Modul Praktikum
KOMUNIKASI PELAYANAN KEPERAWATAN 1
PENYUSUN
Dr. Mundakir, M.Kep
Ratna Agustin, S.Kep., Ns., M.Kep Supatmi, S.Kep., Ns., M.Kes
DEPARTEMEN MANAJEMEN KEPERAWATAN DAN KEPERAWATAN DASAR PROGRAM STUDI KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita sebagai hambanya, sehingga sampai saat ini kita masih bisa melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawab sebagai perwujudan dari ibadah yang kita jalankan di muka bumi ini. Penyusunan Modul Clinical Nursing Skills: Communication In Nursing ini bertujuan untuk media internalisasi mahasiswa dalam memahami ilmu keperawatan yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam mengembangkan ilmu keperawatan terkait dan praktik keperawatan.
Akhir kata terima kasih pada semuanya atas masukan, koreksi dan kritik membangun selama penyusunan modul ini ini. Semoga modul ini memberikan inspirasi dan manfaat bagi pengembangan keperawatan khususnya di Indonesia.
Surabaya, April 2020
Penulis
3
Deskripsi Mata Ajar
A. Mata Kuliah : Clinical Nursing Skills: Communication In Nursing B. SKS : 1 SKS
C. Deskripsi Singkat Mata Kuliah
Modul ini merupakan bagian dari blok Communication In Nursing yang diberikan kepada mahasiswa keperawatan universitas Muhammadiyah Surabaya. Clinical Nursing Skills:
Communication In Nursing ini mempunyai beban studi 1 SKS. Modul ini membekali mahasiswa dengan praktikum dalam melakukan interaksi dengan orang lain. Fokus interaksi yang ditekankan adalah pada klien dan profesi kesehatan lain di tatanan pelayanan kesehatan, sehingga diharapkan peserta didik dapat melakukan secara integrasi pada saat memberikan asuhan keperawatan baik di rumah sakit maupun di komunitas..
.
D. Tujuan Instruksional Umum
1. Tujuan Pembelajaran Terminal
Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu melakukan komunikasi terapeutik dengan klien dan tenaga kesehatan lain.
2. Tujuan Pembelajaran Penunjang
Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu:
a. Mendemonstrasikan model teori komunikasi
b. Mendemonstrasikan teknik komunikasi verbal dan non verbal c. Mendemonstrasikan tahapan komunikasi
d. Mendemonstrasikan komunikasi dalam kelompok
e. Mendemonstrasikan komunikasi dalam pendidikan kesehatan f. Mendemonstrasikan komunikasi dengan tenaga kesehatan lai
E. SAP
No Kemampuan
Yang diharapkan Materi
Pembelajaran Metode Pembelajaran
Kriteria Penilaian (Indikator)
Bobot Nilai 1 Mendemontrasikan
teori komunikasi 1. Komunikasi linier 2. Model
teoritikal transaksional sirkular 3. Komunikasi
interaksional 4. Komunikasi
terapeutik
Praktikum Tugas, Diskusi dan
ujian praktikum
10%
2 Mendemonstrasikan
teknik komunikasi 1. Teknik komunikasi verbal 2. Teknik
komunikasi non verbal
Praktikum Tugas, Diskusi dan
ujian praktikum
10%
4 3 Mendemonstrasikan
tahapan komunikasi terapeutik
1. Prainteraksi 2. Orientasi 3. Kerja 4. Terminasi
Praktikum Tugas, Diskusi dan
ujian praktikum
12,5%
Mendemonstrasikan tahapan
komunikasi terapeutik pada pasien Nyeri
1. Prainteraksi 2. Orientasi 3. Kerja 4. Terminasi
Praktikum Tugas, Diskusi dan
ujian praktikum
12,5%
Mendemonstrasikan tahapan
komunikasi terapeutik pada pasien Hipertermi dan Defisit cairan
1. Prainteraksi 2. Orientasi 3. Kerja 4. Terminasi
Praktikum Tugas, Diskusi dan
ujian praktikum
12,5%
Mendemonstrasikan tahapan
komunikasi terapeutik pada pasien dengan Defisit cairan
1. Prainteraksi 2. Orientasi 3. Kerja 4. Terminasi
Praktikum Tugas, Diskusi dan
ujian praktikum
12,5%
4 Mendemontrasikan komunikasi dalam kelompok
1. Konsep kelompok 2. Komunikasi
kelompok
Praktikum Tugas, Diskusi dan
ujian praktikum
10%
5 Mendemonstrsikan komunikasi dalam pendidikan
kesehatan
1. Pendekatan perilaku 2. Komunikasi
dalam pendidikan kesehatan
Praktikum Tugas, Diskusi dan
ujian praktikum
10%
6 Mendemonstrasikan komunikasi dengan tenaga kesehatan lain
1. Delegasi 2. Penyelesaian
konflik 3. Komunikasi
dengan tenaga kesehatan lain
Praktikum Tugas, Diskusi dan
ujian praktikum
10%
5
F. Penilaian Praktikum CIN adalah mempunyai bobot 30% dari 3 SKS mata kuliah CIN
Komponen Penilaian Persentase
Formatif 30%
Diskusi 20%
Penugasan 10%
Sumatif 70%
Ujian Praktikum 70%
TOTAL 100%
G. Referensi
Arnold, E., & Boggs, K. U. (2007). Interpersonal relationships: professional communication skills for nurses: Saunders-Elsevier.
Campbell, J. (1980). The Relationship of Nursing and Self-Awareness. Advances in Nursing Science, 2(15).
College of Nurses of Ontario. (2009). Therapeutic Nurse-Client Relationship, Revised 2006 [Electronic Version]. Retrieved January 3, 2012, from http://www.cno.org/Global/docs/prac/41033_Therapeutic.pdf
College of Nurses of Ontario. (2009). Therapeutic Nurse-Client Relationship, Revised 2006 [Electronic Version]. Retrieved January 3, 2012, from http://www.cno.org/Global/docs/prac/41033_Therapeutic.pdf
DeVito, J. A. (2004). The Interpersonal Communication Book [Electronic Version]. Retrieved
April 12, from
http://wps.ablongman.com/ab_devito_intrprsnl_10/9/2354/602631.cw/index.html Knapp, M. L., & Hall, J. A. (2009). Nonverbal Communication in Human Interaction. Boston:
Wadsworth, Cengage Learning.
Lambert, K. D. (2011). Caring For Patients With Mental Health Disorders [Electronic
Version]. Retrieved April 3, from
http://www.rn.com/getpdf.php/1732.pdf?Main_Session=9e037422c233e53b67b3a5 bcf61bb411
Mundakir (2016). Komunikasi Pelayanan Kesehatan. Yogyakarta: indomedia Nugroho, W. (2000). Perawatan Lanjut Usia. Jakarta: EGC.
Nugroho, W. (2009). Komunikasi dalam Keperawatan Gerontik. Jakarta: EGC.
Oak, C. (2004). Enhancing Communication Skills. Insurance Journal Online.
Rimondini, M. (2011). Communication in Cognitive Behavioral Therapy. New York: Springer.
