• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II: STUDI Pemahaman Terhadap Kerangka Acuan Kerja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II: STUDI Pemahaman Terhadap Kerangka Acuan Kerja"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II: STUDI

2.1. Pemahaman Terhadap Kerangka Acuan Kerja

1. Desain Arsitektur Kantor PPK Kemayoran yang terpadu dengan Sarana Prasarananya, dirancang selain dapat memenuhi seluruh kegiatan kerja dan pelayanan masyarakat juga memenuhi aspek keindahan, kenyamanan dan keterhubungan antara bangunan (terpadu).

Tanggapan :

Konsep yang merancang zoning di dalam tapak agar hubungan antar bangunan maupun ruang-ruang luarnya dapat dengan mudah diakses oleh pengguna bangunan, seperti akses pintu utama yang dapat dibedakan menjadi 2, yaitu akses ke kantor dan akses ke GOR dan pujasera, karena masing-masing mempunyai sifat yang berbeda. Kantor bersifat semi publik atau bagi pengunjung yang berkepentingan dan GOR / pujasera yang bersifat publik atau bebas bagi siapapun untuk mengunjungi.

Kenyamanan dalam menggunakan bangunan berupa kenyamanan thermal dengan desain fasad bangunan yang mampu menangkal panas matahari (kanopi), kenyamanan visual pada tapak dengan perletakan zona publik yang aktivitas orang banyak harus diisi dengan pemandangan vegetasi dan kenyamanan sirkulasi udara pada tapak maupun dalam bangunan dengan memanfaatkan angin menembus ke inti bangunan melalui lantai dasar yang terbuka ke luar sehingga angin dapat menyejukkan pengguna bangunan.

Tata letak antar massa bangunan yang saling berdekatan sesuai dengan sifat zonanya (publik, semi privat atau privat) agar lebih mudah dalam pencapaian tetapi tetap memperhatikan potensi lingkungan, seperti jalur hijau yang berada di sebelah utara tapak, dapat menjadi akses utama masuk ke dalam bangunan.

(2)

2. Tantangan utama yang diberikan dalam desain tersebut adalah bahwa desain bangunan/gedung kantor PPKK yang terpadu dengan Sarana Prasarananya harus diyakini dapat menjadi “icon” bangunan di Kemayoran.

Tanggapan :

Dalam perancangan kawasan PPK Kemayoran, menurut “TOR” maka ikon yang tepat bagi identitas Kemayoran adalah “Green International Bisnis Distric” karena bila dilihat dari kondisi aktivitas kegiatan masyarakat yang menjadikan kawasan ini sebagai sentral bisnis perdagangan dan perkantoran tetapi tetap mempertahankan RTH (Ruang Terbuka Hijau) sebagai resapan yang mencukupi bagi paru-paru kawasan Kemayoran. 3. Keterhubungan antara bangunan utama yaitu kantor pengelola komplek

kemayoran dengan sarana prasarana seperti Gedung olah raga (kolam renang, futsal, basket dan badminton) dengan Pujasera (tempat makan) yang apabila dikomersilkan dapat menjadi area event pernikahan dan pertemuan yang tertata dan indah. Sehingga dengan demikian diharapkan pengelolaan atas gedung tersebut dapat didanai secara swakelola dari komersialisasi potensi yang ada.

Tanggapan :

Pujasera yang bukan hanya menjual kepada pengguna kantor, tapi bagaimana menarik secara desain bentuk dan kelengkapan jenis yang dijual kepada masyarakat sehingga menjadi “magnet” untuk di kunjungi dengan perletakan zonanya yang dapat dilihat dari segala arah dan pencapaian akses yang mudah.

Perletakan antara GOR dan pujasera yang saling berdekatan agar mudah dalam pencapaian, dan juga harus mudah akses manusia untuk menjangkau GOR maupun pujasera yang bersifat publik.

Pujasera dengan konsep “Food Court kaki lima” yaitu memberdayakan pedagang kali lima (PKL) untuk berjualan dengan sistem shift setiap 6 jam bergantian.

