• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pinisi: Journal of Teacher Professional Volume 3, Nomor 1 April 2022 e-issn: DOI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pinisi: Journal of Teacher Professional Volume 3, Nomor 1 April 2022 e-issn: DOI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

39 DOI.10.26858

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA

Anik Setyowati1, Ahmad Syawaluddin 2, M. Dahlan3

1Pendidikan Guru Sekolah Dasar, SD Negeri 3 Girirejo Email: [email protected]

2Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas negeri makassar Email : [email protected]

3Pendidikan Guru Sekolah Dasar, UPT SPF SD Negeri Kaccia Kab.Gowa Email: [email protected]

Artikel info Abstrak

Received; 1-9-2021 Revised:10-10-2021 Accepted;25-11-2021 Published,2-1-2022

Rendahnya hasil belajar peserta didik dalam muatan pelajaran Bahasa Indonesia tentang ungkapan dan artinya.Guru harus melakukan refleksi atau identifikasi masalah yang selama ini terjadi dalam pembelajaran, sehingga guru dapat menemukan penyebabnya yaitu kekurang tepatan model, metode atau pendekatan dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas II Penelitian Tindakan kelas ini dilakukan dua siklus yang pada setiap siklusnya dilakukan satu tindakan .Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas II SD Negeri 3 Girirejo, kecamatan Tirtomoyo yang terdiri dari 16 siswa dengan Kriteria Ketuntasan Minimal 65, 9 siswa (56,25 %) bernilai belum tuntas dan 7 siswa (43,75%) bernilai tuntas. Nilai rata- rata secara klasikal pada tes awal 55, pada siklus I naik 5,63 menjadi 60,63 dan pada siklus II naik 17,37 menjadi 78. Sedangkan persentase siswa yang tuntas belajar pada tes awal 43,75%, pada siklus I naik 25% menjadi 68,75% dan pada siklus II naik 18,75% menjadi 87,5%.Hasil penelitian menggunakan metode Problem Based Learning menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang signifikan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Based Learning dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik pada materi ungkapan dan arti dari teks bacaan.

Key words:

Model Pembelajaran Problem Basic Learning (PBL) Motivasi ,Hasil Belajar

artikel pinisi:journal of teacher proffesonal dengan akses terbuka dibawah lisensi CC BY-4.0

PENDAHULUAN

Era globalisasi dengan segala tantangannya, memunculkan paradigma baru dalam . Pembelajaran yang semula teacher centered menjadi student centered. Pembelajaran lebih menekankan pada proses yang berlangsung, bukan lagi pada hasil yang dicapai.

Siswa tidak lagi bersikap pasif dalam kegiatan pembelajaran, namun dituntut untuk terlibat aktif mengikuti setiap momen yang berlangsung. Guru hanya sebagai fasilitator,

(2)

40 yang membimbing dan mengarahkan peserta didik dalam membangun pengetahuannya sendiri. Sehingga siswa Guru harus kreatif , inovatif dan pintar dalam meramu strategi pembelajaran sehingga memudahkan tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Amir (2009:2) menyatakan “Dunia pendidikan, khususnya di sekolah dasar (SD), merupakan pangkal dari suatu proses pendidikan formal yang berkelanjutan. Untuk itu, pendidikan di SD memerlukan adanya peningkatan kualitas untuk merespon perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi’. Peningkatan kualitas salah satunya dilakukan dengan meningkatkan mutu pembelajaran. Peningkatan mutu pembelajaran dapat dicapai jika guru telah melakukan inovasi dalam pembelajarannya dengan menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Menerapkan strategi pembelajaran yang tepat dengan menggunakan model dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pendidikan abad 21.

Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan karakter pendidikan abad 21, yang memenuhi kriteria 4Cs yaitu Creativity Thinking and Innovation, Critical Thinking and Problem Solving, Communication, dan Collaboration adalah model Problem Based Learning ( PBL). “PBL adalah suatu pendekatan pembelajaran dengan membuat konfrontasi kepada pebelajar dengan masalah-masalah praktis atau pembelajaran yang dimulai dengan pemberian masalah dan memiliki konteks dengan dunia nyata” (Tan, 2003; Wee & Kek, 2002:12). Model pembelajaran ini melatih siswa untuk memecahkan masalah dengan pengetahuan yang dimilikinya. Proses pembelajaran akan membuat terbangunnya pengetahuan baru yang lebih bermakna bagi siswa.

Pengertian PBL menurut Hudojo (1988:5) adalah “proses yang ditempuh oleh seseorang untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sampai masalah itu tidak lagi menjadi masalah baginya”. Pengertian PBL menurut Dutch (dalam Amir, 2009:27) adalah

“metode intruksional yang menantang peserta didik agar belajar untuk bekerjasama dalam kelompok untuk mencari solusi bagi masalah yang nyata”. Masalah digunakan untuk mengaitkan rasa keingintahuan, kemampuan analisis, dan inisiatif siswa terhadap materi pelajaran. PBL mempersiapkan peserta didik untuk berpikir kritis dan analitis, dan menggunakan sumber belajar yang sesuai.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam memecahkan masalah nyata dan menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Model ini menyebabkan motivasi dan rasa ingin tahu menjadi meningkat. Jika motivasi siswa meningkat, maka dapat terimplementasikan pada penigkatan hasil belajar. Model PBL juga menjadi wadah bagi siswa untuk dapat mengembangkan cara berpikir kritis dan keterampilan berpikir yang lebih tinggi.

Amir (2009:24) menyatakan, terdapat 7 langkah pelaksanaan PBL, yaitu sebagai berikut.

Pertama Mengklarifikasi istilah dan konsep yang belum jelas. Memastikan setiap anggota memahami berbagai istilah dan konsep yang ada dalam masalah. Kedua Merumuskan masalah. Fenomena yang ada dalam masalah menuntut penjelasan hubungan-hubungan apa yang terjadi antara fenomena itu. Ketiga Menganalisis Masalah. Siswa mengeluarkan pengetahuan terkait apa yang sudah dimiliki tentang masalah. Keempat Menata gagasan siswa dan secara sistematis menganalisisnya dengan dalam. Bagian yang sudah dianalisis dilihat keterkaitannya satu sama lain, dikelompokkan mana yang saling menunjang, mana

(3)

41 yang bertentangan dan sebagainnya. Kelima Memformulasikan tujuan pembelajaran.

Kelompok dapat merumuskan tujuan pembelajaran karena kelompok sudah tahu pengetahuan mana yang masih kurang dan mana yang masih belum jelas. Keenam Mencari Informasi tambahan dari sumber yang lain (di luar diskusi kelompok). Ketujuh Mensintesa (Menggabungkan) dan menguji informasi baru, dan membuat laporan untuk kelas. Dari laporan individu/sub kelompok, yang dipresentasikan dihadapan anggota kelompok lain, kelompok mendapatkan informasi-informasi yang baru. Anggota yang mendengarkan laporan harus kritis tentang laporan yang disajikan (laporan diketik, dan dibagikan kepada setiap anggota).

Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode PBL memiliki beberapa manfaat (Amir, 2009:27), yang dipaparkan sebagai berikut. 1). Meningkatkan kecakapan siswa dalam pemecahan masalah. 2). Lebih mudah mengingat materi pembelajaran yang telah dipelajari. 3). Meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi ajar. 4). Meningkatkan kemampuannya yang relevan dengan dunia praktek. 5). Membangun kemampuan kepemimpinan dan kerja sama. 6). Kecakapan belajar dan memotivasi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Model pembelajaran PBL dapat diterapkan dalam berbagai muatan pelajaran tematik dan sesuai dengan karakter siswa usia sekolah dasar yang taraf berpikirnya masih berada pada tahap pra operasional konkret.

