2 peristiwa yang tidak disengaja yaitu adanya gangguan suara dari teman yang sementara melakukan zoom di sekitar kelas.
DAFTAR PUSTAKA
Profil Data Sekolah. Data Pokok pendidik dan tenaga kependidikan sekolah dasar(Dapodikdas)tahun ajaran 2020/2021 (Diakses 07 Juli 2021)
https://www.kopertis7.go.id/uploadperaturan/1.%20UU%2020%202003%20Sistem%
20pendidikan%20nasional.pdf (diakses 07 Juli 2021).
Mardiyono, S., 2006. Praktik Pengalaman Lapangan Terpadu dalam Peningkatan Kualitas Calon Guru. Jurnal Ilmiah Pendidikan, [online] 1(1), hal. 58-71.
https://journal.uny.ac.id/index.php/cp/article/view/392/pdf [diakses 02 Juli 2021].