• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pinisi: Journal of Teacher Professional Volume 3, Nomor 3 November 2021 e-issn: DOI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pinisi: Journal of Teacher Professional Volume 3, Nomor 3 November 2021 e-issn: DOI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

698 DOI.10.26858

UPAYA MENGATASI KESULITAN BELAJAR MENYUSUN PENDAPAT PRIBADI MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA

MURID KELAS IV UPT SPF SD NEGERI TIDUNG

Titi Harti Amban1, Sayidiman2, Reni Astuty Latif3

Email: [email protected]

1Pendidikan Guru Sekolah Dasar, UPT SPF SD Negeri Tidung Email: [email protected]

2Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Makassar Email: [email protected]

3PGSD, UPT SPF SD Inpres Hartaco Indah

Artikel info Abstrak

Received; 9-9-2021 Revised:10-10-2021 Accepted;25-11-2021 Published,16-11-2021

Pandemi corona virus disease 2019 memaksa pemerintah membatasi pertemuan tatap muka pada pendidikan. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh atau disebut daring. Kondisi ini membuat guru tidak dapat dapat melakukan banyak hal dalam membantu murid untuk menggali potensinya secara maksimal. Masalah utama yang di temukan di lapangan selama pembelajaran jarak jauh adalah murid mengalami kesulitan dalam menyampaikan pendapat pribadi secara lisan maupun tulisan. Melalui kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) selama mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) maka, dilakukan tindak lanjut terhadap masalah tersebut.

Dengan fokus masalahnya adalah meningkatkan kemampuan murid dalam memberikan pendapat pribadi secara lisan maupun tulisan melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada kelas IV UPT SPF SD Negeri Tidung Kota Makassar. Subjek penelitian ini adalah murid kelas IV UPT SPF SD Negeri Tidung dengan jumlah 23 orang. Jenis penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif yang membandingkan kemampuan awal dan akhir. Hasil dari pembelajaran yang dilakukan jarak jauh melalui apikasi zoom dengan menggunakan media power point (ppt) adalah penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan murid dalam menyampaikan pendapat pribadi secara lisan maupun tulisan sehingga memberikan dampak yang sangat baik dalam meningkatkan hasil belajar.

Key words:

Problem Based Learning,

Keterampilan berpendapat artikel pinisi:journal of teacher proffesonal dengan akses terbuka dibawah lisensi CC BY-4.0

PENDAHULUAN

Pandemi corona virus disease 2019 memaksa pemerintah membatasi pertemuan tatap

(2)

699 muka pada pendidikan. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh atau disebut daring. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan proses pembelajaran. Salah satunya adalah kesiapan belajar murid sendiri. Melalui identifikasi masalah dalam proses pembelajaran selama pandemi ini, ditemukan adanya kesulitan murid kelas IV UPT SPF SD Negeri Tidung Kota Makassar dalam menyampaikan pendapat pribadi secara lisan maupun tulisan.

Kesulitan yang dialami oleh murid- murid tersebut mengambarkan bahwa keterampilan di abad XXI yaitu, Critical Thingking, Creatif Thinking, Colaboratif dan Communication belum terwujud. Hal ini semakin nampak saat proses pembelajaran berlangsung melalui video conference dengan menggunakan aplikasi zoom atau google meet. Pembalajaran berjalan terkesan berpusat pada guru, murid hanya sebagai pendengar saja. Kesulitan yang dialami murid untuk menyampaikan pendapat pribadinya disebabkan oleh bbeberapa faktor, antara lain faktor internal dan eksternal. Faktor internal pada diri murid salah satunya adalah kurang pencaya diri sedangkan, faktor eksternal yaitu, kegiatan pembelajaran yang dilakukan kurang memberikan ruang bagi murid untuk menumbuhkan potensinya dengan baik.