Rosdahl, C. B., & Kowalski, M. T. (2011). Textbook of Basic Nursing: Lippincott Williams &
Wilkins.
Shives, L. R. (2007). Basic Concepts of Psychiatric-Mental Health Nursing: Lippincott Williams & Wilkins.
6
Stuart, G. W. (2009). Principles and practice of psychiatric nursing. St. Louis, Missouri:
Elsevier Mosby.
Supartini, Y. (2002). Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: Egc.
Touhy, T. A. (2011). Communicating with older adults. In T. A. Touhy & K. F. Jett (Eds.), Ebersole & Hess' Toward Healthy Aging: Human Needs and Nursing Response:
Elsevier Science Health Science Division.
Townsend, M. C. (2009). Essentials of Psychiatric Mental Health Nursing: Concepts of Care in Evidence-Based Practice (6th ed.). Philadephia: F. A. Davis Company.
Videbeck, S. L. (2011). Psychiatric-Mental Health Nursing. Philadelphia: Lippincott Williams
& Wilkins.
World Health Organization. (2012). Definition of an older or elderly person: Proposed Working Definition of an Older Person in Africa for the MDS Project [Electronic
Version]. Retrieved April 20, from
http://www.who.int/healthinfo/survey/ageingdefnolder/en/index.html
Young, A. (2005). Juta's Manual of Nursing Volume 3: Health Care Priorities. Cape Town:
Juta Academic.
7
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...
KATA PENGANTAR ...
DESKRIPSI MATA AJAR ...
DAFTAR ISI ...
SUB MODUL 1: PRAKTIKUM TEORI KOMUNIKASI ...
A. NAMA/JUDUL POKOK BAHASAN ...
B. DESKRIPSI SINGKAT (POKOK BAHASAN) ...
C. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS ...
D. ISI POKOK BAHASAN ...
1. PENDAHULUAN ... . 2. KOMUNIKASI LINIER ...
3. MODEL TEORITIKAL TRANSAKSIONAL SIRKULAR ...
4. KOMUNIKASI INTERAKSIONAL ...
5. KOMUNIKASI TERAPEUTIK ...
E. REFERENSI ...
F. PROPAGASI ...
SUB MODUL 2: PRAKTIKUM TEKNIK KOMUNIKASI ...
A. NAMA/JUDUL POKOK BAHASAN ...
B. DESKRIPSI SINGKAT (POKOK BAHASAN) ...
C. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS ...
D. ISI POKOK BAHASAN ...
1. PENDAHULUAN ...
2. TEKNIK KOMUNIKASI VERBAL ...
3. TEKNIK KOMUNIKASI NON VERBAL ...
E. REFERENSI ...
F. PROPAGASI ...
SUB MODUL 3: PRAKTIKUM TAHAPAN KOMUNIKASI ...
A. NAMA/JUDUL POKOK BAHASAN ...
B. DESKRIPSI SINGKAT (POKOK BAHASAN) ...
C. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS ...
D. ISI POKOK BAHASAN ...
1. PENDAHULUAN ...
2. PRA INTERAKSI ...
3. ORIENTASI ...
4. KERJA ...
5. TERMINASI ...
E. REFERENSI ...
F. PROPAGASI ...
SUB MODUL 4: PRAKTIKUM KOMUNIKASI DALAM KELOMPOK ...
A. NAMA/JUDUL POKOK BAHASAN ...
B. DESKRIPSI SINGKAT (POKOK BAHASAN) ...
C. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS ...
D. ISI POKOK BAHASAN ...
1. PENDAHULUAN ...
2. KONSEP KELOMPOK ...
3. KOMUNIKASI KELOMPOK ...
E. REFERENSI ...
F. PROPAGASI ...
8
SUB MODUL 5: PRAKTIKUM KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN ...
A. NAMA/JUDUL POKOK BAHASAN ...
B. DESKRIPSI SINGKAT (POKOK BAHASAN) ...
C. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS ...
D. ISI POKOK BAHASAN ...
1. PENDAHULUAN ...
2. PENDEKATAN PERILAKU ...
3. KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN ...
E. REFERENSI ...
F. PROPAGASI ...
SUB MODUL 6: PRAKTIKUM KOMUNIKASI DENGAN TENAGA KESEHATAN LAIN ...
A. NAMA/JUDUL POKOK BAHASAN ...
B. DESKRIPSI SINGKAT (POKOK BAHASAN) ...
C. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS ...
D. ISI POKOK BAHASAN ...
1. PENDAHULUAN ...
2. DELEGASI ...
3. PENYELESAIAN KONFLIK ...
4. KOMUNIKASI DENGAN TENAGA KESEHATAN LAIN ...
E. REFERENSI ...
F. PROPAGASI ...
9
CLINICAL NURSING SKILLS:
CLINICAL NUSING SKILLS COMMUNICATION IN NURSING
Kedokteran Universitas Brawijaya Email : [email protected]
A. Nama/judul Pokok Bahasan B. Deskripsi Singkat (pokok
bahasan)
C. Tujuan Instruksional Khusus D. Isi pokok bahasan
1. Pendahuluan 2. Komunikasi linier 3. model teoritikal
transaksional sirkular 4. komunikasi interaksional 5. komunikasi terapeutik
E. Referensi F. Propagasi
1. Latihan
2. Pendalaman Materi 3. Tugas
4. Project
A. NAMA/ JUDUL POKOK BAHASAN: PRAKTIKUM TEORI KOMUNIKASI
B. DESKRIPSI SINGKAT (POKOK BAHASAN)
Pada sub modul 1 ini mahasiswa akan mempelajari tentang praktikum teori komunikasir. Fokus sub modul ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendemostrasikan tentang berbagai teori komunikasi. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berpikir sistematis, komprehensif dan kritis dalam melakukan proses keperawatan dengan pendekatan penyelesaian masalah melalui kegiatan mandiri mapun kelompok.
Kegiatan evaluasi materi dilakukan dengan kegiatan latihan, pendalaman materi dan menyelesaikan tugas baik secara mandiri dan kelompok serta melakukan project.
C. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS 1. Mendemonstrasikan komunikasi linier
2. Mendemonstrasikan model teoritikal transaksional sirkular 3. Mendemonstrasikan komunikasi interaksional
4. Mendemonstrasikan komunikasi terapeutik
PRAKTIKUM MODEL KOMUNIKASI
1
10 D. ISI POKOK BAHASAN
1. Pendahuluan
Ketrampilan utama yanag harus dimiliki oleh perawat adalah komunikasi. Di dalam interaksi dengan pasien perawat akan dihadapkan dengan berbagai macam model komunikasi. Perawat harus benar-benar memahami berbagai jenis teori komunikasi ini agar perawat dapat membedakan pendekatan komunikasi yang mana yang tepat digunakan dalam proses keperawatan. Pada modul ini mahasiswa akan melakukan praktikum tentang berbagai model komunikasi. Diharapkan dengan melihat berbagai model praktek komunikasi ini perawat dapat menganalisa perbedaan dari masing-masing teori komunikasi ini dan kapan penggunaannya yang tepat.
