• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pinisi: Journal of Teacher Professional Volume 3, Nomor 3 November 2021 e-issn: DOI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pinisi: Journal of Teacher Professional Volume 3, Nomor 3 November 2021 e-issn: DOI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

745 DOI.10.26858

MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA

KELAS V SEKOLAH DASAR

Yanu Arthadini1, Rahmawati Patta2, Juliadi3

Email: [email protected]

1Pendidikan Guru Sekolah Dasar, SD Negeri Tegalsari 05 Email: [email protected]

2Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Makassar Email: [email protected]

3Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Makassar

Artikel info Abstrak

Received; 9-9-2021 Revised:10-10-2021 Accepted;25-11-2021 Published,16-11-2021

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran model problem based learning dalam meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Model problem based learning merupakan model pembelajaran yang melibatkan dan melatih siswa dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan kontekstual untuk belajar cara berpikir kritis dan untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial, serta model problem based lerning bersifat student centered atau berpusat pada siswa, artinya siswa terlibat aktif selama proses pembelajaran Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian dianalisis dengan metode reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi model Problem BasedLearning (PBL) dalam pembelajaran tematik di kelas V SD Negeri Tegalsari 05 melalui langkah- langkah : orientasi peserta didik, mengorganisasi peserta didik dalam belajar, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Penerapan model problem based learning telah mencapai indikator keberhasilan yaitu: nilai peserta didik meningkat, meningkatkan semangat peserta didik dan meningkatkan keaktifan peserta didik. Adapun kendala dalam penerapan model problem based learning yaitu:

pada peserta didik, waktu dan lingkungan.

Key words:

Problem Based learning, model pembelajaran, Kualitas pembelajaran

artikel pinisi:journal of teacher proffesonal dengan akses terbuka dibawah lisensi CC BY-4.0

(2)

746 PENDAHULUAN

Pendidikan adalah investasi masa depan yang sangat bernilai, sehingga perlu perhatian khusus. Pemerintah telah berkomitmen bahwa pendidikan bagi generasi masa depan harus dimulai dan disiapkan dengan sungguh-sungguh. Untuk itu proses penyemaian generasi masa depan ini harus dibarengi dengan penyiapan guru profesional melalui suatu sistem pendidikan guru yang bermutu dan akuntabel.

Pada tahun ini Pemerintah mengesahkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD). Di dalam undang-undang ini dinyatakan bahwa guru adalah jabatan profesi. UUGD Pasal 1 (1) menyatakan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Selanjutnya Pasal 8 UUGD menyatakan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pasal 11 ayat (1) Sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan, ayat (2) Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah, dan ayat (3) Sertifikasi pendidik dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel.

Penyiapan guru sebagai profesi juga dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Selain itu, guru di era RI 4.0 harus memiliki kemampuan melaksanakan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan dengan mengintegrasikan critical thingking dan problem solving, communication and colaborative skill, creativity and inovative skill, information and communication technolgy literacy, contextual learning skill, serta information and media literacy melalui pendekatan TPACK. Program Studi PPG yang dirancang secara sistematis dan menerapkan prinsip mutu mulai dari seleksi, proses pembelajaran, dan penilaian, hingga uji kompetensi, diharapkan akan menghasilkan guru-guru masa depan yang profesional yang dapat menghasilkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan berkarakter, serta cinta tanah air dan dalam waktu yang bersamaan, diharapkan mampu menjawab permasalahan pendidikan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Kebijakan perubahan kurikulum 2013 menurut Imam (2014:2) merupakan sebuah usaha dan tujuan dari prinsip dasar kurikulum change and continuity yang membentuk hasil dari kajian, evaluasi, kritik, respon, prediksi, dan bermacam- macam tantangan yang dilalui. Kurikulum 2013 strategis dalam mempesiapkan dan menghadapi hambatan serta desakan masyarakat Indonesia di masa yang akan datang.

Seperti yang telah terjadi pada pembelajaran SD Negeri Tegalsari 05.

Berdasarkan observasi yang telah dilaksanakan di SD Negeri Tegalsari 05 pada bulan September di dalam kelas 5 dengan jumlah 21 siswa, 13 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Pengamatan langsung di dalam kelas terdapat berbagai permasalahan, salah satunya proses pembelajaran kurikulum 2013 pada siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis saintifik belum diterapkan sepenuhnya, sehingga berdampak pada hasi belajar yang masih rendah. Proses pembelajaran siswa kelas 5 SD Negeri Tegalsari 05 hasilnya menunjukkan presentase nilai ulangan pada muatan pelajaran IPA hanya 58%

yang tuntas mencapai KKM. Untuk muatan pelajaran Bahasa Indonesia, anak-anak kesulitan dalam mencari informasi bacaan. Berdasarkan kondisi yang telah dipaparkan

(3)

747 diatas, salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar muatan IPA dan muatan pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

Menurut Mustamilah (2015:3) Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) adalah pembelajaran yang memberikan masalah kepada siswa dan siswa diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang diberikan dengan pembelajaran yang aktif. Sehingga pembelajaran yang berlangsung guru hanya fasilitator dan siswa aktif dalam pembelajaran. Problem Based Learning (pembelajaran berbasis masalah) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berfikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran.