Berdasarkan kasus di atas, melalui kegiatan praktek pengalaman lapangan (PPL) yang menjadi salah satu tugas yang harus diselesaikan saat menjalani Pendidikan Profesi Guru (PPG) masalah tersebut menjadi fokus utama yang perlu untuk di tuntaskan. Dengan menumbuhkan dan menguatkan motivasi untuk memberikan seluruh upaya dalam peranan sebagai perancang pengajaran, pengelola pengajaran, penilai hasil pembelajaran, pengarah pembelajaran dan pembimbing murid untuk tumbuh dan berkembang menurut kodrat mereka masing-masing, maka saya memilih model Problem Based Learning (PBL) untuk diterapkan dalam proses pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas secara virtual. Model PBL sangat relevan dengan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran meliputi menggali informasi melalui pengamatan, bertanya, percobaan, kemudian mengolah data atau informasi, menyajikan data atau informasi. Model Problem Based Learning bertujuan agar murid dapat terlibat langsung dalam pemecahan masalah yang ada, sehingga dengan demikian murid akan mengembangkan kemampuannya untuk berpikir secara kritis, kreatif dan dan dapat bekerja sama dala kelompok yang akan memacu mereka untuk dapat menyampaikan ide-ide yang ada pada diri mereka baik secara lisan ataupun tulisan.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Peneltian Tindakan Kelas (Clasroom action research) terdiri dari empat tahapan utama, yaitu : 1) perencanaan tindakan 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Fokus dari penelitian ini adalah proses pembelajaran melalui model Problem Based Learning (PBL) sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan murid untuk menyampaikan pendapat pribadi secara lisan maupun tulisan pada materi wawancara di kelas IV UPT SPF SD Negeri Tidung Kota Makassar dengan jumlah murid sebanyak 23 orang yang terdiri dari 8 orang laki- laki dan 15 orang perempuan dalam tahun periode 2021/2022. Penelitian di mulai dari tanggal 31 Mei 2021 sampai 30 Juli 2021. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif.

(3)

700 HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Peneltian Tindakan Kelas (Clasroom action research) terdiri dari empat tahapan utama, yaitu : 1) perencanaan tindakan 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Fokus dari penelitian ini adalah proses pembelajaran melalui model Problem Based Learning (PBL) sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan murid untuk menyampaikan pendapat pribadi secara lisan maupun tulisan pada materi wawancara di kelas IV UPT SPF SD Negeri Tidung Kota Makassar dengan jumlah murid sebanyak 23 orang yang terdiri dari 8 orang laki- laki dan 15 orang perempuan dalam tahun periode 2021/2022. Penelitian di mulai dari tanggal 31 Mei 2021 sampai 30 Juli 2021. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) pada murid kelas IV UPT SPF SD Negeri Tidung Kota Makassar dengan jumlah murid sebanyak 23 orang yang telah mampu menyampaikan pendapat pribadi secara lisan dan tulis pada materi wawancara adalah dengan melakukan perbadingan dari data awal sebelum tindakan dan data setelah tindakan.

Pada penilaian kualitatif data dari pengamatan peneliti selama proses pemmbelajaran berlangsung dan tugas yang diberikan. Dalam hal ini yang menjadi fokus pengamatan adalah proses dan hasil belajar selama pembelajaran berlangsung. Dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan menerapakan model Problem Based Learning dalam pembelajaran pada tema 9 (Kayanya Negeriku) Sub Tema 1 (Kekayaan Sumber Energi di Indonesia) Pembelajaran 4 dengan materi wawancara, sehingga kesulitan murid dalam menyampaikan pendapat pribadi secara lisan maupun tidak menjadi hal yang menghambat pencapaian tujuan pembelajaran dilaksanakan secara daring. Hal ini ditandai dengan dengan semakin semangatnya murid terlibat aktif dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan guru secara online dengan menggunakan aplikasi zoom.

Penerapan model Problem Based Learning (PBL) memiliki tujuan secara umum sebagai berikut yang dikemukakan oleh Sitiatava (dalam Wulan, 2014: 17) yaitu Membantu murid mengembangkan kemampuan beropikir, pemecahan masalah, serta kemampuan intelektual, Belajar berbagai peran orang dewasa melalui keterlibatan murid dalam pengamalan nyata dan simulasi. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahawa Problem Based Learning (PBL) bertujuan membantu murid mengembangkan keterampilan berpikir kritis san keterampilan pemecahan masalah, mengembangkan pemikiran kritik dan keterampilan kreatif, meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, meningkatkan motivasi belajar murid, dan membantu murid untuk mentransfer pengetahuan dengan situasi baru.