2. Komunikasi Linier
Model komunikasi linier merupakan model komunikasi yang sederhana. Komponen dari komunikasi ini terdiri atas pengirim pesan, pesan dan penerima pesan. Pengirim pesan adalah orang yang berinisiatif mengirimkan pesan. Untuk menjadi pengirim pesan maka pengirim pesan harus memiliki pengalaman dan mengetahui tentang perasaan dan agenda pribadi. Pesan adalah ekspresi verbal atau non verbal yang mengekspresikan transmisi perasaan dari pengirim pesan kepada penerima pesan. Untuk menghasilkan pesan yang efektif, pesan harus diekspresikan dan dapat dipahami ke dalam bahasa penerima pesan. Peneria pesan adalah orang yang meneria pesan. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam melakukan komunikasi linier.
Komunikasi Linier Nama kegiatan Komunikasi linier
Tujuan Membantu mahasiswa untuk memahami komunikasi linier alat Meja dan kursi untuk Role play
Kartu pengirim pesan dan penerima pesan
Modul
Persiapan 1. Terdapat dua orang yang terlibat
2. Menyiapkan pesan yang akan disampaikan Langkah-langkah
kegiatan Persiapan
1. Peserta diminta duduk berpasang-pasangan.
2. Secara bergantian mereka akan berperan sebagai pengirim pesan dan penerima pesan.
3. Mahasiswa diminta mempelajari modul terlebih dahulu yang telah memuat konsep dasar komunikasi linier.
4. Mahasiswa yang berperan sebagai pengirim pesan akan diberi kartu pengirim pesan dan diminta melakukan tugas yang ditentukan di kartu tersebut.
5. Mahasiswa yang berperan sebagai penerima pesan akan diberi kartu penerima pesan yang berisi resume kondisi klinisnya dan respon yang harus
Prosedur
6. Pengirim pesan mengkomunikasikan pesan sesuai kartu yang diberikan
7. Pesan harus disampaikan dengan menggunakan komunikasi verbal dan non verbal
11
8. Penerima pesan menerima pesan dari pengirim pesan Diskusi Pengirim pesan
1. Bagaimana perasaan anda saat anda berperan sebagai pengirim pesan?
2. Apa yang membuat anda berhasil?
3. Apa pula yang membuat anda gagal?
Penerima Pesan
4. Apa yang menyulitkan anda saat berperan sebagai penerima pesan?
5. Bagaimana perasaan anda sebagai penerima pesan dari yang disampaikan oleh pengirim pesan?
6. Apa yang sudah baik dan apa yang masih kurang baik dari pengirim pesan menurut saudara?
Jawaban Diskusi
12 3. Model teoritikal transaksional sirkular
Model teoritikal transaksional sirkular merupakan model perluasan dari model linier.
Model ini menambahkan konteks komunikasi, putaran umpan balik, dan validasi. Dengan model ini pengirim dan penerima pesan akan membangun gambaran jiwa satu sama lain. Gambaran jiwa dan persepsi ini akan mempengaruhi sikap dan reaksi terhadap pesan yang dikirimkan. Dua kunci utama dalam komunikasi ini yang merupakan perluasan dari komunikasi linier adalah umpan balik dan konteks. Hubungan antara pengirim pesan dan penerima pesan akan mempengaruhi transmisi dan penerimaan pesan. Proses yang terjadi pada komunikasi ini meliputi input yaitu penerima pesan menerima informasi pesan dari lingkungan, dilanjutkan dengan proses berupa pendalaman proses informasi dan umpan balik yang didasarkan fungsi internal dan output berupa hasil informasi baru atau perilaku. Dalam model ini terjadi hubungan antara komunikator.
Komunikasi Model teoritikal transaksional sirkular Nama kegiatan Komunikasi Model teoritikal transaksional sirkular
Tujuan Membantu mahasiswa untuk memahami komunikasi Model teoritikal transaksional sirkular
alat Meja dan kursi untuk Role play
Kartu pengirim pesan dan penerima pesan
Modul
Persiapan 1. Terdapat dua orang yang terlibat
2. Menyiapkan pesan yang akan disampaikan Langkah-langkah
kegiatan
Persiapan
1. Peserta diminta duduk berpasang-pasangan.
2. Secara bergantian mereka akan berperan sebagai pengirim pesan dan penerima pesan.
3. Mahasiswa diminta mempelajari modul terlebih dahulu yang telah memuat konsep dasar komunikasi Komunikasi Model teoritikal transaksional sirkular.
4. Mahasiswa yang berperan sebagai pengirim pesan akan diberi kartu pengirim pesan dan diminta melakukan tugas yang ditentukan di kartu tersebut.
5. Mahasiswa yang berperan sebagai penerima pesan akan diberi kartu penerima pesan yang berisi resume kondisi klinisnya dan respon yang harus ia berikan.
Prosedur
6. Pengirim pesan mengkomunikasikan pesan sesuai kartu yang diberikan
7. Pesan harus disampaikan dengan menggunakan komunikasi verbal dan non verbal
8. Penerima pesan menerima pesan dari pengirim pesan 9. Penerima pesan memberikan umpan balik
10.Ada pesan yang disampaikan
13
11.Penerima pesan yang menerima umpan balik melakukan validasi
Diskusi Pengirim pesan
1. Bagaimana perasaan anda saat anda berperan sebagai pengirim pesan?
2. Apa yang membuat anda berhasil?
3. Apa pula yang membuat anda gagal?
Penerima Pesan
4. Apa yang menyulitkan anda saat berperan sebagai penerima pesan?
5. Bagaimana perasaan anda sebagai penerima pesan dari yang disampaikan oleh pengirim pesan?
6. Apa yang sudah baik dan apa yang masih kurang baik dari pengirim pesan menurut saudara?
Jawaban Diskusi
14 4. komunikasi interaksional
Proses komunikasi interaksional sebenarnya merupakan tahapan komunikasi yang menekankan komunikasi dua arah. Pada komunikasi dua arah ini, penekanan
komunikasi lebih menekankan pada adanya umpan balik dari penerima pesan. Berikut ini merupakan prosedur pelaksanaan komunikasi interaksional.
Komunikasi Interaksional Nama kegiatan Komunikasi Interaksional
Tujuan Membantu mahasiswa untuk memahami komunikasi Model interaksional
alat Meja dan kursi untuk Role play
Kartu pengirim pesan dan penerima pesan
Modul
Persiapan 1. Terdapat dua orang yang terlibat
2. Menyiapkan pesan yang akan disampaikan Langkah-langkah
kegiatan Persiapan
1. Peserta diminta duduk berpasang-pasangan.
2. Secara bergantian mereka akan berperan sebagai pengirim pesan dan penerima pesan.
3. Mahasiswa diminta mempelajari modul terlebih dahulu yang telah memuat konsep dasar komunikasi interaksional.
4. Mahasiswa yang berperan sebagai pengirim pesan akan diberi kartu pengirim pesan dan diminta melakukan tugas yang ditentukan di kartu tersebut.
5. Mahasiswa yang berperan sebagai penerima pesan akan diberi kartu penerima pesan yang berisi resume kondisi klinisnya dan respon yang harus ia berikan.