Pembelajaran berbasis masalah digunakan untuk merangsang berfikir tingkat tinggi dalam situasi berorientasi masalah, termasuk didalamnya belajar Problem Based Learning merupakan proses pembelajaran yang titik awal pembelajaran berdasarkan masalah dalam kehidupan nyata dan kemudian dari masalah ini siswa dirangsang untuk mempelajari masalah ini berdasarkan pengetahuan dan pengalaman baru. Dengan demikian peneliti melaksanakan penelirian tindakan dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Tegalsari 05.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas 5 di salah satu SD Negeri Kabupaten Batang Kecamatan Kandeman dengan jumlah 21 siswa. Rancangan penelitian yang setiap siklus terdiri dari 3 tahapan yaitu kegiatan praktik mengajar meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, test dan kajian dokumen, Teknik analisis data deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas V SD Negeri Tegalsari 05 Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian pada praktik mengajar 1 diperoleh data 58% Langkah model telah terlaksana dengan baik, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa mencapai 60% dari jumlah siswa. Temuan penelitian menunjukkan model pembelajaran problem based learning secara bertahap dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas V SD Negeri Tegalsari 05.

Data awal yang didapat oleh peneliti dari keadaan pembalajaran siswa kelas V SD Negeri Tegalsari 05 menunjukkan saat pembelajaran siswa kurang memperhatikan materi dari guru, 14 dari 21 siswa kurang memahami cara kerja pernapasan pada manusia serta hasil belajar siswa pada materi Bahasa Indonesia tentang membuat pertanyaan dari teks dengan menggunakan kata tanya apa, bagaimana, kapan, siapa, dan mengapa. Data tersebut terjadi karena minat belajar siswa yang rendah, dan guru belum menggunakan model pembelajaran inovatif, penjelasan guru hanya monoton serta media kurang menarik.

Kegiatan Praktik Mengajar 1 dilaksanakan pada hari Jumat, 30 Agustus 2021 pukul 08.00 WIB, bertempat di SD Negeri Tegalsari 05, kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara luring pada kelas V dengan muatan pelajaran Bahasa Indonesia dan IPA. Siswa yang hadir sebanyak 21 siswa. Pembelajaran

(4)

748 dilaksanakan dengan menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sudah disusun oleh peneliti sendiri menggunakan model pembelajaran problem based learning.

Adapun pada kegiatan penelitian/ Praktik Mengajar 1 tersebut ditemukan kasus selama pembelajaran berlangsung sebagai berikut:

a) Ketika kegiatan tanya jawab siswa kurang aktif dikarenakan anak telah lama belajar di rumah sehingga kurangnya interaksi secara langsung antara guru dan siswa.

b) Siswa sudah lama tidak belajar tatap muka di sekolah sehingga siswa cenderung malu ketika berinteraksi dengan temannya, saat diminta memimpin doa dan membacakan hasil diskusinya di depan kelas siswa kurang percaya diri

Solusi/tindakan dari beberapa kasus yang ditemukan saat pelaksanaan praktik mengajar 1 adalah sebagai berikut:

a) Dalam pembelajaran guru membrikan motivasi siswa agar lebih akif dalam pembelajaran.

b) Dalam pembelajaran guru membrikan motivasi siswa agar lbih aktif dalam pembelajaran agar siswa lebih aktif saat kegiatan diskusi

Bertempat di SD Negeri Tegalsari 05 Kecamatan kandeman Kabupaten Batang telah dilaksanakan Praktik pembelajaran ke-2 pada hari Senin tanggal 13 September 2021 mulai pukul 08.15 – 09.25 WIB dalam bentuk luring. peserta didik yang hadir sebanyak 21 anak. Pada kesempatan ini, dilakukan praktik pembelajaran pada kelas V dengan muatan materinya pelajaran Bahasa PPKn, IPS, dan Bahasa IndonesiaPembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sudah disusun oleh peneliti sendiri menggunakan model pembelajaran problem based learning.

Adapun pada kegiatan penelitian/ Praktik Mengajar 1I tersebut ditemukan kasus selama pembelajaran berlangsung sebagai berikut:

a) Ketika kegiatan tanya jawab ada beberapa siswa yang masih kurang aktif melakukan tanya jawab megenai materi interaksi manusia

b) Dalam pembelajaran guru kurang memberikan motivasi kepada peserta didik

Beberapa kasus yang ditemukan saat pelaksanaan praktik mengajar II karena adanya faktor-faktor penyebab sebagai berikut:

a) Peserta didik kurang percaya diri dalam menjawab pertanyaan karena guru kurang memberikan motivasi dalam pembelajaran

b) Guru fokus dengan amnak-anak yaang aaktif saja, sehingga beberpa anak yang kurang aktif tidak diberi motivasi

Solusi/tindakan dari beberapa kasus yang ditemukan saat pelaksanaan praktik mengajar II adalah sebagai berikut:

a) Guru memperhatikan beberapa siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran b) Siswa diberikan stimulus agar lebih aktif dalam kegiatantanya jawab

PPL Ke-3 telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 27 September 2021 bertempat di SD Negeri Tegalsari 05Kecamatan Gabus KabupatenBatang pukul 09.00 – 10.10 WIB

(5)

749 dalam bentuk luring dengan jumlah peserta didik yang hadir sebanyak 12 Anak. Pada PPL 3 ini, praktik dilaksanakan untuk peserta didik kelas III dengan muatan pelajaran PPKn dan Bahasa Indonesia. Kegiatan pembelajaran ini dengan menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sudah disusun oleh peneliti sendiri menggunakan model pembelajaran problem based learning.