Dalam penelitian yang dilakukan dengan penerapan model PBL dilaksanakan dengan tahapan mulai dari perencanaan, tindakan, observasi dan reflekasi. Pada tahap

(4)

701 perencanaan, peneliti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang menguraikan langkah-langkah dari PBL, yaitu 1) Orientasi murid pada masalah, 2) Mengorganisasikan murid untuk belajar, 3) Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, 5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Di tahap tindakan perencanaan, peneliti berperan sebagai guru melaksanakan proses pembelajaran secara online dengan media pembelajaran power point melalui share screen. Dalam proses pembelajaran ini dilakukan observasi tehadap kemampuan murid dalam menyampaikan pendapat pribadi secara lisan maupun tulisan.

Hasil observasi yang ditemukan selama aktivitas pembelajaran menunjukkan bahwa hasil yang dicapai murid pada tindakan pertama untuk indikator penyampaian pendapat secara lisan sebesar 73%, dan secara tertulis 83%. Data tersebut menujukkan aktivitas murid dengan kategori baik.

Dari data yang diperoleh, beberapa hal yang menjadi catatan refleksi peneliti, yaitu kurangnya kemampuan murid dalam berpikir kritis terhadap suatu masalah, kondisi lingkungan rumah saat pembelajaran online dilaksanakan kurang mendukung, sehingga sangat berpengaruh pada konsentrasi murid dalam menyimak materi, dan adanya kurang percaya diri pada diri murid. Dengan demikian, maka peneliti memcoba untuk melakukan perbaikan pada tindakan ke dua dengan lebih banyak memberikan motivasi dan kesempatan secara merata kepada murid dalam menyampaiakan pendapat dengan topik/

masalah yang ditemui di lingkungan sekitarnya yang tentunya berkaitan dengan materi yang sedang dipelajari. Peneliti juga memberikan pemahaman kepada orang tua murid agar dapat mencitpakan kondisi rumah yang tenang utuk belajar.

Setelah melakukan upaya berbaikan untuk proses pembelajaran tindakan ke dua, maka pencapaian pada data observasi menujukkan hasil yang sangat baik, dengan prosentase kategori kemampuan secara lisan 96% dan tulisan 100%. Sedangkan, untuk hasil analisis data dari instrument berupa tes bentuk penugasan melakukan wawancara yang diberikan kepada murid, menunjukkan bahwa 95% murid dapat menyelesaikan tes dengan baik.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) kesulitan belajar yang dialami murid dalam menyampaikan pendapat pribadi secara lisan maupun tulisan dapat teratasi dengan baik. Model PBL meningkatkan kemampuan murid dalam berpendapat secara pribadi, pembelajaran online tidak terkesan berpusat pada guru.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penyusunan jurnal ini mengalami banyak kendala yang penulis hadapi, namun berkat arahan dan bimbingan dari pihak-pihak terkait, maka kendala tersebut dapat diatasi.

Secara khusus penulis mengucapkan terima kasih kepada:

a) Dr. H. Darmawang., M.Kes. selaku ketua prodi pada program Pendidikan Profesi Guru

(5)

702 Universitas Negeri Makassar yang telah memberikan ijin Praktik Pengalaman Lapangan di UPT SPF SD Negeri Tidung Kota Makassar.

b) Hj. Herlinawati, S.Pd. Selaku kepala sekolah UPT SPF SD Negeri Tidung yang telah memberikan ijin untuk Praktik Pengalaman Lapangan di UPT SPF SD Negeri Tidung Kota Makassar.

c) Sayidiman , S.Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing Praktik Pengalaman Lapangan pada program Pendidikan Profesi Guru Universitas Negeri Makassar yang telah memberikan bimbingan saat kegiatan berlangsung.