(3)

2.2. Studi Pustaka

2.2.1. Kantor

Kantor (dari bahasa Belanda kantoor) adalah sebutan untuk tempat yang digunakan untuk perniagaan atau perusahaan yang dijalankan secara rutin. Kantor bisa hanya berupa suatu kamar atau ruangan kecil maupun bangunan bertingkat tinggi. Kantor sering dibagi kepada dua jenis; kantor yang terbesar dan terpenting biasanya dijadikan kantor pusat, sedangkan kantor-kantor lainnya dinamakan kantor cabang. Kantor merupakan tempat orang-orang melakukan kegiatan/aktivitas yang berhubungan dengan pelayanan berbagai keterangan pada yang membutuhkannya. Akan tetapi dengan perkembangan yang pesat pada bidang teknologi dewasa ini, kantorpun berkembang, ia bukan sekedar tempat, melainkan sebagai sarana kegiatan penyediaan informasi, guna menunjang kemudahan pelaksanaan tugas disegala bidang. Jadi kantor saat ini merupakan pusat pelayanan dan pusat informasi dari kegiatan perusahaan dan organisasi.

gambar 1. kantor

Dalam bahasa Inggris “office” memiliki makna yaitu: tempat memberikan pelayanan (service), posisi, atau ruang tempat kerja. Pengertian kantor dapat dibedakan menjadi 2, yaitu kantor dalam arti dinamis dan kantor dalam arti statis. Kantor dalam arti dinamis merupakan proses penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan, dan penyampaian/

(4)

pendistribusian data/informasi. Atau dapat dikatakan kantor dalam arti dinamis merupakan kegiatan ketatausahaan atau kegiatan administrasi dalam arti sempit.

Sedangkan kantor dalam arti statis bisa berarti Ruang kerja, kamar kerja, markas, biro, instansi, lembaga, jawatan, badan, perusahaan, serta tempat atau ruangan penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan penyampaian/pendistribusian data/informasi. Selain pengertian-pengertian tersebut, ada beberapa pengertian-pengertian kantor secara statis menurut beberapa ahli diantaranya yaitu :

1. Menurut Moekijat(1997:3), kantor adalah setiap tempat yang biasanya dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan tata usaha, dengan nama apapun juga tempat tersebut mungkin diberikan.

2. Prajudi Atmosudirjo (1982:25),kantor adalah unit organisasi terdiri atas tempat, staf personel dan operasi ketatausahaan guna membantu pimpinan.

3. Kallaus dan Keeling, office is a function where interdependent system of technology, procedures, and people are at work to manage one of the firm’s most vital resources-information.

4. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kantor adalah balai (gedung, rumah, ruang) tempat mengurus suatu pekerjaan atau juga disebut tempat bekerja. Dari definisi-definisi diatas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa kantor dalam arti dinamis adalah tempat diselenggarakannya kegiatan tata usaha di mana terdapat ketergantungan system antara orang, teknologi, dan prosedur untuk menangani data dan informasi mulai dari menerima, mengumpulkan, mengolah, menyimpan, sampai menyalurkannya. Menurut Mills, tujuan kantor didefinisikan sebagai pemberi pelayanan komunikasi dan perekaman. Dari definisi tersebut, Mills memperluas menjadi fungsi kantor (pekerjaan yang dilakukan) yakni sebagai berikut :

1. Menerima Informasi (to receive information)

Menerima informasi dalam bentuk surat, panggilan telepon, pesanan, faktur dan laporan mengenai berbagai kegiatan bisnis.

2. Merekam dan menyimpan data-data serta informasi (to record information)

(5)

Tujuan pembuatan rekaman adalah menyiapkan informasi sesegera mungkin apabila manajemen meminta informasi tersebut. Beberapa rekaman (record) diminta untuk disimpan menurut hukum, atau disimpan untuk memenuhi kebutuhan manajemen dalam perencanaan dan pengendalian perusahaan seperti rician negosiasi, transaksi, korespondensi, pesanan, faktur atau ringkasan rincian seperti laporan keuangan, laporan persediaan, dll.

3. Mengatur Informasi (to arrange information)

Informasi yang diakumulasi oleh kantor jarang dalam bentuk yang sama layaknya ketika diberikan, seperti mengumpulkaninformasi dan sumber-sumber yang berbeda dan membuat perhitungan/pembukuan. Kantor bertanggungjawab memberikan informasi dalam bentuk terbaik dalam melayani manajemen, seperti penyiapan faktur/kuitansi, penetapan harga, akuntansi, laporan keuangan, dll.

