• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pinisi: Journal of Teacher Professional Volume 3, Nomor 1 April 2022 e-issn: DOI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pinisi: Journal of Teacher Professional Volume 3, Nomor 1 April 2022 e-issn: DOI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

45 DOI.10.26858

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED

LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS III

Anik Wulandari1, Rahmawati Patta2 Juliadi3

¹Pendidikan Guru Sekolah Dasar, SD N 1 Sugihan Email: [email protected]

²Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Makassar Email: [email protected]

³Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Makassar Email: [email protected]

Artikel info Abstrak

Received; 1-9-2021 Revised:10-10-2021 Accepted;25-11-2021 Published,2-1-2022

Penelitian ini berdasarkan masalah yang terjadi dalam pembelajaran di kelas III SDN 1 SUGIHAN, fokus masalah diuraikan sebagai berikut:

bagaimana gambaran penerapan model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa kelas III SDN 1 SUGIHAN. Langkah penelitian sesuai dengan tahapan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas yang meliputi Perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, test dan kajian dokumen, Teknik analisis data deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian pada siklus 1 di kelas 3 SDN 1

Sugihan yang terdiri dari 10 anak diperoleh data 7 anak yang melampaui KKM (70%) langkah model PBL telah terlaksana dengan baik, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa mencapai 80% dari jumlah siswa.

Hasil penelitian siklus 2 diperoleh data 80% langkah model PBL terlaksana dengan baik, dan di siklus 3 diperoleh data 90% siswa telah memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran problem based learning secara bertahap dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas III SDN 1 SUGIHAN. Kesimpulan penelitian bahwa model pembelajaran problem based learning yang dterapkan dengan baik dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas III SDN 1 Sugihan.

Key words:

Peningkatan, Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi, Problem Based Learning.

artikel pinisi:journal of teacher proffesonal dengan akses terbuka dibawah lisensi CC BY-4.0

PENDAHULUAN

Pendidikan adalah investasi masa depan yang sangat bernilai, sehingga perlu perhatian khusus. Pemerintah telah berkomitmen bahwa pendidikan bagi generasi masa depan harus dimulai dan disiapkan dengan sungguh-sungguh. Untuk mempersiapkan generasi

(2)

46 masa depan harus diimbangi dengan penyiapan guru yang profesional bermutu dan akuntabel.

Untuk merealisasikan amanah undang-undang dalam penyiapan guru profesional, maka pemerintah menyiapkan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam bentuk Program Studi PPG. Program PPG di Indonesia sesuai amanah Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang menganut model konsekutif atau berlapis. Serta Pasal 17 ayat (1) Undang-undang Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa pendidikan profesi merupakan Pendidikan Tinggi setelah program sarjana yang bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa dalam pekerjaan yang memerlukan persyaratan keahlian khusus.

Program Profesi Guru merupakan program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1 Kependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan Standar Pendidikan Guru sehingga dapat memperoleh sertifikat pendidik profesional pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Program Studi PPG diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan pendidikan, seperti: (1) kekurangan jumlah guru (shortage) khususnya pada daerah - daerah terluar, terdepan, dan tertinggal, (2) distribusi yang tidak seimbang (unbalanced distribution), (3) kualifikasi di bawah standar (under qualification), (4) guru-guru yang kurang kompeten (low competence), serta (5) ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dengan bidang yang diampu (missmatched). Selain itu, guru di era globalisasi harus memiliki kemampuan melaksanakan pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan dengan mengintegrasikan critical thingking dan problem solving, communication and colaborative skill, creativity and inovative skill, information and communication technolgy literacy, contextual learning skill, serta information and media literacy melalui pendekatan TPACK.

Dalam artikel ini, penulis akan mengangkat kasus yang terjadi dalam pembelajaran dikelas III SDN 1 Sugihan Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri. Permasalahan rendahnya kualitas pembelajaran pada siswa kelas III SDN 1 Sugihan kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri pun kurang yang disebabkan karena minat belajar siswa yang rendah, dan guru belum menggunakan model pembelajaran inovatif, penjelasan guru hanya monoton serta media kurang menarik. Maka untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas III SDN 1 Sugihan Kecamatan Jatiroto guru menerapkan model Problem Based Learning (PBL).