Namun, dalam pelaksanaannya, PBL di SDN 3 Girirejo pada siswa kelas 2 belum dapat mencapai hasil belajar yang maksimal,karena pada awal pra siklus ketuntasan belajar mencapai 43,75 % dan mengalami peningkatan menjadi 68,75 % pada siklus I. Hasil tersebut belum sesuai harapan sehingga harus diperbaiki lagi pada siklus berikutnya.

Selanjutnya, dari uraian tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:”

Bagaimana pengaruh model Problem Based Learning terhadap motivasi dan hasil belajar siswa ? Adapun tujuan dari penelitian pembelajaran model PBL adalah agar motivasi dan hasil belajar siswa meningkat dan nilai yang diperoleh di atas KKM yang ditentukan.

Setelah penerapan model belajar PBL diharapkanterjadi pengaruh yang positif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas 2 SDN 3 Girirejo.

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yaitu untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui model belajar PBL.

Subyek penelitian adalah siswa kelas II yang melibatkan 16 siswa. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus dilakukan sejak tanggal 5 Juli 2021 Instrumen pengumpulan data adalah lembar observasi pelaksanaan proses pembelajaran, dan hasil evaluasi siswa.Sedangkan teknis analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan kriteria pencapaian.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas secara umum telah berlangsung sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah ditetapkan. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan, yaitu satu kali pertemuan untuk proses pembelajaran dan satu kali untuk pemberian tes. Data yang telah dikumpulkan dianalisis sesuai dengan teknik analisis data yang telah ditetapkan

(4)

42 sebelumnya.

Tahap siklus yang dilakukan selama penelitian adalah dua siklus yaitu siklus I,siklus II.

Data hasil belajar siklus yang terkumpul, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis data deskriptif. Proses penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang masing- masing siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan evaluasi, dan (4) refleksi tindakan. Kegiatan perencanaan tindakan siklus I dilaksanakan pada tanggal 5 Juli 2021 di SD Negeri 3 Girirejo.

Pelaksanaan tindakan I dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan, seperti yang telah direncanakan, yaitu tanggal 5 juli 2021 Pertemuan dilaksanakan dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran (2x35 menit) sesuai dengan skenario pembelajaran dan RPP. Pelaksanaan tindakan pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2021. Siswa bergabung dengan anggota kelompoknya untuk mengerjakan tugas mengidentifikasi permasalahan sesuai dengan tema yang ditentukan. Tiap kelompok terdiri dari 4 siswa. Diskusi berlangsung lancar meskipun awalnya masih banyak yang ramai dan hanya beberapa siswa yang mengerjakan. Guru sekaligus peneliti berkeliling untuk mengawasi jalannya kerja kelompok. Begitu seterusnya sampai keadaan mulai tertib. Hampir semua siswa sudah tampak begitu antusias berdiskusi dan tekun mengerjakan. Sebagian besar siswa sudah mengerjakan dengan benar meskipun ada beberapa siswa yang mengerjakan tetapi masih kurang lengkap dan kurang teliti dalam pengerjaan soal.

Selanjutnya, guru meminta wakil tiap kelompok tampil ke depan mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Selama presentasi,guru mengawasi jalannya presentasi sambil berkeliling dan membuka kegiatan diskusi/tanya jawab bagi siswa atau kelompok lain yang ingin memberikan masukan terhadap kelompok penyaji Sebelum menutup pembelajaran, siswa diminta mengumpulkan lembar jawaban yang sudah selesai dikerjakan. Guru membuat kesimpulan dari materi yang sudah diajarkan kemudian menutup pembelajaran dengan salam. Hasil dari pelaksanaan siklus I menunjukan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah dengan model PBL, hal ini terbukti dengan hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan. Meskipun demikian masih ada beberapa siswa yang masih ragu danbelum mampu untuk menyelesaikan pemecahan masalah yang mereka temukan. Pelaksanaan tindakan siklus II hampir sama dengan pelaksanaan tindakan siklus I, hanya pada pelaksanaan tindakan II ini terdapat perbaikan yang masih diperlukan dari tindakan I. Pelaksanaan tindakan I dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan, seperti yang telah direncanakan. Pada pertemuan siklus II guru menyampaikan materi dengan menggunakan slide yang ditayangkan dalam PPT dan dibuka kesempatan tanya jawab, kemudian siswa mengerjakan soal secara berkelompok.