Prosedur
6. Pengirim pesan mengkomunikasikan pesan sesuai kartu yang diberikan
7. Pesan harus disampaikan dengan menggunakan komunikasi verbal dan non verbal
8. Penerima pesan menerima pesan dari pengirim pesan 9. Penerima pesan memberikan umpan balik
10.Ada pesan yang disampaikan
Diskusi Pengirim pesan
1. Bagaimana perasaan anda saat anda berperan sebagai pengirim pesan?
2. Apa yang membuat anda berhasil?
3. Apa pula yang membuat anda gagal?
15 Penerima Pesan
4. Apa yang menyulitkan anda saat berperan sebagai penerima pesan?
5. Bagaimana perasaan anda sebagai penerima pesan dari yang disampaikan oleh pengirim pesan?
6. Apa yang sudah baik dan apa yang masih kurang baik dari pengirim pesan menurut saudara?
Jawaban Diskusi
16 5. Komunikasi terapeutik
Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yyang bertujuan untuk menghasilkan interaksi antara perawat dan pasien. Komunikasi yang dilakukan harus memenuhi aspek terapi untuk pasien. Banyak factor yang dipertimbangkan dalam komunikasi terapeutik.
Berikut ini praktikum komunikasi terapeutik.
Komunikasi Terapeutik Nama kegiatan Komunikasi Terapeutik
Tujuan Membantu mahasiswa untuk memahami komunikasi terpeutik alat Meja dan kursi untuk Role play
Kartu pengirim pesan dan penerima pesan
Modul
Persiapan 1. Terdapat dua orang yang terlibat
2. Menyiapkan pesan yang akan disampaikan Langkah-langkah
kegiatan Persiapan
1. Peserta diminta duduk berpasang-pasangan.
2. Secara bergantian mereka akan berperan sebagai pengirim pesan dan penerima pesan.
3. Mahasiswa diminta mempelajari modul terlebih dahulu yang telah memuat konsep dasar komunikasi interaksional.
4. Mahasiswa yang berperan sebagai pengirim pesan akan diberi kartu pengirim pesan dan diminta melakukan tugas yang ditentukan di kartu tersebut.
5. Mahasiswa yang berperan sebagai penerima pesan akan diberi kartu penerima pesan yang berisi resume kondisi klinisnya dan respon yang harus ia berikan.
Prosedur
1. Cuci tangan
2. Kontrak waktu, tempat, dan topik
3. Kaji lingkungan apakah mampu memfasilitasi komunikasi efektif
4. Kaji kondisi klien apakah klien siap untuk berkomunikasi/berdiskusi dengan perawat
5. Duduk berhadapan dengan klien pada posisi yang nyaman.
Jaga kontak mata. Beri sentuhan terapeutik (bila perlu) 6. Pastikan klien dalam posisis senyaman mungkin
7. Libatkan orang lain seperti keluarga klien
8. Perkenalkan diri dan beri tahu kepada klien mengenai tujuan dari proses komunikasi yang akan dilakukan
9. Gunakan teknik komunikasi efektif, fokus pada klien
10. Meminta klien untuk beri umpan balik secara verbal maupun non-verbal
11. Klarifikasi umpan balik dari klien
17
12. Kaji adanya distraksi dan respon emosional dari klien 13. Akhiri komunikasi sesuai kesepakatan (kontrak) atau
permintaan klien.
14. Kontrak akhir meliputi waktu, tempat, dan topik pembicaraan 15. Terminasi
Diskusi Pengirim pesan
1. Bagaimana perasaan anda saat anda berperan sebagai pengirim pesan?
2. Apa yang membuat anda berhasil?
3. Apa pula yang membuat anda gagal?
Penerima Pesan
4. Apa yang menyulitkan anda saat berperan sebagai penerima pesan?
5. Bagaimana perasaan anda sebagai penerima pesan dari yang disampaikan oleh pengirim pesan?
6. Apa yang sudah baik dan apa yang masih kurang baik dari pengirim pesan menurut saudara?
Jawaban Diskusi
18 E. REFERENSI
Arnold, E., & Boggs, K. U. (2007). Interpersonal relationships: professional communication skills for nurses: Saunders-Elsevier.
Campbell, J. (1980). The Relationship of Nursing and Self-Awareness. Advances in Nursing Science, 2(15).
College of Nurses of Ontario. (2009). Therapeutic Nurse-Client Relationship, Revised 2006 [Electronic Version]. Retrieved January 3, 2012, from
http://www.cno.org/Global/docs/prac/41033_Therapeutic.pdf
DeVito, J. A. (2004). The Interpersonal Communication Book [Electronic Version].
Retrieved April 12, from
http://wps.ablongman.com/ab_devito_intrprsnl_10/9/2354/602631.cw/index.html Rimondini, M. (2011). Communication in Cognitive Behavioral Therapy. New York:
Springer.
F. PROPAGASI 1. Latihan
a. Komunikasi Linier
Kegiatan Dilakukan Tidak
dilakukan Persiapan
1. Peserta diminta duduk berpasang-pasangan.
2. Secara bergantian mereka akan berperan sebagai pengirim pesan dan penerima pesan.
3. Mahasiswa diminta mempelajari modul terlebih dahulu yang telah memuat konsep dasar komunikasi linier.
4. Mahasiswa yang berperan sebagai pengirim pesan akan diberi kartu pengirim pesan dan diminta melakukan tugas yang ditentukan di kartu tersebut.
5. Mahasiswa yang berperan sebagai penerima pesan akan diberi kartu penerima pesan yang berisi resume kondisi klinisnya dan respon yang harus
Prosedur
6. Pengirim pesan mengkomunikasikan pesan sesuai kartu yang diberikan
7. Pesan harus disampaikan dengan menggunakan komunikasi verbal dan non verbal
8. Penerima pesan menerima pesan dari pengirim pesan
19
b. Komunikasi Teoritikal Transaksional Sirkuler
Kegiatan Dilakukan Tidak
dilakukan Persiapan
1. Peserta diminta duduk berpasang-pasangan.
2. Secara bergantian mereka akan berperan sebagai pengirim pesan dan penerima pesan.
3. Mahasiswa diminta mempelajari modul terlebih dahulu yang telah memuat konsep dasar komunikasi Komunikasi Model teoritikal transaksional sirkular.
4. Mahasiswa yang berperan sebagai pengirim pesan akan diberi kartu pengirim pesan dan diminta melakukan tugas yang ditentukan di kartu tersebut.
5. Mahasiswa yang berperan sebagai penerima pesan akan diberi kartu penerima pesan yang berisi resume kondisi klinisnya dan respon yang harus ia berikan.
Prosedur
1. Pengirim pesan mengkomunikasikan pesan sesuai kartu yang diberikan
2. Pesan harus disampaikan dengan menggunakan komunikasi verbal dan non verbal
3. Penerima pesan menerima pesan dari pengirim pesan
4. Penerima pesan memberikan umpan balik 5. Ada pesan yang disampaikan
6. Penerima pesan yang menerima umpan balik melakukan validasi
c. Komunikasi Interaksional
Kegiatan Dilakukan Tidak
dilakukan Persiapan
1. Peserta diminta duduk berpasang-pasangan.
2. Secara bergantian mereka akan berperan sebagai pengirim pesan dan penerima pesan.
3. Mahasiswa diminta mempelajari modul terlebih dahulu yang telah memuat konsep dasar komunikasi interaksional.
4. Mahasiswa yang berperan sebagai pengirim pesan akan diberi kartu pengirim pesan dan
20
diminta melakukan tugas yang ditentukan di kartu tersebut.