Pada penerapan model pembelajaran problem based learning,guru menggunakan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk dapat berpikir kritis dalam menghadapi masalah yang terjadi di sekitarnya. Selain itu Problem Bassad Learning juga mendorong siswa untuk lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Peneliti juga menggunakan media pembelajaran yang berupa video animasi, PPT dan juga media riil yang ada disekitar siswa yang tentunya dapat menarik perhatian siswa sehingga siswa lebih antusias. Hal ini terbukti dapat membuat siswa lebih tertarik dalam memperhatikan materi pelajaran, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan guru.

(3)

47 Kegiatan siswa pada awal pembelajaran menujiu ke kegiatan inti pembelajaran adalah dengan mengingat kembali materi yang telah diajarkan sebelumnya dengan kegiatan Tanya jawab antara siswa dan guru. Dengan kegiatan tersebut maka siswa akan lebih aktif dan siap dalam mengikuti pembelajaran,.setelah itu siswa mengamati masalah melalui video animasi dan PPT yang disiapkan oleh guru dan ditampilkan dalam tayangan LCD.

Guru memberikan umpan pertanyaan tentang permasalahan yang terjadi dan siswa diminta untuk menjawab atau mengutarakan pendapatnya. Kemudian melalui diskusi kelompok siswa diminta untuk memecahkan masalah yang ditemukan, hal ini mendorong siswa menggunakan kemampuan berpikir tinggi dalam memecahkan masalah yang ditemukan dalam materi pembelajaran.

Selain menggunakan media video animasi dan PPT yang mampu menarik perhatian siswa, guru juga menggunakan media pembelajaran dari benda nyata berupa alat music ritmis yang memanfaatkan benda bekas seperti kaleng kue,toples dan ember. Hal ini dimaksudkan agar siswa mendapatkan pengalaman nyata dalam pembelajaran sehingga pembelajaran yang dilakukan siswa lebih bermakna.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi.Tindakan yang dipilih untuk pemecahan masalah yang dihadapi oleh peneliti adalah dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Dengan adanya penerapan model Problem Based Learning (PBL) ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran tematik pada siswa di kelas II. Adapun langkah- langkah dalam model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) adalah :

1. Orientasi siswa pada masalah

2. Mengorganisasikan siswa untuk belajar

3. Membantu penyelidikan mandiri dan kelompok 4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya 5. Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian tindakan kelas melalui model Problem Based Learning (PBL) yang diperoleh dari hasil tes dan nontes yang terlaksana dalam tiga siklus dimana setiap siklusnya satu kali pertemuan selama dua jam pelajaran ( 2x35 menit ) dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang berupa keterampilan guru, aktivitas siswa, hasil belajar siswa di kelas III SD Negeri 1 Sugihan. Hasil tes tersebut diperoleh dari observasi dan pengamatan pada saat pembelajaran dan evaluasi yang dilaksanakan di setiap akhir pertemuan pada setiap siklus untuk melihat dan mengukur peningkatan pemahaman materi koperasi oleh siswa yang diikuti oleh 10 siswa. Data kualitatif yang diperoleh yaitu berupa hasil observasi pada saat berlangsungnya pembelajaran yang berupa keterampilan guru dan aktivitas siswa yang disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Hasil tes yang diperoleh di setiap evaluasi berupa data kuantitatif. Berikut ini akan dipaparkan hasil penelitian yang terdiri atas keterampilan guru, aktivitas siswa

(4)

48 dalam proses pembelajaran, dan hasil belajar siswa melalui model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas III SD Negeri 1 Sugihan Kecamatan Jatiroto Kabuoaten Wonogiri.

Berdasarkan observasi yang dilaksanakan dalam 3 siklus dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan guru maupun siswa dari yang awalnya di siklus 1 hasilnya 70 % mengalami kenaikan sebanyak 10 % di siklus 2 Menjadi 80 %, dan di siklus 3 hasil yang maksimal yaitu 90% yaitu 9 siswa yang telah mengalami peningkatan hasil di atas KKM. Data tersebut terjadi karena minat belajar siswa yang rendah, dan guru belum menggunakan model pembelajaran inovatif, penjelasan guru hanya monoton serta media kurang menarik. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi siswa kelas III SDN 1 Sugihan. Kegiatan Praktik Mengajar 1 dilaksanakan pada hari Jumat, 27 Agustus 2021 pukul 09.00 WIB, bertempat di SD Negeri 1 Sugihan, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara luring pada kelas III dengan siswa yang hadir sebanyak 10 siswa. Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sudah disusun oleh peneliti sendiri menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan rincian masalah sebagai berikut.