Diskusi berlangsung lancar, tidak terjadi keributan, keadaan lebih tertib dan terkendali.

berkeliling untuk mengawasi jalannya kerja kelompok dan memberikan bantuan secara langsung kepada kelompok yang mengalami kesulitan. Guru juga memberi motivasi kepada kelompok yang belum bisa bekerja sama atau masih berbicara sendiri satu sama lain. Semua siswa sudah tampak begitu antusias berdiskusi dan tekun mengerjakan.

Terdapat beberapa kelompok yang sangat antusias ingin mempresentasikan hasil pekerjaannya karena dalam pembelajaran pada siklus I mereka sudah memahami cara presentasi dan lebih berani memaparkan jawaban di depan kelas. Kesempatan presentasi diberikan kepada semua kelompok dan tiap kelompok diminta mengerjakan soal tematik

(5)

43 yang telah disiapkan. Guru mengawasi jalannya presentasi sambil berkeliling dan membuka kegiatan diskusi/tanya jawab bagi siswa atau kelompok lain yang ingin memberi masukan atau menyanggah kelompok presenter.

Guru membagikan soal untuk evaluasi akhir berupa soal essay dan meminta agar siswa dalam mengerjakan tidak saling bekerja sama. Guru mengawasi dengan baik agar hasil dari evaluasi dapat mencerminkan kemampuan mereka dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan soal dengan tertib dan tenang. Sebelum menutup pembelajaran, siswa diminta mengumpulkan lembar jawaban yang sudah selesai dikerjakan. Guru membuat kesimpulan dari materi yang sudah diajarkan kemudian menutup pembelajaran dengan salam. Dari hasil evaluasi siklus II diperoleh data peningkatan hasil belajar siswa,dari yang semula 68,75% lulus KKM menjadi 87,5%, setelah menggunakan model PBL. Dari pra siklus rata-rata 43,75% dengan kriteria sangat rendah, ketika masih menggunakan model belajar PBL menjadi 68,75% pada siklus I dengan kriteria cukup setelah menggunakan model belajar PBL. Lalu setelah pelaksanaan pembelajaran model PBL dilanjutkan pada siklus II maka hasil belajar mengalami peningkatan menjadi 87,5% .

Berdasarkan deskripsi hasil penelitian yang telah diurikan sebelumnya, penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Hal ini dapat dilihat dari kenaikan rata-rata nilai hasil belajar siswa pada prasiklus (43,75%) menjadi (68,75 %) pada siklus I dan mencapai hasil optimal (87,5%)pada siklus II. Rata-rata peningkatan hasil belajar mencapai 25% dari pra siklus ke siklus I, sedangkan dari siklus I ke siklus II peningkatan hasil belajar mencapai 18,75 %. Terjadinya peningkatan hasil belajar pada siswa kelas II di SD Negeri 3 Girirejo disebabkan karena model belajar PBL yang memengaruhi motivasi belajar siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Gagne (dalam Amir, 2009:45) menyatakan “kemampuan pemecahan masalah merupakan seperangkat prosedur atau strategi yang memungkinkan seseorang dapat meningkatkkan kemandirian dalam berpikir”. Selain itu, ditahap selanjutnya guru mengkoreksi dengan seksama jawaban evaluasi yang benar, untuk disempurnakan sehingga hasil belajar siswa kelas II benar-benar mencapai kualitas yang maksimal. Berdasarkan pembahasan dan implementasi di atas, serta didukung oleh penelitian yang relevan dengan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) meengaruhi motivasi belajar dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SD Negeri 3 Girirejo.