5. Mahasiswa yang berperan sebagai penerima pesan akan diberi kartu penerima pesan yang berisi resume kondisi klinisnya dan respon yang harus ia berikan.
Prosedur
1. Pengirim pesan mengkomunikasikan pesan sesuai kartu yang diberikan
2. Pesan harus disampaikan dengan menggunakan komunikasi verbal dan non verbal
3. Penerima pesan menerima pesan dari pengirim pesan
4. Penerima pesan memberikan umpan balik 5. Ada pesan yang disampaikan
d. Komunikasi Interaksional
Kegiatan Dilakukan Tidak
dilakukan Persiapan
1. Peserta diminta duduk berpasang-pasangan.
2. Secara bergantian mereka akan berperan sebagai pengirim pesan dan penerima pesan.
3. Mahasiswa diminta mempelajari modul terlebih dahulu yang telah memuat konsep dasar komunikasi interaksional.
4. Mahasiswa yang berperan sebagai pengirim pesan akan diberi kartu pengirim pesan dan diminta melakukan tugas yang ditentukan di kartu tersebut.
5. Mahasiswa yang berperan sebagai penerima pesan akan diberi kartu penerima pesan yang berisi resume kondisi klinisnya dan respon yang harus ia berikan.
Prosedur
1. Cuci tangan
2. Kontrak waktu, tempat, dan topik
3. Kaji lingkungan apakah mampu memfasilitasi komunikasi efektif
4. Kaji kondisi klien apakah klien siap untuk berkomunikasi/berdiskusi dengan perawat 5. Duduk berhadapan dengan klien pada posisi
yang nyaman. Jaga kontak mata. Beri sentuhan terapeutik (bila perlu)
6. Pastikan klien dalam posisis senyaman mungkin
21 7. Libatkan orang lain seperti keluarga klien 8. Perkenalkan diri dan beri tahu kepada klien
mengenai tujuan dari proses komunikasi yang akan dilakukan
9. Gunakan teknik komunikasi efektif, fokus pada klien
10. Meminta klien untuk beri umpan balik secara verbal maupun non-verbal
11. Klarifikasi umpan balik dari klien
12. Kaji adanya distraksi dan respon emosional dari klien
13. Akhiri komunikasi sesuai kesepakatan (kontrak) atau permintaan klien.
14. Kontrak akhir meliputi waktu, tempat, dan topik pembicaraan
15. Terminasi 2. Pendalaman Materi
Bacalah buku terkait perspektif teori dan issue kontemporer pada buku Arnold, E., &
Boggs, K. U. (2007). Interpersonal relationships: professional communication skills for nurses: Saunders-Elsevier.
3. Tugas
Tidak Ada tugas 4. Project:
Buatlah role play komunikasi berdasarkan kasus diatas dan kumpulkan dalam bentuk CD
22
CLINICAL NUSING SKILLS COMMUNICATION IN NURSING
Praktikum Teknik
Komunikasi
Ns. Heni Dwi
Windarwati, M.Kep., SpKepJ
G. NAMA/ JUDUL POKOK BAHASAN: PRAKTIKUM TEORI KOMUNIKASI H. DESKRIPSI SINGKAT (POKOK BAHASAN)
Pada sub modul 2 ini mahasiswa akan mempelajari tentang praktikum teknik komunikasi. Fokus sub modul ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendemostrasikan tentang berbagai teknik komunikasi. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berpikir sistematis, komprehensif dan kritis dalam melakukan proses keperawatan dengan pendekatan penyelesaian masalah melalui kegiatan mandiri mapun kelompok.
Kegiatan evaluasi materi dilakukan dengan kegiatan latihan, pendalaman materi dan menyelesaikan tugas baik secara mandiri dan kelompok serta melakukan project.
I. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
5. Mendemonstrasikan teknik komunikasi verbal 6. Mendemonstrasikan teknik komunikasi non verbal
J. ISI POKOK BAHASAN 6. Pendahuluan
Teknik komunikasi adalah barbagai cara komunikasi yang digunakan untuk memfasilitassi komunikasi sehingga komunikasi yang kita lakukan dapat memenuhi kebutuhan komunikasi pasien. Berbagai teknik komunikasi dapat menjadi pilihan ketika kita berkomunikasi dengan pasien. Perawat harus memiliki ketrampilan berbagai teknik komunikasi. Sub modul ini akan membahas tentang praktikum teknik komunikasi.
7. Teknik Komunikasi Verbal
Berbagai teknik komunikasi verbal dilakukan pada kondisi yang berbeda. Perawat harus memahami berbagai teknik komunikasi agar tepat menggunakannya. Berikut ini memerapa teknik komunikasi yang sering digunakan pada tatanan klinik.
G. Nama/judul Pokok Bahasan H. Deskripsi Singkat (pokok
bahasan)
I. Tujuan Instruksional Khusus J. Isi pokok bahasan
6. Pendahuluan 7. Komunikasi verbal 8. Komunikasi non verbal
K. Referensi L. Propagasi
5. Latihan
6. Pendalaman Materi 7. Tugas
8. Project
2
PRAKTIKUM KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL
2
23 a. Menawarkan diri
No Kegiatan
Nilai Dilakukan Tidak
dilakukan Tujuan: untuk mengikutsertakan klien dalam treatment
Prosedur
1. Menyapa nama klien dan tersenyum 2. Berjabat tangan
3. Memperkenalkan diri kepada klien 4. Menanyakan identitas klien
5. Menjelaskan kontrak: topik, waktu dan tempat 6. Menjelaskan tujuan
7. Menanyakan keluhan utama klien 8. Mendengarkan klien waktu menjawab
pertanyaan perawat
9. Mempertahankan kontak mata
10. Menggunakan teknik komunikasi menawarkan diri
a. Saya akan ada disini untuk membantu saudara
11. Memberikan respon non verbal dengan tepat 13. Menjaga sikap (intonasi dan gesture)
14. Mengakhiri pertemuan: kontrak berikutnya 15. Memberikan salam
16. Berjabat tangan
b. Menganjurkan kolaborasi
No Kegiatan Nilai
Dilakukan Tidak dilakukan Tujuan: untuk mengikutsertakan klien dalam treatment
Prosedur
1. Menyapa nama klien dan tersenyum 2. Berjabat tangan
3. Memperkenalkan diri kepada klien 4. Menanyakan identitas klien
5. Menjelaskan kontrak: topik, waktu dan tempat 6. Menjelaskan tujuan
7. Menanyakan keluhan utama klien 8. Mendengarkan klien waktu menjawab
pertanyaan perawat
9. Mempertahankan kontak mata
24
10. Menggunakan teknik komunikasi menganjurkan kolaborasi
a. Mari bekerja bersama karena kami akan mengidentifikasi masalah kesehatan yang saudara alami
11. Memberikan respon non verbal dengan tepat 13. Menjaga sikap (intonasi dan gesture)
14. Mengakhiri pertemuan: kontrak berikutnya 15. Memberikan salam
16. Berjabat tangan
c. Diam
No Kegiatan Nilai
Dilakukan Tidak dilakukan Tujuan: untuk mengajak pasien untuk terbuka dan berbagi informasi Prosedur
1. Menyapa nama klien dan tersenyum 2. Berjabat tangan
3. Memperkenalkan diri kepada klien 4. Menanyakan identitas klien
5. Menjelaskan kontrak: topik, waktu dan tempat 6. Menjelaskan tujuan
7. Menanyakan keluhan utama klien 8. Mendengarkan klien waktu menjawab
pertanyaan perawat
9. Mempertahankan kontak mata
10. Menggunakan teknik komunikasi diam a. Baiklah kalau saudara belum mau
berbicara dengan saya, sesuai dengan janji saya tadi saya akan ada disini menemani saudara selama !0 menit, jika ada yang ingin disampaikan saya akan ada disini... (selama 10 menit perawat memberikan kesempatan kepada pasien untuk berpikir)
11. Memberikan respon non verbal dengan tepat 13. Menjaga sikap (intonasi dan gesture)
14. Mengakhiri pertemuan: kontrak berikutnya 15. Memberikan salam
16. Berjabat tangan d. Menyimpulkan
No Kegiatan Nilai
Dilakukan Tidak dilakukan Tujuan: untuk menyampaikan bahwa perawat memahami pasien
25 Prosedur
1. Menyapa nama klien dan tersenyum 2. Berjabat tangan
3. Memperkenalkan diri kepada klien 4. Menanyakan identitas klien
5. Menjelaskan kontrak: topik, waktu dan tempat 6. Menjelaskan tujuan
7. Menanyakan keluhan utama klien 8. Mendengarkan klien waktu menjawab
pertanyaan perawat
9. Mempertahankan kontak mata
10. Menggunakan teknik komunikasi menyimpulkan a. Klien: saya sangat terpukul sehingga saya
tidak bisa makan
b. Perawat: jadi rasa terpukul saudara menyebabkan saudara kehilangan nafsu makan.