4. Memberi Informasi (to give information)

Bila manajemen diminta sejumlah informasi yang diperlukan, kantor memberikan informasi tersebut dari rekaman yang tersedia. Sebagian informasi yang diberikan bersifat rutin, sebagian bersifat khusus. Informasi-informasi tersebut diberikan baik secara lisan maupun tulisan. Contoh informasi tersebut adalah pesanan, anggaran, faktur/kuitansi, laporan perkembangan, laporan keuangan, dll.

5. Melindungi Aset (to safeguard assets)

Selain empat fungsi di atas, masih ada fungsi lain dari kantor yaitu mengamati secara cermat berbagai kegiatan dalam perusahaan seperti diperlihatkan di dalam rekaman dan mengantisipasi segala hal yang tidak menguntungkan yang mungkin terjadi. Misalnya melaporkan adanya kekurangan persediaan, melaporkan adanya sejumlah utang yang mungkin tidak terbayar saat akan jatuh tempo, rekaman vital seperti kontrak besar harus dilindungi secara tepat, uang tunai harus disimpan di dalam lemari besi maupun di dalam bank. Kantor harus berhati-hati terhadap makna rekaman dan memperhatikan dengan segera hal-hal yang memerlukan tindakan manajemen.

Kelima fungsi tersebut harus dilaksanakan dalam setiap organisasi. Di dalam perusahaan kecil yang hanya dikendalikan oleh satu orang, pelayanan kantor secara terpisah (desentralisasi) mungkin tidak diperlukan. Akan tetapi, di dalam perusahaan

(6)

besar dan kompleks, direktur pengelola tidak dapat menangani secara pribadi semua fakta yang berhubungan dengan perusahaan sehingga kantor besar atau kompleks harus memenuhi fungsi tersebut. Kantor adalah pelayanan dari manajeman. Selain lima fungsi di atas kantor masih mempunyai empat fungsi yaitu :

1. Pusat syaraf administrasi dan perencanaan kebijaksanaan

Sebagai badan eksekutif , kantor harus bertindak sebagai pusat administrasi. Administrasi dalam hal ini adalah segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerja sama sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu. Unsur-unsur dari administrasi : pengorganisasian, personalia, keuangan, komunikasi, tata usaha dan humas.

2. Perantara

Kantor bertindak sebagai pusat pelayanan yang menghubungkan antarbagian dalam organisasi.

3. Koordinator

Mengawasi dan mengkoordinasi seluruh kegiatan organisasi.

4. Penghubung dengan public

Mengadakan hubungan dengan pihak luar organisasi dan memberikan dukungan terhadap organisasi.

kantor dapat dibedakan menjadi 4 macam menurut L. Manaseh dan R. Cunliffe yaitu :

1. Commercial Office

Jenis perkantoran yang termasuk golongan ini adalah perkantoran ( untuk toko disewakan), Perusahaan (trading company), asuransi dan transportasi.

2. Industrial Office

Jenis perkantoran ini terikat harus mempunyai hubungan fisik dengan pabriknya.

3. Professional Office

Jenis perkantoran ini tidak di pakai dalam waktu yang panjang dan merupakan perkantoran yang jumlah modalnya digunakan relatif kecil.

(7)

Jenis perkantoran ini bersifat usaha yang teratur dalam bentuk lembaga yang berpedoman pokok untuk hidup lama dan kokoh. Biasanya digunakan dalam waktu yang lama atau panjang.

Sistem sewa perkantoran terbagi menjadi dua jenis berdasar perhitungan luasan yang di sewa, Yaitu :

1. Net System

Sewa per meter persegi diperhitungkan atas dasar luasan lantai bersih (tidak termasuk koridor ataupun common space dan biasanya harga sewa per meter persegi lebih tinggi).

2. Gross System

Sewa per meter persegi diperhitungkan atas dasar luas lantai kotor sehingga luasan lantai yang digunakan untuk kantor lebih kecil dari jumlah luasan yang di sewa pada awalnya karena penyewa dikenakan beban biaya untuk koridor ataupun common space. Hal ini menyebabkan penyewa lebih baik menyewa per lantai supaya tidak rugi, karena harga sewa per meter persegi lebih rendah. Tujuan utama dari lingkungan kantor adalah untuk mendukung penghuninya dalam melakukan pekerjaan mereka-sebaiknya dengan biaya minimum dan kepuasan maksimal. Dengan orang-orang yang berbeda melakukan tugas dan kegiatan yang berbeda, namun, tidak selalu mudah untuk memilih ruang kantor yang tepat. Untuk membantu pengambilan keputusan di tempat kerja dan desain kantor, seseorang dapat membedakan tiga jenis ruang kantor : ruang kerja, ruang rapat dan ruang dukungan. Untuk bisnis baru, atau mengembangkan, kantor satelit terpencil dan kamar proyek, Kantor Serviced dapat memberikan solusi sederhana dan menyediakan semua jenis bekas ruang.