d) Reni Astuty Latif, S.Pd. selaku guru pamong Praktik Pengalaman Lapangan pada program Pendidikan Profesi Guru Universitas Negeri Makassar yang telah memberikan arahan dan masukan saat kegiatan berlangsung.

e) Rekan guru di UPT SPF SD Negeri Tidung yang telah membantu pengambilan data penelitian yang dibutuhkan untuk menyusun jurnal ini.

f) Segenap keluarga saya yang selalu memberikan dukungan dengan motivasi untuk penulisan jurnal ini tepat waktu.

g) Teman-teman angkatan 2 program Pendidikan Profesi Guru Universitas Negeri Makassar yang telah memberi saran terhadap penulisan serta memberikan dukungan moral.

Mohon maaf dan terima kasih untuk pihak-pihak yang belum saya sebutkan. Semoga Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta mampu menjadi acuan dalam tujuan akademis.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan muirid dalam menyampaikan pendapat pribadi secara lisan maupun tulisan yang dilakukan melalui PTK, dengan rincian: 1) Perolehan kemampuan murid pada tindakan pertama sebesar 73% untuk secara lisan dan 83% untuk secara tertulis dan 2) Porsentase pada tindakan ke- 2 sebesar 96% untuk secara lisan dan 4% untuk secara tertulis. Nilai capaian porsentase ini menunjukkan bahwa dari total jumlah murid yaitu 23 orang, jika dilakukan perbandingan data sebelum menerapkan model PBL, maka penerapan model pembelajaran PBL sangat memberikan peningkatan pada kemampuan murid dalam memberikan pendapat pribadi yang merupakan bagian dari keterampilan abad XXI ini. Dengan kesimpulan akhirnya adalah penelitian dengan judul” Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Menyusun Pendapat Pribadi Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Pada Murid Kelas IV UPT SPF SD Negeri Tidung” berhasil dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Agustin, V. N. 2013. Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Problem based learning (PBL). Journal of Elementary Education, 2 (1).

Amban, Harti Titi. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA pada Murid Kelas V SDN Maccini IV Kota Makassar. Pendidikan Guru Sekolah Dasar UNM. Makassar.

(6)

703 Ihsan, 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Problem-Based Learning terhadap Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X IPS SMA N 1 Suralaga Tahun Pelajaran 2018/2019. Jurnal Media Biana Ilmiah, 14(6): 45-49

Suryani, Karmila. 2019. Peningkatan Kemampuan Berpikir Peserta Didik Menggunakan Problem-Based Learning. Journal Pendidikan, 17 (2).

Wijayanti, R. 2016. Peningkatan Prestasi Belajar Pkn Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning. Basic Education, 5(34), 3- 227.

Wulandari, E. 2012. Penerapan Model PBL (Problem based learning) Pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas V SD. Kalam Cendekia PGSD Kebumen, 1(1).

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan model pembelajaran project based learning pada saat kegiatan PPL di TK Miftahul Falah, penulis menggunakan metode demonstrasi, yaitu dengan melakukan

Untuk mencapai hasil belajar secara optimal, upaya yang dapat dilakukan seorang guru adalah menggunakan model yang sesuai dalam menyampaikan materi kepada peserta

Hasil penelitian pada praktik mengajar 1 diperoleh data 58% Langkah model telah terlaksana dengan baik, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa mencapai 60% dari

Jika skor hasil belajar Matematika siswa tersebut dikelompokkan ke dalam 5 kategori, maka hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 229 Waru Kecamatan Malili Kabupaten

Guru membagikan lembar kerja kelompok kepada masing-masing kelompok, sehingga masing-masing anggota kelompok sudah dapat merencanakan apa yang akan mereka selidiki

2. Guru mempersiapkan alat media seperti laptop, proyektor, layar, dll. Guru menyiapkan video yang akan ditampilkan sesuai dengan tema yang diajarkan dan memastikan PPT

Aktivitas belajar siswa Kelas II SDN Nusantara Jaya selama mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan Problem Based Learning (PBL) Pada Muatan

Berdasarkan latar belakang masalah solusi yang disarankan berikut ini rumusan masalah yang dapat dikembangkan dalam penyajian yaitu bagaimana perencanaan pembelajaran,