Hasil tindakan 1

Permasalahan yang muncul pada pelaksanaan PPL 1 telah ditemukan solusinya. Dari solusi yang ditemukan tadi berhasil memperbaiki pembelajaran. Berikut ini hasil tindakan dari pelaksanaan PPL 1 :

Pada pelakasnaan PPL 1 ini ditemukan masalah tentang siswa yang kurang percaya diri dalam menyampaikan ide dan pertanyaan tindakan yang akan diambil adalah dengan memberikan motivasi kepada siswa agar mereka lebih bersemnagat dan termotivasi.

Siswa cenderung jenuh dan terlihat lelah dalam pembelajaran.hal tersebut karena guru tidak memberikan ice breaking. Sehingga siswa merasa kelelahan. Dengan demikinan guru akan memberikan ice breaking untuk pembelajaran selanjutnya untuk memancing siswa agar lebih gembira dan tidak jenuh dalam mengikuti pembelajaran.

Sebagian siswa kurang optimal dalam mengikuti pembelajaran disebabkan karena siswa jenuh dan lelah seperti disampaikan diatas karena tidak adanya ice breaking sama sekali.

Hal tersebut disebabkan karena guru merassa takut jika waktu yang tersedia tidak cukup.Untuk pembelajaran selanjutnya maka guru akan lebih berhati hati dalam mengatur waktu sehingga semua rencana pembelajaran akan tercapai.

Hasil tindakan 2

Pada kegiatan pelaksanaan PPL 2 ini guru memperbaiki permasalahan yang sering muncul di Siklus 1. Ketika kendala dalam siklus pertama teratasi muncul lagi permasalahan baru .Dari permasalahan tersebut guru harus menemukan solusi agar pembelajaran terlaksana sesuai rencana yang telah dibuat dan masalah di siklus 1 tidak terulang kembali. Berikut ini hasil tindakan dari pelaksanaaan PPL 2:

Bila di siklus 1 siswa terlalu pasif, di siklus 2 hal yang terjadi adalah kebalikannya yaitu siswa di kelas menjadi gaduh, karena peralatan yang akan digunakan untuk praktikum

(5)

49 digunakan anak sebelum waktunya.Untuk rencana perbaikan yang akan dilakukan kedepannya mungkin untuk pembelajaran selanjutnya alat praktikum yang akan digunakan diberikan saat akan digunakan.Bukan seperti di siklus 2 ini peralatan alat musik ritmis diberikan sejak awal pembelajaran jadi anak menggunakannya untuk mainan sebelum waktunya.

Ada siswa yang mendominasi kelompok, beberapa anak menguasai kelompok sedangkan sebagian anak yang lainnya hanya melihat temannya bermain kartu kata.Solusi yang akan diberikan adalah dengan menukar anggota kelompok agar dalam kegiatan diskusi semua siswa aktif.

.Kegiatan pengayaan dan remidial yang harusnya diberikan langsung setelah evaluasi pembelajaran tertunda karena waktu pembelajaran telah habis dan guru tergesa gesa dalam menutup pembelajaran.Untuk kedepannya guru akan lebih teliti lagi dalam mengatur waktu sehingga kegiatan remidial segera diberikan setelah kegiatan penilaian evaluasi.

Hasil tindakan 3

Pada kegiatan pelaksanaan PPL 3 ini guru memperbaiki kasus/ permasalahan yang telah muncul di siklus 1 dan 2. Ketika kendala kesatu dan kedua berhasil diatasi muncul lagi kasus/permasalahan baru yang muncul. Dari permasalahan tersebut guru harus menemukan solusi agar masalah di siklus 1 dan 2 tidak terulang kembali. Solusi tersebut disertai hasil dari tindakan yang muncul setelah melaksanakan solusi yang diberikan untuk perbaikaan pembelajaran. Berikut ini hasil tindakan dari pelaksanaan PPL 3 : Pada siklus ke 3 kelas yang digunakan adalah kelas teman sejawat.Pada saat pembelajaran ada siswa yang terfokus pada kamera perekam yang mungkin mengusik rasa keingintahuan siswa untuk solusi dari permasalahan tersebut mungkin seharusnya guru memberikan pengertian kepada siswa tersebut sebelum pembelajaran dimulai.Sehingga anak tidak merasa penasaran.