2.2.2. Gelanggang OlahRaga (GOR)

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia ( Balai Pustaka, 1995 ), pengertian Gelanggang adalah :

Ruang / lapangan tempat menyabung ayam, bertinju, berpacu ( kuda ), olahraga dan sebagainya.

(8)

gambar 2. Gelanggang Olah Raga (GOR)

Sedangkan Olahraga memiliki beberapa pengertian, antara lain adalah : Berdasarkan pengertian secara umum, olahraga berarti :

a. Olah : laku, ulah, cara, perbuatan. b. Raga : badan, tubuh.

Sedangkan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (1985), Olahraga memiliki pengertian sebagai berikut :

a. Gerak badan untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh.

b. Permainan, hiburan, pertandingan yang memerlukan ketrampilan fisik. Menurut Buku Standar Tata Cara Perencanaan Teknik Bangunan Gedung Olahraga yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum, Gelanggang Olahraga dibagi menjadi 3 tipe, yaitu :

1. Gelanggang Olahraga Tipe A adalah Gelanggang Olahraga yang dalam penggunaannya melayani wilayah Propinsi / Daerah Tingkat I.

2. Gelanggang Olahraga Tipe B adalah Gelanggang Olahraga yang dalam penggunaannya melayani wilayah Kabupaten / Kotamadya.

3. Gelanggang Olahraga Tipe C adalah Gelanggang Olahraga yang dalam penggunaannya hanya melayani wilayah Kecamatan. Klasifikasi Gelanggang Olahraga direncanakan berdasarkan ketentuan – ketentuan sebagai berikut : Fasilitas Gelanggang Olahraga dibagi menjadi 2 bagian yaitu :

(9)

1. Fasilitas Utama yaitu fasilitas – fasilitas yang menjadi keutamaan dalam lingkup bangunan Gelanggang Olahraga. Contoh: Lapangan Badminton, Hall Basket, dan sebagainya.

2. Fasilitas Penunjang yaitu fasilitas yang menjadi pelengkap daripada fasilitas – fasilitas utama yang ada di bangunan Gelanggang Olahraga. Contoh : Cafetaria, Perpustakaan Olahraga, Sport – shop, dan sebagainya.

2.2.3. Pujasera ( Pusat Jajanan Serba Ada )

Berdasarkan definisi yang didapatkan dari kamua Bahasa, arti dari PUJASERA adalah :

1. Pusat adalah tempat yang letaknya di bagian tengah, pokok pangkal atau yang menjadi tumpuan ( berbagai hal, urusan, dan sebagainya ).

2. Jajanan adalah penganan yang dijajakan, kudapan. Jajanan dari kata dasar Jajan yang dapat berarti membeli makanan ( nasi, kue, dan sebagainya) di warung

3. Serba merupakan bentuk yang terikat segala- galanya, semaunya, segala hal. Serba Ada adalah segala- galanya ada

Berdasarkan definisi-definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa pujasera adalah tempat yang menampung sebuah kegiatan utama yaitu makan dan minum. Tempat ini menyediakan berbagai macam pilihan makanan dan minuman yang disediakan melalui kedai - kedai atau restoran - restoran yang dikelompokkan menjadi satu bangunan maupun dalam berbagai bangunan dalam satu area pada suatu kota tertentu. Tempat untuk makan atau sitting area bisa berupa tempat makan bersama ( communal eating area ).

(10)

gambar 3. Pujasera

Kantin merupakan sebuah ruangan tempat menjual makanan dan minuman. Kantin terdiri atas kounter - kounter makanan yang menyediakan pilihan beragam makanan. Perletakan kounter diatur mengelilingi sisi - sisi pinggir kantin atau pada satu atau sebagian sisi pinggir kantin. Perletakan ini bertujuan untuk meyediakan sebuah area makan bersama-sama pada bagian tengah kantin.Selain menyediakan makanan dan minuman, kantin juga sering digunakan sebagai ruang untuk bersosialisasi dan beristirahat.