Adapun pada kegiatan penelitian/ Praktik Mengajar III tersebut ditemukan kasus selama pembelajaran berlangsung sebagai berikut:

a) Ketika kegiatan tanya jawab ada beberapa siswa yang masih kurang aktif melakukan tanya jawab megenai materi interaksi manusia

b) Dalam pembelajaran guru kurang memberikan motivasi kepada peserta didik

c) Beberapa siswa terburu-buru untuk pulang atau menyeleesaikan pembelajaran sebelum pembelajaran ditutup

Solusi/tindakan dari beberapa kasus yang ditemukan saat pelaksanaan praktik mengajar II adalah sebagai berikut:

a) Gurutetapmelanjutkankegiatandengan lebih memotivasi siswa

b) Gurutetap melanjutkaan pembelajaran dan berusaha meengembalikan minat belajar siswa

UCAPAN TERIMA KASIH

Dengan segala kerendahan hati penulis sampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, M.TP., IPU, ASEAN Eng selaku rektor Universitas Negeri Makassar.

2. Bapak Dr. Ir. H. Darmawang.,M.Kes.,IPM selaku Ketua Prodi PPG Universitas Negeri Makassar.

3. Pihak PPG selaku pelaksana kegiatan Pengembangan Profesi Guru Dalam Jabatan yang bekerjasama dengan program kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada sub kegiatan PPL.

4. Bapak Drs. Latri, S.Pd.,M.Pd, selaku Ketua Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar UNM beserta jajarannya.

5. Ibu Rahmawatti Patta, S.Si.M.Pd sebagai dosen pembimbing PPL yang senantiasa memberikan bimbingan dan arahan selama PPL.

6. Bapak Juliadi, S.Pd., M.Pd sebagai guru pamong PPL yang senantiasa memberikan bimbingan dan arahan selama PPL.

7. Ibu Harnawati, S.Pd.S.SD, M.Pd selaku kepala sekolah beserta jajarannya di SD Negeri Tegalsari 05 sebagai penanggung jawab di sekolah.

8. Seluruh Siswa dan Siswi SD Negeri Tegalsari 05 atas partisipasi dan perhatiannya dalam mengikuti pelajaran.

9. Rekan-rekan PPG Dalam Jabatan yang telah memberikan bantuan mulai dari pelaksanaan PPL sampai penyusunan laporan ini.

10. Keluarga besarku tanpa terkecuali yang telah memberikan dukungan, perhatian, do’a dan kasih sayang kepada penulis.

(6)

750 SIMPULAN

Kesimpulan penelitian bahwa model pembelajaran problem based learning yang dterapkan dengan baik dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas V SD Negeri Tegalsari 05.Dari berbagai kasus yang ditemukan peneliti perlu melakukan refleksi perbaikan yang akan dilaksanakan pada pembelajaran selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Format Template Artikel PPG Dalam Jabatan oleh Divisi Penjaminan Mutu Program Pengembangan Profesi Guru Universitas Negeri Makassar tahun 2021

Kurikulum 2013 SD Inpres Perumputan Tahun 2020

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan latar belakang masalah solusi yang disarankan berikut ini rumusan masalah yang dapat dikembangkan dalam penyajian yaitu bagaimana perencanaan pembelajaran,

Berdasarkan data hasil penelitian pada pembelajaran Siklus I dan Siklus II yang telah dilaksanakan di kelas V SD Negeri 2 Sedayu, maka dapat ditarik simpulan

Kasus yang ditemukan pada siklus 2 yaitu siswa kurang aktif dalam memberi tanggapan terhadap hasil kerja kelompok lain sehingga saya mencari solusi dengan cara sebelum

Dalam proses pembelajaran siswa merupakan subjek pembelajaran, bukan objek pembelajaran. Sedangkan guru hanya sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam proses

Proses belajar menggunakan penerapan model pembelajaran matematika realistik lebih baik dari pada proses belajar yang menggunakan penerapan model konvensional, aktivitas

Penggunaan media audio visual dalam pembelajaran di Kelas V SDN Klayusiwalan, Batangan, Pati, dapat dilakukan dengan cara: a) Guru mempersiapkan ruangan kelas

Jika skor hasil belajar Matematika siswa tersebut dikelompokkan ke dalam 5 kategori, maka hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 229 Waru Kecamatan Malili Kabupaten

2. Guru mempersiapkan alat media seperti laptop, proyektor, layar, dll. Guru menyiapkan video yang akan ditampilkan sesuai dengan tema yang diajarkan dan memastikan PPT