Siswa yang tidak mendapatkan peran dalam simulasi terlihat bosan dan murung.Untuk pembelajaran selanjutnya mungkin simulasi dibuat berdasarkan kelompok.Jadi semua anak ikut aktif dalam simulasi sehingga semua merasa menjadi bagian dalam simulasi tersebut dan tidak ada anak yang merasa malas ataupun murung.

Kegiatan perekaman saat guru melakukan presensi siswa tidak tersimpan.Karena keterbatasan alat perekam yang penyimpanannya hanya sedikit, vidio diambil secara terputus putus sehingga ada bagian yang tidak tersimpan.Untuk solusinya mungkin perlu disiapkan alat perekam yang lebih bagus lagi.

UCAPAN TERIMA KASIH

Dengan segala kerendahan hati penulis sampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada:Bapak Prof. Dr.H.Husain Syam, M.TP.ASEAN.Eng, Rektor Universitas Negeri Makassar, Bapak Muhammad Irfan, S.Pd.,M.Pd, Ketua Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar UNM beserta jajarannya, Ibu Rahmawati Patta, S.Si.,M.Pd sebagai dosen pembimbing PPL yang senantiasa memberikan bimbingan dan arahan selama PPL., Bapak Juliadi, S.Pd., M.Pd sebagai guru pamong PPL yang senantiasa memberikan bimbingan dan arahan selama PPL., Bapak Harmadi, S.Pd kepala

(6)

50 sekolah di SD Negeri 1 Sugihan, Seluruh peserta didik di SD Negeri 1 Sugihan atas partisipasi dan perhatiannya dalam mengikuti pelajaran, Rekan-rekan PPG Dalam Jabatan yang telah memberikan bantuan mulai dari pelaksanaan PPL sampai penyusunan laporan ini.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas III SDN 1 SUGIHAN dapat ditarik simpulan sebagai berikut:

Pembelajaran tematik melalui model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan ketrampilan siswa berpikir tingkat tinggi. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi pada siklus I, siklus II dan siklus III

Pembelajaran tematik melalui model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas dan keaktifan siswa dalam pembelajaran.

Pembelajaran tematik melalui model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa

Dengan demikian maka hipotesis tindakan bahwa model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang terdiri dari keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar di kelas III SDN 1 Sugihan telah terbukti kebenarannya.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsismi, dkk. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Arsyad. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Aqib, Zaenal dkk. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Widya.

Depdiknas. 2004. Peningkatan Kualitas Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. 2007. SKKD Tingkat SD/MI. Jakarta: Depdiknas.

Dwi Raharjo; Suyatno; dan Rahantari, Riska. 2020. Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada Pembelajaran Tematik Kelas II Sekolah Dasar Negeri Bokoharjo , Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. 1361-1373.

Kemendikbud. (2013). Kerangka Dasar Kurikulum 2013. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013 Badan Standar Nasional Pendidikan.

Mulyasa. 2011. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Natawijaya. 2011. Aktivitas Belajar. Diunduh melalui http://id.shvoong.com/social sciences/1961162-aktivitas-belajar/ (pada tanggal 28 September 2021, pukul 08.10

Winataputra. Udin S. 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:Universitas Terbuka.

Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru.

Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mencapai hasil belajar secara optimal, upaya yang dapat dilakukan seorang guru adalah menggunakan model yang sesuai dalam menyampaikan materi kepada peserta

Penggunaan media audio visual dalam pembelajaran di Kelas V SDN Klayusiwalan, Batangan, Pati, dapat dilakukan dengan cara: a) Guru mempersiapkan ruangan kelas

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas II Penelitian Tindakan kelas

Hasil penelitian pada praktik mengajar 1 diperoleh data 58% Langkah model telah terlaksana dengan baik, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa mencapai 60% dari

Jika skor hasil belajar Matematika siswa tersebut dikelompokkan ke dalam 5 kategori, maka hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 229 Waru Kecamatan Malili Kabupaten

Guru membagikan lembar kerja kelompok kepada masing-masing kelompok, sehingga masing-masing anggota kelompok sudah dapat merencanakan apa yang akan mereka selidiki

2. Guru mempersiapkan alat media seperti laptop, proyektor, layar, dll. Guru menyiapkan video yang akan ditampilkan sesuai dengan tema yang diajarkan dan memastikan PPT

Aktivitas belajar siswa Kelas II SDN Nusantara Jaya selama mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan Problem Based Learning (PBL) Pada Muatan