2.2.4. Taman

Taman dalam pengertian terbatas merupakan sebidang lahan yang ditata sedemikian rupa sehingga mempunyai keindahan, kenyamanan dan keamanan bagi pemiliknya atau penggunanya. Pada masyarakat perkotaan, taman-taman selain bernilai estetika juga berfungsi sebagai ruang terbuka. (Arifin dan Nurhayati, 2000)

Taman umum merupakan taman yang diperuntukkan sebagai ruang terbuka hijau umum yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk aneka keperluan. Lokasi taman biasanya pada tempat yang strategis dilalui bayak orang. (Nazaruddin, 1996)

(11)

gambar 4. Taman

Taman terdiri dari dua klasifikasi yaitu :

1. Taman aktif

Taman yang memiliki fungsi sebagai tempat bermain, dengan dilengkapi elemen-elemen pendukung taman bermain antara lain ayunan, petung, dan sebagainya.

2. Taman pasif

Taman ini hanya sebagai elemen estetis saja, sehingga kebanyakan untuk menjaga keindahan tanaman di dalam taman tersebut akan dipasang pagar di sepanjang sisi luar taman. (Shvoong, 2008)

Elemen Taman :

Material Landscape atau Vegetasi : a. Pohon

b. Perdu c. Semak

d. Tanaman penutup tanah e. Rumput

Material Pendukung atau Elemen Keras : a. Kolam

(12)

c. Lampu Taman d. Tempat duduk e. Tempat sampah f. Signage

Area santai pada sebuah taman sangat dibutuhkan bagi para pengunjung untuk menikmati suasana dan kenyamanan.

1. Nyaman secara visual maupun thermal

2. Jauh dari jalanan dan dekat dengan vegetasi (bebas polusi) 3. Tersedianya tempat pembuangan sampah yang cukup

Area bermain berfungsi sebagai penunjang dari aktifitas masyarakat di taman kota tersebut.

Interaksi sosial antar masyarakat untuk menjalin pertemanan Tempat rekreasi atau refreshing dari kegiatan rutinitas perkotaan

(13)

2.3. Studi Banding

2.3.1.

“Le Cinq” Office Tower

gambar 5. Perspektif Le Cinq

Neutelings Riedijk, sang arsitek telah membuat desain untuk 180m High Office Tower, “Le Cinq” di Paris, ditugaskan oleh Brussels pengembang Buelens NV sebagai salah satu dari empat tim untuk kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh kota Paris. Gedung pencakar langit baru berfungsi sebagai titik fokus timur Paris dalam pengembangan perkotaan baru Arrondissement XIII, dekat ke Grande Bibliotheque. Menara ini terdiri dari susun lima volume terpisah dari enam cerita masing-masing, ditopang oleh 2 core vertikal dengan ruang terbuka antara volume.

Data proyek

a. Architects : Neutelings Riedijk Architects b. Location : Paris, France

c. Client : Buelens NV, Brussels d. Program area : 130.000m2 e. Cost : 2.500.000.000 euro

(14)

Setiap blok memiliki Inner Court terbuka dan taman atap yang luas. Dengan cara ini, jenis baru green urban gedung pencakar langit telah dikembangkan yang menggabungkan kualitas low rise urban fabric dengan high rise tower. Menara ini memiliki 110.000m2 di atas tanah permukaan lantai ruang kantor, 300 kamar hotel dan pusat perbelanjaan, serta sepuluh tingkat parkir bawah tanah. Menara setinggi 180m ini akan menjadi yang pertama high rise building di Paris sejak Montparnasse Tower dan Riverbank Tower pada 1970-an.

gambar 6. Sequence 1 Le Cinq

“Le Cinq”, diterjemahkan sebagai “The Five”, menciptakan sebuah tipologi baru untuk sekeliling dengan berhasil menggabungkan keuntungan dari high rise building. Tanah ekonomi dan transportasi, prospek kota yang indah, penggabungan jasa dan lingkungan, blok kota, dimana manusia menemukan skala yang diukur. Penjajaran lingkungan yang secara tradisional “dijual” ke horizontal, dilakukan dengan sederhana, dalam vertikal terfragmentasi. Bentuk, asalkan fungsi yang terkait dengan tipologi baru mendefinisikan kota vertikal.