11. Memberikan respon non verbal dengan tepat 13. Menjaga sikap (intonasi dan gesture)
14. Mengakhiri pertemuan: kontrak berikutnya 15. Memberikan salam
16. Berjabat tangan
e. Refleksi
No Kegiatan
Nilai Dilakukan Tidak
dilakukan Tujuan: untuk memotivasi pasien untuk terlibat dalam treatment
Prosedur
1. Menyapa nama klien dan tersenyum 2. Berjabat tangan
3. Memperkenalkan diri kepada klien 4. Menanyakan identitas klien
5. Menjelaskan kontrak: topik, waktu dan tempat 6. Menjelaskan tujuan
7. Menanyakan keluhan utama klien 8. Mendengarkan klien waktu menjawab
pertanyaan perawat
9. Mempertahankan kontak mata
10. Menggunakan teknik komunikasi refleksi a. Klien: apa yang saya katakan kepada
keluarga saya tentang kondisi kesehatan saya ini?
b. Perawat: apa yang saudara pikirkan tentang perasaan mereka?
11. Memberikan respon non verbal dengan tepat 13. Menjaga sikap (intonasi dan gesture)
26
14. Mengakhiri pertemuan: kontrak berikutnya 15. Memberikan salam
16. Berjabat tangan
f. Eksplorasi
No Kegiatan
Nilai Dilakukan Tidak
dilakukan Tujuan: untuk menggali topic secara mendalam
Prosedur
1. Menyapa nama klien dan tersenyum 2. Berjabat tangan
3. Memperkenalkan diri kepada klien 4. Menanyakan identitas klien
5. Menjelaskan kontrak: topik, waktu dan tempat 6. Menjelaskan tujuan
7. Menanyakan keluhan utama klien 8. Mendengarkan klien waktu menjawab
pertanyaan perawat
9. Mempertahankan kontak mata
10. Menggunakan teknik komunikasi ekplorasi a. Dapatkah saudara menjelaskan lebih
dalam tentang apa yang saudara katakan tersebut?
11. Memberikan respon non verbal dengan tepat 13. Menjaga sikap (intonasi dan gesture)
14. Mengakhiri pertemuan: kontrak berikutnya 15. Memberikan salam
16. Berjabat tangan
g. Bertanya untuk klarifikasi
No Kegiatan
Nilai Dilakukan Tidak
dilakukan Tujuan: untuk mengklarifikasi informasi
Prosedur
1. Menyapa nama klien dan tersenyum 2. Berjabat tangan
3. Memperkenalkan diri kepada klien 4. Menanyakan identitas klien
27
5. Menjelaskan kontrak: topik, waktu dan tempat 6. Menjelaskan tujuan
7. Menanyakan keluhan utama klien 8. Mendengarkan klien waktu menjawab
pertanyaan perawat
9. Mempertahankan kontak mata
10. Menggunakan teknik komunikasi bertanya untuk klarifikasi
a. Dapatkah saudara menjelaskan kepada saya sekali lagi?
11. Memberikan respon non verbal dengan tepat 13. Menjaga sikap (intonasi dan gesture)
14. Mengakhiri pertemuan: kontrak berikutnya 15. Memberikan salam
16. Berjabat tangan
h. Fokusing
No Kegiatan Nilai
Dilakukan Tidak dilakukan Tujuan: tepat dilakukan untuk isi piker yang delusional
Prosedur
1. Menyapa nama klien dan tersenyum 2. Berjabat tangan
3. Memperkenalkan diri kepada klien 4. Menanyakan identitas klien
5. Menjelaskan kontrak: topik, waktu dan tempat 6. Menjelaskan tujuan
7. Menanyakan keluhan utama klien 8. Mendengarkan klien waktu menjawab
pertanyaan perawat
9. Mempertahankan kontak mata
10. Menggunakan teknik komunikasi fokusing a. Klien: orang-orang akan mencoba
membunuh saya
b. Perawat: saudara kelihatan sangat ketakutan
11. Memberikan respon non verbal dengan tepat 13. Menjaga sikap (intonasi dan gesture)
14. Mengakhiri pertemuan: kontrak berikutnya 15. Memberikan salam
16. Berjabat tangan
8. Teknik Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal berkaitan langsung dengan komunikasi non verbal. Komunikassi non verbal harus dipelajari secara baik agar komunikasi yang kita lakukan dapat
28
mencerminkan bahwa perawat benar-benar ingin membantu pasien. Adapun latihan komunikasi non verbal adalah sebagai berikut.