UCAPAN TERIMA KASIH

Dalam kesempatan ini, izinkanlah saya menyampaikan terimakasih kepada: Allah SWT yang telah memberikan anugerah kehidupan yang tak ternilai harganya. Segenap pihak UNM, dosen dan guru pamong yang telah memberikan wawasan pengetahuan yang berguna bagi penulis dan memberikan kesempatan bagi penulis untuk belajar. Keluarga tercinta yang senantiasa memberikan dorongan dan doa sehingga dapat melalui berbagai ujian ini dengan lancar. Bapak Radiyanta S.Pd selaku kepala sekolah SDN 3 Girirejo yang telah memberikan motivasi dan semangat. Bapak dan ibu Guru SDN 3 Girirejo yang telah memberikan dukungan moril dan supportnya sampai penulis berhasil dalam menempuh pendidikan PPG Daljab Angkatan 2.

(6)

44 SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah disajikan sebelumnya, maka dapat diambil simpulan bahwa penerapan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat memengaruhi motivasi belajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SD Negeri 3 Girirejo dengan perolehan angka rata-rata hasil belajar pada prasiklus sebesar 43,75 % (berada pada kriteria sangat rendah),68,75 % pada siklus I (berada pada kriteria cukup). Sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa mencapai 87,5% (berada pada kriteria sangat tinggi). Dengan demikian, dari prasiklus ke siklus I untuk hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 25 % dan 18,75 % pada pembelajaran siklus II. Maka dapat dinyatakan bahwa penerapan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat memengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa kelas II di SD Negeri 3 Girirejo tahun pelajaran 2021/2022.

DAFTAR PUSTAKA

Agung, A.A. Gede. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan. Singaraja: Fakultas Ilmu Pendidikan.

Ahmadi, Abu 1991. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta. Ali, Mohhamad. 2009.

Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung : PT Imperial Bhakti Utama.

Amir, M. Taufiq. 2009. Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based learning. Jakarta:

Kencana Prenada Media Group.

Nurhadi, 2004. Pembelajaran Kontekstual (Contextual teaching and Learning/CTL).

Malang:Universitas Malang.

Poerwadarminta, W.J.S. 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia. PN Balai Pustaka.

Riedesel, C. A..Scchwart, J.E., dan Clement, D.H. 1996. Teaching Elementry School mathematic. Boston: Allyn and Bacon.

Referensi

Dokumen terkait

Pendekatan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classrom action research) yang berusaha mengkaji dan merefleksikan secara mendalam beberapa aspek dalam

Berdasarkan latar belakang masalah solusi yang disarankan berikut ini rumusan masalah yang dapat dikembangkan dalam penyajian yaitu bagaimana perencanaan pembelajaran,

Untuk mencapai hasil belajar secara optimal, upaya yang dapat dilakukan seorang guru adalah menggunakan model yang sesuai dalam menyampaikan materi kepada peserta

Hasil penelitian pada praktik mengajar 1 diperoleh data 58% Langkah model telah terlaksana dengan baik, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa mencapai 60% dari

Jika skor hasil belajar Matematika siswa tersebut dikelompokkan ke dalam 5 kategori, maka hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 229 Waru Kecamatan Malili Kabupaten

Guru membagikan lembar kerja kelompok kepada masing-masing kelompok, sehingga masing-masing anggota kelompok sudah dapat merencanakan apa yang akan mereka selidiki

2. Guru mempersiapkan alat media seperti laptop, proyektor, layar, dll. Guru menyiapkan video yang akan ditampilkan sesuai dengan tema yang diajarkan dan memastikan PPT

Aktivitas belajar siswa Kelas II SDN Nusantara Jaya selama mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan Problem Based Learning (PBL) Pada Muatan