(15)

gambar 7. Sequence 2 Le Cinq

“The Five” terdiri dari lima pulau, enam lantai otonom, masing-masing diorganisir disekitar ruang tengah yang membangkitkan persegi atau taman kondusif untuk perdagangan, untuk hidup. Masing-masing ruang ini mengembangkan tema asli, dibangun dari perawatan atau intervensi landscape artistik, memberikan identitas tertentu. Ambisi tipologi baru ini adalah untuk membawa konsep menghidupkan jiwa yang lebih, kemudahan adalah untuk memungkinkan professor yang akan berlatih di daerah menara “The Five” untuk menemukan, terlepas dari tinggi, sensasi menyenangkan skala diukur dan tempat terbuka ke luar.

(16)

“The Five” menawarkan kombinasi skala dan fragmen kelangsingan, itu bukan objek monolitik yang memaksakan monumentalisnya. Pandangan selatan dan utara fasad, oleh mereka bergantian solid dan void, memungkinkan mata untuk bergerak diantara rencana pembangunan dalam jangka panjang, dan menyelinap surga di antara pulau horizontal. “The Five” bukan layar ketat. Hal ini tidak diperlakukan sebagai objek soliter, mewakili penyelesaian, itu bercita-cita menjadi hubungan antara Paris dan pinggirannya.

gambar 9. Siteplan Le Cinq

Ditempatkan begitu ikonik di perpanjangan Avenue de France dan menikmati fasad Paris pada perangkat, menara “The Five” yang muncul sebagai salah satu pilar masa depan “Skyline” di Paris. Lokasinya yang strategis memungkinkan untuk membangun jalur baru dengan Eiffel Tower. Komposisi Urbaine memenuhi poros bersejarah dari Right bank, Louvre ke Grande Arche de la defense, monumen ikonik lain dari imajinasi Paris.

(17)

gambar 10. Elevation 1 Le Cinq

Proyek ini memiliki ambisi untuk menjadi patokan untuk pembangunan berkelanjutan. Proyek ini melibatkan produksi energi terbarukan di lokasi termasuk penggunaan sistem panas bumi dan pompa panas matahari, pra-pendinginan udara segar dan penggunaan gray water, memenuhi rencana iklim kota Paris. Bentuk tower, dengan pulau-pulau dengan 6 lantai dan teras untuk mendorong penggunaan tangga

(18)

dan memungkinkan adanya bukaan untuk ventilasi alami, mengurangi konsumsi energi dan meminimalkan dampak dari aliran udara di kaki bangunan untuk pejalan kaki, menciptakan tujuan untuk balada dan rekreasi.

Gambar

gambar 1. kantor
gambar 2. Gelanggang Olah Raga (GOR)
gambar 3. Pujasera
gambar 4. Taman
+7

Referensi

Dokumen terkait

Gerbong datar untuk barang umum, digunakan untuk barang-barang yang tahan terhadap cuaca, tidak perlu dilindungi terhadap cuaca, seperti mengangkut alat transportasi seperti

Instalasi Rawat jalan adalah fasilitas yang digunakan sebagai tempat konsultasi, penyelidikan, pemeriksaan dan pengobatan pasien oleh dokter ahli di bidang masing-masing

Museum Batik merupakan salah satu museum yang ada di Pekalongan, apabila dilihat dari jenisnya maka termasuk dalam jenis museum khusus, karena dalam museum

angkutan penumpang jarak jauh adalah pesawat udara, sedangkan untuk angkutan barang kereta api bersaing dengan kapal laut yang mempunyai jangkauan yang lebih luas dan dapat

pelayanan transportasi penumpang dan barang. Pengembangan pelayanan transportasi penumpang dan barang diarahkan pada keterpaduan jaringan pelayanan dan jaringan

Kesimpulan yang dapat diambil dari rumah sakit suzhou ini adalah, Pasien akan tiba dengan berjalan kaki, dengan bus, dengan sepeda, dan mobil melintasi sebuah jembatan

Sedangkan yang akan digunakan untuk pengembangan kawasan Stasiun Terpadu Manggarai ini adalah urban TOD karena kawasan tersebut berlokasi pada jalur lintas transportasi

Rumah Sakit Umum Kelas A adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik sekurang-kurangnya 4 (empat) spesialis dasar, 5 (lima) spesialis