No Kegiatan Nilai
Dilakukan Tidak dilakukan Tujuan: tepat dilakukan untuk isi piker yang delusional
Prosedur
1. Menyapa nama klien dan tersenyum 2. Berjabat tangan
3. Memperkenalkan diri kepada klien 4. Menanyakan identitas klien
5. Menjelaskan kontrak: topik, waktu dan tempat 6. Menjelaskan tujuan
7. Menanyakan keluhan utama klien 8. Mendengarkan klien waktu menjawab
pertanyaan perawat
9. Mempertahankan kontak mata
10. Menggunakan teknik komunikasi verbal yang tepat
11. Memberikan respon non verbal dengan tepat a. Aksen: sorot mata, gerakan tangan
b. Komplemen: pandangan aneh, mengangguk c. Kontradiksi: mata berputar-putar untuk
menunjukkan bahwa makna pesan berlawanan dengan yang dikatakan
d. Pengaturan: mengambil napas dalam untuk menunjukkan kesiapan berbicara, menggunakan “dan uh” untuk menunjukkan keinginan untuk melanjutkan pembicaraan e. Pengulangan: menggunakan perilaku non
verbal untuk menambah pesan verbal, misalnya: mengangkat bahu setelah mengatakan “Siapa tahu?”
f. Pengganti: gerakan tubuh yang ditentukan secara budaya, mewakili kata-kata, misalnya menggerakkan lengan ke atas dan ke bawah dengan tangan mengepal untuk
menunjukkan keberhasilan
13. Menjaga sikap (intonasi dan gesture) 14. Mengakhiri pertemuan: kontrak berikutnya 15. Memberikan salam
16. Berjabat tangan K. REFERENSI
Arnold, E., & Boggs, K. U. (2007). Interpersonal relationships: professional communication skills for nurses: Saunders-Elsevier.
Campbell, J. (1980). The Relationship of Nursing and Self-Awareness. Advances in Nursing Science, 2(15).
29
College of Nurses of Ontario. (2009). Therapeutic Nurse-Client Relationship, Revised 2006 [Electronic Version]. Retrieved January 3, 2012, from http://www.cno.org/Global/docs/prac/41033_Therapeutic.pdf
DeVito, J. A. (2004). The Interpersonal Communication Book [Electronic Version]. Retrieved
April 12, from
http://wps.ablongman.com/ab_devito_intrprsnl_10/9/2354/602631.cw/index.html Rimondini, M. (2011). Communication in Cognitive Behavioral Therapy. New York: Springer.
.
L. PROPAGASI 5. Latihan
LATIHAN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL Nama Latihan:
Komunikasi verbal dan non verbal Tujuan:
Latihan ini bertujuan melatih peserta untuk dapat berkomunikasi secara verbal dan non verbal
Alat dan Bahan:
Meja dan kursi untuk Role play, Kartu Perawat dan klien, Modul Deskripsi Latihan:
Peserta diminta duduk berpasang-pasangan. Secara bergantian mereka akan berperan sebagai perawat dan klien. Mahasiswa diminta mempelajari modul terlebih dahulu yang telah memuat konsep dasar dan langkah-langkah mengklarifikasi, menanyakan keluhan klien sesuai teori. Mahasiswa yang berperan sebagai perawat akan diberi kartu perawat dan diminta melakukan tugas yang ditentukan di kartu tersebut. Mahasiswa yang berperan sebagai klien akan diberi kartu klien yang berisi resume kondisi klinisnya dan respon yang harus ia berikan atas penjelasan perawat.
Waktu:
30 menit (5 menit introduction, 10 menit latihan + 15 menit pembahasan) Pertanyaan untuk diskusi:
(disampaikan fasilitator untuk mengawali diskusi setelah role play)
Bagaimana perasaan anda saat anda berperan sebagai perawat? Apa yang membuat anda berhasil? dan Apa pula yang membuat anda gagal?
Apa yang menyulitkan anda saat berperan sebagai perawat?
Bagaimana perasaan anda sebagai klien jika perawat anda berkomunikasi? Apa yang sudah baik dan apa yang masih kurang baik dari perawat anda?
Langkah-langkah latihan Komunikasi verbal dan non verbal:
30 1. Persiapan
a. Mahasiswa : Mahasiswa duduk berpasang-pasangan selayaknya perawat dan klien b. Tutor : Tutor mendampingi mahasiswa untuk memberikan masukan dan/atau
koreksi
c. Alat : Naskah skenario latihan dan meja kursi 2. Prosedur/Teknis
a. Mahasiswa duduk berpasang-pasangan
b. Salah satu mahasiswa ditunjuk sebagai perawat, yang lain sebagai klien c. Mahasiswa diberikan naskah
3. Pencatatan: Mahasiswa mencatat hasil diskusi Langkah-langkah latihan komunikasi verbal:
Lakukan:
1. Bina hubungan saling percaya
2. Pahami istilah yang digunakan pasien untuk menjelaskan masalah kesehatan yang dihadapi
3. Jelaskan prosedur sebelum melakukan tindakan.
4. Libatkan keluarga.
KETRAMPILAN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL
Nama :_____________________________________________________________
NIM :_____________________________________________________________
Kelompok :_____________________________________________________________
Tanggal :_____________________________________________________________
No Jenis Kegiatan Nilai
Dilakukan Tidak dilakukan 1. Setting wawancara
2. Tersenyum, memberi salam (dapat saling mengulurkan tangan)
3. Memanggil nama pasien
4. Mengklarifikasi identitas pasien 5. Memperkenalkan diri
6. Membina hubungan saling percaya 7. Memahami istilah yang digunakan
oleh pasienMenggunakan pertanyaan terbuka
8. Menjelaskan prosedur sebelum memulai tindakan.
9. Gunakan komunikasi verbal yang tepat
10. Gunakan komunikasi non verbal yang tepat
11 Akhiri komunikasi
6. Pendalaman Materi
Bacalah buku terkait perspektif teori dan issue kontemporer pada buku Arnold, E., &
Boggs, K. U. (2007). Interpersonal relationships: professional communication skills for nurses: Saunders-Elsevier.
31 7. Tugas
Tidak Ada tugas
8. Project:
Buatlah role play komunikasi verbal dan non verbal dan kumpulkan dalam bentuk CD a. Tujuan : memvalidasi ketrampilan komunikasi non verbal
b. Prosedur
1. Setiap orang mencoba mengkomunikasikan perasaannya kepada anggota kelompok
2. Setiap orang diharapkan menuliskan perasaannya dalam selembar kertas 3. Anggota kelompok yang lain memperagakan
1. Nyeri 2. Marah 3. Sedih
4. Percaya diri 5. Cemas 6. Shok 7. Menerima 8. Rejeksi
9. Tidak tertarik
c. Diskusikan:
1) Mana dari teman saudara yang bisa menampilkan komunikasi secara tepat? Apa alasanya?
2) Pada bagian mana teman saudara mengalami hambatan dalam mengkomunikasikan ekspresinya?
3) Bagimana setiap orang menggunakan pengalamannya dalam mengekspresikan komunikasinya secara tepat?
32
CLINICAL NURSING SKILLS:
COMMUNICA CLINICAL NUSING SKILLS COMMUNICATION IN NURSING
TION IN NURSING
M. Nama/judul Pokok Bahasan N. Deskripsi Singkat (pokok
bahasan)
O. Tujuan Instruksional Khusus P. Isi pokok bahasan
9. Pendahuluan 10.Prainteraksi 11.Orientasi 12.Kerja 13.Terminasi
Q. Referensi R. Propagasi
9. Latihan
10.Pendalaman Materi 11.Tugas
12.Project
M. NAMA/ JUDUL POKOK BAHASAN: PRAKTIKUM TAHAPAN KOMUNIKASI
N. DESKRIPSI SINGKAT (POKOK BAHASAN)
Pada sub modul 3 ini mahasiswa akan mempelajari tentang praktikum tahapan komunikasi. Fokus sub modul ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendemostrasikan tentang berbagai tahapan komunikasi. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berpikir sistematis, komprehensif dan kritis dalam melakukan proses keperawatan dengan pendekatan penyelesaian masalah melalui kegiatan mandiri mapun kelompok. Kegiatan evaluasi materi dilakukan dengan kegiatan latihan, pendalaman materi dan menyelesaikan tugas baik secara mandiri dan kelompok serta melakukan project.
O. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS 7. Mendemonstrasikan fase pra interaksi 8. Mendemonstrasikan fase orientasi 9. Mendemonstrasikan fase kerja 10.Mendemonstrasikan fase terminasi
PRAKTIKUM TAHAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK
3
33 P. ISI POKOK BAHASAN
9. Pendahuluan
Perawat dalam kesehariannya menggunakan diri sendiri untuk berkomunikasi secara terapeutik. Artinya seorang perawat harus mempunyai kemampuan untuk melakukan komunikasi yang baik. Perawat harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam melaksanakan setiap tahapan komunikasi agar asuhan keperawatan yang kita lakukan dapat tercapai dengan baik. Kesadaran diri dan penggunaan diri secara terapeutik harus dilatih secara baik. Pada sub modul ini akan akan dibahas tentang fase hubungan terapeutik yang dilakukan oleh perawat selama melakukan hubungan interpersonal dengan pasien.
10. Praorientasi
Sebelum perawat melakukan hubungan dengan pasien maka perawat harus melakukan persiapan. Tahapan persiapan ini dalam komunikasi terapeutik disebut sebagai tahapan pra orientasi atau fase pra interaksi . Pada Fase praorientasi terdapat beberapa tugas yang harus dilakukan yaitu
a. Memperoleh informasi tentang pasien dari studi dokumantasi, atau tenaga kesehatan lain.
b. Mengkaji diri sendiri tentang perasaan, ketakutan dan kecemasan serta pengalaman yang dimiliki oleh perawat untuk melakukan asuhan keperawatan
Pemahaman tentang konsep tugas praorientasi akan membantu perawat untuk mengurangi kebuntuan komunikasi yang mungkin ditimbulkan karena adanya kendala dari perawat. Berikut ini latihan yang dapat dilakukan untuk melakukan fase pra orientasi.
Fase Pra orientasi
No Kegiatan Dilakukan Tidak
Dilakukan Tujuan: mengekplorasi persepsi diri
Prosedur
1. Mendapatkan informasi tentang klien
2 Mencari sumber yang berkaitan dengan masalah klien
3 Mengeksplorasi perasaan, fantasi dan ketakutan diri
4 Menganalisis kekuatan dan kelemahan profesional diri
a. Sebutkan kelebihan yang dimiliki oleh diri b. Sebutkan kekurangan pada diri
5 Membuat rencana pertemuan dengan klien (tipe spesifik data, metode, setting tempat dan
waktu)
34
Berikut ini adalah prosedur untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan diri d. Tujuan : memvalidasi ketrampilan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan diri e. Prosedur
1) Setiap orang menuliskan kelebihan yang dimiliki
2) Setiap orang mengkomunikasikan kelebihan yang dimiliki di depan anggota kelompok yang lain
3) Setiap orang menuliskan kelebihan yang dimiliki
4) Setiap orang mengkomunikasikan kekurangan yang dimiliki di depan anggota kelompok yang lain
f. Diskusikan:
4) Mana dari teman saudara yang bisa menampilkan komunikasi secara tepat? Apa alasanya?
5) Pada bagian mana teman saudara mengalami hambatan dalam mengkomunikasikan kelebihan dan kekurangan saudara? Apa yang menyebabkan saudara mengalami kesulitan untuk melakukannya?
6) Bagimana setiap orang menggunakan pengalamannya dalam mengekspresikan komunikasinya secara tepat?
g. Jawaban Diskusi
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
35
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
36 11. Orientasi
Fase orientasi dimulai ketika perawat mulai bertemu dengan pasien. Selama fase orientasi perawat harus memperhatikan tugas utama perawat yaitu
a. Menciptakan lingkungan yang aman b. Menetapkan kontrak yang terperinci c. Mengumpulkan pengkajian informasi
d. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pasien e. Menetapkan diagnose
f. Menetapkan tujuan
g. Mengembangkan rencana tindakan yang akan dilakukan h. Mengekplorasi perasaan pasien
Untuk menjalankan tugas tersebut maka perawat harus melakukan latihan agar dapat melakukan tahapan orientasi dengan baik. Adapun prosedur latihan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Tujuan : memberikan pengalaman untuk memperkenalkan diri b. Prosedur
1) Role playkan perkenalan dengan pasien a) Individu
b) Keluarga c) Kelompok d) komunitas c. Diskusikan:
1) Pada bagian mana saudara melakukan modifikasi terhadap berbagai sistem pasien tersebut?
2) Pada bagian yang mana saudara anggap mudah melakukannya? Apa alasannya?
3) Pada bagian mana saudara mengalami kesulitan? Apa penyebabnya?
4) Bagaimana saudara bisa menggunakan ketrampilan saudara untuk praktek di klinik?
d. Jawaban Diskusi
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
37
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
38
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
Instrumen yang dapat digunakan untuk melakukan latihan tahapan fase orientasi adalah sebagai berikut:
Orientasi
No Kegiatan Dilakukan Tidak
Dilakukan Tujuan:
membangun rasa percaya, menetapkan batasan hubungan sejak awal, menyampaikan batasan berakhirnya hubungan
Prosedur
1. Ucapkan salam
2 Tanyakan apa yang dirasakan atau dipikirkan oleh pasien
3 Identifikasi secara mendalam keluhan pasien 4 Tetapkan tujuan dari hubungan
5 Jaga privacy pasien 6 Buat kontrak topic 7 Buat kontrak waktu 8 Buat kontrak tempat 12. Kerja
Pada fase kerja perawat memiliki dua sub fase yaitu fase identifikasi masalah dan fase epkploitasi. Pada fase identifikasi perawat mengidentifikasi isu dan kekhawatiran yang menyebabkan terjadinya masalah. Sedangkan pada fase ekploitasi perawat memandu pasien untuk mengkaji perasaannya dan responya serta mengembangkan ketrampilan koping yang lebih baik dan lebih positif serta mendorong perubahan perilaku dan mengembangkan kemandirian. Tugas khusus dalam fase kerja ini mencakup
a. Mempertahankan hubungan b. Mengumpulkan lebih banyak data c. Mengekplorasi persepsi realitas
d. Mengembangkan mekanisme koping positif e. Meningkatkan konsep diri positif
f. Mendorong verbalisasi perasaan g. Memfasilitasi perubahan perilaku h. Mengatasi resisten
i. Mengevaluasi kemajuan dan mendefinisikan kembali tujuan j. Memberi klien kesempatan untuk mempraktikkan perilaku baru k. Meningkatkan kemandirian.